<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>Kubu Djan Faridz &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/kubu-djan-faridz/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Thu, 28 Dec 2017 03:24:12 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>Kubu Djan Faridz &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Djan Faridz Tergiur Ajakan Romi?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/djan-faridz-tergiur-ajakan-romi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Z19]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 28 Dec 2017 03:24:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Kubu Djan Faridz]]></category>
		<category><![CDATA[Kubu Romahurmuziy]]></category>
		<category><![CDATA[Partai Persatuan Pembangunan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=18881</guid>

					<description><![CDATA[“Keadilan hanya akan ada di mana mereka yang tidak terkena akibat ketidakadilan sama dipermalukannya dengan mereka yang terkena ketidakadilan” ~ Plato PinterPolitik.com [dropcap]K[/dropcap]isah dualisme dan perseteruan antara dua kubu Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mungkin akan menemui babak akhir. Ambisi antara Djan Faridz dan Romahurmuziy sepertinya juga akan terkikis seiring berjalannya waktu. Pasca putusan kasasi kemarin, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong><em>“Keadilan hanya akan ada di mana mereka yang tidak terkena akibat ketidakadilan sama dipermalukannya dengan mereka yang terkena ketidakadilan” ~ Plato</em></strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #ccdb00;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]K[/dropcap]isah dualisme dan perseteruan antara dua kubu Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mungkin akan menemui babak akhir.</p>
<p>Ambisi antara Djan Faridz dan Romahurmuziy sepertinya juga akan terkikis seiring berjalannya waktu.</p>
<p>Pasca putusan kasasi kemarin, Romi kembali memenangkan perkara dualisme di tubuh PPP. Namun, sikap Romi justru tak mengesankan keangkuhan lagi tapi justru mengajak Djan untuk melakukan rekonsiliasi.</p>
<p>Sudahlah, islah saja daripada berantem-berantem rebutan tahta PPP terus. Emang kalau jadi Ketua Umum PPP apa yang mau dicari sih? <em>Hadeuuuhhh</em></p>
<p>Hmmmm, tapi ajakan rekonsiliasi ini sindiran halus untuk Djan atau memang tulus dilakukan Romi ya? <em>Weleeeh weleeeeh </em>entahlah wkwkwk.</p>
<p>Tapi memang episode dualisme ini memakan waktu yang panjang dan berdampak pada beberapa arah dukungan PPP dalam berbagai kontestasi politik.</p>
<p>PPP jadi ada dua, PPP versi Romi pilih A sedangkan PPP versi Djan pilih B. Hmmm waduh sebenernya yang mau direbutkan itu kepentingan siapa sih <em>weleeeeh weleeeeh </em></p>
<p>Tapi kira-kira mau ga ya Djan dan kolega kalau rekonsiliasi dengan Romi? Kalau mengedepankan gengsi sih pasti ga akan pernah mau.</p>
<p>Sudah jadi Ketua Umum versinya sendiri masa jadi turun tahta lagi <em>weleeeeh weleeeeh</em>. Djan sih pasti ogah kalau awalnya jadi Ketua Umum eh masa iya tiba-tiba harus jadi bawahannya Romi. <em>Weleeeeh weleeeh</em> gengsi dong wkwk</p>
<p>Tapi gatau juga sih apakah Djan akan legowo menerima kenyataan ini. Gimana ya rasanya jadi Ketua Umum yang tak dianggap begitu. Hmm sakit ya rasanya.</p>
<p>Pilihan Djan itu antara merapat dan mengambil bagian di kepengurusan Romi atau justru menyudahi kiprahnya di partai politik. Entah jalan mana yang akan diambil.</p>
<p>Yang jelas sih 2018 dan 2019 merupakan tahun politik yang sangat semarak nantinya. Djan pasti mempertimbangkan itu. Tak tergiur nih? Hmmm.</p>
<p>Djan, maukah berjabat tangan dengan Romi?</p>
