<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>Kuda Troya &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/kuda-troya/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Fri, 10 Mar 2023 10:15:37 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>Kuda Troya &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Partai Prima adalah Kuda Troya?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/in-depth/partai-prima-adalah-kuda-troya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R53]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 10 Mar 2023 00:58:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Nalar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Kuda Troya]]></category>
		<category><![CDATA[Partai Prima]]></category>
		<category><![CDATA[penundaan pemilu 2024]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=125547</guid>

					<description><![CDATA[Dikabulkannya gugatan Partai Prima oleh Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat (Jakpus) mengejutkan banyak pihak karena berkonsekuensi membuat Pemilu 2024 ditunda sampai Juli 2025. Mungkinkah Partai Prima adalah Kuda Troya dalam upaya penundaan pemilu? PinterPolitik.com Tidak seperti biasanya, belakangan ini bukan partai besar seperti PDIP, Partai Golkar, Partai Gerindra, atau Partai NasDem yang mendapat sorotan luas, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Dikabulkannya gugatan Partai Prima oleh Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat (Jakpus) mengejutkan banyak pihak karena berkonsekuensi membuat Pemilu 2024 ditunda sampai Juli 2025. Mungkinkah Partai Prima adalah Kuda Troya dalam upaya penundaan pemilu?</strong></p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide"/>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>PinterPolitik.com</strong></p>



<p class="has-drop-cap wp-block-paragraph">Tidak seperti biasanya, belakangan ini bukan partai besar seperti PDIP, Partai Golkar, Partai Gerindra, atau Partai NasDem yang mendapat sorotan luas, melainkan partai baru yang bahkan tidak lolos verifikasi KPU, yakni Partai Rakyat Adil Makmur atau Partai Prima.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ini bermula ketika Partai Prima mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat (Jakpus) pada 8 Desember 2022. Gugatan yang ditujukan ke KPU itu dikabulkan pada 2 Maret 2023 dengan putusan yang mengejutkan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mungkin untuk pertama kalinya Pengadilan Negeri memutuskan perkara pemilu. Bayangkan saja, dalam keputusannya KPU diminta menghentikan sisa pelaksanaan pemilu sejak keputusan diucapkan dan melaksanakan tahapan pemilu dari awal selama lebih kurang dua tahun empat bulan tujuh hari.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jika keputusan itu inkrah atau berkekuatan hukum tetap, maka Pemilu 2024 akan ditunda ke 9 Juli 2025.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Berbagai pihak langsung bereaksi keras. Rentetan tanda tanya serius kita temukan di berbagai <em>headline</em> pemberitaan. Pertama, tentu saja soal bagaimana mungkin Pengadilan Negeri memutuskan perkara pemilu nasional?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kemudian, bagaimana mungkin partai kecil seperti Prima memenangkan perkara yang dapat mengubah pemilu nasional?</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1080" height="1350" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/lawan-penundaan-pemilu.jpg" alt="lawan penundaan pemilu" class="wp-image-125294" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/lawan-penundaan-pemilu.jpg 1080w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/lawan-penundaan-pemilu-768x960.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/lawan-penundaan-pemilu-696x870.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/lawan-penundaan-pemilu-1068x1335.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/lawan-penundaan-pemilu-1920x2400.jpg 1920w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/lawan-penundaan-pemilu-336x420.jpg 336w" sizes="(max-width: 1080px) 100vw, 1080px" /></figure>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Mengurai Keanehan</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Seperti yang telah disebutkan, ada dua keanehan utama yang ditemukan. Pertama, bagaimana mungkin PN Jakpus tidak menyadari batasan wewenangnya? Kedua, bagaimana ceritanya partai kecil seperti Prima bisa menang?