<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>Korupsi KTP-el &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/korupsi-ktp-el/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Fri, 12 Apr 2019 04:52:16 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>Korupsi KTP-el &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Setnov Koruptor &#8216;Oportunis&#8217;</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/setnov-koruptor-oportunis/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Z19]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 02 May 2018 07:36:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Hak Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Korupsi KTP-el]]></category>
		<category><![CDATA[Koruptor]]></category>
		<category><![CDATA[Setya Novanto]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=28113</guid>

					<description><![CDATA[“Beliau merasa lelah dengan proses peradilan ini,” ~ Firman Wijaya, Kuasa Hukum Setya Novanto PinterPolitik.com [dropcap]S[/dropcap]etya Novanto sudah legowo menerima hukuman 15 tahun penjara dan keharusan mengembalikan uang yang telah dicicipinya. Alhasil, mantan Ketua DPR dan Ketua Umum Partai Golkar itu enggan untuk mengajukan banding. Mungkin Setya Novanto sudah pasrah dengan nasib pilu yang ia [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong><em>“Beliau merasa lelah dengan proses peradilan ini,” ~ Firman Wijaya, Kuasa Hukum Setya Novanto</em></strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #ccdb00"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]S[/dropcap]etya Novanto sudah <em>legowo</em> menerima hukuman 15 tahun penjara dan keharusan mengembalikan uang yang telah dicicipinya.</p>
<p>Alhasil, mantan Ketua DPR dan Ketua Umum Partai Golkar itu enggan untuk mengajukan banding. Mungkin Setya Novanto sudah pasrah dengan nasib pilu yang ia terima. <em>Waduh, </em>pasrah gimana, orang terbukti bersalah <em>kok. </em></p>
<p>Padahal kalau Setya Novanto masih punya argumentasi tak bersalah, masih ada peluang lho Papa Setya Novanto buat mengajukan banding, <em>ehmmm, </em>peluangnya sih hukumannya bisa dikurangi atau bahkan diperberat.</p>
<p>Tapi biasanya sih, orang yang sudah divonis itu kalau minta banding supaya hukumannya dikurangi. Kok Setya Novanto<em> legowo</em> aja sih nerima putusan Pengadilan? Ada dua kemungkinan sih.</p>
<p>Kemungkinan pertama, Setya Novanto sudah <em>legowo</em> menerima hasil putusan Pengadilan dan sudah lelah mengikuti proses peradilan, seperti apa yang dikatakan kuasa hukumnya, Firman Wijaya.</p>
<p>Tapi apakah hal itu yang mendasari Setya Novanto menahan diri tak mengajukan banding? Kayaknya sih belum tentu. Karena kalau Setya Novanto itu mengelak dan ngotot mengaku tak bersalah, jalur hukumnya sudah disediakan kok, mau banding atau ga nih, Setya Novanto?</p>
<blockquote class="twitter-tweet">
<p dir="ltr" lang="in">Tak Ajukan Banding, Setya Novanto Lelah <a href="https://t.co/nkjfIkvQYh">https://t.co/nkjfIkvQYh</a> <a href="https://t.co/Qh28rnIcvr">pic.twitter.com/Qh28rnIcvr</a></p>
<p>— detikcom (@detikcom) <a href="https://twitter.com/detikcom/status/991559460773494784?ref_src=twsrc%5Etfw">May 2, 2018</a></p></blockquote>
<p>Ternyata <em>ehh </em>ternyata, kabarnya Setya Novanto itu takut melakukan banding, karena Setya Novanto bisa diperberat hukumannya, jadi udah divonis 15 tahun, terima sajalah, <em>uhuuukkk uhuuukkk.</em></p>
<p>Karena kan kemaren itu vonis hakim 15 tahun penjara ternyata lebih ringan dibandingkan tuntutan jaksa, jadi beruntunglah Setya Novanto. Kalau mau banding, jangan harap Setya Novanto bisa lebih ringan hukumannya, tapi siap – siap saja hukumannya pasti lebih diperberat.</p>
<p>Rasanya susah menemukan politikus Indonesia yang jujur ya. Baik jujurnya itu tak melakukan korupsi atau mau mengakui semua perbuatannya secara lantang kepada publik.</p>
<p>Berhubung korupsi itu kaitan eratnya sama politik jadi segala aktivitas politikus harus dipertanggungjawabkan kepada publik. Mau kesuksesan atau keburukan sekalipun publik harus mengetahuinya.</p>
<p>Makanya, Setya Novanto awalnya mengelak ga korupsi, <em>hmmm, </em>kenyataannya?<em> </em>Kejujuran memang mahal ya buat para politikus, <em>weleeeh weleeeh. </em></p>
<p>Rasanya nasihat pedas dari Muhammad Hatta itu bisa jadi cambukan keras untuk Setya Novanto atau politikus lain yang belum berani jujur.</p>
