<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>Masyumi Reborn &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/masyumi-reborn/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Wed, 23 Feb 2022 07:51:23 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>Masyumi Reborn &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Masyumi Reborn, Kebangkitan Partai Islam?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/in-depth/masyumi-reborn-kebangkitan-partai-islam/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[F63]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Nov 2020 02:44:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nalar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[KAMI]]></category>
		<category><![CDATA[Masyumi]]></category>
		<category><![CDATA[Masyumi Reborn]]></category>
		<category><![CDATA[PA 212]]></category>
		<category><![CDATA[PBB]]></category>
		<category><![CDATA[PKS]]></category>
		<category><![CDATA[Rizieq Shihab]]></category>
		<category><![CDATA[Yusril Ihza Mahendra]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=88826</guid>

					<description><![CDATA[Sejumlah tokoh dan aktivis Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) mendeklarasikan kembali Partai Masjelis Syuro Muslimin Indonesia sebagai Masyumi Reborn. Akankah deklarasi ini menjadi momentum kebangkitan partai politik Islam? PinterPolitik.com Keputusan Presiden Nomor 200/1960 yang&#160;diterbitkan&#160;Soekarno tepat di hari peringatan Kemerdekaan ke-15 RI bisa dibilang menjadi akhir dari riwayat perjalanan Partai Masjelis Syuro Muslimin Indonesia atau Masyumi. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<h4 class="wp-block-heading" id="sejumlah-tokoh-dan-aktivis-koalisi-aksi-menyelamatkan-indonesia-kami-mendeklarasikan-kembali-partai-masjelis-syuro-muslimin-indonesia-sebagai-masyumi-reborn-akankah-deklarasi-ini-menjadi-momentum-kebangkitan-partai-politik-islam"><strong>Sejumlah tokoh dan aktivis Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) mendeklarasikan kembali Partai Masjelis Syuro Muslimin Indonesia sebagai Masyumi Reborn. Akankah deklarasi ini menjadi momentum kebangkitan partai politik Islam?</strong><strong></strong></h4>



<hr class="wp-block-separator is-style-wide" />



<p class="wp-block-paragraph"><strong><a href="https://www.pinterpolitik.com/a">PinterPolitik.com</a></strong></p>



<p class="has-drop-cap wp-block-paragraph">Keputusan Presiden Nomor 200/1960 yang&nbsp;<a href="https://anri.sikn.go.id/index.php/keputusan-presiden-republik-indonesia-no-200-tahun-1960-01-1"><strong>diterbitkan</strong></a>&nbsp;Soekarno tepat di hari peringatan Kemerdekaan ke-15 RI bisa dibilang menjadi akhir dari riwayat perjalanan Partai Masjelis Syuro Muslimin Indonesia atau Masyumi. Ya, Melalui Kepres tersebut, Bung Karno memerintahkan pembubaran partai tersebut termasuk bagian-bagian, cabang-cabang, dan ranting-rantingnya di seluruh wilayah Negara Republik Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Keterlibatan sejumlah petinggi, seperti Muhammad Natsir, Burhanuddin Harahap dan Sjafruddin Prawiranegara dalam gerakan separatis Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) menjadi alasan bagi Soekarno untuk membubarkan Masyumi. Bersamaan dengan Kepres tersebut, sejumlah organisasi Islam besar seperti Muhammadiyah dan Persatuan Islam (Persis) juga&nbsp;<a href="https://www.cnnindonesia.com/nasional/20201107112509-32-567049/sejarah-masyumi-partai-1945-yang-resmi-aktif-kembali"><strong>memutuskan</strong></a>&nbsp;mengikuti jejak Nahdlatul Ulama (NU) yang sudah lebih dulu hengkang dari Masyumi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pasca kejatuhan Rezim Soekarno, sikap pemerintahan Orde Baru terhadap Masyumi pun ternyata tak berubah, kendati saat itu para petingginya yang sempat dipenjarakan Soekarno telah menghirup udara bebas. Sebaliknya,&nbsp;<em>The Smiling General</em>&nbsp;menolak membangkitkan lagi Masyumi dan lebih memilih untuk membentuk wadah baru bagi golongan-golongan Islam.