<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>Kondangan &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/kondangan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Tue, 25 Oct 2022 23:23:51 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>Kondangan &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Diplomasi Kondangan Jadi Andalan Anies?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/celoteh/diplomasi-kondangan-jadi-andalan-anies/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[A43]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 25 Oct 2022 14:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Agus Harimurti Yudhoyono]]></category>
		<category><![CDATA[ahmad syaikhu]]></category>
		<category><![CDATA[AHY]]></category>
		<category><![CDATA[anies]]></category>
		<category><![CDATA[Anies Baswedan]]></category>
		<category><![CDATA[Demokrat]]></category>
		<category><![CDATA[JK]]></category>
		<category><![CDATA[Jusuf Kalla]]></category>
		<category><![CDATA[Koalisi]]></category>
		<category><![CDATA[Kondangan]]></category>
		<category><![CDATA[Nasdem]]></category>
		<category><![CDATA[PKS]]></category>
		<category><![CDATA[SBY]]></category>
		<category><![CDATA[Surya Paloh]]></category>
		<category><![CDATA[Susilo Bambang Yudhoyono]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=118010</guid>

					<description><![CDATA[Anies Baswedan kembali bertemu dengan elite-elite politik seperti SBY dan JK di kondangan. Apakah ini semacam diplomasi kondangan ala Anies?]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tampaknya kini menggunakan teknik diplomasi baru di tengah-tengah dinamika politik elektoral menuju Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Mungkin, inilah yang dinamakan sebagai diplomasi kondangan.</strong></p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide"/>



<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.pinterpolitik.com/"><strong>PinterPolitik.com</strong></a></p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow"><p>“All lined up in a wedding group. Here we are for a photograph” – Tommy Steele, “Flash, Bang, Wallop” (1993)</p></blockquote>



<p class="wp-block-paragraph">Apakah kalian masih ingat dengan istilah “diplomasi nasi goreng”? Istilah ini muncul saat Ketua Umum (Ketum) PDIP Megawati Soekarnoputri mengundang Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto untuk makan nasi goreng masakannya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menarik <em>nggak tuh</em>? Kenapa akhirnya bisa disebut sebagai “diplomasi nasi goreng”? Apa gara-gara pertemuan dan tawar-menawar (<em>bargaining</em>) politik antara Bu Mega dan Pak Prabowo pada tahun 2019 terpusat pada nasi goreng sebagai hidangan utamanya?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bisa jadi begitu <em>sih</em>. Soalnya, penamaan istilah diplomasi semacam ini <em>nggak</em> hanya sekali ini <em>aja</em> terjadi. Diplomasi yang terjadi saat Amerika Serikat (AS) dan Republik Rakyat Tiongkok (RRT) melakukan normalisasi hubungan pada tahun 1970-an, misalnya, dijalankan dengan kegiatan olahraga tenis meja (<em>ping-pong</em>) – sampai-sampai disebut sebagai diplomasi <em>ping-pong</em>.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Nah</em>, kali ini, kita bisa punya istilah diplomasi yang baru <em>nih</em> untuk politik domestik Indonesia. Namanya bisa disebut sebagai “diplomasi kondangan”.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Lho</em>, kenapa namanya “diplomasi kondangan”? <em>Simple aja sih</em>. Akhir-akhir ini, mantan Gubernur DKI Jakarta <strong><a href="http://pinterpolitik.com/tag/anies-baswedan/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Anies Baswedan</a></strong> menghadiri sejumlah acara pernikahan anak-anak dari para elite politik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bulan lalu, misalnya, Anies menghadiri acara pernikahan anak dari politikus Partai NasDem. Terakhir, pada 16 Oktober 2022 lalu, Anies menghadiri acara pernikahan putri dari Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al Jufri.</p>



<figure class="wp-block-image"><a href="https://www.instagram.com/p/Cj39nAlvhzm/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><img decoding="async" src="https://lh3.googleusercontent.com/gd-067eq6--XHdxvjzUSrAAEC6EwiVolWrXslo_XXYZRNC2uisQIeewuHsNeYcrDOS7G3wM4IBH8Swunf3Y3tCz7tYuoatt5PJ6voK0Rx_3xpWtSjUL8xPBF6bn5rjfL0wkpn7kgz6Jup1jFEdcb9QZhAdzCMrqES6XIm_2R0GTC1u_9WNrBQSdnrvnuoPBHRi3xHw" alt="Anies dari Kondangan ke Kondangan"/></a></figure>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Hmm</em>, terus kenapa harus disebut sebagai diplomasi? <em>Nah</em>, di sini <em>nih</em> yang menarik. Soalnya, dalam kondangan-kondangan tersebut, Pak Anies selalu bertemu dan duduk bersama dengan sejumlah elite politik yang disebut-sebut bakal jadi koalisi pengusungnya di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Siapa <em>aja tuh</em> kalau boleh tahu? <em>Nah</em>, ada beberapa nama besar yang ditemui Anies, yakni Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) beserta dua putranya Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Wakil Ketum (Waketum) Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas),&nbsp; Wakil Presiden (Wapres) ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla (JK), Ketum NasDem Surya Paloh, dan Presiden PKS Ahmad Syaikhu.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Wah</em>, mungkin inilah yang dinamakan diplomasi kondangan yang jadi andalan Pak Anies. Tampaknya, kondangan jadi tempat yang pas buat Pak Anies dan kawan-kawan untuk membahas kesempatan-kesempatan koalisi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mengacu pada penjelasan<em> </em>Naghmeh Nasiritousi dan Björn-Ola Linnér dalam tulisan mereka yang berjudul <em>Open or Close Meetings?</em>, arena informal semacam kondangan ini kerap digunakan untuk mefasilitasi diskusi dan tawar-menawar yang lebih mendalam.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Hmm</em>, tapi <em>nih</em>, mungkin <em>nggak</em> ya kalau Pak Anies sekarang malah semacam <em>nyari</em> “panggung” – semacam musisi atau band yang biasanya <em>nge</em>&#8211;<em>job</em> – di kondangan-kondangan orang. Kan, usai menjabat, Pak Anies sekarang <em>udah</em> <em>nggak</em> punya “panggung” lagi <em>tuh</em>. <em>Hehe</em>. (A43)</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide"/>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<div class="youtube-embed" data-video_id="Reqfv-15YlI"><iframe title="Hoegeng Rela Makan Nasi &amp; Garam" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/Reqfv-15YlI?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe></div>
</div></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/10/Diplomasi-Kondangan-Jadi-Andalan-Anies-1024x576.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