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk yang pertama, tulisan Ezra Klein yang berjudul <em>How Politics Makes Us Stupid</em> dapat menjadi refleksi yang bagus. Mengutip studi dari Yale Law School, Klein menyebutkan bahwa keterampilan matematika (kalkulasi), bahkan yang sederhana, dapat menurun ketika menghadapi persoalan yang memiliki unsur politik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Atas keanehan PN Jakpus yang menabrak kewenangannya, adanya intervensi politik menjadi kesimpulan yang sulit dihindari. Berbagai pengamat politik dan pakar hukum juga telah menjelaskan putusan itu tidak masuk akal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Yang membuatnya lebih menarik, berbagai elite partai besar juga menentang keras putusan itu. Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono, dan Presiden PKS Ahmad Syaikhu juga menyebutnya tidak masuk akal serta tidak relevan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan berbagai elite partai besar menolak putusan PN Jakpus, ini membuat publik semakin penasaran dengan keanehan kedua. Kekuatan politik apa yang berada di belakang Partai Prima sehingga gugatannya dikabulkan dan mengubah pemilu nasional?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan dicoretnya kemungkinan partai besar, kecurigaan publik kemudian berpindah ke kekuatan Istana.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Saya kira Presiden perlu mengklarifikasi, karena banyak yang menuding Istana terlibat. Bahkan ada berita media yg menuding ‘ada tangan pemerintah’ dalam isu penundaan pemilu. Tentu ini segera perlu di-<em>clear</em>-kan,&#8221; ungkap Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno pada 4 Maret 2022.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hal senada juga diungkapkan oleh pengamat politik dari Universitas Al Azhar Ujang Komarudin. “Dulu pernah ada ucapan menolak masa jabatan presiden tiga periode, tapi untuk usulan penundaan Pemilu 2024 dia (Jokowi) sampai saat ini belum pernah menyampaikan apapun,&#8221; ungkap Ujang di hari yang sama.</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img decoding="async" width="1080" height="1288" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/FB_IMG_1678384794821.jpg" alt="fb img 1678384794821" class="wp-image-125551" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/FB_IMG_1678384794821.jpg 1080w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/FB_IMG_1678384794821-252x300.jpg 252w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/FB_IMG_1678384794821-859x1024.jpg 859w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/FB_IMG_1678384794821-126x150.jpg 126w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/FB_IMG_1678384794821-768x916.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/FB_IMG_1678384794821-696x830.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/FB_IMG_1678384794821-1068x1274.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/FB_IMG_1678384794821-352x420.jpg 352w" sizes="(max-width: 1080px) 100vw, 1080px" /></figure>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Kuda Troya?</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Well</em>, terlepas dari siapa sosok besar di balik persoalan ini, jika memang ada upaya penundaan pemilu, sepertinya Partai Prima tengah dijadikan sebagai Kuda Troya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kisah Kuda Troya yang pertama kali disebutkan dalam Odyssey menggambarkan bagaimana tentara Yunani mampu merebut Kota Troy dengan bersembunyi di dalam kuda kayu raksasa. Meskipun cerita ini adalah mitos, Kuda Troya telah menjadi frasa untuk menjelaskan sesuatu yang digunakan untuk merusak.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sedikit intermeso, Kuda Troya (Trojan Horse) juga telah diadopsi menjadi nama virus komputer yang fungsinya untuk merusak. Seperti dalam kisahnya, virus ini merupakan sejenis <em>malware</em> yang berpura-pura menjadi perangkat lunak lain.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Nah, bukan tidak mungkin gugatan Partai Prima ditunggangi untuk menjadi Kuda Troya. Di balik kuda kayu (Partai Prima) yang terlihat tidak berpengaruh, terdapat tentara-tentara Yunani (sosok berpengaruh) yang siap untuk menyerang dan membakar habis.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mengutip <em>Thirty-Six Stratagems</em>, strategi itu disebut dengan “membunuh dengan pisau pinjaman” atau “membunuh dengan meminjam tangan orang lain”. <em>Kill with a borrowed knife</em> (借刀殺人, Jiè dāo shā rén).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagai penutup, tentu perlu digarisbawahi bahwa sekelumit analisis ini adalah interpretasi. Itu lah konstruksi analisis yang dapat dibangun berdasarkan variabel politik dan keganjilan yang tertangkap. (R53)</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="Cawapres Anies Bukan “Ban Serep”? | #CLARITAS" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/os-FnDAH4_I?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/images-52.jpeg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>PSI dan Mitos Kuda Troya</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/in-depth/psi-dan-mitos-kuda-troya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M39]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 13 Feb 2019 12:00:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nalar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Grace Natalie]]></category>