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kendati begitu, tak dapat dipungkiri, kejayaan masa lalu Masyumi yang dianggap pernah menyatukan golongan-golongan Islam dalam satu entitas politik dan bahkan berhasil meraup suara terbanyak kedua dalam Pemilu 1955 memang membuat wacana untuk membangkitkan partai tersebut terus hidup di masyarakat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Akhir pekan lalu,&nbsp;<a href="https://kaltim.tribunnews.com/2020/11/07/deklarasi-partai-masyumi-hari-ini-siapa-saja-tokoh-masyumi-reborn-ada-beberapa-petinggi-kami"><strong>bertepatan</strong></a>&nbsp;dengan momen 75 tahun peringatan resminya Masyumi bertransformasi menjadi partai politik (parpol), sejumlah aktivis dari Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) mencoba membangkitkan kembali partai tersebut. Mereka menyebutnya sebagai Partai Masyumi Reborn.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meski bukan yang pertama, namun wacana kebangkitan Partai Masyumi yang digawangi oleh aktivis dan golongan Islam fundamental penantang pemerintah agaknya menarik untuk didalami. Apalagi, tak bisa disangkal bahwa kekuatan parpol Islam dalam dinamika politik nasional saat ini tengah mengalami stagnansi bahkan cenderung&nbsp;<a href="https://nasional.kompas.com/read/2011/05/16/10455318/meredupnya.partai.politik.berbasis.agama"><strong>meredup</strong></a>&nbsp;dalam beberapa pemilu terakhir.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lantas pertanyaannya, akankah kemunculan Masyumi Reborn kali ini mampu mengulangi kejayaan masa lalu Partai Masyumi?</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="megapa-masyumi"><strong>Megapa Masyumi?</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam konteks&nbsp;<a href="https://republika.co.id/berita/phtia8385/7-november-1945-islam-politik-dan-lahirnya-partai-masyumi"><strong>sejarah,</strong></a><strong>&nbsp;</strong>nama Masyumi beserta tokoh-tokohnya berada dalam pusat perdebatan mengenai perumusan dasar negara terutama terkait Piagam Jakarta. Selama masa sidang Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI), Masyumi memang sangat kritis mempertanyakan sikap Soekarno yang terkesan abai terhadap penghilangan tujuh kata dalam sila pertama Pancasila.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meski akhirnya melunak, namun kritisnya sikap Masyumi terhadap polemik Piagam Jakarta memang dapat dimaklumi. Sebab, Jarudin dalam&nbsp;<a href="https://books.google.co.id/books?id=4BoDEAAAQBAJ&amp;pg=PA89&amp;lpg=PA89&amp;dq=Meninjau+Sejarah+Kisah+Hidup+Muhammad+Natsir&amp;source=bl&amp;ots=Ta1jYR1lN6&amp;sig=ACfU3U2jV0dUL2eNZuk00a4SeL2_Fh1LRg&amp;hl=id&amp;sa=X&amp;ved=2ahUKEwiH7663t_XsAhUEg-YKHSQAAmsQ6AEwAXoECAgQAg#v=onepage&amp;q=Meninjau%20Sejarah%20Kisah%20Hidup%20Muhammad%20Natsir&amp;f=false"><strong>bukunya</strong></a>&nbsp;yang berjudul&nbsp;<em>Meninjau Sejarah Kisah Hidup Muhammad Natsir&nbsp;</em>mengatakan bahwa tujuan partai tersebut adalah memang untuk melaksanakan ajaran dan hukum Islam di dalam kehidupan perseorangan, masyarakat, dan negara republik Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kendati demikian, salah seorang tokoh Masyumi, Isa Anshary&nbsp;sebagaimana ditulis oleh Herry Muhammad dalam&nbsp;<a href="https://tirto.id/sejarah-hidup-isa-anshary-pendorong-negara-islam-di-jalur-resmi-dzi7"><strong>bukunya</strong></a>&nbsp;<em>Tokoh-tokoh Islam Yang Berpengaruh Abad 20&nbsp;</em>mengatakan bahwa ada dua cara untuk mewujudkan negara Islam.&nbsp;<em>Pertama,</em>&nbsp;melalui angkat senjata dengan mendirikan negara dalam negara, seperti Darul Islam ala Kartosoewirjo.