<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>Klenik &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/klenik/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Tue, 18 Nov 2025 11:29:10 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>Klenik &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Logika Mistika Hambat Kemajuan?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/in-depth/logika-mistika-hambat-kemajuan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[S13]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 18 Nov 2025 11:29:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Nalar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Klenik]]></category>
		<category><![CDATA[Politik Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Tan Malaka]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=165662</guid>

					<description><![CDATA[Ketika berbicara tentang kemerdekaan Indonesia, sebagian besar dari kita langsung terbayang perjuangan fisik melawan penjajah. Namun, bagi Tan Malaka, salah satu tokoh revolusioner paling brilian Indonesia, kemerdekaan memiliki dimensi yang jauh lebih dalam. ]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Dengarkan artikel ini:</p>



<figure class="wp-block-audio"><audio controls src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/11/tan-1-hh4dpgcp.mp3"></audio><figcaption class="wp-element-caption">Audio dibuat menggunakan AI.</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Ketika berbicara tentang kemerdekaan Indonesia, sebagian besar dari kita langsung terbayang perjuangan fisik melawan penjajah. Namun, bagi Tan Malaka, salah satu tokoh revolusioner paling brilian Indonesia, kemerdekaan memiliki dimensi yang jauh lebih dalam. Ia percaya bahwa kemerdekaan sejati tidak hanya soal mengusir Belanda dari tanah air, tetapi juga membebaskan pikiran rakyat dari belenggu mistisisme dan takhayul yang telah mengakar selama berabad-abad.</strong></p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide"/>



<p class="wp-block-paragraph"><strong><a href="https://www.pinterpolitik.com/in-depth">PinterPolitik.com</a></strong></p>



<p class="dropcapp2 wp-block-paragraph">Pandangan radikal Tan Malaka ini muncul dalam konteks perjuangan kemerdekaan yang penuh gejolak. Pada tahun 1925, ketika ia harus melarikan diri ke Singapura akibat ketidaksepakatannya dengan rencana pemberontakan PKI yang dinilainya prematur, Tan tidak menyia-nyiakan masa pengasingannya. Di tanah rantau, ia menulis risalah kritis berjudul &#8220;Massa Actie&#8221; yang mengungkapkan pemikirannya tentang hambatan mental yang dihadapi bangsa Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam tulisan tersebut, Tan Malaka melontarkan kritik yang sangat tajam: orang Indonesia tidak akan pernah benar-benar merdeka sebelum menghapus &#8220;kotoran kesaktian&#8221; dari dalam kepala mereka. Pernyataan provokatif ini bukan sekadar retorika politik, melainkan diagnosis mendalam tentang kondisi mental bangsa yang menurutnya menjadi penghalang utama kemajuan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pertanyaannya kemudian: apakah kritik Tan Malaka ini masih relevan dengan kondisi Indonesia kontemporer? Dan mengapa seorang revolusioner sekaliber Tan Malaka begitu peduli dengan soal mistisisme di tengah perjuangan fisik melawan kolonialisme?</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Pelarian dan Perlawanan Intelektual Tan Malaka</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Tahun 1925 adalah periode krusial dalam perjalanan hidup Tan Malaka. Ketika PKI merencanakan pemberontakan bersenjata terhadap Belanda yang kemudian meletus pada 1926, Tan justru mengambil posisi berbeda. Dengan analisis politiknya yang tajam, ia menilai pemberontakan tersebut dilakukan tanpa persiapan matang dan terlalu dini untuk dilaksanakan. Keputusan untuk tidak mendukung rencana ini membuatnya harus meninggalkan tanah air menuju Singapura.