<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>Megawati Soekarnoputrti &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/megawati-soekarnoputrti/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Thu, 26 Dec 2024 10:14:44 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>Megawati Soekarnoputrti &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Megawati Harus Ubah Sikap PDIP?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/in-depth/megawati-harus-ubah-sikap-pdip/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[D74]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 Dec 2024 10:13:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Nalar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Koalisi Indonesia Maju]]></category>
		<category><![CDATA[Megawati Soekarnoputrti]]></category>
		<category><![CDATA[PDIP]]></category>
		<category><![CDATA[Pilpres 2024]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=157379</guid>

					<description><![CDATA[Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) belakangan menghadapi dinamika yang cukup memberatkan. Kira-kira bagaimana Partai Banteng Moncong Putih akan menjadikan ini sebagai pelajaran untuk langkah-langkahnya ke depan? ]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Dengarkan artikel berikut</p>



<figure class="wp-block-audio"><audio controls src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/12/akhir-tahun-2024.mp3"></audio></figure>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) belakangan menghadapi dinamika yang cukup memberatkan. Kira-kira bagaimana Partai Banteng Moncong Putih akan menjadikan ini sebagai pelajaran untuk langkah-langkahnya ke depan?</strong>&nbsp;</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide"/>



<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.pinterpolitik.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">PinterPolitik.com</a>&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Akhir tahun 2024 tampak menjadi momen yang cukup berat bagi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Bagaimana tidak, Sekretaris Jenderal mereka selama 10 tahun, Hasto Kristiyanto, ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Selasa, 24 Desember 2024.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menariknya, kasus yang menimpa Hasto bukanlah “penderitaan” pertama yang dialami PDIP pada tahun 2024. Sebelumnya, Partai Banteng Moncong Putih ini juga harus menelan kepahitan setelah “jagoan”-nya kalah di Pilpres 2024, dan dilanjutkan kekalahan di wilayah-wilayah yang selama ini jadi lumbung suara mereka di Pilkada 2024, seperti di Jawa Tengah, dan Jawa Timur.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Secara langsung ataupun tidak langsung, hal-hal ini disinyalir terjadi akibat kaitannya dengan posisi politik yang diambil PDIP saat ini. Sejak sebelum penyelenggaraan Pilpres 2024, PDIP memang sudah mengambil posisi sebagai “lawan” dari pihak petahana, khususnya Jokowi. Posisi ini lantas membuat partai yang dipimpin Megawati Soekarnoputri itu secara alamiah terus mengambil posisi yang berlawanan dari apa yang dikaitkan dengan keputusan Jokowi dan loyalis-loyalisnya.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pertanyaan menarik selanjutnya adalah, mungkinkah kondisi tidak mengenakkan yang dialami PDIP saat ini sebetulnya bisa dihindari bila Megawati bertindak lebih “lembut” terhadap Jokowi?&nbsp;</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/12/image-6.png" alt="image" class="wp-image-157382" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/12/image-6.png 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/12/image-6-300x300.png 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/12/image-6-150x150.png 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/12/image-6-768x768.png 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/12/image-6-696x696.png 696w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>PDIP Sebetulnya Hampir “Aman”?</strong>&nbsp;</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Dibandingkan dengan partai-partai politik negara lain, partai politik di Indonesia mungkin memiliki ciri khasnya sendiri, terutama partai besar yang memiliki figur dominan seperti Partai Gerindra, Partai Nasdem, dan tentu, PDIP. &nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jika kita perhatikan, semua partai ini memiliki satu kesamaan, yakni memiliki logika individu yang bisa dikatakan lebih kuat dari logika organisasi dalam segala keputusan yang dilakukannya. Singkatnya, formulasi keputusan partai-partai ini di dalamnya sangat ditentukan oleh pertimbangan dan keputusan dari ketua umumnya secara individual. Jika di Gerindra, suara&nbsp;Prabowo Subianto dianggap memiliki bobot yang paling tinggi, begitu juga suara Surya Paloh di Nasdem, dan suara Megawati di PDIP.&nbsp;&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kondisi yang demikian jadi sangat menarik jika kita melihat riwayat gestur politik yang ditunjukkan sejumlah elite PDIP dalam beberapa waktu ke belakang. Sebagai contoh, Ketua DPP PDIP, Puan Maharani, yang juga anak kandung Megawati, justru beberapa bulan terakhir memperlihatkan gestur yang relatif lebih lembut kepada Jokowi dan pemerintahan Prabowo. Seperti ketika ia bertemu dengan Prabowo saat HUT Golkar, 12 Desember silam.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tidak hanya Puan, elite PDIP lainnya seperti Bambang “Pacul” Wuryanto, juga sebetulnya menunjukkan gelagat yang cukup baik dengan Prabowo dan Jokowi. Ketika ditanya wartawan soal pertemuan Prabowo dan Jokowi pada 9 Oktober lalu contohnya, Bambang menjawab bahwa&nbsp;hal itu adalah pertemuan biasa saja. Bambang pun memiliki catatan unik tersendiri karena jadi salah satu elite PDIP yang hampir tidak pernah menyerang Jokowi secara langsung.