<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>Luffy &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/luffy/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Fri, 05 Dec 2025 10:21:03 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>Luffy &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>‘Luffy-nisasi’ Menkeu Purbaya?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/in-depth/luffy-nisasi-menkeu-purbaya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[A43]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 06 Dec 2025 05:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Nalar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Luffy]]></category>
		<category><![CDATA[Menkeu]]></category>
		<category><![CDATA[Menteri Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[Monkey D. Luffy]]></category>
		<category><![CDATA[One Piece]]></category>
		<category><![CDATA[Purbaya]]></category>
		<category><![CDATA[Purbaya Yudhi Sadewa]]></category>
		<category><![CDATA[shonen]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=165965</guid>

					<description><![CDATA[Ekonomi Indonesia dibayangi narasi ketakutan. Namun, Purbaya hadir dengan optimisme ala Luffy. Mampukah semangat ini ubah nasib bangsa?
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Dengarkan artikel ini:</p>



<figure class="wp-block-audio"><audio controls src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/12/luffy-nisasi-menkeu-purbaya.mp3"></audio><figcaption class="wp-element-caption">Audio ini dibuat menggunakan AI.</figcaption></figure>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-dots"/>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Ekonomi Indonesia dibayangi narasi ketakutan. Namun, Menkeu Purbaya hadir dengan optimisme ala Luffy. Mampukah semangat ini mengubah nasib bangsa?</strong></p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide"/>



<p class="wp-block-paragraph"><a href="http://pinterpolitik.com" rel="nofollow"><strong>PinterPolitik.com</strong></a></p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p class="wp-block-paragraph">“できるかできないかじゃない。 なりたいからなるんだ。 海賊王になるって決めたんだから、 そのために死ぬならそれでいい。” – Monkey D. Luffy, “Episode 1: I&#8217;m Luffy! The Man Who&#8217;s Gonna Be King of Pirates!” dalam <em>One Piece </em>(1999-sekarang)</p>
</blockquote>



<p class="dropcapp2 wp-block-paragraph">Dalam saga epik <em>One Piece</em>, ada sebuah pola narasi yang selalu berulang dan menjadi ciri khas petualangan Monkey D. Luffy. Setiap kali kapal Thousand Sunny merapat ke sebuah pulau baru, pulau tersebut hampir selalu sedang dalam keadaan &#8220;sakit&#8221;.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lihat saja Alabasta yang kering kerontang dan dilanda perang saudara akibat manipulasi Crocodile. Atau tengoklah Dressrosa, negeri yang tampak ceria di luar namun menyimpan rahasia kelam perbudakan di bawah tanah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Puncaknya adalah Negeri Wano, sebuah wilayah isolasionis yang rakyatnya dipaksa hidup dalam kelaparan dan ketakutan selama 20 tahun. Di pulau-pulau ini, atmosfer yang terbangun adalah keputusasaan, stagnasi, dan hilangnya kemampuan untuk bermimpi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Para penduduknya hidup dalam mode bertahan, terlalu takut untuk berharap karena harapan seringkali berujung pada kekecewaan. Penguasa lokal atau keadaan memaksa mereka percaya bahwa perubahan adalah hal yang mustahil.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lalu, datanglah Luffy, seorang kapten bajak laut yang tidak paham politik tapi memiliki energi optimisme yang meledak-ledak. Luffy tidak datang dengan rencana strategis yang rumit atau kalkulasi untung-rugi yang jelimet.