<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>Korupsi Kepala Daerah &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/korupsi-kepala-daerah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Mon, 14 May 2018 12:22:35 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>Korupsi Kepala Daerah &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Sohibul ‘Morotin’ Uang Negara?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/sohibul-morotin-uang-negara/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[K16]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 May 2018 12:22:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Korupsi Kepala Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[OTT KPK]]></category>
		<category><![CDATA[Pemilu 2019]]></category>
		<category><![CDATA[PKS]]></category>
		<category><![CDATA[Sohibul Iman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=28881</guid>

					<description><![CDATA[&#8220;Saat ini pembiayaan kompetisi demokrasi ditanggung partai politik. Ini menyebabkan demokrasi mahal. Akibatnya mereka yang terpilih bukan yang punya integritas dan kapabilitas, tapi semata-mata punya isi tas,&#8221; ~ Presiden PKS, Sohibul Iman. PinterPolitik.com [dropcap]G[/dropcap]ak bisa dipungkiri, di era demokrasi seperti sekarang, biaya partisipasi untuk mengikuti kontestasi pemilu tidaklah murah. Sebut aja, untuk menjadi bupati setidaknya [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong><em>&#8220;Saat ini pembiayaan kompetisi demokrasi ditanggung partai politik. Ini menyebabkan demokrasi mahal. Akibatnya mereka yang terpilih bukan yang punya integritas dan kapabilitas, tapi semata-mata punya isi tas,&#8221; ~ </em>Presiden PKS, Sohibul Iman.</strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #ccdb00"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]G[/dropcap]ak bisa dipungkiri, di era demokrasi seperti sekarang, biaya partisipasi untuk mengikuti kontestasi pemilu tidaklah murah. Sebut aja, untuk menjadi bupati setidaknya harus punya modal Rp20 miliar. Apalagi kalau ingin menjadi Gubernur, sedikitnya harus siap menggelontorkan dana Rp100 miliar. Gak punya duit? Ya jangan nyalon lah! Begitulah kiranya kondisi Pemilu di Indonesia.</p>
<p>Ada yang salah dengan itu? Gak sih, tapi kalau udah menjabat dan jalan satu-dua tahun, baru tuh keliatan efek negatifnya. Apaan lagi coba kalau bukan kepala daerah yang terkena Operasi Tangkap Tangan (OTT) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akibat terjerat kasus korupsi. Kalau korupsi mah udah <em>auto dosa</em>.</p>
<p>Nah, Presiden PKS, Sohibul Iman punya jalan keluar menarik nih biar para politisi gak lagi terjerat OTT KPK. Caranya, salah satu opsi yang bisa dipertimbangkan yaitu pembiayaan politik ditanggung oleh pemerintah. Walah, ini <em>cius</em> idenya kayak gini? Boleh juga sih. Ya dari pada kena OTT KPK. Kan bisa <em>amsyong</em> tuh.</p>
<p>Kebanyakan kan kader partai akan abis-abisan mengeluarkan anggaran untuk ikut pemilu. Dan saat menjabat nanti, kader partai gak perlu repot-repot mencari uang untuk mengembalikan dana kampanye. Jadi buang lah jauh-jauh niatan korupsi. Dan gak perlu panik kena OTT KPK karena pembiayaan politik ditanggung oleh pemerintah.</p>
<p>Sungguh mulia ya ide Presiden PKS ini. <em>Mantap jiwa</em>. Tapi apa ada jaminannya meski sesudah mekanisme ini diterapkan, nantinya gak akan ada lagi kader partai yang kena OTT KPK? Eike rasa gak menjamin deh. Korupsi mah dari niatan. Jadi gak ngaruh sama besaran uang yang digunakan saat kampanye saat pemilu.</p>
<p>Apa jangan-jangan maksudnya Sohibul Iman ini biar para kader partai tetap bisa dengan leluasa korupsi namun di sisi lain partainya tetap mendapat fasilitas pembiayan politik dari pemerintah. Wah, itu mah menang banyak dung partai politik. <em>Sa ae lau</em> Sohibul. Ini namanya ‘ngadalin’ negara demi menetesnya uang rakyat ke kantong partai politik. <em>Hadeuh, cape deh</em>. (K16)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/05/Sohibul-Iman.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Logical Fallacy Sudirman Said</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/logical-fallacy-sudirman-said/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[K16]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 06 May 2018 05:00:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Debat Gubernur Jateng]]></category>
