<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>Kuala Lumpur &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/kuala-lumpur/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Mon, 27 Feb 2017 06:40:53 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>Kuala Lumpur &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Data Sidik Jari Aisyah Dikirim ke Jakarta</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/in-depth/data-sidik-jari-aisyah-dikirim-ke-jakarta/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[E19]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 26 Feb 2017 08:00:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nalar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[KBRI Malaysia]]></category>
		<category><![CDATA[kim jong nam]]></category>
		<category><![CDATA[king jong un]]></category>
		<category><![CDATA[korea utara]]></category>
		<category><![CDATA[Kuala Lumpur]]></category>
		<category><![CDATA[Malaysia]]></category>
		<category><![CDATA[Menku RI]]></category>
		<category><![CDATA[Pembunuhan]]></category>
		<category><![CDATA[Retno Marsufi]]></category>
		<category><![CDATA[siti aisyash]]></category>
		<category><![CDATA[Vietnam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=5929</guid>

					<description><![CDATA[Menlu mengatakan, dari aspek kepemilikan paspor, benar bahwa paspor yang dipegang Siti Aisyah adalah paspor Indonesia. Tetapi, untuk memastikan bahwa antara pemegang paspor dan orangnya sama harus dilakukan tes sidik jari. pinterpolitik.com SYDNEY – Kuasa Hukum dan Tim Konsuler KBRI di Malaysia sudah mengambil data dari sidik jari Siti Aisyah, yang ditahan oleh Kepolisian Malaysia [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4>Menlu mengatakan, dari aspek kepemilikan paspor, benar bahwa paspor yang dipegang Siti Aisyah adalah paspor Indonesia. Tetapi, untuk memastikan bahwa antara pemegang paspor dan orangnya sama harus dilakukan tes sidik jari.</h4>
<hr />
<p><strong><span style="color: #cedb00;">pinterpolitik.com</span></strong></p>
<p><strong>SYDNEY</strong> – Kuasa Hukum dan Tim Konsuler KBRI di Malaysia sudah mengambil data dari sidik jari Siti Aisyah, yang ditahan oleh Kepolisian Malaysia terkait dengan pembunuhan Kim Jong Nam, saudara tiri Presiden Korea Utara, Kim Jong Un.</p>
<p>Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi kepada wartawan di Sydney, Sabtu (25/2/2017), mengatakan, data sidik jari tersebut dikirim ke Jakarta untuk dicocokkan dengan data yang disimpan oleh Imigrasi Pusat di Jakarta.</p>
<p>Menlu Retno, yang berada di Sydney sebagai anggota rombongan Presiden Joko Widodo yang sedang mengadakan kunjungan di Australia, mengatakan, Kuasa Usaha dan Tim Konsuler KBRI di Malaysia sudah menggunakan akses kekonsulerannya dan bertemu dengan Siti Aisyah.</p>
<p>“Kita juga membawa <em>mobile device </em>untuk mencocokkan sidik jari dari Siti Aisyah,” kata Menlu.</p>
<p>Retno Marsudi mengatakan, dia baru saja menghubungi Kuasa Usaha Sementara Indonesia di Malaysia dan menanyakan hasil sidik jarinya seperti apa. Diperoleh informasi data sidik jari dikirim ke Jakarta.</p>
<p>Lebih lanjut Menlu mengatakan, dari aspek kepemilikan paspor, benar bahwa paspor yang dipegang Siti Aisyah adalah paspor Indonesia. Tetapi, untuk memastikan bahwa antara pemegang paspor dan orangnya sama harus dilakukan tes sidik jari.</p>
<p>“Dari situ baru kita bisa mengatakan memang benar ini adalah Siti Aisyah yang memegang paspor nomor sekian adalah WNI,” kata Menlu.</p>
