<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>M. Nazaruddin &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/m-nazaruddin/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Thu, 28 Mar 2019 07:30:40 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>M. Nazaruddin &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Keluarga Fahri ‘Terlatih’?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/keluarga-fahri-terlatih/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Z19]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 Feb 2018 10:03:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Fahri Hamzah]]></category>
		<category><![CDATA[Fahri Hamzah Wakil Ketua DPR RI]]></category>
		<category><![CDATA[Kicauan Nazaruddin]]></category>
		<category><![CDATA[M. Nazaruddin]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=22224</guid>

					<description><![CDATA[“Dengan modal keberanian dan teror saja, tak banyak yang bisa dicapai dalam kehidupan modern begini.” ~ Pramoedya Ananta Toer PinterPolitik.com [dropcap]S[/dropcap]empat disebut sebagai politikus independen, Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah memang terlihat bebas tanpa beban melancarkan perannya sebagai kritikus ulung. Namun, akankah Fahri bungkam bila namanya disebut – sebut sebagai pihak yang terlibat dalam pusaran [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong><em>“Dengan modal keberanian dan teror saja, tak banyak yang bisa dicapai dalam kehidupan modern begini.” ~ Pramoedya Ananta Toer</em></strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #ccdb00;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]S[/dropcap]empat disebut sebagai politikus independen, Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah memang terlihat bebas tanpa beban melancarkan perannya sebagai kritikus ulung.</p>
<p>Namun, akankah Fahri bungkam bila namanya disebut – sebut sebagai pihak yang terlibat dalam pusaran kasus korupsi? <em>Hmmm, </em>ternyata tidak sama sekali.</p>
<p><em>Weleeeeeh weleeeh</em>, biasanya sih kalau politikus lain itu langsung diam seribu bahasa, apalagi adanya tuduhan sebagai penikmat uang haram. Biasanya sih pada kabur, <em>leeppppp</em>, menghilang, <em>hehehe.</em></p>
<p>Tapi Fahri berbeda, ia justru naik pitam saat mendapat ‘ancaman’ dari Nazaruddin yang katanya akan membongkar keterlibatan Fahri pada kasus korupsi, <em>weleeeeh weleeeh. </em></p>
<p>Tak butuh waktu lama, Fahri langsung membantah dan keadaan justru berbalik, kini Fahri yang balik membongkar kasus – kasus korupsi Nazaruddin. <em>Hadeuuuhhh,</em> <em>kok </em>Fahri seberani itu ya?</p>
<p>Bagi Fahri ancaman dari Nazaruddin ini bukan lagi hal baru, karena tahun 2007, Fahri juga pernah mendapatkan ancaman yang serupa. Katanya, Fahri terlibat korupsi inilah itulah, hasilnya ya tetap saja tak ada yang bisa menjerat Fahri.</p>
<p>Pada masa itu pun, Fahri menerima pesan berisi ancaman akan dibongkarnya hasil penyadapan terhadap Fahri. Tapi kata Fahri, bongkar ya bongkar aja, <em>weleeeh weleeeh. </em></p>
<p>Tapi dari berbagai ancaman yang diterima Fahri, ternyata ia sangat tak menyukai bila ancaman itu malah nyasar ke keluarga Fahri. Dan kekhawatiran Fahri pun terjadi, pihak keluarga Fahri pun tak luput dari ancaman, <em>wedeeewww</em>, <em>ngeri</em> banget ya.</p>
<p>Ya mungkin si pengancamnya sudah bingung, cara apa dan bagaimana lagi menumbangkan Fahri, alhasil pihak keluarga yang jadi sasaran, <em>weleeeh weeleeeh.</em></p>
<p>Seolah terulang kembali, kini Fahri menerima ancaman yang lebih kurang sama dengan apa yang terjadi 11 tahun lalu, <em>ahhh syudahhhlah. </em></p>
<p>Fahri sendiri tak begitu kaget dengan ancaman kalau ia terjerat korupsi, apalagi hanya <em>cuap – cuap </em>Nazaruddin saja.</p>
