<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>KKP &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/kkp/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Tue, 14 Jan 2025 01:52:21 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>KKP &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Misteri Pagar Laut 30 KM Tangerang</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/infografis/misteri-pagar-laut-30-km-tangerang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[E95]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 10 Jan 2025 06:49:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[30KM]]></category>
		<category><![CDATA[KKP]]></category>
		<category><![CDATA[Pagar Laut]]></category>
		<category><![CDATA[PIK 2]]></category>
		<category><![CDATA[Tangerang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=157969</guid>

					<description><![CDATA[Hmm&#160;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/01/misteri-pagar-laut-30-km-tangerang-1-1024x1024.png" alt="misteri pagar laut 30 km tangerang 1" class="wp-image-157972" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/01/misteri-pagar-laut-30-km-tangerang-1-1024x1024.png 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/01/misteri-pagar-laut-30-km-tangerang-1-300x300.png 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/01/misteri-pagar-laut-30-km-tangerang-1-150x150.png 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/01/misteri-pagar-laut-30-km-tangerang-1-768x768.png 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/01/misteri-pagar-laut-30-km-tangerang-1-696x696.png 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/01/misteri-pagar-laut-30-km-tangerang-1-1068x1068.png 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/01/misteri-pagar-laut-30-km-tangerang-1.png 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/01/misteri-pagar-laut-30-km-tangerang-2-1024x1024.png" alt="misteri pagar laut 30 km tangerang 2" class="wp-image-157973" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/01/misteri-pagar-laut-30-km-tangerang-2-1024x1024.png 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/01/misteri-pagar-laut-30-km-tangerang-2-300x300.png 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/01/misteri-pagar-laut-30-km-tangerang-2-150x150.png 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/01/misteri-pagar-laut-30-km-tangerang-2-768x768.png 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/01/misteri-pagar-laut-30-km-tangerang-2-696x696.png 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/01/misteri-pagar-laut-30-km-tangerang-2-1068x1068.png 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/01/misteri-pagar-laut-30-km-tangerang-2.png 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Hmm&nbsp;</p>



<figure class="wp-block-image"><img decoding="async" src="https://fonts.gstatic.com/s/e/notoemoji/16.0/1f914/32.png" alt="🤔" /></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/01/misteri-pagar-laut-30-km-tangerang-1-1024x1024.png" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Jokowi Tak Ragu “Eliminasi” Prabowo?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/in-depth/jokowi-tak-ragu-eliminasi-prabowo/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[J61]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 03 Dec 2020 11:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nalar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Gerindra]]></category>
		<category><![CDATA[Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[KKP]]></category>
		<category><![CDATA[KPK]]></category>
		<category><![CDATA[Prabowo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=96977</guid>

					<description><![CDATA[Muncul saran agar Presiden Jokowi tak lagi memilih kader Gerindra untuk menggantikan Edhy Prabowo dari posisi Men KP demi mengindari preseden minor pemberantasan korupsi yang lebih akut. Lantas, apakah Presiden Jokowi berani untuk membuat keputusan itu dengan situasi dan perhitungan politik yang ada saat ini? PinterPolitik.com Efek dari tertangkapnya eks Menteri Kelautan dan Perikanan (Men [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<h4 class="wp-block-heading"><strong>Muncul saran agar Presiden Jokowi tak lagi memilih kader Gerindra untuk menggantikan Edhy Prabowo dari posisi Men KP demi mengindari preseden minor pemberantasan korupsi yang lebih akut. Lantas, apakah Presiden Jokowi berani untuk membuat keputusan itu dengan situasi dan perhitungan politik yang ada saat ini?</strong></h4>



<hr class="wp-block-separator is-style-wide" />



<p class="wp-block-paragraph"><strong><a href="https://www.pinterpolitik.com/">PinterPolitik.com</a></strong></p>



