<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>KPU DKI &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/kpu-dki/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Tue, 28 May 2019 08:31:08 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>KPU DKI &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Strategi &#8216;Rose Garden Campaign&#8217;</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/in-depth/strategi-rose-garden-campaign/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[A15]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Mar 2017 08:34:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nalar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Politik & Figure]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Ahok]]></category>
		<category><![CDATA[DKI Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Kampanye Rakyat]]></category>
		<category><![CDATA[KPU DKI]]></category>
		<category><![CDATA[Pilgub DKI 2017]]></category>
		<category><![CDATA[Rose Garden Campaign]]></category>
		<category><![CDATA[Sandiaga Uno]]></category>
		<category><![CDATA[Silent Campaign]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=7545</guid>

					<description><![CDATA[pinterpolitik.com [dropcap size=big]K[/dropcap]ampanye Pilgub DKI Jakarta 2017 telah bergulir, merujuk dari peraturan KPUD DKI Jakarta yang menetapkan diadakannya kampanye putaran kedua pada Selasa tanggal 7 Maret hingga 15 April 2017 dan tanggal pemilihan pada 19 April mendatang. Ada perbedaan pada Pilgub putaran kedua ini dengan putaran yang pertama, selain waktunya yang singkat, para pasangan calon [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #cedb00;"><strong>pinterpolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap size=big]K[/dropcap]ampanye Pilgub DKI Jakarta 2017 telah bergulir, merujuk dari peraturan KPUD DKI Jakarta yang menetapkan diadakannya kampanye putaran kedua pada Selasa tanggal 7 Maret hingga 15 April 2017 dan tanggal pemilihan pada 19 April mendatang. Ada perbedaan pada Pilgub putaran kedua ini dengan putaran yang pertama, selain waktunya yang singkat, para pasangan calon pun mengeluarkan strategi baru. Bahkan di kampanye Pilgub DKI Jakarta 2017 putaran dua ini tergolong sepi, tidak sepanas seperti di putaran pertama. Apa masyarakat sudah lelah dengan kampanye Pilgub DKI putaran pertama yang sangat tinggi tensi ketegangannya? Ataukah ini memang strategi para tim sukses masing-masing paslon dalam memainkan keadaan masyarakat? Lalu bagaimanakah strategi para paslon di putaran kedua ini?</p>
<p>Jika melihat strategi kedua paslon dalam menghadapi putaran kedua ini, Anies-Sandiaga dikabarkan tidak akan merubah gaya kampanyenya karena dinilai dari hasil evaluasi internal bahwa strategi tersebut masih efektif digunakan.</p>
<p style="padding-left: 30px;"><em>&#8220;Insya Allah kami akan meneruskan strategi yang ada selama ini, yaitu fokus dengan program, lapangan pekerjaan, penumbuhan entrepreneurship, kemudian pendidikan berkualitas hingga tuntas, dan pengelolaan harga kebutuhan pokok,&#8221;</em> kata Anies di Masjid Jami&#8217; Al-Wiqoyah, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Minggu (5/3) malam.</p>
<p>Anies-Sandiaga pun akan lebih konsentrasi ke wilayah Jakarta Utara dan Jakarta Barat di mana kedua wilayah itu adalah lumbung suara Ahok-Djarot. Tim sukses Anies-Sandiaga, Naufal Firman Yursak menuturkan bahwa mereka sudah ada strategi khusus yang akan dilakukan saat kampanye di dua wilayah tersebut. Namun, Naufal tidak memberikan strategi seperti apa yang akan dilakukan Anies-Sandiaga beserta tim suksesnya.</p>
<p>Strategi yang pasti adalah tetap mengkampanyekan tiga program unggulan dari paslon nomor urut tiga ini, prpgram tersebut adalah penyedian lapangan kerja, pendidikan tuntas berkualitas, dan program &#8216;<em>One</em> Kecamatan <em>One Center Entrepreneurship</em> (OK OCE).</p>
