<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>Koalisi Indonesia Adil Makmur &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/koalisi-indonesia-adil-makmur/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Tue, 02 Apr 2019 12:24:23 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>Koalisi Indonesia Adil Makmur &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Ketika Prabowo Umumkan Calon Menteri</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/in-depth/ketika-prabowo-umumkan-calon-menteri/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[D44]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 31 Mar 2019 00:00:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nalar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Koalisi Indonesia Adil Makmur]]></category>
		<category><![CDATA[Politik Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Prabowo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=53011</guid>

					<description><![CDATA[Prabowo Subianto sudah mengumumkan nama-nama petinggi partai di koalisinya yang akan dipilih sebagai menteri dalam kabinet yang akan ia buat jika terpilih dalam Pilpres 2019 ini. Memang terlihat percaya diri dan optimis, tetapi, untuk apa? PinterPolitik.com [dropcap]S[/dropcap]aat melaksanakan kampanye akbar di Stadion Sidolig Bandung pada 28 Maret lalu, calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>Prabowo Subianto sudah mengumumkan nama-nama petinggi partai di koalisinya yang akan dipilih sebagai menteri dalam kabinet yang akan ia buat jika terpilih dalam Pilpres 2019 ini. Memang terlihat percaya diri dan optimis, tetapi, untuk apa?</strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #cedb2a;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]S[/dropcap]aat melaksanakan kampanye akbar di Stadion Sidolig Bandung pada 28 Maret lalu, calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto sudah berani terbuka memberikan nama-nama calon menteri dari koalisinya jika ia memenangkan kontestasi pilpres 2019.</p>
<p>Pada mulanya, Prabowo membahas soal para elite di Jakarta, yang <a href="https://news.detik.com/berita/d-4487657/prabowo-mulai-lempar-nama-menteri">menurutnya</a> hanya mementingkan kekayaan, keluarga, dan <em>konco-konconya</em> sendiri. Ia kemudian memperkenalkan petinggi-petinggi parpol koalisinya yang hendak ia pilih sebagai menteri-menterinya. Menurut Prabowo, mereka merupakan orang-orang cerdas.</p>
<p>Ia menyebut nama-nama sejumlah petinggi dari partai koalisi pengusung dan pendukungnya seperti Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, Presiden PKS Sohibul Iman, Komandan Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Sekjen Partai Berkarya Priyo Budi Santoso, Sekjen Demokrat Hinca Panjaitan, sampai mantan Gubernur Jabar sekaligus politisi PKS Ahmad Heryawan (Aher).</p>
<p>Saat menyebut nama-nama itu, Prabowo masih menggunakan argumen latar belakang pendidikan dan pengalaman mereka di pemerintahan, seperti AHY yang merupakan lulusan Harvard University, Sohibul Iman yang bergelar doktor dari universitas di Jepang, Zulkifli Hasan yang sudah berpuluh tahun di pemerintahan, dan Aher yang menjabat sebagai gubernur Jabar selama dua periode.</p>
<p>Tindakan Prabowo tersebut di satu sisi menunjukkan transparansi susunan kabinet Prabowo jika ia memenangkan Pilpres. Tetapi di sisi lain, terlihat bahwa Prabowo sudah melakukan politik pembagian jatah. Apakah ini hanyalah salah satu cara dan strategi Prabowo untuk menguatkan soliditas koalisi Indonesia Adil Makmur miliknya dan Sandiaga Uno?</p>
<h4><strong>Membagi Jatah</strong></h4>
<p>Pengumuman calon menteri Prabowo saat berkampanye dianggap sebagai strategi politik untuk menarik simpati dan meyakini masyarakat, layaknya strategi-strategi politik dalam kampanye biasanya. Hal itu bahkan <a href="https://tirto.id/gerindra-sebut-nama-calon-menteri-prabowo-untuk-yakinkan-pendukung-dkvg">diakui</a> oleh Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad.</p>
<p>Cara ini menunjukkan seolah-olah masyarakat dapat mengetahui orang-orang yang akan dipilih Prabowo sebagai menteri dan menunjukkan bahwa kabinet Prabowo-Sandiaga akan diisi oleh orang-orang yang memiliki <a href="https://tirto.id/prabowo-pamer-calon-menteri-transparansi-atau-taktik-cari-simpati-dkvp">kapabilitas</a>. Maka, pernyataan Prabowo menunjukkan transparansi kubu koalisinya dalam menunjukkan calon menteri di kabinetnya.</p>
<p>Di luar AHY, beberapa nama yang disebutkan Prabowo dalam daftar calon menterinya merupakan orang lama yang pernah berkuasa sebelum pemerintahan Jokowi. Zulkifli Hasan, misalnya, yang pernah menjabat sebagai Menteri Kehutanan RI periode 2009-2014. Kemudian Sohibul Iman dan Priyo Budi Santoso yang pernah menjabat sebagai Wakil Ketua DPR.</p>
<p>Di samping alasan dan tujuan Prabowo memperkenalkan mereka hanya karena tak ingin rakyat Indonesia seolah-olah membeli kucing dalam karung, Juru Kampanye Nasional Joko Widodo (Jokowi)-Ma&#8217;ruf Amin sekaligus politisi PSI Rian Ernest Tanudjaja <a href="https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190329081704-32-381701/tkn-tuding-prabowo-lakukan-politik-dagang-sapi-soal-menteri">menyebut</a> Prabowo sedang melakukan praktik politik dagang sapi atau politik upaya bagi-bagi kursi.</p>
<p>Politik bagi-bagi kursi ini diartikan sebagai praktik tawar-menawar antar beberapa elite atau partai politik untuk menyusun suatu kabinet koalisi. Hal ini terlihat seperti sesuatu yang memang lumrah bahkan sering terjadi dalam berpolitik. Jika kader dalam tubuh koalisi tidak diberi jatah kursi di pemerintahan, bisa saja mereka kecewa dan pindah ke koalisi lawan.</p>
<blockquote class="twitter-tweet" data-width="550" data-dnt="true">