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia datang dengan tawa lebar, tindakan nekat, dan proklamasi lantang bahwa ia akan menjadi Raja Bajak Laut. Kehadirannya seperti badai yang memporak-porandakan tatanan lama yang kaku dan menyiksa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di mana Luffy berpijak, tembok ketakutan runtuh dan keberanian penduduk lokal bangkit kembali. Ia adalah katalis yang mengubah mentalitas &#8220;pasrah pada nasib&#8221; menjadi semangat perlawanan untuk meraih kebebasan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kini, mari kita tarik benang merah dari fiksi bajak laut ini ke realitas ekonomi Indonesia di tahun 2025. Harus diakui, atmosfer ekonomi kita belakangan ini terasa seperti versi halus dari &#8220;Negeri Wano&#8221;.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selama bertahun-tahun, narasi yang mendominasi ruang publik adalah narasi kehati-hatian yang berlebihan. Kita terus-menerus disuguhi berita tentang ancaman resesi global, perang dagang, dan kerentanan fiskal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Para teknokrat dan pengamat ekonomi seolah berlomba-lomba menjadi pembawa kabar buruk demi alasan &#8220;prudence&#8221; atau kehati-hatian. Akibatnya, pelaku pasar dan masyarakat terkunci dalam mentalitas ketakutan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pengusaha menunda ekspansi karena takut rugi, dan kelas menengah menahan belanja karena takut krisis. Ekonomi bergerak lambat, terjebak dalam siklus stagnasi yang seolah tak berujung.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di tengah mendung tebal itulah, sosok Purbaya Yudhi Sadewa muncul di panggung utama sebagai Menteri Keuangan. Gayanya sangat kontras dengan pendahulunya yang identik dengan wajah serius dan nada bicara yang penuh peringatan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Purbaya datang bukan dengan wajah muram seorang akuntan yang pusing menghitung uang receh. Ia datang dengan senyum lebar dan target pertumbuhan ekonomi 8 persen yang terdengar ambisius, bahkan bagi sebagian orang, tidak masuk akal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagi kaum teknokrat lama yang terbiasa dengan target konservatif, ucapan Purbaya terdengar naif dan berbahaya. Bagaimana mungkin kita bicara ekspansi besar-besaran saat dunia sedang tiarap dan penuh ketidakpastian?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, justru di situlah letak fenomena &#8220;Luffy-nisasi&#8221; yang sedang dimainkan oleh sang menteri. Purbaya seolah berkata, &#8220;Persetan dengan ketakutan global, kita punya jalan kita sendiri untuk maju!&#8221;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia mencoba membebaskan mentalitas pasar Indonesia dari penjara pesimisme yang dibangun oleh trauma krisis masa lalu. Ia ingin mengubah pola pikir kolektif dari &#8220;kita akan bangkrut&#8221; menjadi &#8220;kita akan terbang tinggi&#8221;.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kedatangannya membawa angin perubahan yang dirasakan nyata, mulai dari lantai bursa hingga obrolan di warung kopi. Seperti penduduk Wano yang mendengar tabuhan genderang kebebasan, pasar mulai bereaksi terhadap sinyal positif ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ada desas-desus tentang peluang baru, proyek strategis, dan arus uang yang akan mengalir lebih deras. Purbaya, secara sadar atau tidak, sedang memposisikan dirinya sebagai sosok pembebas dari kejumudan narasi ekonomi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia ingin meruntuhkan tembok birokrasi yang kaku dan menggantinya dengan kebijakan yang lebih elastis dan berani. Namun, apakah &#8220;sihir&#8221; perubahan ini bisa dijelaskan secara rasional, atau hanya sekadar euforia sesaat?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tentu saja fenomena ini memiliki landasan ilmiah yang kuat jika kita membedahnya dengan pisau analisis psikologi. Apa yang dilakukan Purbaya adalah sebuah intervensi perilaku yang terukur untuk mengubah nasib ekonomi bangsa.</p>


