<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>Maskulinitas &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/maskulinitas/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Fri, 12 Apr 2019 11:59:04 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>Maskulinitas &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Jokowi dan Terpaan Maskulinitas Politik</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/in-depth/jokowi-dan-terpaan-maskulinitas-politik/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[N45]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Apr 2019 00:00:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nalar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[Maskulinitas]]></category>
		<category><![CDATA[Pilpres 2019]]></category>
		<category><![CDATA[Politik Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=54373</guid>

					<description><![CDATA[Alat peraga kampanye Jokowi dihina dengan dilabeli sebagai banci. Menimbulkan riak 7 hari menjelang pemilihan presiden. Dia hadir di kandang Prabowo, sebagai rivalnya yang dianggap sangat maskulin. Maskulinitas selalu menjadi penanda dalam alam politik, maskulinitas bahkan menjadi tarung gagah-gagahan siapa yang paling pantas. Di sanalah kata banci keluar, dia dimaksudkan mendelegitimasi posisi politik sang petahana. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>Alat peraga kampanye Jokowi dihina dengan dilabeli sebagai banci. Menimbulkan riak 7 hari menjelang pemilihan presiden. Dia hadir di kandang Prabowo, sebagai rivalnya yang dianggap sangat maskulin. Maskulinitas selalu menjadi penanda dalam alam politik, maskulinitas bahkan menjadi tarung gagah-gagahan siapa yang paling pantas. Di sanalah kata banci keluar, dia dimaksudkan mendelegitimasi posisi politik sang petahana. </strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #cebd2a"><strong>Pinterpolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]P[/dropcap]erusakan alat peraga kampanye nampaknya semakin marak, kali ini calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo juga mendapatkan perlakukan yang sama. Beberapa baliho kubu petahana dirobek dan dicoret dengan tulisan “PKI” juga <a href="https://news.detik.com/berita-jawa-tengah/d-4502670/sejumlah-baliho-jokowi-di-brebes-ditulisi-pki-dan-banci">“banci”.</a> Tuduhan PKI sudah lama kita dengar, namun dengan dipergunakannya istilah banci tentu adalah sesuatu yang baru.</p>
<p>Insiden tersebut terjadi di Brebes, kota yang menjadi salah satu calon basis terkuat Prabowo. Brebes adalah kota kelahiran Sudirman Said, dan bahkan sudah terbukti dengan mampu mengantarkan pasangan Sudirman-Ida meraup 41% suara dari yang diramalkan oleh lembaga survei sekelas LSI Denny JA seminggu sebelum hari pencoblosan hanya 13% suara saja.</p>
<p>Penghinaan kepada Presiden Jokowi banci memang terbilang baru, namun tidak sekali ini saja. Sebelumnya, Bahar bin Smith dalam sebuah ceramahnya juga mengatakan demikian, bahkan mengejek Jokowi untuk berani membuka celananya, sehingga bisa diidentifikasi dia jantan atau tidak.</p>
<p>Sebaliknya, sebelum hal tersebut terjadi, capres nomor urut 02 dikritik sebab menggunakan diksi yang bagi para akademisi dianggap terlalu maskulin dan militeristik dengan menyebut ibu pertiwi sedang diperkosa.</p>
<blockquote class="twitter-tweet" data-width="550" data-dnt="true">
<p lang="in" dir="ltr">Baliho Jokowi di Jateng Dicoret &#39;PKI&#39; dan &#39;Banci&#39;, TKN: Tindakan Pengecut!</p>
<p>&mdash; Skipper (@skipperz97) <a href="https://twitter.com/skipperz97/status/1115518757978476544?ref_src=twsrc%5Etfw">April 9, 2019</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<h4><strong>Maskulinitas Dunia</strong></h4>