<p lang="en" dir="ltr">Saat anda memimpin nanti <a href="https://twitter.com/sandiuno?ref_src=twsrc%5Etfw">@sandiuno</a> <a href="https://twitter.com/prabowo?ref_src=twsrc%5Etfw">@prabowo</a> anda akan butuh team (menteri, dirjen, and then some). you select them with your decision. Please keep in mind you are responsible for their action. SO CHOOSE WISELY AND LISTEN TO GRASS ROOT.<a href="https://twitter.com/hashtag/TPStuhTusukPrabowoSandi?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw">#TPStuhTusukPrabowoSandi</a><a href="https://twitter.com/prabowo?ref_src=twsrc%5Etfw">@prabowo</a> <a href="https://twitter.com/uno?ref_src=twsrc%5Etfw">@uno</a> <a href="https://t.co/S8FDbgx418">https://t.co/S8FDbgx418</a></p>
<p>&mdash; MR. PRESIDENT MORE BLUNDER PLEASE (@knightshadow67) <a href="https://twitter.com/knightshadow67/status/1109222108893048832?ref_src=twsrc%5Etfw">March 22, 2019</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p>Di samping itu, nama-nama calon menteri yang diungkapkan Prabowo memang para petinggi partai di koalisinya, sehingga tuduhan politik bagi-bagi kursi terlihat nyata dilakukan Prabowo. Partai-partai koalisi Prabowo jadi terlihat seperti partai kartel.</p>
<p>Seperti yang ditulis oleh Richard S. Katz dalam Peter Mair dalam <em>The Cartel Party Thesis: A Restatement, </em>partai kartel adalah partai-partai politik yang menggunakan berbagai sumber daya untuk membatasi persaingan politik dan memastikan keberhasilan pemilihan mereka sendiri.</p>
<p>Dalam konteks koalisi Prabowo, pembagian jatah menteri yang dilakukan terlihat sebagai upaya untuk meredam konflik atau perpecahan yang dapat terjadi di kubu mereka. Dengan kata lain, ini hanya untuk keberhasilan di tubuh kubu koalisi mereka. Apalagi, nama-nama yang diumumkan Prabowo adalah petinggi-petinggi partai di koalisinya.</p>
<p>Maka dari itu, apa yang dilakukan Prabowo memang merupakan fenomena “bagi-bagi jatah kursi” secara harfiah, mengingat semua pihak perwakilan dari partai-partai pengusungnya disebutkan dalam daftar calon-calon menteri Prabowo tersebut.</p>
<h4><strong>Waspada <em>Thomas Dewey Syndrome</em></strong></h4>
<p>Di samping untuk pembagian jatah kursi untuk koalisinya, Prabowo juga menunjukkan sikap ambisius dan kepercayaan dirinya untuk memenangkan pilpres. Tapi Prabowo juga harus berhati-hati terhadap <a href="https://slate.com/news-and-politics/2000/10/can-a-presidential-candidate-announce-his-cabinet-choices.html">Thomas E. Dewey Syndrome</a>, merujuk pada dampak dari kepercayaan diri Thomas E. Dewey, calon presiden AS dari Partai Republikan pada pemilu AS 1948 ketika ia melawan Harry Truman dari Partai Demokrat.</p>
<p>Dewey pada saat itu sudah sangat percaya diri dapat memenangkan pilpres, staf-stafnya pun bahkan sudah sampai memanggilnya “Tuan Presiden”. Layaknya Prabowo, Dewey mulai mengerjakan pilihan kabinetnya sebelum pemilihan berlangsung. Tetapi nasib berkata lain, Dewey justru kalah melawan Truman.</p>
<hr /><p><em>Prabowo sudah mengumumkan calon-calon menterinya.</em><br /><a href='https://x.com/intent/tweet?url=https%3A%2F%2Fwww.pinterpolitik.com%2Fin-depth%2Fketika-prabowo-umumkan-calon-menteri%2F&#038;text=Prabowo%20sudah%20mengumumkan%20calon-calon%20menterinya.&#038;via=pinterpolitik&#038;related=pinterpolitik' target='_blank' rel="noopener noreferrer" >Share on X</a><br /><hr />
<p>Pada saat itu kemenangan Truman merupakan kemenangan yang <a href="https://www.history.com/news/dewey-defeats-truman-election-headline-gaffe">tidak diduga</a>. Sebab, terdapat banyak desas-desus Dewey diprediksikan unggul melawan Truman. Bahkan koran <em>Chicago Tribune</em> edisi 3 November 1948 memiliki <em>headline</em> atau berita utama <em>“Dewey Defeats Truman”</em>.</p>
<p>Kemenangan Truman melawan Dewey disebut sebagai salah satu gangguan terbesar dalam sejarah kepresidenan AS, ditambah lagi dengan kejanggalan <em>headline</em> koran yang mungkin di era sekarang ini dapat disebut sebagai hoaks.</p>
<h4><strong>Untuk Soliditas Koalisi Prabowo?</strong></h4>
<p>Selain percaya diri, kita dapat menilai bahwa tindakan Prabowo dengan buka-bukaan mengenai calon kabinet koalisinya berupa tindakan yang visioner, padahal kita tidak dapat mengetahui siapa yang memenangkan kontestasi pilpres 2019.</p>
<p>Dapat muncul dugaan Prabowo berorasi tentang hal ini di Bandung demi menaikkan elektabilitasnya di Jabar, tetapi tampaknya dugaan ini belum dapat dikatakan tepat. Bisa jadi di samping ambisi dan kepercayaan dirinya, Prabowo melakukan ini demi meningkatkan soliditas di kubunya sendiri.</p>
<blockquote class="instagram-media" data-instgrm-captioned data-instgrm-permalink="https://www.instagram.com/p/BviqxDZA-rU/?utm_source=ig_embed&amp;utm_medium=loading" data-instgrm-version="12" style=" background:#FFF; border:0; border-radius:3px; box-shadow:0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width:658px; min-width:326px; padding:0; width:99.375%; width:-webkit-calc(100% - 2px); width:calc(100% - 2px);">
<div style="padding:16px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/BviqxDZA-rU/?utm_source=ig_embed&amp;utm_medium=loading" style=" background:#FFFFFF; line-height:0; padding:0 0; text-align:center; text-decoration:none; width:100%;" target="_blank"> </p>
<div style=" display: flex; flex-direction: row; align-items: center;">
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 40px; margin-right: 14px; width: 40px;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center;">
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 100px;"></div>
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 60px;"></div>
</div>
</div>
<div style="padding: 19% 0;"></div>
