<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>Mega Korupsi E-KTP &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/mega-korupsi-e-ktp/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Tue, 04 Jul 2023 09:48:36 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>Mega Korupsi E-KTP &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Fredrich, Pengacara Tanpa Bayaran</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/fredrich-pengacara-tanpa-bayaran/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Z19]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 Nov 2017 09:59:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Fredrich Yunadi]]></category>
		<category><![CDATA[Mega Korupsi E-KTP]]></category>
		<category><![CDATA[Suka Kemewahan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=17026</guid>

					<description><![CDATA[“Hidup sederhana gak punya apa-apa tapi banyak cinta. Hidup bermewah-mewahan punya segalanya tapi sengsara” – Slank PinterPolitik.com [dropcap]S[/dropcap]ebagai seorang pengacara kondang, Bang Fred ternyata tidak membutuhkan uang pemasukan lagi. Karena ia sudah memiliki penghasilan yang cukup. Sederhana dan baik sekali. Cukupnya itu, cukup punya rumah dan mobil mewah yang lebih dari satu, aset dimana – [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong><em>“Hidup sederhana gak punya apa-apa tapi banyak cinta. Hidup bermewah-mewahan punya segalanya tapi sengsara” – Slank</em></strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #ccdb00;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]S[/dropcap]ebagai seorang pengacara kondang, Bang Fred ternyata tidak membutuhkan uang pemasukan lagi. Karena ia sudah memiliki penghasilan yang cukup. Sederhana dan baik sekali.</p>
<p>Cukupnya itu, cukup punya rumah dan mobil mewah yang lebih dari satu, aset dimana – mana dan cukup bawa uang Rp 5 miliar hanya untuk sekali liburan ke luar negeri.</p>
<p>Sederhana sekali Bang Fred. Panutanquuu. Hehehe.</p>
<p>Bang Fred makin terkenal akibat menangani perkara Papa yang menyita perhatian publik, bahkan Bang Fred makin dikenal dermawan karena ia belakangan diketahui merupakan seorang <em>traveladdict</em>  khusus jalur ke luar negeri.</p>
<p>Hal ini dilakukannya untuk membangkitkan ekonomi negara lain melalui bidang pariwisata. Investasinya aja Rp 5 miliar sekali jalan.</p>
<p>Oooohhh, Panutanquuu… Kalau 10 kali jalan ke luar negeri sudah keluar uang Rp 50 miliar. Itung – itung nyumbang buat negara lain ya Bang, asiiik baik bangettt.</p>
<p>Tak berhenti di situ, Bang Fred pernah melakukan langkah profesi advokat yang menginspirasi orang banyak.</p>
<p>Bang Fred punya sikap yang bisa jadi panutan dan sangat dermawan sekali dalam menjalani profesinya, karena sebagai pengacara ia tetap akan membela tanpa harus dibayar.</p>
<p>Ia berbeda dengan yang lainnya. Sangat baik sekali. Niatannya sangat mulia. Ooooh Panutanquuu.</p>
<p>Bila dibandingkan dengan Bang Adnan Buyung Nasution almarhum yang rela membela dan mendampingi secara hukum rakyat kecil secara gratis, Bang Fred punya jurus sendiri.</p>
<p>Bang Fred menggratiskan penanganan kasus. Tapi khusus untuk ‘orang besar’ seperti BG di sidang praperadilan 2015 lalu.</p>
<p>Sama – sama gratis, tapi Bang Fred ngebelain orang yang beda aja. Aaaahhh dermawan banget.</p>
<p>Uuuuuh jadi terharu nih, Bang Fred baik banget. Bang Fred hanya membutuhkan kasus untuk pengalaman saja, kalau uang sih sudah ga butuh karena masih banyak penghasilan dari yang lain atau warisan kali ya?</p>
<p>Enak sekali ya. Sukses terus Bang Fred. Semoga pepatah di bawah ini tak menyurutkan &#8220;kedermawanan&#8221; itu ya&#8230;</p>
<p><em>“Orang-orang yang pandai cari sensasi kelak akan meredup dan terjun bebas.&#8221; </em>(Z19)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/11/Fredrich-Yunadi-1.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Wajah Segar Gantikan Pengantuk</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/wajah-segar-gantikan-pengantuk/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Z19]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 Nov 2017 05:46:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Airlangga Hartarto]]></category>
		<category><![CDATA[Mega Korupsi E-KTP]]></category>
		<category><![CDATA[Munaslub Golkar]]></category>
		<category><![CDATA[Partai Golkar]]></category>
		<category><![CDATA[Setya Novanto]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=16993</guid>