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pelarian ini sebenarnya memiliki dua motivasi. Selain ketidaksepakatan strategis dengan PKI, Tan Malaka juga mulai dianggap terlalu radikal dan kritis oleh pemerintah kolonial Belanda. Ancaman penangkapan semakin nyata, dan Singapura menjadi pelabuhan terdekat untuk menyelamatkan diri sambil tetap bisa memikirkan masa depan Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, pengasingan bukanlah akhir dari perjuangan Tan Malaka. Justru di Singapura, ia memulai bentuk perlawanan yang berbeda: perlawanan intelektual. Dengan pena sebagai senjata, ia menulis &#8220;Massa Actie&#8221;, sebuah risalah yang tidak hanya membahas strategi politik, tetapi juga menganalisis akar permasalahan mengapa bangsa Indonesia sulit mencapai kemerdekaan sejati.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam pengasingan itulah Tan Malaka mengembangkan pemikirannya tentang &#8220;kotoran kesaktian&#8221; yang kemudian menjadi fondasi kritiknya terhadap mistisisme. Baginya, perjuangan kemerdekaan tidak cukup hanya dengan mengangkat senjata atau melakukan aksi massa. Yang lebih fundamental adalah mengubah cara berpikir rakyat yang masih terbelenggu oleh kepercayaan irasional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pengalaman Tan Malaka sebagai guru dan pengamat sosial yang tajam membuatnya menyadari bahwa kepercayaan pada hal-hal mistis bukan sekadar tradisi yang tidak berbahaya. Ia melihat bagaimana kepercayaan ini dimanfaatkan oleh elite feodal dan bahkan penjajah untuk melanggengkan dominasi mereka. Rakyat yang percaya pada kesaktian, jimat, dan ramalan cenderung pasif dan mudah dikendalikan. Mereka menunggu mukjizat daripada mengambil tindakan rasional untuk mengubah nasib.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kritik Tan ini harus dipahami dalam konteks perjuangan kemerdekaan. Ia mengamati bahwa rakyat Indonesia sering kali lebih percaya pada dukun, ramalan, atau jimat daripada pada kekuatan kolektif dan strategi politik yang terorganisir. Ketika menghadapi penindasan kolonial, alih-alih mengorganisir diri secara rasional, banyak yang justru mencari solusi melalui praktik mistis yang tidak efektif.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tan Malaka berpendapat bahwa kemerdekaan memiliki dua dimensi. Dimensi pertama adalah kemerdekaan politik: mengusir penjajah dan merebut kedaulatan. Tetapi dimensi kedua, yang tidak kalah penting, adalah kemerdekaan intelektual: membebaskan pikiran dari belenggu kepercayaan irasional yang menghambat kemampuan berpikir kritis dan analitis.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kritik Tan Malaka ini kemudian dikembangkan lebih sistematis dalam karya monumentalnya &#8220;Madilog&#8221; (Materialisme, Dialektika, dan Logika). Dalam bab pertama yang berjudul &#8220;Logika Mistika&#8221;, ia menganalisis secara mendalam bagaimana cara berpikir mistis menghambat kemajuan Indonesia. Ia berargumen bahwa logika mistika adalah antitesis dari logika rasional yang dibutuhkan untuk membangun bangsa yang merdeka dan maju.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Penghalang Rasionalitas</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Tan Malaka tidak berhenti pada kritik permukaan terhadap praktik mistis. Ia menggali lebih dalam untuk memahami akar permasalahannya. Dalam analisisnya, kepercayaan pada hal-hal gaib, takhayul, dan dongeng dalam masyarakat Indonesia adalah produk dari mental feodal yang telah mendarah daging selama berabad-abad.