<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>Marah &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/marah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Tue, 02 May 2023 08:09:57 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>Marah &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Xi Jinping Masuk Jebakan Trudeau?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/cross-border/xi-jinping-masuk-jebakan-trudeau/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Z81]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 Nov 2022 12:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Cross Border]]></category>
		<category><![CDATA[Justin Trudeau]]></category>
		<category><![CDATA[Marah]]></category>
		<category><![CDATA[Perdana Menteri Kanada]]></category>
		<category><![CDATA[Presiden Tiongkok]]></category>
		<category><![CDATA[Xi Jinping]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=119366</guid>

					<description><![CDATA[Presiden Tiongkok Xi Jinping terlihat menumpahkan emosinya kepada Perdana Menteri (PM) Kanada Justin Trudeau di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20, Bali. Xi terlihat emosi atas bocornya percakapan antara kedua pemimpin tersebut terkait tuduhan spionase Tiongkok dan campur tangan pemilihan umum (Pemilu) di Kanada. Lantas, akankah kebocoran percakapan itu dapat mengancam kekuasaan Xi di kancah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Presiden Tiongkok Xi Jinping terlihat menumpahkan emosinya kepada Perdana Menteri (PM) Kanada Justin Trudeau di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20, Bali. Xi terlihat emosi atas bocornya percakapan antara kedua pemimpin tersebut terkait tuduhan spionase Tiongkok dan campur tangan pemilihan umum (Pemilu) di Kanada. Lantas, akankah kebocoran percakapan itu dapat mengancam kekuasaan Xi di kancah domestik dan internasional?</strong></p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide"/>



<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.pinterpolitik.com/"><strong>PinterPolitik.com</strong></a></p>



<p class="has-drop-cap wp-block-paragraph">Rekaman pembicaraan antara Presiden Tiongkok Xi Jinping dan Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 Bali telah bocor ke media massa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Xi diduga menumpahkan emosinya karena isi pembicaraan tertutup keduanya dinilai tidak pantas untuk dibocorkan kepada khalayak. Di samping itu, Xi tetap mengungkapkan hal tersebut sambil tersenyum dan berbicara dengan bahasa Mandarin.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Trudeau membalas sikap Xi dengan menyatakan bahwa kultur dialog di Kanada bersifat bebas, terbuka, dan terang-terangan. Menurut Trudeau, agaknya suatu organisasi akan terus bekerja sama secara konstruktif, namun ketidaksepahaman akan selalu menyertai.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada akhirnya, Xi menyudahi konfrontasi tersebut dengan berjabat tangan. Selagi beranjak pergi, Xi berbicara kepada Trudeau dalam bahasa Mandarin untuk mengingatkannya terkait batasan-batasan pembicaraan yang harus ditentukan terlebih dahulu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Interaksi maupun gelagat Xi tampaknya langka. Pada umumnya, segala interaksi maupun pergerakan Xi di berbagai forum selama ini disebut-sebut sangat diatur sehingga tidak menimbulkan kesan tertentu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Reuters membeberkan isi pembicaraan tersebut yaitu terkait &#8220;kekhawatiran serius&#8221; Trudeau atas adanya dugaan &#8220;campur tangan&#8221; Tiongkok di Kanada. Hal itu merujuk pada laporan media yang mengungkap pengakuan intelijen Kanada yang mencurigai Tiongkok ikut campur dalam pemilihan umum (Pemilu) 2019.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Adapun dugaan lainnya adalah terkait seorang pegawai di produsen listrik terbesar di Kanada yang diduga berupaya mencuri rahasia perdagangan untuk diberikan ke pemerintah Tiongkok.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lantas, apa arti gelagat yang coba disampaikan Xi? Serta, mengapa dirinya seolah merasa marah akan kebocoran pembicaraan tertutup tersebut?</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="851" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/11/image-100.png" alt="image 100" class="wp-image-119370" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/11/image-100.png 851w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/11/image-100-249x300.png 249w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/11/image-100-125x150.png 125w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/11/image-100-768x924.png 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/11/image-100-696x837.png 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/11/image-100-349x420.png 349w" sizes="(max-width: 851px) 100vw, 851px" /></figure>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Pengaruhi Kekuasaan Domestik?</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Setidaknya terdapat dua sudut pandang yang dapat ditelaah dari gelagat langka Xi saat pembicaraan tersebut yakni dilihat dari kacamata domestik dan internasional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Xi merupakan sosok yang dikenal memiliki kekuatan melebihi salah satu pendiri Partai Komunis Tiongkok (PKT) Mao Zedong sekaligus tokoh besar Tiongkok yang disebut-sebut sebagai ahli teori komunis paling terkemuka dan dijuluki sebagai “Bapak Tiongkok Modern”.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hal itu dibuktikan Xi melalui upaya politik domestiknya untuk menjabat sebagai presiden selama tiga periode. Alhasil, kongres PKT bulan lalu telah menjadi sejarah baru bagi Tiongkok. Dirinya berhasil menduduki jabatan itu untuk yang ketiga kalinya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Usaha Xi untuk memperkuat kekuasaan politiknya dapat dilihat dari caranya me-romantisasi kepemimpinan Mao Zedong.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan penerapan aliran konfusianisme yang kerap kali diterapkan oleh pemimpin Tiongkok, Xi cenderung bertindak sebagai orang tua di dalam suatu grup maupun organisasi sehingga mereka juga cenderung melakukan kontrol otoriter.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pernyataan tersebut dikemukakan oleh Harry Hui dan Chen K. Tan dalam tulisan mereka yang berjudul <em>“Employee Motivation and Attitudes in the Chinese Workforce”</em> dalam <em>Handbook of Chinese Psychology.</em></p>



