<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>Mikrofon &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/mikrofon/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Tue, 13 Sep 2022 11:45:35 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>Mikrofon &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Mikrofon Penebus &#8220;Dosa&#8221; Anies?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/celoteh/mikrofon-penebus-dosa-anies/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[A43]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 Sep 2022 11:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[anies]]></category>
		<category><![CDATA[Anies Baswedan]]></category>
		<category><![CDATA[Formula E]]></category>
		<category><![CDATA[Korupsi]]></category>
		<category><![CDATA[KPK]]></category>
		<category><![CDATA[Mikrofon]]></category>
		<category><![CDATA[Mikrofon Anies]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=115789</guid>

					<description><![CDATA[Setelah diperiksa KPK, Anies Baswedan jumpa pers dengan mikrofon yang diduga dibawa sendiri. Apakah ini mikrofon "penebus dosa"?]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Setelah menjalani pemeriksaan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberikan keterangan pers dengan sebuah mikrofon. Mikrofon ini pun diduga telah disiapkan dan tidak disediakan oleh KPK sedari awal.</strong></p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide"/>



<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.pinterpolitik.com/"><strong>PinterPolitik.com</strong></a></p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow"><p>“Lift up your head and keep moving, turn the mic up” – Kendrick Lamar, “i” (2015)</p></blockquote>



<p class="wp-block-paragraph">Mikrofon mungkin memang menjadi salah satu perangkat yang paling berguna bagi umat manusia yang pernah ditemukan. Bagaimana tidak? Mikrofon menjadi alat yang bisa memperbesar suara kita – baik ketika bernyanyi maupun berbicara.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di studio musik, misalnya, mikrofon berguna untuk merekam suara dengan jernih. Dengan teknologi yang semakin canggih, suara sang musisi – baik penyanyi maupun <em>rapper</em> – menjadi lebih jelas dan lebih <em>clear</em> untuk diproses menjadi sebuah rekaman lagu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagi para penyanyi rap (<em>rapper</em>) secara khusus, misalnya, mikrofon menjadi sebuah simbol. Dengan mikrofon, para <em>rapper</em> dapat berlomba dalam melontarkan <em>bars</em>, rima, dan <em>flow</em> yang membuat kata-kata yang mereka sampaikan menjadi semakin berarti.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jangan lupa juga dengan efek <em>mic drop</em> yang biasa mereka lakukan – sesuatu yang akhirnya kerap ditiru oleh Presiden ke-44 Amerika Serikat (AS) Barack Obama.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tidak hanya bagi musisi, <em>rapper</em>, maupun Obama, mikrofon juga menjadi bagian penting dalam kehidupan kita sehari-hari. Saat kita melakukan pertemuan-pertemuan virtual – sesuatu yang semakin sering kita lakukan di tengah pandemi Covid-19, mikrofon membantu kita untuk berkoordinasi dengan para klien, teman kerja, hingga atasan.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Nah</em>, pentingnya mikrofon ini tampaknya semakin menjadi-jadi juga dalam dunia politik. Kalau kata Virginia Heffernan dalam tulisannya yang berjudul <em>The Key to Political Success? Monopolizing the Microphone</em>, mikrofon justru menjadi kunci kesuksesan dalam politik karena dapat mengamplifikasi pesan-pesan politik yang ingin disampaikan.</p>



<figure class="wp-block-image"><a href="https://www.instagram.com/p/CiQ9v_FB1T4/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><img decoding="async" src="https://lh4.googleusercontent.com/xI_z_lWFCiws_LQIllyO8AEy0soPNbHMpXhUl5fwa8ulzKj8So1fi9ycEoUq5e3sazEG32SS95b2wL1tUNV1-OtMARO8c1qEQFZ62f4z6an81LR_BEkbvrXaMMg32LOJ1a8MWxgaGV5e8Ee9Vk4X2PhSiCINJUTZa3DOeIAno7nIXJutOajStdfgGmyFX1_JXNa_fQ" alt="Mikrofon Andalan Anies"/></a></figure>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Hmm</em>, pantas saja bila mematikan mikrofon kerap menjadi senjata andalan ketika lawan politik ingin berbicara. Kasusnya banyak <em>kok</em> di berbagai negara lain yang akhirnya lawan-lawan politik mengalami pembungkaman. <em>Hehe</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Nah</em>, pentingnya mikrofon dalam politik ini tampaknya disadari juga oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Setelah ramai dikabarkan soal pemeriksaan yang dijalaninya di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Anies hadir dengan mikrofon yang diduga telah disiapkan oleh pihak Anies sendiri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan mikrofon tersebut, Anies mengungkapkan bahwa dirinya senang karena bisa membantu teman-temannya di KPK untuk membongkar kasus-kasus korupsi – tanpa membahas pemeriksaan yang telah dijalaninya. Bahkan, Pak Anies juga menjelaskan sumbangsihnya dalam upaya anti-korupsi di masa lampau.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Hmm</em>, kenapa ya Pak Anies ini tiba-tiba bawa mikrofon sendiri? Mengapa Pak Anies begitu mengandalkan mikrofon untuk menyebarluaskan narasi-narasi yang baik tentang sumbangsih-sumbangsihnya?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Apa mungkin mikrofon ini adalah mikrofon “penebus dosa” andalan Anies? Mungkin saja ya. Bila ada acara televisi yang dikenal sebagai <em>Mikrofon Pelunas Utang</em> (2017-2018), mungkin ini bisa disebut sebagai Mikrofon “Penebus Dosa”. <em>Hehe</em>. (A43)</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide"/>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<div class="youtube-embed" data-video_id="f-U5oNnukNs"><iframe title="Kelas Revolusi Baru, Jalan Nadiem Menuju Pilpres" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/f-U5oNnukNs?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe></div>
</div></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/09/Mikrofon-Penebus-Dosa-Anies.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Ada Apa dengan Puan dan Mikrofon?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/celoteh/ada-apa-dengan-puan-dan-mikrofon/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[A43]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 27 May 2022 10:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Mikrofon]]></category>
		<category><![CDATA[Puan]]></category>
		<category><![CDATA[Puan Maharani]]></category>
		<category><![CDATA[Soekarno]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=110308</guid>