<blockquote class="instagram-media" data-instgrm-permalink="https://www.instagram.com/reel/DRvQ9U1jGbw/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" data-instgrm-version="14" style=" background:#FFF; border:0; border-radius:3px; box-shadow:0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width:540px; min-width:326px; padding:0; width:99.375%; width:-webkit-calc(100% - 2px); width:calc(100% - 2px);"><div style="padding:16px;"> <a href="https://www.instagram.com/reel/DRvQ9U1jGbw/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" background:#FFFFFF; line-height:0; padding:0 0; text-align:center; text-decoration:none; width:100%;" target="_blank" rel="nofollow"> <div style=" display: flex; flex-direction: row; align-items: center;"> <div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 40px; margin-right: 14px; width: 40px;"></div> <div style="display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center;"> <div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 100px;"></div> <div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 60px;"></div></div></div><div style="padding: 19% 0;"></div> <div style="display:block; height:50px; margin:0 auto 12px; width:50px;"><svg width="50px" height="50px" viewBox="0 0 60 60" version="1.1" xmlns="https://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="https://www.w3.org/1999/xlink"><g stroke="none" stroke-width="1" fill="none" fill-rule="evenodd"><g transform="translate(-511.000000, -20.000000)" fill="#000000"><g><path d="M556.869,30.41 C554.814,30.41 553.148,32.076 553.148,34.131 C553.148,36.186 554.814,37.852 556.869,37.852 C558.924,37.852 560.59,36.186 560.59,34.131 C560.59,32.076 558.924,30.41 556.869,30.41 M541,60.657 C535.114,60.657 530.342,55.887 530.342,50 C530.342,44.114 535.114,39.342 541,39.342 C546.887,39.342 551.658,44.114 551.658,50 C551.658,55.887 546.887,60.657 541,60.657 M541,33.886 C532.1,33.886 524.886,41.1 524.886,50 C524.886,58.899 532.1,66.113 541,66.113 C549.9,66.113 557.115,58.899 557.115,50 C557.115,41.1 549.9,33.886 541,33.886 M565.378,62.101 C565.244,65.022 564.756,66.606 564.346,67.663 C563.803,69.06 563.154,70.057 562.106,71.106 C561.058,72.155 560.06,72.803 558.662,73.347 C557.607,73.757 556.021,74.244 553.102,74.378 C549.944,74.521 548.997,74.552 541,74.552 C533.003,74.552 532.056,74.521 528.898,74.378 C525.979,74.244 524.393,73.757 523.338,73.347 C521.94,72.803 520.942,72.155 519.894,71.106 C518.846,70.057 518.197,69.06 517.654,67.663 C517.244,66.606 516.755,65.022 516.623,62.101 C516.479,58.943 516.448,57.996 516.448,50 C516.448,42.003 516.479,41.056 516.623,37.899 C516.755,34.978 517.244,33.391 517.654,32.338 C518.197,30.938 518.846,29.942 519.894,28.894 C520.942,27.846 521.94,27.196 523.338,26.654 C524.393,26.244 525.979,25.756 528.898,25.623 C532.057,25.479 533.004,25.448 541,25.448 C548.997,25.448 549.943,25.479 553.102,25.623 C556.021,25.756 557.607,26.244 558.662,26.654 C560.06,27.196 561.058,27.846 562.106,28.894 C563.154,29.942 563.803,30.938 564.346,32.338 C564.756,33.391 565.244,34.978 565.378,37.899 C565.522,41.056 565.552,42.003 565.552,50 C565.552,57.996 565.522,58.943 565.378,62.101 M570.82,37.631 C570.674,34.438 570.167,32.258 569.425,30.349 C568.659,28.377 567.633,26.702 565.965,25.035 C564.297,23.368 562.623,22.342 560.652,21.575 C558.743,20.834 556.562,20.326 553.369,20.18 C550.169,20.033 549.148,20 541,20 C532.853,20 531.831,20.033 528.631,20.18 C525.438,20.326 523.257,20.834 521.349,21.575 C519.376,22.342 517.703,23.368 516.035,25.035 C514.368,26.702 513.342,28.377 512.574,30.349 C511.834,32.258 511.326,34.438 511.181,37.631 C511.035,40.831 511,41.851 511,50 C511,58.147 511.035,59.17 511.181,62.369 C511.326,65.562 511.834,67.743 512.574,69.651 C513.342,71.625 514.368,73.296 516.035,74.965 C517.703,76.634 519.376,77.658 521.349,78.425 C523.257,79.167 525.438,79.673 528.631,79.82 C531.831,79.965 532.853,80.001 541,80.001 C549.148,80.001 550.169,79.965 553.369,79.82 C556.562,79.673 558.743,79.167 560.652,78.425 C562.623,77.658 564.297,76.634 565.965,74.965 C567.633,73.296 568.659,71.625 569.425,69.651 C570.167,67.743 570.674,65.562 570.82,62.369 C570.966,59.17 571,58.147 571,50 C571,41.851 570.966,40.831 570.82,37.631"></path></g></g></g></svg></div><div style="padding-top: 8px;"> <div style=" color:#3897f0; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:550; line-height:18px;">View this post on Instagram</div></div><div style="padding: 12.5% 0;"></div> <div style="display: flex; flex-direction: row; margin-bottom: 14px; align-items: center;"><div> <div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(0px) translateY(7px);"></div> <div style="background-color: #F4F4F4; height: 12.5px; transform: rotate(-45deg) translateX(3px) translateY(1px); width: 12.5px; flex-grow: 0; margin-right: 14px; margin-left: 2px;"></div> <div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(9px) translateY(-18px);"></div></div><div style="margin-left: 8px;"> <div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 20px; width: 20px;"></div> <div style=" width: 0; height: 0; border-top: 2px solid transparent; border-left: 6px solid #f4f4f4; border-bottom: 2px solid transparent; transform: translateX(16px) translateY(-4px) rotate(30deg)"></div></div><div style="margin-left: auto;"> <div style=" width: 0px; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-right: 8px solid transparent; transform: translateY(16px);"></div> <div style=" background-color: #F4F4F4; flex-grow: 0; height: 12px; width: 16px; transform: translateY(-4px);"></div> <div style=" width: 0; height: 0; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-left: 8px solid transparent; transform: translateY(-4px) translateX(8px);"></div></div></div> <div style="display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center; margin-bottom: 24px;"> <div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 224px;"></div> <div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 144px;"></div></div></a><p style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px; margin-bottom:0; margin-top:8px; overflow:hidden; padding:8px 0 7px; text-align:center; text-overflow:ellipsis; white-space:nowrap;"><a href="https://www.instagram.com/reel/DRvQ9U1jGbw/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px; text-decoration:none;" target="_blank" rel="nofollow">A post shared by PinterPolitik.com (@pinterpolitik)</a></p></div></blockquote>
<script async src="//www.instagram.com/embed.js"></script>