<p class="wp-block-paragraph">Sehubungan dengan hal itu, kepemimpinan paternalistik yang diterapkan Xi memperkuat otoritas dan disiplin yang kuat di berbagai kebijakan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Farh dan Cheng dalam publikasi yang berjudul <em>An Examination of Three-Way Interactions of Paternalistic Leadership in China</em> oleh Wai Kwan Laua, Zhen Lib, dan John Okpara mengemukakan kepemimpinan paternalistik merupakan gaya kepemimpinan yang memadukan disiplin dan otoritas yang kuat dengan kebajikan kebapakan dan integritas moral yang terbungkus dalam suasana personalistik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Berdasarkan kedua penjelasan teoritis di atas, tak heran jika Xi menerapkan sistem tersebut untuk menunjukkan kebaikan kebapakannya dan memanfaatkan kontrol otoriter dari aliran konfusianisme untuk mengontrol masyarakat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jika romantisasi Mao Zedong dan sikap otoriter yang dibungkus dengan kepemimpinan paternalistik digabungkan, maka Xi perlu selalu menunjukkan bahwa dirinya merupakan pemimpin yang unggul.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kontrol yang terlalu ketat mencapai puncaknya ketika Xi menerapkan kebijakan <em>“Zero-Covid Policy”</em> melalui <em>lockdown</em>. Masyarakat Tiongkok menolak dengan keras karena merasa tertekan dan melemahkan ekonomi Negara Tirai Bambu itu hingga muncul demonstrasi dimana-mana.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada titik ini, bisa jadi sikap Xi diartikan sebagai taktiknya untuk membangun citra jika dilihat dari kacamata domestik sebagai pemimpin yang berani. Terlebih, pemberitaan media luar dapat disaring oleh pemberitaan media dalam negeri sehingga sentimen keduanya akan berbeda.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lantas, bagaimana sentimen serta pengaruh kontroversi Xi dan Trudeau jika dilihat dari kacamata internasional?</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img decoding="async" width="841" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/11/image-101.png" alt="image 101" class="wp-image-119371" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/11/image-101.png 841w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/11/image-101-246x300.png 246w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/11/image-101-123x150.png 123w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/11/image-101-768x935.png 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/11/image-101-696x847.png 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/11/image-101-345x420.png 345w" sizes="(max-width: 841px) 100vw, 841px" /></figure>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Perburuk Citra Internasional?</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Beralih ke kacamata internasional, Xi pernah meminta seluruh jajaran pemerintah dan media arus utama untuk memperluas citra Negara Tirai Bambu itu menjadi negara yang ramah, terhormat, dan bisa diandalkan masyarakat global.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Citra itu diperkuat melalui kemampuan diplomasi Xi yang merujuk pada perilaku Tiongkok yang sangat percaya diri dan lugas dalam berinteraksi dengan negara lain, terutama negara-negara Barat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pernyataan itu disebutkan dalam suatu publikasi dengan judul <em>China’s Civilian Army: The Making of Wolf Warrior Diplomacy </em>yang ditulis oleh Peter Martin. Gaya diplomasi itu dinamakan dengan gaya ”Pendekar Serigala” alias <em>“Wolf Diplomacy”</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, Xi juga memiliki ide ambisius dalam mewujudkan dominasi di kawasan sekitarnya. Hal ini tentunya akan memengaruhi kebijakan di dalam maupun luar negeri yang saling berkaitan sesuai dengan konsep<em> two level games </em>yang diungkapkan oleh Robert D. Putnam.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Akan tetapi, pemberitaan semacam itu kemungkinan mampu untuk meningkatkan sinophobia, terutama pada dugaan spionase. Menurut Cambridge Dictionary, sinophobia diartikan sebagai ketakutan atau ketidaksukaan terhadap Tiongkok, termasuk orang maupun budayanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Oleh karena itu, pemberitaan kontroversi Xi dengan Trudeau bisa jadi mendapatkan sentimen negatif terhadap titah Xi Jinping di dunia internasional, bukan hanya dari segi politik tetapi juga dari segi sosial.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan skenario itu, bagaimana perkiraan pergerakan kerja sama politik luar negeri Xi terhadap negara-negara lainnya di masa yang akan datang? Terlebih, dirinya baru saja akan menjalankan pemerintahan tiga periodenya.