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hal-hal di atas lantas mengindikasikan bahwa sebetulnya PDIP mungkin sempat memiliki agenda untuk merajut hubungan dengan Jokowi dan memulai awal yang lebih baik dengan pemerintahan baru Prabowo. &nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, jika kita melihat indikasi di lapangan, agenda tersebut sepertinya tidak jadi sepenuhnya dijalankan, kini, bahkan sebelum penetapan Hasto sebagai tersangka, PDIP justru semakin keras melempar kritik terhadap Jokowi. Apakah itu semua merupakan arahan dari Megawati? <em>Well</em>, kalau kita mengacu ke ciri khas idiosinkratisme partai politik yang sedikit sudah dibahas di atas, jawabannya, bisa saja.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jika spekulasi ini benar, tentu pertanyaannya adalah, apa yang membuat PDIP tetap merasa perlu ber-oposisi, apakah ada kalkulasi politik yang ciamik di belakangnya, atau jangan-jangan ini hanya karena PDIP, atau tepatnya Megawati, murni merasa perlu berseberangan dengan Jokowi? Tidak ada yang tahu. &nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kendati demikian, kalau internal PDIP saat ini merasa perlu ada perubahan besar, maka sebetulnya ada kemungkinan Megawati di momen ini akan mengikuti hal tersebut. Kira-kira, apa alasannya? &nbsp;</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img decoding="async" width="1024" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/12/image-7.png" alt="image" class="wp-image-157383" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/12/image-7.png 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/12/image-7-300x300.png 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/12/image-7-150x150.png 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/12/image-7-768x768.png 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/12/image-7-696x696.png 696w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>PDIP dan “<em>Bounded Reality</em>”</strong> </h2>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam konteks politik Indonesia, keputusan strategis sering kali diambil dalam kondisi penuh tekanan dan keterbatasan, baik dari segi informasi, waktu, maupun kapasitas untuk memprediksi dampak jangka panjang. Teori <em>bounded rationality</em> (rasionalitas terbatas) yang dikembangkan oleh Herbert Simon menawarkan kerangka kerja untuk memahami bagaimana keputusan diambil dalam situasi seperti ini, termasuk potensi langkah Megawati untuk mengubah posisi politik PDIP.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Bounded rationality</em> menjelaskan bahwa manusia, termasuk aktor politik, tidak selalu mampu membuat keputusan yang sepenuhnya rasional karena keterbatasan informasi, kapasitas kognitif, dan waktu. Alih-alih mencari solusi optimal, manusia cenderung membuat keputusan yang &#8220;cukup baik&#8221; atau <em>satisficing </em>untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi. Dalam politik, teori ini relevan karena sering kali pemimpin harus mengambil keputusan di tengah tekanan besar dan ketidakpastian, seperti yang dihadapi PDIP saat ini.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lantas, bagaimana hal ini akan mempengaruhi pengambilan keputusan Megawati?&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Pertama</em>, keterbatasan informasi menjadi faktor utama. Meskipun PDIP memiliki jaringan yang luas, mereka tidak mungkin memiliki akses lengkap ke seluruh dinamika kekuasaan yang terjadi di pemerintahan Prabowo. Dalam ketidakpastian ini, keputusan untuk tetap konfrontatif menghadirkan risiko yang tinggi. Dengan <em>bounded rationality</em>, Megawati kemungkinan akan memilih untuk mengurangi risiko tersebut dengan membuka peluang dialog atau kompromi demi menjaga stabilitas partai.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Kedua</em>, waktu menjadi kendala. PDIP menghadapi ancaman elektoral dalam pemilu berikutnya, khususnya di wilayah-wilayah yang dikalahkan Koalisi Indonesia Maju, yang berarti mereka harus segera memperbaiki citra mereka di mata publik. Pendekatan yang lebih lembut dan kompromistis dapat membantu meredakan ketegangan politik dan mengurangi serangan hukum atau opini publik yang merugikan. Dengan waktu yang terbatas untuk menyusun strategi yang optimal, langkah pragmatis ini mungkin dianggap cukup untuk menenangkan situasi.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Ketiga</em>, bounded rationality menjelaskan bahwa dalam situasi tekanan tinggi, individu sering kali mengambil keputusan yang tidak sepenuhnya optimal, tetapi memadai untuk kebutuhan jangka pendek. Dalam hal ini, Megawati mungkin akan mengadopsi strategi &#8220;<em>satisficing</em>&#8221; dengan membuat konsesi tertentu kepada pemerintahan Prabowo sambil tetap mempertahankan narasi partai sebagai penyeimbang kekuasaan.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dan sejujurnya, hal ini mulai terlihat di dunia nyata. Pada hari Selasa minggu ini misalnya, muncul berita bahwa PDIP akhirnya menyetujui keputusan PPN 12% yang akan dilakukan pemerintahan Prabowo.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam situasi ini, teori <em>bounded rationality</em> menunjukkan bahwa langkah pragmatis lebih mungkin diambil daripada mempertahankan posisi ideologis yang keras. Dengan mengubah sikap politik PDIP menjadi lebih lembut, Megawati dapat mengurangi tekanan yang dihadapi partai dan melindungi kepentingan jangka panjangnya. Langkah ini mungkin tidak sepenuhnya ideal dari sudut pandang loyalis PDIP, tetapi cukup untuk menjaga stabilitas politik partai dalam lanskap politik yang terus berubah.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, tentu pada akhirnya perlu dipahami bahwa ini semua hanyalah spekulasi belaka. Yang jelas, dinamika terkait posisi politik PDIP dalam beberapa waktu dekat ini akan semakin menarik untuk disimak. (D74)&nbsp;</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<div class="youtube-embed" data-video_id="poKhdxDXaoo"><iframe title="Ini Alasan Prabowo “Pede” Masuk BRICS?" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/poKhdxDXaoo?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe></div>
</div></figure>



