<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>Kosovo &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/kosovo/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Wed, 10 Jun 2020 15:28:57 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>Kosovo &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Oligarki Mengintip Jokowi di Covid-19</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/celoteh/oligarki-mengintip-jokowi-di-covid-19/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[S13]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 10 Jun 2020 15:28:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Donald Trump]]></category>
		<category><![CDATA[Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[Kosovo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=79555</guid>

					<description><![CDATA[“Di tengah Pandemik (Covid-19) ini mereka telah berhasil untuk menggolkan UU Batu Bara yang baru. Oligark bener itu karena cuman 6 perusahaan menguasai 70 persen produksi batubara”. – Faisal Basri, Ekonom Senior PinterPolitik.com Covid-19 memang mempengaruhi banyak hal, mulai dari persoalan ekonomi, sosial maupun politik. Khusus dalam konteks politik, ketidakstabilan yang ditimbulkan oleh Covid-19 di [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>“Di tengah Pandemik (Covid-19) ini mereka telah berhasil untuk menggolkan UU Batu Bara yang baru. Oligark bener itu karena cuman 6 perusahaan menguasai 70 persen produksi batubara”. – Faisal Basri, Ekonom Senior</strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #cedb2a;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p><span class="dropcap dropcap2">C</span>ovid-19 memang mempengaruhi banyak hal, mulai dari persoalan ekonomi, sosial maupun politik. Khusus dalam konteks politik, ketidakstabilan yang ditimbulkan oleh Covid-19 di pemerintahan banyak negara memang membuat para pemimpinnya pusing tujuh keliling.</p>
<p>Kosovo adalah salah satu negara yang pemerintahannya <strong><a href="https://theconversation.com/kosovos-government-just-fell-but-its-down-to-us-meddling-rather-than-coronavirus-134862">jatuh</a></strong> saat Covid-19 merebak. Walaupun beberapa pihak menyebutkan bahwa virus tersebut bukanlah sebab utama ketidakstabilan politik di sana, namun jelas Covid-19 menambah pelik persoalan yang ada.</p>
<p>Konteks tekanan itu juga terjadi di negara seperti Amerika Serikat, di mana Presiden Donald Trump menghadapi kritikan yang keras dari masyarakatnya sendiri karena dianggap tidak mampu menangani krisis akibat virus tersebut.</p>
<p>Hal yang serupa juga kini dialami oleh Presiden Jokowi di Indonesia. Kritikan akibat ketidakmampuan pemerintah untuk secara cepat dan tanggap mengantisipasi krisis kesehatan tersebut misalnya, membuat menteri-menteri di kabinet disorot habis-habisan.</p>
<blockquote class="twitter-tweet" data-width="550" data-dnt="true">
<p lang="in" dir="ltr">Dilarang sama Bu <a href="https://twitter.com/susipudjiastuti?ref_src=twsrc%5Etfw">@susipudjiastuti</a> eh malah diizinin sama menteri yang sekarang. <a href="https://twitter.com/hashtag/infografis?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw">#infografis</a> <a href="https://twitter.com/hashtag/politik?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw">#politik</a> <a href="https://twitter.com/hashtag/pinterpolitik?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw">#pinterpolitik</a><a href="https://t.co/VnMIQ6EbWk">https://t.co/VnMIQ6EbWk</a> <a href="https://t.co/SjTmrnWL2B">pic.twitter.com/SjTmrnWL2B</a></p>
<p>&mdash; Pinterpolitik.com (@pinterpolitik) <a href="https://twitter.com/pinterpolitik/status/1270722688026173441?ref_src=twsrc%5Etfw">June 10, 2020</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p>Hal ini tentu menjadi tekanan politik karena banyak dari menteri tersebut berasal dari partai politik – yang jika dicopot akan melahirkan krisis politik lanjutan akibat terganggunya kestabilan kekuasaan.</p>
<p>Kemudian, beberapa waktu belakangan, Jokowi juga menghadapi tekanan akibat munculnya narasi kudeta yang kuat berhembus di media sosial. Entah siapa yang pertama kali menghembuskan narasi tersebut.</p>
<p>Dan yang terbaru, isu tekanan politik itu disebut-sebut juga berkaitan dengan produk-produk hukum yang dibuat dan diputuskan saat Covid-19 ini. Bahkan, tuduhan yang mengemuka adalah terkait oligarki politik yang berkepentingan di belakang produk-produk hukum tersebut.</p>
<p>Wih, ngeri kali narasinya ya. Tapi, ini bukan narasi yang diungkapkan oleh sembarang orang loh ya. Ada Pak Faisal Basri, salah satu ekonom senior yang reputasinya udah nggak perlu diragukan lagi, yang <strong><a href="https://politik.rmol.id/read/2020/06/09/438426/oligarki-merebak-faisal-basri-mereka-sudah-mampu-menggolkan-undang-undang">ngomong</a></strong> tentang itu dalam salah satu webinar.</p>
<p>Pak Faisal bicara soal RUU Minerba yang baru disahkan beberapa waktu lalu yang menurutnya sarat akan kepentingan oligarki di perusahaan batu bara. Ia menyinggung tentang 6 perusahaan tambang batu bara yang menguasai 70 persen pasar batu bara nasional.</p>
<p>Makanya nih banyak yang juga curiga bahwa di balik produk hukum lain yang sedang dibahas di DPR, ada oligarki yang mengintip di sana. Mereka sih nggak takut matanya bintitan ya. Hehehe.</p>