		<category><![CDATA[Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[Kuda Troya]]></category>
		<category><![CDATA[Muchdi PR]]></category>
		<category><![CDATA[Pilpres 2019]]></category>
		<category><![CDATA[PSI]]></category>
		<category><![CDATA[Tsamara Amany]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=48417</guid>

					<description><![CDATA[Kisah kuda Troya nampaknya menginspirasi PSI untuk menyerang Muchdi Pr yang beberapa waktu lalu menyatakan dukungan kepada sang petahana, Jokowi. Namun, tuduhan PSI tersebut justru mengindikasikan bahwa partai berlambang bunga mawar digenggam ini kerap kali tak sejalan dengan TKN, seiring dengan sikap sinis partai lain anggota koalisi PinterPolitik.com “Somebody should have warned the Trojans. Beware [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>Kisah kuda Troya nampaknya menginspirasi PSI untuk menyerang Muchdi Pr yang beberapa waktu lalu menyatakan dukungan kepada sang petahana, Jokowi. Namun, tuduhan PSI tersebut justru mengindikasikan bahwa partai berlambang bunga mawar digenggam ini kerap kali tak sejalan dengan TKN, seiring dengan sikap sinis partai lain anggota koalisi</strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #cadb2a;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<blockquote class="td_quote_box td_box_center">
<h4><strong>“Somebody should have warned the Trojans. Beware of gifts bearing Greeks.” </strong><br />
<strong>― <span class="authorOrTitle">David Gerrold</span></strong></h4>
</blockquote>
<p>[dropcap]B[/dropcap]icara kuda Troya, tentu ingatan kita langsung tertuju pada film Troy yang dibintangi oleh aktor kenamaan Brad Pitt. Film nominasi Oscar yang tayang pada Mei 2004 ini mengisahkan tentang perang Troya, salah satu peristiwa terpenting dalam mitologi Yunani dan terdapat banyak cerita dalam karya sastra Yunani.</p>
<p>Namun dalam konteks politik Indonesia, istilah kuda Troya muncul kembali bukan karena ketenaran film Troy, melainkan  istilah yang digunakan oleh juru bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Surya Tjandra, dalam menanggapi langkah bergabungnya mantan perwira tinggi TNI dan pejabat intelijen, Muchdi Purwoprandjono atau yang lebih dikenal sebagai Muchdi Pr.</p>
<p><hr /><p><em>Jangan-jangan PSI yang jadi kuda Troya?</em><br /><a href='https://x.com/intent/tweet?url=https%3A%2F%2Fwww.pinterpolitik.com%2Fin-depth%2Fpsi-dan-mitos-kuda-troya%2F&#038;text=Jangan-jangan%20PSI%20yang%20jadi%20kuda%20Troya%3F&#038;via=pinterpolitik&#038;related=pinterpolitik' target='_blank' rel="noopener noreferrer" >Share on X</a><br /><hr /></p>
<p>Dalam sebuah kesempatan, Surya Tjandra, meragukan itikad dukungan sang mantan perwira tinggi kepada capres petahana, Joko Widodo (Jokowi) yang menduga Muchdi akan menjadi &#8216;kuda Troya&#8217; dan akan merusak kubu ini dari dalam.</p>
<p>Latar belakang Muchdi-lah yang menjadi alasan PSI berburuk sangka. Memang, selain dikenal sebagai mantan perwira dan intelijen, Muchdi juga merupakan sosok yang terlibat dalam kasus pelanggaran HAM yang menewaskan aktivis HAM, Munir.</p>
<p>Ia juga merupakan salah satu petinggi Partai Berkarya,  partai yang dipimpin oleh anak mantan presiden Suharto, Tommy Suharto. Hal ini membuat label orde baru nampak cukup lekat dengan sosoknya.</p>
<p>Oleh karenanya, menurut PSI, dukungan Muchdi dianggap berpotensi menjadi bumerang bagi Jokowi menjelang Pilpres 2019 ini.</p>
<p>Namun tanggapan dingin perihal cibiran PSI tersebut justru muncul dari kubu TKN sendiri. Adalah Arsul Sani, wakil ketua TKN, yang menyuruh PSI sebaiknya tak perlu banyak suuzan terhadap dukungan Muchdi ke kubu Jokowi.</p>