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Apa hubungan antara feodalisme dan mistisisme? Dalam sistem feodal, kekuasaan dilegitimasi melalui narasi supernatural. Raja-raja dan bangsawan mengklaim memiliki darah keturunan dewa, kesaktian khusus, atau berkah dari alam gaib. Rakyat jelata diajarkan untuk percaya bahwa hierarki sosial adalah kehendak takdir atau kekuatan supernatural yang tidak bisa dilawan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sistem kepercayaan ini sangat efektif untuk mempertahankan status quo. Ketika rakyat percaya bahwa nasib mereka ditentukan oleh kekuatan gaib, mereka tidak akan berusaha mengubah struktur sosial yang menindas mereka. Ketika kemiskinan dijelaskan sebagai kutukan atau karma, bukan sebagai hasil dari eksploitasi ekonomi, maka tidak akan ada perlawanan terhadap ketidakadilan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tan Malaka mengamati bahwa mentalitas feodal ini terus bertahan bahkan setelah sistem feodal formal mulai runtuh. Kepercayaan pada kesaktian, jimat, dan praktik mistis lainnya adalah warisan dari cara berpikir feodal yang masih hidup dalam keseharian masyarakat. Dan yang paling berbahaya, mentalitas ini membuat rakyat mudah dimanipulasi oleh mereka yang lebih rasional dan pintar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pandangan Tan Malaka ini sejalan dengan teori sosiolog terkenal Max Weber tentang rasionalisasi dan modernisasi. Dalam karyanya &#8220;The Protestant Ethic and the Spirit of Capitalism&#8221;, Weber menjelaskan bahwa salah satu kunci kemajuan Barat adalah proses &#8220;disenchantment of the world&#8221; atau penghilangan dimensi magis dari pandangan dunia. Masyarakat yang meninggalkan pemikiran magis dan mengadopsi rasionalitas cenderung lebih maju secara ekonomi dan sosial.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Weber berargumen bahwa rasionalisasi memungkinkan masyarakat untuk memahami dunia melalui sebab-akibat yang dapat diprediksi, bukan melalui kehendak dewa atau kekuatan gaib. Ini memungkinkan pengembangan sains, teknologi, dan sistem ekonomi modern. Masyarakat yang masih terjebak dalam worldview magis akan kesulitan mengadopsi cara berpikir yang diperlukan untuk modernisasi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kritik Tan Malaka terhadap mistisisme pada dasarnya adalah seruan untuk rasionalisasi masyarakat Indonesia. Ia ingin rakyat Indonesia meninggalkan cara berpikir feodal-mistis dan mengadopsi cara berpikir rasional-kritis yang diperlukan untuk membangun bangsa modern yang merdeka dan maju.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, kritik Tan bukan berarti penolakan total terhadap budaya atau spiritualitas. Yang ia kritik adalah kepercayaan irasional yang menghambat kemampuan berpikir kritis dan mengambil tindakan rasional untuk mengubah kondisi sosial-politik. Ia ingin rakyat Indonesia menjadi subjek aktif yang menentukan nasib sendiri, bukan objek pasif yang menunggu intervensi kekuatan gaib.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hampir satu abad setelah Tan Malaka menulis kritiknya, pertanyaan yang ia ajukan masih relevan: apakah mistisisme dan takhayul masih menghambat kemajuan Indonesia? Dalam era modern ini, kita masih sering melihat fenomena yang dikritik Tan: politisi yang berkonsultasi dengan dukun, bisnis yang menggunakan jimat, atau keputusan penting yang didasarkan pada ramalan mistis daripada analisis rasional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada akhirnya, seperti yang dikatakan Nelson Mandela, &#8220;Pendidikan adalah senjata paling ampuh yang bisa kau gunakan untuk mengubah dunia.