<p>Bagaimana dengan strategi yang dipakai Ahok-Djarot? Apakah akan tetap bertahan dengan strategi di putaran pertama seperti Anies-Sandiaga?</p>
<p>Ada perbedaan strategi kampanye yang dilakukan Ahok-Djarot, jika Anies-Sandiaga tetap pertahankan pola kampanye yang sama, Ahok lebih memilih untuk mengubah cara kampanyenya menjadi lebih senyap atau <em>silent </em><em>campaign. </em></p>
<p>Pada kampanye senyap ini Ahok tidak akan muncul di media, bahkan tidak akan mengundang media dalam setiap kampanyenya. Ahok sudah tidak akan lagi mengkampanyekan visi misi nya tapi dia langsung melihat lebih dekat kondisi warga DKI Jakarta. Jika melihat statusnya yang masih menjadi Gubernur DKI Jakarta, hal tersebut bisa saja dilakukannya karena masih berhubungan dengan tugasnya untuk melayani warga.</p>
<p>Ternyata kampanye senyap itu dipilih mengingat karakter Ahok yang emosinya tidak bisa terkontrol, jika menurut Juru Bicara Tim Pemenangan pasangan Ahok-Djarot, Eva Sundari, Jumat (17/3) Kampanye senyap itu diambil setelah mempertimbangkan pengalaman kampanye putaran pertama Pilkada DKI yang kerap mendapat hadangan dari organisasi masyarakat tertentu. Sejumlah ormas tertentu kerap menghadap kampanye blusukan Ahok-Djarot.</p>
<p style="padding-left: 30px;"><em>&#8220;Kita tahu lah gangguan apa yang dialami Pak Ahok, seperti (ormas) suka sekali cegat, menghalangi,&#8221; kata dia.</em></p>
<p>Mungkin ini juga faktor yang membuat pilkada putaran kedua ini terkesan sepi, karena biasanya Ahok yang menjadi sorotan media, kini dengan kampanye senyap maka pergerakannya pun jadi sulit untuk dipantau.</p>
<p>Walaupun kampanye senyap dilakukan, tapi bukan berarti Ahok tidak bergerilya. Karena dirinya tetap mendapatkan promosi melalui media sosial, mulai dari media sosial yang sengaja dibentuknya hingga media sosial yang memang di<em>maintenance</em> oleh tim suksesnya untuk menjaga kepopulerannya di media sosial dengan berbagai macam berita juga isu.</p>
<p>Salah satu contohnya adalah acara <strong><em>#AhokShow</em></strong> yang <em>live streaming</em> di youtube,</p>
<blockquote class="twitter-tweet" data-lang="en">
<p dir="ltr" lang="in">Saksikan malam ini jam 7 WIB, live streaming di seluruh akun medsos saya. <a href="https://twitter.com/hashtag/AhokShow?src=hash">#AhokShow</a> <a href="https://t.co/e4E1wRT1kK">pic.twitter.com/e4E1wRT1kK</a></p>
<p>— Ahok Basuki TPurnama (@basuki_btp) <a href="https://twitter.com/basuki_btp/status/842698029287190528">March 17, 2017</a></p></blockquote>
<p><script async src="//platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script>Strategi yang dimainkan Ahok ini sama seperti yang dimainkan oleh Donald Trump, di mana pendukung Trump banyak terpusat di media sosial, karena di masa kini media sosial mampu mengalahkan media <em>mainstream</em> dalam membangun dukungan opini publik dengan melempar isu-isu untuk membangun kekuatan politik.</p>
<p><iframe width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/Sw2Amsu1ZjQ?feature=oembed" frameborder="0" gesture="media" allowfullscreen></iframe></p>
<p style="text-align: center;">Acara <strong><em><a href="https://www.youtube.com/watch?v=Sw2Amsu1ZjQ">#AhokShow</a></em></strong> yang ditayangkan secara <em>live streaming</em> setiap hari Jumat.</p>
<hr />
<p><strong>Menguak Dana Kampanye Ahok-Djarot dan Anies-Sandi</strong></p>
<p>Jika berbicara kampanye, pasti harus disertai dengan “berapa banyak biaya yang sudah keluar?”Jika begitu bagaimana dengan kampanye pada putaran kedua ini, apakah kedua paslon ini masih punya cukup “ongkos” untuk membiayai kampanyenya?</p>
<p>Pada pilkada putaran pertama, pasangan Ahok-Djarot mempunyai dana sumbangan kampanye sebesar Rp 60.190.360.025 sedangkan pasangan Anies-Sandiaga mempunyai dana sekitar Rp65.272.954.163.</p>