<h2 class="wp-block-heading"><strong>Teori Optimisme dan Mekanisme Koping Negara</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk memahami apa yang sedang terjadi di dalam kepala Purbaya, kita perlu merujuk pada literatur psikologi tentang optimisme. Secara spesifik, kita bisa menggunakan kerangka teori <em>Dispositional Optimism</em> yang dirumuskan oleh Charles Carver dan Michael Scheier.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam pandangan mereka, optimisme bukanlah sekadar perasaan senang yang dangkal atau &#8220;happy-go-lucky&#8221;. Optimisme adalah sebuah sifat kepribadian yang stabil (<em>stable personality trait</em>), sebuah keyakinan mendasar bahwa hal baik akan terjadi di masa depan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Poin kuncinya ada pada bagaimana seorang optimis merespons kesulitan atau <em>adversity</em>. Carver dan Scheier menemukan bahwa seorang optimis cenderung menggunakan strategi yang disebut <em>problem-focused coping</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Artinya, saat menghadapi masalah, mereka tidak lari, menyangkal, atau bersembunyi di balik alasan (<em>avoidance</em>). Mereka langsung menabrak masalah tersebut dengan keyakinan penuh bahwa usaha mereka akan membuahkan hasil.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lihatlah paralelnya dengan karakter Luffy; saat kalah dari musuh kuat, ia tidak pernah menyerah atau kabur. Ia akan mencari cara baru, jurus baru, atau strategi baru untuk menang, karena ia yakin tujuannya bisa tercapai.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Purbaya pun demikian; saat dihadapkan pada defisit anggaran atau target pajak yang tinggi, ia tidak memilih jalan pintas pemangkasan (<em>austerity</em>). Ia memilih <em>problem-focused coping</em> dengan mencari sumber pendapatan baru yang kreatif dan intensifikasi investasi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, analisis ini akan semakin tajam jika kita menggunakan teori <em>Explanatory Style</em> dari Martin Seligman. Seligman, bapak psikologi positif, menjelaskan bahwa kunci optimisme terletak pada bagaimana seseorang menjelaskan penyebab sebuah peristiwa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ada perbedaan mendasar antara &#8220;Gaya Penjelasan Pesimis&#8221; dan &#8220;Gaya Penjelasan Optimis&#8221;. Seorang pesimis cenderung melihat kejadian buruk (seperti krisis ekonomi) sebagai sesuatu yang <em>Internal</em>, <em>Stable</em>, dan <em>Global</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mereka akan berkata: &#8220;Krisis ini salah kita (internal), akan berlangsung selamanya (stable), dan menghancurkan semua sektor (global).&#8221; Narasi seperti inilah yang sering kita dengar dari pengamat yang terlalu hati-hati, yang akhirnya menciptakan kelumpuhan massal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebaliknya, Purbaya menerapkan <em>Optimistic Explanatory Style</em> yang sangat adaptif dalam komunikasi publiknya. Ia membingkai masalah ekonomi sebagai sesuatu yang <em>External</em>, <em>Unstable</em>, dan <em>Specific</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengar saja bagaimana ia merespons pelemahan nilai tukar atau inflasi dalam konferensi pers. Ia akan mengatakan, &#8220;Ini adalah dampak geopolitik luar negeri (external), ini hanya gejolak sementara (unstable).&#8221;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia juga akan menekankan, &#8220;Fundamental sektor riil kita masih kuat dan tidak terpengaruh (specific).&#8221; Ini adalah teknik <em>reframing</em> (pembingkaian ulang) yang sangat canggih untuk menjaga mentalitas pasar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan menolak melihat krisis sebagai takdir yang permanen, Purbaya mencegah masyarakat jatuh ke dalam <em>Learned Helplessness</em>. <em>Learned Helplessness</em> adalah kondisi ketidakberdayaan yang dipelajari karena seseorang merasa tidak punya kontrol atas situasi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Luffy selalu menolak untuk tidak berdaya; baginya, tidak ada musuh yang tidak bisa dikalahkan. Purbaya ingin menularkan keyakinan serupa: tidak ada target pertumbuhan yang tidak bisa dicapai.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Secara psikologis, pendekatan ini berfungsi sebagai sumber daya kognitif (<em>cognitive resource</em>) yang kuat. Riset menunjukkan bahwa optimisme berkorelasi langsung dengan ketahanan (<em>resilience</em>) dan kesehatan fisik yang lebih baik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam konteks negara, &#8220;kesehatan fisik&#8221; itu adalah aliran investasi dan daya beli masyarakat. Jika Purbaya berhasil meyakinkan pasar bahwa masa depan cerah, maka pasar akan bertindak seolah-olah masa depan memang cerah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ini menciptakan apa yang disebut <em>self-fulfilling prophecy</em> atau ramalan yang mewujudkan dirinya sendiri. Pelaku usaha menjadi lebih berani mengambil risiko, dan roda ekonomi berputar lebih kencang karena diminyaki oleh harapan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Purbaya sadar bahwa musuh terbesar pemulihan ekonomi bukanlah data statistik, melainkan psikologi ketakutan. Maka, ia menggunakan optimismenya sebagai instrumen kebijakan untuk membangkitkan semangat juang bangsa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, ilmu psikologi tidak hanya memberikan pujian tentang manfaat optimisme. Seligman juga memberikan peringatan keras tentang sisi gelap dari keyakinan yang berlebihan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ada garis tipis yang memisahkan antara optimisme yang sehat dengan delusi yang berbahaya. Dan di sinilah kita harus mulai kritis: apakah &#8220;Luffy-nisasi&#8221; ini akan membawa kita ke pulau harta karun, atau menabrak karang?</p>