&#8221; Tan Malaka percaya hal yang sama. Baginya, pendidikan dan pencerahan pikiran adalah kunci untuk membebaskan rakyat dari belenggu mistisisme dan mental feodal. Hanya dengan cara berpikir rasional dan kritis, Indonesia dapat mencapai kemerdekaan sejati dan kemajuan yang berkelanjutan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Warisan intelektual Tan Malaka mengingatkan kita bahwa perjuangan membangun bangsa bukan hanya soal infrastruktur fisik atau pertumbuhan ekonomi, tetapi juga soal transformasi mental. Kemerdekaan yang sejati dimulai dari pikiran yang merdeka dari takhayul dan mampu berpikir logis untuk menghadapi tantangan zaman. Menarik untuk ditunggu kelanjutannya. (S13)</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<div class="youtube-embed" data-video_id="Lg5x8PE9rjQ"><iframe title="Misteri PKI di Penculikan Rengasdengklok" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/Lg5x8PE9rjQ?start=54&#038;feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe></div>
</div></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		<enclosure url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/11/tan-1-hh4dpgcp.mp3" length="3927182" type="audio/mpeg" />

			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/11/20251118_1820_mystical-smoke-ritual_remix_01kabay8gvf9msf432yp2zqdt6-1024x683.png" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Perang Santet di 2019</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/in-depth/perang-santet-di-2019/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[S13]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 06 Apr 2018 13:13:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nalar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Harimau Jawa]]></category>
		<category><![CDATA[Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[Klenik]]></category>
		<category><![CDATA[Paranormal]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=25747</guid>

					<description><![CDATA[Ancaman seorang paranormal berjulukan “Harimau Jawa” untuk menyantet Prabowo Subianto, membuka perdebatan tentang hubungan antara dunia klenik dengan politik. Akankah terjadi pertarungan paranormal pada Pilpres 2019 nanti? PinterPolitik.com “But I do believe in the paranormal, that there are things our brains just can&#8217;t understand.” &#8211; Art Bell, penyiar &#8211; [dropcap]A[/dropcap]wal minggu ini publik dikejutkan dengan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>Ancaman seorang paranormal berjulukan “Harimau Jawa” untuk menyantet Prabowo Subianto, membuka perdebatan tentang hubungan antara dunia klenik dengan politik. Akankah terjadi pertarungan paranormal pada Pilpres 2019 nanti?</strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #cedb2a;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<blockquote class="td_quote_box td_box_center"><p><strong>“But I do believe in the paranormal, that there are things our brains just can&#8217;t understand.” </strong></p>
<p><strong>&#8211; Art Bell, penyiar &#8211;<br />
</strong></p></blockquote>
<p>[dropcap]A[/dropcap]wal minggu ini publik dikejutkan dengan beredarnya video dari seorang pria berjulukan “Harimau Jawa”. Pria yang diketahui berprofesi sebagai paranormal tersebut menyebut dirinya kecewa dengan pernyataan Prabowo Subianto yang meramalkan Indonesia akan hancur pada tahun 2030. Sebelumnya, dalam sebuah pidato politik, Prabowo sempat meramalkan bahwa sebagai sebuah negara, Indonesia akan hancur pada 2030.</p>
<p>Akibatnya sang Harimau Jawa menyebut akan menyantet Prabowo dan membuat mantan Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus itu menderita. Bahkan ia menyebut sakit stroke yang menimpa Prabowo adalah akibat perbuatan dirinya.</p>
<blockquote class="twitter-tweet" data-width="550" data-dnt="true">