<p>Menurut Menlu, Pemerintah Indonesia akan langsung berkomunikasi dengan KBRI di Malaysia untuk menyiapkan akses ke konsuler guna bertemu dengan Siti Aisyah. Dalam konteks kunjungan itu, pemerintah menyiapkan sejumlah pertanyaan sekaligus pengacara.</p>
<p>Seperti diberitakan, Kim Jong Nam meninggal di Bandara Kuala Lumpur ketika hendak <em>check in</em> untuk kembali ke Makau tempat pengasingannya selama ini, Senin (13/2). Sesuai hasil penyidikan Kepolisian Malaysia, diduga Jong Nam dbunuh dengan cara mengusapkan cairan beracun ke wajahnya.</p>
<p>Pada Rabu (15/2), Kepolisian Malaysia menangkap seorang perempuan di Bandara Kuala Lumpur terkait dengan pembunuhan saudara tiri Kim Jong Un itu. Perempuan bernama Doan Thi Huong (28) dan berpaspor Vietnam ditangkap pada pukul 08.20 waktu setempat.</p>
<p>Esok harinya, Kamis, polisi Malaysia menangkap perempuan kedua, yang juga diduga terlibat dalam pembunuhan. Perempuan berpaspor Indonesia itu bernama Siti Aisyah,  berusia 25 tahun. Beikutnya, Jumat (17/2), Kepolisian Malaysia menangkap seorang lelaki berkebangsaan Korea Utara. (Setkab/E19)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/02/BG-yellow-1-1024x683.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Malaysia Minta Bantuan Interpol</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/malaysia-minta-bantuan-interpol/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[E19]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 Feb 2017 07:10:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Ragam]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Interpol]]></category>
		<category><![CDATA[Kedubes]]></category>
		<category><![CDATA[kim jong nam]]></category>
		<category><![CDATA[Kim Jong Un]]></category>
		<category><![CDATA[korea utara]]></category>
		<category><![CDATA[Kuala Lumpur]]></category>
		<category><![CDATA[Malaysia]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintah]]></category>
		<category><![CDATA[Pyongyang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=5844</guid>

					<description><![CDATA[Kepada wartawan, Khalid mengatakan, pihaknya telah menghubungi Interpol untuk ikut melacak keberadaan empat warga Korut, yang diduga telah terbang kembali ke Korut tak lama setelah pembunuhan Jong Nam. pinterpolitik.com KUALA LUMPUR – Pemerintah Malaysia, Kamis (23/2/2017), meminta Interpol untuk ikut memantau dan menangkap empat warga Korea Utara terkait kasus pembunuhan Kim Jong Nam, saudara tiri [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>Kepada wartawan, Khalid mengatakan, pihaknya telah menghubungi Interpol untuk ikut melacak keberadaan empat warga Korut, yang diduga telah terbang kembali ke Korut tak lama setelah pembunuhan Jong Nam.</strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #cedb00;"><strong>pinterpolitik.com</strong></span></p>
<p><strong>KUALA LUMPUR</strong> – Pemerintah Malaysia, Kamis (23/2/2017), meminta Interpol untuk ikut memantau dan menangkap empat warga Korea Utara terkait kasus pembunuhan Kim Jong Nam, saudara tiri pemimpin Korut, Kim Jong Un.</p>
<p>Jong Nam dibunuh di Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA) 2,  Senin (13/2/2017). Pejabat Amerika Serikat dan Korea Selatan menyebutkan Korut diduga sebagai dalang pembunuhan, yang disangkal oleh Pyongyang.</p>