					<description><![CDATA[“Lekas, bangun tidur berkepanjangan menyatakan mimpimu. Cuci muka biar terlihat segar, merapikan wajahmu.” – Menjadi Indonesia, Efek Rumah Kaca. PinterPolitik.com [dropcap]P[/dropcap]artai Beringin kini sepertinya tak lagi gemar dengan sosok pemimpin yang suka banting tulang kayak Papa Setya Novanto. Loh kenapa? Masa, pimpinan yang suka bekerja keras malah ga disukai. Aneh nih si Beringin. Padahal bukannya [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong><em>“Lekas, bangun tidur berkepanjangan menyatakan mimpimu. Cuci muka biar terlihat segar, merapikan wajahmu.” – Menjadi Indonesia, Efek Rumah Kaca.</em></strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #ccdb00;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]P[/dropcap]artai Beringin kini sepertinya tak lagi gemar dengan sosok pemimpin yang suka banting tulang kayak Papa Setya Novanto. Loh kenapa?</p>
<p>Masa, pimpinan yang suka bekerja keras malah ga disukai. Aneh nih si Beringin. Padahal bukannya justru bagus kalau punya pimpinan yang suka berjuang dan pekerja keras. <em>Hmmm</em>..</p>
<p>Semua pekerja keras itu bagus dan patut diacungi jempol. Tapi, dampak dari kerja keras pasti akan menimbulkan rasa lelah.</p>
<p>Oh ternyata yang menjadi masalah itu dampak dari kerja kerasnya. Hayati lelaaaaahhhh Abang…</p>
<p>Banting tulang ternyata itulah yang membuat Papa menjadi cepat lelah dan mudah tertidur, tak heran kalau sering kedapatan mengantuk saat kegiatan berlangsung. Tapi kebiasaan inilah yang justru mulai tak digemari para pendukungnya. Waduh? <em>Weleeeh weleeeh</em>.</p>
<p><em>“Nina bobo oh nina bobo, kalau tidak bobo digigit nyamuk.”</em></p>
<p>Akhirnya, karena Papa sering ketiduran, para anggotanya pun saling berembuk dan bersepakat mencari pengganti Papa. Orang yang cocok agar dapat merevisi lirik lagu di atas menjadi :</p>
<p><em>“Papa bobo oh Papa bobo, kalau tidak bobo digigit kebo,” hehehe</em></p>
<p>Waduh, jangan sampe jadi lagu yang hits diputer di tv-tv, ya wkwkwk. Nanti kaya lagu partai sebelah lagi ah, jadi doktrin habis-habisan. Parah wkwkwk</p>
<p>Tapi sebenarnya sulit mengganti Papa, karena kenangan dan ingatan yang ia toreh sangat berkesan. Dari lagu, <em>game</em>, tiang listrik, saham, bakpau, rumah sakit, sampai <em>sleep apnea</em>, dan yang lainnya. Terangkum lengkap dan jelas.</p>
<blockquote class="twitter-tweet" data-lang="en">
<p dir="ltr" lang="in"><a href="https://t.co/Ps8LNRzym3">https://t.co/Ps8LNRzym3</a> Agung: Golkar butuh pemimpin berwajah segar dan tak bermasalah</p>
<p>— MERDEKA (@merdekadotcom) <a href="https://twitter.com/merdekadotcom/status/934689453808934912?ref_src=twsrc%5Etfw">November 26, 2017</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script>Walau para anggota Beringin ada yang tidak menggemari dampak dari kelelahan Papa, di sisi lain masih ada yang menginginkan Papa. Mereka berjuang terus walau sekarang Papa sudah menjadi pribadi yang cepat tertidur lelap. Ohhh, <em>cup, cup</em>.</p>
<p>Namun, suara minor tentang Papa itu semakin nyaring. Sampai muncul kriteria khusus untuk menggantikan Papa, poin-poinnya diinformasikan secara jelas dan terang benderang.</p>
<p>Akhirnya, desas-desus itu terbuktikan dengan adanya syarat dan kriteria pengganti Papa, yaitu seseorang yang harus memiliki wajah segar. Waduh, kayaknya memang udah pada kapok ya punya pemimpinnya <em>ngantukan</em>? <em>Hoooaaaammssss</em>. (Z19)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/11/Calon-Ketua-Umum-Partai-Golkar.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Pak Mahfud Kecipratan Sumbu Pendek</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/pak-mahfud-kecipratan-sumbu-pendek/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Z19]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 Nov 2017 09:43:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Lapor Polisi]]></category>
		<category><![CDATA[Mahfud MD]]></category>
		<category><![CDATA[Mega Korupsi E-KTP]]></category>
		<category><![CDATA[Setya Novanto]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=16912</guid>

					<description><![CDATA[“Sedikit-sedikit dilaporkan. Nyaut sedikit-sedikit bisa berurusan dengan kepolisian. Beraninya mengancam? Bila anti kritik, ga usah jadi pejabat!” PinterPolitik.com [dropcap]P[/dropcap]apa yang tersandung kasus megakorupsi KTP-el ternyata memunculkan dagelan yang beragam. Dari tiang listrik, sleep apnea, game, meme, lagu, malingering, bakpau dan yang lainnya. Tapi seharusnya dipikirkan lagi oleh Papa dan para penasihat hukumnya, kira-kira respon masyarakat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><em><strong>“Sedikit-sedikit dilaporkan. Nyaut sedikit-sedikit bisa berurusan dengan kepolisian. Beraninya mengancam? Bila anti kritik, ga usah jadi pejabat!”</strong></em></h4>
<hr />
<p><span style="color: #ccdb00;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]P[/dropcap]apa yang tersandung kasus megakorupsi KTP-el ternyata memunculkan dagelan yang beragam. Dari tiang listrik, sleep apnea, game, meme, lagu, malingering, bakpau dan yang lainnya.</p>