<p lang="in" dir="ltr">Ngeri!!! Mengaku &#39;Harimau Jawa&#39; Orang ini Sesumbar akan Santet Prabowo Subianto <a href="https://t.co/a7Gt6yVtqd">pic.twitter.com/a7Gt6yVtqd</a></p>
<p>&mdash; M. KHUMAINI (@mkhumaini) <a href="https://twitter.com/mkhumaini/status/980057306934140929?ref_src=twsrc%5Etfw">March 31, 2018</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p>Belakangan, pria tersebut diketahui bernama asli <a href="https://www.viva.co.id/berita/nasional/1022204-terkuak-ini-identitas-pria-yang-mau-santet-prabowo"><strong>Ario Candra Ari Wibowo</strong></a> dan memang merupakan seorang paranormal di Kediri, Jawa Timur.</p>
<p>Akibat pernyataannya tersebut, reaksi bermunculan dari banyak pihak, terutama dari para pendukung Prabowo. Banyak dari antaranya yang mengancam balik Ario Candra, termasuk membenturkannya dengan ajaran agama – kembali membuka benturan politik dengan basis agama lagi.</p>
<p>Sementara itu, Wakil Ketua DPR sekaligus juga Wakil Ketua Partai Gerindra, <a href="https://www.jawapos.com/read/2018/04/02/200761/prabowo-disumpahi-harimau-jawa-stroke-fadli-zon-itu-orang-suruhan"><strong>Fadli Zon</strong></a>, menduga aksi Harimau Jawa terjadi karena disuruh oleh orang, bahkan sangat mungkin dilakukan oleh lawan politik Prabowo. Menurutnya tidak mungkin orang tersebut mengeluarkan pernyataan yang demikian atas kehendaknya sendiri.</p>
<p>Terlepas dari kontroversi pernyataan Ario, nyatanya kasus ini kemudian memunculkan perdebatan tentang kiprah paranormal dalam politik. Apakah memang dengan sebegitu rasionalnya dunia politik, hal-hal klenik masih memiliki peran yang besar? Mungkinkah pertarungan politik di 2019 nanti juga akan melibatkan paranormal dan hal-hal berbau klenik?</p>
<h4><strong>Klenik dan Politik</strong></h4>
<p>Tidak ada yang meragukan bahwa politik adalah dunia yang rasional. Rasionalitas itu misalnya tergambar dalam pendekatan macam <a href="https://www.jstor.org/stable/1407756?seq=1#page_scan_tab_contents"><strong><em>rational choice </em></strong></a>yang biasanya dipakai untuk menganalisis perilaku politik entitas tertentu.</p>
<p>Namun, pada titik tertentu, ketika berhadapan dengan cara-cara untuk mencapai kekuasaan, politik sangat mungkin keluar dari gagasan rasional, dan beralih pada hal-hal yang cenderung metafisik. Bahkan tidak jarang berujung pada sesuatu yang mistis atau klenik. Hal-hal tersebut sekalipun tidak rasional – tidak mampu dijangkau akal sehat – tetapi tetap dijalankan asalkan kekuasaan dapat diraih.</p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone wp-image-25749 size-full" src="https://pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/04/2018-04-06-INFOGRAFIS-perang-santet-di-2019-S13.jpg" alt="Perang Santet di 2019" width="1080" height="1080" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/04/2018-04-06-INFOGRAFIS-perang-santet-di-2019-S13.jpg 1080w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/04/2018-04-06-INFOGRAFIS-perang-santet-di-2019-S13-135x135.jpg 135w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/04/2018-04-06-INFOGRAFIS-perang-santet-di-2019-S13-150x150.jpg 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/04/2018-04-06-INFOGRAFIS-perang-santet-di-2019-S13-300x300.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/04/2018-04-06-INFOGRAFIS-perang-santet-di-2019-S13-768x768.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/04/2018-04-06-INFOGRAFIS-perang-santet-di-2019-S13-1024x1024.jpg 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/04/2018-04-06-INFOGRAFIS-perang-santet-di-2019-S13-696x696.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/04/2018-04-06-INFOGRAFIS-perang-santet-di-2019-S13-1068x1068.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/04/2018-04-06-INFOGRAFIS-perang-santet-di-2019-S13-420x420.jpg 420w" sizes="(max-width: 1080px) 100vw, 1080px" /></p>