<blockquote class="instagram-media" data-instgrm-permalink="https://www.instagram.com/p/DRmksv5Dcio/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" data-instgrm-version="14" style=" background:#FFF; border:0; border-radius:3px; box-shadow:0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width:540px; min-width:326px; padding:0; width:99.375%; width:-webkit-calc(100% - 2px); width:calc(100% - 2px);"><div style="padding:16px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/DRmksv5Dcio/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" background:#FFFFFF; line-height:0; padding:0 0; text-align:center; text-decoration:none; width:100%;" target="_blank" rel="nofollow"> <div style=" display: flex; flex-direction: row; align-items: center;"> <div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 40px; margin-right: 14px; width: 40px;"></div> <div style="display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center;"> <div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 100px;"></div> <div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 60px;"></div></div></div><div style="padding: 19% 0;"></div> <div style="display:block; height:50px; margin:0 auto 12px; width:50px;"><svg width="50px" height="50px" viewBox="0 0 60 60" version="1.1" xmlns="https://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="https://www.w3.org/1999/xlink"><g stroke="none" stroke-width="1" fill="none" fill-rule="evenodd"><g transform="translate(-511.000000, -20.000000)" fill="#000000"><g><path d="M556.869,30.41 C554.814,30.41 553.148,32.076 553.148,34.131 C553.148,36.186 554.814,37.852 556.869,37.852 C558.924,37.852 560.59,36.186 560.59,34.131 C560.59,32.076 558.924,30.41 556.869,30.41 M541,60.657 C535.114,60.657 530.342,55.887 530.342,50 C530.342,44.114 535.114,39.342 541,39.342 C546.887,39.342 551.658,44.114 551.658,50 C551.658,55.887 546.887,60.657 541,60.657 M541,33.886 C532.1,33.886 524.886,41.1 524.886,50 C524.886,58.899 532.1,66.113 541,66.113 C549.9,66.113 557.115,58.899 557.115,50 C557.115,41.1 549.9,33.886 541,33.886 M565.378,62.101 C565.244,65.022 564.756,66.606 564.346,67.663 C563.803,69.06 563.154,70.057 562.106,71.106 C561.058,72.155 560.06,72.803 558.662,73.347 C557.607,73.757 556.021,74.244 553.102,74.378 C549.944,74.521 548.997,74.552 541,74.552 C533.003,74.552 532.056,74.521 528.898,74.378 C525.979,74.244 524.393,73.757 523.338,73.347 C521.94,72.803 520.942,72.155 519.894,71.106 C518.846,70.057 518.197,69.06 517.654,67.663 C517.244,66.606 516.755,65.022 516.623,62.101 C516.479,58.943 516.448,57.996 516.448,50 C516.448,42.003 516.479,41.056 516.623,37.899 C516.755,34.978 517.244,33.391 517.654,32.338 C518.197,30.938 518.846,29.942 519.894,28.894 C520.942,27.846 521.94,27.196 523.338,26.654 C524.393,26.244 525.979,25.756 528.898,25.623 C532.057,25.479 533.004,25.448 541,25.448 C548.997,25.448 549.943,25.479 553.102,25.623 C556.021,25.756 557.607,26.244 558.662,26.654 C560.06,27.196 561.058,27.846 562.106,28.894 C563.154,29.942 563.803,30.938 564.346,32.338 C564.756,33.391 565.244,34.978 565.378,37.899 C565.522,41.056 565.552,42.003 565.552,50 C565.552,57.996 565.522,58.943 565.378,62.101 M570.82,37.631 C570.674,34.438 570.167,32.258 569.425,30.349 C568.659,28.377 567.633,26.702 565.965,25.035 C564.297,23.368 562.623,22.342 560.652,21.575 C558.743,20.834 556.562,20.326 553.369,20.18 C550.169,20.033 549.148,20 541,20 C532.853,20 531.831,20.033 528.631,20.18 C525.438,20.326 523.257,20.834 521.349,21.575 C519.376,22.342 517.703,23.368 516.035,25.035 C514.368,26.702 513.342,28.377 512.574,30.349 C511.834,32.258 511.326,34.438 511.181,37.631 C511.035,40.831 511,41.851 511,50 C511,58.147 511.035,59.17 511.181,62.369 C511.326,65.562 511.834,67.743 512.574,69.651 C513.342,71.625 514.368,73.296 516.035,74.965 C517.703,76.634 519.376,77.658 521.349,78.425 C523.257,79.167 525.438,79.673 528.631,79.82 C531.831,79.965 532.853,80.001 541,80.001 C549.148,80.001 550.169,79.965 553.369,79.82 C556.562,79.673 558.743,79.167 560.652,78.425 C562.623,77.658 564.297,76.634 565.965,74.965 C567.633,73.296 568.659,71.625 569.425,69.651 C570.167,67.743 570.674,65.562 570.82,62.369 C570.966,59.17 571,58.147 571,50 C571,41.851 570.966,40.831 570.82,37.631"></path></g></g></g></svg></div><div style="padding-top: 8px;"> <div style=" color:#3897f0; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:550; line-height:18px;">View this post on Instagram</div></div><div style="padding: 12.5% 0;"></div> <div style="display: flex; flex-direction: row; margin-bottom: 14px; align-items: center;"><div> <div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(0px) translateY(7px);"></div> <div style="background-color: #F4F4F4; height: 12.5px; transform: rotate(-45deg) translateX(3px) translateY(1px); width: 12.5px; flex-grow: 0; margin-right: 14px; margin-left: 2px;"></div> <div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(9px) translateY(-18px);"></div></div><div style="margin-left: 8px;"> <div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 20px; width: 20px;"></div> <div style=" width: 0; height: 0; border-top: 2px solid transparent; border-left: 6px solid #f4f4f4; border-bottom: 2px solid transparent; transform: translateX(16px) translateY(-4px) rotate(30deg)"></div></div><div style="margin-left: auto;"> <div style=" width: 0px; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-right: 8px solid transparent; transform: translateY(16px);"></div> <div style=" background-color: #F4F4F4; flex-grow: 0; height: 12px; width: 16px; transform: translateY(-4px);"></div> <div style=" width: 0; height: 0; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-left: 8px solid transparent; transform: translateY(-4px) translateX(8px);"></div></div></div> <div style="display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center; margin-bottom: 24px;"> <div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 224px;"></div> <div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 144px;"></div></div></a><p style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px; margin-bottom:0; margin-top:8px; overflow:hidden; padding:8px 0 7px; text-align:center; text-overflow:ellipsis; white-space:nowrap;"><a href="https://www.instagram.com/p/DRmksv5Dcio/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px; text-decoration:none;" target="_blank" rel="nofollow">A post shared by PinterPolitik.com (@pinterpolitik)</a></p></div></blockquote>
<script async src="//www.instagram.com/embed.js"></script>