<p>Yang jelas, ini jadi tantangan buat Pak Jokowi. Soalnya, kekuasaan yang dibayang-bayangi oleh oligarki pasti akan menjadi cacat secara legitimasi. Pak Jokowi mungkin memenangkan suara mayoritas masyarakat. Tapi, dalam konteks keberadaan oligarki, hal ini tak membuatnya menjadi penguasa utama dan pemegang kendali penuh atas negara.</p>
<p>Beh, makin ngeri-ngeri sedap nggak tuh. Apalagi, di webinar yang sama, Profesor Jeffrey Winters dari Northwestern University juga menyebutkan bahwa pendanaan kampanye partai politik itu hampir 100 persen dari kantong oligarki. Makin tambah kuat nggak tuh.</p>
<p>Harapannya sih semoga oligarki ini nggak menggoyang kekuasaannya Pak Jokowi. Kalau misalnya, mereka juga ikut di belakang isu-isu macam kudeta dan sejenisnya, wah bisa tambah runyam nanti. Menarik untuk ditunggu kelanjutannya kayak gimana. (S13)</p>
<div class="youtube-embed" data-video_id="LlZuNSlFvIg"><iframe title="10 Wabah Epidemi dan Pandemi Terdahsyat" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/LlZuNSlFvIg?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe></div>
<p>► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di <a href="http://bit.ly/PinterPolitik"><strong>bit.ly/PinterPolitik</strong></a></p>
<p>Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di <strong><a href="http://bit.ly/ruang-publik">bit.ly/ruang-publik</a></strong> untuk informasi lebih lanjut.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2020/06/ezgif.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Kosovo Jatuh karena Corona, Indonesia?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/in-depth/kosovo-jatuh-karena-corona-indonesia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R53]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Mar 2020 13:36:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nalar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[darurat sipil]]></category>
		<category><![CDATA[Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[Kosovo]]></category>
		<category><![CDATA[Militer]]></category>
		<category><![CDATA[TNI]]></category>
		<category><![CDATA[Virus Corona]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=76276</guid>

					<description><![CDATA[Baru-baru ini dunia melihat kejatuhan Perdana Menteri Kosovo Albin Kurti karena dinilai tidak mampu menangani pandemi virus Corona (Covid-19). Lantas, di tengah berbagai ketidakpuasan publik terhadap kinerja pemerintah dalam menangani pandemi tersebut, mungkinkah hal yang sama terjadi di Indonesia? PinterPolitik.com Dalam sejarah pergulatan politik umat manusia, berbagai sebab atau preseden jatuhnya suatu pemerintahan telah hilir [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>Baru-baru ini dunia melihat kejatuhan Perdana Menteri Kosovo Albin Kurti karena dinilai tidak mampu menangani pandemi virus Corona (Covid-19). Lantas, di tengah berbagai ketidakpuasan publik terhadap kinerja pemerintah dalam menangani pandemi tersebut, mungkinkah hal yang sama terjadi di Indonesia?</strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #cedb2a;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p><span class="dropcap dropcap2">D</span>alam sejarah pergulatan politik umat manusia, berbagai sebab atau preseden jatuhnya suatu pemerintahan telah hilir mudik ditemukan, mulai dari upaya penjajahan, perang saudara, hingga pada faktor kejatuhan ekonomi. Namun, dari semua preseden tersebut, adanya epidemi ataupun pandemi penyakit tidak banyak disadari telah memicu gejolak politik hingga kejatuhan suatu pemerintahan.</p>
<p>Profesor Sejarah Pengobatan dari Universitas Yale Frank M. Snowden adalah salah satu sosok yang menyoroti hal tersebut. Dalam catatannya, disebutkan bahwa terdapat beberapa epidemi atau pandemi yang telah <a href="https://katadata.co.id/berita/2020/03/25/sejarah-pandemi-dan-epidemi-di-dunia-yang-memicu-gejolak-politik"><strong>menyebabkan</strong></a> mundurnya suatu pemimpin negara, bahkan kemerdekaan suatu negara.</p>
<p>Epidemi flu kuning atau <em>yellow fever</em> pada awal tahun 1800-an di Haiti misalnya, menurut Snowden, kala itu pemimpin pemberontakan budak Haiti, Toussaint L’Ouverture, secara mengejutkan berhasil mengalahkan pasukan Napoleon Bonaparte yang ingin mengembalikan perbudakan di sana.</p>
<p>Menariknya, keberhasilan tersebut terjadi karena banyak pasukan Napoleon yang terkena flu kuning sementara para warga Haiti yang berkulit hitam dinilai memiliki imun tubuh yang lebih kuat sehingga tidak begitu terdampak flu tersebut.</p>
<p>Kemudian, ada pula tulisan Richard J. Evans yang berjudul <em>Epidemics and Revolutions: Cholera in Nineteenth-Century Europe</em> yang juga menjelaskan bagaimana epidemi penyakit dapat memicu revolusi sosial-politik. Evans mencatat bahwa <em>Human Immunodeficiency Virus</em> (HIV) yang merebak di Haiti pada Juli 1982 telah menjadi preseden atas <a href="https://academic.oup.com/past/article-abstract/120/1/123/1447577?redirectedFrom=PDF"><strong>jatuhnya</strong></a> Presiden Jean-Claude Duvalier (Baby Doc) – yang mendapat label sebagai presiden seumur hidup – pada tahun 1986.</p>