<p>Untuk putaran kedua ini, kubu Anies-Sandiaga belum mengungkapkan berapa biaya yang sudah diterima untuk kampanye putaran kedua ini. Namun, Sandiaga Uno mengungkapkan selama kampanye putaran kedua ini masih mengandalkan uang pribadinya sebesar Rp. 7 Miliar. Jumlah tersebut masih terhitung bergulir, dana kampanye sedikit jika dibanding pada kampanye putaran pertama yang menyentuh angka Rp. 62,8 miliar.</p>
<figure id="attachment_7558" aria-describedby="caption-attachment-7558" style="width: 1024px" class="wp-caption aligncenter"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="wp-image-7558 size-large" src="https://pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/03/antarafoto-sadiaga-uno-kunjungi-warakas-030416-wsj-3-1024x682.jpg" alt="" width="1024" height="682" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/03/antarafoto-sadiaga-uno-kunjungi-warakas-030416-wsj-3-1024x682.jpg 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/03/antarafoto-sadiaga-uno-kunjungi-warakas-030416-wsj-3-696x463.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/03/antarafoto-sadiaga-uno-kunjungi-warakas-030416-wsj-3-1068x711.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/03/antarafoto-sadiaga-uno-kunjungi-warakas-030416-wsj-3-631x420.jpg 631w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/03/antarafoto-sadiaga-uno-kunjungi-warakas-030416-wsj-3-300x200.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/03/antarafoto-sadiaga-uno-kunjungi-warakas-030416-wsj-3-768x511.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/03/antarafoto-sadiaga-uno-kunjungi-warakas-030416-wsj-3-360x240.jpg 360w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/03/antarafoto-sadiaga-uno-kunjungi-warakas-030416-wsj-3.jpg 1200w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption id="caption-attachment-7558" class="wp-caption-text">Foto: Antara</figcaption></figure>
<p>Demi mencari dana kampanye, Sandiaga pun diketahui sempat mendatangi kantor <em>Ar Rahman Quranic Learning </em>(AQL) <em>Islamic Center</em>, di Jalan Tebet Utara, Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (10/3). Kedatangannya tersebut bertujuan untuk membahas penggalangan dana kampanye yang kini sedang diupayakannya.</p>
<p><strong>Bagaimana dengan pasangan Ahok – Djarot?</strong></p>
<p>Tim kampanye Ahok dan Djarot yaitu Syaiful Hidayat mengungkakan bahwa timnya kembali membuka program dana kampanye patungan &#8216;Kampanye Rakyat&#8217;. Baru seminggu dibuka, bendahara tim sukses Ahok-Djarot, Charles Honoris, mengatakan bahwa dana kampanye sudah terkumpul sebanyak Rp. 5 Miliar.</p>
<p>Uang Rp 5 miliar tersebut belum termasuk uang sisa dari “Kampanye Rakyat” pada putaran pertama lalu. Seperti diketahui, sisa uang “Kampanye Rakyat” pada putaran pertama adalah Rp 4,8 miliar. Berarti hingga saat ini, timses Ahok-Djarot sudah memiliki Rp 9,8 miliar untuk dana kampanye mereka di putaran kedua. Tim sukses menargetkan dana yang terkumpul harus sebesar Rp 25 Miliar.</p>
<p>Mengenai dana kampanye, KPU DKI sudah membatasi besarnya biaya kampanye. Menurut Keputusan KPU DKI Jakarta Nomor 54/Kpts-KPU-Pro-010-2016, batasan dana kampanye sebesar Rp 34,56 miliar. Dengan perincian, untuk jenis kampanye pertemuan terbatas, batas pengeluarannya adalah Rp 13,2 miliar, tatap muka atau dialog sebesar Rp 10 miliar, materi kampanye Rp 8,8 miliar, dan penggunaan jasa manajemen konsultan Rp 2 miliar. Biaya untuk bahan kampanye, seperti selebaran, brosur, pamflet, dan poster, dibatasi Rp 38,1 miliar. Total keseluruhan batas pengeluaran biaya kampanye ini sebesar Rp 34,56 miliar.</p>
<p>Dengan dana yang tidak kecil itu, apakah mampu untuk para pasangan calon meraih hati dan kepercayaan rakyat DKI Jakarta? Melihat karakteristik masyarakat DKI Jakarta yang homogen sepertinya agak susah diprediksi sejauh mana masyarakat percaya pada masing – masing pasangan calon gubernur DKI Jakarta 2017 ini.</p>
<p><strong>Bagaimana Elektabilitas Kedua Paslon di Mata Masyarakat?</strong></p>