<p>Tapi seharusnya dipikirkan lagi oleh Papa dan para penasihat hukumnya, kira-kira respon masyarakat yang bermacam-macam itu akibat apa ya? Coba dipikir jangan dibayangin, kalo dibayangin nanti kebayang yang lain ah wkwkwk</p>
<p>Ya jelas lah respon itu karena kemuakan masyarakat terhadap perilaku korupsi di Indonesia. Hmm jadi serius nih bahasanya. Kebawa kesel jadinya hehehe. <em>Selaawwww,</em> ntar malah mirip si dia yang kaya sumbu pendek.</p>
<p>Alangkah lucunya negeri ini. Menganut demokrasi yang menuntut kebebasan berekspresi dan mengungkapkan pendapat masih aja dihalang-halangi. Buktinya nih, kocaknya tingkat dewa.</p>
<p><em>Kids Zaman Now </em>nonton berita di TV eh ternyata liat Papa licin banget ga ketangkep gara-gara kasus korupsi. Responnya kesel dan bikin meme tentang Papa. Tak lama kemudian temen-temennya di sosial media ikut me<em>repost. </em></p>
<p>Akhirnya jurus sumbu pendek keluar, penangkapan oleh kepolisian dilakukan.<em> Hmm</em> sungguh teganya, teganya, teganya.</p>
<p>Harusnya sih sadar ya, karena ga mungkin masyarakat respon aneh-aneh kalau Papa kooperatif dan tidak ‘licin’ kek kemaren. <em>Hmmm.</em> <em>Mbok</em> ya mikiiiirrr. Kalo perlu pakai tagar #PapaMikirKeras</p>
<p>Semua akhirnya menjadi-jadi dan membuat masyarakat takut untuk mengeluarkan pendapat. Kenapa? Karena kritik masyarakat yang akan membuat mereka dilaporkan polisi dan ditangkap layaknya orang jahat yang mengeruk uang negara. <em>Ahahahay</em> mantul. Mantap betul. <em>Weleeeh weleeeh.</em></p>
<p>Semakin menjadi-jadi. Akhirnya sumbu pendek juga kena ke Pakar Hukum Tata Negara yang juga Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD yang akan dilaporkan ke polisi akibat ungkapannya yang menyatakan Papa itu sakitnya bohongan.</p>
<p>Ya kalau misalkan Papa sakit bohongan ya jangan marah lah. Jangan marah dong. Cubit nih bakpaunya. Ah <em>elah,</em> pasti masa kecilnya ga pernah becanda ya, jadi ga asyik. <em>Huft.</em> (Z19)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/11/Mahfud-MD-1024x664.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Mujur Akibat Korupsi KTP-el</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/mujur-akibat-korupsi-ktp-el/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Z19]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 23 Nov 2017 09:37:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[DPR RI]]></category>
		<category><![CDATA[Ganjar Pranowo]]></category>
		<category><![CDATA[Kemendagri]]></category>
		<category><![CDATA[Mega Korupsi E-KTP]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintah Provinsi Jawa Tengah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=16821</guid>

					<description><![CDATA[&#8220;Mega korupsi KTP-el menjerat para petinggi negara ikut tercydukkk. Tapi anak SMK ini dapat keberuntungan dari kasus ini&#8221; PinterPolitik.com [dropcap]D[/dropcap]ramanya belum selesai. Kabar terakhirnya, Ketua Parlemen udah ikut mendekam dibalik jeruji besi. Jangan sedih, Papa. Semoga betah di rumah barunya ya. Kasus yang menggurita dan merugikan negara triliunan rupiah ini, membuat berbagai pihak menjadi ketakutan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><em><strong>&#8220;Mega korupsi KTP-el menjerat para petinggi negara ikut tercydukkk. Tapi anak SMK ini dapat keberuntungan dari kasus ini&#8221;</strong></em></h4>
<hr />
<p><span style="color: #ccdb00;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]D[/dropcap]ramanya belum selesai. Kabar terakhirnya, Ketua Parlemen udah ikut mendekam dibalik jeruji besi. Jangan sedih, Papa. Semoga betah di rumah barunya ya.</p>
<p>Kasus yang menggurita dan merugikan negara triliunan rupiah ini, membuat berbagai pihak menjadi ketakutan tertangkap akibat keterlibatannya.</p>
<p>Tapi, ada pihak yang justru ‘memanfaatkan’ kasus megakorupsi KTP-el ini untuk mendapatkan keuntungan yang sebenarnya tidak diharapkan.</p>
<p><em>Hmmmm</em>, inget ya, keberuntungan yang tidak diharapkan. Keuntungan ini bukan untuk menertawakan penderitaan para tersangkanya, lho. Dan peristiwa ini juga bukan kesengajaan. Jadi harap dimaklumkan lah ya.</p>
<p>Ceritanya, ada seorang siswi SMK di Jawa Tengah yang menjadi pihak paling mendapatkan keuntungan dari adanya kasus megakorupsi KTP-el.</p>
<p>Andai kasusnya dipadukan, kesedihan para keluarga tersangka akan terlihat sangat kontras dengan senyum sang siswi yang seolah-olah mendapatkan durian montong jatuh.</p>
<p>Emang siswi ini dapat untung apaan sih? Sampai bawa-bawa buah surga segala?</p>
<blockquote class="twitter-tweet" data-lang="en">
<p dir="ltr" lang="in"><a href="https://t.co/aYS5gJIhz1">https://t.co/aYS5gJIhz1</a> Siswi SMK tanya kasus e-KTP, Ganjar Pranowo bilang &#8216;saya tidak sehina itu&#8217;</p>