<blockquote class="instagram-media" data-instgrm-captioned data-instgrm-permalink="https://www.instagram.com/p/B-Wnv7plpPo/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" data-instgrm-version="12" style=" background:#FFF; border:0; border-radius:3px; box-shadow:0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width:658px; min-width:326px; padding:0; width:99.375%; width:-webkit-calc(100% - 2px); width:calc(100% - 2px);">
<div style="padding:16px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/B-Wnv7plpPo/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" background:#FFFFFF; line-height:0; padding:0 0; text-align:center; text-decoration:none; width:100%;" target="_blank"> </p>
<div style=" display: flex; flex-direction: row; align-items: center;">
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 40px; margin-right: 14px; width: 40px;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center;">
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 100px;"></div>
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 60px;"></div>
</div>
</div>
<div style="padding: 19% 0;"></div>
<div style="display:block; height:50px; margin:0 auto 12px; width:50px;"><svg width="50px" height="50px" viewBox="0 0 60 60" version="1.1" xmlns="https://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="https://www.w3.org/1999/xlink"><g stroke="none" stroke-width="1" fill="none" fill-rule="evenodd"><g transform="translate(-511.000000, -20.000000)" fill="#000000"><g><path d="M556.869,30.41 C554.814,30.41 553.148,32.076 553.148,34.131 C553.148,36.186 554.814,37.852 556.869,37.852 C558.924,37.852 560.59,36.186 560.59,34.131 C560.59,32.076 558.924,30.41 556.869,30.41 M541,60.657 C535.114,60.657 530.342,55.887 530.342,50 C530.342,44.114 535.114,39.342 541,39.342 C546.887,39.342 551.658,44.114 551.658,50 C551.658,55.887 546.887,60.657 541,60.657 M541,33.886 C532.1,33.886 524.886,41.1 524.886,50 C524.886,58.899 532.1,66.113 541,66.113 C549.9,66.113 557.115,58.899 557.115,50 C557.115,41.1 549.9,33.886 541,33.886 M565.378,62.101 C565.244,65.022 564.756,66.606 564.346,67.663 C563.803,69.06 563.154,70.057 562.106,71.106 C561.058,72.155 560.06,72.803 558.662,73.347 C557.607,73.757 556.021,74.244 553.102,74.378 C549.944,74.521 548.997,74.552 541,74.552 C533.003,74.552 532.056,74.521 528.898,74.378 C525.979,74.244 524.393,73.757 523.338,73.347 C521.94,72.803 520.942,72.155 519.894,71.106 C518.846,70.057 518.197,69.06 517.654,67.663 C517.244,66.606 516.755,65.022 516.623,62.101 C516.479,58.943 516.448,57.996 516.448,50 C516.448,42.003 516.479,41.056 516.623,37.899 C516.755,34.978 517.244,33.391 517.654,32.338 C518.197,30.938 518.846,29.942 519.894,28.894 C520.942,27.846 521.94,27.196 523.338,26.654 C524.393,26.244 525.979,25.756 528.898,25.623 C532.057,25.479 533.004,25.448 541,25.448 C548.997,25.448 549.943,25.479 553.102,25.623 C556.021,25.756 557.607,26.244 558.662,26.654 C560.06,27.196 561.058,27.846 562.106,28.894 C563.154,29.942 563.803,30.938 564.346,32.338 C564.756,33.391 565.244,34.978 565.378,37.899 C565.522,41.056 565.552,42.003 565.552,50 C565.552,57.996 565.522,58.943 565.378,62.101 M570.82,37.631 C570.674,34.438 570.167,32.258 569.425,30.349 C568.659,28.377 567.633,26.702 565.965,25.035 C564.297,23.368 562.623,22.342 560.652,21.575 C558.743,20.834 556.562,20.326 553.369,20.18 C550.169,20.033 549.148,20 541,20 C532.853,20 531.831,20.033 528.631,20.18 C525.438,20.326 523.257,20.834 521.349,21.575 C519.376,22.342 517.703,23.368 516.035,25.035 C514.368,26.702 513.342,28.377 512.574,30.349 C511.834,32.258 511.326,34.438 511.181,37.631 C511.035,40.831 511,41.851 511,50 C511,58.147 511.035,59.17 511.181,62.369 C511.326,65.562 511.834,67.743 512.574,69.651 C513.342,71.625 514.368,73.296 516.035,74.965 C517.703,76.634 519.376,77.658 521.349,78.425 C523.257,79.167 525.438,79.673 528.631,79.82 C531.831,79.965 532.853,80.001 541,80.001 C549.148,80.001 550.169,79.965 553.369,79.82 C556.562,79.673 558.743,79.167 560.652,78.425 C562.623,77.658 564.297,76.634 565.965,74.965 C567.633,73.296 568.659,71.625 569.425,69.651 C570.167,67.743 570.674,65.562 570.82,62.369 C570.966,59.17 571,58.147 571,50 C571,41.851 570.966,40.831 570.82,37.631"></path></g></g></g></svg></div>
<div style="padding-top: 8px;">
<div style=" color:#3897f0; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:550; line-height:18px;"> View this post on Instagram</div>
</div>
<div style="padding: 12.5% 0;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: row; margin-bottom: 14px; align-items: center;">
<div>
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(0px) translateY(7px);"></div>
<div style="background-color: #F4F4F4; height: 12.5px; transform: rotate(-45deg) translateX(3px) translateY(1px); width: 12.5px; flex-grow: 0; margin-right: 14px; margin-left: 2px;"></div>
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(9px) translateY(-18px);"></div>
</div>
<div style="margin-left: 8px;">
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 20px; width: 20px;"></div>
<div style=" width: 0; height: 0; border-top: 2px solid transparent; border-left: 6px solid #f4f4f4; border-bottom: 2px solid transparent; transform: translateX(16px) translateY(-4px) rotate(30deg)"></div>
</div>
<div style="margin-left: auto;">
<div style=" width: 0px; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-right: 8px solid transparent; transform: translateY(16px);"></div>