<p class="has-drop-cap wp-block-paragraph">Efek dari tertangkapnya eks Menteri Kelautan dan Perikanan (Men KP) Edhy Prabowo agaknya berbuntut panjang. Magnitudonya bahkan turut dirasakan hingga Istana dan membuat spekulasi mengenai apa yang terjadi saat ini di Medan Merdeka Utara mengemuka.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hal ini setelah pertanyaan seputar siapa pengganti Edhy dan kapan pergantian itu dilakukan, belum dapat dijawab dengan pasti oleh pusat. Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko sebagai corong resmi Istana pun belum dapat memberikan kepastian itu dan justru meminta khalayak untuk menunggu hingga saatnya nanti.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Berkaca pada kesan kemungkinan alotnya pertimbangan politik dalam menentukan pengganti Edhy, sejumlah pengamat menilai bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) sedang mengalami dilema dalam menetapkan nama orang nomor satu di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebuah dilema yang disebut-sebut terkait dengan pilihan apakah akan kembali mengusung nama pengganti dari Gerindra, atau justru memilih opsi lainnya yang berasal dari&nbsp;<em>expert</em>&nbsp;atau bahkan partai politik (parpol) lain.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dilema inilah yang ditengarai membuat pergerakan dan keputusan untuk mengganti nama Edhy tak segesit ketika Agus Gumiwang Kartasasmita menggantikan Idrus Marham sebagai Menteri Sosial pada 2018 silam.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lantas, benarkah Presiden Jokowi sedang dihadapkan pada dilema dalam menentukan pengganti Edhy Prabowo? Jika ya, mengapa demikian?</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Efek Samping Kartel Politik Jokowi?</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Salah satu kemungkinan jika Jokowi benar-benar mengalami dilema dalam menetapkan pengganti Edhy ialah akibat kartelisasi politik yang dibangun eks Wali Kota Solo itu sendiri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagaimana yang diketahui, eksistensi Gerindra dalam Kabinet Indonesia Maju awalnya tak diharapkan sejumlah parpol yang telah “berdarah-darah” memenangkan Jokowi-Ma’ruf.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Seperti yang dikemukakan oleh profesor ilmu politik University of Michigan, Dan Slater&nbsp;<strong><a href="https://www.eastasiaforum.org/2018/03/14/party-cartelisation-indonesian-style/">dalam</a></strong>&nbsp;<em>Party cartelisation, Indonesian-style</em>, kartelisasi parpol telah menjadi karakter Presiden Jokowi dalam mengkonsolidasikan kekuatan sebesar-besarnya dari para parpol dalam membangun pemerintahan, baik level eksekutif maupun legislatif.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di kemudian hari, tendensi kartelisasi politik itu terlihat dengan merangkul Prabowo Subianto dan Gerindra yang bahkan tak ikut berjuang di 2019.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun dalam upaya terakhirnya itu, sesungguhnya Jokowi mengalami persoalan tersendiri. Pasalnya, diduga terdapat semacam resistensi di internal koalisi yang terkesan enggan menerima Gerindra.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Seperti yang diketahui, parpol seperti Nasdem dan Golkar ialah pihak yang secara eksplisit menolak. Elite Nasdem, Johnny G. Plate saat itu mempertanyakan apa manfaatnya elemen oposisi bergabung dalam pemerintah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara Golkar melalui Ace Hasan Syadzily menyatakan sikap enggan jika Prabowo dan Gerindra berada di dalam pemerintahan karena lebih menginginkan keduanya sebagai oposisi. Bahkan Ace juga menilai tidak etis jika Gerindra meminta atau mendapat kursi menteri jika nantinya bergabung.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Setelah sikap tersebut, safari politik dilakukan Prabowo secara personal kepada Surya Paloh, Muhaimin Iskandar, dan Airlangga Hartarto. Meskipun kemudian tensi tampak usai, tentu tak diketahui apa yang sesungguhnya dirasakan oleh para parpol yang berjuang memenangkan Jokowi dan harus kehilangan jatah kursi menteri karena Prabowo dan Gerindra bergabung.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lantas saat variabel lain bersemi, seperti elektabilitas dan manuver personal Prabowo dan Gerindra menatap 2024, hingga Gerindra lewat Fadli Zon yang tak jarang mengkritik pedas pemerintah, bisa jadi membuat preseden minor kembali muncul dari koalisi politik Jokowi-Ma’ruf yang sebelumnya berpeluh di 2019 dan juga punya ambisi di 2024.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dan ketika kader Gerindra yang diberikan jatah menteri oleh Presiden Jokowi terkena kasus korupsi, bukan tidak mungkin di balik layar akan kembali bangkit kecenderungan resistensi atas keberadaan Prabowo dan Gerindra dalam koalisi yang sekarang justru memberikan citra minor bagi pemerintah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Apalagi ketika membicarakan jatah berharga dari satu kursi menteri yang lowong, di mana tentu bisa saja preseden di atas dapat menjadi justifikasi. Momentum tertangkapnya Edhy agaknya memberikan semacam tekanan pada Presiden Jokowi bahwa merangkul Gerindra dan Prabowo adalah keputusan yang kurang tepat. Yang mana pada akhirya merembet pada dilema penunjukkan pengganti Edhy Prabowo.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Terlebih, menurut Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah, jika Presiden Jokowi kembali menempatkan kader Gerindra di KKP, potensi&nbsp;<strong><a href="https://www.cnnindonesia.com/nasional/20201127100837-32-575192/menteri-pengganti-edhy-prabowo-riak-koalisi-gerindra-jokowi">abuse of power&nbsp;</a></strong>menteri baru nantinya akan cukup tinggi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Potensi itu diperkirakan akan menimbulkan impresi minor tersendiri dari publik, utamanya terkait pengusutan kasus yang bisa saja akan meluas. Dedi berkesimpulan bahwa memang sudah seharusnya mantan Gubernur DKI Jakarta itu tidak kembali memilih kader Gerindra untuk menggantikan posisi Edhy.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kendati demikian pertanyaannya, beranikah Presiden Jokowi melakukan itu jika berkaca pada relevansi ketokohan dan pengaruh Prabowo Subianto sebagai pentolan Gerindra?