<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>Mohammad Guntur Romli &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/mohammad-guntur-romli/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Thu, 21 Jun 2018 11:34:46 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>Mohammad Guntur Romli &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Makkah-Beijing, Bukan ‘Kocak’ Biasa </title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/makkah-beijing-bukan-kocak-biasa/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[G42]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 21 Jun 2018 11:33:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[aksi bela islam]]></category>
		<category><![CDATA[Mohammad Guntur Romli]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=31366</guid>

					<description><![CDATA[“Kocak! Poros Makkah dan Beijing yang asli berkoalisi, tapi KW-nya di Indonesia mau bikin konfrontasi.” &#8211; Guntur Romli, Juru Bicara PSI PinterPolitik.com [dropcap]T[/dropcap]emenku punya ayah. Ayah temanku itu punya kakek. Kakeknya kakek temen ayahku punya kakek. Nah, buat temen kamu yang tidak punya kakek boleh deh kamu tanya, lebih dahulu ada ayam atau lebih dulu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>“Kocak! Poros Makkah dan Beijing yang asli berkoalisi, tapi KW-nya di Indonesia mau bikin konfrontasi.” &#8211; Guntur Romli, Juru Bicara PSI</strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #cedb2a;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]T[/dropcap]emenku punya ayah. Ayah temanku itu punya kakek. Kakeknya kakek temen ayahku punya kakek. Nah, buat temen kamu yang tidak punya kakek boleh deh kamu tanya, lebih dahulu ada ayam atau lebih dulu telur? <em>Ahahha.</em></p>
<p>Intinya <em>gengs, </em>jauh dari generasi kakeknya kakek dari ayahnya temen aku itu, dan jauh ke generasi leluhurnya lagi, masyarakat Indonesia sudah memeluk agama Islam sebagai panduan menjalani kehidupan <em>gengs</em>.</p>
<p>Ajaran Islam masuk ke Indonesia bukan  dengan sendirinya. Namun, ajaran Islam hadir di Nusantara dibawa oleh para pedagang dan ulama pada zamannya yang akhirnya menyebar dan tumbuh indah mewarnai Nusantara<em>.</em></p>
<p>Nyatanya, perdagangan yang terjadi di Nusantara tidak hanya dilakoni oleh bangsa Arab saja. Saat itu kemeriahan pasar dagang di Nusantara juga diisi oleh lakon <em>Made in China</em> yang turun–temurun berlangsung sampai hari ini.</p>
<p>Yang namanya pedagang, pastinya tidak melulu jualan dalam bentuk fisik, tapi juga bisa dalam bentuk jasa dan lainnya. Contohnya nih <em>gengs </em>seperti di tahun politik kaya gini. <em>Waduh </em>pada sibuk deh tuh muncul “pedagang” dadakan jualan di sana sini. Dagangan yang dijual pedagang ini unik- unik <em>gengs</em>.</p>
<p>Ada yang jualan kesejahteraan untuk masyarakat, ada yang jualan jalan tol, ada yang jualan kaos, ada yang jualan prestasi. Tapi jangan sampe aja jual pepesan kosong. Uppss…</p>
<p>Pedagang dadakan di tahun politik pada berebut mendapat pengaruh masyarakat untuk membeli barang daganganya. Contohnya nih <em>gengs</em> ada pedagang yang jualannya laku diborong oleh berbagai kalangan.</p>
<blockquote class="twitter-tweet" data-width="550" data-dnt="true">
<p lang="in" dir="ltr">Ini bukan twit politik, aplg dukung-mendukung capres. Tapi menyebut klmpk capres Jokowi, yg kmrn didukung lbh dari 50% pemilih, sbg &quot;Poros Beijing&quot; &amp; melawankannya dg &quot;Poros Mekah&quot;, adlh politik pecah-belah. Meminjam Pak <a href="https://twitter.com/aniesbaswedan?ref_src=twsrc%5Etfw">@aniesbaswedan</a>, ini judulnya &quot;Merobek Tenun Kebangsaan&quot;&#8230;</p>
<p>&mdash; Indonesia Penuh Cinta (@Haidar_Bagir) <a href="https://twitter.com/Haidar_Bagir/status/1009016754033442818?ref_src=twsrc%5Etfw">June 19, 2018</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p><em>Nah nah nah</em>, namanya juga jualan, <em>enggak </em>dapat selalu membuat pembelinya senang dengan barang yang dijualnya. Ya kayak pendapat Mas Guntur Romli ini nih. Menurut Juru Bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) itu, jualan isu “Poros Makkah-Beijing” adalah hal yang kocak.   Ibarat barang, maka isu itu adalah barang KW. Hmmm, murahan katanya dan jauh dari kata bagus hehehe.</p>
<p>Alasanya sih <em>gengs, </em>barangnya ngawur jauh sama barang orinya. Ibarat beli hp nih, beli Ipong X dapetnya Virgo V9 hehehe. Ya, balik lagi sih ya yang namanya selera <em>gengs.</em></p>
<p>Ya bagaimanapun, mau KW  ataupun ori, yang penting hidup harus punya prinsip saling menghargai <em>gengs</em>. Seperti yang dibilang Nelson Mandela: “Untuk bebas tidak hanya membuang satu rantai, tetapi untuk hidup dalam rasa saling menghargai dan memperbesar kebebasan orang lain.” (G11)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/06/guntur-romli-_170401151740-446-copy-1024x692.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Mencla-Mencle Pimpinan Jakarta</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/mencla-mencle-pimpinan-jakarta/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[K16]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 08 Jun 2018 13:57:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Anies Baswedan]]></category>