<div style=" background-color: #F4F4F4; flex-grow: 0; height: 12px; width: 16px; transform: translateY(-4px);"></div>
<div style=" width: 0; height: 0; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-left: 8px solid transparent; transform: translateY(-4px) translateX(8px);"></div>
</div>
</div>
<p></a> </p>
<p style=" margin:8px 0 0 0; padding:0 4px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/B-Wnv7plpPo/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" color:#000; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px; text-decoration:none; word-wrap:break-word;" target="_blank">Potensi #dampakcorona di Indonesia dapat memicu ketidakpuasan masif di tengah  masyarakat, antisipasi pemerintah? #covid19indonesia #pandemicorona #waspadacovid19 #pencegahancorona #indonesialawancorona #pinterpolitik #politikindonesia</a></p>
<p style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px; margin-bottom:0; margin-top:8px; overflow:hidden; padding:8px 0 7px; text-align:center; text-overflow:ellipsis; white-space:nowrap;">A post shared by <a href="https://www.instagram.com/pinterpolitik/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px;" target="_blank"> PinterPolitik.com</a> (@pinterpolitik) on <time style=" font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px;" datetime="2020-03-30T09:53:18+00:00">Mar 30, 2020 at 2:53am PDT</time></p>
</div>
</blockquote>
<p><script async src="//www.instagram.com/embed.js"></script></p>
<p>Dan sekarang, pandemi virus Corona (Covid-19) tampaknya telah mengulang sejarah sebagai preseden jatuhnya suatu pemerintahan. Adalah Kosovo, sebuah negara di kawasan Balkan yang <strong><a href="https://kemlu.go.id/portal/id/read/99/halaman_list_lainnya/isu-kosovo">tak pernah diakui</a></strong> kemerdekaannya oleh Indonesia telah mencatatkan sejarah tersebut.</p>
<p>Bagaimana tidak? Atas gejolak politik berkelanjutan karena Perdana Menteri Kosovo Albin Kurti  menolak untuk menyatakan keadaan darurat atas pandemi Covid-19, gelombang ketidakpuasan publik telah berujung pada mosi tidak percaya anggota parlemen yang membuat Kurti <a href="https://www.bbc.com/news/world-europe-52044136"><strong>dilengserkan</strong></a> dari jabatannya.</p>
<p>Merefleksikan apa yang terjadi di Kosovo, dengan munculnya berbagai riak-riak ketidakpuasan publik terhadap pemerintah Indonesia terkait upayanya dalam menanggulangi pandemi Covid-19, mungkinkah gejolak politik serupa yang berimbas pada jatuhnya pemimpin negara juga akan terjadi?</p>
<h4><strong>Sinyal Situasi Genting?</strong></h4>
<p>Kendati pemerintah kerap menunjukkan kesan dapat menangani persoalan pandemi Covid-19 dengan baik, menariknya baru-baru ini situasi kegentingan justru diperlihatkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).</p>
<p>Bagaimana tidak? Status pandemi Covid-19 <strong><a href="https://nasional.kompas.com/read/2020/03/30/15535741/jubir-presiden-penerapan-darurat-sipil-adalah-langkah-terakhir">direncanakan</a></strong> akan dinaikkan dari tertib sipil <a href="https://news.detik.com/berita/d-4958409/penjelasan-soal-darurat-sipil-yang-akan-diambil-jokowi-untuk-lawan-corona/1"><strong>menjadi</strong></a> darurat sipil. Merujuk pada Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 23 Tahun 1959 tentang Keadaan Bahaya, dijelaskan bahwa “darurat sipil” adalah keadaan bahaya yang ditetapkan oleh Presiden/Panglima Tertinggi Angkatan Perang untuk seluruh atau sebagian wilayah negara. Artinya, secara tegas pemerintah bisa saja akan menetapkan situasi genting terkait pandemi Covid-19.</p>
<p>Darurat sipil sendiri adalah keadaan yang berada satu level di bawah darurat militer. Dengan demikian, pelibatan militer atau Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam penanganan pandemi Covid-19 seyogianya telah semakin dekat.</p>
<p>Menariknya, pelibatan TNI dalam penanganan pandemi tersebut justru telah dari jauh hari terlihat. Konteksnya bukan pada persoalan pelibatan organik TNI seperti penjemputan Warga Negara Indonesia (WNI) di Wuhan, Tiongkok, beberapa waktu lalu, melainkan pada telah dilibatkannya pejabat TNI sebagai pemimpin infrastruktur vital dalam penanganan pandemi Covid-19.</p>
<p>Hal tersebut misalnya terlihat dengan diangkatnya Pangdam Jaya Mayor Jenderal TNI Eko Margiyono untuk <a href="https://www.antaranews.com/berita/1387418/pangdam-jaya-pimpin-rs-darurat-wisma-atlet"><strong>memimpin</strong></a> rumah sakit (RS) darurat penanganan pasien positif Covid-19, Wisma Atlet Kemayoran Jakarta dan Satgas Covid-19.</p>
<p>Padahal, menurut pengamat militer dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Khairul Fahmi, dalam keadaan darurat sipil, yang berperan signifikan seharusnya adalah pihak Kepolisian, Badan Intelijen Negara (BIN), dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri).</p>
<p>Dengan kata lain, patut untuk diduga, hal tersebut mengindikasikan adanya ancang-ancang untuk menaikkan keadaan menjadi darurat militer nantinya.</p>
<p>Meskipun begitu, penempatan Eko sebenarnya tidak menjadi masalah karena Satgas Covid-19 masih subordinat dari Gugus Tugas Covid-19.</p>