</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Keputusan Sangat Sulit?&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Tom Christensen&nbsp;<strong><a href="https://link.springer.com/chapter/10.1057/9781137274618_8">dalam</a></strong>&nbsp;<em>Decision-Making in the Political Environment</em>, menjelaskan bahwa proses pengambilan keputusan dalam konteks politik selalu memiliki derajat kerumitan yang tinggi, dengan komponen pertimbangan yang kompleks.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dan dalam proses tersebut, Christensen menyebutkan&nbsp;<em>technical environment</em>&nbsp;sebagai pertimbangan yang muncul akibat tekanan isu-isu yang berkaitan dengan aspek instrumental. Aspek itu di antaranya dapat berupa tekanan politik, sosial, teknologi, ekonomi, maupun keamanan yang mungkin menjadi sangat penting jika berkaca pada urgensi isu serta ketergantungan terhadap sebuah lembaga dan aktor pendukung yang kuat di baliknya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada konteks melihat keputusan Presiden Jokowi dalam upayanya menentukan siapa Men KP yang baru, agaknya&nbsp;<em>technical environtment</em>&nbsp;yang dikemukakan Christensen di atas menjadi satu hal serius yang dipertimbangan sang Kepala Negara.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Terlebih ketika faktor dan “tekanan” secara politik juga ada dari sisi Prabowo dan Gerindra.&nbsp;<em>Wa-bil</em>&nbsp;khusus Prabowo, tajinya sebagai Menteri Pertahanan (Menhan) saat ini juga dianggap masih sangat dibutuhkan oleh Presiden Jokowi saat ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bersamaan dengan menyeruaknya kasus rasuah Edhy Prabowo, gejolak politik dan keamanan terjadi di sejumlah wilayah di tanah air. Mulai dari intrik yang dipicu manuver Habib Rizieq Shihab sepulang dari Arab Saudi, teror keji di Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng), hingga klaim Benny Wenda pasca HUT OPM 1 Desember lalu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menariknya, ketiga gejolak itu dihadapi pemerintahan Presiden Jokowi dengan pendekatan bertendensi militeristik. Jika pendekatan militeristik telah lama dilakukan pada konteks Papua, hal yang sama nyatanya juga diterapkan pada dua turbulensi keamanan lainnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Show of force</em>&nbsp;prajurit TNI dengan kendaraan taktis, termasuk milik Koopsus, di Petamburan, disusul dengan pengerahan pasukan khusus untuk memberangus teroris yang beraksi di Sigi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagai referensi utama Presiden Jokowi di bidang pertahanan dan keamanan, Prabowo Subianto mungkin saja berperan cukup konstruktif dalam langkah “sensasional” pelibatan militer tersebut dalam beberapa kasus keamanan belakangan ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Seperti yang jamak diketahui, Prabowo Subianto bisa dikatakan sebagai&nbsp;<em>living legend</em>&nbsp;di ranah pertahanan, keamanan, dan militer. Dengan reputasi dan pengalamannya, sosok Prabowo disebut masih memiliki pengaruh psikologis yang kuat di angkatan bersenjata, dunia yang membesarkan namanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Artinya, secara politik Prabowo Subianto dengan pengaruh dan reputasinya tampak dapat pula melegitimasi, baik di depan maupun di balik layar, dari manuver&nbsp;<em>deterrence</em>&nbsp;Presiden Jokowi ketika belakangan kerap mengoptimalkan peran militer dalam sejumlah isu keamanan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Vitalnya sosok Prabowo serta variabel isu keamanan yang sedang berkembang belakangan ini dinilai menjadi hambatan terbesar jika Presiden Jokowi ingin menyudahi atau “mengusik” kepentingan politik mantan Danjen Kopassus itu di kabinet. Apalagi eksistensi Prabowo dan Gerindra awalnya direstui sendiri oleh Presiden Jokowi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagaimanapun, keputusan siapa pengganti Edhy di kursi Men KP agaknya masih menjadi bola panas yang hingga kini seolah tengah berusaha keras untuk dijinakkan oleh Presiden Jokowi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Opsi nama&nbsp;<em>expert</em>&nbsp;atau ahli dinilai akan membawa tendensi yang sama saja bagi kubu Prabowo dan Gerindra, ketika pada saat yang sama, agaknya tetap dapat diinterpretasikan akan menyunat signifikansi partai berlambang kepala garuda itu di pemerintahan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Yang jelas, keputusan final Presiden Jokowi dalam konteks pengganti Edhy Prabowo dinilai akan menjadi sangat vital dalam menentukan konstelasi politik level tertinggi negeri ke depannya. Menarik untuk ditunggu kelanjutannya. (J61)</p>



<hr class="wp-block-separator is-style-wide" />



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="Licensed To Kill Lies - John Zachary Series Episode 11" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/ebllXlxYocY?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di <a href="http://bit.ly/ruang-publik"><strong>bit.ly/ruang-publik</strong></a> untuk informasi lebih lanjut.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/Jokowi-Tak-Ragu-Eliminasi-Prabowo-1024x576.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Aqunya Aman?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/infografis/aqunya-aman/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R55]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 Jul 2020 03:56:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[Edhy Prabowo]]></category>