<p>Lantas bagaimana sesungguhnya mengartikan kritikan PSI tentang kuda Troya tersebut? Mungkinkah ada maksud lain dibalik cibiran TKN pada partai pimpinan Grace Natalie tersebut?</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-48420" src="https://pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/02/PSI-dan-Kuda-Troya-Muchdi-Pr.jpg" alt="PSI dan Mitos Kuda Troya" width="1080" height="1080" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/02/PSI-dan-Kuda-Troya-Muchdi-Pr.jpg 1080w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/02/PSI-dan-Kuda-Troya-Muchdi-Pr-135x135.jpg 135w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/02/PSI-dan-Kuda-Troya-Muchdi-Pr-150x150.jpg 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/02/PSI-dan-Kuda-Troya-Muchdi-Pr-300x300.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/02/PSI-dan-Kuda-Troya-Muchdi-Pr-768x768.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/02/PSI-dan-Kuda-Troya-Muchdi-Pr-1024x1024.jpg 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/02/PSI-dan-Kuda-Troya-Muchdi-Pr-696x696.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/02/PSI-dan-Kuda-Troya-Muchdi-Pr-1068x1068.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/02/PSI-dan-Kuda-Troya-Muchdi-Pr-420x420.jpg 420w" sizes="auto, (max-width: 1080px) 100vw, 1080px" /></p>
<h4><strong>Mitologi Kuda Troya</strong></h4>
<p>Kuda Troya adalah metafor penting tentang bagaimana sebuah pengkhianatan dapat berwujud hal-hal yang tak pernah terbayangkan sebelumnya.</p>
<p>Munculnya kuda pengecoh ini bermula dari mitologi perang Troya yang terjadi di kota Troya dalam cerita kepahlawanan Yunani.</p>
<p>Kuda Troya adalah salah satu kisah di dalamnya yang menceritakan bagaimana tipu daya berhasil membuat pasukan Odysseus menguasai kota Troya dalam semalam.</p>
<blockquote class="twitter-tweet" data-width="550" data-dnt="true">
<p lang="in" dir="ltr"><a href="https://t.co/u0doKMmsd6">https://t.co/u0doKMmsd6</a></p>
<p>Ya suudzon lah bos. Ada 41 kali telpon antara beliau dan Pollycarpus <a href="https://twitter.com/hashtag/MenolakLupa?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw">#MenolakLupa</a> cc <a href="https://twitter.com/surtjan?ref_src=twsrc%5Etfw">@surtjan</a></p>
<p>&mdash; Jaktim #1  |  Rian Ernest (@rianernesto) <a href="https://twitter.com/rianernesto/status/1095570522425847808?ref_src=twsrc%5Etfw">February 13, 2019</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p>Sebelum kuda Troya digunakan untuk mengelabui lawan, peperangan yang terjadi akibat perselisihan antara seorang pangeran bernama Paris dengan Raja Menelaus yang memperebutkan seorang perempuan bernama Helen ini tidak membuahkan hasil selama 10 tahun lamanya.</p>
<p>Dalam mitologi Yunani kuno, Raja Menelaus yang mendapati kabar bahwa Helen kabur bersama Paris menuju Troya langsung menggerkakan pasukannya untuk menyerbu kota Troya.</p>
<p>Dengan kekuasaannya, Raja Menelaus berhasil menggabungkan beberapa kekuatan pasukan dari sekutu-sekutunya di wilayah Yunani.</p>
<p>Pasukan Raja Menelaus pun membangun sebuah kuda kayu raksasa yang digunakan untuk menyembunyikan beberapa pasukan di dalamnya guna menyelinap ke wilayah Troya.</p>
<p>Dengan intrik licik, pasukan sang Raja pun berpura-pura berlayar pergi sebagai tanda kekalahan pasukan Yunani dengan pengharapan bahwa orang-orang Troya menarik kuda kayu ini untuk masuk ke kota sebagai lambang kemenangan.</p>
<p>Syahdan, sialnya orang-orang Troya akhirnya terjerumus dalam tipu muslihat ini. Ketika kuda sudah berada di dalam kota, pada malam tiba, pasukan Yunani yang bersembunyi keluar dari kuda kayu tersebut dan membuka pintu gerbang utama kota Troya.</p>
<p>Dengan memanfaatkan persembunyian malam, akhirnya kota Troya pun digempur habis-habisan oleh kekuatan pahlawan-pahlawan besar negeri itu, seperti Raja Nestor dari Pylos, Achilles, dan Odysseus. Troya benar-benar tidak dapat berkutik akibat dari gempuran pasukan Yunani tersebut.</p>
<p>Oleh karenanya, istilah kuda Troya selalu diidentikkan dengan upaya tipu daya yang menempatkan musuh secara intrinsik ke wilayah yang seharusnya terlindungi.</p>
<p>Dengan kata lain, kuda Troya adalah metafora adanya musuh dalam selimut yang berhasil mengelabui musuhnya dan berpotensi menyebabkan kerugian yang cukup besar.</p>
<p>Dalam konteks politik Indonesia, gambaran perang Troya diatas yang nampaknya menjadi ketakutan PSI atas dukungan Muchdi Pr untuk Jokowi. Namun benarkah ketakutan PSI tersebut?</p>
<h4><strong>PSI, Si Kuda Troya Jokowi?</strong></h4>
<p>Konfrontasi yang dilakukan PSI terhadap Muchdi Pr bisa dibilang cukup berani, tetapi apakah dapat dikatakan sepenuhnya benar?</p>
<p>Jika menggunakan metafora kuda Troya yang telah dijelaskan sebelumnya, sayangnya Muchdi Pr sebenarnya boleh jadi tak mencerminkan sosok kuda Troya itu sendiri.</p>
<p>Secara <em>track record</em>, sosok sang jenderal terkenal sebagai politisi kutu loncat. Dalam karier politiknya, Muchdi tercatat ikut mendirikan Partai Gerindra bersama Prabowo di tahun 2008 dengan jabatan sebagai wakil ketua umum.</p>
<blockquote class="twitter-tweet" data-width="550" data-dnt="true">
<p lang="in" dir="ltr">Muchdi PR Dukung Jokowi, PSI Enggak Happy<br /> <a href="https://t.co/ZNHW2vXL2I">https://t.co/ZNHW2vXL2I</a></p>