<h2 class="wp-block-heading"><strong>‘Gear 5’ ala Purbaya?</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Kembali ke analogi <em>One Piece</em>, kekuatan terbesar Luffy saat ini adalah wujud Gear 5, representasi Dewa Matahari Nika. Dalam wujud ini, Luffy menjadi perwujudan kebebasan mutlak; ia bisa melakukan apa saja sesuai imajinasinya sambil tertawa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, narasi manganya secara eksplisit menyebutkan bahwa kekuatan ini membebani jantung penggunanya secara ekstrem. Setiap kali Luffy menggunakan kekuatan ini, ia mempertaruhkan usia hidupnya dan berisiko pingsan karena kelelahan total.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Metafora &#8220;memperpendek usia hidup demi kekuatan sesaat&#8221; ini sangat relevan untuk menggambarkan risiko kebijakan fiskal yang ugal-ugalan. Purbaya mungkin bisa memacu ekonomi Indonesia berlari kencang dengan membakar anggaran negara secara agresif.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Belanja pemerintah digenjot habis-habisan dan proyek raksasa dikebut demi mengejar angka pertumbuhan 8 persen. Dampak jangka pendeknya pasti terasa manis: ekonomi bergairah dan angka statistik terlihat hijau memukau.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tetapi, ada harga mahal yang harus dibayar di kemudian hari, sebuah kondisi yang dalam ekonomi disebut <em>overheating</em>. Jika uang beredar terlalu banyak tanpa diimbangi kapasitas produksi, inflasi akan meledak tak terkendali.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lebih parah lagi, defisit anggaran yang melebar adalah utang yang harus ditanggung oleh generasi mendatang. Kita seolah &#8220;meminjam&#8221; kemakmuran masa depan untuk dinikmati hari ini, persis seperti Luffy meminjam energi hidupnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Luffy seringkali bertindak tanpa memikirkan konsekuensi jangka panjang karena fokusnya hanya pada kemenangan saat ini. Apakah Purbaya memiliki rencana mitigasi untuk fase &#8220;kelelahan&#8221; pasca pesta pertumbuhan ini?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di sinilah kita membutuhkan keseimbangan, dan psikologi menawarkan solusi melalui konsep <em>The Stockdale Paradox</em>. Konsep ini mengajarkan bahwa keyakinan akan kemenangan (optimisme) harus berjalan beriringan dengan kesadaran akan fakta brutal (realisme).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Optimisme tanpa realisme hanyalah <em>maladaptive denial</em> atau penyangkalan yang tidak sehat. Jika Purbaya terus-menerus menganggap semua masalah adalah faktor eksternal, ia berisiko buta terhadap penyakit internal ekonomi kita.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Inefisiensi birokrasi, korupsi, dan kebocoran anggaran adalah masalah &#8220;Internal&#8221; dan &#8220;Stable&#8221; yang tidak bisa diselesaikan hanya dengan senyuman. Seorang pemimpin yang terjebak dalam bias optimisme mungkin akan mengabaikan detail-detail krusial ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam cerita <em>One Piece</em>, Luffy bisa selamat dari kecerobohannya karena ia memiliki kru yang menyeimbangkannya. Ia memiliki Nami, sang navigator yang sangat perhitungan soal uang, cuaca, dan logistik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Nami adalah sosok realis yang akan memukul kepala Luffy jika sang kapten bertindak bodoh dan membahayakan kapal. Pertanyaan besarnya bagi kita hari ini adalah: Siapakah &#8220;Nami&#8221; di samping Menkeu Purbaya?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Apakah ada sosok di kementerian atau kabinet yang berani berkata &#8220;Tidak&#8221; dan mengingatkan tentang batas kemampuan anggaran? Atau jangan-jangan, semua orang di sekelilingnya sudah tertular euforia dan berubah menjadi <em>Yes Man</em>?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jika birokrasi kita hanya berisi para pendukung yang mengiyakan segala ambisi tanpa kalkulasi, kita sedang menuju bencana. Kapal ekonomi Indonesia bisa karam justru karena nakhodanya terlalu yakin bisa menembus badai tanpa melihat kompas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Riset Seligman tentang <em>Learned Optimism</em> menekankan pentingnya <em>disputation</em> atau kemampuan mendebat pikiran negatif. Namun, dalam kebijakan publik, kita juga butuh <em>disputation</em> terhadap pikiran yang terlalu positif agar tetap membumi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Indonesia memang merindukan sosok pembawa perubahan yang berani mendobrak stagnasi seperti Luffy. Kita butuh energi dan keberanian Purbaya untuk keluar dari jebakan pendapatan menengah yang menyesakkan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, negara tidak bisa dikelola hanya dengan semangat petualangan dan narasi kepahlawanan. Kebebasan dan harapan yang dibawa Purbaya harus diletakkan di atas fondasi data yang kuat dan akuntabel.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Luffy-nisasi&#8221; adalah strategi yang brilian untuk memulai momentum dan membakar semangat pasar. Tapi untuk menjaga agar momentum itu berkelanjutan, kita butuh kedewasaan manajerial dan disiplin fiskal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jangan sampai sorak-sorai kegembiraan pasar hari ini berubah menjadi tangisan saat tagihan utang jatuh tempo. Sebab di dunia nyata, tidak ada penulis cerita yang akan menyelamatkan kita dengan keajaiban di detik-detik terakhir.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada akhirnya, Purbaya menawarkan sebuah visi yang menggoda: sebuah petualangan menuju kemakmuran. Kita semua tentu berharap &#8220;kapal&#8221; ini sampai ke tujuan dengan selamat dan rakyat sejahtera.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Semoga optimisme Pak Menteri adalah pelita yang menerangi jalan, bukan api yang membakar hangus persediaan logistik kita. Selamat berlayar, Kapten Purbaya, tapi tolong pastikan kita punya cukup bekal untuk pulang. (A43)</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide"/>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<div class="youtube-embed" data-video_id="duzqhV8V_Jo"><iframe title="One Piece: Politik dalam Anime &amp; Manga" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/duzqhV8V_Jo?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe></div>
</div></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		<enclosure url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/12/luffy-nisasi-menkeu-purbaya.mp3" length="7188957" type="audio/mpeg" />