<p>Kata Hatta, kalau kurang cerdas masih bisa diperbaiki dengan belajar, kurang cakap bisa dihilangkan dengan pengalaman.</p>
<p>Tapi kalau politikus itu tidak jujur, sangat sulit diperbaikinya. Wahai politikus, maukah memperbaiki keadaan? Datanglah ke KPK, <em>weleeh weleeeh. </em>(Z19)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/05/setnov-vonis-1024x676.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Vonis ‘Cetek’ Setya Novanto</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/vonis-cetek-setya-novanto/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Z19]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 25 Apr 2018 10:37:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Ketua DPR RI]]></category>
		<category><![CDATA[Ketua Umum Partai Golkar]]></category>
		<category><![CDATA[Korupsi]]></category>
		<category><![CDATA[Korupsi KTP-el]]></category>
		<category><![CDATA[KPK]]></category>
		<category><![CDATA[Setya Novanto]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=27577</guid>

					<description><![CDATA[&#8220;Menjatuhkan pidana penjara 15 tahun dan denda Rp 500 juta,&#8221; ujar Ketua Majelis Hakim, Yanto PinterPolitik.com [dropcap]K[/dropcap]isah Setya Novanto sudah menemui akhir cerita yang memilukan. Sekian lama bergulat dengan drama dan dagelan ala Papa Setnov. Akhirnya semua kisah berakhir yang ditandai dengan ketukan palu Hakim Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). Tok, tok, tok! Dijatuhi hukuman pidana [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong><em>&#8220;Menjatuhkan pidana penjara 15 tahun dan denda Rp 500 juta,&#8221; ujar Ketua Majelis Hakim, Yanto</em></strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #ccdb00"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]K[/dropcap]isah Setya Novanto sudah menemui akhir cerita yang memilukan. Sekian lama bergulat dengan drama dan dagelan ala Papa Setnov.</p>
<p>Akhirnya semua kisah berakhir yang ditandai dengan ketukan palu Hakim Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). <em>Tok, tok, tok! </em>Dijatuhi hukuman pidana selama 15 tahun penjara, <em>hmmm.</em></p>
<p>Dulu, Setya Novanto terasa begitu amat licinnya sehingga penegak hukum agak kesusahan untuk menjebloskan Setya Novanto ke dalam jeruji besi.</p>
<p>Semisal saja, dalam kasus Papa minta saham, akhirnya Setya Novanto lolos dan tak terjerat apapun. Tinjauan pidana dan etik pun bukan menjadi taring hukum yang menyakitkan bagi Setya Novanto.</p>
<p>Tapi sepandai – pandai tupai melompat, pasti akan jatuh juga. Makanya akan tiba masanya Setya Novanto mendekam di jeruji besi mempertanggungjawabkan perbuatannya yang menyengsarakan masyarakat Indonesia hanya untuk kepentingan pribadinya saja.</p>
<p>Makanya, tapi kalau diingat – ingat, sempat ada tontonan drama yang seru saat sebelum masa penangkapan, adanya drama bakpau dan tabrakan tiang listrik yang dilakoni langsung oleh Setya Novanto dan dibantu oleh beberapa peran tambahan yang sukses menjadi sorotan banyak pihak. <em>Weleeeh weleeeh, </em>fenomenal.</p>
<p>Tak hanya berhenti di situ, sampai ke persidangan pun masih saja ada drama yang dilakonkan dengan banyak adegan. <em>Hmmm, </em>mungkin salah satunya saat Setya Novanto ditanya Hakim tentang data diri, ia hanya bisa diam dan tertidur saja, <em>hadeuuuhhh.</em></p>
<p>Tapi kini Setya Novanto sudah dijatuhi vonis 15 tahun penjara dan membayar uang pengganti, <em>weleeeh weleeeh. </em>Sudahkah masyarakat <em>plong</em> karena koruptor KTP-el sudah dipenjarakan?</p>
<p>Puas sih puas, tapi ternyata Setya Novanto dipenghujung kisahnya masih saja terbukti licin. Nah loh, licin kenapa emang? Bukannya udahan kisahnya, kok diakhir masih sempet – sempetnya aja.</p>
<p><em>Hmmm, </em>ternyata licinnya Setya Novanto itu diihat dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) selama 16 tahun penjara, tapi akhirnya hakim hanya memvonis 15 tahun penjara.</p>
<p>Lebih ringan daripada tuntutan jaksa dong kalau begitu? <em>Hmmm, </em>mungkinkah ini alasan Setya Novanto masih licin? Lumayan setahun lebih ringan, <em>weleeeh weleeh. </em></p>