<div style="display:block; height:50px; margin:0 auto 12px; width:50px;"><svg width="50px" height="50px" viewBox="0 0 60 60" version="1.1" xmlns="https://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="https://www.w3.org/1999/xlink"><g stroke="none" stroke-width="1" fill="none" fill-rule="evenodd"><g transform="translate(-511.000000, -20.000000)" fill="#000000"><g><path d="M556.869,30.41 C554.814,30.41 553.148,32.076 553.148,34.131 C553.148,36.186 554.814,37.852 556.869,37.852 C558.924,37.852 560.59,36.186 560.59,34.131 C560.59,32.076 558.924,30.41 556.869,30.41 M541,60.657 C535.114,60.657 530.342,55.887 530.342,50 C530.342,44.114 535.114,39.342 541,39.342 C546.887,39.342 551.658,44.114 551.658,50 C551.658,55.887 546.887,60.657 541,60.657 M541,33.886 C532.1,33.886 524.886,41.1 524.886,50 C524.886,58.899 532.1,66.113 541,66.113 C549.9,66.113 557.115,58.899 557.115,50 C557.115,41.1 549.9,33.886 541,33.886 M565.378,62.101 C565.244,65.022 564.756,66.606 564.346,67.663 C563.803,69.06 563.154,70.057 562.106,71.106 C561.058,72.155 560.06,72.803 558.662,73.347 C557.607,73.757 556.021,74.244 553.102,74.378 C549.944,74.521 548.997,74.552 541,74.552 C533.003,74.552 532.056,74.521 528.898,74.378 C525.979,74.244 524.393,73.757 523.338,73.347 C521.94,72.803 520.942,72.155 519.894,71.106 C518.846,70.057 518.197,69.06 517.654,67.663 C517.244,66.606 516.755,65.022 516.623,62.101 C516.479,58.943 516.448,57.996 516.448,50 C516.448,42.003 516.479,41.056 516.623,37.899 C516.755,34.978 517.244,33.391 517.654,32.338 C518.197,30.938 518.846,29.942 519.894,28.894 C520.942,27.846 521.94,27.196 523.338,26.654 C524.393,26.244 525.979,25.756 528.898,25.623 C532.057,25.479 533.004,25.448 541,25.448 C548.997,25.448 549.943,25.479 553.102,25.623 C556.021,25.756 557.607,26.244 558.662,26.654 C560.06,27.196 561.058,27.846 562.106,28.894 C563.154,29.942 563.803,30.938 564.346,32.338 C564.756,33.391 565.244,34.978 565.378,37.899 C565.522,41.056 565.552,42.003 565.552,50 C565.552,57.996 565.522,58.943 565.378,62.101 M570.82,37.631 C570.674,34.438 570.167,32.258 569.425,30.349 C568.659,28.377 567.633,26.702 565.965,25.035 C564.297,23.368 562.623,22.342 560.652,21.575 C558.743,20.834 556.562,20.326 553.369,20.18 C550.169,20.033 549.148,20 541,20 C532.853,20 531.831,20.033 528.631,20.18 C525.438,20.326 523.257,20.834 521.349,21.575 C519.376,22.342 517.703,23.368 516.035,25.035 C514.368,26.702 513.342,28.377 512.574,30.349 C511.834,32.258 511.326,34.438 511.181,37.631 C511.035,40.831 511,41.851 511,50 C511,58.147 511.035,59.17 511.181,62.369 C511.326,65.562 511.834,67.743 512.574,69.651 C513.342,71.625 514.368,73.296 516.035,74.965 C517.703,76.634 519.376,77.658 521.349,78.425 C523.257,79.167 525.438,79.673 528.631,79.82 C531.831,79.965 532.853,80.001 541,80.001 C549.148,80.001 550.169,79.965 553.369,79.82 C556.562,79.673 558.743,79.167 560.652,78.425 C562.623,77.658 564.297,76.634 565.965,74.965 C567.633,73.296 568.659,71.625 569.425,69.651 C570.167,67.743 570.674,65.562 570.82,62.369 C570.966,59.17 571,58.147 571,50 C571,41.851 570.966,40.831 570.82,37.631"></path></g></g></g></svg></div>
<div style="padding-top: 8px;">
<div style=" color:#3897f0; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:550; line-height:18px;"> View this post on Instagram</div>
</div>
<div style="padding: 12.5% 0;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: row; margin-bottom: 14px; align-items: center;">
<div>
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(0px) translateY(7px);"></div>
<div style="background-color: #F4F4F4; height: 12.5px; transform: rotate(-45deg) translateX(3px) translateY(1px); width: 12.5px; flex-grow: 0; margin-right: 14px; margin-left: 2px;"></div>
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(9px) translateY(-18px);"></div>
</div>
<div style="margin-left: 8px;">
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 20px; width: 20px;"></div>
<div style=" width: 0; height: 0; border-top: 2px solid transparent; border-left: 6px solid #f4f4f4; border-bottom: 2px solid transparent; transform: translateX(16px) translateY(-4px) rotate(30deg)"></div>
</div>
<div style="margin-left: auto;">
<div style=" width: 0px; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-right: 8px solid transparent; transform: translateY(16px);"></div>
<div style=" background-color: #F4F4F4; flex-grow: 0; height: 12px; width: 16px; transform: translateY(-4px);"></div>
<div style=" width: 0; height: 0; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-left: 8px solid transparent; transform: translateY(-4px) translateX(8px);"></div>
</div>
</div>
<p></a> </p>
<p style=" margin:8px 0 0 0; padding:0 4px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/BviqxDZA-rU/?utm_source=ig_embed&amp;utm_medium=loading" style=" color:#000; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px; text-decoration:none; word-wrap:break-word;" target="_blank">Hatur Nuhun Bandung!</a></p>
<p style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px; margin-bottom:0; margin-top:8px; overflow:hidden; padding:8px 0 7px; text-align:center; text-overflow:ellipsis; white-space:nowrap;">A post shared by <a href="https://www.instagram.com/prabowo/?utm_source=ig_embed&amp;utm_medium=loading" style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px;" target="_blank"> Prabowo Subianto</a> (@prabowo) on <time style=" font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px;" datetime="2019-03-28T06:19:39+00:00">Mar 27, 2019 at 11:19pm PDT</time></p>
</div>
</blockquote>
<p><script async src="//www.instagram.com/embed.js"></script></p>
<p>Pada 2018, Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKS Mardani Ali Sera memang <a href="https://www.cnnindonesia.com/nasional/20180421144907-32-292487/pks-usul-susunan-menteri-poros-prabowo-keluar-sebelum-pilpres">menyarankan</a> usulan susunan menteri diadakan pada masa sebelum pilpres. Tujuan dari usul Mardani ini adalah demi strategi untuk melawan petahana Jokowi yang menurutnya sangat kuat.</p>