			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/12/luffy-nisasi-menkeu-purbaya-1024x683.webp" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Ajang Wibu di Pilpres 2024</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/infografis/ajang-wibu-di-pilpres-2024/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[E95]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 06 Nov 2023 09:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[anies]]></category>
		<category><![CDATA[Cak Imin]]></category>
		<category><![CDATA[Gibran]]></category>
		<category><![CDATA[Luffy]]></category>
		<category><![CDATA[Naruto]]></category>
		<category><![CDATA[pinter politik]]></category>
		<category><![CDATA[Prabowo]]></category>
		<category><![CDATA[Wibu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=139798</guid>

					<description><![CDATA[Nakama ga matten da! Jama su na!&#160; Tampaknya Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 akan menjadi ajang bagi para wibu juga&#160;nih. Soalnya, muncul&#160;tuh&#160;simbol-simbol anime di sejumlah relawan untuk pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres). Saat Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar daftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU), misalnya, ada sejumlah relawan menggunakan topi jerami dan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="914" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/11/ajang-wibu-di-pilpres-2024-914x1024.jpg" alt="ajang wibu di pilpres 2024" class="wp-image-139801" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/11/ajang-wibu-di-pilpres-2024-914x1024.jpg 914w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/11/ajang-wibu-di-pilpres-2024-268x300.jpg 268w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/11/ajang-wibu-di-pilpres-2024-134x150.jpg 134w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/11/ajang-wibu-di-pilpres-2024-768x860.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/11/ajang-wibu-di-pilpres-2024-696x780.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/11/ajang-wibu-di-pilpres-2024-1068x1197.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/11/ajang-wibu-di-pilpres-2024-375x420.jpg 375w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/11/ajang-wibu-di-pilpres-2024.jpg 1080w" sizes="(max-width: 914px) 100vw, 914px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Nakama ga matten da! Jama su na!&nbsp;<img decoding="async" alt="🏴‍☠️" src="https://fonts.gstatic.com/s/e/notoemoji/15.0/1f3f4_200d_2620_fe0f/32.png"></p>



<p class="wp-block-paragraph">Tampaknya Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 akan menjadi ajang bagi para wibu juga&nbsp;<em>nih</em>. Soalnya, muncul&nbsp;<em>tuh</em>&nbsp;simbol-simbol anime di sejumlah relawan untuk pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Saat Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar daftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU), misalnya, ada sejumlah relawan menggunakan topi jerami dan menyebut diri mereka sebagai Nakama AMIN.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain anime One Piece, simbol anime Naruto juga muncul&nbsp;<em>lho</em>&nbsp;saat Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming mendaftar ke KPU. Dengan editan tertentu, ada bendera bergambar Naruto dengan muka Gibran.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tapi, tahu&nbsp;<em>nggak</em>&nbsp;kenapa anime&nbsp;<em>emang&nbsp;</em>erat dengan nilai-nilai sosial dan politik? Mungkin&nbsp;<em>nggak</em>&nbsp;<em>sih</em>&nbsp;anime punya dampak buat kita agar aktif berpolitik?&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/11/ajang-wibu-di-pilpres-2024-914x1024.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>SBY-JK-Paloh Adalah Nakama?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/celoteh/sby-jk-paloh-adalah-nakama/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[A43]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 Sep 2022 13:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[anies]]></category>
		<category><![CDATA[Anies Baswedan]]></category>
		<category><![CDATA[JK]]></category>
		<category><![CDATA[Jusuf Kalla]]></category>
		<category><![CDATA[Koalisi]]></category>
		<category><![CDATA[Luffy]]></category>
		<category><![CDATA[Nakama]]></category>
		<category><![CDATA[One Piece]]></category>
		<category><![CDATA[Pilpres 2024]]></category>
		<category><![CDATA[SBY]]></category>
		<category><![CDATA[Surya Paloh]]></category>
		<category><![CDATA[Susilo Bambang Yudhoyono]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=116624</guid>

					<description><![CDATA[Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Jusuf Kalla (JK), dan Surya Paloh disebut tengah bangun koalisi. Apakah ini sebuah koalisi "nakama"?]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Wakil Presiden (Wapres) ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (JK), Ketua Umum (Ketum) Partai NasDem Surya Paloh, dan Presiden PKS Ahmad Syaikhu disebut tengah membangun koalisi. Inikah “</strong><strong><em>nakama</em></strong><strong>” koalisi menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024?</strong></p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide"/>



<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.pinterpolitik.com/"><strong>PinterPolitik.com</strong></a></p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow"><p>“I have Nakama who are not strong. But I still want them to be with me! So, I have to be stronger than anybody else… or else I’ll lose them all!” – Monkey D. Luffy, <em>One Piece</em> (1999-sekarang)</p></blockquote>