<p>Jika melihat pada survei yang dilakukan olehLembaga Media Survei Nasional (Median) pada 21 sampai 27 Februari 2017 dan Lembaga penelitian Lingkaran Survei Indonesia (LSI) milik Denny Januar Ali pada 27 Februari sampai 3 Maret 2017 kedua lembaga survei ini mengumumkan hasil survei di mana hasil tersebut menyimpulkan bahwa elektabilitas Anies-Sandiaga masih mengungguli Ahok-Djarot.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter wp-image-7560 size-full" src="https://pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/03/unnamed-1.png" alt="" width="509" height="662" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/03/unnamed-1.png 509w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/03/unnamed-1-323x420.png 323w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/03/unnamed-1-231x300.png 231w" sizes="(max-width: 509px) 100vw, 509px" /></p>
<p>Lembaga Media Survei Nasional (<a href="http://megapolitan.kompas.com/read/2017/03/06/14051851/survei.median.ahok-djarot.39.7.persen.anies-sandi.46.3.persen">Median</a>) menyebutkan, elektabilitas pasangan Ahok-Djarot sebesar 39,7 persen dan Anies-Sandiaga sebesar 46,3 persen, sedangkan 14 persen responden lainnya masih <em>undecided</em> atau menyatakan belum memutuskan.</p>
<p>Sedangkan Lingkaran Survei Indonesia (<a href="https://pilkada.tempo.co/read/news/2017/03/07/348853607/pilkada-dki-putaran-kedua-lsi-anies-sandi-menang">LSI</a>) milik Denny Januar Ali menyebutkan bahwa Pasangan Anies-Sandiaga meraih suara 49,7 persen atau unggul sekitar 9 persen dibanding pasangan Ahok-Djarot yang mendapat 40,5 persen. LSI mewawancarai 440 responden yang tersebar di seluruh Jakarta dan Kepulauan Seribu. Metode yang digunakan adalah multistage random sampling dengan tingkat margin error sebesar 4,8 persen.</p>
<p>Kemenangan atas Anies-Sandiaga ini disebabkan karena isu politik yang berkembang saat ini dan juga ditambah dengan beralihnya para pendukung Agus Yudhoyono ke kubu Anies–Sandiaga. jika dibandingkan dari tingkat ekonomi, pasangan Ahok-Djarot unggul 46,1 persen di kalangan masyarakat menengah ke atas sementara Anies-Sandiaga hanya mendapat dukungan 44,2 persen saja.</p>
<p><strong>Strategi <em>&#8216;Rose Garden Campaign ala&#8217; </em>Ahok</strong></p>
<p>Istilah sering digunakan dalam dunia perpolitikan di Amerika Serikat, salah satu mantan presiden Amerika Serikat yang menggunakan strategi ini adalah Franklin D. Roosevelt dan Jimmy Carter. <em>Rose Garden Campaign </em>ini bisa diartikan dengan bersembunyi dibalik <em>white house</em>, menandatangani tagihan, membuat pernyataan dan mendapatkan publisitas gratis.</p>
<p>Sama seperti Ahok, dia masih berlindung dibalik statusnya sebagai gubernur. Jadi, walaupun dia bilang sedang melakukan kampanye senyap, tanpa disadari sebenarnya ia sedang kampanye. Bagaimana bisa terlihatnya? Selama kampanye ini dia akan berlaku baik, lalu dengan menggunakan kekuatan media sosial yang dimiliki warga DKI Jakarta yang datang ke daerah yang ia kunjungi, maka secara tidak langsung ia pun mendapatkan publikasi gratis dari setiap unggahan para warga tanpa harus diminta.</p>
<p>Selain itu, Ahok pun kerap menerima tamu dan mengizinkan tamunya duduk di ruang kerjanya di Balaikota. Banyak juga yang notabene bukan dari kalangan elit politik, seperti para artis yang sedang promosi film terbarunya dan diliput oleh media. Jadi Ahok memanfaatkan promosi gratis ini untuk menaikan popularitasnya.</p>
<figure id="attachment_7561" aria-describedby="caption-attachment-7561" style="width: 675px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-7561 size-full" src="https://pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/03/ga.jpg" alt="Rose Garden Campaign" width="675" height="376" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/03/ga.jpg 675w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/03/ga-300x167.jpg 300w" sizes="auto, (max-width: 675px) 100vw, 675px" /><figcaption id="caption-attachment-7561" class="wp-caption-text">Foto: Liputan6</figcaption></figure>
