<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>lezat &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/lezat/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Sun, 06 Aug 2023 12:45:40 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>lezat &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Bakmi: Makanan Panjang Umur?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/pinter-ekbis/bakmi-makanan-panjang-umur/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[A49]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 06 Aug 2023 05:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pinter Ekbis]]></category>
		<category><![CDATA[enak]]></category>
		<category><![CDATA[gurih]]></category>
		<category><![CDATA[ikonik]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[lezat]]></category>
		<category><![CDATA[mie]]></category>
		<category><![CDATA[Tiongkok]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=132801</guid>

					<description><![CDATA[Satu makanan ikonik yang telah mendapatkan tempat di hati banyak orang adalah bakmi. Bakmi adalah hidangan mi yang dihidangkan dengan beragam saus, daging, sayuran, dan rempah-rempah – menciptakan paduan cita rasa yang menggugah selera. Asal-usul bakmi di Indonesia menarik untuk dipelajari. Lantaran, jika ditilik, sebenarnya bakmi bukanlah makanan asli Indonesia – mengingat orang Indonesia tidak [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide"/>



<p class="has-drop-cap wp-block-paragraph">Satu makanan ikonik yang telah mendapatkan tempat di hati banyak orang adalah bakmi. Bakmi adalah hidangan mi yang dihidangkan dengan beragam saus, daging, sayuran, dan rempah-rempah – menciptakan paduan cita rasa yang menggugah selera.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Asal-usul bakmi di Indonesia menarik untuk dipelajari. Lantaran, jika ditilik, sebenarnya bakmi bukanlah makanan asli Indonesia – mengingat orang Indonesia tidak mengenal tepung terigu dahulu. Lantas, dari mana asal bakmi hingga bisa menjadi makanan yang umum dikonsumsi di Indonesia?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bakmi mempunyai sejarah panjang yang melibatkan pengaruh dari berbagai budaya. Asal mula mi sendiri diduga berasal dari Tiongkok dan diakui telah hadir di Indonesia sejak berabad-abad yang lalu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bakmi masuk ke Indonesia bersamaan dengan para imigran dari Tiongkok ke Nusantara selama berabad-abad. Para imigran memulai kehidupan baru mereka di Nusantara dan ternyata mereka cocok tinggal di “Negeri Selatan” ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mereka membawa dan memerlukan makanan sebagai santapannya sehari-hari.&nbsp; Makanan yang mereka santap merupakan makanan yang berasal dari daerah asal dan sudah akrab di lidah para imigran.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Para perantau yang datang sekali waktu menginginkan makanan seperti yang ada di tempat asalnya. Namun, karena keterbatasan dan perbedaan bahan di Nusantara, para imigran berusaha menyesuaikan diri dengan apa yang ada di tempat tinggal barunya. Hal tersebut dapat menjadi alasan mengapa kini kita sering kali menemukan bakmi dengan berbagai varian rasa dan <em>to</em><em>p</em><em>ping</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bakmi yang pada dasarnya menggunakan minyak babi dan <em>top</em><em>p</em><em>ing</em> babi sekarang akhirnya dimodifikasi dengan menggunakan minyak ayam hingga minyak bawang karena menyesuaikan kebutuhan dengan selera dan budaya masyarakat lokal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagai penutup, bakmi tidak hanya sebagai hidangan yang sering disantap, melainkan juga memiliki filosofi tersendiri yang cukup melekat. Salah satu makna dan filosofi dalam bakmi adalah melambangkan kehidupan yang panjang. Di beberapa negara Asia Timur, konon terdapat tradisi pada saat berulang tahun untuk makan bakmi atau mi dengan catatan bakmi tersebut tidak boleh putus berdasarkan kepada filosofi yang ada.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Yang berulang tahun hari ini, jangan lupa makan bakmi ya. 😀 (A49)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/08/resep-mie-ayam-jawa-min-1024x768.webp" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Rendang: Gastrodiplomasi ala Indonesia?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/pinter-ekbis/rendang-gastrodiplomasi-ala-indonesia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[A49]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 05 Aug 2023 05:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pinter Ekbis]]></category>
		<category><![CDATA[enak]]></category>
		<category><![CDATA[gastrodiplomasi]]></category>
		<category><![CDATA[gurih]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[isutw]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[lezat]]></category>
		<category><![CDATA[rendang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=132784</guid>