<p>— MERDEKA (@merdekadotcom) <a href="https://twitter.com/merdekadotcom/status/933292761431687168?ref_src=twsrc%5Etfw">November 22, 2017</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script>Sebagai warga yang dirugikan, seharusnya kita kesel gara-gara uangnya dikorupsi. Padahal masih banyak warga Indonesia yang belum juga punya KTP-el. Tapi gara-gara membawa-bawa masalah ini, ia malah ikut dapat untung. Sungguh aneh ya ini anak.</p>
<p>Jadi gini ceritanya, si siswi ternyata mendapat kemujuran karena memberikan pertanyaan kepada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang diduga terlibat kasus megakorupsi KTP-el.</p>
<p>Karena ada isu sumbang tapi nyaring yang mengatakan kalau keterlibatan Pak Ganjar itu benar adanya. Hayoooo, siapa ya yang ngomong kayak gitu?</p>
<p>Apakah Pak Ganjar merasa tertonjok dengan pertanyaan itu? Oh ternyata enggak tuh. Pak Ganjar justru menjawab dengan senang hati, bahkan memperlihatkan bukti berkas berita acaranya kepada siswi ini.</p>
<p>Ga tanggung-tanggung, Ganjar pun mengapresiasi keberanian dan kritisnya si siswi dengan mempertanyakan keterlibatan Gubernurnya pada kasus korupsi penuh kontroversi itu. Mantul ah, mantap betul hehehe.</p>
<p>Selain itu, Pak Ganjar juga mengaku bersyukur karena berkat siswi ini, ia bisa menjelaskan pokok persoalan dan isu yang menerpanya pada warga. Sebab apa yang dibawa oleh kabar itu adalah tidak benar.</p>
<p>Gara-gara Pak Ganjar merasa senang, akhirnya siswi ini diberikan hadiah berupa laptop dan buku. <em>Ahahahay</em> enak sekali ya siswi ini. Laptop, gitu lho. Kalah deh hadiah sepedanya Pak Jokowi.</p>
<p>Jadi ketika orang lain pusing <em>nyinyirin</em> kasus KTP-el di medsos dan ga dapat apa-apa, eh yang konfirmasi langsung ke tersangkanya malah bisa bawa pulang laptop baru. Selamat ya! (Z19)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/11/Ganjar-Pranowo-Gub-Jateng.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Penentu Kemenangan Papa FC</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/penentu-kemenangan-papa-fc/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Z19]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Nov 2017 06:32:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Mega Korupsi E-KTP]]></category>
		<category><![CDATA[Otto Hasibuan]]></category>
		<category><![CDATA[Setya Novanto]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=16621</guid>

					<description><![CDATA[Dalam melakukan penyegaran dan pengembalian kekuatan tim sepakbola memerlukan pergantian pemain. PinterPolitik.com [dropcap]H[/dropcap]anya dua kemungkinan, pemain cadangan baru masuk ini melakukan penetrasi ke area lawan atau justru membuat skema barikade pertahanan kuat. Bertempat di Stadion Utama GBK (Gelora Basmi Korupsi) jadi saksi bisu pertarungan sengit antara dua kesebelasan ini. Sengit atau tanpa perlawanan nih? Hehe [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><em><strong>Dalam melakukan penyegaran dan pengembalian kekuatan tim sepakbola memerlukan pergantian pemain.</strong></em></h4>
<hr />
<p><span style="color: #ccdb00;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]H[/dropcap]anya dua kemungkinan, pemain cadangan baru masuk ini melakukan penetrasi ke area lawan atau justru membuat skema barikade pertahanan kuat.</p>
<p>Bertempat di Stadion Utama GBK (Gelora Basmi Korupsi) jadi saksi bisu pertarungan sengit antara dua kesebelasan ini. Sengit atau tanpa perlawanan nih? Hehe</p>
<p>Dalam waktu dekat, tim Papa FC berhadapan dengan kesebelasan KPK. Namun, potensi tim Papa FC menang sedikit karena terpaut angka jauh di klasemen. Hal ini karena Papa FC tidak tampil maksimal di beberapa laga terakhir.</p>
<p>Sementara, sosok berpengaruh tim banyak terkena cedera dan mendapatkan akumulasi kartu, otomatis Papa FC harus memutar otak untuk menemukan formasi yang tepat melawan tim KPK.</p>
<p>Coba dicocokin lagi, kira-kira tepat ga pilihan pemainnya?</p>
<p>Papa FC menurunkan skuad ‘seadanya’ dan memasukkan pemain cadangan. Lah emang sekuat apa kesebelasan KPK? Siapa pemain cadangan yang akan masuk?</p>
<p>Bagaimana kondisi cedera striker Papa FC? Siapa? Itu loooh yang selalu berprestasi. Oh si Tiang Listrik. Dia masih dirawat di RSCM. Semoga lekas sembuh, tiang listrik.</p>
<p>Posisinya harus digantikan pemain cadangan. Walau, pemain cadangan tidak selamanya berstatus sebagai pelapis. Justru, ada  kalanya mereka tampil jadi penentu kemenangan setelah turun ke lapangan dari bangku cadangan.</p>
<p>Prestasi Papa FC yang selalu licin memuncaki klasemen dan mengambil gelar juara di berbagai turnamen seperti Pekan Olahraga Nasional (PON) Riau, Minta Saham Competition sampai E-KTP League.</p>
<p><em>Weleeeh weleeeh</em> keren juga. Maksudnya keren nama kompetisinya hahaha.</p>
<p>Alhasil, siapa pemain pengganti yang menjadi pemain kunci dalam permainan ini?</p>
<blockquote class="twitter-tweet" data-lang="en">