<p>Tapi, selama ancaman itu hanya untuk Fahri sih tak masalah, asalkan keluarga Fahri tak diancam. Tapi sepertinya sih keluarga Fahri sudah terlatih, apalagi 11 tahun yang lalu sudah pernah mengalami kejadian yang sama, <em>weleeeh weleeeh.</em></p>
<p>Ya walaupun keluarga Fahri sudah pernah mengalami ancaman, tetap saja Fahri tak menyukainya.</p>
<p>Kalau sekarang terjadi lagi ancaman ke keluarga, Fahri akan melunak atau justru naik pitam ya? <em>Weleeeeh weleeeh, </em>(Z19)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/02/Fahri-Hamzah-Wakil-Ketua-DPR-RI-copy-1-1024x676.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Fahri Hamzah, The Next Setnov?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/fahri-hamzah-next-setnov/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R24]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 Feb 2018 05:18:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Fahri Hamzah]]></category>
		<category><![CDATA[KPK]]></category>
		<category><![CDATA[M. Nazaruddin]]></category>
		<category><![CDATA[Polri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=22213</guid>

					<description><![CDATA[Merasa terancam, Fahri Hamzah meminta Polri mengusut KPK yang menurutnya melakukan skandal. Weh, apakah Fahri akan menjadi “Papa” selanjutnya? PinterPolitik.com “Para politisi yang korup, membuat 10 persen politisi lainnya ikut terlihat buruk.” ~ Henry Kissinger [dropcap]P[/dropcap]olemik pernyataan Nazaruddin yang menuding Fahri Hamzah tersangkut korupsi, ternyata membuat Wakil Ketua DPR itu bagai cacing kepanasan. Setelah dicuekin [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Merasa terancam, Fahri Hamzah meminta Polri mengusut KPK yang menurutnya melakukan skandal. <em>Weh</em>, apakah Fahri akan menjadi “Papa” selanjutnya?</strong></p>
<hr />
<p><span style="color: #ccdb00;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p style="text-align: center;"><strong>“Para politisi yang korup, membuat 10 persen politisi lainnya ikut terlihat buruk.” ~ Henry Kissinger</strong></p>
<p>[dropcap]P[/dropcap]olemik pernyataan Nazaruddin yang menuding Fahri Hamzah tersangkut korupsi, ternyata membuat Wakil Ketua DPR itu bagai cacing kepanasan. Setelah dicuekin begitu aja ancamannya oleh Jokowi, Fahri pun mendesak Kepolisian untuk mengusut skandal pemberantasan korupsi yang dilakukan KPK.</p>
<p>Dalam pandangan Indonesian Corruption Watch (ICW), aksi ancam sana-sini Fahri, sambil bawa-bawa Jokowi dan Kepolisian itu mirip tanda-tanda seorang koruptor. Waduh, kok gitu? Lha iya, sebab hanya orang yang memang punya salah aja yang bakal kelimpungan dan cari-cari pertolongan. Hmmm, apakah perkiraan ICW itu benar?</p>
<blockquote class="twitter-tweet" data-lang="en">
<p dir="ltr" lang="in">Sepertinya dia sangat kuatir pak !!!<br />
Tdk habisnya dia kritik KPK sebagai bentuk kegelisahannya yg sangat mendalam ?<a href="https://t.co/O5eMN05O3o">https://t.co/O5eMN05O3o</a></p>
<p>KPK meminta Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah tidak khawatir akan tudingan Muhammad Nazaruddin apabila memang merasa tidak bersalah.</p>
<p>— kiv z#FNI (@triwul82) <a href="https://twitter.com/triwul82/status/965947544038645761?ref_src=twsrc%5Etfw">February 20, 2018</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p>Ternyata yang memandang sikap <em>uring-uringan</em> Fahri sebagai gejala seorang yang mengidap korupsi, juga dinyatakan sendiri oleh KPK. Walau Fahri mengancam akan mengadukan KPK dengan tuduhan skandal pemberantasan korupsi ke Polri, tudingan ini malah ditanggapi dengan <em>haha hihi</em> aja sama Komisioner KPK.</p>
<p>Gimana enggak lucu, lha kalau tuduhan itu kan harus disertai bukti. Sekarang Fahri punya enggak bukti itu. Wuaaah, KPK malah nantangin tuh, berani ga serahin buktinya? Bagi KPK, sikap Fahri ini mengingatkan mereka pada sepak terjang Setya Novanto alias Papa Setnov dulu.</p>
