<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>KOALISI TRISULA MAUT &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/koalisi-trisula-maut/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Wed, 10 Jan 2018 11:53:19 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>KOALISI TRISULA MAUT &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Koalisi Trisula Batal di Jatim</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/in-depth/koalisi-trisula-batal-di-jatim/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[K32]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 10 Jan 2018 11:53:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nalar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[KOALISI TRISULA MAUT]]></category>
		<category><![CDATA[KUTU LONCAT]]></category>
		<category><![CDATA[MATI KUTU]]></category>
		<category><![CDATA[Pilgub Jatim]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=19607</guid>

					<description><![CDATA[PAN sudah merapat ke kubu Khofifah, sedangkan PKS dan Gerindra memilih di samping Gus Ipul. Koalisi ‘trisula maut’ tersebut gagal di Jatim.  PinterPolitik.com [dropcap]P[/dropcap]emilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur (Jatim) terus mengalami perubahan alur. Koalisi antara Gerindra, PAN dan Pe-ka-es sudah dipastikan batal. PAN telah memutuskan untuk mengusung Khofifah dan Emil Dardak. Sementara itu, Pe-ka-es dan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>PAN sudah merapat ke kubu Khofifah, sedangkan PKS dan Gerindra memilih di samping Gus Ipul. Koalisi ‘trisula maut’ tersebut gagal di Jatim.  </strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #cedb31;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]P[/dropcap]emilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur (Jatim) terus mengalami perubahan alur. Koalisi antara Gerindra, PAN dan <em>Pe-ka-es</em> sudah dipastikan batal. PAN telah memutuskan untuk mengusung Khofifah dan Emil Dardak. Sementara itu, <em>Pe-ka-es </em>dan Gerindra malah merapatkan diri ke kubu Gus Ipul. Otomatis, koalisi ‘trisula maut’ pecah kongsi dan impian ‘politik sendiri’ <em>ala </em>Gerindra batal.</p>
<blockquote class="twitter-tweet" data-width="550" data-dnt="true">
<p lang="in" dir="ltr">Positif saja mendukung Gus Ipul asalkan ada komitmen bersama untuk tak gunakan isu SARA karena itu berpotensi perang saudara antar sesama. Dan saya yakin Gus Ipul akan menolak mentah mentah kampanye seperti ini</p>
<p>&mdash; Andri Widjaya (@tjiktao) <a href="https://twitter.com/tjiktao/status/950929621331013633?ref_src=twsrc%5Etfw">January 10, 2018</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p>Sebenarnya manuver yang dilakukan oleh Gerindra, PAN maupun <em>Pe-ka-es </em>cukup mengejutkan. Soalnya ketiga partai ini dan Gerindra sudah diidentikkan sebagai tiga serangkai yang sulit terpisahkan. Bahkan koalisi ini terbukti sukses pada Pilgub DKI Jakarta beberapa waktu lalu. Tapi, mengapa di Jatim malah memuutskan untuk berpisah? <em>Hm, </em>di sini saya sering merasa bingung.</p>
<p>Namanya politik apa <em>aja </em>bisa terjadi. Hari ini bisa <em>aja mesra-mesraan,</em> besok belum tentu demikian. Hari ini saling <em>sikut</em>, besok <em>malah </em>berubah jadi pengikut. Iya memang aneh tapi nyata <em>lho. </em>Konon, dalam berpolitik hanya satu hal yang <em>nggak </em>berubah yaitu kepentingan. Makanya, <em>nggak </em>heran kalau banyak yang bilang kalau politik dan kepentingan itu seperti ‘motor dan bensin’, berbeda rupa namun saling melengkapi.</p>
<p>Lantas manuver yang dilakukan oleh Gerindra, PAN dan <em>Pe-ka-es </em>menjelang Pilgub Jatim<em>, </em>apakah ada indikasi demikian? Itu sudah pasti. Mungkin saat di Jakarta kemarin, mereka bisa menang karena punya kandidat yang ‘kuat’. Tapi, kalau di Jatim mereka <em>kayak</em>-nya <em>nggak</em> punya sosok yang mumpuni untuk diusung.</p>