<p dir="ltr" lang="in">Otto Hasibuan Jadi Pengacara Setya Novanto <a href="https://t.co/MSLxvwv6Mp">https://t.co/MSLxvwv6Mp</a> <a href="https://t.co/gk7trEQIv5">pic.twitter.com/gk7trEQIv5</a></p>
<p>— Harian Kompas (@hariankompas) <a href="https://twitter.com/hariankompas/status/932563284972023808?ref_src=twsrc%5Etfw">November 20, 2017</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script>Ia adalah Otto yang berpengalaman dalam berbagai polemik termasuk serangan kontroversial karena Kopi Sianida. Mungkin Otto merupakan pemain yang menggemari kopi.</p>
<p>Semua penggemar Papa FC akan menyambut baik formasi terbarukannya. Tapi, Otto akan membuat tim lawan melihatnya dengan tatapan antagonis. (Z19)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/11/Otto-Hasibuan.jpeg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Papa, Inspirasi Komposer Lagu</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/papa-inspirasi-komposer-lagu/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Z19]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 20 Nov 2017 05:50:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[KPK]]></category>
		<category><![CDATA[Mega Korupsi E-KTP]]></category>
		<category><![CDATA[Setya Novanto]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=16518</guid>

					<description><![CDATA[“Apa memang karena kuping melayu. Suka yang sendu-sendu. Lagu cinta melulu” &#8211; ERK PinterPolitik.com [dropcap]B[/dropcap]elantika musik Indonesia dihiasi para komposer lagu dari berbagai genre musik. Tentu dalam mencipta lagunya, komposer tidak secara asal-asalan mencari lirik dan nada sehingga nikmat saat menyanyikannya. Tapi kalau lagunya itu lagu romantis, tentang cinta-cintaan, hmm biasanya sih dibuat atas pengalaman [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong><em>“Apa memang karena kuping melayu. Suka yang sendu-sendu. Lagu cinta melulu” &#8211; ERK</em></strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #ccdb28;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]B[/dropcap]elantika musik Indonesia dihiasi para komposer lagu dari berbagai genre musik. Tentu dalam mencipta lagunya, komposer tidak secara asal-asalan mencari lirik dan nada sehingga nikmat saat menyanyikannya.</p>
<p>Tapi kalau lagunya itu lagu romantis, tentang cinta-cintaan, <em>hmm</em> biasanya sih dibuat atas pengalaman pribadi. Apalagi kalau lagunya terdengar <em>minor</em> pasti ga jauh-jauh dari urusan patah hati, perselingkuhan, bahkan pengkhianatan. <em>Huhuhu</em> puk, puk.</p>
<p><em>“Nada-nada yang minor. Lagu perselingkuhan. Atas nama pasar semuanya begitu klise,” begitu kalau lirik yang dituliskan dalam lagu Efek Rumah Kaca.</em></p>
<p>Tapi selalu saja ada komposer musiman yang hanya menciptakan karya tak tahan lama. Lagunya harus pakai pengawet apa ya, biar bisa enak terus di dengar sampai lama? Hehehe. Masa harus pake formalin sih, wkwk.</p>
<p>Sebagai sebuah lagu, nada-nada yang didendangkan seharusnya mampu membuat pendengarnya rileks, bukan justru bikin pusing. Apalagi kalau sampai membuat telinga sakit, <em>hoalaaaah, </em>itu lagu atau <em>denging</em>?</p>
<p>Contoh lagu-lagu yang bikin rileks hati pendengarnya itu, umumnya mengenai kenangan tertentu yang dapat menyentuh dan mengingatkan pendengarnya atas kenangan tertentu. Seperti lagunya Ebiet G Ade berjudul &#8220;Titip Rindu Buat Ayah&#8221;.</p>
<p><em>“Ayah, dalam hening sepi kurindu untuk menuai padi milik kita” – </em>Ebiet G Ade</p>
<p>Selain itu, Seventeen Band pun punya cara untuk buat lagu Papa. Seperti ini liriknya.</p>
<p><em> “Aku hanya mengingatmu ayah, Jika aku tlah jauh darimu” – Seventeen</em></p>
<p>Hanya dari liriknya aja, kita pasti akan ikut merasa terharu dengan kedua lagu di atas. Tapi bagaimana kalau lagu yang dibuat tentang Papa Setya Novanto? Kira-kira lagunya akan membuat orang tersentuh, atau malah terkikik geli ya? <em>Hmmm &#8230;</em></p>
<p>Salah satu komposer yang mencipta lagu <em>special</em> untuk Papa, adalah Yoganata dari Denpasar, Bali. Walau nada-nadanya ada yang bilang mirip lagu Iwan Fals, tapi liriknya berbeda dengan para musisi pada umumnya.</p>
<p>Sumber inspirasi yang sama dengan cara pembuatan dan imajinasi berbeda tentang sosok Papa. Sangat kreatif.  Berikut petikannya :</p>
<p><em> “Ini cerita kisah si tiang listrik jadi bagian drama penuh intrik. Sinetron si Bapa yang suka tidur dan suka bikin alasan yang ngawur.”</em></p>
<p><iframe src="https://www.youtube.com/embed/jPevs-LT-3c" width="854" height="480" frameborder="0" allowfullscreen="allowfullscreen"></iframe></p>
<p>Lah kok pakai bawa-bawa tiang listrik, tidur, dan sinetron sih? Apa hubungannya sama Papa?</p>
<p>Entahlah. Namun sebagai penikmat musik, tentu harus mengapresiasi sebuah karya lagu dari komposer ini. Namanya juga seni, sah-sah aja dia mau buat seperti apa.</p>