<p>&mdash; Mohamad Guntur Romli (@GunRomli) <a href="https://twitter.com/GunRomli/status/1095286382556209152?ref_src=twsrc%5Etfw">February 12, 2019</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p>Selain itu, ia juga pernah mencicipi jabatan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di tahun 2011. Ia juga menjadi sosok penting bagi lahirnya Partai Berkarya yang kini dipimpin oleh Tommy Soeharto.</p>
<p>Namun sesungguhnya, sulit untuk mengatakan bahwa ia memiliki peran elektoral yang signfikan. Dalam kadar tertentu, ia bahkan mungkin saja tak memberikan keuntungan elektoral spesifik bagi Jokowi. Ada atau tidaknya dukungannya terhadap Jokowi, Muchdi bisa saja bukanlah sosok yang patut dicurigai menjadi ancaman teramat besar.</p>
<p>Pada Pilpres 2014 saja, ia juga menyatakan diri sebagai pendukung Jokowi. Padahal, kala itu ia merupakan bagian dari PPP yang merupakan partai koalisi pasangan Prabowo-Hatta. Kala itu, ia tampak tak terlalu banyak berperan dalam memenangkan mantan wali kota Solo tersebut.</p>
<p>Dalam konteks ini, PSI nampaknya terlalu reaksioner dalam menyikapi dukungan Muchdi Pr untuk Jokowi. Setidaknya begitulah pesan yang coba ingin disampaikan oleh Arsul Sani, Jubir TKN sekaligus politisi PPP.</p>
<p>Dalam kesempatan berbeda ia meminta Partai berlambang tangan menggenggam setangkai mawar ini untuk  tidak berburuk sangka agar tidak terjadi saling kecurigaan antara pendukung Jokowi-Ma&#8217;ruf.</p>
<p>Sekilas, tanggapan dingin tersebut sesungguhnya menunjukkan bahwa selama ini PSI tak begitu diterima di kalangan TKN sendiri.</p>
<p>Ketidaksukaan Arsul Sani dengan tanggapan partai pimpinan Grace Natalie tersebut misalnya, telah menjadi penanda bahwa PSI sesungguhnya hanya menjadi <em>political outsider</em> dalam TKN.</p>
<p>Menurut Barbara Trish dalam tulisannya di <em>The Washington Post</em>, <em> political outsider</em> memang sosok yang mengkonstruksi diri sebagai penantang <em>status quo</em> dalam sistem politik yang berlaku. Namun dalam kenyataannya, sosok semacam ini sebenarnya memiliki agenda politik mereka sendiri.</p>
<p>Dengan melihat serangan PSI ke Muchdi tersebut, hal ini justru akan berpotensi untuk merugikan petahana. Hal ini disebabkan karena partai yang diramalkan tak lolos <em>electoral threshold</em> ini berpotensi mendegradasi kesolidan koalisi kubu 01 tersebut.</p>
<p>PSI bisa saja dianggap tak bisa menjadi partai yang bersinergi dengan partai-partai lain dalam Koalisi Indonesia Kerja. Sikap PSI ini kemudian rentan untuk memecah-belah internal koalisi.</p>
<blockquote class="twitter-tweet" data-width="550" data-dnt="true">
<p lang="in" dir="ltr">Sebetulnya PSI itu. teman2 kita&#8230;mereka itu pasukan KUDA TROYA yg bertugas menghancurkan musuh dari dalam&#8230;dgn agresivitas dan berbagi kontroversinya udah terbukti sangat effectiv untuk menggerus elektabilitas klp. sebelah&#8230;tks PSI, lanjutkan, bahkan yg lebih dahsyat lagi&#8230;</p>
<p>&mdash; Fredy Salamun (@Fredy_Santana01) <a href="https://twitter.com/Fredy_Santana01/status/1074511796902322176?ref_src=twsrc%5Etfw">December 17, 2018</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p>Hal ini sejalan dengan pendapat Gary W. Cox dan Frances Rosenbluth  dalam jurnalnya berjudul <em>Anatomy of a Split</em> yang menyebut bahwa sebuah koalisi akan menghadapi masalah ketika sudah tidak ada kesamaan visi atau tujuan yang berakhir dengan kecenderungan memaksakan kecocokan.</p>
<p>Upaya kompromi untuk mempertahankan koalisi  dengan kondisi polarisasi ideologi, dan partai yang memiliki kepentingan berseberangan akan sulit untuk menghasilkan sebuah konsensus politik.</p>
<p>Jika terus-terusan begini, baik PSI maupun koalisi pendukung Jokowi bisa saja tak mampu menjalin hubungan saling menguntungkan utamanya dalam Pilpres 2019 ini.</p>
<p>Pada akhirnya, alih-alih seharusnya menjaga harmonisasi koalisi, PSI justru berpotensi menjadi kuda Troya itu sendiri. PSI berpotensi menjadi pasukan Yunani yang tanpa ampun menghancurkan sistem pertahanan kota Troya dan bahkan membuat orang-orang di dalamnya dibantai. Lalu, mungkinkah PSI akhirnya yang akan menjadi kuda Troya tersebut? Ataukah ternyata PSI akhirnya benar bahwa Muchdi akan merusak tim Jokowi dari dalam? (M39)</p>
<p><iframe loading="lazy" src="https://www.youtube-nocookie.com/embed/6kE26Ykwez0?showinfo=0&amp;modestbranding=1&amp;autoplay=1&amp;mute=1&amp;loop=1&amp;autohide=1&amp;rel=0&amp;fs=0" width="853" height="480" frameborder="0"></iframe></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/02/psi-dan-jokowi_20180303_134112.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>PSI, dari Achilles ke Batman</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/psi-dari-achilles-ke-batman/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[S13]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 13 Feb 2019 11:07:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Batman]]></category>