<p>Maka, mau <em>nggak </em>mau, suka <em>nggak </em>suka, enak <em>nggak</em> enak, mereka perlu banting setir atau pecah kongsi. Tentu ini bertujuan agar mereka <em>nggak </em>kehilangan suara di Jatim. Saya pikir <em>sah-sah aja sih, </em>soal manuver yang dilakukan oleh ketiga ‘trisula maut’ ini. <em>Yah, nggak papa</em> kalau ada yang <em>ngecap </em>sebagai ‘kutu loncat’, dari pada ujung-ujung ‘mati kutu’ di Jatim. <em>Emang</em> mau <em>kayak gitu</em>? <strong>(K-32)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/01/prabowo.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Strategi ‘Menculik’ Gus Ipul</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/in-depth/strategi-menculik-gus-ipul/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[K32]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 Jan 2018 10:34:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nalar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Gus Ipul]]></category>
		<category><![CDATA[KOALISI TRISULA MAUT]]></category>
		<category><![CDATA[PDIP]]></category>
		<category><![CDATA[Pilgub Jatim]]></category>
		<category><![CDATA[PKB]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=19508</guid>

					<description><![CDATA[Mungkinkah Gus IPul bakal ‘diculik’ oleh koalisi Gerindra, PAN dan PKS dari sisi PKB dan PDIP dalam Pilgub Jatim nanti? Atau terus menanti dalam ketidakpastian soal pengganti Mas Anas? PinterPolitik.com [dropcap]P[/dropcap]eta politik Pilgub Jatim terus mengalami perubahan. Setelah Azwar Anas memilih untuk pisah, kini tinggallah Gus Ipul sendiri. Melihat kondisi Gus Ipul yang demikian dan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>Mungkinkah Gus IPul bakal ‘diculik’ oleh koalisi Gerindra, PAN dan PKS dari sisi PKB dan PDIP dalam Pilgub Jatim nanti? Atau terus menanti dalam ketidakpastian soal pengganti Mas Anas? </strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #cedb31;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]P[/dropcap]eta politik Pilgub Jatim terus mengalami perubahan. Setelah Azwar Anas memilih untuk pisah, kini tinggallah Gus Ipul sendiri. Melihat kondisi Gus Ipul yang demikian dan belum ada kepastian dari PDIP soal pengganti Anas<em>,</em> maka ‘koalisi trisula maut’ (Gerindra, PAN, PKS) mencoba untuk merayu.</p>
<p>Tak tanggung-tanggung mereka menyodorkan dua nama sekaligus dengan harapan Gus Ipul tertarik. Namun, Gus Ipul kelihatannya masih terkenang dengan masa-masa indah bersama Mas Anas.</p>
<p>Sementara itu, sebagai ‘orang tua’-nya Gus Ipul, <em>Pe-ka-be </em>juga kelihatannya <em>nggak </em>terlalu simpatik dengan calon-calon yang diusung oleh ‘koalisi trisula maut’ tersebut. Mungkin karena <em>udah kadung </em>janji sama Partai Banteng <em>kali ya</em>?</p>
<blockquote class="twitter-tweet" data-width="550" data-dnt="true">
<p lang="in" dir="ltr">Trio kwek2 Tanda2 Nyungsep di jatim&#8230;</p>
<p>&mdash; AnimHa. (@Kamisran1) <a href="https://twitter.com/Kamisran1/status/950546446595616768?ref_src=twsrc%5Etfw">January 9, 2018</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p>Setelah sebelumnya <em>udah </em>gagal merayu Yenny Wahid, kelihatannya ‘koalisi trisula maut‘bakal mengalami hal yang sama bersama Gus Ipul. Soalnya Partai Banteng juga <em>nggak </em>akan tinggal diam melihat manuver yang dilakukan oleh Gerindra <em>dkk </em>untuk merebut calonnya.</p>
<p>Bukan PDI Perjuangan namanya, jika <em>nggak</em> berjuang mati-matian untuk mempertahankan apa yang telah ada dalam genggamannya. Mama Mega juga pasti <em>nggak </em>mau <em>dong, </em>jika harus pulang dengan tangan kosong dari Jatim. Soalnya, ia juga ikut terlibat secara langsung di sana, bahkan sampai meneteskan air mata saat Mas Anas memilih mundur. <em>Wah, </em>bahaya <em>nih.</em></p>
<p><em>Kayaknya </em>‘koalisi trisula maut’ perlu <em>pikir-pikir lagi deh, </em>kalau masih mau <em>ngotot </em>untuk dekati Gus Ipul. Soalnya duet maut, Partai Banteng dan <em>Pe-ka-be</em> <em>udah </em>terlanjur berjanji setia untuk bahu-membahu dalam Pilgub nanti.</p>
<p>Ibarat ‘menegakkan benang basah’, manuver yang dilakukan oleh Gerindra <em>dkk</em> untuk mendekati Gus Ipul, diduga sangat kecil kemungkinannya untuk berhasil. Mungkin lebih baik mereka berpikir untuk mengusung calon sendiri.</p>
<p>Sebenarnya keberhasilan ‘koalisi trisula maut’ dalam Pilkada DKI kemarin seharusnya menjadi <em>dopping </em>untuk sukses di daerah-daerah lain. Tetapi, akankah <em>trend </em>positif dari DKI bakal menular ke Jatim? <strong>(K-32)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/01/Gus-Ipul-1024x754.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