<p>Banyak cara untuk berkarya dan mencintai Papa memang, rasa cinta ini terbukti mampu memberikan ilham bagi Yoganata untuk dituangkan dalam sebuah lagu yang inspiratif. Maju terus musik Indonesia. (Z19)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/11/Setya-Novanto-Kasus-Korupsi-E-KTP.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Malam Jumat Keramat Papa!</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/malam-jumat-keramat-papa/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Z19]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 17 Nov 2017 06:40:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[DPR RI]]></category>
		<category><![CDATA[KPK]]></category>
		<category><![CDATA[Mega Korupsi E-KTP]]></category>
		<category><![CDATA[Setya Novanto]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=16444</guid>

					<description><![CDATA[“Ada Mbah Dukun sedang ngobatin pasiennya. Konon katanya sakitnya karena diguna-guna” PinterPolitik.com [dropcap]C[/dropcap]inta ditolak, dukun bertindak. Mbah Dukun lewat mantranya bisa tahu takdir manusia yang akan datang. Keren kan? Termasuk urusan cinta-cintaan juga katanya sih bisa. Tapi si Mbah bisa ga ya meramal masa depan?  Kayanya sih bisa. Tapi ada hal yang ga bisa dilakukan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong><em>“Ada Mbah Dukun sedang ngobatin pasiennya. Konon katanya sakitnya karena diguna-guna”</em></strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #ccdb00;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]C[/dropcap]inta ditolak, dukun bertindak. Mbah Dukun lewat mantranya bisa tahu takdir manusia yang akan datang. Keren kan? Termasuk urusan cinta-cintaan juga katanya sih bisa.</p>
<p>Tapi si Mbah bisa ga ya meramal masa depan?  Kayanya sih bisa. Tapi ada hal yang ga bisa dilakukan si Mbah. Apaan tuh? Meramalkan dirinya sendiri. Hahaha</p>
<p>Karena sesama Mbah dukun harus pake jasa Mbah yang lain lah. Simbiosis mutualisme wkwkwk</p>
<p>Tapi, kalau bicara ramal – meramal memang harus memiliki kekuatan supranatural tingkat dewa. Walau terkesan fiksi, si Mbah bisa membaca nasib – nasib orang di masa depan. Mau percaya atau tidak? Bebaslah ya hehe</p>
<p>Nah kalau begitu Mbah bisa ramal nasib dan keberadaan Papa dong. Mbah sih sebenernya bisa, tapi?</p>
<p>Mbah bingung mau ngasih tahunya ke siapa. Kan Papa aja ngilang entah kemana, jadi mau ngabarinnya kemana juga ya bingung.</p>
<p>Terus kalo ngasih tahu ke KPK nanti Mbah disangka bohong karena kan ga bisa dibuktikan, namanya juga ramalan. Kalau ramalannya sukses sih yakin banget Mbah ditawarin kerja di KPK.</p>
<p>Mbah juga kepikiran tadinya pengen juga ngasih tau ke pihak yang ngasih sayembara, tapi dipikir-pikir, masa ngasih tau ramalan buat ngarep duit Rp 10 juta. Keliatan mata duitan banget.</p>
<p>Akhirnya, karena si Mbah dukun zaman now, ia curhat lewat Twitter.</p>
<p>Padahal sih, Mbah harusnya ngomong ke KPK, karena imbalannya akan mendapatkan tawaran pekerjaan buat Mbah. Lumayan buat tambah-tambah beli kemenyan hehe.</p>
<p>Posisi pekerjaan buat Mbah itu nanti meramal para tersangka korupsi pada pergi ilang kemana. Hal ini namanya dukun membantu kinerja KPK. Canggih!</p>
<p>Auuuuuuuuu. Suara serigala di malam Jum’at keramat!</p>
<p>Serigala beneran ya bukan ganteng-ganteng itu&#8230; Zzzz</p>
<p>Mbah harusnya kasih informasi tentang Papa secara jelas supaya kecelakaan bisa dihindari. Jadi malam itu ga jadi malam Jumat keramatnya Papa. Soalnya bukan cuma Papa yang dirugikan, tapi yang lain juga terkena dampaknya. Salah satunya KPK.</p>
<p>Coba kalau Mbah larang Papa untuk pergi, semuanya ga akan membingungkan.</p>
<p>Sekarang justru bingung kan, mau ditangkep kondisinya sakit. Mau didiemin takutnya ngilang lagi. Ah sudahlah! Andai waktu dapat terulang. (Z19)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/11/setya-novanto.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Papa, Si Pemain Sirkus Handal</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/papa-si-pemain-sirkus-handal/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Z19]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 Nov 2017 09:11:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[DPR RI]]></category>
		<category><![CDATA[Mega Korupsi E-KTP]]></category>
		<category><![CDATA[Setya Novanto]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=16282</guid>