<p>Lumayan kan demi momentum politik yang menggiurkan <em>weleeeeh weleeeeh</em> (Z19)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/12/Djan-dan-Romi.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Djan Faridz Spesialis ‘Balik Badan’</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/in-depth/djan-faridz-spesialis-balik-badan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[K32]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 21 Dec 2017 13:08:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nalar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[BALIK BADAN]]></category>
		<category><![CDATA[Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[Kubu Djan Faridz]]></category>
		<category><![CDATA[Kubu Romi]]></category>
		<category><![CDATA[PPP]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=18611</guid>

					<description><![CDATA[Kubu PPP versi Djan Faridz memilih untuk nggak dukung Jokowi di 2019 nanti. Katanya kebijakan pemerintah selama ini nggak adil. Benar begitu? PinterPolitik.com [dropcap]K[/dropcap]ayaknya perpecahan atau faksi nggak hanya terjadi di dalam tubuh Partai Golongan Karya (Golkar),  tapi juga terjadi pada Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Ada dua kubu dalam tubuh PPP saat ini yaitu kubu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>Kubu PPP versi Djan Faridz memilih untuk <em>nggak </em>dukung Jokowi di 2019 nanti. Katanya kebijakan pemerintah selama ini <em>nggak </em>adil. Benar begitu?</strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #cedb31;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]K[/dropcap]ayaknya perpecahan atau faksi <em>nggak </em>hanya terjadi di dalam tubuh Partai Golongan Karya (Golkar),  tapi juga terjadi pada Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Ada dua kubu dalam tubuh PPP saat ini yaitu kubu PPP versi Romahurmuziy alias Romi dan kubu PPP versi Djan Faridz.</p>
<p>Perpecahan tersebut sebenarnya telah berlangsung sejak tahun 2015 lalu. Kala itu, kubu Romi dinyatakan kalah dari kubu Djan Faridz di Mahmakah Agung (MA). Akan tetapi, kubu Romi mengajukan banding dan akhirnya berbalik menang atas kubu Djan Faridz dalam sidang di MA pada bulan Juni 2017.</p>
<p>Kubu Romi dianggap sebagai PPP yang sah, sedangkan kubu Djan Faridz dianggap <em>gadungan </em>karena <em>nggak </em>ada Surat Keputusan (SK) dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham). Akan tetapi, Kubu Djan Faridz kelihatannya <em>nggak </em>ikhlas dengan kekalahannya.</p>
<p>Hal ini terlihat dalam dukungannya terhadap Sudirman Said pada Pilkada Jawa Tengah (Jateng) nanti. <em>Kayaknya, </em>Kubu Djan Faridz <em>nggak nyadar</em> ya, kalau dukungan tersebut <em>nggak </em>bakal <em>ngefek </em>terhadap Pak Sudirman. Soalnya mereka <em>kan udah </em>dianggap <em>gadungan. </em></p>
<p>Mungkin ini yang membuat kubu Djan Faridz disindir oleh kubu Romi. Mereka dinilai ‘bermuka dua’ terhadap pemerintah. <em>Well, </em>kubu Djan Faridz akhirnya mundur dari koalisi pemerintah dengan alasan kinerja pemerintah selama ini <em>nggak </em>adil.</p>
<blockquote class="twitter-tweet" data-width="550" data-dnt="true">
<p lang="in" dir="ltr">Gak ngaruh Pak De, cuma partai gurem kok</p>
<p>&mdash; Lapendos Pademangan (@gonkcil) <a href="https://twitter.com/gonkcil/status/943771766949756928?ref_src=twsrc%5Etfw">December 21, 2017</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p>Melihat sikap politik yang ditunjukkan oleh kubu Djan Faridz tersebut, sebenarnya itu bukan lagi cerita baru. Manuvernya <em>udah kebaca kok </em>saat Pilkada DKI Jakarta kemarin. Mulanya ia mati-matian mendukung Ahok-Djarot. Tapi setelah Ahok-Djarot kalah, ia malah mengambil ancang-ancang untuk merapat ke kubu Anies-Sandi. Setelah itu <em>terang-terangan </em>memberikan dukungan tambahan kepada Gerindra untuk mengusung Sudirman Said di Jateng.</p>