<p>Bukan hanya Indonesia, isu maskulinitas juga nampaknya dirawat di dunia lain. Presiden Rusia Vladimir Putin sebagai contoh, gemar dikaitkan sebagai perwajahan simetris dari maskulinitas, mantan anggota kelompok militer elite Rusia, KGB. Tentu saja dengan berbagai senjata laras panjang yang dalam beberapa pose foto nampak di genggamannya.</p>
<p>Xi Jinping, Presiden Tiongkok bahkan sangat marah dengan penyamaan dirinya dengan <a href="https://www.theguardian.com/world/2018/aug/07/china-bans-winnie-the-pooh-film-to-stop-comparisons-to-president-xi">Pooh</a>. Semua bermula tatkala Presiden Xi di tahun 2013 berjalan bersama dengan Presiden Obama, yang di kemudian hari foto mereka berjalan bersama disandingkan dengan foto Pooh sedang berjalan. Sehingga pemerintah Tiongkok memblokir film Winnie The Pooh, juga HBO setelah John Oliver memparodikan tema Pooh dan Xi.</p>
<p>Pooh sebagai karakter fiksional memiliki gambaran yang lemah, tidak garang meskipun dia beruang, dan berhati lembut. Segala fitur karakter inilah yang bagi Xi tidak bisa ditolerir ketika harus disamakan dengan dirinya, terlebih Tiongkok adalah negara yang dianggap dan akan menjadi kekuatan besar dunia.</p>
<p>Trump juga melakukan hal yang sama, selain banyak sekali pernyataan dia yang cenderung <a href="https://www.businessinsider.sg/trumps-worst-insults-toward-women-2018-10/?r=US&amp;IR=T">seksis</a>, di banyak kesempatan dia mengolok-olok lawan politiknya sebagai seseorang yang lemah, Joe Biden dan Jeb Bush dianggap lembek, dan bahkan Marco Rubio disamakan dengan botol air minuman kemasan.</p>
<p>Bahkan dengan sangat maskulin Presiden Trump juga mengatakan bahwa Tiongkok telah memperkosa ekonomi masyarakat Amerika Serikat. Dengan perdagangan bilateral mereka yang terus menunjukkan defisit ekspor bagi <a href="https://www.theguardian.com/world/2018/apr/12/trump-trans-pacific-partnership-trade-deal-reversal">Amerika</a>. Hingga akhirnya peradang dagang tak terhindarkan</p>
<p>Corak maskulinitas yang ditampilkan oleh Putin, Xi Jinping, dan Trump tentu bukan yang bersifat psikologis semata, namun ada basis material sebagai daya sokong kesemuanya. Dan ini bisa diukur dari seberapa besar kekuatan ekonomi dan keamanan masing masing negara.</p>
<p>Di antara negara-negara tersebut, Rusia memegang sekitar 6800 butir senjata nuklir, Amerika Serikat sebanyak 6500, dan Tiongkok <a href="https://www.cnbc.com/2018/03/16/list-of-countries-with-nuclear-weapons.html">270</a>. Terlebih Amerika Serikat mengucurkan sekitar USD 600 milyar (3,1% GDP) untuk pendanaan militernya, Tiongkok USD 220 milyar (1,9% GDP), dan Rusia sekitar USD <a href="https://www.businessinsider.sg/highest-military-budgets-countries-2018-5/?r=US&amp;IR=T">60 milyar </a>(4,3% GDP).</p>
<hr /><p><em>Politik maskulin menghantui Jokowi. </em><br /><a href='https://x.com/intent/tweet?url=https%3A%2F%2Fwww.pinterpolitik.com%2Fin-depth%2Fjokowi-dan-terpaan-maskulinitas-politik%2F&#038;text=Politik%20maskulin%20menghantui%20Jokowi.%20&#038;via=pinterpolitik&#038;related=pinterpolitik' target='_blank' rel="noopener noreferrer" >Share on X</a><br /><hr />
<h4><strong>Negara Sebagai Sosok Maskulin</strong></h4>
<p>Negara sedari awal memang menampilkan dirinya sebagai sosok yang maskulin. Sebagai transformasi modernis bentuk kuasa dengan sistem negara bangsa, negara tumbuh dari sisa sisa sejarah kristianitas, dengan demikian figur Bapa adalah kuasa tertinggi dari seluruh jagad kehidupan. Negara hadir sebagai yang memenuhi definisi tersebut, dia serba tahu dan serba dimana-mana, disanalah mengapa negara kental dengan maskulinitas.</p>
<p>Ini pula yang menjadi alasan mengapa negara selalu digugat oleh masyarakatnya, sebab dia berlaku layaknya Bapak, dia adalah tiran yang harus ditumbangkan, persis seperti posisi psikologis hubungan antara anak dengan Bapaknya dalam keluarga.</p>
<p>Politik sendiri nyatanya sangat kental dengan nuansa maskulin, kontrak sosial sebagai teori yang menjadi landasan dari bernegara bahkan mengandaikan adanya satu <em>leviathan</em>, sesosok kekuatan besar menurut Thomas Hobbes.</p>