<p>Kepala Polisi Malaysia, Khalid Abu Bakar, Kamis, mengatakan, dua perempuan – satu warga Vietnam dan satu warga Indonesia – telah ditangkap pekan lalu, karena mengusapkan  wajah korban dengan bahan beracun. Polisi Malaysia juga telah menangkap seorang pria Korut dan masih mencari tujuh orang lainnya, yang diduga tersangkut pembunuhan Jong Nam.</p>
<p>Dikatakan, Hyon Kwang Song, Sekretaris Dua Kedubes Korut di Kuala Lumpur, dan Kim Uk Il,  kru atau staf maskapai penerbangan Korut, Air Koryo, termasuk di antara warga Korut yang dicari untuk dimintai keterangan.</p>
<p>Kepada wartawan, Khalid mengatakan, pihaknya telah menghubungi Interpol untuk ikut melacak keberadaan empat warga Korut, yang diduga telah terbang kembali ke Korut tak lama setelah pembunuhan Jong Nam.</p>
<p>Menurut Khalid, polisi juga telah mengirimkan surat kepada Kedubes Korut di Kuala Lumpur untuk meminta keterangan dari Kwang Song dan Uk Il.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Pernyataan Korut</strong></p>
<p>Sementara itu, Pemerintah Korea Utara, Kamis,  mengecam Malaysia karena melakukan autopsi ilegal dan amoral terhadap jasad pria yang diyakini sebagai Kim Jong Nam. Ini adalah pernyataan resmi pertama pemerintah Korea Utara, 10 hari setelah pembunuhan saudara tiri Kim Jong Un itu.</p>
<p>&#8220;Malaysia wajib menyerahkan jasad pria itu kepada pemerintah DPRK (Korea Utara), tetapi Malaysia malah melakukan autopsi dan pemeriksaan forensik secara ilegal dan amoral.&#8221; Demikian dikemukakan Komite Kehakiman Korea Utara, seperti dikutip kantor berita <em>KCNA</em>.</p>
<p>Korut menuding pemerintah Malaysia tidak mau melepas jenazah Kim Jong Nam dengan alasan yang sangat absurd, yaitu membutuhkan sampel DNA dari keluarga mendiang.</p>
<p>&#8220;Hal ini membuktikan bahwa Malaysia akan mempolitisasi penyerahan jenazah yang jelas menyalahi hukum internasional dan moralitas  demi mewujudkan tujuan jahatnya,&#8221; kata Korut.</p>
<p>Pernyataan Korut ini adalah yang pertama meski tetap belum menyebutkan identitas pria yang tewas itu. Pyongyang juga mendesak digelarnya investigasi bersama dan siap mengirimkan para pakarnya. (Kps/E19)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/02/gettyimages-643593128_custom-ef5f47e1f372d71ef679e8ec4b03c34fbb96594d-s1200-1024x683.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Sembunyi di Kedubes Korut</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/sembunyi-di-kedubes-korut/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[E19]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 23 Feb 2017 07:00:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Ragam]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[kim jong nam]]></category>
		<category><![CDATA[korea utara]]></category>
		<category><![CDATA[Kuala Lumpur]]></category>
		<category><![CDATA[Pyongyang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=5760</guid>

					<description><![CDATA[Tersangka kedua, Kim Uk Il, diyakini bersembunyi di Kedubes Korut. Pria berusia 37 tahun itu, yang bekerja di maskapai penerbangan Air Koryo, diduga bekerja sama dengan empat tersangka lain di Bandara Kuala Lumpur. pinterpolitik.com KUALA LUMPUR – Hubungan diplomatik Malaysia dan Korea Utara dikhawatirkan makin panas setelah diketahui dua warga Korut, yang diduga terkait dengan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>Tersangka kedua, Kim Uk Il, diyakini bersembunyi di Kedubes Korut. Pria berusia 37 tahun itu, yang bekerja di maskapai penerbangan Air Koryo, diduga bekerja sama dengan empat tersangka lain di Bandara Kuala Lumpur.</strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #cedb00;"><strong>pinterpolitik.com</strong></span></p>