<blockquote class="instagram-media" data-instgrm-captioned data-instgrm-permalink="https://www.instagram.com/p/B-W3_eWFFCq/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" data-instgrm-version="12" style=" background:#FFF; border:0; border-radius:3px; box-shadow:0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width:658px; min-width:326px; padding:0; width:99.375%; width:-webkit-calc(100% - 2px); width:calc(100% - 2px);">
<div style="padding:16px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/B-W3_eWFFCq/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" background:#FFFFFF; line-height:0; padding:0 0; text-align:center; text-decoration:none; width:100%;" target="_blank"> </p>
<div style=" display: flex; flex-direction: row; align-items: center;">
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 40px; margin-right: 14px; width: 40px;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center;">
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 100px;"></div>
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 60px;"></div>
</div>
</div>
<div style="padding: 19% 0;"></div>
<div style="display:block; height:50px; margin:0 auto 12px; width:50px;"><svg width="50px" height="50px" viewBox="0 0 60 60" version="1.1" xmlns="https://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="https://www.w3.org/1999/xlink"><g stroke="none" stroke-width="1" fill="none" fill-rule="evenodd"><g transform="translate(-511.000000, -20.000000)" fill="#000000"><g><path d="M556.869,30.41 C554.814,30.41 553.148,32.076 553.148,34.131 C553.148,36.186 554.814,37.852 556.869,37.852 C558.924,37.852 560.59,36.186 560.59,34.131 C560.59,32.076 558.924,30.41 556.869,30.41 M541,60.657 C535.114,60.657 530.342,55.887 530.342,50 C530.342,44.114 535.114,39.342 541,39.342 C546.887,39.342 551.658,44.114 551.658,50 C551.658,55.887 546.887,60.657 541,60.657 M541,33.886 C532.1,33.886 524.886,41.1 524.886,50 C524.886,58.899 532.1,66.113 541,66.113 C549.9,66.113 557.115,58.899 557.115,50 C557.115,41.1 549.9,33.886 541,33.886 M565.378,62.101 C565.244,65.022 564.756,66.606 564.346,67.663 C563.803,69.06 563.154,70.057 562.106,71.106 C561.058,72.155 560.06,72.803 558.662,73.347 C557.607,73.757 556.021,74.244 553.102,74.378 C549.944,74.521 548.997,74.552 541,74.552 C533.003,74.552 532.056,74.521 528.898,74.378 C525.979,74.244 524.393,73.757 523.338,73.347 C521.94,72.803 520.942,72.155 519.894,71.106 C518.846,70.057 518.197,69.06 517.654,67.663 C517.244,66.606 516.755,65.022 516.623,62.101 C516.479,58.943 516.448,57.996 516.448,50 C516.448,42.003 516.479,41.056 516.623,37.899 C516.755,34.978 517.244,33.391 517.654,32.338 C518.197,30.938 518.846,29.942 519.894,28.894 C520.942,27.846 521.94,27.196 523.338,26.654 C524.393,26.244 525.979,25.756 528.898,25.623 C532.057,25.479 533.004,25.448 541,25.448 C548.997,25.448 549.943,25.479 553.102,25.623 C556.021,25.756 557.607,26.244 558.662,26.654 C560.06,27.196 561.058,27.846 562.106,28.894 C563.154,29.942 563.803,30.938 564.346,32.338 C564.756,33.391 565.244,34.978 565.378,37.899 C565.522,41.056 565.552,42.003 565.552,50 C565.552,57.996 565.522,58.943 565.378,62.101 M570.82,37.631 C570.674,34.438 570.167,32.258 569.425,30.349 C568.659,28.377 567.633,26.702 565.965,25.035 C564.297,23.368 562.623,22.342 560.652,21.575 C558.743,20.834 556.562,20.326 553.369,20.18 C550.169,20.033 549.148,20 541,20 C532.853,20 531.831,20.033 528.631,20.18 C525.438,20.326 523.257,20.834 521.349,21.575 C519.376,22.342 517.703,23.368 516.035,25.035 C514.368,26.702 513.342,28.377 512.574,30.349 C511.834,32.258 511.326,34.438 511.181,37.631 C511.035,40.831 511,41.851 511,50 C511,58.147 511.035,59.17 511.181,62.369 C511.326,65.562 511.834,67.743 512.574,69.651 C513.342,71.625 514.368,73.296 516.035,74.965 C517.703,76.634 519.376,77.658 521.349,78.425 C523.257,79.167 525.438,79.673 528.631,79.82 C531.831,79.965 532.853,80.001 541,80.001 C549.148,80.001 550.169,79.965 553.369,79.82 C556.562,79.673 558.743,79.167 560.652,78.425 C562.623,77.658 564.297,76.634 565.965,74.965 C567.633,73.296 568.659,71.625 569.425,69.651 C570.167,67.743 570.674,65.562 570.82,62.369 C570.966,59.17 571,58.147 571,50 C571,41.851 570.966,40.831 570.82,37.631"></path></g></g></g></svg></div>
<div style="padding-top: 8px;">
<div style=" color:#3897f0; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:550; line-height:18px;"> View this post on Instagram</div>
</div>
<div style="padding: 12.5% 0;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: row; margin-bottom: 14px; align-items: center;">
<div>
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(0px) translateY(7px);"></div>
<div style="background-color: #F4F4F4; height: 12.5px; transform: rotate(-45deg) translateX(3px) translateY(1px); width: 12.5px; flex-grow: 0; margin-right: 14px; margin-left: 2px;"></div>
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(9px) translateY(-18px);"></div>
</div>
<div style="margin-left: 8px;">
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 20px; width: 20px;"></div>
<div style=" width: 0; height: 0; border-top: 2px solid transparent; border-left: 6px solid #f4f4f4; border-bottom: 2px solid transparent; transform: translateX(16px) translateY(-4px) rotate(30deg)"></div>
</div>
<div style="margin-left: auto;">
<div style=" width: 0px; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-right: 8px solid transparent; transform: translateY(16px);"></div>
<div style=" background-color: #F4F4F4; flex-grow: 0; height: 12px; width: 16px; transform: translateY(-4px);"></div>