		<category><![CDATA[Ganjar Pranowo]]></category>
		<category><![CDATA[Korupsi Kasus e-KTP]]></category>
		<category><![CDATA[Korupsi Kepala Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Pilkada 2018]]></category>
		<category><![CDATA[Pilkada Jawa Tengah]]></category>
		<category><![CDATA[Sudirman Said]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=28355</guid>

					<description><![CDATA[”Sejak KPK berdiri, sudah 32 Kepala Daerah Jawa Tengah dicokok. Dan sekarang, Ganjar bolak balik ke KPK sebagai saksi kasus korupsi KTP-el. Kami tidak ingin tambah jumlah itu.&#8221; ~ Calon Gubernur Jawa Tengah, Sudirman Said. PinterPolitik.com [dropcap]D[/dropcap]ebat panas mewarnai perhelatan Pilkada Jawa Tengah antara Calon Gubernur Petahana, Ganjar Pranowo dengan Calon Gubernur penantang, Sudirman Said. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong><em>”Sejak KPK berdiri, sudah 32 Kepala Daerah Jawa Tengah dicokok. Dan sekarang, Ganjar bolak balik ke KPK sebagai saksi kasus korupsi KTP-el. Kami tidak ingin tambah jumlah itu.&#8221; ~ </em>Calon Gubernur Jawa Tengah, Sudirman Said.</strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #ccdb00;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]D[/dropcap]ebat panas mewarnai perhelatan Pilkada Jawa Tengah antara Calon Gubernur Petahana, Ganjar Pranowo dengan Calon Gubernur penantang, Sudirman Said. Bahkan Sudirman tampak berkali-kali menyudutkan Ganjar dengan tudingan berbagai kasus korupsi yang menjerat banyak kepala daerah Jawa Tengah.</p>
<p>Menjadi Cagub penantang memang serba ditemukan dengan keterbatasan. Prestasi belum punya, program visi-misi masih<em> ngawang,</em> eh prestasi kerja Cagub Petahananya bagus. Kan <em>amsyong</em> banget. Ya dari pada bingung mau ngapain di atas panggung debat, mendingan menciptakan tudingan gak berdasar. Biasanya sih, jurus ini dikeluarkan kalau udah <em>kepepet</em> banget atau memang kompetitor lawan politiknya kelewat gak kekejar.</p>
<p>Salah satu tudingan Sudirman kepada Ganjar adalah mengenai banyaknya kepala daerah Jawa Tengah yang terjerat korupsi. Karena menurut Sudirman, sejak KPK berdiri, sebanyak 98 kepala daerah telah <em>dicyduk</em> oleh lembaga antirasuah tersebut. Dan sebanyak 32 di antaranya berasal dari Jawa Tengah.</p>
<p>Tapi pas Ganjar menanyakan detail periode menjabatnya 32 kepala daerah Jawa Tengah itu <em>dicyduk</em> KPK, Sudirman gak bisa menjelaskan secara <em>gamblang. Mmm</em>, artinya apa nih? Ganjar bahkan berani menantang balik apakah 32 pajabat tersebut <em>dicyduk</em> ketika era kepemimpinan Ganjar? Ayo loh, ditantang buktikan balik.</p>
<p>Dan Sudirman cuma diam seribu bahasa. <em>Lah</em>, abis menggiring opini publik kalau semasa pemerintahan Ganjar seakan darurat korupsi, eh pas ditepis balik malah <em>mingkem</em> <em>bae</em>. <em>Aya aya wae</em> ah Sudirman. Tenang, masih ada 1000 jurus tudingan lagi. Kan lumayan menang Pilkada modal tudingan doang. <em>Zzzz.</em></p>
<p>Kali ini, Sudirman kembali menggiring opini masyarakat tentang keterlibatan Ganjar dalam kasus korupsi KTP-el. Belakangan kan Ganjar sering bolak-balik <em>tuh</em> ke KPK terkait kasus korupsi KTP-el. Jadi sekalian aja digiring opini kalau Ganjar juga memang terlibat. Kan lumayan bisa jatuhin citra Gubernur Petahana.</p>
<p><em>Hadeuh,</em> ini Sudirman mau nyagub modal apaan sih. Dia kok gak terlalu mengeksplor program kerjanya sih, malah sibuk tuding sini tuding sana. Tudingan <em>Logical Fallacy</em> (Logika Sesat) yang disampaikan Sudirman ini, mirip seperti yang disampaikan Irvin (2014) sebagai <em>The straw man</em><strong>.</strong></p>
<p>Yaitu kesesatan berdasarkan manipulasi argumentasi yang selalu menempatkan posisi “lawan” sebagai posisi yang ekstrim, mengancam, atau tidak masuk akal berdasarkan kenyataan atau fakta yang sebenarnya terjadi. Cirinya adalah membuat interpretasi yang salah dari argumen orang lain agar lebih mudah diserang. <em>Shame on you</em>, Sudirman! (K16)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/05/Sudirman-Said-Ganjar-Pranowo.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