<p>Jadi ketika nama Setnov masuk dalam jaring tersangka KPK, tindakan yang ia lakukan juga sama persis dengan Fahri. Kalau enggak bawa-bawa nama Jokowi, ya pasti ujung-ujungnya ke Polri. Ceritanya Fahri ini mau jadi <em>the next </em>Papa ya? Haduuuh, mentang-mentang sohib, strategi berkelit juga sama begitu.</p>
<blockquote class="twitter-tweet" data-lang="en">
<p dir="ltr" lang="in">Seharusnya Nazar bebas Tahun 2025. Tapi Dengan kasus sebanyak ini seharusnya Nazar dihukum seumur hidup. Bahkan hukuman mati. Kok malah diajak sekongkol dan mau dibebaskan. Semua ini main gila dan sandiwara hukum. Persekongkolan jahat. <a href="https://twitter.com/hashtag/SadarlahBangsaku?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw">#SadarlahBangsaku</a>!!! <a href="https://t.co/gxxokY9RGF">pic.twitter.com/gxxokY9RGF</a></p>
<p>— #MerdekaBro! (@Fahrihamzah) <a href="https://twitter.com/Fahrihamzah/status/965890576099917825?ref_src=twsrc%5Etfw">February 20, 2018</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p><em>Weew</em>, hati-hati lho, jangan sampai ikutan main drama tiba-tiba menghilang dan mendadak tabrakan. Apalagi pake skenario <em>booking</em> rumah sakit segala, <em>haduuuh</em> udah kebacalah. Strategi dengan mengunggah “pohon korupsi” Nazaruddin di <em>twitter</em> juga kayaknya enggak akan membantu.</p>
<p>Soalnya menurut KPK, semua tudingan Nazaruddin itu kan enggak bakal serta merta diikuti tanpa adanya bukti-bukti. Nah, kalau memang Fahri enggak bisa di “Setnov-kan”  ya sebaiknya tenang-tenang aja. Enggak usah jumpalitan sendirian. Sebaliknya, kalau Fahri punya bukti Nazar dan KPK punya skandal, ya buktikan! <em>Hayoloh</em> Fahri, mau jadi Papa selanjutnya atau lebih baik jujur aja? (R24)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/02/Fahri-Hamzah-1.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Jokowi, &#8216;Tumbal&#8217; Korupsi Fahri?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/jokowi-tumbal-korupsi-fahri/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Z19]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 Feb 2018 04:40:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Fahri Hamzah]]></category>
		<category><![CDATA[Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[M. Nazaruddin]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=22203</guid>

					<description><![CDATA[“Musuh yang paling berbahaya di atas dunia ini adalah penakut dan bimbang.” ~ Andrew Jackson PinterPolitik.com [dropcap]M[/dropcap]ulut ‘maut’ mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin membidik Fahri Hamzah yang katanya terlibat dalam kasus korupsi. Kicauannya ini bukan kali pertama, nama – nama besar yang lain pun sempat diungkap Nazaruddin. Alhasil, tak sedikit yang sudah menjadi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong><em>“Musuh yang paling berbahaya di atas dunia ini adalah penakut dan bimbang.” ~ Andrew Jackson</em></strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #ccdb00;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]M[/dropcap]ulut ‘maut’ mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin membidik Fahri Hamzah yang katanya terlibat dalam kasus korupsi.</p>
<p>Kicauannya ini bukan kali pertama, nama – nama besar yang lain pun sempat diungkap Nazaruddin. Alhasil, tak sedikit yang sudah menjadi tahanan KPK, <em>weleeeh weleeeh.</em></p>
<p>Apakah Nazaruddin benar – benar mengungkapkan nama yang terlibat dengan kasus korupsi atau hanya untuk menyerang lawan politik saja? Entahlah, <em>weleeeh weleeh. </em>Mulut Nazaruddin sangat membahayakan sekali ya, tapi membahayakannya itu bagi para politikus korup.</p>
<p>Hanya tinggal menunggu waktu saja, siapa korban mulut maut Nazaruddin selanjutnya?</p>