		<category><![CDATA[KKP]]></category>
		<category><![CDATA[Susi Pudjiastuti]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=80798</guid>

					<description><![CDATA[Susi Pudjiastuti kritik menteri Edhy Prabowo terkait pencabutan larangan ekspor benih lobster. DPR sebut susi belum move on. Tempo sebut banyak politikus terlibat dalam jaringan ekspor benih lobster.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-80799" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2020/07/Poster-Aqunyaaman-.jpg" alt="Aqunya Aman?" width="1080" height="1300" /></p>
<p>Susi Pudjiastuti kritik menteri Edhy Prabowo terkait pencabutan larangan ekspor benih lobster. DPR sebut susi belum move on. Tempo sebut banyak politikus terlibat dalam jaringan ekspor benih lobster.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2020/07/Poster-Aqunyaaman-.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Susi Pudjiastuti Bikin Reality Show?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/celoteh/susi-pudjiastuti-bikin-reality-show/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M52]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 18 Nov 2019 11:42:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Jika Aku Menjadi]]></category>
		<category><![CDATA[KKP]]></category>
		<category><![CDATA[Reality Show]]></category>
		<category><![CDATA[Susi Pudjiastuti]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=69219</guid>

					<description><![CDATA[“Bukannya Tuhan tidak mendengar doa kita tapi Ia tahu yang terbaik Jika aku menjadi” – Melly Goeslaw, Jika Aku Menjadi  PinterPolitik.com Pemirsa Indonesia mungkin tidak asing dengan reality show Jika Aku Menjadi. Acara ini kan ngajarin kita untuk berempati kepada saudara kita yang kurang beruntung dengan ngerasain kesulitan hidup yang mendera mereka. Kayak KKN cuman [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4 style="text-align: center"><strong>“Bukannya Tuhan tidak mendengar doa kita tapi Ia tahu yang terbaik</strong></h4>
<h4 style="text-align: center"><strong>Jika aku menjadi” </strong></h4>
<h4 style="text-align: center"><strong>– Melly Goeslaw, <em>Jika Aku Menjadi</em></strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #cedb2a"><strong> </strong><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p><span class="dropcap dropcap2">P</span>emirsa Indonesia mungkin tidak asing dengan <em>reality show</em> Jika Aku Menjadi. Acara ini kan ngajarin kita untuk berempati kepada saudara kita yang kurang beruntung dengan ngerasain kesulitan hidup yang mendera mereka. Kayak KKN cuman masuk TV aja sih.</p>
<p>Nah, kayaknya hidup ala <em>reality show</em> ini cocok menggambarkan masa pensiun Susi Pudjiastuti setelah gak lagi jadi Menteri Kelautan dan Perikanan. Pasalnya Bu Susi ini lagi gencar-gencarnya blusukan ke daerah-daerah pesisir buat mengintai kehidupan para nelayan.</p>
<p>Bu Susi ini telah menurunkan beberapa anak buahnya buat nanya-nanya ke para nelayan yang kapalnya kurang memadai buat nangkep ikan. Usut punya usut Bu Susi ini bagi-bagi hadiah kapal ke para nelayan yang membutuhkan tersebut. Sungguh mulia hati mantan menteri satu ini.</p>
<blockquote class="instagram-media" data-instgrm-captioned data-instgrm-permalink="https://www.instagram.com/p/B5AC9xIA7KA/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" data-instgrm-version="12" style=" background:#FFF; border:0; border-radius:3px; box-shadow:0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width:658px; min-width:326px; padding:0; width:99.375%; width:-webkit-calc(100% - 2px); width:calc(100% - 2px);">
<div style="padding:16px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/B5AC9xIA7KA/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" background:#FFFFFF; line-height:0; padding:0 0; text-align:center; text-decoration:none; width:100%;" target="_blank"> </p>
<div style=" display: flex; flex-direction: row; align-items: center;">
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 40px; margin-right: 14px; width: 40px;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center;">
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 100px;"></div>
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 60px;"></div>
</div>
</div>
<div style="padding: 19% 0;"></div>
<div style="display:block; height:50px; margin:0 auto 12px; width:50px;"><svg width="50px" height="50px" viewBox="0 0 60 60" version="1.1" xmlns="https://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="https://www.w3.org/1999/xlink"><g stroke="none" stroke-width="1" fill="none" fill-rule="evenodd"><g transform="translate(-511.000000, -20.000000)" fill="#000000"><g><path d="M556.869,30.41 C554.814,30.41 553.148,32.076 553.148,34.131 C553.148,36.186 554.814,37.852 556.869,37.852 C558.924,37.852 560.59,36.186 560.59,34.131 C560.59,32.076 558.924,30.41 556.869,30.41 M541,60.657 C535.114,60.657 530.342,55.887 530.342,50 C530.342,44.114 535.114,39.342 541,39.342 C546.887,39.342 551.658,44.114 551.658,50 C551.658,55.887 546.887,60.657 541,60.657 M541,33.886 C532.1,33.886 524.886,41.1 524.886,50 C524.886,58.899 532.1,66.113 541,66.113 C549.9,66.113 557.115,58.899 557.115,50 C557.115,41.1 549.9,33.886 541,33.886 M565.378,62.101 C565.244,65.022 564.756,66.606 564.346,67.663 C563.803,69.06 563.154,70.057 562.106,71.106 C561.058,72.155 560.06,72.803 558.662,73.347 