<p>Kalau kata Najwa Shihab, semoga aja hukuman berapa lamapun bisa membuat Setya Novanto menyesal dan sadar, bukan malah kembali melanggar. (Z19)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/04/setnov-1-1024x676.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Ganjar Bakal Nyusul Setnov?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/in-depth/ganjar-bakal-nyusul-setnov/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[K32]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Jan 2018 11:54:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nalar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Ganjar Pranowo]]></category>
		<category><![CDATA[Kasus Mega Korupsi KTP-el]]></category>
		<category><![CDATA[Korupsi KTP-el]]></category>
		<category><![CDATA[Pilgub Jateng]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=19703</guid>

					<description><![CDATA[Pak Ganjar berjanji nggak bakal mangkir lagi dari panggilan KPK, walaupun sibuk dengan kampanye. Udah insaf atau ingin membuktikan nggak terlibat korupsi e-KTP? PinterPolitik.com [dropcap]S[/dropcap]aya kembali teringat dengan sebuah pepatah yang kira-kira seperti ini bunyinya: “Seorang makan cempedak, semua kena getahnya”. Artinya satu orang yang berbuat salah, semua orang dianggap ikut bersalah. Mungkin pepatah tersebut, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>Pak Ganjar berjanji <em>nggak bakal </em>mangkir lagi dari panggilan KPK, walaupun sibuk dengan kampanye. <em>Udah </em>insaf atau ingin membuktikan <em>nggak </em>terlibat korupsi <em>e-</em>KTP?</strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #cedb31;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]S[/dropcap]aya kembali teringat dengan sebuah pepatah yang kira-kira seperti ini bunyinya: “Seorang makan cempedak, semua kena getahnya”. Artinya satu orang yang berbuat salah, semua orang dianggap ikut bersalah.</p>
<p>Mungkin pepatah tersebut, bisa <em>aja </em>dikaitkan dengan kasus mega korupsi <em>e-Ka-te-pe. </em>Kasus yang menempatkan Setya Novanto sebagai aktor utama, perlahan-lahan mulai menarik pihak-pihak lain ke dalam daftar ‘lingkaran dosa’ tersebut. Salah satunya adalah Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah (Jateng) saat ini.</p>
<p>Saat proyek <em>e-Ka-te-pe </em>bergulir untuk pertama kalinya, Ganjar masih menjabat sebagai anggota Komisi II <em>De-pe-er. </em>Berdasarkan surat dakwaan mantan dua pejabat Kementerian Dalam Negeri, Irman dan Sugiharto, nama gubernur Jateng tersebut ikut disebut. Ia diduga menerima uang sebesar 520 ribu dollar AS, namun itu telah dibantahnya. <em>Lha, </em>terus kalau terbukti <em>nggak </em>terlibat, kenapa masih dipanggil <em>ka-pe-ka </em>dan pakai acara <em>mangkir</em> dengan alasan <em>nggak </em>jelas? Di situ, saya sering merasa bingung dengan Ganjar.</p>
<p>Tapi, baru-baru ini Ganjar <em>udah </em>berjanji <em>bakal </em>memenuhi panggilan <em>Ka-pe-ka, </em>sekalipun sibuk dengan jadwal kampanye Pilgub Jateng. <em>Hm, </em>luar biasa Pak. Mungkinkah ini tanda bahwa Ganjar <em>udah </em>insaf atau mau membuktikan bahwa ia <em>nggak </em>terlibat dengan kasus yang membuat negara merugi 2,3 triliun rupiah tersebut.</p>
<blockquote class="twitter-tweet" data-width="550" data-dnt="true">
<p lang="in" dir="ltr">Meski Sedang Berkampanye Ganjar Ngaku Siap Diperiksa KPK <a href="https://twitter.com/hashtag/kpk?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw">#kpk</a> <a href="https://t.co/cQC9m47aQX">https://t.co/cQC9m47aQX</a></p>
<p>&mdash; RMOL.CO (@rmolco) <a href="https://twitter.com/rmolco/status/951141594366803968?ref_src=twsrc%5Etfw">January 10, 2018</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p>Bahkan ada selentingan yang mengatakan bahwa ada oknum tertentu yang memanfaatkan statusnya sebagai saksi kasus <em>e-Ka-te-pe</em> untuk membuatnya gagal maju dalam Pilgub Jateng nanti<em>.</em> Hal ini dianggap Ganjar sebagai bagian dari ‘kampanye hitam’.</p>
<p><em>Hm,</em> kalau ini dianggap sebagai bagian dari ‘kampanye hitam’ berarti pengakuan Irman dan Sugiharto <em>hoax dong?</em> Kalau memang Pak Ganjar <em>nggak </em>terlibat, mengapa namanya masih masuk dalam daftar saksi kasus <em>e-Ka-te-pe?</em> Hal ini secara tak langsung mau menunjukkan bahwa ia mengetahui sesuatu tentang kasus tersebut. Mungkinkah, ia <em>bakal nyusul </em>Papa Setnov atau akhirnya bebas dari segala tuduhan sehingga mampu melaju dengan mulus dalam Pilgub Jateng nanti? Kita <em>liat aja </em>nanti. <strong>(K-32)</strong>  <em> </em></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/01/ganjar-pranowo.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