<p>Faktanya, politik dan dunia klenik atau paranormal atau bahkan perdukunan punya hubungan yang kuat sepanjang sejarah manusia. Di negara-negara yang memandang rasionalitas  dalam kerangka berpikir filsuf macam Rene Descartes (1596-1950) dengan ungkapannya yang terkenal “cogito ergo sum” – artinya ‘saya berpikir maka saya ada’ – hal-hal klenik dan mistis pada titik tertentu masih punya tempat tersendiri.</p>
<p>Bahkan, banyak di antaranya yang justru mempengaruhi tokoh-tokoh politik dan pemimpin besar sepanjang sejarah atau mereka-mereka yang dianggap paling rasional.</p>
<p>Presiden ke-16 Amerika Serikat (AS), Abraham Lincoln misalnya, merupakan salah satu pemimpin yang percaya bahwa hal-hal supernatural punya hubungan dengan kekuasaan politik seseorang. Kisah tentang perempuan muda bernama Nettie Colburn yang disebut sebagai <a href="http://www.mrlincolnswhitehouse.org/residents-visitors/marys-charlatans/marys-charlatans-nettie-colburn-1841-1892/"><strong>medium komunikasi</strong></a> Lincoln dengan dunia lain masih menjadi perbincangan hangat hingga hari ini.</p>
<p>Hal serupa juga dipercaya terjadi pada beberapa Presiden AS setelahnya. Presiden Ronald Reagan misalnya, disebut <a href="https://www.salon.com/2017/07/19/steve-bannon-and-the-occult-the-right-wings-long-strange-love-affair-with-new-age-mysticism-2/"><strong>mengadopsi</strong></a> pemikiran tentang mistisisme dari buku “The Secret Teachings of All Ages” yang ditulis oleh ahli ilmu gaib Manly P. Hall ketika mengambil kebijakan politik.</p>
<p>Di belahan bumi lain, diktator besar sekelas Adolf Hitler pun disebut menaruh kepercayaan terhadap peran paranormal dalam melanggengkan kekuasaannya. Hitler menggunakan jasa cenayang bernama <a href="https://www.newdawnmagazine.com/articles/erik-jan-hanussen-hitlers-jewish-psychic"><strong>Erik Jan Hanussen</strong></a> sebagai salah satu penasehat kebijakan-kebijakannya. Erik disebut-sebut selalu hadir ketika Hitler membuat kebijakan politik tertentu.</p>
<p>Menariknya, Erik adalah cenayang berdarah Yahudi – etnis yang oleh Hitler direpresi habis-habisan di Jerman. Hitler nyatanya sangat percaya pada hal-hal klenik, termasuk dengan mengoleksi pusaka tertentu.</p>
<p>Hal serupa juga terjadi pada Kaisar terakhir Rusia, Tsar Nicholas II yang menjadi salah satu pemimpin besar yang begitu mempercayai paranormal. Sebagai penasehat Tsar Nicholas II, Gregori Rasputin mungkin menjadi salah satu cenayang paling terkenal dalam dunia politik. Ia menjadi orang yang ikut menentukan kebijakan politik sang Kaisar.</p>
<p>Menariknya, pasca Revolusi Bolshevik yang menurunkan Tsar Nicholas II, posisi paranormal dalam politik masih terus kukuh di kepemimpinan-kepemimpinan selanjutnya di Uni Soviet. Joseph Stalin misalnya dikenal mempercayai nasehat-nasehat dari seorang paranormal bernama Wolf Messing. Messing dijuluki sebagai “penyihir” pada zaman itu, bahkan juga <a href="https://www.salon.com/2017/07/19/steve-bannon-and-the-occult-the-right-wings-long-strange-love-affair-with-new-age-mysticism-2/"><strong>ditakuti</strong></a> oleh Hitler, dan nasehat-nasehatnya sangat diperhatikan oleh Stalin.</p>
<p>Masih banyak daftar pemimpin dunia yang mempercayai hal-hal klenik. Bahkan di era saat ini, tokoh macam mantan Presiden Korea Selatan <a href="https://www.npr.org/sections/parallels/2016/11/01/500176290/pressure-mounts-on-s-korean-president-to-step-down-amid-scandal"><strong>Park Geun-hye</strong></a> disebut-sebut punya paranormal bernama Choi Soon-sil yang menjadi penasehatnya. Nama terakhir disebut-sebut sebagai penyebab Park terkena skandal korupsi yang mengakhiri masa jabatannya.</p>
