<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>konflik Israel palestina &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/konflik-israel-palestina/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Sat, 04 Nov 2023 13:15:32 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>konflik Israel palestina &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Simbol Semangka Tidak Efektif Bela Palestina?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/in-depth/simbol-semangka-tidak-efektif-bela-palestina/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[S83]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 Nov 2023 14:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nalar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Hamas]]></category>
		<category><![CDATA[Israel]]></category>
		<category><![CDATA[Israel Palestine Conflict]]></category>
		<category><![CDATA[konflik Israel palestina]]></category>
		<category><![CDATA[Palestina]]></category>
		<category><![CDATA[semangka]]></category>
		<category><![CDATA[simbol politik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=139648</guid>

					<description><![CDATA[Penggunaan ikon buah semangka sebagai bentuk dukungan terhadap perjuangan Palestina di media sosial tampaknya tidak terlalu efektif. Masyarakat Palestina kiranya butuh dukungan yang lebih konkret agar dapat merasakan perdamaian. PinterPolitik.com Dalam beberapa hari terakhir, media sosial (medsos) “dibanjiri” dengan emoji atau ilustrasi buah semangka sebagai bentuk dukungan terhadap Palestina. Penggunaan simbol semangka ini melambangkan bendera [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Penggunaan ikon buah semangka sebagai bentuk dukungan terhadap perjuangan Palestina di media sosial tampaknya tidak terlalu efektif. Masyarakat Palestina kiranya butuh dukungan yang lebih konkret agar dapat merasakan perdamaian.</strong></p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide" />



<p class="wp-block-paragraph"><strong><a href="http://pinterpolitik.com" rel="nofollow">PinterPolitik.com</a></strong></p>



<p class="has-drop-cap wp-block-paragraph">Dalam beberapa hari terakhir, media sosial (medsos) “dibanjiri” dengan emoji atau ilustrasi buah semangka sebagai bentuk dukungan terhadap Palestina.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penggunaan simbol semangka ini melambangkan bendera Palestina dan bentuk protes atas serangan Israel yang telah menewaskan ribuan korban jiwa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penggunaan buah semangka sebagai simbol protes warga Palestina dimulai pada tahun 1967. Pada saat itu, Israel terlibat perang dahsyat selama enam hari dengan negara-negara tetangganya, seperti Mesir, Suriah, dan Yordania.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Otoritas Israel saat itu melarang pengibaran bendera Palestina di perbatasan. Larangan itu ditujukan untuk mencegah timbulnya rasa nasionalisme warga Palestina secara khusus dan bangsa Arab secara umum.</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1080" height="1300" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/05/infografis-dukungan-indonesia-ke-palestina-sia-sia1.jpg" alt="infografis dukungan indonesia ke palestina sia sia1" class="wp-image-128285" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/05/infografis-dukungan-indonesia-ke-palestina-sia-sia1.jpg 1080w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/05/infografis-dukungan-indonesia-ke-palestina-sia-sia1-249x300.jpg 249w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/05/infografis-dukungan-indonesia-ke-palestina-sia-sia1-851x1024.jpg 851w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/05/infografis-dukungan-indonesia-ke-palestina-sia-sia1-125x150.jpg 125w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/05/infografis-dukungan-indonesia-ke-palestina-sia-sia1-768x924.