&nbsp;<em>Kedua</em>, melalui jalur hukum yang legal dan melalui parlemen, yakni Masyumi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pemahaman konteks sejarah dan tujuan partai tersebut kiranya akan memudahkan kita untuk memahami mengapa wacana menghidupkan kembali Masyumi seakan tak pernah berhenti disuarakan, termasuk yang terjadi baru-baru ini. &nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Alexander R. Arifianto dari Rajaratnam School of International Studies dalam&nbsp;<a href="https://kyotoreview.org/issue-24/rising-islamism-in-post-reformasi-indonesia/"><strong>tulisannya</strong></a><strong>&nbsp;</strong>yang berjudul&nbsp;<em>Quo Vadis Civil Islam? Explaining Rising Islamism in Post-Reformasi Indonesia&nbsp;</em>mengatakan bahwa dua dekade setelah era reformasi, terjadi pergeseran nilai-nilai islamisme di Indonesia, dari yang awalnya dinilai moderat dan kompatibel dengan nilai-nilai demokrasi liberal, menjadi lebih konservatif dan semakin tidak toleran terhadap ekspresi keagamaan yang bertentangan dengan kepercayaan Islam arus utama.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia memaparkan sejumlah faktor yang menyebabkan terjadinya pergeseran nilai tersebut. Salah satunya adalah kemunculan otoritas Islam baru yang ditandai dengan hadirnya tokoh-tokoh Islam alternatif seperti&nbsp;<em>televangelist,</em>&nbsp;ustadz populer, dan da’i online. Para pengkhotbah ini menurut Alexander, cenderung menganut interpretasi ideologis Islam yang lebih konservatif, dan mengembangkan hubungan dekat dengan kelompok Islamis garis keras.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kemudian berkembangnya kekuatan dan pengaruh kelompok-kelompok Islam garis keras ini mendorong para elite untuk membentuk aliansi oportunistik dengan mereka demi mendapatkan dukungan. Hal inilah yang menyeret golongan Islamis konservatif ke dalam panggung politik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kendati begitu, meski mulai memiliki pengaruh dalam dinamika politik, nyatanya golongan Islam konservatif&nbsp; tak memberikan implikasi positif terhadap parpol-parpol agamis yang ada saat ini dikarenakan terjadinya pergeseran nilai-nilai Islam tadi. Inilah yang kiranya juga dapat dijadikan alasan mengapa dalam pemilu-pemilu terakhir, pamor partai berideologi agama hanya mampu bercokol di papan tengah. Bahkan beberapa di antara mereka malah diprediksi akan tenggelam di pemilu berikutnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Nithin Coca dalam&nbsp;<a href="https://www.aljazeera.com/features/2014/5/12/is-political-islam-rising-in-indonesia"><strong>tulisannya</strong></a>&nbsp;yang berjudul&nbsp;<em>Is Political Islam Rising in Indonesia?</em>&nbsp;mengatakan bahwa salah satu penyebab menurunnya dukungan terhadap parpol-parpol Islam dikarenakan tak ada satupun dari mereka yang membawa narasi ‘negara Islam’ ataupun ‘implementasi hukum syariah’. Sebaliknya, kebanyakan dari mereka justru hanya membawa narasi-narasi yang tak jauh berbeda dengan parpol-parpol nasionalis, seperti pendidikan, kesejahteraan sosial, dan sebagainya. &nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Berangkat dari sini, maka dapat dikatakan penggunaan nama Masyumi oleh sejumlah aktivis KAMI dan golongan Islam fundamentalis yang memang selama ini tak sejalan dengan pemerintah disebabkan karena adanya pertalian visi dan pandangan tentang nilai-nilai Islam antara keduanya. Selain itu, langkah ini juga bisa dilihat sebagai konsekuensi tak terakomodirnya aspirasi mereka oleh parpol-parpol Islam yang ada saat ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hal tersebut&nbsp;<a href="https://news.detik.com/berita/d-5246018/kontroversi-masyumi-reborn-deklarasi-gegara-pks-tak-tampung-pa-212"><strong>diakui</strong></a><strong>&nbsp;</strong>sendiri oleh salah satu deklarator Masyumi Reborn, Cholil Ridwan yang menyebut bahwa salah satu alasan pendeklarasian Masyumi Reborn dikarenakan tak tertampungnya aspirasi Persaudaraan Alumni (PA) 212 maupun eks aktivis Partai Bulan Bintang (PBB) oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS), yang merupakan satu-satunya parpol yang dianggap paling dekat dengan golongan tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sekarang pertanyaan selanjutnya, seberapa besar sebenarnya signifikansi deklarasi Masyumi Reborn ini bagi kebangkitan politik Islam? Akankah ini dapat menjadi momentum bersatunya golongan-golongan Islam dalam satu entitas politik sebagaimana Masyumi di zaman dahulu?