<p>Prabowo bahkan menggunakan kalimat “kucing dalam karung”, yaitu kalimat yang persis <a href="https://news.detik.com/berita/d-4113534/susun-formasi-10-kementerian-utama-pks-lirik-susi-rizal-ramli">sama</a> dengan kalimat Mardani ketika menyarankan <em>power sharing</em> untuk nama capres-cawapres sekaligus 10 menterinya dari PKS, Gerindra, PAN, PBB.</p>
<p>Dengan mengumumkan calon-calon menteri di koalisinya secara terbuka pada kampanye di Bandung, Prabowo terlihat mengabulkan permintaan Mardani. Di samping tujuan yang sesuai dengan perkataannya, yaitu agar rakyat tidak membeli kucing dalam karung, tujuannya bisa jadi juga demi memperoleh kekuatan kubu mereka dengan soliditasnya.</p>
<p>Lalu, apakah strategi semacam ini akan berhasil menarik hati para pemilih? Ataukah pada akhirnya ini hanya akan murni menjadi penjaga soliditas partai-partai koalisi Prabowo? Jawabannya mungkin baru akan terkuak pada 17 April nanti. (D44)</p>
<div class="youtube-embed" data-video_id="Ycp-w4NLfmU"><iframe width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/Ycp-w4NLfmU?start=2&#038;feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe></div>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/03/228d7b52fa76830936b2e1a3b9d7cea1.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Koalisi Indonesia Adil Makmur, Filosofis?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/in-depth/koalisi-indonesia-adil-makmur-filosofis/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[H33]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 21 Sep 2018 12:21:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nalar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Koalisi Indonesia Adil Makmur]]></category>
		<category><![CDATA[Prabowo-Sandi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=40183</guid>

					<description><![CDATA[&#8220;Filosofinya adalah kita melihat sekarang ini persoalan utama kita adalah persoalan masalah kesejahteraan gitu dan karena itu kita mengambil nama koalisinya seperti itu. Indonesia Adil Makmur,&#8221; Sohibul Iman, Presiden PKS PinterPolitik.com [dropcap]K[/dropcap]oalisi Indonesia Adil Makmur. Itulah nama yang dipilih oleh pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno sebagai tajuk utama seluruh ikthiar pemenangannya di Pilpres 2019. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>&#8220;Filosofinya adalah kita melihat sekarang ini persoalan utama kita adalah persoalan masalah kesejahteraan <em>gitu</em> dan karena itu kita mengambil nama koalisinya seperti itu. Indonesia Adil Makmur,&#8221; Sohibul Iman, Presiden PKS</strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #cedb2a;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]K[/dropcap]oalisi Indonesia Adil Makmur. Itulah nama yang dipilih oleh pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno sebagai tajuk utama seluruh ikthiar pemenangannya di Pilpres 2019. Nama koalisi ini siap untuk diadu dengan nama lain di kubu lawan, yaitu Koalisi Indonesia Kerja.</p>
<p>Pilihan nama koalisi tersebut ternyata mengundang cibiran dari kubu penantang mereka. Nama tersebut dianggap terlalu kuno untuk dipakai di era sekarang. Tak hanya itu, nama koalisi ini juga disebut berbau Orde Baru. Meski disepelekan kubu lawan, tim Koalisi Indonesia Adil Makmur bergeming dan teguh pada pilihan nama mereka.</p>
<p>Bagi mereka, ada filosofi luhur di balik pemilihan nama koalisi tersebut. Mereka menyebut bahwa persoalan negeri ini adalah soal kesejahteraan. Mereka juga menyebutkan masalah lain yaitu soal keadilan dan juga kemakmuran.</p>
<p>Lalu apakah filosofi kesejahteraan ini akan benar-benar terwujud melalui tangan-tangan timses mereka? Ataukah filosofi tersebut hanya menjadi trik pemasaran belaka seperti kampanye politik pada umumnya?</p>
<h4><strong>Menjual Kesejahteraan</strong></h4>
<p>Kesejahteraan merupakan istilah yang kerap diumbarkan politisi jelang Pemilu. Dalam kadar tertentu, istilah ini seringkali dilemparkan begitu saja tanpa dipahami terlebih dahulu filosofi dan maksud di dalamnya. Padahal, kesejahteraan dan keadilan menjadi salah satu corak utama dalam perdebatan politik di dunia.</p>
<p>Kondisi ini belakangan tengah ditunjukkan oleh tim Prabowo Sandiaga. Mereka kerap menyebutkan bahwa kondisi ekonomi saat ini tidak menunjukkan keadilan, kesejahteraan, dan juga kemakmuran. Maka dari itu, penting bagi mereka untuk mengusung isu tersebut sebagai tajuk dari koalisi.</p>
<blockquote class="twitter-tweet" data-width="550" data-dnt="true">
<p lang="in" dir="ltr">Soal kita skrg &quot;ketidakadilan&quot; ekonomi, hukum, sosial n &quot;ketidakmakmuran&quot;. Harus kembali menuju pemerintahan yg bisa ciptakan &quot;adil makmur&quot;.</p>
<p>&mdash; Fadli Zon (@fadlizon) <a href="https://twitter.com/fadlizon/status/1042920748086517760?ref_src=twsrc%5Etfw">September 20, 2018</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p>Salah satu kajian yang membahas teori tentang keadilan dan kesejahteraan adalah <em>A Theory of Fairness and Social Welfare</em> yang ditulis oleh Marc Fleurbaey dan Francois Maniquet. Dalam menggambarkan keadilan, Fleurbaey dan Maniquet  menyebutkan bahwa keadilan ditunjukkan melalui kesetaraan sumber daya.</p>
<p>Kondisi tersebut memiliki kaitan dengan pandangan pemikir terkemuka tentang keadilan yaitu John Rawls. Rawls, sebagaimana disebut oleh Fleurbaey dan Maniquet, mengaitkan keadilan dan kesejahteraan dengan alokasi sumber daya ketimbang kepuasan atau kebahagiaan subyektif.</p>
<p>Berdasarkan kondisi tersebut, salah satu hal yang paling mudah untuk menilai adanya kesejahteraan dan keadilan adalah melalui kesetaraan ekonomi. Adanya alokasi yang adil dari sumber daya bisa menjadi kunci untuk menilai kedua hal tersebut.</p>
