<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>Konten Porno WA &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/konten-porno-wa/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Wed, 08 Nov 2017 09:35:58 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>Konten Porno WA &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Fahri, Pemikir Atau Nyiyir?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/in-depth/fahri-pemikir-atau-nyiyir/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[K32]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 Nov 2017 09:35:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nalar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Fahri Hamzah]]></category>
		<category><![CDATA[Konten Porno WA]]></category>
		<category><![CDATA[menkominfo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=15838</guid>

					<description><![CDATA[Fahri Hamzah menilai pemerintah telat memberikan peringatan kepada Whatsapp (WA) terkait penyebaran konten pornografi. Memang sebaiknya gimana Pak? PinterPolitik.com [dropcap]W[/dropcap]hatsapp cukup memainkan pengaruh yang vital sebagai media komunikasi seluler terutama di Indonesia. Rata-rata kids zaman now pasti menggunakan aplikasi ini. Tapi, amat disayangkan jika aplikasi ini akan bernasib sama dengan telegram. Aplikasi WA belakangan ini memang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4>Fahri Hamzah menilai pemerintah <em>telat</em> memberikan peringatan kepada <em>Whatsapp (WA)</em> terkait penyebaran konten pornografi. Memang sebaiknya <em>gimana </em>Pak?</h4>
<hr />
<p><span style="color: #cedb31;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p><em>[dropcap]W[/dropcap]hatsapp</em> cukup memainkan pengaruh yang vital sebagai media komunikasi seluler terutama di Indonesia. Rata-rata <em>kids zaman now </em>pasti menggunakan aplikasi ini. Tapi, amat disayangkan jika aplikasi ini akan bernasib sama dengan <em>telegram.</em></p>
<p>Aplikasi<em> WA </em>belakangan ini memang sedang menjadi buah bibir lantaran dapat mengakses <em>GIF</em> porno. Pemerintah pun berencana memblokir <em>WA,</em> apabila tidak segera menghentikan akses konten tersebut. Akan tetapi, rencana pemerintah dianggap Pak Fahri sebagai langkah yang terlambat.</p>
<blockquote class="twitter-tweet" data-width="550">
<p lang="in" dir="ltr">Soal konten porno WhatsApp, Fahri Hamzah minta pemerintah tegas <a href="https://t.co/C24Nn8aGz5">https://t.co/C24Nn8aGz5</a></p>
<p>&mdash; Pengawal Aspirasi (@kawal_aspirasi) <a href="https://twitter.com/kawal_aspirasi/status/927915373382561794?ref_src=twsrc%5Etfw">November 7, 2017</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p>Menurutnya jika ada aplikasi yang tidak mau menjaga komitmen pemerintahan dalam menghindari konten pornografi, Narkoba, dan terorisme sebaiknya dibubarkan.</p>
<p><em>&#8220;Itu harus komitmen, kalau ada yang enggak komitmen bubarin aja. Masa ormas yang anggotanya banyak aja bisa dibubarin, terus kenapa WA nggak bisa?&#8221; </em>kicau Pak Fahri. <em>Tumben </em>Pak Fahri bijak <em>yak. </em>Tapi <em>kenapa</em> <em>disangkutin</em> dengan pembubaran ormas?</p>
<p>Saya mengapresiasi kritik Pak Fahri terhadap upaya pemerintah terkait penyebaran konten porno di <em>WA.</em> Akan tetapi, saya tidak setuju jika <em>WA </em>diblokir di Indonesia. Ini bukan satu-satunya solusi yang baik. Bukankah hampir semua orang Indonesia memakai <em>WA?</em></p>
<p>Kalau <em>WA </em>diblokir, <em>netizen </em>pasti <em>nggak </em>terima<em>. Emak-emak</em> pasti <em>mencak-mencak</em> dan <em>kids zaman now</em> pasti pada <em>nyiyir</em>. Maka, perlu ada tindakan tegas dari pemerintah terhadap masalah ini.</p>
<p>Dalam hal ini, Menkominfo perlu melakukan langkah yang bijak. Jangan serta merta langsung membubarkan <em>WA, </em>namun dicari solusi lain agar konten pornografi tak lagi marak di medsos.</p>
<p>Mengenai sentilan Pak Fahri soal pembubaran ormas. Saya pikir itu <em>out of context.</em> Pembubaran ormas itu wilayahnya Kemenkumham, bukan wilayah Menkominfo. Maka, pembubaran ormas jangan dikaitkan dengan soal penyebaran konten porno di <em>WA </em>karena ini dua hal yang berbeda.</p>
<p>Kalau Pak Fahri masih belum <em>move on </em>dengan kebijakan pemerintah soal Perppu Ormas, <em>mending</em> <em>ngomong </em>langsung <em>aja. </em>Jangan <em>asal</em> <em>nyentil kayak gini.</em> Semoga ke depan makin bijak mikirnya ya Pak, <em>jangan asal nyinyir wae. </em><strong>(K-32)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/11/fahri-hamzah.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