</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img decoding="async" width="851" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/11/image-102.png" alt="image 102" class="wp-image-119372" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/11/image-102.png 851w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/11/image-102-249x300.png 249w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/11/image-102-125x150.png 125w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/11/image-102-768x924.png 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/11/image-102-696x837.png 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/11/image-102-349x420.png 349w" sizes="(max-width: 851px) 100vw, 851px" /></figure>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Xi’s <em>Next Move</em></strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Kemungkinan atas pergerakan Xi di kancah internasional diprediksi melalui suatu artikel berjudul <em>Analysis: Unmasked And in Charge, China&#8217;s Xi Puts Personal Diplomacy Back in Play</em> yang ditulis oleh Eduardo Baptista dan Martin Quin Pollard &#8211; yang juga dibubuhi dengan pendapat-pendapat para ahli.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ini berawal dari absennya Tiongkok dari interaksi tatap muka selama pandemi sekaligus faktor hubungan dengan Amerika Serikat (AS) dan beberapa tetangga Asia yang tengah memburuk karena berbagai perselisihan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan minimnya akses pimpinan tinggi dari berbagai negara pada KTT G20 dan KTT APEC, kehadiran Xi dinilai langka. Pertemuan-pertemuan itu digunakan Xi untuk melakukan pembicaraan bilateral pada masing-masing negara.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Salah satu pengamat sekaligus profesor studi internasional di Universitas Ewha di Seoul Leif-Eric Easley menggambarkan jadwal sibuk Xi sebagai &#8220;serangan pesona&#8221; setelah Tiongkok menutup perbatasannya selama hampir tiga tahun.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Aksi itu juga dianggap sebagai bentuk konsolidasi atas perwujudan kekuasaan tiga periodenya pada bulan lalu. Easley juga berpendapat setidaknya tindakan Xi mampu mencegah hubungan diplomatik negara-negara lain menjadi lebih buruk.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pendapat itu berhubungan dengan interaksi Xi dengan Biden di KTT G20 lalu yang menunjukkan tanda-tanda mencairnya hubungan bilateral Tiongkok-AS dan mengarah pada rencana Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken untuk mengunjungi Beijing awal tahun depan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagi Tiongkok, penjangkauan negara-negara di Asia Pasifik merupakan kunci untuk mengambil kembali inisiatif dalam persaingan AS di wilayah tersebut, terutama melalui dukungannya untuk Taiwan dan kemitraan AUKUS dengan Australia dan Inggris yang semakin membuat Beijing khawatir.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Diplomasi tatap muka juga dijadikan sebagai platform untuk mendorong inisiatif Tiongkok untuk semakin memperkuat statusnya sebagai pemimpin dunia yang sedang berkembang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada akhirnya, pembocoran pembicaraan Trudeau dan Xi bisa jadi mampu mengancam kekuasaan, kepercayaan, dan citra Xi di dunia internasional. Apalagi, Xi dispekulasikan akan memperkuat pengaruhnya sebagai pemimpin dunia yang sedang berkembang lewat jalur diplomasi dengan berbagai negara, terutama AS.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, jika dilihat dari segi domestik, pembocoran pemberitaan tersebut belum tentu mendapatkan sentimen negatif.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bisa jadi justru fenomena ini mampu membangun citra seorang pemimpin yang berani. Sebagai politisi yang menerapkan kepemimpinan paternalistik dan bersifat otoriter, “kemarahan” Xi agaknya merupakan suatu respons dimana ia selalu menunjukkan dirinya unggul sehingga meresponsnya kepada Trudeau tampaknya merupakan ekspresi perasaan direndahkan dan seolah diperlakukan tidak adil. (Z81)</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<div class="youtube-embed" data-video_id="wgY8zJdBpU0"><iframe loading="lazy" title="Rapat Redaksi Bersama PinterPolitik" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/wgY8zJdBpU0?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe></div>
</div></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/11/g20-summitxi-trudeau_169-1024x577.jpeg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Jokowi Marah, Tanda Sayang?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/celoteh/jokowi-marah-tanda-sayang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[G69]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 18 Apr 2022 13:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[Kemarahan Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[Marah]]></category>
		<category><![CDATA[Menteri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=108610</guid>