C557.607,73.757 556.021,74.244 553.102,74.378 C549.944,74.521 548.997,74.552 541,74.552 C533.003,74.552 532.056,74.521 528.898,74.378 C525.979,74.244 524.393,73.757 523.338,73.347 C521.94,72.803 520.942,72.155 519.894,71.106 C518.846,70.057 518.197,69.06 517.654,67.663 C517.244,66.606 516.755,65.022 516.623,62.101 C516.479,58.943 516.448,57.996 516.448,50 C516.448,42.003 516.479,41.056 516.623,37.899 C516.755,34.978 517.244,33.391 517.654,32.338 C518.197,30.938 518.846,29.942 519.894,28.894 C520.942,27.846 521.94,27.196 523.338,26.654 C524.393,26.244 525.979,25.756 528.898,25.623 C532.057,25.479 533.004,25.448 541,25.448 C548.997,25.448 549.943,25.479 553.102,25.623 C556.021,25.756 557.607,26.244 558.662,26.654 C560.06,27.196 561.058,27.846 562.106,28.894 C563.154,29.942 563.803,30.938 564.346,32.338 C564.756,33.391 565.244,34.978 565.378,37.899 C565.522,41.056 565.552,42.003 565.552,50 C565.552,57.996 565.522,58.943 565.378,62.101 M570.82,37.631 C570.674,34.438 570.167,32.258 569.425,30.349 C568.659,28.377 567.633,26.702 565.965,25.035 C564.297,23.368 562.623,22.342 560.652,21.575 C558.743,20.834 556.562,20.326 553.369,20.18 C550.169,20.033 549.148,20 541,20 C532.853,20 531.831,20.033 528.631,20.18 C525.438,20.326 523.257,20.834 521.349,21.575 C519.376,22.342 517.703,23.368 516.035,25.035 C514.368,26.702 513.342,28.377 512.574,30.349 C511.834,32.258 511.326,34.438 511.181,37.631 C511.035,40.831 511,41.851 511,50 C511,58.147 511.035,59.17 511.181,62.369 C511.326,65.562 511.834,67.743 512.574,69.651 C513.342,71.625 514.368,73.296 516.035,74.965 C517.703,76.634 519.376,77.658 521.349,78.425 C523.257,79.167 525.438,79.673 528.631,79.82 C531.831,79.965 532.853,80.001 541,80.001 C549.148,80.001 550.169,79.965 553.369,79.82 C556.562,79.673 558.743,79.167 560.652,78.425 C562.623,77.658 564.297,76.634 565.965,74.965 C567.633,73.296 568.659,71.625 569.425,69.651 C570.167,67.743 570.674,65.562 570.82,62.369 C570.966,59.17 571,58.147 571,50 C571,41.851 570.966,40.831 570.82,37.631"></path></g></g></g></svg></div>
<div style="padding-top: 8px;">
<div style=" color:#3897f0; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:550; line-height:18px;"> View this post on Instagram</div>
</div>
<div style="padding: 12.5% 0;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: row; margin-bottom: 14px; align-items: center;">
<div>
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(0px) translateY(7px);"></div>
<div style="background-color: #F4F4F4; height: 12.5px; transform: rotate(-45deg) translateX(3px) translateY(1px); width: 12.5px; flex-grow: 0; margin-right: 14px; margin-left: 2px;"></div>
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(9px) translateY(-18px);"></div>
</div>
<div style="margin-left: 8px;">
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 20px; width: 20px;"></div>
<div style=" width: 0; height: 0; border-top: 2px solid transparent; border-left: 6px solid #f4f4f4; border-bottom: 2px solid transparent; transform: translateX(16px) translateY(-4px) rotate(30deg)"></div>
</div>
<div style="margin-left: auto;">
<div style=" width: 0px; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-right: 8px solid transparent; transform: translateY(16px);"></div>
<div style=" background-color: #F4F4F4; flex-grow: 0; height: 12px; width: 16px; transform: translateY(-4px);"></div>
<div style=" width: 0; height: 0; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-left: 8px solid transparent; transform: translateY(-4px) translateX(8px);"></div>
</div>
</div>
<p></a> </p>
<p style=" margin:8px 0 0 0; padding:0 4px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/B5AC9xIA7KA/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" color:#000; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px; text-decoration:none; word-wrap:break-word;" target="_blank">Jokowi 2.0 dihadapkan pada pertarungan oligarki.⠀ ⠀ Simak artikel selengkapnya di https://pinterpolitik.com⠀ ⠀ #infografik #infografis #politik #politikindonesia #politikluarnegeri #pinterpolitik</a></p>
<p style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px; margin-bottom:0; margin-top:8px; overflow:hidden; padding:8px 0 7px; text-align:center; text-overflow:ellipsis; white-space:nowrap;">A post shared by <a href="https://www.instagram.com/pinterpolitik/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px;" target="_blank"> PinterPolitik.com</a> (@pinterpolitik) on <time style=" font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px;" datetime="2019-11-18T08:51:37+00:00">Nov 18, 2019 at 12:51am PST</time></p>
</div>
</blockquote>
<p><script async src="//www.instagram.com/embed.js"></script></p>
<p>Layaknya <em>reality show</em>, aktivitas baru Susi bagi-bagi kapal ini dibumbui pelintiran seru. Pasalnya saking menggebu-gebunya memberi bantuan, Susi sempat mengejar kapal seorang nelayan bernama Adtomi yang ketakutan karena dibayangi oleh dua kapal bermotor.</p>
<p>Walaupun pengejaran terbilang cepat, namun tentunya cukup menakutkan bagi nelayan tersebut karena dikejar-kejar orang seberpengaruh Bu Susi di tengah laut.</p>
<p>Nelayan tersebut pun kaget ketika mengira dirinya akan kenapa-kenapa, taunya malah disuruh milih mau kapal yang mana. Dengan mengucap syukur beliau pun sekarang punya kapal dengan kapasitas lebih baik.</p>
<p>Sebenernya kalo kita masih ingat, Bu Susi ini kan pernah ikut <em>fashion show-</em>nya Anne Avantie di mana waktu itu beliau mendapat beberapa kapal yang sekarang bisa dia sumbangkan ke nelayan yang membutuhkan.</p>