					<description><![CDATA[&#8220;Mau handal melakukan aksi akrobatik dan memukau penonton? Mulai kursus bersama Papa.&#8221; PinterPolitik.com [dropcap]A[/dropcap]ksi akrobatik yang menohok mata mengarah pada suatu pagelaran sirkus. Melompat dan bergerak tak karuan justru mengundang decak kagum penonton. Tujuannya untuk menghibur penonton. Akrobatik atau yang akrab disebut permainan sirkus ini bukanlah hal yang mudah dilakukan karena memerlukan latihan yang serius [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>&#8220;Mau handal melakukan aksi akrobatik dan memukau penonton? Mulai kursus bersama Papa.&#8221;</strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #ccdb00;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]A[/dropcap]ksi akrobatik yang menohok mata mengarah pada suatu pagelaran sirkus. Melompat dan bergerak tak karuan justru mengundang decak kagum penonton. Tujuannya untuk menghibur penonton.</p>
<p>Akrobatik atau yang akrab disebut permainan sirkus ini bukanlah hal yang mudah dilakukan karena memerlukan latihan yang serius dan berkelanjutan untuk bisa beraksi di depan para penonton.</p>
<p>Bahkan seorang pemain akrobat berlatih setiap hari hingga berminggu-minggu, berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun. Untuk apa? Hal itu dilakukan oleh seorang pemain akrobat agar bisa sempurna dalam menampilkan pertunjukan sirkus.</p>
<p>Hmm, ingat ya kalau mau jadi pemain sirkus yang handal harus berlatih keras dan memiliki jam terbang yang tinggi.</p>
<p><em>“Belajar di waktu muda bagai mengukir di atas batu. </em><em>Belajar di waktu tua bagai melukis di atas air.”</em></p>
<p>Ungkapan cocok untuk seorang anak agar giat belajar dan berlatih sirkus. Karena kalau sudah tua maka cenderung sulit menguasainya.</p>
<p>Dengan bimbingan Papanya, anak ini akan dibantu untuk menguasai seluruh aksi akrobat dalam sirkus sehingga ketika dewasa ia akan menjadi handal seperti Papanya.</p>
<p>Nah, Papanya ini memiliki kemampuan akrobat yang melebihi batas rata-rata. Kemampuannya sulit ditandingi oleh pemain akrobat yang lainnya. Bahkan, pemain akrobat lain tidak bisa menirunya.</p>
<p>Gaya andalan Papa ialah menghindar dari objek. Misalkan Papa melempar bola api. Tapi uniknya, Papa bukan menangkap atau membuat atraksi bola api. Namun justru menghindarinya dan akhirnya bola api jatuh dan membakar jerami yang ada di pagelaran sirkus.</p>
<p>Semua penonton merasa dirugikan akibat pertunjukan ini. Saling tuding menyalahkan Papa sempat jadi <em>trending topic</em> di twitter. Salahkah Papa? Ya engga lah. Kenapa? Karena penontonnya harus orang yang memahami permainan Papa.</p>
<p>Nah, kalau orang awam melihat itu pasti berkomentar ‘Huh merugikan sekali pertunjukannya!’. Tapi kalau bagi Papa ini merupakan penampilan akrobatik yang mengesankan.</p>
<p>Pusing kan? Memang kemampuan akrobat Papa tak bisa masuk ke nalar orang biasa dan dilihat hanya sekilas oleh kasat mata.</p>
<p>Penonton awam ini berbondong-bondong menuntut Papa menjawab sebenarnya apa sih yang ingin dipertontonkan Papa di atraksi itu.</p>
<p>Dan akhirnya Papa pun menjawab. Penampilan andalannya ini bernama akrobat E-KTP. Ko namanya begitu? Lah iya dong orang banyak banget akrobatnya dan atraksinya. Handal sekali. (Z19)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/11/Setya-Novanto-Ketua-DPR-RI.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Setya Novanto, Sang Ahli Akrobatik</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/belajar-politik/setya-novanto-sang-ahli-akrobatik-1/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[A15]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 05 Jan 2017 11:48:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Belajar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[KPK]]></category>
		<category><![CDATA[Mega Korupsi E-KTP]]></category>
		<category><![CDATA[Setya Novanto]]></category>
		<category><![CDATA[Tersangka Korupsi E-KTP]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=2351</guid>

					<description><![CDATA[Sungguh hebat memang Setya Novanto, kelihaiannya berakrobatik ini membuat dirinya seakan tidak bisa ditangkap oleh kasus apa pun dan oleh siapapun. pinterpolitik.com Tokoh kebal hukum yang penuh kontroversi, mungkin itulah julukan yang cocok kita berikan kepada Setya Novanto. Bagaimana tidak kebal hukum, sosoknya yang akrab dengan sanksi dari Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD)&#160;dan wajahnya yang sering [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<h5 class="wp-block-heading">Sungguh hebat memang Setya Novanto, kelihaiannya berakrobatik ini membuat dirinya seakan tidak bisa ditangkap oleh kasus apa pun dan oleh siapapun.</h5>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide"/>



<p class="wp-block-paragraph"><span style="color: #cedb00;"><strong>pinterpolitik.com</strong></span></p>