<div style=" width: 0; height: 0; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-left: 8px solid transparent; transform: translateY(-4px) translateX(8px);"></div>
</div>
</div>
<p></a> </p>
<p style=" margin:8px 0 0 0; padding:0 4px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/B-W3_eWFFCq/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" color:#000; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px; text-decoration:none; word-wrap:break-word;" target="_blank">Muncul wacana agar militer di libatkan tangani #covid_19 #infografik #infografis #politik #politikindonesia #pinterpolitik #indonesialawancorona #indonesialawancovid19</a></p>
<p style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px; margin-bottom:0; margin-top:8px; overflow:hidden; padding:8px 0 7px; text-align:center; text-overflow:ellipsis; white-space:nowrap;">A post shared by <a href="https://www.instagram.com/pinterpolitik/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px;" target="_blank"> PinterPolitik.com</a> (@pinterpolitik) on <time style=" font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px;" datetime="2020-03-30T12:15:14+00:00">Mar 30, 2020 at 5:15am PDT</time></p>
</div>
</blockquote>
<p><script async src="//www.instagram.com/embed.js"></script></p>
<h4><strong>Militer akan Ambil Alih?</strong></h4>
<p>Khairul Fahmi dalam salah satu tulisannya yang mengutip Indonesianis asal Australia, Harold Crouch, menyebutkan bahwa sedari awal militer Indonesia seyogianya tidak memiliki nilai-nilai militer yang profesional, yang mana itu membuat TNI <a href="https://www.watyutink.com/opini/Ilusi-Super-Hero"><strong>tidak</strong></a> dibekali pemahaman soal batasan-batasan posisi dan fungsinya.</p>
<p>Poin yang disebutkan oleh Fahmi, tampaknya yang menjadi faktor di balik dekatnya aktivitas militer dengan sipil di Indonesia. Febriana Firdaus <a href="https://www.aljazeera.com/news/2019/04/indonesia-election-role-powerful-military-190409075921126.html"><strong>dalam</strong></a> tulisannya <em>Indonesia Election and The Role of Its Powerful Military</em>, juga menyebutkan bahwa, kendati militer secara resmi dilarang berpolitik sejak 2004, menariknya para jenderal TNI justru terlibat sebagai “dalang” berpengaruh di belakang layar perpolitikan Indonesia.</p>
<p>Konteks organiknya pelibatan militer di politik juga dikupas dengan mendalam oleh dosen hukum administrasi negara Universitas Indonesia Bono Budi Priambodo yang menyebutkan bahwa terdapat partisipasi militer di luar persoalan pertahanan dan keamanan, yakni juga berupaya meningkatkan kesejahteraan negara secara keseluruhan diilhami oleh <a href="https://theconversation.com/alasan-mengapa-dwifungsi-abri-masih-relevan-bagi-demokrasi-indonesia-114034"><strong>konsep</strong></a> <em>Broad Front</em> yang dicetuskan oleh Jenderal Besar Abdul Haris Nasution. Namun, menurut Bono, konsep tersebut menegaskan bahwa militer Indonesia tidak akan memainkan peran politik langsung guna mencegahnya menjadi alat politik untuk merebut kekuasaan.</p>
<p>Senada, Fahmi juga menyebutkan bahwa kendati militer Indonesia adalah militer pretorian atau militer yang lebih cenderung berpolitik. Namun, dimasukinya peran-peran non-militer sebenarnya lebih diakibatkan oleh tidak stabilnya sistem dan kegagalan pemimpin menjamin ditaatinya norma dan proses politik. Artinya, militer seyogianya tidak akan mencampuri urusan politik atau meluaskan peran-peran non-militernya jika sistem “dianggap” berfungsi baik.</p>
<p>Lanjut Fahmi, di banyak negara dunia ketiga, terdapat beberapa sebab yang dapat menjadi alasan bagi intervensi militer dalam politik suatu negara. Dua di antaranya adalah, <em>pertama</em>, apabila kewibawaan pemerintah atau partai politik yang berkuasa telah <a href="https://www.lensaindonesia.com/2014/06/09/mewaspadai-peran-militer-dalam-politik.html/amp"><strong>jatuh</strong></a> sehingga membuat rezim semakin banyak menggunakan paksaan untuk memelihara ketertiban dan untuk menekankan perlunya persatuan nasional dalam menghadapi krisis.</p>
<p>Konteks jatuhnya wibawa atau kepercayaan masyarakat dengan meningkatnya paksaan tersebut dapat kita pahami dalam tulisan yang dikeluarkan oleh <em>Organisation for Economic Co-operation and Development</em> (OECD) yang menyebutkan bahwa <a href="https://www.oecd-ilibrary.org/docserver/gov_glance-2013-6-en.pdf?expires=1581411084&amp;id=id&amp;accname=guest&amp;checksum=01953B8201E7A4271578012010529209"><strong>kepercayaan</strong></a> dalam pemerintah adalah salah satu hal yang paling penting karena itu merupakan legitimasi dan tempat keberlanjutan sistem politik dibangun.</p>
<p>Hal tersebut terjadi karena kepercayaan dapat membentuk kohesi sosial dan kesejahteraan sehingga memungkinkan pemerintah terkait untuk memerintah masyarakat tanpa melalui paksaan. Singkat kata, kepercayaan yang dimiliki pemerintah adalah cara yang efisien untuk menurunkan biaya transaksi dalam hubungan sosial, ekonomi, dan politik.</p>
<p><em>Kedua</em>, apabila terjadi krisis ekonomi yang menyebabkan terpengaruhnya sektor-sektor layanan publik maupun swasta. Konteks ini terlihat jelas pada militer yang disebut berperan dalam lengsernya Soeharto pada tahun 1998, yang mana pada saat itu terjadi krisis moneter hebat.</p>