<p>Apakah strategi <em>silent campaign</em> yang mirip seperti <em>Rose Garden Campaign ala</em> Ahok ini bisa berhasil membawa kemenangan bagi Ahok-Djarot? Berikan pendapatmu. (A15)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/03/unnamed.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>KPU DKI Siap Terima Gugatan</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/data-politik/kpu-dki-siap-terima-gugatan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[E19]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 Feb 2017 15:41:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Data Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Ragam]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[KPU DKI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=6097</guid>

					<description><![CDATA[Jika memang tidak ada gugatan yang dilaporkan ke MK, maka penetapan paslon di putaran kedua dilaksanakan pada  2 atau 3 Maret 2017 dan Pilgub putaran kedua  diselenggarakan  19 April 2017 mendatang. pinterpolitik.com JAKARTA &#8211; Komisi Pemilihan Umum DKI Jakarta sudah merampungkan rekapitulasi perhitungan suara. Suara terbanyak  diraih oleh pasangan calon (paslon) gubernur dan wakil gubernur [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>Jika memang tidak ada gugatan yang dilaporkan ke MK, maka penetapan paslon di putaran kedua dilaksanakan pada  2 atau 3 Maret 2017 dan Pilgub putaran kedua  diselenggarakan  19 April 2017 mendatang.<br />
</strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #cedb00;"><strong>pinterpolitik.com</strong></span></p>
<p><strong>JAKARTA</strong> &#8211; Komisi Pemilihan Umum DKI Jakarta sudah merampungkan rekapitulasi perhitungan suara. Suara terbanyak  diraih oleh pasangan calon (paslon) gubernur dan wakil gubernur  Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat dengan 2.364.577 suara atau 42,99 persen.</p>
<p>Posisi kedua ditempati oleh Anies Baswedan-Sandiaga Uno (39,95 persen) dan terakhir, Agus Harimurti Yudhoyono &#8211; Sylviana Murni, (17,05 persen).</p>
<p>Agenda pilkada pun dilanjutkan dengan mempersilakan para pasangan calon untuk menyampaikan gugatan selama berjalannya Pilkada DKI Jakarta. Ketua Komisi Pemilihan Umum DKI Jakarta, Sumarno, menginformasikan, pihaknya memberikan waktu tiga hari jika ingin mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK).</p>
<p>Sumarno juga menyebutkan, jika semua pasangan calon menerima hasil perhitungan, yang telah diumumkan, maka KPU DKI Jakarta akan segera menetapkan paslon yang akan maju ke putaran kedua nanti. Jika memang tidak ada gugatan yang dilaporkan ke MK, maka penetapan paslon di putaran kedua dilaksanakan pada  2 atau 3 Maret 2017 dan Pilgub putaran kedua  diselenggarakan 19 April 2017 mendatang.</p>
<p>Jika diperhatikan, sepertinya Pilgub DKI Jakarta  akan berjalan sesuai rencana. Masing-masing paslon menerima hasil yang telah diumumkan oleh KPU DKI Jakarta. Salah satunya adalah pasangan nomor urut tiga Anies-Sandi. Sekretaris Tim Pemenangan Anies-Sandi, Syarif, mengatakan, tim Anies-Sandi menerima hasil rekapitulasi dan mengapresiasi kinerja KPU DKI pada putaran pertama.</p>
<p>Pihak Basuki-Djarot  juga tidak melayangkan gugatan apa pun, walaupun tim pemenangannya mempunyai catatan-catatan terkait kekurangan dan pelanggaran pada saat putaran pertama. Hal tersebut bisa saja dikarenakan pasangan nomor urut dua ini berada di peringkat pertama pada Pilgub DKI Jakarta 2017 ini.</p>
<p>Pihak nomor urut satu pun mengakui kekalahannya dengan lapang dada. Setidaknya itu yang  sudah dilakukan oleh Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni. (Berbagai sumber/A15)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/02/kpu-dki-1024x579.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>KPU DKI Sortir 7,2 Juta Surat Suara</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/kpu-dki-sortir-72-surat-suara/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[A15]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 25 Jan 2017 08:13:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[AHY]]></category>