					<description><![CDATA[Presiden Jokowi beberapa waktu lalu luapkan kemarahan pada para menteri yang tidak punya sense of crisis. Inikah kemarahan tanda sayang ala Jokowi?]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Dinamika kenaikan harga kebutuhan pokok serta bahan bakar kendaraan yaitu Pertamax ternyata membuat Presiden Jokowi geram. Bahkan, mantan Wali Kota Solo ini menilai hal tersebut terjadi karena para menterinya tidak memiliki </strong><strong><em>sense of crisis</em></strong><strong>.&nbsp;</strong></p>



<hr class="wp-block-separator is-style-wide"/>



<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.pinterpolitik.com/"><strong>PinterPolitik.com</strong></a></p>



<p class="has-drop-cap wp-block-paragraph">Presiden Joko Widodo (Jokowi) meluapkan kekesalannya kepada beberapa menteri yang dinilai tidak memiliki <em>sense of crisis </em>terhadap kondisi masyarakat. Hal ini lantaran harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi jenis Pertamax (RON 92) mengalami kenaikan harga.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hal ini akhirnya mengakibatkan pro dan kontra di tengah masyarakat sehingga presiden tidak ragu menunjukkan gestur marah saat memberikan pidato di hadapan para menteri.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ungkapan kekesalan dan kemarahan presiden sebenarnya bukan kali ini saja terjadi tetapi sudah beberapa kali terlihat ketika Jokowi menyinggung perihal rendahnya serapan anggaran penanganan Covid-19 pada tahun 2020 silam. Kemudian, mantan Wali Kota Solo ini juga pernah marah pada bulan April 2022 lalu karena maraknya barang impor yang masuk ke Indonesia.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Well</em>, memang sejak menjabat sebagai presiden, Pak Jokowi tidak jarang meluapkan kekesalannya kepada para pembantunya alias para menteri. Namun, gestur marah Pak Jokowi tampaknya justru menuai reaksi di tengah masyarakat.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pro dan kontra terjadi di tengah masyarakat karena ada yang menilai positif dan juga ada yang sebaliknya. Padahal setiap manusia pasti pernah marah ketika merasa kecewa apalagi dikecewakan oleh orang yang selama ini dipercaya.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mungkin, inilah yang sedang melanda hati Pak Jokowi ketika melihat harga BBM melonjak serta minyak goreng yang mengalami kelangkaan. Perasaan kecewa akhirnya diluapkan di depan publik dengan langsung menyasar pada menterinya yang dinilai tidak bekerja secara optimal.&nbsp;</p>