</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="mampukah-mengulang-kejayaan"><strong>Mampukah Mengulang Kejayaan?</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Kendati berhasil menyatukan kekuatan-kekuatan Islam dari berbagai golongan, nyatanya Partai Masyumi pun tak luput dari konflik internal. Pergumulan internal itu bahkan sampai menyebabkan NU&nbsp;<a href="https://historia.id/politik/articles/mengapa-nu-keluar-dari-masyumi-PzMm8/page/6"><strong>keluar</strong></a><strong>&nbsp;</strong>dari Masyumi pada tahun 1952.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kembali kepada Nithin Coca, Ia mengatakan bahwa nilai-nilai Islam dalam beberapa konteks memang bisa dianggap sebagai pemersatu masyarakat, namun di saat yang sama, nilai-nilai tersebut juga bisa menjadi pemecah belah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hal ini disebabkan karena di Indonesia, sebagai negara mulsim terbesar di dunia, kelompok-kelompok tersebut secara historis memang sudah terfragmentasi ke dalam banyak golongan masing-masing. Tak adanya kepemimpinan tunggal, menjadikan pemersatuan kelompok-kelompok Islam menjadi sulit tercapai.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam konteks Masyumi Reborn pun agaknya akan menghadapi persoalan serupa. Apalagi deklarasi tersebut hanya digawangi oleh segelintir orang dari kelompok Islam fundamentalis yang selama ini dianggap berlawanan dengan kelompok Islam yang lebih moderat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, Direktur Eksekutif Charta Politika, Yunarto Wijaya&nbsp;<a href="https://nasional.kompas.com/read/2020/11/09/13044711/masyumi-reborn-dinilai-harus-cari-tokoh-untuk-jadi-simbol-raih-suara"><strong>mengatakan</strong></a>&nbsp;bahwa Masyumi Reborn harus mulai memikirkan tokoh yang akan menjadi simbol partai. Hal itu, kata dia, perlu dilakukan jika ingin meraih suara masyarakat pada Pemilihan Umum 2024, baik pemilihan legislatif maupun presiden.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kendati para deklarator Masyumi Reborn sudah mengajak sejumlah tokoh-tokoh besar, seperti Amien Rais hingga Habib Rizieq Shihab, namun tak satupun dari mereka segera mengafirmasi kesediaannya bergabung. Habib Rizieq bahkan&nbsp;<a href="https://www.cnnindonesia.com/nasional/20201108162551-32-567347/pa-212-rizieq-shihab-akan-tolak-masuk-partai-masyumi-reborn"><strong>disebut-sebut</strong></a>&nbsp;tak akan bersedia bergabung dengan Masyumi Reborn.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun sekalipun tokoh-tokoh tersebut bersedia merapat, agaknya hal itu tetaplah tidak cukup untuk memastikan partai tersebut memiliki modal yang cukup untuk sepenuhnya menjadi parpol. Sebab, tak dapat dipungkiri, mendirikan partai politik&nbsp;<a href="https://nasional.kompas.com/read/2018/03/24/19135341/ongkos-politik-mahal-dinilai-akibat-mendirikan-partai-juga-mahal"><strong>membutuhkan</strong></a>&nbsp;modal yang tidak sedikit. Absennya golongan pengusaha juga dapat menjadi batu sandungan bagi Masyumi Reborn untuk benar-benar mengukuhkan diri sebagai parpol.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Berangkat dari sini, maka dapat dikatakan bahwa upaya mengulang kembali kejayaan Masyumi melalui Masyumi Reborn akan sulit dilakukan. Fragmentasi golongan Islam, ketiadaan tokoh, dan minimnya modal adalah sejumlah faktor yang bisa menjadi batu sandungan bagi Masyumi Reborn. Faktanya, PBB yang&nbsp;<a href="https://tirto.id/sejarah-emas-masyumi-yang-tak-mampu-diulangi-partai-bulan-bintang-dmcR"><strong>dianggap</strong></a>&nbsp;memiliki garis politik dengan Masyumi sekalipun nyatanya tak mampu mengembalikan kejayaan tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada akhirnya, dengan mempertimbangkan faktor-faktor tersebut agaknya peluang Masyumi Reborn untuk menyatukan golongan-golongan Islam dan mengulang kejayaan masa lalu agaknya memang kecil. Kendati begitu, politik adalah sesuatu yang sangat dinamis, oleh karena itu, kelanjutan dari kiprah mereka tetaplah menarik untuk ditunggu kelanjutannya. (F63)</p>