		<category><![CDATA[Kuda Troya]]></category>
		<category><![CDATA[Muchdi PR]]></category>
		<category><![CDATA[PSI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=48425</guid>

					<description><![CDATA[“Kamu punya pedang, saya punya trik. Kita akan bermain dengan mainan yang diberikan para dewa kepada kita”. – Odysseus, dalam film “Troy” PinterPolitik.com [dropcap]G[/dropcap]imana ya kalau Achilles dan Hector yang ada dalam kisah Perang Troya hidup di zaman ini? Bakal bingung dan kena culture shock alias kagok lah mereka melihat berbagai kemajuan yang ada. Apalagi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>“Kamu punya pedang, saya punya trik. Kita akan bermain dengan mainan yang diberikan para dewa kepada kita”. – Odysseus, dalam film “Troy”</strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #cedb2a;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]G[/dropcap]imana ya kalau Achilles dan Hector yang ada dalam kisah Perang Troya hidup di zaman ini?</p>
<p>Bakal bingung dan kena <em>culture shock </em>alias kagok lah mereka melihat berbagai kemajuan yang ada. Apalagi kalau keduanya dikasih lihat video-videonya Young Lex sama Awkarin, pasti tambah <em>shock. </em>Kalau videonya Kimi Hime jangan deh, bisa salah fokus! <em>Ups. </em>Eh<em>, </em>yang penasaran jangan Googling!</p>
<p>Tapi, kagoknya mereka bakal berkurang kalau ngelihat aksi-aksi politisi jelang Pilpres 2019 ini. Soalnya istilah Kuda Troya yang identik dengan kisah Perang Troya bakal mereka jumpai juga di zaman ini.</p>
<p>Adalah Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang menyebut dukungan Waketum Partai Berkarya, Muchdi PR sebagai Kuda Troya yang akan merusak soliditas KIK alias Koalisi Ini Kaya, eh Koalisi Indonesia Kerja.</p>
<p>Tapi beneran kaya juga kok, tuh beli sabun aja Rp 2 miliar <em>cuy!</em></p>
<p>Sabun segitu buat nyuci piring sekelurahan kayaknya nggak habis. Kecuali kelurahannya itu di Kabupaten Timor Tengah Utara, NTT yang beberapa wilayahnya sering banget mengalami kekeringan. Jadi warganya bakal jual dulu 75 persen sabun-sabunnya itu. Terus duitnya bisa dipakai buat beli air. Baru deh bisa cuci piring. <em>Hadeh.</em></p>
<p>Nah, tuduhan PSI ini malah dikomentari sendiri oleh partai-partai di Tim Kampanye Nasional (TKN) KIK. Katanya PSI tak boleh suuzan dan main asal tuduh.</p>
<p><hr /><p><em>PSI sendiri bisa juga jadi Kuda Troya. Belakangan ini sering banget membenturkan diri dengan kelompok-kelompok agamis. Padahal udah tahu KIK lagi menjaring dukungan kelompok itu.</em><br /><a href='https://x.com/intent/tweet?url=https%3A%2F%2Fwww.pinterpolitik.com%2Fterkini%2Fpsi-dari-achilles-ke-batman%2F&#038;text=PSI%20sendiri%20bisa%20juga%20jadi%20Kuda%20Troya.%20Belakangan%20ini%20sering%20banget%20membenturkan%20diri%20dengan%20kelompok-kelompok%20agamis.%20Padahal%20udah%20tahu%20KIK%20lagi%20menjaring%20dukungan%20kelompok%20itu.&#038;via=pinterpolitik&#038;related=pinterpolitik' target='_blank' rel="noopener noreferrer" >Share on X</a><br /><hr /></p>
<p>Sebenarnya PSI betul juga loh. Soalnya para aktivis HAM bisa jadi tambah keki sama KIK. Kan si bapak itu disebut-sebut terlibat dalam kasus HAM-nya Munir. Jadi bisa merusak dukungan dan membuat orang-orang jadi pada nggak mau milih calonnya KIK. Kayak Kuda Troya yang merusak dari dalam.</p>
<p>Tapi, siapa aja di KIK bisa loh jadi Kuda Troya. Lah itu si Opa yang jadi Ketua Dewan Pertimbangan aja pas Pilkada DKI Jakarta 2017 lalu dukung pasangan yang berbeda dari partnernya.</p>
<p>Bahkan, PSI sendiri bisa juga jadi Kuda Troya. Belakangan ini mereka sering banget membenturkan diri dengan kelompok-kelompok agamis. Padahal udah tahu banget bahwa KIK lagi menjaring dukungan kelompok itu.</p>
<p>Kuda Troya di KIK ini malah jadi mirip sama film terakhir di trilogi Batman-nya Christopher Nolan, The Dark Knight Rises. Soalnya orang-orang pada nggak tahu sampai di akhir film kalau ternyata musuhnya itu ya si Miranda Tate alias Talia al Ghul yang udah dekat sama jagoan kita, Bruce Wayne.</p>
<p>Jadi, siapa aja bisa jadi Kuda Troya di KIK. Ketua TKN-nya aja sohib lawan, terus Wakil Ketua TKN satu sekolah dan merintis usaha bersama lawan. Nah lo!</p>
<blockquote class="instagram-media" data-instgrm-captioned data-instgrm-permalink="https://www.instagram.com/p/BtDJgNkAZ5o/?utm_source=ig_embed&amp;utm_medium=loading" data-instgrm-version="12" style=" background:#FFF; border:0; border-radius:3px; box-shadow:0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width:658px; min-width:326px; padding:0; width:99.375%; width:-webkit-calc(100% - 2px); width:calc(100% - 2px);">