<p>Saat menyerang Fahri Hamzah, Nazaruddin seolah menepis persepsi publik tentang Fahri yang cenderung berlagak seperti seorang politikus yang anti korupsi. Mengejutkan!</p>
<p>Tapi tak jarang juga Nazaruddin mendapat serangan balasan atau bahkan ancaman akibat mulut mautnya, salah satunya balasan dari Fahri Hamzah yang membongkar keterlibatan Nazaruddin dalam berbagai kasus korupsi.</p>
<p>Bahkan, Fahri pun mengancam melaporkan Nazaruddin kepada Presiden Jokowi. Fahri menginginkan Presiden Jokowi untuk menghentikan mulut maut Nazaruddin.</p>
<p><em>Weedeewww, </em>bagi Nazaruddin seperti tak ada khawatir sama sekali, biasa – biasa saja kali ya, <em>weleeeh weleeeh. </em>Hanya diadukan ke Presiden begitu, memangnya Presiden bisa melakukan apa untuk menghentikan mulut maut Nazaruddin? <em>Hadeuuuhh</em>, lebih baik Presiden Jokowi tak perlu ikut campur deh.</p>
<p>Melihat reaksi Nazaruddin yang biasa – biasa saja, Fahri akhirnya menyerang kembali namun sepertinya jadi salah sasaran deh. <em>Kok </em>kali ini serangannya malah jadi ke Presiden Jokowi, <em>weleeeh weleeh.</em></p>
<p>Fahri mengatakan Presiden Jokowi harus dengan segera menghentikan mulut maut Nazaruddin karena nantinya akan berdampak luas, bahkan Fahri berseloroh bisa saja Jokowi nanti menjadi sasaran tembak Nazaruddin.</p>
<p><em>Widiiiwww</em>, ngeri dong, tapi masa sih Nazaruddin serba tahu semua kasus korupsi, kan ga mungkin. Kalaupun Nazaruddin mengungkapkan nama, jelas sekali nama itu pasti memiliki kaitan dengan kasus korupsi Nazaruddin juga.</p>
<p><em>Weleeeh weleeeh</em>, Fahri <em>kok </em>terkesan malah menakut &#8211; nakuti Jokowi sih? Lebih parahnya lagi kenapa Fahri mau jadikan Jokowi &#8216;tumbal&#8217; dugaan kasus korupsinya? <em>weleeeh weleeeh.</em> (Z19)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/02/Jokowi-1024x676.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Fahri &#8216;Ditangkap&#8217; KPK?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/fahri-ditangkap-kpk/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Z19]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 20 Feb 2018 06:14:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[DPR RI]]></category>
		<category><![CDATA[Fahri Hamzah]]></category>
		<category><![CDATA[Kasus Korupsi]]></category>
		<category><![CDATA[M. Nazaruddin]]></category>
		<category><![CDATA[Sidang Tindak Pidana Korupsi]]></category>
		<category><![CDATA[Tindak Pidana Korupsi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=22100</guid>

					<description><![CDATA[“Korupsi itu seperti bola salju, setelah ditetapkan akan terus bergulir terus, membesar dan membesar.” ~ Charles Caleb Colton. PinterPolitik.com [dropcap]M[/dropcap]engawali semaraknya tahun 2018 ternyata tak bernilai baik bagi pemberantasan korupsi. Banyaknya para penyelenggara negara yang terciduk KPK merupakan sebuah pertanda bahwa perlawanan terhadap korupsi belum selesai. Terlebih saat memasuki tahun politik, potret tontonan yang terlihat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong><em>“Korupsi itu seperti bola salju, setelah ditetapkan akan terus bergulir terus, membesar dan membesar.” ~ Charles Caleb Colton.</em></strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #ccdb00;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]M[/dropcap]engawali semaraknya tahun 2018 ternyata tak bernilai baik bagi pemberantasan korupsi. Banyaknya para penyelenggara negara yang terciduk KPK merupakan sebuah pertanda bahwa perlawanan terhadap korupsi belum selesai.</p>
<p>Terlebih saat memasuki tahun politik, potret tontonan yang terlihat ialah Operasi Tangkap Tangan (OTT) ataupun penetapan tersangka pada pejabat oleh KPK.</p>