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/05/infografis-dukungan-indonesia-ke-palestina-sia-sia1-696x838.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/05/infografis-dukungan-indonesia-ke-palestina-sia-sia1-1068x1286.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/05/infografis-dukungan-indonesia-ke-palestina-sia-sia1-349x420.jpg 349w" sizes="(max-width: 1080px) 100vw, 1080px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, pada akhirnya otoritas Israel menyadari arti dari semangka ini. Hingga pada akhirnya, otoritas Israel pun memperluas larangan bukan hanya bendera, tapi juga gambar semangka maupun sesuatu yang memiliki warna sama dengan bendera Palestina.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Larangan itu berlaku hingga tahun 1993 saat terciptanya perjanjian Oslo yang mulai melonggarkan pembatasan terhadap warga Palestina.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagai buah yang juga tumbuh subur dari Jenin hingga Gaza di Palestina, serta juga mempunyai warna yang sama dengan bendera Palestina membuat masyarakat menjadikannya ikon protes atas penindasan hak warga Palestina.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lantas, seberapa efektifkah penggunaan semangka sebagai sebuah ikon dukungan terhadap Palestina?</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Tidak Terlalu Efektif?</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Krisis kemanusiaan yang terjadi di Palestina telah menarik perhatian masyarakat internasional, hingga pada akhirnya membuat simbol-simbol sebagai bentuk protes terhadap serangan Israel, sekaligus bentuk dukungan terhadap Palestina.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hal ini bisa dijelaskan sebagai memetics, dimana banyak pihak dari seluruh dunia mengungkapkan solidaritas mereka dengan rakyat Palestina melalui berbagai cara, termasuk penggunaan semangka sebagai simbol dukungan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Francis Heylighen dan Klaas Chielens dalam publikasinya berjudul <em>Cultural Evolution and Memetics </em>menjelaskan memetics berfokus pada studi penyebaran ide, gagasan, dan budaya melalui proses mirip evolusi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Memetics mencoba untuk menjelaskan bagaimana ide, gagasan, atau meme dapat menyebar di antara individu dan mempengaruhi lingkungan sosio-kultural.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penggunaan buah semangka sebagai ikon dukungan terhadap Palestina telah membuat evolusi kebudayaan. Semangka telah berevolusi dari sekadar buah, menjadi dapat menggambarkan ide dan gagasan terhadap perampasan hak warga Palestina.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, penting untuk memahami apakah simbol-simbol semacam ini benar-benar efektif dalam membantu Palestina dalam mencapai tujuannya untuk menghentikan serangan Israel dan membuat Palestina mendapatkan pengakuan sebagai negara yang merdeka.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Efektivitas simbol dalam konteks politik dan advokasi dapat dijelaskan melalui beberapa teori, salah satunya adalah teori semiotika.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam konteks ini, simbol seperti semangka digunakan untuk menyampaikan pesan yang mendalam dan merangsang emosi atau simpati dalam diri orang lain.