<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>Lukman Hakim &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/lukman-hakim/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Mon, 21 May 2018 08:32:02 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>Lukman Hakim &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Muhaimin ‘Adu Domba’ Mubaligh</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/muhaimin-adu-domba-mubaligh/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[K16]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 21 May 2018 08:32:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[200 Mubaligh]]></category>
		<category><![CDATA[Cak Imin]]></category>
		<category><![CDATA[Kemenag]]></category>
		<category><![CDATA[Lukman Hakim]]></category>
		<category><![CDATA[Muhaimin Iskandar]]></category>
		<category><![CDATA[PKB]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=29258</guid>

					<description><![CDATA[&#8220;Seharusnya Kemenag membuat diskusi publik dengan para mubaligh. Kalau perlu, siapa yang melenceng dengan NKRI kita panggil, kita debat, kita lihat siapa yang menang, itu baru fair,&#8221; ~ Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar. PinterPolitik.com [dropcap]N[/dropcap]iat Kementerian Agama untuk mengeluarkan rilis daftar 200 nama mubaligh (pendakwah) sebagai referensi penceramah di bulan Ramadan sepertinya tidak bersambut gayung. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong><em>&#8220;Seharusnya Kemenag membuat diskusi publik dengan para mubaligh. Kalau perlu, siapa yang melenceng dengan NKRI kita panggil, kita debat, kita lihat siapa yang menang, itu baru fair,&#8221; ~ </em>Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar.</strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #ccdb00"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]N[/dropcap]iat Kementerian Agama untuk mengeluarkan rilis daftar 200 nama <em>mubaligh</em> (pendakwah) sebagai referensi penceramah di bulan Ramadan sepertinya tidak bersambut gayung. Daftar <em>mubaligh</em> ini malahan kini menjadi polemik di masyarakat, karena Kemenag dianggap sebagai tukang adu domba dan mengkotak-kotakan para <em>mubaligh.</em> Kayak <em>gaje</em> gitu deh ide Kemenag ini!</p>
<p><em>Gegara</em> ide Kemenag tersebut, masyarakat dibuat bingung, apa pasalnya harus dibuat daftar tersebut coba? Mungkin sih maksudnya untuk membatasi gerak para <em>mubaligh</em> yang punya niatan menyebarkan paham radikal saat bulan Ramadan ini. Kan serem tuh kalau sampe kejadian. Bisa <em>amsyong</em> Indonesia nantinya.</p>
<p>Tapi konsekuensi logis dari munculnya daftar 200 nama <em>mubaligh </em>oleh Kemenag ini, mau gak mau akan melahirkan polarisasi <em>mubaligh</em>, antara penceramah yang baik dan penceramah yang dianggap buruk. Kalau cuma 200 <em>mubaligh </em>doang yang baik, artinya sisanya jelek semua dung ya. A<em>ing meneketehe</em> ah.</p>
<p>Kok rasanya apa yang dilakukan Menteri Agama, Lukman Hakim, mirip ya sama yang dilakukan mantan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB), Yuddy Chrisnandi, saat ia membuat polemik dengan mengeluarkan rapor akuntabilitas kementerian pada publik. Sumpah, <em>unfaedah</em> banget.</p>
<p>Kalau Kemenag cuma mau <em>begayaan</em>, orang lain mah juga bisa. Tuh liat aja Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar yang sesumbar bisa mengeluarkan 600 nama <em>mubaligh</em> yang <em>recommended.</em> Kalau cuma publish nama <em>mubaligh,</em> dia juga bisa lah ya<em>. </em>Ya udah gih jadi Menteri Agama aja!</p>
<p><em>Membingungkan juga</em> sih Muhaimin ini. Kalau dukung, ya bilang dukung. Kalau gak, ya gak perlu ngeledek. Apalagi segala sombong bilang bisa menyaingi dengan jumlah daftar nama yang lebih banyak. Ingin menarik hati umat muslim ya yang keberatan atas sedikitnya jumlah nama <em>mubaligh</em> yang dikeluarkan Kemenag? <em>Wedew</em>.</p>
<p>Jadi ceritanya Cak Imin sok main alim-aliman nih di depan masyarakat? Tuh dengerin apa kata filsuf Voltaire(1694-1778): “<em>All men are born with a nose and five fingers, but no one is born with a knowledge of God</em>.” (K16)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/05/Muhaimin-Iskandar-1.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