<p>Dengan demikian, bisa dikatakan kubu Djan Faridz memiliki <em>syawat </em>politik yang besar. Bisa jadi alasan untuk ‘balik badan’ dari pemerintahan Jokowi lantaran sakit hati karena <em>nggak </em>dapat SK dari Kemenkumham. Atau karena ada kontrak politik dengan rajawali, siapa yang tahu? <strong>(K-32)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/12/djan-faridz-1024x682.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Jokowi – JK Gagal?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/jokowi-jk-gagal/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Z19]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 21 Dec 2017 07:06:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Kubu Djan Faridz]]></category>
		<category><![CDATA[Kubu Romahurmuziy]]></category>
		<category><![CDATA[Partai Persatuan Pembangunan]]></category>
		<category><![CDATA[Presiden Jokowi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=18566</guid>

					<description><![CDATA[“Pemimpin terbesar memobilisasi orang lain dengan menggabungkan dan menyatukan orang-orang di sekitar dengan visi bersama.&#8221; ~ Kenneth Blanchard PinterPolitik.com [dropcap]P[/dropcap]emimpin harus muncul sebagai problem solver di tengah permasalahan yang mengemuka. Bagaimana dengan pemimpin kita? Sudah terbilang sukses menjadi pemimpin yang mempersatukan? Walaupun banyak survei mengatakan tingkat kepuasan masyarakat itu memang tinggi kepada presiden, namun permasalahan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong><em>“Pemimpin terbesar memobilisasi orang lain dengan menggabungkan dan menyatukan orang-orang di sekitar dengan visi bersama.&#8221; ~ Kenneth Blanchard</em></strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #ccdb00;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]P[/dropcap]emimpin harus muncul sebagai <em>problem solver </em>di tengah permasalahan yang mengemuka. Bagaimana dengan pemimpin kita? Sudah terbilang sukses menjadi pemimpin yang mempersatukan?</p>
<p>Walaupun banyak survei mengatakan tingkat kepuasan masyarakat itu memang tinggi kepada presiden, namun permasalahan perlu diinventarisir bukan hanya dari satu aspek persoalan saja.</p>
<p>Contohnya aja nih, presiden dan wakil presiden bisa dikatakan gagal dalam memediasi partai politik yang sedang berseteru dan adanya dualisme kepemimpinan.</p>
<p>Mau jadi gimana coba ada partai yang ketuanya aja dua, pengurusnya aja ada dua <em>weleeeh weleeeh.</em></p>
<p>Lalu, ditambah dengan indikasi adanya keberpihakan pemerintah kepada salah satu pihak menjadikan polemik yang tidak mengakomodir kedua belah pihak. <em>Heuhhh</em> gimana sih?</p>
<p>Hmmmm. Coba dong Presiden ‘mengurusi’ partai hijau ini seperti Pak Pres memperhatikan Partai Beringin. Pasti sudah selesai urusannya kalau pakai cara itu lagi <em>weleeeeh weeleeeeh.</em></p>
<p>Tapi kalau dibiarkan begini, ya berarti perhatian presiden terhadap partai hijau memang tak begitu banyak dan dikategorikan sebagai suatu kegagalan hehehe. Pasti ga terima ya wkwkwk.</p>
<p>Kan bisa saja Menteri dari Partai hijau dioper lagi jadi Ketua Partai hijau yang baru supaya mempersatukan semua, rangkul dua kubunya, intinya diperhatikan gitu jangan dianggap tidak ada masalah. <em>Weleeeh weleeeh.</em></p>
<p>Dampaknya sih buat Pak Pres jadi tidak bulatnya suara partai hijau kalau mau mendukung di 2019 nanti.</p>
<p>Nah maksudnya biar suaranya bulat sekarang diurusin nih partai, kan lumayan loh bisa jadi partai pendukung lagi wkwkwk.</p>
<p>Kalau tidak mau dibilang gagal, diperhatikanlah partai hijau ini karena mereka juga butuh perhatian hehehe.</p>
<p>Dan kasih tahu Menteri Hukum dan HAMnya Pak Pres, supaya tidak terlalu mengesankan berpihak kepada salah satu pihak. Hmmm kan kalau ada instruksi dari Pak Pres langsung lancar jaya wkwkwk.</p>
<p>Kalau tidak selesai juga, jangan marah kalau dibilang gagal ya. Gagal untuk jadi pemimpin yang bisa mempersatukan. <em>Weleeh weleeeh</em> (Z19)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/12/Romahurmuziy-dan-Djan-Faridz.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