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Simbol-simbol ini bisa menjadi sarana untuk membangun kesadaran dan solidaritas global terhadap isu tertentu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Simbol akan efektif jika mereka mampu menciptakan kesadaran global terhadap isu tersebut. Semangka sebagai simbol dukungan Palestina mungkin berhasil dalam memperluas kesadaran tentang konflik Israel-Palestina, tetapi itu hanya langkah awal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Simbol-simbol harus mendorong tindakan konkret. Meskipun semangka dapat memicu perasaan solidaritas, penting bagi mereka yang mendukung Palestina untuk melanjutkan dengan tindakan nyata, seperti berpartisipasi dalam kampanye penggalangan dana atau advokasi politik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Simbolisme juga dapat mengalami kemungkinan <em>diminishing returns</em> dimana simbol yang terlalu sering digunakan kehilangan efektivitasnya seiring waktu.</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img decoding="async" width="1080" height="1300" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/infografis-Israel-Tak-Ada-Sejarah-Palestina1.jpg" alt="infografis israel tak ada sejarah palestina1" class="wp-image-126487" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/infografis-Israel-Tak-Ada-Sejarah-Palestina1.jpg 1080w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/infografis-Israel-Tak-Ada-Sejarah-Palestina1-768x924.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/infografis-Israel-Tak-Ada-Sejarah-Palestina1-696x837.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/infografis-Israel-Tak-Ada-Sejarah-Palestina1-1068x1285.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/infografis-Israel-Tak-Ada-Sejarah-Palestina1-1920x2311.jpg 1920w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/infografis-Israel-Tak-Ada-Sejarah-Palestina1-348x420.jpg 348w" sizes="(max-width: 1080px) 100vw, 1080px" /></figure>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Butuh Langkah Konkret</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Salah satu masalah utama adalah bahwa penggunaan semangka sebagai simbol solidaritas seringkali tidak diikuti oleh tindakan nyata yang membantu Palestina secara substansial. Solidaritas simbolis harus diiringi oleh langkah-langkah konkret.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk mewujudkan pengakuan kemerdekaan Palestina oleh komunitas internasional, langkah-langkah politik, diplomasi, dan advokasi lebih konkret harus diambil.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penggunaan semangka sebagai simbol dukungan untuk Palestina adalah cara yang kuat untuk meningkatkan kesadaran global tentang konflik tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, efektivitasnya harus diukur oleh tindakan konkret yang mendukung upaya Palestina untuk mencapai pengakuan sebagai negara yang merdeka.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Simbolisme semangka sebaiknya digabungkan dengan langkah-langkah politik, diplomasi, dan advokasi yang nyata untuk mencapai tujuan yang lebih konkret dalam konflik Israel-Palestina.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hal ini tak lain bertujuan agar masyarakat Palestina dapat merasakan perdamaian di tanah kelahirannya sendiri. Karena sampai saat ini langkah-langkah politik, diplomasi, dan advokasi yang dilakukan komunitas internasional belum terasa dampak bagi warga Palestina.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Terbaru, resolusi Majelis Umum PBB terkait anjuran gencatan senjata kemanusiaan yang didukung 120 negara, sementara 14 negara menolak, dan 45 negara abstain ditolak oleh Israel.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Well, </em>ini seakan membuktikan jika masifnya penggunaan ikon semangka sebagai simbol dukungan terhadap Palestina belum efektif karena tidak selaras dengan tindakan konkret politik, diplomasi, dan advokasi untuk menekan Israel menghentikan serangan ke Palestina. (S83)</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<div class="youtube-embed" data-video_id="J6ZVSH30gys"><iframe title="Dari Serangan Umum 1 Maret Hingga Pesawat Habibie: Soeharto Perbaiki Indonesia Tapi Kita Lupakan?" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/J6ZVSH30gys?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" allowfullscreen></iframe></div>