<p><strong>KUALA LUMPUR</strong> – Hubungan diplomatik Malaysia dan Korea Utara dikhawatirkan makin panas setelah diketahui dua warga Korut, yang diduga terkait dengan pembunuhan Kim Jong Nam, bersembunyi di Kedubes Korut di Kuala Lumpur.</p>
<p>Kepolisian Malaysia, Rabu (22/2/2017), menyebutkan, Hyon Kwang Song, diplomat yang bekerja di Kedubes Korut di Kuala Lumpur, masih berada di negeri itu.</p>
<p>Sumber-sumber mengatakan kepada harian <em>The Telegraph</em>,  para pejabat keamanan Malaysia yakin pria berusia 44 tahun itu bersembunyi di Kedubes Korut.</p>
<p>&#8220;Hyon Kwang Song diduga dalang dari pembunuhan ini,&#8221; kata seorang sumber keamanan Malaysia yang tak mau disebutkan namanya.</p>
<p>&#8220;Perannya adalah mengawasi semua rencana dan melaporkannya ke duta besar. Dia bersembunyi di kedubes,&#8221; kata sumber itu.</p>
<p>Tersangka kedua, Kim Uk Il, juga diyakini bersembunyi di Kedubes Korut. Pria berusia 37 tahun itu, yang bekerja di maskapai penerbangan Air Koryo, diduga  bekerja sama dengan empat tersangka lain di Bandara Kuala Lumpur.</p>
<p>Kepala Kepolisian Malaysia, Inspektur Jenderal Khalid Abu Bakar, Rabu, mengatakan, Kepolisian Malaysia akan menerbitkan surat perintah penahanan jika Korea Utara tak mau menyerahkan kedua tersangka.</p>
<p>Tersangka ketiga, juga warga Korea Utara, disebut bernama Ri Ji U, yang diyakini juga masih berada di Malaysia. Namun, polisi menduga pria ini tak bersembunyi di kedutaan besar.</p>
<p>&#8220;Tersangka keempat, warga Korea Utara, sudah kembali ke Pyongyang,&#8221; kata Khalid.</p>
<p>Satu lagi warga Korea Utara, Ri Jong Chol, sudah ditahan sejak Jumat malam pekan lalu. Pria ini sudah tiga tahun tinggal di Malaysia tanpa bekerja di perusahaan yang terdaftar di izin kerjanya atau mendapatkan gaji.</p>
<p>Dua orang lagi, yang kini ditahan,  dua perempuan asal Indonesia dan Vietnam, yang juga diyakini menjadi pelaku pembunuhan Kim Jong Nam. (Kps/E19)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/02/672ee9e3cdef47b89abfa71794200ab0-1024x683.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Misteri Keterlibatan Siti Aisyah</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/misteri-keterlibatan-siti-aisyah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R24]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 17 Feb 2017 09:28:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[AM Fachri]]></category>
		<category><![CDATA[kakak tiri Kim Jong-un]]></category>
		<category><![CDATA[KBRI]]></category>
		<category><![CDATA[kepolisian diraja Malaysia]]></category>
		<category><![CDATA[KLIA]]></category>
		<category><![CDATA[korea utara]]></category>
		<category><![CDATA[Kuala Lumpur]]></category>
		<category><![CDATA[pembunuhan Kim Jong-nam]]></category>
		<category><![CDATA[Sleepers agents]]></category>
		<category><![CDATA[wakil menteri luar negeri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=5385</guid>