					<description><![CDATA[PinterPolitik.com Gastrodiplomasi – juga dikenal sebagai diplomasi kuliner atau diplomasi makanan – adalah konsep yang melibatkan penggunaan makanan dan kuliner sebagai alat untuk mempromosikan hubungan diplomatik, membangun pemahaman antarbudaya, dan memperkuat kerja sama internasional antarnegara di dunia. Gastrodiplomasi juga berperan sebagai sarana untuk meningkatkan brand awareness bangsa. Paul Rockower yang merupakan Direktur Eksekutif Diplomasi Publik [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide"/>



<p class="wp-block-paragraph"><strong><a href="http://www.pinterolitik.com" rel="nofollow">PinterPolitik.com</a></strong></p>



<p class="has-drop-cap wp-block-paragraph">Gastrodiplomasi – juga dikenal sebagai diplomasi kuliner atau diplomasi makanan – adalah konsep yang melibatkan penggunaan makanan dan kuliner sebagai alat untuk mempromosikan hubungan diplomatik, membangun pemahaman antarbudaya, dan memperkuat kerja sama internasional antarnegara di dunia. Gastrodiplomasi juga<ins> berperan</ins> sebagai sarana untuk meningkatkan <em>brand awarenes</em>s bangsa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Paul Rockower<ins> yang merupakan</ins> Direktur Eksekutif Diplomasi Publik Levantine, sebuah organisasi diplomasi publik <ins>independen</ins>, menyebutkan premis dasar dari gastrodiplomasi adalah &#8220;<em>the best way to win hearts and minds is through the stomach</em><ins>.</ins>&#8220;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Rendang adalah hidangan berbahan dasar daging yang dimasak dengan santan dan bumbu rempah-rempah khas Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada tahun 2021, <ins>re</ins>ndang masuk ke dalam daftar makanan terbaik di dunia nomor 11 versi CNN. Bahkan<ins>,</ins> sebelum itu di tahun 2011, rendang telah menduduki peringkat pertama dalam World&#8217;s 50 Delicious Food. Rendang mengalahkan berbagai makanan khas lainnya seperti Bebek Peking dari China, Pad Thai dari Thailand<ins>,</ins> dan makanan populer mancanegara lainnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ini menjadi tanda bahwa kelezatan rendang tidak hanya disukai oleh masyarakat Indonesia <ins>tetapi</ins><ins> </ins>juga telah diakui oleh masyarakat dunia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meskipun dikenal sebagai negara penghasil rempah-rempah dunia <ins>tetapi</ins><ins> </ins>kepopuleran bumbu Indonesia masih kurang dikenal. Itulah mengapa pemerintah menyusun sebuah program bertajuk Indonesia Spice Up The World (ISUTW).</p>



<p class="wp-block-paragraph">ISUTW <ins>yang berlangsung hingga tahun 2024 </ins>adalah salah satu program adalah program kolosal pemerintah, melibatkan lintas kementerian/lembaga, sebagai salah satu upaya meningkatkan pemasaran produk bumbu atau pangan olahan dan rempah Indonesia<ins>, t</ins>erutama di Afrika, Australia, dan negara potensial lainnya. Program ini berlangsung hingga tahun 2024.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mengingat berdasarkan data dari<ins> Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf)</ins>, nilai ekspor bumbu atau rempah olahan serta komoditas rempah segar di Indonesia mengalami tren positif, dengan rata-rata pertumbuhan 2,95% dalam lima tahun terakhir. Bahkan<ins>,</ins> pada 2020 nilai ekspor mencapai 1,02 miliar dolar Amerika Serikat. (A49)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/08/rendang-1024x576.webp" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Si Hitam Rawon Kalahkan Ramen</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/pinter-ekbis/si-hitam-rawon-kalahkan-ramen/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[A49]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 04 Aug 2023 09:01:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pinter Ekbis]]></category>
		<category><![CDATA[daging sapi]]></category>
		<category><![CDATA[enak gurih]]></category>
		<category><![CDATA[Jawa Timur]]></category>
		<category><![CDATA[keluwek]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[lezat]]></category>
		<category><![CDATA[makanan]]></category>
		<category><![CDATA[rawon]]></category>
		<category><![CDATA[sup]]></category>
		<category><![CDATA[taste atlas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=132768</guid>