</div></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/11/artikel-semangka-3719297944-1024x682.webp" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Yahya, Simbol Propaganda Israel?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/in-depth/yahya-simbol-propaganda-israel/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[A34]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 21 Jun 2018 14:00:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nalar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[American Jewish Community]]></category>
		<category><![CDATA[KH Yahya Cholil Staquf]]></category>
		<category><![CDATA[konflik Israel palestina]]></category>
		<category><![CDATA[Nahdlatul Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[NU]]></category>
		<category><![CDATA[Sekjen PBNU]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=31431</guid>

					<description><![CDATA[Kalau kemanusiaan tersinggung, semua orang yang berperasaan dan berfikiran waras ikut tersinggung, kecuali orang gila dan orang yang berjiwa kriminal, biarpun dia sarjana  &#8211; Pramoedya Ananta Toer, Bumi Manusia. PinterPolitik.com [dropcap]K[/dropcap]unjungan Khatib Aam PBNU, Yahya Cholil ke Israel menuai kritik pedas. Tak hanya di Indonesia, Pemerintah Palestina pun menilai tindakan Yahya merupakan inkonsistensi perjuangan Indonesia [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>Kalau kemanusiaan tersinggung, semua orang yang berperasaan dan berfikiran waras ikut tersinggung, kecuali orang gila dan orang yang berjiwa kriminal, biarpun dia sarjana  &#8211; Pramoedya Ananta Toer, Bumi Manusia.</strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #ccdb00">PinterPolitik.com</span></p>
<p>[dropcap]K[/dropcap]unjungan Khatib Aam PBNU, Yahya Cholil ke Israel menuai kritik pedas. Tak hanya di Indonesia, Pemerintah Palestina pun menilai tindakan Yahya merupakan inkonsistensi perjuangan Indonesia terhadap kemerdekaan Palestina.</p>
<p>Kritik itu ada benarnya, paling tidak sejalan dengan prinsip politik luar negeri Indonesia yang seharusnya turut aktif dalam menciptakan ketertiban dan perdamaian dunia sekaligus pernah menyelamatkan Indonesia dari konfrontasi politik global. Namun, rasanya, terkait Palestina Indonesia punya cerita sendiri.</p>
<p>Kritik juga diutarakan oleh Komunitas Indonesia di Palestina, yang menilai langkah Yahya tidak pas pada waktunya, di tengah kebijakan Israel yang rasis dan agresif kepada rakyat Palestina.</p>
<p>Namun, ketika kritik pada Yahya makin luas &#8211;yang terutama datang dari  kelompok oposisi pemerintah&#8211; Yahya pun mulai  berdalih jika kehadirannya pada forum American Jewish Community (AJC) merupakan sikap pribadi dan bukan merupakan representasi pemerintah Indonesia.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-31439" src="https://pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/06/2018-06-20-INFOGRAFIS-Yahya-Simbol-Propaganda-Israel-A13-1.jpg" alt="" width="1080" height="1080" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/06/2018-06-20-INFOGRAFIS-Yahya-Simbol-Propaganda-Israel-A13-1.jpg 1080w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/06/2018-06-20-INFOGRAFIS-Yahya-Simbol-Propaganda-Israel-A13-1-135x135.jpg 135w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/06/2018-06-20-INFOGRAFIS-Yahya-Simbol-Propaganda-Israel-A13-1-150x150.jpg 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/06/2018-06-20-INFOGRAFIS-Yahya-Simbol-Propaganda-Israel-A13-1-300x300.