		<category><![CDATA[Masjid Radikal]]></category>
		<category><![CDATA[Mohammad Guntur Romli]]></category>
		<category><![CDATA[partai solidaritas]]></category>
		<category><![CDATA[PSI]]></category>
		<category><![CDATA[Sandiaga Uno]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=30642</guid>

					<description><![CDATA[&#8220;Sandi mengiyakan soal data 40 masjid di DKI terpapar radikalisme, sebaliknya Anies mempertanyakan, masing2 bikin manuver sendiri, Sandi sein ke kiri, Anies banting stir ke kanan.&#8221; ~ Politisi PSI, Mohammad Guntur Romli. PinterPolitik.com [dropcap]S[/dropcap]iapa yang sangka ya paham radikal udah menyerebak ke berbagai masjid di belahan Jakarta. Dari pernyataan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong><em>&#8220;Sandi mengiyakan soal data 40 masjid di DKI terpapar radikalisme, sebaliknya Anies mempertanyakan, masing2 bikin manuver sendiri, Sandi sein ke kiri, Anies banting stir ke kanan.&#8221; ~ </em>Politisi PSI, Mohammad Guntur Romli.</strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #ccdb00"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]S[/dropcap]iapa yang sangka ya paham radikal udah menyerebak ke berbagai masjid di belahan Jakarta. Dari pernyataan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Pol Suhardi Alius, diketahui 40 masjid di Jakarta terpapar pengaruh radikalisme. Ayo cek, apa masjid yang dimaksud ini adalah masjid tempat kalian sering beribadah? Kalau iya, kan bisa gawat juga loh.</p>
<p>Meski demikian nyatanya Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno gak menampik mengenai kebenaran itu. Dia malah membenarkan informasi dari pihak BNPT dan membantu mendeskripsikan ciri-ciri masjid yang telah terkontaminasi paham radikal, seperti menyerukan kebencian dan memecah belah bangsa.</p>
<p>Di sisi lain, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) yang juga Wakil Majelis Pakar Pengurus Dewan Masjid Indonesia (DMI), Budi Gunawan mengapresiasi pernyataan Sandiaga Uno itu yang membenarkan 40 masjid di Jakarta yang terindikasi paham radikalisme. Ternyata BIN juga memantau ya.</p>
<p>Meski demikian, ternyata gak semua sepakat mengenai hal ini loh. Pasalnya, Gunernur DKI Jakarta, Anies Baswedan justru menyatakan kebalikannya. Anies meragukan kebenaran informasi yang dilemparkan oleh BNPT. Malahan Anies menantang pihak yang menuding tersebut untuk menunjukkannya langsung.</p>
<blockquote class="twitter-tweet" data-width="550" data-dnt="true">
<p lang="in" dir="ltr">Anies &amp; Sandi yg tdk satu suara &amp; tdk satu sikap soal radikalisme di masjid2 di DKI menunjukkan mrk lg main drama, main sinetron, bgmna mau menghadapi radikalisme klu pemimpinnya tdk satu suara <a href="https://t.co/x4E6iGHCqK">https://t.co/x4E6iGHCqK</a></p>
<p>&mdash; Mohamad Guntur Romli (@GunRomli) <a href="https://twitter.com/GunRomli/status/1004757947073720320?ref_src=twsrc%5Etfw">June 7, 2018</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p>Yah, Gubernur kita yang satu ini <em>ngegas</em>. <em>Jiah, cape deh</em>. <em>Woles</em> aja <em>keles</em>. Kalau ada masukan baiknya diterima dahulu, pelajari lalu merespon dengan benar. Bukan malah reaktif apriori gitu. Wakilnya aja <em>kalem</em> aja tuh. Ini kok Gubernurnya malah gak nyantai. <em>Hadeuh</em>. Ngopi cantik dulu lah biar gak tegang.</p>
<p>Padahal simpel aja loh. Sebagai pimpinan, keduanya sebaiknya duduk bersama ketika menerima informasi seperti ini. Toh kalau informasi ini datangnya dari BNPT terlebih dibenarkan BIN, maka gak perlu diragukan lagi keakuratannya. Jadi Anies dan Sandi tinggal memutuskan langkah apa untuk membenahinya masjid.</p>
<blockquote class="twitter-tweet" data-width="550" data-dnt="true">
<p lang="in" dir="ltr">Sandi mengiyakan soal data 40 masjid di DKI terpapar radikalisme, sebaliknya Anies mempertanyakan, masing2 bikin manuver sendiri, Sandi sein ke kiri, Anies banting stir ke kanan <a href="https://t.co/yQMVB4wP2d">https://t.co/yQMVB4wP2d</a></p>
<p>&mdash; Mohamad Guntur Romli (@GunRomli) <a href="https://twitter.com/GunRomli/status/1004759198603698176?ref_src=twsrc%5Etfw">June 7, 2018</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p>Kalau keduanya masih aja gak kompak, itu tandanya dua pimpinan Jakarta ini gak pernah duduk satu meja. Mereka nyadar gak sih gak kompaknya mereka ini menjadi bahan olok-olok media yang semakin memperlihatkan ketidakbecusan gaya memimpin keduanya? Tapi ini mungkin salah kita warga DKI yang dulu pilih mereka ya. Ya sudah lah, udah terlanjur, <em>hahaha.</em> (K16)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/06/Anies-Baswedan-Sandiaga-Uno.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