<p class="wp-block-paragraph"></p>
]]></content:encoded>
					
		
		<enclosure url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/12/akhir-tahun-2024.mp3" length="2974072" type="audio/mpeg" />

			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/01/jokowi-megawati.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Megawati, Juru Kunci Koalisi 2024?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/celoteh/megawati-juru-kunci-koalisi-2024/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[A89]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Apr 2023 13:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Ganjar Pranowo]]></category>
		<category><![CDATA[Megawati Soekarnoputrti]]></category>
		<category><![CDATA[PDIP]]></category>
		<category><![CDATA[Pilpres 2024]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=127965</guid>

					<description><![CDATA[Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri telah menunjuk Ganjar Pranowo sebagai capres PDIP. Mungkinkah ini bandul dari juru kunci koalisi 2024?]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Ketua Umum (Ketum) PDIP Megawati Soekarnoputri dikabarkan tidak menggelar </strong><strong><em>open house </em></strong><strong>pada Lebaran 2023 ini. Namun, menurut Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto Megawati dipastikan tetap menerima kunjungan dari pimpinan partai politik.&nbsp;</strong></p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide"/>



<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.pinterpolitik.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><strong>PinterPolitik.com</strong></a></p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Semua bandul politik itu akan bergerak setelah nanti ditetapkan capres dari PDIP. Dulu ketika Bu Mega menetapkan Pak Jokowi, langsung terjadi konsolidasi dari partai-partai. Maka itu pun kami yakini juga akan terjadi.&#8221;&nbsp; – Hasto Kristiyanto, Sekjen PDIP</p>
</blockquote>