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/06/2018-06-20-INFOGRAFIS-Yahya-Simbol-Propaganda-Israel-A13-1-768x768.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/06/2018-06-20-INFOGRAFIS-Yahya-Simbol-Propaganda-Israel-A13-1-1024x1024.jpg 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/06/2018-06-20-INFOGRAFIS-Yahya-Simbol-Propaganda-Israel-A13-1-696x696.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/06/2018-06-20-INFOGRAFIS-Yahya-Simbol-Propaganda-Israel-A13-1-1068x1068.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/06/2018-06-20-INFOGRAFIS-Yahya-Simbol-Propaganda-Israel-A13-1-420x420.jpg 420w" sizes="auto, (max-width: 1080px) 100vw, 1080px" /></p>
<p>Namun, rakyat sulit menerima dalih Yahya, mengingat posisinya yang begitu dekat dengan pemerintah. Apalagi belakangan diketahui Yahya merupakan orang dekat Joko Widodo. Ia baru saja dilantik menjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) pada Mei 2018 silam.</p>
<p>Selain itu, alasan lain yang muncul adalah atas nama perdamaian dan rekonsiliasi. Alasan ini benar, dan memang, pada diskusi yang bertajuk<strong> “Shifting the Geopolitical Calculus: From Conflict to Cooperation”</strong> Yahya bicara soal itu.</p>
<p>Namun, sayangnya, satu hal yang tidak dipahami Yahya ialah: Dirinya tak menyadari apakah forum yang diprakarsai oleh AJC itu memiliki agenda politik terselubung atau tidak? Dengan begitu, fatalnya, Yahya dalam kasus ini, bisa saja berperan sebagai boneka Israel.</p>
<h4><strong>Kritik atas AJC </strong></h4>
<p>Menurut Shamsi Ali, aktifis dialog antara agama di Amerika Serikat (AS) yang juga dikenal sebagai penentang keras ekstremisme sekaligus pendakwah di mesjid Islamic Cultural Center, New York.</p>
<p>AJC merupakan organisasi non pemerintah yang sarat dengan kepentingan untuk memperjuangkan kemerdekaan Israel. Pada awal terbentuknya AJC bertujuan untuk memperjuangkan hak-hak Yahudi di Amerika. Organisasi ini juga memiliki <em>networking</em> internasional yang luar biasa.</p>
<p>Kendati, pasca berdirinya negara Israel, tujuan AJC berbelok cepat dan mulai melakukan lobi kepentingan Israel di dunia. Tentu rakyat Palestina adalah korban dari politik diskriminatif yang dijalankan AJC selama ini.</p>
<p>Tak hanya Shamsi Ali, respons juga datang dari Yon Machmudi, pengamat Timur Tengah, Universitas Indonesia. Menurut Yon, kehadiran Yahya ke pada forum AJC sangat menguntungkan Israel secara politik.</p>
<p>Kiranya, pendapat Yon ada benarnya. Ini artinya Yahya memang tak paham bagaimana agenda politik Israel bekerja dibalik kehadirannya dalam forum itu.</p>
<p>Pasalnya, penting bagi Israel untuk mendapat dukungan publik internasional, terutama negara-negara muslim pasca insiden demonstrasi  yang menewaskan 109 dan melukai ribuan warga Palestina.</p>
<blockquote class="twitter-tweet" data-width="550" data-dnt="true">
<p lang="in" dir="ltr">Anda tak nyimak, yg sy kritik Wantimpres. Tak usah adu domba, kita bukan kelas domba. Rekan2 NU byk di <a href="https://twitter.com/Gerindra?ref_src=twsrc%5Etfw">@Gerindra</a> apalagi di Jateng n Jatim. <a href="https://t.co/SRiACunG4p">https://t.co/SRiACunG4p</a></p>
<p>&mdash; Fadli Zon (@fadlizon) <a href="https://twitter.com/fadlizon/status/1007115596092268544?ref_src=twsrc%5Etfw">June 14, 2018</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p>Dalam demonstrasi itu, salah satu perawat Palestina, Razan Ashraf Al-Najjar juga tewas tertembak tentara Israel saat hendak menolong seorang demonstran. Wafatnya Razan menjadi viral di media sosial dan termasuk rakyat Indonesia banyak menaruh simpati kemanusiaan.</p>