		<category><![CDATA[KPU DKI]]></category>
		<category><![CDATA[pilkada DKI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=3621</guid>

					<description><![CDATA[Petugas akan mendistribusikan surat ini ke setiap kecamatan sebagai tempat penyimpanan sementara seluruh alat kelengkapan pemungutan suara. pinterpolitik.com &#8211; Rabu, 25 Januari 2017. JAKARTA –&#160;KPU Jakarta Pusat mulai menyortir dan melipat&#160;surat suara&#160;di gudang logistik, Senen, Jakarta Pusat. Targetnya kegiatan ini akan selesai dalam tujuh hari ke depan. Meski ditargetkan tujuh hari selesai, KPU Kota Jakarta [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Petugas akan mendistribusikan surat ini ke setiap kecamatan sebagai tempat penyimpanan sementara seluruh alat kelengkapan pemungutan suara.</p></blockquote>
<hr>
<p><span style="color: #cedb00;"><strong>pinterpolitik.com</strong></span> &#8211; <strong>Rabu, 25 Januari 2017</strong>.</p>
<p><strong>JAKARTA</strong> –&nbsp;KPU Jakarta Pusat mulai menyortir dan melipat&nbsp;surat suara&nbsp;di gudang logistik, Senen, Jakarta Pusat. Targetnya kegiatan ini akan selesai dalam tujuh hari ke depan. Meski ditargetkan tujuh hari selesai, KPU Kota Jakarta Pusat akan berusaha agar proses sortir ini kelar dalam waktu hanya lima hari.</p>
<p>&#8220;Dua hari berikutnya kami akan kroscek ulang per surat suara, per TPS, dan per kelurahan,&#8221; ujar Ketua KPU Jakarta Pusat Arif Bawono</p>
<p>Arif juga menjelaskan, surat suara masih ada di KPU Kota Jakarta Pusat sampai 1 Februari 2017. Setelah itu, petugas akan mendistribusikan surat ini ke setiap kecamatan sebagai tempat penyimpanan sementara seluruh alat kelengkapan pemungutan suara.</p>
<p>Seluruh kelengkapan itu baru akan dikirim ke tiap kelurahan pada 12 Februari 2017. Petugas dari Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara akan mengambilnya pada 14 Februari. Proses distribusi dilakukan segera ke tiap tempat pemungutan suara sehingga dapat digunakan keesokan harinya untuk pilkada.</p>
<p>Menurut anggota KPU Jakarta M. Fadlillah, 7,2 juta surat suara yang dikirim itu termasuk surat suara tambahan yang akan digunakan apabila dilakukan pemilihan ulang. Fadlillah menjelaskan surat suara tambahan itu jumlahnya 2,5 persen dari jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) per-Tempat Pemungutan Suara (TPS).</p>
<p>Sebelumnya, Kom<img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-3625 alignleft" src="https://pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/01/g9zajlud1hg3guraqpoq-300x169.jpg" alt="" width="300" height="169" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/01/g9zajlud1hg3guraqpoq-300x169.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/01/g9zajlud1hg3guraqpoq.jpg 640w" sizes="auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px" />isi Pemilihan Umum Provinsi DKI Jakarta menyiapkan 7.292.619 surat suara dalam Pilkada DKI Jakarta 2017.</p>
<p>&#8220;Jumlah surat suara yang di cetak sebanyak Daftar Pemilih Tetap plus 2,5 persen pemilih di tiap Tempat Pemungutan Suara yaitu sekitar 7.392.619 surat suara,&#8221; kata Fadlillah di Kantor KPU Jakarta.</p>
<p>Setelah membuka&nbsp;surat suara&nbsp;secara simbolis dari kardus yang ada, selanjutnya surat berjumlah 766.000 itu langsung di sortir dan di lipat oleh para pekerja.</p>