<p class="dropcapp2 wp-block-paragraph"><em>Deus ex machina </em>adalah salah satu <em>clothing</em> <em>brand </em>paling terkenal di Indonesia. Kaos bertulisan “deus” ini sudah tidak asing lagi di mata para penggemar otomotif Indonesia. Akan tetapi, kata <em>deus ex machina </em>memiliki arti tersendiri <em>lho.</em></p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut kamus Britannica, <em>deus ex machina </em>merujuk kepada seseorang atau suatu hal yang dimunculkan secara tiba-tiba untuk menyelesaikan suatu permasalahan pelik. Terma ini biasa digunakan dalam konteks cerita fiksi di mana suatu <em>plot </em>diselesaikan dengan kehadiran seorang “tuhan” untuk memberikan <em>happy ending.&nbsp;</em></p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Hmm, </em>kira-kira ada <em>gak </em>ya kisah <em>deus ex machina </em>di dunia nyata? Kalau ada, siapa <em>tuh </em>orangnya?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kisah PDIP dalam <em>plot </em><a href="https://www.pinterpolitik.com/tag/pilpres-2024/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><strong>Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024</strong></a> mungkin bisa menjawab pertanyaan ini. Sebab, selama partai-partai lain sibuk dengan lobi-lobi<em> </em>politik untuk urusan calon presiden (capres), calon wakil presiden (cawapres), dan koalisi, <a href="https://www.pinterpolitik.com/tag/pdip/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><strong>PDIP</strong></a> justru lebih banyak diam.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dibandingkan kawan–atau lawan–politik lainnya, PDIP bisa dibilang cukup tertinggal. Dari sembilan partai yang masuk parlemen, hanya PDIP yang belum memiliki koalisi.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Partai Gerindra dan PKB sudah membentuk Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR). Partai Golkar, PAN, dan PPP juga sudah menyatukan kekuatan dalam Koalisi Indonesia Bersatu (KIB). Partai NasDem, Demokrat, dan PKS telah membentuk Koalisi Perubahan.&nbsp;</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><a href="https://www.instagram.com/p/CrSlkvKL9Fl/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><img loading="lazy" decoding="async" width="819" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/04/image-26.png" alt="Ganjar Capres Marketing Sakti Megawati" class="wp-image-127968" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/04/image-26.png 819w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/04/image-26-240x300.png 240w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/04/image-26-120x150.png 120w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/04/image-26-768x960.png 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/04/image-26-696x870.png 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/04/image-26-336x420.png 336w" sizes="auto, (max-width: 819px) 100vw, 819px" /></a></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Lantas, bagaimana dengan PDIP? <em>Well, </em>posisi PDIP saat ini terbilang strategis dan dominan dalam pemerintah. Baik cabang eksekutif maupun legislatif dikomandoi oleh kader PDIP. Oleh karena itu, berbagai partai dan koalisi besutannya pun sudah membuka komunikasi dengan para komandan ini.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meskipun demikian, hal ini masih belum bisa menyelesaikan rumitnya <em>plot </em>koalisi Pilpres 2024. <em>Cue, deus ex machina </em>kita, Ibu <a href="https://www.pinterpolitik.com/tag/megawati-soekarnoputri/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><strong>Megawati Soekarnoputri</strong></a>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Setelah berdiam diri cukup lama, Ketua Umum (Ketum) PDIP Megawati Soekarnoputri akhirnya turun tangan dalam hiruk pikuk koalisi 2024. Menurut Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP <a href="https://www.pinterpolitik.com/tag/hasto-kristiyanto/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><strong>Hasto Kristiyanto</strong></a>, Ibu Mega akan menerima kunjungan pimpinan parpol saat lebaran dan percakapan mengenai koalisi akan mulai dibuka setelahnya. Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) sekaligus anak perempuan Megawati, <a href="https://www.pinterpolitik.com/tag/puan-maharani/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><strong>Puan Maharani</strong></a>, akan diutus PDIP untuk mengurus hal ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Yah, </em>hal ini sesuai dengan apa yang ditulis McCarty dan Schickler dalam <em>Annual Review of Political Science On the Theory of Parties. </em>Menurut mereka, partai politik dapat dilihat sebagai suatu tim kohesif pencari kekuasaan – entah kekuasaan dalam bentuk jabatan publik <em>(office), </em>kebijakan, suara, maupun yang lainnya.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pandangan yang seperti ini melihat partai sebagai satu aktor uniter. Artinya, partai politik bergerak di bawah satu komando menuju satu tujuan yang seragam.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mungkin, perkataan Sekjen PDIP di atas ada benarnya. Bandul politik akan bergerak setelah PDIP bergerak. Artinya, keputusan Megawati akan menjadi kunci selesainya kisah koalisi Pilpres 2024. Apakah akan <em>happy ending? </em>Kita tunggu saja. <em>Hehe. </em>(A89)</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide"/>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<div class="youtube-embed" data-video_id="GSL9d4rJciA"><iframe loading="lazy" title="Mengapa Megawati Tak Terkalahkan?" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/GSL9d4rJciA?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" allowfullscreen></iframe></div>
</div></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/04/megawati-juru-kunci-koalisi-2024.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