<p>Sosok besar ini digambarkan berkomposisi maskulin, dia laki laki. Dengan demikian dia bisa mengamankan seluruh masyarakat dengan mengambil alih seluruh persenjataan.</p>
<p>Mereka yang mampu mengamankan adalah mereka yang mampu mempergunakan, dan tentu saja kapasitas semacam ini adalah spesifikasi maskulin, senjata adalah selalu soal maskulinitas.</p>
<p>Perkara mengelola negara juga selalu disama dan sebangunkan dengan mengelola rumah tangga. Kepala negara dianalogikan sebagai kepala rumah tangga besar bangsa. Kepala rumah tangga di masyarakat selalu adalah laki laki, bapak-bapak, hanya mereka yang maskulin yang mampu menjaga dan mengelola rumah tangga.</p>
<p>Soal penjagaan ini kemudian diterjemahkan dalam bentuk pertahanan dalam skema besar bernegara. Sistem pertahanan yang kuat artinya mampu menjaga seluruh bangsa dari bentuk kekerasan luar.</p>
<p>Tentu saja sistem pertahanan tidak bisa tidak harus berwajah garang, dengan menampilkan seluruh kekuatan yang mampu mengoyak pertahanan lawan. Jelas ini adalah maskulinitas pada puncak tertingginya.</p>
<p>Tak hanya menjaga, namun seorang kepala rumah tangga adalah yang bisa mengelola ekonomi dengan baik. Secara terminologis, ekonomi berasal dari kata <em>oikos </em>yang artinya keluarga dan <em>nomos </em>yang berarti aturan.</p>
<p>Itulah mengapa ekonomi secara rumpun kebahasaan dan kosmologi pikiran bercampur degan rumah tangga, sebab mereka sejatinya sama. Kembali bahwa kepala rumah tangga, mereka yang mampu mengatur ekonomi dan rumah tangga secara simultan adalah maskulinitas.</p>
<p>Dari sini kita mampu memeriksa asumsi yang melatarbelakangi label banci pada Presiden Jokowi, sebab dia dianggap lemah, presiden sipil yang tidak memberikan porsi besar terhadap pertahanan. Kedua Jokowi juga dituduh gagal mengelola ekonomi dengan melambungnya hutang negara. Dua alasan tersebut menjadikan dia tidak pantas menjadi kepala negara, sebab tidak bisa mengelola rumah tangga bersama.</p>
<blockquote class="instagram-media" data-instgrm-captioned data-instgrm-permalink="https://www.instagram.com/p/Bu3N7m6AxFH/?utm_source=ig_embed&amp;utm_medium=loading" data-instgrm-version="12" style=" background:#FFF; border:0; border-radius:3px; box-shadow:0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width:658px; min-width:326px; padding:0; width:99.375%; width:-webkit-calc(100% - 2px); width:calc(100% - 2px);">
<div style="padding:16px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/Bu3N7m6AxFH/?utm_source=ig_embed&amp;utm_medium=loading" style=" background:#FFFFFF; line-height:0; padding:0 0; text-align:center; text-decoration:none; width:100%;" target="_blank"> </p>
<div style=" display: flex; flex-direction: row; align-items: center;">
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 40px; margin-right: 14px; width: 40px;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center;">
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 100px;"></div>
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 60px;"></div>
</div>
</div>
<div style="padding: 19% 0;"></div>
<div style="display:block; height:50px; margin:0 auto 12px; width:50px;"><svg width="50px" height="50px" viewBox="0 0 60 60" version="1.1" xmlns="https://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="https://www.w3.org/1999/xlink"><g stroke="none" stroke-width="1" fill="none" fill-rule="evenodd"><g transform="translate(-511.000000, -20.000000)" fill="#000000"><g><path d="M556.869,30.41 C554.814,30.41 553.148,32.076 553.148,34.131 C553.148,36.186 554.814,37.852 556.869,37.852 C558.924,37.852 560.59,36.186 560.59,34.131 C560.59,32.076 558.924,30.41 556.869,30.41 M541,60.657 C535.114,60.657 530.342,55.887 530.342,50 C530.342,44.114 535.114,39.342 541,39.342 C546.887,39.342 551.658,44.114 551.658,50 