<p>Selain itu baru-baru ini Bu Susi baru aja ketemu sama Madam Abe dan keluarga Rockefeller. Mungkin bergaul dengan para sosialita inilah yang menginspirasi jiwa filantropis Bu Susi. Rupanya sekarang Bu Susi pekerjaan utamanya filantropi.</p>
<p>Mungkin dedikasi inilah yang bikin pamor Bu Susi tetap abadi. Oiya Bu Susi sekalian aja bikin <em>reality show </em>beneran soal kehidupan laut di Indonesia. Siapa tau viral dan malah mengedukasi orang banyak kan. (M52)</p>
<div class="youtube-embed" data-video_id="PJCa1nKZoH4"><iframe loading="lazy" title="Penusukan Wiranto tunjukkan common enemy?" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/PJCa1nKZoH4?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe></div>
<p>► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di <a href="http://bit.ly/PinterPolitik"><strong>bit.ly/PinterPolitik</strong></a></p>
<p>Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di <strong><a href="http://bit.ly/ruang-publik">bit.ly/ruang-publik</a></strong> untuk informasi lebih lanjut.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/11/Susi-Pudjiastuti-Ngasih-Kapal.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Edhy Prabowo Merenggut Warisan Susi?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/celoteh/edhy-prabowo-merenggut-warisan-susi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M52]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 18 Nov 2019 09:29:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Edhy Prabowo]]></category>
		<category><![CDATA[IUU Fishing]]></category>
		<category><![CDATA[KKP]]></category>
		<category><![CDATA[Susi Pudjiastuti]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=69194</guid>

					<description><![CDATA[“My work&#8230; is my legacy.” – Patrick Swayze  PinterPolitik.com Edhy Prabowo, Menteri Kelautan dan Perikanan lagi dikritik nih. Pasalnya, sempet rame kalo beliau mau mencabut kebijakan penenggelaman kapal pencuri ikan. Nah, kebijakan penenggelaman kapal yang diinisiasi oleh Susi Pudjiastuti ini kan disebut-sebut berhasil menurunkan angka illegal, unreported dan unregulated fishing (IUU Fishing) sekitar 90% di [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4 style="text-align: center"><strong>“My work&#8230; is my legacy.” – Patrick Swayze</strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #cedb2a"><strong> </strong><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p><span class="dropcap dropcap2">E</span>dhy Prabowo, Menteri Kelautan dan Perikanan lagi dikritik nih. Pasalnya, sempet rame kalo beliau mau mencabut kebijakan penenggelaman kapal pencuri ikan. Nah, kebijakan penenggelaman kapal yang diinisiasi oleh Susi Pudjiastuti ini kan disebut-sebut berhasil menurunkan angka <em>illegal, unreported </em>dan <em>unregulated fishing </em>(IUU Fishing) sekitar 90% di perairan Indonesia.</p>
<p>Pastilah wacana penghapusan kebijakan ini bikin waswas banyak pihak, karena selain ngurangin IUU Fishing, nenggelamin kapal pencuri ikan asing juga meningkatkan persediaan ikan bagi nelayan lokal.</p>
<p>Kalo kata Edhy Prabowo sih itu bukan fokus kebijakannya. Jokowi pun memang memberi tugas khusus bagi Edhy Prabowo buat memperbaiki hubungan pemerintah dengan para nelayan.</p>
<blockquote class="instagram-media" data-instgrm-captioned data-instgrm-permalink="https://www.instagram.com/p/B43XwPZIaW9/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" data-instgrm-version="12" style=" background:#FFF; border:0; border-radius:3px; box-shadow:0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width:658px; min-width:326px; padding:0; width:99.375%; width:-webkit-calc(100% - 2px); width:calc(100% - 2px);">
<div style="padding:16px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/B43XwPZIaW9/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" background:#FFFFFF; line-height:0; padding:0 0; text-align:center; text-decoration:none; width:100%;" target="_blank"> </p>
<div style=" display: flex; flex-direction: row; align-items: center;">
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 40px; margin-right: 14px; width: 40px;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center;">
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 100px;"></div>
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 60px;"></div>
</div>
</div>
<div style="padding: 19% 0;"></div>
<div style="display:block; height:50px; margin:0 auto 12px; width:50px;"><svg width="50px" height="50px" viewBox="0 0 60 60" version="1.1" xmlns="https://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="https://www.w3.org/1999/xlink"><g stroke="none" stroke-width="1" fill="none" fill-rule="evenodd"><g transform="translate(-511.000000, -20.000000)" fill="#000000"><g><path d="M556.869,30.41 C554.814,30.41 553.148,32.076 553.148,34.131 C553.148,36.186 554.814,37.852 556.869,37.852 C558.924,37.852 560.59,36.186 560.59,34.131 C560.59,32.076 558.924,30.41 556.869,30.41 M541,60.657 C535.114,60.657 530.342,55.887 530.342,50 C530.342,44.114 535.114,39.342 541,39.342 C546.887,39.342 551.658,44.114 551.658,50 C551.658,55.887 546.887,60.657 541,60.657 M541,33.886 C532.1,33.886 524.886,41.1 524.886,50 C524.886,58.899 532.1,66.113 541,66.113 C549.9,66.113 557.115,58.899 557.115,50 C557.115,41.1 549.9,33.886 541,33.886 M565.378,62.101 C565.244,65.022 564.756,66.606 564.346,67.663 C563.803,69.06 563.154,70.057 562.106,71.106 C561.058,72.155 560.06,72.803 558.662,73.347 