<figure class="wp-block-image"><a href="https://www.instagram.com/p/CcTBLW5helX/" target="_blank" rel="noopener"><img decoding="async" src="https://lh3.googleusercontent.com/6honxFa9h2hqBuaAOeELA_pFgcGOPsPLE6Z_tgEDXV_irwLJVvPkHjUlir0Z4I6ZUGGkMI3LVuWrDYD7zl5luobYqk8bhkAHpBuAsmpRVdFmguHGJWixYLpWCAd0QA" alt=""/></a></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Kemarahan yang terus berulang ini rasanya mengingatkan kepada sosok Naruto Uzumaki yang tidak jarang memperlihatkan amarahnya ketika merasa kecewa. Seperti saat Uzumaki meratapi kepergian sahabatnya yang bernama Sasuke Uchiha yang akhirnya mati.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, kemarahan seorang Uzumaki identik dengan rasa sayang terhadap orang yang dikasihinya seperti kehilangan sahabat, seperti halnya yang dijelaskan oleh filsuf kontemporer Martha Nussbaum dalam sebuah tulisan berjudul <em>Aristotle on Anger, Justice, and Punishment</em> karya Niel Aslak Christensen.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Nussbaum dalam tulisan ini menjelaskan jika kemarahan muncul karena ada suatu tindakan yang menyinggung orang terdekat atau orang yang dicintai. Hal ini sekaligus menunjukkan jika marah itu juga bisa menjadi wujud sebagai rasa cinta, lho.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, di dalam tulisan yang sama, kemarahan menurut Aristoteles merupakan sebuah tindakan yang mengarah pada empat poin penting, yaitu sebagai wujud rasa sakit, pembalasan, imbas dari sebuah kelalaian, hingga sesuatu yang tidak pantas.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Nah, kalau dalam fenomena marahnya Pak Jokowi kepada para menteri, bisa dikategorikan sebagai rasa sayang juga nggak ya? Hmm, atau kemarahan presiden ini bisa diidentikan dengan pemahaman Aristoteles yaitu akibat dari rasa sakit atau pembalasan karena kinerja para menteri yang tidak sesuai arahannya?&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ya, mungkin, ini bentuk rasa sayang Pak Jokowi kepada masyarakatnya. Boleh jadi, karena saking sayangnya, sampai ada yang berwacana untuk memperpanjang “hubungan” Pak Jokowi dengan masyarakat Indonesia. (G69)</p>



<hr class="wp-block-separator is-style-wide"/>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<div class="youtube-embed" data-video_id="KmbJBLjU_jc"><iframe loading="lazy" title="Giring Ganesha Terjebak Politik Catur?" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/KmbJBLjU_jc?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe></div>
</div></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/04/Jokowi-Marah-Tanda-Sayang-1024x681.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Jokowi Marah, Emang Berani Lawan?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/jokowi-marah-emang-berani-lawan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[S13]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 27 Mar 2019 05:22:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Fadli Zon]]></category>
		<category><![CDATA[Hoaks]]></category>
		<category><![CDATA[Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[Marah]]></category>
		<category><![CDATA[Politik Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=51806</guid>