					<description><![CDATA[Salah satu tersangka pembunuh Kim Jong Nam, kakak tiri dari Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, telah diklarifikasi sebagai Siti Aisyah yang memiliki paspor Indonesia. Walau KBRI Kuala Lumpur sudah memastikan bantuan hukum baginya, namun keterlibatannya dalam pembunuhan tersebut masih misteri. pinterpolitik.com JAKARTA – Salah satu tersangka pembunuh Kim Jong Nam, kakak tiri dari Pemimpin [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>Salah satu tersangka pembunuh Kim Jong Nam, kakak tiri dari Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, telah diklarifikasi sebagai Siti Aisyah yang memiliki paspor Indonesia. Walau KBRI Kuala Lumpur sudah memastikan bantuan hukum baginya, namun keterlibatannya dalam pembunuhan tersebut masih misteri.</strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #cedb00;"><strong>pinterpolitik.com</strong></span></p>
<p><strong>JAKARTA </strong>– Salah satu tersangka pembunuh Kim Jong Nam, kakak tiri dari Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, telah diklarifikasi sebagai Siti Aisyah yang memiliki paspor Indonesia. Walau KBRI Kuala Lumpur sudah memastikan bantuan hukum baginya, namun keterlibatannya dalam pembunuhan tersebut masih misteri.</p>
<p>Kasus terbunuhnya Kim Jong Nam di Kuala Lumpur International Airport, Senin (13/2) pagi, tak hanya mengejutkan dunia tapi juga khususnya masyarakat Indonesia. Munculnya nama Siti Aisyah yang dinyatakan sebagai Warga Negara Indonesia, membuat banyak pihak bertanya-tanya mengenai keterlibatannya tersebut.</p>
<p>Siti Aisyah beserta seorang wanita asal Vietnam dan empat tersangka pria lainnya – yang telah ditangkap Kepolisian Diraja Malaysia, mengaku tidak mengenal satu sama lain. Mereka hanya dibawa bersama-sama untuk melaksanakan rencana pembunuhan, demikian pernyataan sebuah sumber keamanan Malaysia</p>
<p>“Keenam tersangka – yang sebagian besar dianggap <em>sleeper agents –</em> tinggal di Kuala Lumpur dan direkrut serta diarahkan untuk beraksi oleh seorang pria atau wanita agen rahasia,” lanjut sumber tadi, kepada Telegraph, Jumat (17/2).</p>
<p>Saat diperiksa, wanita kelahiran 1992 ini mengaku dibujuk seorang pria untuk menyerang Kim Jong  Nam sebagai bagian dari acara <em>reality show</em> komedi. Pria misterius itu mendekatinya di sebuah klub malam tempatnya bekerja, dan ditawari uang sebesar US$ 100 atau sekitar Rp 1,3 juta sebagai honornya.</p>
<p>Pernyataan Aisyah ini dibenarkan Doan Thi Huong, wanita lain asal Vietnam yang terlihat di kamera CCTV. Ia mengaku telah ditipu oleh teman-temannya untuk menyemprotkan cairan racun kepada Kim Jong Nam. Aisyah sendiri mengaku tidak mengenal Kim Jong Nam dan mengira tersangka lainnya adalah kru acara TV tersebut.</p>
<p>Upaya advokasi Pemerintah Indonesia untuk Aisyah telah dikoordinasikan Kementerian Luar Negeri melalui KBRI, dengan pihak Otoritas Malaysia. Menurut Wakil Menteri Luar Negeri AM Fachir, hal pertama yang diminta adalah akses konsuler bagi Aisyah agar bisa melakukan pendampingan.</p>
<p>“Itu yang paling penting dan sedang dilakukan teman-teman kita di Kuala Lumpur,” katanya di Kemenko Polhukam, Jumat (17/2). Fachir memastikan telah ada tim dari KBRI di Selangor, tempat Aisyah yang berasal dari Serang, Banten ini ditangkap. Namun Kemenlu belum berencana membuka komunikasi dengan otoritas Korea Utara.</p>
<p>“Sekarang kita fokus pada yang ada, bila ada info berikutnya akan kami kasih tahu,” lanjutnya. Fachri juga mengatakan kalau dari hasil pemeriksaan data identitas Aisyah yang diduga palsu, telah dikonfirmasi keasliannya oleh Dirjen Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM. Semoga saja mister pembunuhan Kim Jong Nam yang melibatkan Siti Aisyah ini segera terkuak. (Berbagai sumber/R24)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/02/BG-yellowA-copy-1-1024x683.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