<p><em>Weleeeh weleeeh,</em> koruptor ga akan pernah habis kali ya persediaannya, KPK penuh lah kalau para pejabatnya korup semuanya, <em>hadeuuuuhhhh.</em></p>
<p>Seharusnya yang disajikan ke masyarakat ialah prestasi dan harapan nyata ke depan, bukan malah perilaku korup. Itu sih namanya aib dan sangat memalukan, <em>weleeeh weleeeh.</em></p>
<p>Tentunya kalau kasus korupsi biasanya tak mungkin dilakukan hanya oleh satu orang saja kan, nah pasti ada kompromi – kompromi diantara satu dan yang lainnya.</p>
<p>Tapi kalau yang ditangkap KPK hanya satu orang, otomatis biasanya akan ada ‘nyanyian’ untuk menyeret pihak – pihak yang terlibat lainnya. Kena satu, kena semua, <em>hmmm </em>emang enak? <em>weleeeh weleeeh.</em></p>
<p>Nikmati uang korupsi bareng – bareng, dipenjara juga harus bareng lah. Namanya juga solidaritas, solid maling duit rakyat, seharusnya solid juga untuk dipenjara <em>ahhhh syudaaahlah.</em></p>
<blockquote class="twitter-tweet" data-lang="en">
<p dir="ltr" lang="in">Nazar depresi &#8230;<br />
Mendekati asimilasi..<br />
Tapi ku hentikan&#8230;<br />
PerSekongkolan mereka aku bongkar&#8230;<br />
Mau serang balik pakai jurus mabok aku lawan pakai jurus tapak suci&#8230; <a href="https://t.co/938Prwr5Dv">https://t.co/938Prwr5Dv</a></p>
<p>— #MerdekaBro! (@Fahrihamzah) <a href="https://twitter.com/Fahrihamzah/status/965626902206562304?ref_src=twsrc%5Etfw">February 19, 2018</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p>Tapi tak sedikit juga sih, politikus yang mengatakan secara lantang bahwa ia adalah tokoh antikorupsi. Tapi lama – kelamaan saat kasus korupsinya terkuak, biasanya politikus itu hanya bisa bungkam.</p>
<p><em>Hmmm</em>, kalau ketauan korup gitu <em>kok</em> politikus itu ga segarang biasanya sih, ciut ya <em>weleeeeh weleeeeh. </em>Politikus model begitu kocak sih, <em>hadeeeuuhhh</em>, tahu malu ga ya? Fahri Hamzah begitu ga ya?</p>
<p>Sepertinya Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah yang selalu jadi kritikus langganan KPK ini memiliki nilai kekritisan yang pedas dan tajam. Tapi <em>kok </em>Fahri malah disebut Nazarudin menerima duit korupsi sih?</p>
<p>Bener ga ya? <em>Waduh</em>, <em>berabe</em> nih urusannya.</p>
<p>Nah loh, <em>kok </em>nama Fahri disebut Nazaruddin? <em>ahhh syudahlah.</em> Kalau Nazaruddin nyerang Fahri, secara otomatis serangan balasan akan ada.</p>
<p>Tapi kalau Fahri diusut KPK dan ternyata terbukti melakukan tindak pidana korupsi, tamatlah sudah riwayatnya. Arti lainnya Fahri segera ditangkap KPK dong? <em>W</em><em>eleeeeh weleeeeh. </em> DPR masih bisa kebal ga ya? (Z19)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/02/Fahri-Hamzah-Wakil-Ketua-DPR-RI-copy-1024x676.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Nyanyian Maut Nazaruddin</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/nyanyian-maut-nazaruddin/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R24]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 23 Nov 2017 07:45:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[KPK]]></category>
		<category><![CDATA[M. Nazaruddin]]></category>
		<category><![CDATA[Setya Novanto]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=16810</guid>

					<description><![CDATA[Tertangkapnya Setya Novanto, tak lepas dari jasa Muhammad Nazaruddin, terdakwa kasus Wisma Hambalang. Benarkah KPK hanya mengandalkan nyanyian politikus Partai Demokrat ini? PinterPolitik.com [dropcap]T[/dropcap]ercyduknya Papa Setya Novanto (Setnov) oleh KPK, ternyata membuat sahabat karib Papa, Pak Fahri, merasa berduka. Sebagai juru bicara informal Papa, Pak Fahri menuding KPK asal main tangkap saja. Terutama karena KPK [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>Tertangkapnya Setya Novanto, tak lepas dari jasa Muhammad Nazaruddin, terdakwa kasus Wisma Hambalang. Benarkah KPK hanya mengandalkan nyanyian politikus Partai Demokrat ini?</strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #ccdb00;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]T[/dropcap]ercyduknya Papa Setya Novanto (Setnov) oleh KPK, ternyata membuat sahabat karib Papa, Pak Fahri, merasa berduka. Sebagai juru bicara informal Papa, Pak Fahri menuding KPK asal main tangkap saja. Terutama karena KPK dianggap terlalu percaya oleh “nyanyian maut” Muhammad Nazaruddin, bekas Bendahara DPP Demokrat.</p>