<p>Acara simbolis ini turut hadir Walikota Jakarta Pusat Mangara Pardede, Wakapolres Jakarta Pusat AKBP Asep Guntur Rahayu, Kapolsek Senen Kompol Indra Tarigan, beserta stakeholder penyelenggara dan pengawas Pemilu lainnya. (tempo/A15)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/01/PELIPATAN-SURAT-SUARA-5-1024x682.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>KPU DKI Pilih Tema Debat Isu Lingkungan Dan Transportasi</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/kpu-dki-pilih-tema-debat-isu-lingkungan-dan-transportasi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[E19]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 05 Jan 2017 02:58:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Ahok]]></category>
		<category><![CDATA[AHY]]></category>
		<category><![CDATA[DKI Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[KPU DKI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=2249</guid>

					<description><![CDATA[Pada segmen keempat, setiap kandidat akan memberikan pertanyaan kepada kandidat lainnya. Segmen kelima, perdebatan, saling menyela, saling mendebat, tapi diatur tidak seperti debat kusir. Setelah itu, debat ditutup dengan segmen terakhir berupa closing statement dari para kandidat. pinterpolitik.com &#8211; Kamis, 5 Januari 2017. JAKARTA &#8211; Tema debat pertama pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4 style="text-align: center;">Pada segmen keempat, setiap kandidat akan memberikan pertanyaan kepada kandidat lainnya. Segmen kelima, perdebatan, saling menyela, saling mendebat, tapi diatur tidak seperti debat kusir. Setelah itu, debat ditutup dengan segmen terakhir berupa closing statement dari para kandidat.</h4>
<hr />
<p><span style="color: #cedb00;"><strong>pinterpolitik.com</strong></span> &#8211; <strong>Kamis, 5 Januari 2017</strong>.</p>
<p><strong>JAKARTA</strong> &#8211; Tema debat pertama pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur DKI Jakarta pada 13 Januari mendatang berkaitan dengan masalah pendidikan dan kesehatan yang terjangkau masyarakat, lingkungan dan transportasi, serta masalah sosial ekonomi.</p>
<p>Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta Sumarno, Rabu (4/1/2017), mengatakan, isu lingkungan dan transportasi mencakup soal penanggulangan banjir, pengelolaan sampah, kemacetan, transportasi publik, dan lainnya. Masalah sosial ekonomi akan mengungkap soal lapangan kerja, kemiskinan, kesenjangan sosial, keamanan, dan segala macam.</p>
<p>Sebelumnya diberitakan tema debat pertama menyangkut pembangunan demokrasi dan pemerintahan yang efektif. Menurut Sumarno, tema tersebut adalah draf awal yang kembali dikaji.</p>
<p>Debat pertama diselenggarakan di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, sebelumnya disebut Hotel Borobudur, mulai pukul 20.00 sampai 22.00 WIB, yang akan disiarkan langsung oleh TV One, Net TV, dan Jawa Pos TV.</p>
<p>Ketua KPU DKI Jakarta mengatakan, alur debat pertama akan dibagi menjadi enam segmen. Pertama, semua pasangan calon akan menyampaikan visi, misi, dan program mereka. Kedua, pendalaman visi misi berupa pertanyaan kepada calon.</p>
<p>Segmen ketiga, kepada pasangan cagub-cawagub diberikan pertanyaan tentang permasalahan yang aktual dan faktual, sesuai tema debat. Pada segmen keempat, setiap kandidat akan memberikan pertanyaan kepada kandidat lainnya. Segmen kelima, perdebatan, saling menyela, saling mendebat, tapi diatur tidak seperti debat kusir. Setelah itu, debat ditutup dengan segmen terakhir berupa closing statement dari para kandidat.</p>
<p>KPU DKI Jakarta akan menggelar tiga kali debat pada masa kampanye ini. Selain 13 Januari, debat diselenggarakan pada 27 Januari dan 10 Februari 2017. Setiap debat akan disiarkan langsung oleh beberapa stasiun televisi secara bergantian.</p>
<p>Pilkada DKI Jakarta 2017 diikuti oleh tiga pasangan calon, yakni Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni, Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat, dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno. Pemungutan suara berlangsung 15 Februari 2017. (Kps.com/E19)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/01/cagub-2017-1024x683.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