<p class="wp-block-paragraph">Siapa yang <em>nggak </em>tahu anime berjudul <em>One Piece </em>(1999-sekarang)? Anime yang menceritakan perjalanan Monkey D. Luffy dan teman-temannya mengarungi lautan bajak laut ini merupakan salah satu anime paling populer sepanjang masa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kini, serial anime ini telah berjalan sebanyak 1.034 episode dari episode pertamanya yang tayang pada 20 Oktober 1999. Manga-nya pun sudah berjalan sebanyak 103 volume. <em>Hmm</em>, lumayan panjang juga ya ceritanya.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Nah</em>, selain serial anime dan manga-nya, <em>franchise</em> <em>One</em> <em>Piece</em> juga baru <em>aja</em> merilis sebuah film yang tayang di bioskop-bioskop Indonesia, yakni <em>One Piece Film: Red</em> (2022) yang sekarang lagi ramai di kalangan para <em>nakama </em>(sebutan untuk penggemar <em>One Piece</em>).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Istilah “<em>nakama</em>” sendiri artinya adalah teman atau anggota tim (<em>teammates</em>). Kata ini juga yang digunakan Luffy untuk me-<em>refer</em> teman-teman seperjuangannya yang terdiri atas Luffy sendiri, Zoro, Nami, Usopp, Sanji, Chopper, Robin, Franky, Brook, dan Jimbei.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mereka mengarungi lautan dengan kapal Thousand Sunny – mulanya Going Merry. Dalam perjalannya, mereka menghadapi banyak lawan. Salah satunya adalah World Government yang dianggap korup.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Nah</em>, mungkin <em>nih</em>, perjuangan ala <em>nakama</em> ini juga tercerminkan dalam politik domestik Indonesia, <em>guys</em>. Contohnya adalah bagaimana sejumlah aktor politik besar – seperti Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Wakil Presiden (Wapres) ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (JK), Ketua Umum (Ketum) Partai NasDem Surya Paloh, dan Presiden PKS Ahmad Syaikhu – disebut mulai bernegosiasi guna menyatukan kekuatan untuk mendukung pencalonan Anies Baswedan sebagai calon presiden (capres) di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang.&nbsp;</p>



<figure class="wp-block-image"><a href="https://www.instagram.com/p/Ciw8AXHBPoU/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><img decoding="async" src="https://lh3.googleusercontent.com/RFO4EWjuonPUT52Rs5w79mDW377fqqb-zcBa6ZGtQjb9726hr-Pt94W7T_gTHdBGWLXr4GZP7nqd4a_tPXTTDgUatwh5ORf-CXVcmaaOV2Zq2OaKyYLQdMPxVPnRYo1qiOctb7xw6VQvpN48Ni8-e4dTjxdeZbp3iHtMtuGVucX3pVHYS0Aa8VVm1-bx8zOHqrMDNg" alt="Trio SBY JK Paloh Dijegal"/></a></figure>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Wah</em>, kalau nanti koalisi ini <em>beneran</em> jadi, ada ide menarik <em>nih</em> buat nama koalisinya. Kalau yang lain <em>udah</em> punya nama koalisi seperti Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) – terdiri atas Partai Golkar, PPP, dan PAN, mungkin koalisi Partai Demokrat-Nasdem-PKS ini bisa jadi koalisi Thousand Sunny <em>tuh</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ya, kan, <em>gimana </em>pun, Pak Anies juga butuh kendaraan politik. Siapa tahu “kapal” para <em>nakama</em> ini bisa jadi kendaraan politik Pak Anies ke depannya – khususnya menuju Pilpres 2024? Ya kan? <em>Hehe</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mungkin <em>nih</em>, para <em>nakama</em> ini berkumpul karena satu alasan selain untuk mendukung Pak Anies. Kalau kata Pak SBY <em>sih</em>, diduga ada upaya dari pihak tertentu untuk mencurangi jalannya Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 <em>nih</em>, <em>guys</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Wah</em>, hampir sama dengan para <em>nakama</em> yang melawan World Government yang dianggap korup, <em>nakama</em> koalisi SBY-JK-Paloh-Syaikhu ini bisa jadi adalah <em>nakama</em> untuk pelaksanaan Pemilu 2024 yang bisa <em>aja</em> korup. <em>Wah wah wah</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kalau dalam studi Hubungan Internasional (HI), ada satu alasan yang bisa menyatukan banyak pihak dalam satu aliansi <em>sih</em>, yakni ancaman bersama. Makanya, banyak negara akhirnya <em>bikin</em> semacam keamanan bersama (<em>collective security</em>).&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Apakah <em>nakama</em> koalisi ini adalah semacam bentuk <em>collective security</em> terhadap ancaman kecurangan Pemilu 2024? <em>Hmm</em>, <em>who knows</em>?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tapi <em>nih</em>, <em>nakama </em>SBY-JK-Paloh-Syaikhu ini juga perlu hati-hati <em>lho</em> karena <em>nakama</em> bisa <em>aja</em> <em>nggak </em>sejalan dan akhirnya pecah. Saat Usopp tidak sepakat dengan Luffy soal penggantian kapal, misalnya, Usopp akhirnya memutuskan untuk pergi – ya meskipun akhirnya kembali bergabung bersama Luffy dkk <em>sih</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jangan sampai <em>deh</em> <em>nakama</em> SBY-JK-Paloh-Syaikhu ini bakal mengalami persoalan-persoalan di antara satu sama lain yang sampai membuat kebersamaan awak “kapal” untuk Pak Anies pecah. <em>Beware</em>, <em>oh</em>, <em>beware</em> ya, bapak-bapak sekalian. <em>Hehe</em>. (A43)</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide"/>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="One Piece: Politik dalam Anime &amp; Manga" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/duzqhV8V_Jo?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/09/SBY-JK-Paloh-Adalah-Nakama-1024x683.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
