<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>Lembaga Election Watch &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/lembaga-election-watch/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Thu, 17 May 2018 12:36:39 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>Lembaga Election Watch &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>PSI Nangis Dipolisikan Bawaslu</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/psi-nangis-dipolisikan-bawaslu/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[K16]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 May 2018 12:36:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Bawaslu]]></category>
		<category><![CDATA[Lembaga Election Watch]]></category>
		<category><![CDATA[partai solidaritas indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Pelanggaran Kampanye]]></category>
		<category><![CDATA[PSI]]></category>
		<category><![CDATA[PSI Dipolisikan Bawaslu]]></category>
		<category><![CDATA[Raja Juli Antoni]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=29156</guid>

					<description><![CDATA[“Ada 12 Parpol yang diduga ikut melanggar aturan kampanye. (Tetapi kenapa hanya kami yang dipolisikan Bawaslu). Apa karena kami partai baru yang tak punya kekuatan politik apapun di parlemen? Kami merasa dizalimi.” ~ Sekjen PSI, Raja Juli Antoni. PinterPolitik.com [dropcap]P[/dropcap]olitik itu adalah dunia yang unik. Kalau kita selaras dengan arus, maka akan terasa menyejukkan. Lain [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong><em>“Ada 12 Parpol yang diduga ikut melanggar aturan kampanye. (Tetapi kenapa hanya kami yang dipolisikan Bawaslu). Apa karena kami partai baru yang tak punya kekuatan politik apapun di parlemen? Kami merasa dizalimi.” ~ </em>Sekjen PSI, Raja Juli Antoni.</strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #ccdb00;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]P[/dropcap]olitik itu adalah dunia yang unik. Kalau kita selaras dengan arus, maka akan terasa menyejukkan. Lain hal kalau mencoba melawan arus. Yang ada tubuh ini akan tercabik-cabik tak tersisa. Begitulah perandaian kondisi politik Indonesia dewasa ini. Ya seperti yang dirasakan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang sering melakukan konfrontasi dengan berbagai pihak.</p>
<p>Sebagai Partai baru, PSI memang kerap kali dihujani berbagai cobaan bertubi-tubi. Yang terbaru, partai ini dilaporkan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) ke Bareskrim Polri. PSI dilaporkan terkait dugaan iklan kampanye di luar jadwal yang sudah ditentukan. Waduh, itu <em>mah</em> udah ketangkep basah ya. <em>Kician deh lo</em>!</p>
<p>Sekjen PSI, Raja Juli Antoni memang gak sepenuhnya menampik mengenai dugaan itu. Tapi dia lebih menekankan ketidakadilan yang dialami PSI atas pelanggaran ini. Pasalnya, berdasarkan laporan Election Watch, ada 12 Partai Politik yang diduga melakukan pelanggaran kampanye atas iklan di berbagai media.</p>
<p>Tapi sialnya, ya hanya PSI yang dilaporkan Bawaslu. Itu<em> mah</em> namanya <em>amsyong</em>, hahaha. PSI sebagai partai bau kencur di perpolitikan Indonesia, jadi masih lugu ya gak tau cara ngelesnya. Ya udah deh, begini kejadiannya.</p>
<p>Politik itu kejam <em>masbro</em>. Seseorang akan menjadi teman hanya <em>gegara</em> seberapa besar hal yang bisa didapat dari diri kita. Kalau gak ada satupun, <em>sayonara bye bye</em> deh, teman pun bisa menjadi lawan. Terus mau apa PSI sekarang coba? Nangis ampe <em>mewek</em> juga gak guna. Udah <em>gih</em> baikan sana sama Bawaslu!</p>
<p>Makanya, jadi partai baru itu jangan <em>ngocol</em> deh. Ikuti gaya permainan partai senior yang lain. Jangan baru lahir udah ngajakin preman, berantem. Emang ada sejarahnya, <em>dede baby</em> menang lawan preman pasar? Ya kali deh bisa menang. <em>Ngimpi kali ye</em>! Kalau gegara laporan ini, PSI jadi gak maksimal di Pemilu gimana? Kalau kata Cak Lontong sih, “Mikir!” (K16)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/05/Raja-Juli-Antoni-PSI.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