<p class="wp-block-paragraph">Tokoh kebal hukum yang penuh kontroversi, mungkin itulah julukan yang cocok kita berikan kepada Setya Novanto. Bagaimana tidak kebal hukum, sosoknya yang akrab dengan sanksi dari Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD)&nbsp;dan wajahnya yang sering <em>wara – wiri </em>keluar masuk gedung KPK itu &nbsp;belum bisa menyatakan dirinya bersalah dalam kasus apapun.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bahkan kursi ketua DPR yang sempat ia “tinggalkan” karena kasus “<em>papa minta saham</em>” &nbsp;itu pada akhirnya bisa kembali kepelukannya lagi. Mengenai kasus “<em>papa minta saham</em>” disini terlihat kelihaiannya, Beberapa saat menjelang MKD menjatuhkan vonis, <em>Si Papa</em> langsung mengambil langkah cepat dengan mengundurkan diri dari jabatan Ketua DPR.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan pengunduran diri itu, MKD langsung menutup sidang dan menganggap kasus selesai tanpa ada putusan resmi yang dikeluarkan lembaga etik DPR ini. Sehingga si papa tidak jadi dijerat hukum dan namanya kembali bersih.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Belum lagi kelakuannya yang juga menghebohkan adalah saat dia bersama Fadly Zon hadir dalam kampanye Donald Trump terkait pencalonan Trump sebagai capres AS tahun 2016 di Trump Tower, New York City. Namun lagi – lagi <em>Si Papa</em> lolos dari hukuman MKD dan hanya mendapatkan teguran ringan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sungguh hebat memang Setya Novanto, kelihaiannya berakrobatik ini membuat dirinya seakan tidak bisa ditangkap oleh kasus apa pun dan oleh siapapun.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baru – baru ini Setya Novanto dipertemukan kembali dengan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi sebagai saksi kasus dugaan korupsi pengadaan kartu tanda penduduk berbasis elektronik (<em>e-KTP</em>) di Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri) pada 2011-2012 yang merugikan negara sebesar Rp 2,3 triliun, namun dirinya meminta KPK untuk menjadwal ulang pemanggilannya karena <em>si papa</em> sedang berlibur ke ke luar negeri.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Si Papa</em> dikabarkan ikut menerima <em>cipratan</em> dari proyek tersebut senilai Rp 6 triliun.&nbsp;Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan mantan Direktur Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri Irman serta pejabat pembuat komitmen proyek&nbsp;<em>e-KTP,</em>&nbsp;Sugiharto, sebagai tersangka.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Apakah kasus ini dapat menjegal langkah <em>Papa</em> Setya Novanto dalam petualangan politiknya? Mari kita tunggu bersama kelanjutan ceritanya. (A15)</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="900" height="998" src="https://pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/01/setnov-lagi.jpg" alt="Setya Novanto Kembali Dipanggil KPK" class="wp-image-2379" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/01/setnov-lagi.jpg 900w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/01/setnov-lagi-271x300.jpg 271w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/01/setnov-lagi-768x852.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/01/setnov-lagi-696x772.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/01/setnov-lagi-379x420.jpg 379w" sizes="(max-width: 900px) 100vw, 900px" /></figure>
</div>]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/01/ilustrasi-setya-novanto-pinpol-1-1024x724.jpeg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Setya Novanto Kembali Dipanggil KPK</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/infografis/setya-novanto-kembali-dipanggil-kpk/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[A15]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 05 Jan 2017 10:20:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[Mega Korupsi E-KTP]]></category>
		<category><![CDATA[Paulus Tanos]]></category>
		<category><![CDATA[PT Sandipala Arthaputra]]></category>
		<category><![CDATA[Setnov]]></category>
		<category><![CDATA[Setya Novanto]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=4325</guid>

					<description><![CDATA[]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/02/setnov-lagi.jpg"><img decoding="async" class=" td-modal-image aligncenter wp-image-4327 size-full" src="https://pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/02/setnov-lagi.jpg" alt="Setya Novanto Kembali Dipanggil KPK" width="900" height="998" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/02/setnov-lagi.jpg 900w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/02/setnov-lagi-696x772.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/02/setnov-lagi-379x420.jpg 379w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/02/setnov-lagi-271x300.jpg 271w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/02/setnov-lagi-768x852.jpg 768w" sizes="(max-width: 900px) 100vw, 900px" /></a></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/01/setnov-lagi.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