<p>Pada Pemilu AS 2016 lalu pun, peran paranormal juga disebut-sebut ikut andil, setidaknya menurut beberapa pihak. Penasehat politik Presiden Donald Trump, <a href="https://www.salon.com/2017/07/19/steve-bannon-and-the-occult-the-right-wings-long-strange-love-affair-with-new-age-mysticism-2/"><strong>Steve Bannon</strong></a> disebut-sebut sebagai orang yang sangat percaya pada hal-hal mistis dan klenik.</p>
<p>Fakta ini jelas menunjukkan bahwa di negara demokrasi modern macam AS pun, hal-hal klenik dan mistis – yang seringkali tidak rasional – masih dianggap punya dampak yang besar terhadap politik.</p>
<p>Lalu, bagaimana dengan di Indonesia? Nyatanya, Presiden yang paling lama berkuasa di negeri ini, Soeharto, adalah orang yang sangat percaya pada peran paranormal atau hal-hal yang berbau mistis.</p>
<p>Saat berkuasa, Soeharto menggunakan jasa Sudjono Humardani dan sekitar 200-an paranormal sebagai penasehat politiknya. Bahkan, saat itu muncul istilah <a href="https://www.merdeka.com/peristiwa/kisah-dukun-yang-jadi-menteri-urusan-mistis-di-era-soeharto.html"><strong>“menteri mistis”</strong> </a>yang disematkan pada Sudjono. Soeharto juga mempunyai koleksi 2000 lebih pusaka – hal yang lagi-lagi menunjukkan bahwa mistisisme benar-benar mewarnai 32 tahun kekusaan sang presiden.</p>
<p>Dengan banyaknya pemimpin yang masih menaruh kepercayaan terhadap hal-hal yang bersifat klenik dan mistis, jelas menunjukkan bahwa politik – bahkan bagi yang beragama sekalipun – masih menganggap kekuatan lain di luar kampanye program kerja atau strategi politik menggaet pemilih misalnya, sebagai hal yang punya pengaruh besar terhadap probabilitas kemenangan dalam Pemilu atau eksistensi tokoh berkuasa.</p>
<p>Hal ini menarik karena melahirkani benturan dengan makin kuatnya strategi politik yang berbasis pendekatan ilmiah, katakanlah yang dilakukan oleh konsultan-konsultan politik. Pertanyaannya adalah metode mana yang akan menang?</p>
<h4><strong>Perang Paranormal di 2019?</strong></h4>
<p>Munculnya pria berjuluk Harimau Jawa memang menimbulkan spekulasi, akankah pertarungan politik di 2019 juga akan menjadi ajang “pertarungan” kehebatan paranormal. Yang jelas, jika berkaca pada Pemilu 2014 lalu, nyatanya jasa paranormal <a href="https://news.detik.com/berita/2412724/permintaan-jasa-dukun-melonjak-jelang-pemilu"><strong>laris manis</strong></a> menjelang gelaran politik tersebut.</p>
<p>Paranormal macam Ki Joko Bodo misalnya, mendapatkan begitu banyak klien politisi yang resah dan memohon petunjuk atau strategi pemenangan darinya. Sebagian besar merasa kurang percaya diri dengan kapasitas politiknya, sehingga mengalihkan pandangan pada dukungan paranormal, ketimbang menggunakan jasa konsultan politik.</p>
<p>Menariknya, belakangan ini politik yang makin rasional – katakanlah dengan hadirnya makin banyak lembaga konsultan politik – tetap tidak menyurutkan posisi paranormal. Politisi umumnya tidak percaya diri jika belum datang meminta nasehat dari seorang paranormal, demikian yang pernah disampaikan oleh mantan politisi Partai Demokrat, <a href="https://news.detik.com/berita/2412724/permintaan-jasa-dukun-melonjak-jelang-pemilu"><strong>Ruhut Sitompul. </strong></a></p>
<p>Artinya, strategi kampanye untuk Pilpres 2019 pun akan ikut terpengaruh. Tinggal menunggu kubu mana yang paranormalnya paling kuat dan jampi-jampinya paling sakti. Publik akan menyaksikan bagaimana metode Ki Joko Bodo misalnya akan berhadapan dengan strategi berbasis survei politik ala konsultan macam Eep Saefulloh. Menarik untuk ditunggu hasilnya. (S13)</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/04/sdfsd-1024x676.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
