<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>Lesti Kejora &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/lesti-kejora/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Fri, 30 Sep 2022 13:11:35 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>Lesti Kejora &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kasus Lesti-Billar, Begini Tanggapan Lesti</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/celoteh/kasus-lesti-billar-begini-tanggapan-lesti/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[A43]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 30 Sep 2022 13:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[feminisme]]></category>
		<category><![CDATA[KDRT]]></category>
		<category><![CDATA[Kekerasan]]></category>
		<category><![CDATA[Kekerasan Berbasis Gender (KBG)]]></category>
		<category><![CDATA[Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT)]]></category>
		<category><![CDATA[kekerasan perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[Lesti Kejora]]></category>
		<category><![CDATA[Rizky Billar]]></category>
		<category><![CDATA[Skandal Perselingkuhan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=116704</guid>

					<description><![CDATA[Lesti Kejora laporkan suaminya, Rizky Billar, atas kasus KDRT setelah diduga ketahuan selingkuh. Mengapa fenomena ini begitu marak?]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Publik dan warganet baru-baru ini dihebohkan dengan kabar pelaporan yang dilakukan oleh penyanyi bernama Lesti Kejora atas suaminya, Rizky Billar, terkait kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) karena diduga selingkuh. Persoalan ini tunjukkan bagaimana persoalan gender masih jadi masalah besar di masyarakat Indonesia.</strong></p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide"/>



<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.pinterpolitik.com/"><strong>PinterPolitik.com</strong></a></p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow"><p>“Sisa cinta ‘kan jadi cerita, tersimpan selamanya bersama kejora” – Lesti Kejora, “Kejora” (2014)</p></blockquote>



<p class="wp-block-paragraph">Akhir-akhir ini, media massa dan media sosial (medsos) dipenuhi oleh berita-berita perselingkuhan yang dilakukan oleh figur-figur publik – mulai dari Reza Arap Oktavian, Adam Levine (vokalis Maroon 5), hingga Rizky Billar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ramainya berita-berita seperti ini jadi perbincangan <em>lho</em> di linimasa-linimasa medsos. <em>Nggak</em> sedikit dari mereka pengguna medsos seperti Twitter mengkritik selebriti-selebriti laki-laki yang mengkhianati pasangannya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Memang <em>sih</em>, pengkhianatan apapun bakal terasa sakit. Ini pun berlaku <em>lho</em> bagi pengkhianatan politik. Kalau <em>nggak</em> percaya, coba tanya pada Ketua Umum (Ketum) Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Persaudaraan Alumni (PA) 212. <em>Hehe</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ya, terlepas dari persoalan politik, persoalan rumah tangga ini juga penting <em>lho</em>, <em>guys</em>. Apalagi <em>nih</em>, keluarga itu merupakan lingkaran internalisasi pertama bagi siapa pun. Bila mengacu pada filsuf Yunani kuno bernama Aristoteles, justru dari unit keluarga lah semua berangkat menjadi lebih terorganisir ke unit lebih besar – mulai dari desa, polis, hingga negara.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, <em>gimana </em>jadinya kalau ternyata dari unit terkecil seperti keluarga <em>udah</em> muncul masalah-masalah yang mengganggu harmoni – misalnya perselingkuhan? Belum lagi <em>nih</em>, bila masalahnya malah berujung pada kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) atau kekerasan berbasis gender (KBG). <em>Waduh</em>! Parah <em>sih</em>.</p>



<figure class="wp-block-image"><a href="https://www.instagram.com/pinterpolitik/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><img decoding="async" src="https://lh4.googleusercontent.com/0eW1ZhUyQYhaMwxn-DivIXufOelvU3dzNj4aOCCzw14QlTyPT5J2YY3_yiQFl57OrYG7vqxXoRoJ3RQmOhkZyG3a3yh80g6iLmUeQQiu4iTP7hbCugBSNN34bqr7DDsbnSeq4HvBMcSVtKGZoSfylTIjXI1R7i1l00AsdHJ9KpO-yAhRFLwz9xqotEXPGQ_DAj1S3g" alt="Tanggapan Lesti Sudah Benar"/></a></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Yang terbaru <em>nih</em>, <em>guys</em>. Kabarnya, penyanyi dangdut bernama Lesti Kejora mengalami KDRT dari suaminya, Rizky Billar. Kasus ini jelas menambah deretan KGB dan KDRT yang telah jadi <em>problem</em> di masyarakat kita.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Hmm</em>, tapi <em>nih</em>, dari sekian persoalan rumah tangga seperti yang dilakukan oleh Reza Arap, Rizky Billar, hingga Adam Levine ini, ada persoalan apa <em>sih</em> di masyarakat pada umumnya? Mungkin, jawaban paling sering kita dengar adalah budaya patriarkis yang masih kita rawat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Teni Davoudian dalam tulisannya yang berjudul <em>I Cheat Because I Can: Power, Sexism and Approval of Infidelity</em> menjelaskan bagaimana perselingkuhan sendiri bisa marak terjadi. Davoudian menyebutkan bahwa distribusi kekuatan antara laki-laki dan perempuan bisa mempengaruhi sebuah hubungan percintaan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mungkin, inilah mengapa kita kerap menjumpai di masyarakat kasus-kasus KGB yang menjadikan perempuan sebagai korban – yakni karena distribusi kekuatan antar-gender yang belum setara. Bisa jadi, dari berbagai kasus seperti yang dialami oleh Lesti Kejora, kita semua perlu belajar bagaimana menghormati dan menjaga martabat antar-gender – apalagi dalam sebuah hubungan pernikahan.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tanggapan atau reaksi Lesti atas apa yang terjadi padanya bisa jadi adalah tanggapan yang paling sesuai. <em>Gimana </em>pun juga, kekerasan tidaklah benar untuk dilakukan – apapun alasannya. Ini saatnya bagi masyarakat untuk memberi ruang lebih kepada para korban kekerasan untuk memperjuangkan haknya. (A43)</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide"/>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<div class="youtube-embed" data-video_id="MhkQBIu62p4"><iframe title="Dua Lipa, Perang Bosnia dan Feminisme di Industri Musik" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/MhkQBIu62p4?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe></div>
</div></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/09/Kasus-Lesti-Billar-Begini-Tanggapan-Lesti-1024x683.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