<hr class="wp-block-separator is-style-wide" />



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="Sejarah DN Aidit: Dari Islamis Jadi Komunis" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/1BhdFOh5r_I?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p class="wp-block-paragraph">► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/Masyumi-Reborn-Kebangkitan-Partai-Islam.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Masyumi Reborn, Avengers ala Indonesia?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/celoteh/masyumi-reborn-avengers-ala-indonesia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[A43]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 09 Nov 2020 05:15:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Amien Rais]]></category>
		<category><![CDATA[Habib Rizieq]]></category>
		<category><![CDATA[Habib Rizieq Shihab]]></category>
		<category><![CDATA[Masyumi]]></category>
		<category><![CDATA[Masyumi Reborn]]></category>
		<category><![CDATA[Ustadz Abdul Somad]]></category>
		<category><![CDATA[Ustaz Abdul Somad]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=94489</guid>

					<description><![CDATA[“There was an idea. The idea was to bring together a group of remarkable people, see if they could become something more. See if they could work together when we needed them to fight the battles we never could” – Nick Fury,&#160;The Avengers&#160;(2012) PinterPolitik.com Siapa yang tidak kenal dengan pahlawan-pahlawan super besutan Marvel? Hampir semua [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<h4 class="wp-block-heading"><strong>“There was an idea. The idea was to bring together a group of remarkable people, see if they could become something more. See if they could work together when we needed them to fight the battles we never could” – Nick Fury,&nbsp;<em>The Avengers</em>&nbsp;(2012)</strong></h4>



<hr class="wp-block-separator is-style-wide"/>



<p class="wp-block-paragraph"><strong><a href="http://pinterpolitik.com/">PinterPolitik.com</a></strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Siapa yang tidak kenal dengan pahlawan-pahlawan super besutan Marvel? Hampir semua dari kita pasti pernah mendengar nama-nama seperti Iron Man, Captain America, Hulk, Spider-Man, Black Widow, Captain Marvel, Doctor Strange, dan sebagainya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Nah, pahlawan-pahlawan super ini biasanya beraksi buat melawan para penjahat yang berusaha mengganggu ketertiban dan perdamaian. Spider-Man, misalnya, kerap melawan penjahat super yang selalu mengganggu warga New York, seperti Doctor Octopus, The Lizard, dan Rhino.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, seperti yang kita ketahui, para pahlawan super ini tentu memiliki kesibukan masing-masing. Bila Spider-Man sibuk mengawasi Kota New York, Doctor Strange lebih sibuk mengawasi dunia supranatural yang dapat mengganggu bumi.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Tapi</em>&nbsp;<em>nih</em>, siapa sangka kalau ternyata mereka bisa bertemu dan melawan musuh bersama. Mungkin, pertemuan antar-pahlawan super seperti ini sering terjadi di komik dan film&nbsp;<em>crossover</em>. Salah satunya adalah&nbsp;<em>crossover</em>&nbsp;yang dirumorkan bakal terjadi di film Spider-Man terbaru mendatang – dengan peran Doctor Strange yang akan mendatangkan Spider-Man versi-versi lain.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Terlepas dari isu&nbsp;<em>crossover</em>&nbsp;antar-Spider-Man itu, pertemuan antar-tokoh komik ini juga terjadi di film-film sebelumnya, khususnya di seri film&nbsp;<em>Avengers</em>. Salah satu&nbsp;<em>crossover&nbsp;</em>film pahlawan super yang terbesar mungkin terjadi di tahun 2018 dan 2019 lalu, yakni ketika film&nbsp;<em>Avengers: Infinity War&nbsp;</em>(2018) dan&nbsp;<em>Avengers: Endgame&nbsp;</em>(2019) dirilis.