<p>Lantas pada konteks saat ini, di mana terdapat banyak riak-riak ketidakpuasan publik akan kinerja pemerintah dalam menanggulangi pandemi Covid-19, ataupun dengan melemahnya Rupiah yang bahkan hampir menembus Rp 17 ribu, mungkinkah situasi ini berujung menjadi preseden intervensi militer?</p>
<blockquote class="instagram-media" data-instgrm-captioned data-instgrm-permalink="https://www.instagram.com/p/B-WiaPHlB6w/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" data-instgrm-version="12" style=" background:#FFF; border:0; border-radius:3px; box-shadow:0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width:658px; min-width:326px; padding:0; width:99.375%; width:-webkit-calc(100% - 2px); width:calc(100% - 2px);">
<div style="padding:16px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/B-WiaPHlB6w/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" background:#FFFFFF; line-height:0; padding:0 0; text-align:center; text-decoration:none; width:100%;" target="_blank"> </p>
<div style=" display: flex; flex-direction: row; align-items: center;">
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 40px; margin-right: 14px; width: 40px;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center;">
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 100px;"></div>
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 60px;"></div>
</div>
</div>
<div style="padding: 19% 0;"></div>
<div style="display:block; height:50px; margin:0 auto 12px; width:50px;"><svg width="50px" height="50px" viewBox="0 0 60 60" version="1.1" xmlns="https://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="https://www.w3.org/1999/xlink"><g stroke="none" stroke-width="1" fill="none" fill-rule="evenodd"><g transform="translate(-511.000000, -20.000000)" fill="#000000"><g><path d="M556.869,30.41 C554.814,30.41 553.148,32.076 553.148,34.131 C553.148,36.186 554.814,37.852 556.869,37.852 C558.924,37.852 560.59,36.186 560.59,34.131 C560.59,32.076 558.924,30.41 556.869,30.41 M541,60.657 C535.114,60.657 530.342,55.887 530.342,50 C530.342,44.114 535.114,39.342 541,39.342 C546.887,39.342 551.658,44.114 551.658,50 C551.658,55.887 546.887,60.657 541,60.657 M541,33.886 C532.1,33.886 524.886,41.1 524.886,50 C524.886,58.899 532.1,66.113 541,66.113 C549.9,66.113 557.115,58.899 557.115,50 C557.115,41.1 549.9,33.886 541,33.886 M565.378,62.101 C565.244,65.022 564.756,66.606 564.346,67.663 C563.803,69.06 563.154,70.057 562.106,71.106 C561.058,72.155 560.06,72.803 558.662,73.347 C557.607,73.757 556.021,74.244 553.102,74.378 C549.944,74.521 548.997,74.552 541,74.552 C533.003,74.552 532.056,74.521 528.898,74.378 C525.979,74.244 524.393,73.757 523.338,73.347 C521.94,72.803 520.942,72.155 519.894,71.106 C518.846,70.057 518.197,69.06 517.654,67.663 C517.244,66.606 516.755,65.022 516.623,62.101 C516.479,58.943 516.448,57.996 516.448,50 C516.448,42.003 516.479,41.056 516.623,37.899 C516.755,34.978 517.244,33.391 517.654,32.338 C518.197,30.938 518.846,29.942 519.894,28.894 C520.942,27.846 521.94,27.196 523.338,26.654 C524.393,26.244 525.979,25.756 528.898,25.623 C532.057,25.479 533.004,25.448 541,25.448 C548.997,25.448 549.943,25.479 553.102,25.623 C556.021,25.756 557.607,26.244 558.662,26.654 C560.06,27.196 561.058,27.846 562.106,28.894 C563.154,29.942 563.803,30.938 564.346,32.338 C564.756,33.391 565.244,34.978 565.378,37.899 C565.522,41.056 565.552,42.003 565.552,50 C565.552,57.996 565.522,58.943 565.378,62.101 M570.82,37.631 C570.674,34.438 570.167,32.258 569.425,30.349 C568.659,28.377 567.633,26.702 565.965,25.035 C564.297,23.368 562.623,22.342 560.652,21.575 C558.743,20.834 556.562,20.326 553.369,20.18 C550.169,20.033 549.148,20 541,20 C532.853,20 531.831,20.033 528.631,20.18 C525.438,20.326 523.257,20.834 521.349,21.575 C519.376,22.342 517.703,23.368 516.035,25.035 C514.368,26.702 513.342,28.377 512.574,30.349 C511.834,32.258 511.326,34.438 511.181,37.631 C511.035,40.831 511,41.851 511,50 C511,58.147 511.035,59.17 511.181,62.369 C511.326,65.562 511.834,67.743 512.574,69.651 C513.342,71.625 514.368,73.296 516.035,74.965 C517.703,76.634 519.376,77.658 521.349,78.425 C523.257,79.167 525.438,79.673 528.631,79.82 C531.831,79.965 532.853,80.001 541,80.001 C549.148,80.001 550.169,79.965 553.369,79.82 C556.562,79.673 558.743,79.167 560.652,78.425 C562.623,77.658 564.297,76.634 565.965,74.965 C567.633,73.296 568.659,71.625 569.425,69.651 C570.167,67.743 570.674,65.562 570.82,62.369 C570.966,59.17 571,58.147 571,50 C571,41.851 570.966,40.831 570.82,37.631"></path></g></g></g></svg></div>
<div style="padding-top: 8px;">
<div style=" color:#3897f0; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:550; line-height:18px;"> View this post on Instagram</div>
</div>
<div style="padding: 12.5% 0;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: row; margin-bottom: 14px; align-items: center;">
<div>
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(0px) translateY(7px);"></div>
<div style="background-color: #F4F4F4; height: 12.5px; transform: rotate(-45deg) translateX(3px) translateY(1px); width: 12.5px; flex-grow: 0; margin-right: 14px; margin-left: 2px;"></div>
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(9px) translateY(-18px);"></div>
</div>
<div style="margin-left: 8px;">
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 20px; width: 20px;"></div>