<p>Sejauh ini, Koalisi Indonesia Adil Makmur belum merinci konsep kesejahteraan yang mereka sebutkan sebagai filosofi mereka. Jika benar konsep itu yang mereka tuju dalam koalisi, maka sangat penting untuk melihat prakondisi masing-masing partai pengusung dalam urusan keadilan dan kesejahteraan.</p>
<h4><strong>Ideologi Keadilan dan Kesejahteraan</strong></h4>
<p>Jika merujuk pada visi dan misi partai politik yang mengusung pasangan Prabowo-Sandiaga, kata sejahtera, adil, makmur, atau sejenisnya dapat ditemukan di dalam masing-masing partai. Baik Gerindra, PAN, PKS, atau Demokrat sama-sama memiliki unsur yang sepadan dengan filosofi kesejahteraan.</p>
<p>Gerindra misalnya menyebut tujuan menciptakan kesejahteraan rakyat dan juga keadilan sosial di dalam visi partai mereka. Partai berlogo Garuda ini juga menjelaskan beberapa poin lain yang mengejawantahkan visi tersebut dalam misi mereka.</p>
<p>Pun demikian dengan Demokrat yang juga mengucapkan kata sejahtera di dalam visi mereka. Mereka menyebutkan kata ini lewat wacana tatatan dunia baru yang damai, demokratis dan sejahtera.</p>
<blockquote class="twitter-tweet" data-width="550" data-dnt="true">
<p lang="in" dir="ltr">Indonesia yang adil dan makmur hanya dapat diwujudkan oleh Pemimpin yang memimpin. Kepemimpinan yang kuat dan tidak dikontrol pihak lain. Dan, mereka adl <a href="https://twitter.com/prabowo?ref_src=twsrc%5Etfw">@prabowo</a> <a href="https://twitter.com/sandiuno?ref_src=twsrc%5Etfw">@sandiuno</a> <a href="https://twitter.com/hashtag/IndonesiaAdilMakmur?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw">#IndonesiaAdilMakmur</a></p>
<p>&mdash; Dahnil A Simanjuntak (@Dahnilanzar) <a href="https://twitter.com/Dahnilanzar/status/1042933265420570624?ref_src=twsrc%5Etfw">September 21, 2018</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p>Sementara PAN memang tidak menyebutkan secara khusus kata kesejahteraan di dalam visi mereka. Meski begitu, ada kata yang sepadan dengan istilah tersebut, yaitu mewujudkan masyarakat madani yang adil dan makmur.</p>
<p>Tak jauh berbeda dengan PAN, PKS juga menyebutkan pewujudan masyarakat yang adil dan sejahtera dalam misinya. Partai ini kemudian merinci lebih jauh misi tersebut di dalam platform politik mereka.</p>
<p>Jika dilihat berdasarkan visi, misi, atau platform partai tersebut, tidak banyak yang merinci secara khusus mengenai alokasi yang adil dan juga kesetaraan dalam sumber daya. Padahal, jika merujuk pada Fleurbaey dan Maniquet hal itu merupakan kunci dari keadilan dan kesejahteraan sosial.</p>
<p>Selain dilihat dari visi dan misi yang tertera di situs masing-masing partai, kedekatan partai dengan pandangan ideologi kesejahteraan dapat dilihat dari hasil <a href="http://www.newmandala.org/mapping-indonesian-political-spectrum/">survei</a> Edward Aspinall, Burhanuddin Muhtadi, Diego Fossati dan Eve Warburton.</p>
<p>Sebagaimana disebut di atas, keadilan dan kesejahteraan dapat digambarkan dengan kesetaraan sumber daya. Dalam penelitian Aspinall, Muhtadi, Fossati dan Warburton terdapat pertanyaan terkait kebijakan ekonomi dalam urusan kesetaraan tersebut. Mereka menggunakan pengukuran nilai 1 untuk partai yang paling pro terhadap kesetaraan ekonomi dan 1 di sumbu yang sebaliknya untuk partai yang paling mendukung hal yang berlawanan, yaitu pertumbuhan.</p>
<p>Jika merujuk pada survei tersebut, sulit untuk bisa menggambarkan bagaimana partai-partai ini memiliki visi kesejahteraan dan keadilan. Masing-masing partai cenderung berada di posisi yang sangat menengah untuk urusan kesetaraan ekonomi. Gerindra, misalnya mendapatkan nilai 5,47 untuk urusan ini. Tak jauh dari Gerindra, ada Demokrat dengan nilai 5,49.</p>
<p>Yang paling mendekat dengan kesetaraan boleh jadi adalah PAN. Berdasarkan survei tersebut, PAN mendapatkan nilai 4,59. Setelah itu ada PKS yang posisinya tergolong sangat di tengah-tengah yaitu dengan nilai 5,05.</p>
<p>Terlihat bahwa jika merujuk pada survei ideologi partai, sulit untuk bisa menyebut bahwa secara alamiah partai-partai di lingkar koalisi Indonesia Adil Makmur mendukung kesejahteraan. Posisi mereka secara spektrum masih tergolong belum mendekati kesetaraan ekonomi yang menjadi esensi dari keadilan dan kesejahteraan.</p>
<h4><strong>Hanya Teknik Pemasaran?</strong></h4>
<p>Lantas bagaimana dengan nasib kesejahteraan dalam filosofi dari Koalisi Indonesia Adil Makmur? Jika ideologi dan visi-misi partai dijadikan sebagai acuannya, sulit untuk bisa menggambarkan filosofi kesejahteraan dapat terwujud melalui pasangan Prabowo-Sandiaga. Tentu, masih terlalu dini untuk menilai, tetapi jika melihat pola partai politik dan politisi selama ini, bisa saja filosofi kesejahteraan ini hanya sekadar pemasaran.</p>
<p>Jika merujuk pada sosok-sosok tim sukses yang belakangan bertebaran, sulit untuk membayangkan ide-ide kesejahteraan akan menjadi jualan dari koalisi ini. Nama-nama yang dikabarkan bergabung dengan tim pemenangan Prabowo-Sandiaga misalnya adalah Neno Warisman, Muhammad Al Khaththath, Buni Yani, Mardani Ali Sera, hingga Ahmad Dhani.</p>
<blockquote class="instagram-media" data-instgrm-captioned data-instgrm-permalink="https://www.instagram.com/p/Bn8RNS7nEb0/?utm_source=ig_embed_loading" data-instgrm-version="12" style=" background:#FFF; border:0; border-radius:3px; box-shadow:0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width:658px; min-width:326px; padding:0; width:99.375%; width:-webkit-calc(100% - 2px); width:calc(100% - 2px);">
<div style="padding:16px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/Bn8RNS7nEb0/?utm_source=ig_embed_loading" style=" background:#FFFFFF; line-height:0; padding:0 0; text-align:center; text-decoration:none; width:100%;" target="_blank"> </p>