					<description><![CDATA[PinterPolitik.com Rawon kuliner khas Indonesia yang berasal dari Jawa Timur dinobatkan sebagai sup terenak di dunia versi Taste Atlas. Taste Atlas adalah sebuah ensiklopedia kuliner dunia yang menyediakan informasi tentang makanan dan minuman tradisional dari berbagai negara di dunia. Rawon berhasil mengalahkan ramen dari Jepang, Tom Kha Gai dari Thailand, bahkan Laksa Penang dari Malaysia. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide"/>



<p class="wp-block-paragraph"><strong><a href="http://pinterpolitik.com" rel="nofollow">PinterPolitik.com</a></strong></p>



<p class="has-drop-cap wp-block-paragraph">Rawon kuliner khas Indonesia yang berasal dari Jawa Timur dinobatkan sebagai sup terenak di dunia versi Taste Atlas. Taste Atlas adalah sebuah ensiklopedia kuliner dunia yang menyediakan informasi tentang makanan dan minuman tradisional dari berbagai negara di dunia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Rawon berhasil mengalahkan ramen dari Jepang, Tom Kha Gai dari Thailand, bahkan Laksa Penang dari Malaysia. Bangga bukan?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Rawon memiliki cita rasa yang khas dan lezat. Dengan bahan utama berupa daging sapi yang dimasak dengan rempah-rempah tradisional, rawon menjadi hidangan yang selalu dinantikan oleh para pecinta kuliner.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Salah satu kunci kelezatan rawon adalah pada kuah kaldu yang kaya rasa. Penggunaan rempah-rempah tradisional seperti keluwek, lengkuas, kencur, dan daun salam, menjadi rahasia di balik cita rasa khas rawon.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Yang menarik adalah penggunaan buah keluwek, kacang hitam Indonesia pada rawon. Bumbu asli Indonesia ini sangat beracun saat mentah, dan harus difermentasi sebelum dikonsumsi. Keluwek memberikan cita rasa yang bersahaja dan asam serta warna hitam gelap yang unik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Biasanya, rawon disajikan dengan berbagai lauk lainnya seperti taoge, nasi, daging sapi goreng, kerupuk udang, daun bawang, telur asin, dan sambal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meski demikian, penyajian rawon di setiap daerah berbeda-beda. Hal ini kembali bergantung pada bagaimana daerah tersebut menyajikan rawon. Ada yang menambahkan jeroan dan tempe goreng sebagai tambahan agar menjadi lebih nikmat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut sebuah catatan, rawon merupakan salah satu kuliner yang sudah ada sejak zaman dulu. Mengutip dari bobo.grid.id, sejarah mengenai rawon tercantum dalam prasasti Taji yang ada sejak 901 Masehi. Prasasti ini, ditemukan di dekat Ponorogo, Jawa Timur. Dimana pada prasasti ini, rawon dituliskan dengan sebutan <em>rarawwan</em> (sayur rawon).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Seiring berkembangnya zaman, rawon semakin dikenal di kalangan masyarakat luas. Bahkan, kini banyak turis mancanegara yang tertarik untuk mencoba hidangan khas Indonesia tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Nahhh</em>, jadi <em>kepengen</em> makan rawon kan sobat. 😀 (A49)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/08/5-resep-asli-rawon-daging-sapi-khas-surabaya-dijamin-enak43.webp" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Hikayat Kerupuk, Gurih dan Cuan?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/pinter-ekbis/hikayat-kerupuk-gurih-dan-cuan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[A49]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 03 Aug 2023 13:00:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pinter Ekbis]]></category>
		<category><![CDATA[17 agustus]]></category>
		<category><![CDATA[Asia Tenggara]]></category>
		<category><![CDATA[cuan]]></category>
		<category><![CDATA[ekspor]]></category>
		<category><![CDATA[gurih]]></category>
		<category><![CDATA[hikayat]]></category>
		<category><![CDATA[kerupuk]]></category>
		<category><![CDATA[kerupuk aci]]></category>
		<category><![CDATA[kerupuk ikan]]></category>
		<category><![CDATA[kerupuk udang]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[lezat]]></category>
		<category><![CDATA[lomba makan kerupuk]]></category>
		<category><![CDATA[rambak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=132691</guid>