<p>Setelah geger kasus korupsi dalam proyek Wisma Hambalang, Nazaruddin memang jadi terkenal karena kerap “bernyanyi” mengenai berbagai kasus yang melibatkan para petinggi negeri. Salah satunya, ya kasus korupsi di proyek e-KTP ini. Belakangan, nyanyian mautnya tersebut bahkan kembali viral di media sosial.</p>
<blockquote class="twitter-tweet" data-lang="en">
<p dir="ltr" lang="en">kilas balik: nazar was right, as always <a href="https://t.co/rAzV6MwfKJ">https://t.co/rAzV6MwfKJ</a></p>
<p>— jjm (@JeffreyJMassie) <a href="https://twitter.com/JeffreyJMassie/status/932417676969836544?ref_src=twsrc%5Etfw">November 20, 2017</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script><br />
<em>“Setya Novanto ini, saya yakin, (penegak hukum) tidak akan berani. Tidak akan berani. Orang ini Sinterklas, kebal hukum. Tidak akan berani walaupun saya bilang, sudah jelas buktinya.”</em></p>
<p><em>“Saya cerita soal e-KTP. E-KTP itu dari sebelum proyek ditender, sudah dimarkup senilai Rp 2,5 triliun. Sudah dibuat, keuntungannya segini untuk dibagikan ke DPR, Mendagri, hingga pengusaha bagian posisi Novanto.”</em></p>
<p><em>“Spec (Spesifikasi)-nya diatur sedemikian rupa. Dalam perjalanannya, yang dilaksanakan di bawah spec. Komisi Persaingan Usaha sudah ada keputusan pengadilan bahwa terjadi proses kolusi dan rekayasa dalam proses tender.”</em></p>
<p>Entah bisa dipercaya atau tidak, namun nyanyian dengan syair yang menuding sejumlah pejabat negara ini memang sempat membuat geger warga Indonesia. Sudah sebegitu masifkah budaya korupsi kita? Tak adakah seseorang yang pernah mengingatkan mereka kalau uang itu bukan haknya?</p>
<blockquote class="twitter-tweet" data-lang="en">
<p dir="ltr" lang="in">Nazarudin tertawa&#8230;mendengar Setya Novanto ditahan <a href="https://twitter.com/KPK_RI?ref_src=twsrc%5Etfw">@KPK_RI</a> kebenaran akan menemukan jalannya&#8230;siapa yg bersandiwara akan menuai karma <a href="https://t.co/jQcmSHRbqK">pic.twitter.com/jQcmSHRbqK</a></p>
<p>— BiLL RaY (@BiLLRaY_san) <a href="https://twitter.com/BiLLRaY_san/status/932567486486126592?ref_src=twsrc%5Etfw">November 20, 2017</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p>Tapi kalau dipikir-pikir, bila benar Papa seperti Sinterklas yang kebal hukum, mengapa sekarang bisa sampai ditahan KPK ya? Apakah KPK lebih hebat dari Sinterklas? Atau jangan-jangan KPK adalah Piet Si Hitam yang menghukum Sinterklas karena <em>ngembat </em>jatah milik anak negeri?</p>
<p>Mungkin saja, Papa adalah Sinterklas yang kena gegar otak sehingga konsep berbaginya terbalik. Bukannya memberi hadiah dan berkah pada orang miskin, eh malah bagi-bagi uang rakyat pada para pejabat negeri.</p>
<p>Sungguh potret dunia yang terbalik, wahai Papa! Tak kasihankah pada mereka yang bertahun-tahun nggak punya e-KTP dan hanya dapat lembaran blangkonya saja?</p>
<p>Nyanyian maut Nazaruddin, bila memang benar, maka akan menjadi kunci bagi Krampus – si pemberi hukuman bagi anak nakal, untuk memainkan perannya. Semoga saja penegak hukum kita, bisa menjadi Krampus yang berhati dan pikiran mulia. Sehingga Sinterklas-Sinterklas gegar otak seperti Papa, bisa dicyduk Piet Hitam semuanya. (R24)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/11/Nazaruddin.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