<div style="padding:16px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/BtDJgNkAZ5o/?utm_source=ig_embed&amp;utm_medium=loading" style=" background:#FFFFFF; line-height:0; padding:0 0; text-align:center; text-decoration:none; width:100%;" target="_blank"> </p>
<div style=" display: flex; flex-direction: row; align-items: center;">
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 40px; margin-right: 14px; width: 40px;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center;">
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 100px;"></div>
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 60px;"></div>
</div>
</div>
<div style="padding: 19% 0;"></div>
<div style="display:block; height:50px; margin:0 auto 12px; width:50px;"><svg width="50px" height="50px" viewBox="0 0 60 60" version="1.1" xmlns="https://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="https://www.w3.org/1999/xlink"><g stroke="none" stroke-width="1" fill="none" fill-rule="evenodd"><g transform="translate(-511.000000, -20.000000)" fill="#000000"><g><path d="M556.869,30.41 C554.814,30.41 553.148,32.076 553.148,34.131 C553.148,36.186 554.814,37.852 556.869,37.852 C558.924,37.852 560.59,36.186 560.59,34.131 C560.59,32.076 558.924,30.41 556.869,30.41 M541,60.657 C535.114,60.657 530.342,55.887 530.342,50 C530.342,44.114 535.114,39.342 541,39.342 C546.887,39.342 551.658,44.114 551.658,50 C551.658,55.887 546.887,60.657 541,60.657 M541,33.886 C532.1,33.886 524.886,41.1 524.886,50 C524.886,58.899 532.1,66.113 541,66.113 C549.9,66.113 557.115,58.899 557.115,50 C557.115,41.1 549.9,33.886 541,33.886 M565.378,62.101 C565.244,65.022 564.756,66.606 564.346,67.663 C563.803,69.06 563.154,70.057 562.106,71.106 C561.058,72.155 560.06,72.803 558.662,73.347 C557.607,73.757 556.021,74.244 553.102,74.378 C549.944,74.521 548.997,74.552 541,74.552 C533.003,74.552 532.056,74.521 528.898,74.378 C525.979,74.244 524.393,73.757 523.338,73.347 C521.94,72.803 520.942,72.155 519.894,71.106 C518.846,70.057 518.197,69.06 517.654,67.663 C517.244,66.606 516.755,65.022 516.623,62.101 C516.479,58.943 516.448,57.996 516.448,50 C516.448,42.003 516.479,41.056 516.623,37.899 C516.755,34.978 517.244,33.391 517.654,32.338 C518.197,30.938 518.846,29.942 519.894,28.894 C520.942,27.846 521.94,27.196 523.338,26.654 C524.393,26.244 525.979,25.756 528.898,25.623 C532.057,25.479 533.004,25.448 541,25.448 C548.997,25.448 549.943,25.479 553.102,25.623 C556.021,25.756 557.607,26.244 558.662,26.654 C560.06,27.196 561.058,27.846 562.106,28.894 C563.154,29.942 563.803,30.938 564.346,32.338 C564.756,33.391 565.244,34.978 565.378,37.899 C565.522,41.056 565.552,42.003 565.552,50 C565.552,57.996 565.522,58.943 565.378,62.101 M570.82,37.631 C570.674,34.438 570.167,32.258 569.425,30.349 C568.659,28.377 567.633,26.702 565.965,25.035 C564.297,23.368 562.623,22.342 560.652,21.575 C558.743,20.834 556.562,20.326 553.369,20.18 C550.169,20.033 549.148,20 541,20 C532.853,20 531.831,20.033 528.631,20.18 C525.438,20.326 523.257,20.834 521.349,21.575 C519.376,22.342 517.703,23.368 516.035,25.035 C514.368,26.702 513.342,28.377 512.574,30.349 C511.834,32.258 511.326,34.438 511.181,37.631 C511.035,40.831 511,41.851 511,50 C511,58.147 511.035,59.17 511.181,62.369 C511.326,65.562 511.834,67.743 512.574,69.651 C513.342,71.625 514.368,73.296 516.035,74.965 C517.703,76.634 519.376,77.658 521.349,78.425 C523.257,79.167 525.438,79.673 528.631,79.82 C531.831,79.965 532.853,80.001 541,80.001 C549.148,80.001 550.169,79.965 553.369,79.82 C556.562,79.673 558.743,79.167 560.652,78.425 C562.623,77.658 564.297,76.634 565.965,74.965 C567.633,73.296 568.659,71.625 569.425,69.651 C570.167,67.743 570.674,65.562 570.82,62.369 C570.966,59.17 571,58.147 571,50 C571,41.851 570.966,40.831 570.82,37.631"></path></g></g></g></svg></div>
<div style="padding-top: 8px;">
<div style=" color:#3897f0; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:550; line-height:18px;"> View this post on Instagram</div>
</div>
<div style="padding: 12.5% 0;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: row; margin-bottom: 14px; align-items: center;">
<div>
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(0px) translateY(7px);"></div>
<div style="background-color: #F4F4F4; height: 12.5px; transform: rotate(-45deg) translateX(3px) translateY(1px); width: 12.5px; flex-grow: 0; margin-right: 14px; margin-left: 2px;"></div>
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(9px) translateY(-18px);"></div>
</div>
<div style="margin-left: 8px;">
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 20px; width: 20px;"></div>
<div style=" width: 0; height: 0; border-top: 2px solid transparent; border-left: 6px solid #f4f4f4; border-bottom: 2px solid transparent; transform: translateX(16px) translateY(-4px) rotate(30deg)"></div>