<div style=" width: 0; height: 0; border-top: 2px solid transparent; border-left: 6px solid #f4f4f4; border-bottom: 2px solid transparent; transform: translateX(16px) translateY(-4px) rotate(30deg)"></div>
</div>
<div style="margin-left: auto;">
<div style=" width: 0px; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-right: 8px solid transparent; transform: translateY(16px);"></div>
<div style=" background-color: #F4F4F4; flex-grow: 0; height: 12px; width: 16px; transform: translateY(-4px);"></div>
<div style=" width: 0; height: 0; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-left: 8px solid transparent; transform: translateY(-4px) translateX(8px);"></div>
</div>
</div>
<p></a> </p>
<p style=" margin:8px 0 0 0; padding:0 4px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/B-WiaPHlB6w/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" color:#000; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px; text-decoration:none; word-wrap:break-word;" target="_blank">@kawalcovid19.id siap kawal info #covid_19 agar akurat #coronavirus #COVID19 #COVID19Indonesia #pinterpolitik #kawalcovid19</a></p>
<p style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px; margin-bottom:0; margin-top:8px; overflow:hidden; padding:8px 0 7px; text-align:center; text-overflow:ellipsis; white-space:nowrap;">A post shared by <a href="https://www.instagram.com/pinterpolitik/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px;" target="_blank"> PinterPolitik.com</a> (@pinterpolitik) on <time style=" font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px;" datetime="2020-03-30T09:06:39+00:00">Mar 30, 2020 at 2:06am PDT</time></p>
</div>
</blockquote>
<p><script async src="//www.instagram.com/embed.js"></script></p>
<h4><strong>Apa Langkah TNI?</strong></h4>
<p>Sedikit melakukan spekulasi, katakanlah militer akan terlibat dalam penanganan Covid-19 karena keadaan dinaikkan menjadi darurat militer, kira-kira langkah apa yang akan diambil oleh TNI? Jawabannya mungkin bergantung pada seberapa berhasil Presiden Jokowi membangun hubungan dengan TNI selama ini.</p>
<p>Merujuk pada statusnya yang tidak berasal dari elite partai politik ataupun militer, mudah untuk memahami mengapa analis politik dari Northwestern University, Jeffrey Winters, menyebutkan bahwa Presiden Jokowi adalah <a href="https://rmol.id/read/2015/07/24/210928/"><strong>presiden terlemah</strong></a> secara politik sejak masa Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.</p>
<p>Dalam tulisan yang dimuat oleh <a href="https://www.straitstimes.com/asia/se-asia/indonesian-president-jokowi-boosts-ties-with-military-in-power-shift"><strong>The Straits</strong><strong> T</strong><strong>imes</strong></a>, disebutkan bahwa untuk mengatasi kelemahan tersebut, Presiden Jokowi diketahui membangun hubungan yang baik dengan TNI sejak awal kepemimpinannya. Hal tersebut misalnya terlihat jelas dengan menempatkan berbagai jenderal berpengaruh dalam lingkaran istana, seperti Moeldoko dan Agum Gumelar.</p>
<p>Kini, vitalnya peran TNI bagi Jokowi semakin terlihat seiring dengan bertambahnya sosok jenderal di gerbong kekuasaannya. Sebut saja nama Wiranto, Prabowo Subianto, Luhut Binsar Pandjaitan, hingga A.M. Hendropriyono. Bahkan, para pejabat TNI aktif seperti Panglima TNI Hadi Tjahjanto dan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Andika Perkasa juga disebut-sebut memiliki kedekatan tersendiri dengan Presiden Jokowi.</p>
<p>Tidak hanya dekat dengan sosok berpengaruh di militer, tulisan yang dimuat <a href="https://www.pinterpolitik.com/deal-jokowi-militer-akhir-demokrasi/"><strong>The Economist</strong></a> juga menyebutkan bahwa Presiden Jokowi telah memberikan porsi besar terhadap peran militer dalam berbagai bidang kehidupan.</p>
<p>Upaya ini misalnya terlihat dari adanya sekitar 133 perjanjian kerja sama antara berbagai lembaga negara dengan militer di era pemerintahan Presiden Jokowi. Dalam perjanjian tersebut, militer bahkan disebut mengurusi berbagai hal, mulai dari urusan pembukaan lahan persawahan, pembangunan jalan-jalan baru, hingga hal-hal teknis seperti menjaga harga pasar dan tingkat inflasi.</p>
<p>Singkat kata, katakanlah skenario darurat militer dijalankan, tampaknya Presiden Jokowi akan memberikan mandat besar tersebut kepada pejabat militer yang tentu akan mempertahankan legitimasinya. Akan tetapi, jika eskalasi gejolak publik terus meningkat, tentu patut dipertanyakan, sejauh mana hubungan yang dibangun oleh Presiden Jokowi tersebut dapat menjaganya dari kejatuhan. Menarik untuk ditunggu kelanjutannya. (R53)</p>
<p><iframe title="Ekonomi Internet Indonesia: Haruskah Berbangga dengan Unicorn? Dengan Pak Ardi Sutedja" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/2zXgVuKLE5Q?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe></p>
<p>► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di <a href="http://bit.ly/PinterPolitik"><strong>bit.ly/PinterPolitik</strong></a></p>
<p>Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di <strong><a href="http://bit.ly/ruang-publik">bit.ly/ruang-publik</a></strong> untuk informasi lebih lanjut.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2020/03/jok-moel.jpeg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