<p>Yahya, tampaknya tidak melihat simpati kemanusiaan ini sebagai pertimbangan pikiran dan tindakan sebelum memutuskan pergi ke Israel. Dia hanya percaya pada wacana <em>rahmat</em> dan rekonsiliasi. Tapi itu tidak salah.</p>
<p>Namun, seberapa kuat wacanca <em>rahmat</em> dan rekonsiliasi yang diusung Yahya dalam membawa perdamaian bagi Israel-Palestina? Dan bukankah sebaliknya, Yahya hanyalah menjadi boneka yang sengaja dipakai demi memperbaiki citra Israel di mata Internasional? Tapi, selain itu, ini juga menyangkut konsistensi Indonesia terhadap perjuangan kemerdekaan Palestina.</p>
<h4><strong>Indonesia-Israel-Palestina</strong></h4>
<p>Hubungan kabur antara Indonesia-Israel-Palestina memang bukan fenomena baru. Di zaman Seoharto, terdapat sebuah kerja sama intelijen yang dikenal dengan <em>operasi Alpha. </em>Hal itu setidaknya digambarkan oleh F.Djoko Poerwoko dalam buku berjudul “<strong>Menari di Angkasa”</strong>. <a href="https://pinterpolitik.com/politik-dua-kaki-indonesia-israel/">(Baca: Politik Dua Kaki Indonesia-Israel)</a></p>
<p>Djoko menyebut, melalui operasi itu pemerintah Indonesia berhasil membeli lebih dari 30 pesawat tempur jenis Skyhawk milik Israel.</p>
<p>Meski tidak memiliki hubungan diplomatik secara resmi, pembelian pesawat tempur itu membuktikan jika kedua negara ternyata diam-diam punya hubungan gelap. Dan itu terus berlanjut, misalnya dalam bidang perdagangan.</p>
<blockquote class="twitter-tweet" data-width="550" data-dnt="true">
<p lang="in" dir="ltr">Zionisme ko di rangkul,,,,,FZ anda berada dijelur yg benar,,,,para kiayi ustad rakyat mengutukkk keras atas YS merangkul diteroris yg sesungguhnya, Pembantai Umat ISLAM</p>
<p>&mdash; Hartini-Nausin (@Achii_Aghniea) <a href="https://twitter.com/Achii_Aghniea/status/1008317598491017216?ref_src=twsrc%5Etfw">June 17, 2018</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p>Data Kementerian Perdagangan RI menyebutkan periode 2012- 2017 total nilai perdagangan kedua negara pada tahun 2017 telah mencapai US$ 192,97 juta atau setara Rp 2,6 triliun. Angka ini naik 30 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya senilai US$ 148,4 juta. Nilai ekspor Indonesia ke Israel mencapai US$ 92,14 juta, sedangkan impor Indonesia dari Israel sebesar US$ 100,8 juta.</p>
<p>Tentu, melihat kejanggalan ini, orang bertanya-tanya, bagaimana sebenarnya komitmen Indonesia selama ini terkait kemerdekaan bangsa Palestina.</p>
<p>Hubungan kedua negara juga semakin terbuka lebar pada era Abdurahman Wahid (Gus Dur). Hal itu terlihat dari julukan “Friend of Israel in the Islamic World” yang diberikan surat kabar asal Israel, Haaretz kepada Gus Dur.</p>
<p>Selain itu, Djohan Efendi, dalam <strong>“Damai Bersama Gus Dur” </strong>seperti dikutip <strong>Tirto</strong>, menyebutkan Gus Dur menangkap hasrat damai orang-orang Israel, tak peduli latar belakangnya, Gus Dur tetap bertemu dengan orang Yahudi, Arab, Kristen, dan ia merasakan hal yang sama.</p>
<p>Kedekatan Gus Dur dengan Isreal ternyata betul-betul menginspirasi murid-muridnya, salah satunya adalah Yahya. Hal itu juga dibenarkan Yahya dalam wawancara dengan Direktur Internasional Urusan Antar-Agama AJC, Rabbi David Rosen.</p>
<p>Dalam wawancara itu, Yahya mengatakan idealisme yang dimiliki Gus Dur adalah keberlangsungan umat manusia dalam jangka waktu yang panjang, dan oleh karena itu tidak dapat dicapai secara instan. Gus Dur telah menjalankan perannya, dan kini giliran murid-muridnya melanjutkan pekerjaan beliau.</p>
<p>Tapi apakah di tengah situasi yang memanas dan aksi bengis tentara Israel terhadap demonstran Palestina yang telah menyebabkan 109 warga Palestina tewas dan 20 ribu lainnya mengalami luka-luka merupakan tindakan yang tepat bagi Yahya dan mungkin Gus Dur sekalipun untuk bertandang ke Israel?</p>