C551.658,55.887 546.887,60.657 541,60.657 M541,33.886 C532.1,33.886 524.886,41.1 524.886,50 C524.886,58.899 532.1,66.113 541,66.113 C549.9,66.113 557.115,58.899 557.115,50 C557.115,41.1 549.9,33.886 541,33.886 M565.378,62.101 C565.244,65.022 564.756,66.606 564.346,67.663 C563.803,69.06 563.154,70.057 562.106,71.106 C561.058,72.155 560.06,72.803 558.662,73.347 C557.607,73.757 556.021,74.244 553.102,74.378 C549.944,74.521 548.997,74.552 541,74.552 C533.003,74.552 532.056,74.521 528.898,74.378 C525.979,74.244 524.393,73.757 523.338,73.347 C521.94,72.803 520.942,72.155 519.894,71.106 C518.846,70.057 518.197,69.06 517.654,67.663 C517.244,66.606 516.755,65.022 516.623,62.101 C516.479,58.943 516.448,57.996 516.448,50 C516.448,42.003 516.479,41.056 516.623,37.899 C516.755,34.978 517.244,33.391 517.654,32.338 C518.197,30.938 518.846,29.942 519.894,28.894 C520.942,27.846 521.94,27.196 523.338,26.654 C524.393,26.244 525.979,25.756 528.898,25.623 C532.057,25.479 533.004,25.448 541,25.448 C548.997,25.448 549.943,25.479 553.102,25.623 C556.021,25.756 557.607,26.244 558.662,26.654 C560.06,27.196 561.058,27.846 562.106,28.894 C563.154,29.942 563.803,30.938 564.346,32.338 C564.756,33.391 565.244,34.978 565.378,37.899 C565.522,41.056 565.552,42.003 565.552,50 C565.552,57.996 565.522,58.943 565.378,62.101 M570.82,37.631 C570.674,34.438 570.167,32.258 569.425,30.349 C568.659,28.377 567.633,26.702 565.965,25.035 C564.297,23.368 562.623,22.342 560.652,21.575 C558.743,20.834 556.562,20.326 553.369,20.18 C550.169,20.033 549.148,20 541,20 C532.853,20 531.831,20.033 528.631,20.18 C525.438,20.326 523.257,20.834 521.349,21.575 C519.376,22.342 517.703,23.368 516.035,25.035 C514.368,26.702 513.342,28.377 512.574,30.349 C511.834,32.258 511.326,34.438 511.181,37.631 C511.035,40.831 511,41.851 511,50 C511,58.147 511.035,59.17 511.181,62.369 C511.326,65.562 511.834,67.743 512.574,69.651 C513.342,71.625 514.368,73.296 516.035,74.965 C517.703,76.634 519.376,77.658 521.349,78.425 C523.257,79.167 525.438,79.673 528.631,79.82 C531.831,79.965 532.853,80.001 541,80.001 C549.148,80.001 550.169,79.965 553.369,79.82 C556.562,79.673 558.743,79.167 560.652,78.425 C562.623,77.658 564.297,76.634 565.965,74.965 C567.633,73.296 568.659,71.625 569.425,69.651 C570.167,67.743 570.674,65.562 570.82,62.369 C570.966,59.17 571,58.147 571,50 C571,41.851 570.966,40.831 570.82,37.631"></path></g></g></g></svg></div>
<div style="padding-top: 8px;">
<div style=" color:#3897f0; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:550; line-height:18px;"> View this post on Instagram</div>
</div>
<div style="padding: 12.5% 0;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: row; margin-bottom: 14px; align-items: center;">
<div>
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(0px) translateY(7px);"></div>
<div style="background-color: #F4F4F4; height: 12.5px; transform: rotate(-45deg) translateX(3px) translateY(1px); width: 12.5px; flex-grow: 0; margin-right: 14px; margin-left: 2px;"></div>
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(9px) translateY(-18px);"></div>
</div>
<div style="margin-left: 8px;">
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 20px; width: 20px;"></div>
<div style=" width: 0; height: 0; border-top: 2px solid transparent; border-left: 6px solid #f4f4f4; border-bottom: 2px solid transparent; transform: translateX(16px) translateY(-4px) rotate(30deg)"></div>
</div>
<div style="margin-left: auto;">
<div style=" width: 0px; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-right: 8px solid transparent; transform: translateY(16px);"></div>
<div style=" background-color: #F4F4F4; flex-grow: 0; height: 12px; width: 16px; transform: translateY(-4px);"></div>
<div style=" width: 0; height: 0; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-left: 8px solid transparent; transform: translateY(-4px) translateX(8px);"></div>