C557.607,73.757 556.021,74.244 553.102,74.378 C549.944,74.521 548.997,74.552 541,74.552 C533.003,74.552 532.056,74.521 528.898,74.378 C525.979,74.244 524.393,73.757 523.338,73.347 C521.94,72.803 520.942,72.155 519.894,71.106 C518.846,70.057 518.197,69.06 517.654,67.663 C517.244,66.606 516.755,65.022 516.623,62.101 C516.479,58.943 516.448,57.996 516.448,50 C516.448,42.003 516.479,41.056 516.623,37.899 C516.755,34.978 517.244,33.391 517.654,32.338 C518.197,30.938 518.846,29.942 519.894,28.894 C520.942,27.846 521.94,27.196 523.338,26.654 C524.393,26.244 525.979,25.756 528.898,25.623 C532.057,25.479 533.004,25.448 541,25.448 C548.997,25.448 549.943,25.479 553.102,25.623 C556.021,25.756 557.607,26.244 558.662,26.654 C560.06,27.196 561.058,27.846 562.106,28.894 C563.154,29.942 563.803,30.938 564.346,32.338 C564.756,33.391 565.244,34.978 565.378,37.899 C565.522,41.056 565.552,42.003 565.552,50 C565.552,57.996 565.522,58.943 565.378,62.101 M570.82,37.631 C570.674,34.438 570.167,32.258 569.425,30.349 C568.659,28.377 567.633,26.702 565.965,25.035 C564.297,23.368 562.623,22.342 560.652,21.575 C558.743,20.834 556.562,20.326 553.369,20.18 C550.169,20.033 549.148,20 541,20 C532.853,20 531.831,20.033 528.631,20.18 C525.438,20.326 523.257,20.834 521.349,21.575 C519.376,22.342 517.703,23.368 516.035,25.035 C514.368,26.702 513.342,28.377 512.574,30.349 C511.834,32.258 511.326,34.438 511.181,37.631 C511.035,40.831 511,41.851 511,50 C511,58.147 511.035,59.17 511.181,62.369 C511.326,65.562 511.834,67.743 512.574,69.651 C513.342,71.625 514.368,73.296 516.035,74.965 C517.703,76.634 519.376,77.658 521.349,78.425 C523.257,79.167 525.438,79.673 528.631,79.82 C531.831,79.965 532.853,80.001 541,80.001 C549.148,80.001 550.169,79.965 553.369,79.82 C556.562,79.673 558.743,79.167 560.652,78.425 C562.623,77.658 564.297,76.634 565.965,74.965 C567.633,73.296 568.659,71.625 569.425,69.651 C570.167,67.743 570.674,65.562 570.82,62.369 C570.966,59.17 571,58.147 571,50 C571,41.851 570.966,40.831 570.82,37.631"></path></g></g></g></svg></div>
<div style="padding-top: 8px;">
<div style=" color:#3897f0; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:550; line-height:18px;"> View this post on Instagram</div>
</div>
<div style="padding: 12.5% 0;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: row; margin-bottom: 14px; align-items: center;">
<div>
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(0px) translateY(7px);"></div>
<div style="background-color: #F4F4F4; height: 12.5px; transform: rotate(-45deg) translateX(3px) translateY(1px); width: 12.5px; flex-grow: 0; margin-right: 14px; margin-left: 2px;"></div>
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(9px) translateY(-18px);"></div>
</div>
<div style="margin-left: 8px;">
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 20px; width: 20px;"></div>
<div style=" width: 0; height: 0; border-top: 2px solid transparent; border-left: 6px solid #f4f4f4; border-bottom: 2px solid transparent; transform: translateX(16px) translateY(-4px) rotate(30deg)"></div>
</div>
<div style="margin-left: auto;">
<div style=" width: 0px; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-right: 8px solid transparent; transform: translateY(16px);"></div>
<div style=" background-color: #F4F4F4; flex-grow: 0; height: 12px; width: 16px; transform: translateY(-4px);"></div>
<div style=" width: 0; height: 0; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-left: 8px solid transparent; transform: translateY(-4px) translateX(8px);"></div>
</div>
</div>
<p></a> </p>
<p style=" margin:8px 0 0 0; padding:0 4px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/B43XwPZIaW9/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" color:#000; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px; text-decoration:none; word-wrap:break-word;" target="_blank">Kebijakan Susi tinggal kenangan?⠀ ⠀ Simak artikel selengkapnya di https://pinterpolitik.com⠀ ⠀ #infografik #infografis #politik #politikindonesia #politikluarnegeri #pinterpolitik</a></p>
<p style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px; margin-bottom:0; margin-top:8px; overflow:hidden; padding:8px 0 7px; text-align:center; text-overflow:ellipsis; white-space:nowrap;">A post shared by <a href="https://www.instagram.com/pinterpolitik/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px;" target="_blank"> PinterPolitik.com</a> (@pinterpolitik) on <time style=" font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px;" datetime="2019-11-15T00:00:07+00:00">Nov 14, 2019 at 4:00pm PST</time></p>
</div>
</blockquote>
<p><script async src="//www.instagram.com/embed.js"></script></p>
<p>Lah, terus gimana dengan potensi merebaknya kembali fenomena IUU Fishing di Indonesia?</p>
<p>Menurut Edhy Prabowo sih kebijakan penenggelaman kapal gak akan diapus sepenuhnya, cuman dia akan lebih selektif aja. Kalo kapalnya diserahkan baik-baik ya disimpen dan kalo sudah inkrah akan diserahkan ke nelayan yang membutuhkan. Buat kapal yang kabur pas dikejar, baru akan ditenggelamkan sesuai prosedur.</p>
<p>Intinya ya Edhy Prabowo pilih-pilih lah, beda pemimpin beda gaya. Namun pilihan Edhy ini sebenernya gak sejalan sama pendahulunya. Kapal asing pencuri ikan yang diberikan ke nelayan atau dilelang punya kemungkinan dibeli lagi sama yang punya.</p>
<p>Bu Susi ini kan berpengalaman dalam penanganan IUU Fishing, jadi omongannya perlu diperhitungkan. Pasalnya kalo misalnya dengan mengurangi penenggelaman kapal IUU Fishing justru kembali merebak, ya nelayan lokal akan kalah saing dengan kapal pencuri ikan yang kapasitasnya lebih masif.</p>