<div style=" display: flex; flex-direction: row; align-items: center;">
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 40px; margin-right: 14px; width: 40px;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center;">
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 100px;"></div>
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 60px;"></div>
</div>
</div>
<div style="padding: 19% 0;"></div>
<div style="display:block; height:50px; margin:0 auto 12px; width:50px;"><svg width="50px" height="50px" viewBox="0 0 60 60" version="1.1" xmlns="https://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="https://www.w3.org/1999/xlink"><g stroke="none" stroke-width="1" fill="none" fill-rule="evenodd"><g transform="translate(-511.000000, -20.000000)" fill="#000000"><g><path d="M556.869,30.41 C554.814,30.41 553.148,32.076 553.148,34.131 C553.148,36.186 554.814,37.852 556.869,37.852 C558.924,37.852 560.59,36.186 560.59,34.131 C560.59,32.076 558.924,30.41 556.869,30.41 M541,60.657 C535.114,60.657 530.342,55.887 530.342,50 C530.342,44.114 535.114,39.342 541,39.342 C546.887,39.342 551.658,44.114 551.658,50 C551.658,55.887 546.887,60.657 541,60.657 M541,33.886 C532.1,33.886 524.886,41.1 524.886,50 C524.886,58.899 532.1,66.113 541,66.113 C549.9,66.113 557.115,58.899 557.115,50 C557.115,41.1 549.9,33.886 541,33.886 M565.378,62.101 C565.244,65.022 564.756,66.606 564.346,67.663 C563.803,69.06 563.154,70.057 562.106,71.106 C561.058,72.155 560.06,72.803 558.662,73.347 C557.607,73.757 556.021,74.244 553.102,74.378 C549.944,74.521 548.997,74.552 541,74.552 C533.003,74.552 532.056,74.521 528.898,74.378 C525.979,74.244 524.393,73.757 523.338,73.347 C521.94,72.803 520.942,72.155 519.894,71.106 C518.846,70.057 518.197,69.06 517.654,67.663 C517.244,66.606 516.755,65.022 516.623,62.101 C516.479,58.943 516.448,57.996 516.448,50 C516.448,42.003 516.479,41.056 516.623,37.899 C516.755,34.978 517.244,33.391 517.654,32.338 C518.197,30.938 518.846,29.942 519.894,28.894 C520.942,27.846 521.94,27.196 523.338,26.654 C524.393,26.244 525.979,25.756 528.898,25.623 C532.057,25.479 533.004,25.448 541,25.448 C548.997,25.448 549.943,25.479 553.102,25.623 C556.021,25.756 557.607,26.244 558.662,26.654 C560.06,27.196 561.058,27.846 562.106,28.894 C563.154,29.942 563.803,30.938 564.346,32.338 C564.756,33.391 565.244,34.978 565.378,37.899 C565.522,41.056 565.552,42.003 565.552,50 C565.552,57.996 565.522,58.943 565.378,62.101 M570.82,37.631 C570.674,34.438 570.167,32.258 569.425,30.349 C568.659,28.377 567.633,26.702 565.965,25.035 C564.297,23.368 562.623,22.342 560.652,21.575 C558.743,20.834 556.562,20.326 553.369,20.18 C550.169,20.033 549.148,20 541,20 C532.853,20 531.831,20.033 528.631,20.18 C525.438,20.326 523.257,20.834 521.349,21.575 C519.376,22.342 517.703,23.368 516.035,25.035 C514.368,26.702 513.342,28.377 512.574,30.349 C511.834,32.258 511.326,34.438 511.181,37.631 C511.035,40.831 511,41.851 511,50 C511,58.147 511.035,59.17 511.181,62.369 C511.326,65.562 511.834,67.743 512.574,69.651 C513.342,71.625 514.368,73.296 516.035,74.965 C517.703,76.634 519.376,77.658 521.349,78.425 C523.257,79.167 525.438,79.673 528.631,79.82 C531.831,79.965 532.853,80.001 541,80.001 C549.148,80.001 550.169,79.965 553.369,79.82 C556.562,79.673 558.743,79.167 560.652,78.425 C562.623,77.658 564.297,76.634 565.965,74.965 C567.633,73.296 568.659,71.625 569.425,69.651 C570.167,67.743 570.674,65.562 570.82,62.369 C570.966,59.17 571,58.147 571,50 C571,41.851 570.966,40.831 570.82,37.631"></path></g></g></g></svg></div>
<div style="padding-top: 8px;">
<div style=" color:#3897f0; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:550; line-height:18px;"> View this post on Instagram</div>
</div>
<div style="padding: 12.5% 0;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: row; margin-bottom: 14px; align-items: center;">
<div>
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(0px) translateY(7px);"></div>
<div style="background-color: #F4F4F4; height: 12.5px; transform: rotate(-45deg) translateX(3px) translateY(1px); width: 12.5px; flex-grow: 0; margin-right: 14px; margin-left: 2px;"></div>
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(9px) translateY(-18px);"></div>
</div>
<div style="margin-left: 8px;">
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 20px; width: 20px;"></div>
<div style=" width: 0; height: 0; border-top: 2px solid transparent; border-left: 6px solid #f4f4f4; border-bottom: 2px solid transparent; transform: translateX(16px) translateY(-4px) rotate(30deg)"></div>
</div>
<div style="margin-left: auto;">
<div style=" width: 0px; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-right: 8px solid transparent; transform: translateY(16px);"></div>
<div style=" background-color: #F4F4F4; flex-grow: 0; height: 12px; width: 16px; transform: translateY(-4px);"></div>
<div style=" width: 0; height: 0; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-left: 8px solid transparent; transform: translateY(-4px) translateX(8px);"></div>
</div>
</div>
<p></a> </p>
<p style=" margin:8px 0 0 0; padding:0 4px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/Bn8RNS7nEb0/?utm_source=ig_embed_loading" style=" color:#000; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px; text-decoration:none; word-wrap:break-word;" target="_blank">Mewah juga tim ini kalau resmi diumumkan Nantikan artikel selengkapnya di Pinterpolitik.com #koalisiindonesiaadilmakmur #skuadimpian #skuadkiam #muhammadalkhaththath #nenowarisman #buniyani #ahmaddhani #dahnilanzarsimajuntak #prabowosandi</a></p>