</div>
<div style="margin-left: auto;">
<div style=" width: 0px; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-right: 8px solid transparent; transform: translateY(16px);"></div>
<div style=" background-color: #F4F4F4; flex-grow: 0; height: 12px; width: 16px; transform: translateY(-4px);"></div>
<div style=" width: 0; height: 0; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-left: 8px solid transparent; transform: translateY(-4px) translateX(8px);"></div>
</div>
</div>
<p></a> </p>
<p style=" margin:8px 0 0 0; padding:0 4px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/BtDJgNkAZ5o/?utm_source=ig_embed&amp;utm_medium=loading" style=" color:#000; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px; text-decoration:none; word-wrap:break-word;" target="_blank">Tiba-tiba aroma sabun begitu wangi Nantikan artikel selengkapnya di Pinterpolitik.com #jokowi #sabun #2m #infografik #infografis #infographic #politik #politic #politikindonesia #pinterpolitik</a></p>
<p style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px; margin-bottom:0; margin-top:8px; overflow:hidden; padding:8px 0 7px; text-align:center; text-overflow:ellipsis; white-space:nowrap;">A post shared by <a href="https://www.instagram.com/pinterpolitik/?utm_source=ig_embed&amp;utm_medium=loading" style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px;" target="_blank"> PinterPolitik.com</a> (@pinterpolitik) on <time style=" font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px;" datetime="2019-01-25T07:29:45+00:00">Jan 24, 2019 at 11:29pm PST</time></p>
</div>
</blockquote>
<p><script async src="//www.instagram.com/embed.js"></script></p>
<p>Artinya, tuduhan PSI soal Muchdi jadi kayak angin sepoi-sepoi saat hujan: sejuknya nggak dapet, dingin dan basahnya <em>cuy </em>yang ada.</p>
<p>Kecuali kalau kita lagi berteduh di kolong jalan tol yang dibuatnya pakai anggaran dari utang dan tarifnya sekarang mahal banget. Terus biar nggak rugi, pengendara motor pun diwacanakan bisa pakai jalan tol. <em>Hadeh. </em>Emang nggak bahaya tuh?</p>
<p>Ah, apa pun itu, yang penting harga nasi rames di warteg masih terjangkau. Jadi bisa nraktir Achilles dan Hector. Biar mereka tahu, kalau hidup di zaman ini nggak seindah cerita Milea dan Dilan.</p>
<p>Sudahlah, mari lanjut nonton Kimi Hime &#8211; eh, maksudnya Agung Hapsah! <em>Ahsyiapp!</em> (S13)</p>
<div class="youtube-embed" data-video_id="b0hjKeV6qlE"><iframe loading="lazy" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/b0hjKeV6qlE?start=36&#038;feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe></div>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/02/PSI-Batman-Achilles-1024x676.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>PSI Dan Kuda Troya Muchdi PR</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/infografis/psi-dan-kuda-troya-muchdi-pr/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[K12]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 13 Feb 2019 11:07:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[Kuda Troya]]></category>
		<category><![CDATA[Muchdi PR]]></category>
		<category><![CDATA[PSI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=48448</guid>

					<description><![CDATA[]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/02/PSI-dan-Kuda-Troya-Muchdi-Pr.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class=" td-modal-image aligncenter wp-image-48420 size-full" src="https://pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/02/PSI-dan-Kuda-Troya-Muchdi-Pr.jpg" alt="PSI dan Mitos Kuda Troya" width="1080" height="1080" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/02/PSI-dan-Kuda-Troya-Muchdi-Pr.jpg 1080w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/02/PSI-dan-Kuda-Troya-Muchdi-Pr-135x135.jpg 135w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/02/PSI-dan-Kuda-Troya-Muchdi-Pr-150x150.jpg 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/02/PSI-dan-Kuda-Troya-Muchdi-Pr-300x300.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/02/PSI-dan-Kuda-Troya-Muchdi-Pr-768x768.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/02/PSI-dan-Kuda-Troya-Muchdi-Pr-1024x1024.jpg 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/02/PSI-dan-Kuda-Troya-Muchdi-Pr-696x696.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/02/PSI-dan-Kuda-Troya-Muchdi-Pr-1068x1068.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/02/PSI-dan-Kuda-Troya-Muchdi-Pr-420x420.jpg 420w" sizes="auto, (max-width: 1080px) 100vw, 1080px" /></a></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/02/PSI-dan-Kuda-Troya-Muchdi-Pr-1024x1024.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