<h4><strong>Politik Semiotik Ala Israel</strong></h4>
<p>Rasanya sulit untuk menerima kenyataan dan makna yang tersirat dibalik kehadiran Yahya di forum diskusi itu, sebaliknya yang muncul justru tafsiran ganda. Dan tidak keliru, jika ini juga merupakan jebakan Isreal untuk menjadikan Yahya sebagai bonekanya.</p>
<p>Tujuan Israel jelas dan terang-benderang: bahwa makin dekat dengan tokoh Islam atau negara dengan mayoritas muslim terbesar di dunia merupakan keadaan politik yang mendesak sekaligus menguntungkan Israel di hadapan masyarakat internasional.</p>
<p>Dengan kata lain, boleh dibilang, kehadiran Yahya dalam forum diskusi itu merupakan simbol, yang sengaja dipergunakan untuk kepentingan politik Israel.</p>
<blockquote class="twitter-tweet" data-width="550" data-dnt="true">
<p lang="in" dir="ltr">Jleebbb, Komentar Menohok Faizal Assegaf &#39;Tampar&#39; Muka Fahri Hamzah dan PKS Soal Kunjungan Gus Yahya ke Israel <a href="https://t.co/GCCuzRWHY8">https://t.co/GCCuzRWHY8</a> <a href="https://t.co/EdZbKjUTtb">pic.twitter.com/EdZbKjUTtb</a></p>
<p>&mdash; makLambeTurah (@makLambeTurah) <a href="https://twitter.com/makLambeTurah/status/1008493257616023552?ref_src=twsrc%5Etfw">June 17, 2018</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p>Simbol atau tanda, menurut Umberto, dalam <strong>“A Theory of Semiotik” </strong>sering digunakan sebagai tampilan yang konkret dalam sistem komunikasi. Simbol adalah objek atau peristiwa yang merujuk pada sesuatu. Dan tentu saja, simbol tidak pernah lepas dari sebuah representasi, termasuk di dalamnya adalah politik.</p>
<p>Artinya, kehadiran Yahya dalam forum itu juga dapat dipahami sebagai simbol yang mendukung Israel sekaligus Palestina. Yang akhirnya mengarah kepada kaburnya konsistensi dukungan terhadap kemerdekaan Palestina itu sendiri, termasuk di dalamnya adalah prinsip kemanusiaan.</p>
<p>Zacky Khairul Umam, mahasiswa doktoral di Freie Universitat Berlin menulis kepada Tirto dalam artikel berjudul “<strong>Jika Israel Mencederai Kemanusiaan NU Bisa Menolaknya” </strong>menyebutkan kemanusiaan adalah roh tertinggi dari keberagaman.</p>
<p>Zacky merujuk pada ucapan Moses Maimonides, seorang teolog Yahudi di Andalusia, Spayol yang berucap “Isma al-Haqq mimman qalahu” atau simaklah “kebenaran dari siapapun yang mengucapkannya” dan implikasi dari ucapan ini adalah kemanusiaan.</p>
<p>Dengan demikian, Yahya kiranya bisa menolak undangan Israel atas nama kemanusiaan, yang dibuktikan melalui tindakan nyata demi mencapai cita-cita kemerdekaan Palestina, sebagaimana kata Zacky, cita-cita bagaimanapun harus digantungkan setinggi langit.</p>
<p>Atau Yahya barangkali perlu belajar dari Shakira, penyanyi asal Kolombia yang menolak undangan konser di Israel dengan alasan kemanusiaan dan tak ingin menjadi simbol propaganda Israel.</p>
<p>Tapi, perlukah Yahya belajar dari Shakira?</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/06/Yahya.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Singapura Tegaskan Solusi Dua Negara ke Israel</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/singapura-tegaskan-solusi-dua-negara-ke-israel/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R24]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Feb 2017 08:37:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Benjamin Netanyahu]]></category>
		<category><![CDATA[Israel]]></category>
		<category><![CDATA[konflik Israel palestina]]></category>
		<category><![CDATA[Konflik Timur Tengah]]></category>
		<category><![CDATA[Lee Hsien Loong]]></category>
		<category><![CDATA[Palestina]]></category>
		<category><![CDATA[PM Israel]]></category>
		<category><![CDATA[PM Singapura]]></category>
		<category><![CDATA[Presiden Singapura]]></category>
		<category><![CDATA[Singapura]]></category>