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam dua film tersebut, para pahlawan super ini mengumpulkan kekuatan untuk mengalahkan satu musuh besar, yakni Thanos yang berasal dari Planet Titan. Si Thanos ini ingin memusnahkan separuh populasi alam semesta untuk mengembalikan keseimbangan sumber alam.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Wah, <em>keren</em> <em>dong</em>. Bayangin coba. Semua karakter favorit para penggemar – mulai dari Iron Man, Thor, Captain America, Wanda, hingga Spider-Man – bersatu menggempur Thanos dan bala pasukan raksasanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kalau dipikir-pikir, upaya mengumpulkan para pahlawan super ini sepertinya juga tengah terjadi&nbsp;<em>nih</em>&nbsp;di dunia nyata. Pasalnya, beberapa waktu lalu, sebuah partai dengan nama lama – Masyumi Reborn – baru saja dideklarasikan&nbsp;<em>lho</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Uniknya, layaknya&nbsp;<em>Avengers</em>, Masyumi Reborn ini terlihat seperti tengah mengajak aktor-aktor politik lain. Habib Rizieq Shihab – pimpinan Front Pembela Islam (FPI) dan Persaudaraan Alumni (PA) 212 – yang dikabarkan akan pulang, misalnya, turut&nbsp;<strong><a href="https://nasional.okezone.com/read/2020/11/07/337/2305826/partai-masyumi-ajak-gabung-amien-rais-uas-hingga-habib-rizieq/">diajak bergabung</a></strong>&nbsp;ke partai baru itu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain Habib Rizieq, ajakan juga diserukan pada ulama berpengaruh lainnya, yakni Ustaz Abdul Somad (UAS). Saking bersemangatnya&nbsp;<em>nih</em>, UAS disebut-sebut bisa jadi Ketua Umum Masyumi Reborn ini&nbsp;<em>lho</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tidak berhenti di Habib Rizieq dan UAS, Masyumi Reborn juga mengajak Amien Rais yang jelas-jelas baru mendirikan Partai Ummat. Wah,&nbsp;<em>crossover</em>-nya banyak banget&nbsp;<em>dong</em>&nbsp;kalau&nbsp;<em>gitu</em>.&nbsp;<em>Hehe</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Hmm</em>, apa mungkin Masyumi Reborn ini terinspirasi dari film-film&nbsp;<em>Avengers</em>&nbsp;ya? Seperti kutipan percakapan dari Nick Fury di awal tulisan, partai baru ini sepertinya sedang mengumpulkan&nbsp;<em>remarkable people</em>&nbsp;buat&nbsp;<em>ngeliat</em>&nbsp;apakah mereka bisa menjadi sesuatu yang lebih.&nbsp;<em>Hehe</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Apa jangan-jangan Masyumi Reborn ini ingin membangun kekuatan melawan pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) yang sangat kuat dengan koalisi gemuknya ya – layaknya&nbsp;<em>Avengers</em>&nbsp;yang menghimpun kekuatan melawan Thanos?&nbsp;<em>&nbsp;</em>Kan, kita tahu&nbsp;<em>tuh</em>&nbsp;ada sejumlah undang-undang (UU) bermasalah yang dengan mudah lolos di parlemen.&nbsp;<em>Hmm</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ya, kalau benar begitu, jangan sampailah Masyumi Reborn ala&nbsp;<em>Avengers</em>&nbsp;ini malah pecah sendiri karena perbedaan pandangan seperti apa yang terjadi di film&nbsp;<em>Captain America: Civil War&nbsp;</em>(2016). Kan, para pahlawan super itu akhirnya saling&nbsp;<em>berantem</em>&nbsp;karena silang pendapat soal Sokovia Accord.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lagipula, inisiatif Masyumi Reborn ala <em>Avengers</em> ini sepertinya belum pasti terbentuk. PA 212 saja beberapa waktu lalu akhirnya menanggapi dengan penolakan kan. Ya, kita nantikan sajalah kelanjutannya. (A43)</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="Sejarah Partai Masyumi, Mungkinkah Kembali?" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/-Y7omJKZtmc?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/Masyumi-Reborn-Avengers-ala-Indonesia-1024x768.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