</div>
</div>
<p></a> </p>
<p style=" margin:8px 0 0 0; padding:0 4px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/Bu3N7m6AxFH/?utm_source=ig_embed&amp;utm_medium=loading" style=" color:#000; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px; text-decoration:none; word-wrap:break-word;" target="_blank">Prabowo membuka baju di hadapan para pendukungnya Nantikan artikel selengkapnya di Pinterpolitik.com #bukabajuprabowo #prabowobukabaju #prabowo #infografik #infografis #politik #politikindonesia #pinterpolitik</a></p>
<p style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px; margin-bottom:0; margin-top:8px; overflow:hidden; padding:8px 0 7px; text-align:center; text-overflow:ellipsis; white-space:nowrap;">A post shared by <a href="https://www.instagram.com/pinterpolitik/?utm_source=ig_embed&amp;utm_medium=loading" style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px;" target="_blank"> PinterPolitik.com</a> (@pinterpolitik) on <time style=" font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px;" datetime="2019-03-11T09:20:20+00:00">Mar 11, 2019 at 2:20am PDT</time></p>
</div>
</blockquote>
<p><script async src="//www.instagram.com/embed.js"></script></p>
<h4><strong>Semu Maskulinitas</strong></h4>
<p><strong> </strong>Maskulinitas ditampilkan sebagai yang aktif, yang mencari nafkah, yang mampu membawa kemakmuran sebab dia adalah energi yang menggerakkan, sehingga yang dimaksud dengan ekonomi adalah selalu soal pembangunan. Namun tentu energi maskulin harus berimbang dengan feminitas, sebab justru rezim pembangunan yang sering kebablasan dan merusak masyarakat.</p>
<p>Feminitas justru dibutuhkan demi mendengar seluruh rakyat, feminitas adalah upaya untuk mengerem seluruh kebuasan maskulinitas, feminitas adalah energi yang mampu merangkum seluruh pengalaman masyarakat, dia memahami, dan turut merasakan, tidak terjebak dalam logika utilitarianisme dangkal dalam bernegara.</p>
<p>Menurut Judith Butler tidak pernah ada esensi baik pada maskulinitas maupun feminitas, keduanya adalah hanya sebatas performativitas semata. Tindakan yang berulang ulang dilakukan lalu diasosiasikan dengan konsep maskulin maupun feminin.</p>
<p>Manusia hanya memainkan perannya semata, tidak bisa disebut sebagai maskulin maupun feminin, Judith Butler mengandaikannya seperti teater di satu pertunjukan terbuka, setelah semua selesai, peran hanya menjadi peran.</p>
<p>Maskulinitas sendiri tidak pernah saklek, standar maskulinitas terus berubah sepanjang waktu, apa yang dulu dianggap feminin, dia bisa menjadi maskulin suatu saat nanti. Warna pink contohnya baru diasosiasikan dengan perempuan baru di abad 20 an.</p>
<p>Ada asumsi bahwa maskulinitas lebih tinggi derajatnya dibanding feminitas, tentu hal tersebut terbit dari pikiran masyarakat kita yang masih berbudaya patriarkis. Stratifikasi semacam inilah yang menjadikan merebaknya seksisme, misoginisme terhadap feminitas. Kita nampak alergi dengan segala yang berbau feminin.</p>
<p>Coretan kata banci tersebut tentu dipergunakan untuk merendahkan derajat sang capres. Dalam alam patriarkis semacam ini, istilah banci adalah sebuah ejekan pada mereka yang lemah, mereka yang tidak memiliki maskulinitas yang utuh.</p>
<p>Maka sejatinya sedari awal kita sudah menghentikan segala atribut kosa kata kasar pada asosiasi gender, termasuk dalam politik. Istilah banci adalah kegagalan kita memahami realitas bahwa politik tidak hanya miliki laki laki, dan dunia yang indah tidak disesaki oleh maskulinitas semata. (N45)</p>
<div class="youtube-embed" data-video_id="xfH0qGvNUE0"><iframe width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/xfH0qGvNUE0?start=103&#038;feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe></div>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/04/Jokowi-1024x647.jpeg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