					<description><![CDATA[Sebentar lagi 17 Agustus. Pasti banyak lomba-lomba yang diadakan di lingkungan sekitar kita. Salah satu nya adalah lomba makan kerupuk. Kerupuk adalah makanan ringan yang populer di berbagai negara Asia Tenggara, terutama di Indonesia, Malaysia, Singapura, Filipina, dan Brunei. Nah, teman-teman tahu nggak asal&#8211; muasal kerupuk? Yuk, kita bahas. Jadi kerupuk itu sudah tercatat dalam [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="has-drop-cap wp-block-paragraph">Sebentar lagi 17 Agustus. Pasti banyak lomba-lomba yang diadakan di lingkungan sekitar kita. Salah satu<del> </del>nya adalah lomba makan kerupuk. <ins></ins></p>



<p class="wp-block-paragraph">Kerupuk adalah makanan ringan yang populer di berbagai negara Asia Tenggara, terutama di Indonesia, Malaysia, Singapura, Filipina, dan Brunei.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Nah</em>, teman-teman tahu <em>ngga<ins>k</ins></em> asal<ins>&#8211;</ins><del> </del>muasal kerupuk? <em>Yuk</em><ins>,</ins> kita bahas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jadi kerupuk itu sudah tercatat dalam naskah Jawa Kuno sebelum abad ke<ins>&#8211;</ins>10 Masehi. Salah satu kerupuk yang paling tua dan telah lama dikonsumsi adalah<ins> kerupuk</ins> rambak. Rambak terbuat dari kulit sapi atau kerbau.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain rambak, ada juga kerupuk aci. Kerupuk aci dibuat karena banyaknya populasi singkong di tanah Jawa pada abad ke-19. Kemudian<ins>,</ins> ada juga jenis kerupuk udang, kerupuk ikan, kerupuk singkong<ins>,</ins> d<ins>an sebagainya</ins>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Proses pembuatan kerupuk umumnya sederhana, seperti mencampurkan bahan-bahan, membentuk adonan menjadi bentuk-bentuk tertentu, mengeringkan adonan, dan menggoreng hingga mengembang dan renyah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam beberapa budaya, kerupuk juga memiliki makna simbolis. Misalnya, di Indonesia, kerupuk sering dihidangkan sebagai bagian dari acara-acara besar, seperti pernikahan, acara keagamaan, atau perayaan tertentu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dari sisi bisnis, kerupuk menjadi komoditas ekspor yang penting bagi negara-negara produsen seperti Indonesia, karena banyak diminati di negara-negara lain. Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS) ekspor kerupuk Indonesia mencapai 15.925,1 ton dengan nilai US$37,36 juta pada tahun 2022.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kerupuk telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari budaya kuliner Asia Tenggara dan menjadi salah satu makanan favorit hingga saat ini. (A92)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/08/080039900_1640058116-shutterstock_1820787197.webp" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