					<description><![CDATA[“Sebab, bahaya yang sesungguhnya bukan pada orang yang marah-marah, tapi pada orang yang diam. Orang marah dapat diukur hatinya, orang diam tak mudah ditakar akalnya.” &#8211; Remy Sylado, dalam Hotel Pro Deo PinterPolitik.com [dropcap]K[/dropcap]emarahan memang selalu jadi bagian dari ekspresi kehidupan manusia. Senggolan sama abang-abang ojek online di jalan aja bisa bikin orang marah-marah, terus berantem, bacok-bacokan, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>“Sebab, bahaya yang sesungguhnya bukan pada orang yang marah-marah, tapi pada orang yang diam. Orang marah dapat diukur hatinya, orang diam tak mudah ditakar akalnya.” &#8211; Remy Sylado, dalam <em>Hotel Pro Deo</em></strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #cedb2a;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]K[/dropcap]emarahan memang selalu jadi bagian dari ekspresi kehidupan manusia. Senggolan sama abang-abang ojek online di jalan aja bisa bikin orang marah-marah, terus berantem, bacok-bacokan, ujung-ujunganya tawuran antar kampung.</p>
<p>Kalau dilihat-lihat, memang marah itu lebih banyak mudaratnya – sekalipun juga kadang diperlukan untuk menunjukkan sikap tegas.</p>
<p>Faktanya, kejeniusan seseorang juga bisa diukur dari kemarahan. Seperti kata Aristoteles, marah itu mudah bagi semua orang. Yang sulit itu adalah marah pada orang yang tepat, pada saat yang tepat, dan dengan kadar yang tepat pula.</p>
<p>Mungkin hal itulah yang ingin ditunjukkan oleh Presiden Jokowi dalam salah satu pidatonya di Yogyakarta beberapa hari lalu. Kala itu, ia menyinggung soal serangan hoaks yang sudah menerpa dirinya selama 4 tahun lebih berkuasa.</p>
<p>“Empat setengah tahun saya difitnah, saya diam. Dijelek-jelekkin, saya diam. Dicela direndah-rendahkan, saya diam. Tetapi hari ini di Jogja, saya sampaikan saya akan lawan!” demikian kata Jokowi yang disambut gemuruh sorakan para pendukungnya.</p>
<p><hr /><p><em>Emang berani lawan kalau Pakde udah berubah jadi super saiyan? Awas bernasib sama kayak yang nyanyi lagu “Neng Neng Nong Neng”.</em><br /><a href='https://x.com/intent/tweet?url=https%3A%2F%2Fwww.pinterpolitik.com%2Fterkini%2Fjokowi-marah-emang-berani-lawan%2F&#038;text=Emang%20berani%20lawan%20kalau%20Pakde%20udah%20berubah%20jadi%20super%20saiyan%3F%20Awas%20bernasib%20sama%20kayak%20yang%20nyanyi%20lagu%20%E2%80%9CNeng%20Neng%20Nong%20Neng%E2%80%9D.&#038;via=pinterpolitik&#038;related=pinterpolitik' target='_blank' rel="noopener noreferrer" >Share on X</a><br /><hr /></p>
<p>Nada seruannya pun cenderung meninggi ketika menyebut kata-kata “saya akan lawan”.</p>
<p>Sontak hal tersebut mengundang reaksi, salah satunya dari Wakil Ketua DPR, Fadli Zon. Bang Fadli bilang bahwa justru yang diserang banyak hoaks adalah kubu oposisi. Doi juga bilang gestur Jokowi saat marah-marah itu lucu.</p>
<p>Lha, Bang Fadli emang nggak takut ngomong gitu ya?</p>
<p>Lagian, marah itu nggak selalu negatif loh, bang. Psikolog Karen Habib pernah bilang dalam salah satu <a href="http://www.drkarenhabib.com/blog/2014/1/14/the-positive-power-of-anger"><strong>tulisannya</strong></a> bahwa kemarahan bisa menjadi hal yang positif dan memberikan energi positif.</p>
<p>Dalam konteks Jokowi yang lagi pidato di depan pendukungnya, kemarahan itu bisa bakar semangat dan militansi mereka. Jadi mereka bisa berjuang makin keras untuk menangin dirinya, apalagi kan survei Litbang Kompas beberapa hari lalu bilang elektabilitas Jokowi lagi nyungsep di bawah 50 persen.</p>
<p>Dengan marah-marah gitu, Pakde jadi bisa kasih semangat agar relawannya bisa kampanye lebih militan lagi.</p>
<p>Makanya, justru Bang Fadli dan kawan-kawan lah yang harus hati-hati. Son Goku di serial <em>Dragon Ball</em> aja kalau udah marah bisa jadi manusia <em>super saiyan</em> yang kekuatannya bisa setara dewa loh. Luffy di serial <em>One Piece </em>pun demikian, pas marah bisa jadi sangat kuat.</p>
<p>Justru yang bahaya itu adalah kalau orang nggak pernah marah. Psikoterapis John Rifkin bahkan <a href="https://www.amazon.com/Healing-Power-Anger-Unexpected-Fulfillment/dp/1931044821"><strong>bilang</strong> </a>bahwa kemarahan bisa menyembuhkan seseorang dari <em>emotional injuries </em>atau luka-luka emosional.</p>
<p>Sakti nggak tuh?</p>
<p>Jadi mending nggak usah ribut-ribut deh soal marah-marah itu. Nanti malah Bang Fadli yang rugi kalau pendukungnya Pakde jadi tambah militan semua. Emang berani lawan kalau Pakde udah berubah jadi <em>super saiyan? </em>Awas bernasib sama kayak yang nyanyi lagu “Neng Neng Nong Neng”. <em>Uppsss. </em>(S13)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/03/dgdhf-1024x676.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