<p style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px; margin-bottom:0; margin-top:8px; overflow:hidden; padding:8px 0 7px; text-align:center; text-overflow:ellipsis; white-space:nowrap;">A post shared by <a href="https://www.instagram.com/pinterpolitik/?utm_source=ig_embed_loading" style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px;" target="_blank"> PinterPolitik.com</a> (@pinterpolitik) on <time style=" font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px;" datetime="2018-09-20T08:45:25+00:00">Sep 20, 2018 at 1:45am PDT</time></p>
</div>
</blockquote>
<p><script async defer src="//www.instagram.com/embed.js"></script></p>
<p>Hal serupa berlaku untuk posisi direktur di direktorat pemenangan tim Prabowo-Sandiaga. Meski begitu, ada satu nama ekonom, Fuad Bawazier di posisi Direktur Konsolidasi Nasional. Bawazier sendiri kerap melakukan kritik terhadap ekonomi neoliberal dan mendukung ekonomi kerakyatan. Meski begitu, ia perlu mendapat sokongan lain agar filosofi kesejahteraan dan keadilan dapat terwujud.</p>
<p>Di atas kertas, filosofi ini bisa semakin mendekati kenyataan jika ada ekonom-ekonom pro-kesejahteraan bergabung dengan kamp pemenangan Prabowo-Sandiaga. Sejauh ini, nama ekonom yang dikabarkan tengah dekat dengan Prabowo-Sandiaga adalah Rizal Ramli dan Kwik Kian Gie.</p>
<p>Ekonom-ekonom seperti Rizal dan Gie kerap digambarkan sebagai ekonom yang secara spektrum tidak sepenuhnya pro pasar. Rizal misalnya kerap disebut sebagai salah satu ekonom yang anti-neoliberalisme melalui kritiknya terhadap paham tersebut. Sementara itu, Gie juga terkenal karena kerap mengritik Mafia Berkeley yang berhaluan neoliberal.</p>
<hr /><p><em>Konon, ada filosofi kesejahteraan di balik nama Koalisi Indonesia Adil Makmur</em><br /><a href='https://x.com/intent/tweet?url=https%3A%2F%2Fwww.pinterpolitik.com%2Fin-depth%2Fkoalisi-indonesia-adil-makmur-filosofis%2F&#038;text=Konon%2C%20ada%20filosofi%20kesejahteraan%20di%20balik%20nama%20Koalisi%20Indonesia%20Adil%20Makmur&#038;via=pinterpolitik&#038;related=pinterpolitik' target='_blank' rel="noopener noreferrer" >Share on X</a><br /><hr />
<p>Memang, perlu diteliti lebih jauh pandangan ekonomi mereka secara khusus. Akan tetapi, kritik mereka kepada gagasan neoliberal bisa saja menggambarkan posisi ekonomi mereka memang berada di spektrum berbeda.</p>
<p>Tokoh-tokoh ekonomi yang pro-kesetaraan bisa menjadi pelengkap dan bahkan kunci dari manifestasi nama Koalisi Indonesia Adil Makmur. Absennya tokoh-tokoh ini bisa saja membuat nama tersebut hanya sekadar nama tanpa tujuan yang mungkin terwujud.</p>
<p>Tanpa visi yang serius untuk melakukan alokasi dan kesetaraan, nama koalisi Prabowo-Sandiaga hanya akan jadi sekadar nama. Fokus kampanye boleh jadi tidak akan berkutat dalam urusan kesejahteraan. Di titik itu, bisa saja anggapan bahwa kesejahteraan hanya sebagai teknik pemasaran benar adanya. (H33)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/09/1533902448.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>PSI Bikin Berkarya Baper</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/psi-bikin-berkarya-baper/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[F41]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 20 Sep 2018 12:08:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Koalisi Indonesia Adil Makmur]]></category>
		<category><![CDATA[Partai Berkarya]]></category>
		<category><![CDATA[PSI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=40021</guid>

					<description><![CDATA[&#8220;Pintu gerbang menuju kebijaksanaan yang besar adalah mengenali dengan jelas tentang kebodohan kita sendiri.&#8221; ~Benjamin Franklin PinterPolitik.com [dropcap]S[/dropcap]ekjen PSI Raja Juli Antoni menyebut nama koalisi Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, &#8216;Koalisi Indonesia Adil Makmur&#8217;, jadul dan ketinggalan zaman. Nggak cuma itu, nama koalisi pemenangan Prabowo-Sandiaga tersebut juga dibilang berbau Orba. Ett dahh, ada-ada aja. Mendengar ocehan tersebut, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>&#8220;Pintu gerbang menuju kebijaksanaan yang besar adalah mengenali dengan jelas tentang kebodohan kita sendiri.&#8221; ~Benjamin Franklin</strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #cedb2a;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]S[/dropcap]ekjen PSI Raja Juli Antoni menyebut nama koalisi Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, &#8216;Koalisi Indonesia Adil Makmur&#8217;, jadul dan ketinggalan zaman. Nggak cuma itu, nama koalisi pemenangan Prabowo-Sandiaga tersebut juga dibilang berbau Orba. <em>Ett dahh</em>, ada-ada aja.</p>
<p>Mendengar ocehan tersebut, Partai Berkarya pun jadi gatal untuk menanggapi. Kenapa? Kenapa? Karena bawa-bawa Orba ya jadi terpancing? Hihihi…</p>
<p>Sekjen Berkarya, Priyo Budi Santoso memandang kalau kritikan tersebut rada aneh dan nggak penting. Kemarin mengkritik tentang istilah emak-emak, sekarang mengkomentari istilah koalisi kubu lawan.</p>
<p>Priyo Budi Santoso mengatakan, kalau setiap rezim pemerintahan selalu memiliki sisi positif. Karena itu, tidak masalah menggunakan istilah pada Orde Lama ataupun Orde Baru. Yang nggak boleh itu mengolok-ngolok tokoh terdahulu.</p>
<hr /><p><em>Mending Kerja! Kerja! Kerja! Atau hidul Adil Makmur gaes?</em><br /><a href='https://x.com/intent/tweet?url=https%3A%2F%2Fwww.pinterpolitik.com%2Fterkini%2Fpsi-bikin-berkarya-baper%2F&#038;text=Mending%20Kerja%21%20Kerja%21%20Kerja%21%20Atau%20hidul%20Adil%20Makmur%20gaes%3F&#038;via=pinterpolitik&#038;related=pinterpolitik' target='_blank' rel="noopener noreferrer" >Share on X</a><br /><hr />
<p>Ia pun menjelaskan, nama Adil Makmur konon merupakan representasi perjuangan Prabowo-Sandi yang menginginkan keadilan dan kemakmuran. Kalau hanya kerja, kerja, kerja tanpa ada ikhtiar, karya dan seterusnya buat apa?</p>