					<description><![CDATA[Ketua DPR RI Puan Maharani dikabarkan kembali matikan mikrofon ketika terjadi interupsi. Kali ini, giliran politikus PKS bernama Amin AK.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Puan Maharani dikabarkan menghilangkan kesempatan interupsi seorang politikus PKS yang bernama Amin AK dengan mematikan mikrofon. Kabarnya, ini sudah ketiga kalinya Puan melakukan hal yang sama. Mengapa demikian?</strong></p>



<hr class="wp-block-separator is-style-wide"/>



<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.pinterpolitik.com/"><strong>PinterPolitik.com</strong></a></p>



<p class="has-drop-cap wp-block-paragraph">Mungkin, semua orang perlu berterima kasih kepada penemu mikrofon – entah siapa yang mengembangkannya pertama kali. Bagaimana tidak? Berkat dia, kita jadi bisa mendengar pembawa acara ketika menghadiri sebuah kegiatan, bisa menonton suara penyanyi kala menonton konser musik, dan bisa mendengar suara penceramah ketika berkhotbah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tidak hanya itu, mikrofon bisa membawa berkah tertentu bagi orang-orang tertentu. Acara televisi yang bertajuk <em>Mikrofon Pelunas Utang</em> (2017-2018), misalnya, akhirnya memberikan kesempatan pada mereka untuk melunasi utang mereka.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mikrofon juga menjadi instrumen bagi sejumlah pihak untuk bergaya. Para penyanyi rap (<em>rappers</em>), misalnya, kerap menjatuhkan mikrofon mereka – disebut sebagai <em>mic drop</em> – ketika mereka merasa puas dengan <em>freestyle-</em>nya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Memang, mikrofon bisa dibilang menjadi penemuan yang bermanfaat bagi banyak orang, termasuk mereka yang berada dalam dunia politik. Pasalnya, mikrofon lah yang membantu membawa gagasan dan ide tersebar ke khalayak umum.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Salah satu tokoh politik Indonesia yang dalam fotonya sering terlihat berdiri dengan mikrofon adalah sang Proklamator Kemerdekaan RI, Soekarno. Tidak jarang, foto-foto beliau yang seperti ini kita jumpai di buku-buku sejarah yang dipelajari di bangku sekolah.</p>



<figure class="wp-block-image"><a href="https://www.instagram.com/p/Cd-vEVJhu27/" target="_blank" rel="noopener"><img decoding="async" src="https://lh6.googleusercontent.com/XdvwRFi6NrLLB-_91BvZY1sdUVQEy9b6EF59LZ7M3R_mqkBROp4MF_rzX7JfbffMLxgqTt0KETnH5PiiZc_Zo-LTlzGJ-MT6zKyeNXKhTY79wEl5J5r_mKvE62wZo_l044yzykJPEtm7C2-rBg" alt="Kisah Mikrofon Puan yang Terulang Kembali"/></a></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Mungkin, bila Presiden Soekarno merupakan seorang musisi, mikrofon bisa jadi adalah instrumen musik favoritnya. Melalui benda yang mentransmisikan gelombang suara tersebut, Soekarno melantunkan “nada-nada indah” yang penuh dengan aspirasi rakyat – seakan-akan menjadi penyambung lidah masyarakat Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sungguh luar biasa bukan kakek dari Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Puan Maharani ini? Mungkin, andaikata mikrofon tidak pernah eksis, orang-orang Indonesia akan menjadi semakin sulit mengenali gagasan-gagasan Soekarno.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Terang saja, bila mengacu pada tulisan Virginia Heffernan yang berjudul <em>The Key to Political Success? Monopolizing the Microphone</em>, dijelaskan bahwa mikrofon menjadi alat untuk memonopoli <em>volume</em>. Dalam pertemuan-pertemuan yang bersifat politik, monopoli ini penting karena bisa mengamplifikasi pesan politik yang ingin disampaikan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bisa jadi, kabar soal Puan yang kembali mematikan mikrofon dalam sidang paripurna beberapa waktu lalu merupakan bentuk ketakutan Puan terhadap monopoli <em>volume</em> itu. Mungkin, belajar dari kakeknya yang menguasai mikrofon, ini adalah bentuk refleks politik dari Mbak Puan – sampai-sampai mematikan mikrofon tiga kali dari tahun 2020 hingga 2022. Apakah ini yang disebut <em>hattrick</em>?&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Refleks dalam politik seperti ini wajar <em>kok</em>. Bila mengacu ke tulisan Ed Yong yang berjudul <em>Political Attitudes Linked to Startle Reflexes</em>, refleks tubuh terhadap berita politik yang mengejutkan bisa juga berkaitan dengan pandangan politik kita <em>lho</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Apa mungkin ini bentuk refleks politik Mbak Puan terhadap monopoli <em>volume</em> via mikrofon? <em>Who knows</em>? <em>Hehe</em>. (A43)</p>



<hr class="wp-block-separator is-style-wide"/>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<div class="youtube-embed" data-video_id="HxExCBXQKCo"><iframe title="Media Masih Layak Jadi Pilar Keempat Demokrasi?" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/HxExCBXQKCo?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe></div>
</div></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/05/Ada-Apa-dengan-Puan-dan-Mikrofon-1024x683.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