		<category><![CDATA[Tony Tan Kem Yang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=5630</guid>

					<description><![CDATA[Pertemuan antara Perdana Menteri Singapura dengan Perdana Menteri Israel sengaja tidak dipublikasikan meluas, untuk menghormati Malaysia dan Indonesia. Dalam pertemuan bersejarah ini, PM Lee juga menyampaikan ketegasannya pada Netanyahu, tentang solusi dua negara bagi konflik Israel-Palestina. pinterpolitik.com SINGAPURA – Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong saat menjamu kunjungan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, mengatakan negaranya [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4>Pertemuan antara Perdana Menteri Singapura dengan Perdana Menteri Israel sengaja tidak dipublikasikan meluas, untuk menghormati Malaysia dan Indonesia. Dalam pertemuan bersejarah ini, PM Lee juga menyampaikan ketegasannya pada Netanyahu, tentang solusi dua negara bagi konflik Israel-Palestina.</h4>
<hr />
<p><span style="color: #cedb00;"><strong>pinterpolitik.com</strong></span></p>
<p><strong>SINGAPURA</strong> – Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong saat menjamu kunjungan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, mengatakan negaranya yakin pada “solusi dua negara” bagi konflik Israel-Palestina. Lee menjelaskan sikapnya ini, Senin (20/2), dalam jumpa pers bersama Netanyahu, yang tidak sebenarnya mendukung solusi dua negara.</p>
<p>Lee menyadari, solusi dua negara tersebut memang sulit dicapai, tetapi itulah satu-satu cara agar tercipta perdamaian dan kestabilan di wilayah tersebut. “Kami telah secara konsisten percaya solusi dua negara antara Israel dan Palestina, namun itu sulit untuk dicapai. Meski demikian, itu adalah satu-satunya cara untuk membawa perdamaian dan keamanan kepada kedua bangsa,&#8221; kata Lee, seperti dilansir South China Morning Post.</p>
<p>Pada kesempatan yang sama, Netanyahu menyebut Singapura dan Israel sebagai “dua negara yang senasib.” Keduanya negara kecil, namuan memiliki pertahanan dan industri teknologi tinggi yang signifikan. Saat melepaskan diri dari Malaysia di tahun 1965, Singapura mendapat bantuan militer dari Israel.</p>
<p>Sejak itu ikatan kedua negara ini sangat kuat, berbeda dengan negara tetangganya, Malaysia dan Indonesia yang tidak menjalin hubungan diplomatik dengan Israel. Singapura dan Israel juga miliki ikatan ekonomi, sejumlah firma teknologi tinggi Israel berdiri dan berkembang di Singapura. Ini menjadi simbol keberadaan Israel yang kental di salah satu pusat finansial Asia.</p>
<p>Dalam lawatan dua hari ini, Netanyahu yang didampingi istrinya, Sara, dan sejumlah delegasi senior pemerintahan Israel juga melakukan diskusi dengan Presiden Singapura Tony Tan Kem Yang. Pembahasan utamanya, menurut Jerusalem Post, adalah mengenai proyek kerjasama teknologi dan inovasi di Afrika. Selanjutnya, kedua negara juga sepakat menginisiasi penerbangan langsung dari Singapura ke Tel Aviv.</p>
<p>Kunjungan Netanyahu ini, merupakan kunjungan pertama pemimpin Israel ke Singapura dalam 30 tahun terakhir. Presiden Israel yang datang ke Singapura sebelumnya, adalah Presiden Chaim Herzog di tahun 1986. Namun, kunjungan ini mendapat kecaman keras dari negara tetangga Malaysia dan Indonesia.</p>
<p>Kedekatan Singapura dengan Israel ini ternyata tidak menurunkan sikap Singapura pada solusi Internasional, mengenai upaya solusi dua negara untuk konflik Israel-Palestina. Sikap yang patut dicontoh, karena walaupun negara kecil namun Singapura juga merupakan pusat perekonomian di Asia yang memiliki pertahanan kuat. (Berbagai sumber/R24)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/02/Singapura-tegaskan-solusi-dua-negaracrp-1024x907.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