<p><em>Waduh</em>, katanya mengkritik nama koalisi itu tidak baik, terus yang barusan itu disebut apa? <em>Eaakkk</em>, <em>kepancing nih yeee…</em></p>
<p>Sebenarnya pilpres itu apa sih? Ajang pemilihan presiden atau lomba saling ejek antar partai politik? Kok ya, hal-hal sepele aja dijadikan bahan <em>bully</em>i<em>ng</em>? Bagaimana politik di negeri ini mau dewasa kalau kelakuan para politisinya aja macam bocah baru gede? <em>Ishh…ishhh..ishhh…</em></p>
<p>Alangkah baiknya kalau pilpres diisi dengan perbincangan seputar isu-isu negara. Seperti yang Priyo katakan, lebih baik untuk ke depannya agar menyampaikan wacana dan pembicaraan yang substantif untuk kepentingan dan penyelamatan negara kita. Apalagi sekarang sedang dalam posisi pancaroba yang mengkhawatirkan.</p>
<p><em>Hmm</em>, sebagai rakyat diriku juga lebih menginginkan dialog berfaedah di antara para politisi. Dialog yang jujur dari hati ke hati. Bukan cuma dialog yang tujuannya untuk saling menjatuhkan. Capek tahu ngeliat orang debat sampai berurat-urat gitu. Ngeri banget! Kalau urutnya tetiba putus gimana itu ya? Amit-amit jabang bayi…</p>
<p><em>Mbok</em> ya kalau ngomong <em>woles</em> aja, biar yang nonton juga santai, nggak ikut-ikutan emosi. (E36</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/09/Politikus-PSI-Raja-Juli-Antoni.-Foto-Berita-Plat-Merah.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Prabowo Yakin Tanpa Kepala Daerah?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/prabowo-yakin-tanpa-kepala-daerah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[F41]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 19 Sep 2018 12:31:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Koalisi Indonesia Adil Makmur]]></category>
		<category><![CDATA[Pilpres 2019]]></category>
		<category><![CDATA[Prabowo Subianto]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=39923</guid>

					<description><![CDATA[&#8220;Jangan bertanding kalau Anda maunya hanya menang, tanpa siap untuk kalah.&#8221; ~Mario Teguh PinterPolitik.com [dropcap]P[/dropcap]asangan calon Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno telah memantapkan nama koalisinya dengan Koalisi Indonesia Adil Makmur. Bagus ya? Kayak lirik-lirik lagu wajib nasional gitu. Hehehe. Oh iya, meskipun telah memilih nama koalisi, namun kubu Prabowo-Sandiaga belum bisa mengumumkan susunan timsesnya. Alasannya? [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>&#8220;Jangan bertanding kalau Anda maunya hanya menang, tanpa siap untuk kalah.&#8221; ~Mario Teguh</strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #cedb2a;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]P[/dropcap]asangan calon Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno telah memantapkan nama koalisinya dengan Koalisi Indonesia Adil Makmur. Bagus ya? Kayak lirik-lirik lagu wajib nasional gitu. <em>Hehehe</em>.</p>
<p><em>Oh iya</em>, meskipun telah memilih nama koalisi, namun kubu Prabowo-Sandiaga belum bisa mengumumkan susunan timsesnya. Alasannya? Ya, karena memang belum sempurna. Kepastiannya akan diumumkan pada tanggal 20 September mendatang. Jadi, sabar ya <em>gaes…</em></p>
<p>Yang jelas, koalisi Adil Makmur akan diketuai oleh Djoko Santoso. Tim pemenangan Prabowo-Sandiaga juga dikabarkan gemuk, yakni beranggotakan ratusan orang. Mantaplah ya&#8230; Semoga perolehan suaranya juga gemuk. <em>Hihihi.</em></p>
<p>Dari ratusan orang yang tergabung dalam tim pemenangan, kubu Prabowo-Sandi memastikan kalau tidak akan ada satu pun nama kepala daerah di dalamnya.</p>
<hr /><p><em>Sebagai rakyat, rela nggak kepala daerahnya masuk tim kampanye calon presiden?</em><br /><a href='https://x.com/intent/tweet?url=https%3A%2F%2Fwww.pinterpolitik.com%2Fterkini%2Fprabowo-yakin-tanpa-kepala-daerah%2F&#038;text=Sebagai%20rakyat%2C%20rela%20nggak%20kepala%20daerahnya%20masuk%20tim%20kampanye%20calon%20presiden%3F&#038;via=pinterpolitik&#038;related=pinterpolitik' target='_blank' rel="noopener noreferrer" >Share on X</a><br /><hr />
<p><em>Uluh-uluh</em>, komitmen banget nih kayaknya. Tapi emang siapa aja sih kepala daerah yang mendukung Prabowo-Sandi? Kok ya jarang terdengar? Beda sama pendukung sebelah yang terang-terangan berkoar-koar? Tapi beneran ada <em>kan</em>? <em>Wkwkwkwk.</em></p>
<p>Ya pasti ada dong. Cuma nggak tahu deh kenapa sepi-sepi aja. Antara kepala daerahnya kurang eksis atau emang media yang males ngeliput. Atau emang dukungannya nggak sebanyak kubu sebelah ya? <em>Uwuwuwuw</em>, tapi tak merasa terintimidasi kan? Jangan <em>dong ah…</em></p>
<p>Tapi emang beneran nggak mau memanfaatkan kekuatan para kepala daerah nih? Kubu petahana saja bagi-bagi tugas untuk menjadikan kepala daerah sebagai pengarah teritorial. Lumayan kan tuh buat menarik suara? Lagian ada aturan yang membolehkan <em>kok.</em></p>
<p>Terus kenapa sih, kok menggembar-gemborkan banget agar kepala daerah tidak ikut kampanye? Berharap kubu sebelah terpancing dan mencoret nama-nama kepala daerahnya agar nggak ikut kampanye juga ya? Atau ini taktik pembelaan diri, supaya kesannya kubu sebelah nggak peduli dengan kepentingan rakyat karena memanfaatkan kepala daerah? <em>Ehhh…</em></p>
<p>Sekjen Gerindra Ahmad Muzani mengatakan, koalisinya meminta seluruh kepala daerah memimpin daerah masing-masing. Ia pun mengatakan struktur tim pemenangan ini akan terus digodok sampai batas pendaftaran ke Komisi Pemilihan Umum pada 20 September mendatang. Visi-misi Prabowo-Sandiaga juga masih perlu disempurnakan.</p>
<p><em>Wah</em>, <em>nggak</em> sekalian menyempurnakan kesiapan mental nih? Soalnya tahun ini kan sudah ke-4 kalinya. <em>Uwuwuwuw</em>, semangat ya… (E36)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/09/Prabowo-Subianto.-Foto-Kricom.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