<p>Nah, Pak Edhy harus berhati-hati kalau memilih kebijakan. Jangan sampai mau merangkul nelayan, malah berpotensi menyengsarakan nelayan. Apalagi nelayan merupakan profesi yang rentan terekspos kemiskinan.</p>
<p>Sepertinya Edhy Prabowo telah merenggut warisan kebijakan penenggelaman kapal Susi Pudjiastuti. Emang sih gak sepenuhnya kebijakan Susi itu bisa dinilai positif, cuman kalo misalnya nanti dampaknya malah merugikan nelayan yah kasian dong mereka. Baiknya Pak Edhy ini diskusi dulu lah sama pakar IUU Fishing Indonesia yaitu Susi Pudjiastuti. Siapa tau setelah diskusi bisa langsung tercerahkan. (M52)</p>
<div class="youtube-embed" data-video_id="NdUfJpLo568"><iframe loading="lazy" title="Benar Pilkada Langsung Banyak Mudaratnya?" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/NdUfJpLo568?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe></div>
<p>► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di <a href="http://bit.ly/PinterPolitik"><strong>bit.ly/PinterPolitik</strong></a></p>
<p>Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di <strong><a href="http://bit.ly/ruang-publik">bit.ly/ruang-publik</a></strong> untuk informasi lebih lanjut.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/11/Edhy-Prabowo-Susi-Pudjiastuti.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Edhy Prabowo, Celah Masuknya Tiongkok?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/in-depth/edhy-prabowo-celah-masuknya-tiongkok/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[F51]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 Nov 2019 12:32:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nalar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Edhy Prabowo]]></category>
		<category><![CDATA[KKP]]></category>
		<category><![CDATA[Tiongkok]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=68376</guid>

					<description><![CDATA[Pertemuan antara Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo dengan Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia, Xiao Qian, bisa jadi menandakan babak baru hubungan sektor perikanan Indonesia-Tiongkok yang beberapa tahun kebelakang merenggang karena kasus pencurian ikan dan isu kedaulatan wilayah. Lalu, apa sebenarnya makna di balik pertemuan ini? Adakah maksud dibalik rencana kerjasama ini? PinterPolitik.com  Dalam [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>Pertemuan antara Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo dengan Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia, Xiao Qian, bisa jadi menandakan babak baru hubungan sektor perikanan Indonesia-Tiongkok yang beberapa tahun kebelakang merenggang karena kasus pencurian ikan dan isu kedaulatan wilayah. Lalu, apa sebenarnya makna di balik pertemuan ini? Adakah maksud dibalik rencana kerjasama ini?</strong></h4>
<hr />
<p><strong><span style="color: #cedb2a;">PinterPolitik.com</span> </strong></p>
<p><span class="dropcap dropcap2">D</span>alam pertemuan tersebut baik Edhy maupun Xiao menyampaikan keinginan masing-masing negara dalam kerjasama sektor perikanan. Xiao menjelaskan bahwa setiap tahunnya Indonesia baru mengeskpor 200.000 ton produk perikanan ke Tiongkok alias hanya lima persen dari total kuota impor perikanan Tiongkok.</p>
<p>Oleh karena itu Tiongkok menyampaikan keinginannya agar Indonesia mengekspor lebih banyak produk perikanan kepada negara tirai bambu tersebut.</p>
<p>Xiao bahkan menyampaikan pandangan optimisnya bahwa melalui kerjasama yang baru ekspor produk perikanan Indonesia ke Tiongkok akan mencapai angka yang ‘<strong><a href="https://kkp.go.id/artikel/14862-bahas-peluang-kerja-sama-kelautan-dan-perikanan-dengan-tiongkok-indonesia-utamakan-penyerapan-tenaga-kerja-lokal">luar biasa besar’</a></strong>.</p>
<p>Sementara untuk Indonesia, melalui kerjasama ini Edhy berharap agar Tiongkok mau berbagi ilmu dan teknologi seputar budi daya perikanan terkait dengan pencegahan virus dalam budi daya udang.</p>
<p>Budi daya udang sendiri memang penting mengingat selama ini udang merupakan komoditas ekspor utama industri perikanan Indonesia.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone wp-image-68415 size-full" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/11/KKP-Baru-Siap-Sambut-Tiongkok-.jpg" alt="" width="1080" height="1165" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/11/KKP-Baru-Siap-Sambut-Tiongkok-.jpg 1080w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/11/KKP-Baru-Siap-Sambut-Tiongkok--278x300.jpg 278w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/11/KKP-Baru-Siap-Sambut-Tiongkok--768x828.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/11/KKP-Baru-Siap-Sambut-Tiongkok--949x1024.jpg 949w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/11/KKP-Baru-Siap-Sambut-Tiongkok--696x751.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/11/KKP-Baru-Siap-Sambut-Tiongkok--1068x1152.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/11/KKP-Baru-Siap-Sambut-Tiongkok--389x420.jpg 389w" sizes="auto, (max-width: 1080px) 100vw, 1080px" /></p>
<h4><strong>Perubahan Sikap KKP?</strong></h4>
<p>Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, selama lima tahun kebelakang hubungan Indonesia-Tiongkok di sektor perikanan bisa dikatakan renggang atau bahkan &#8216;panas&#8217;.</p>
<p>Hal ini tidak lepas dari kebijakan-kebijakan mantan menteri KKP, Susi Pudjiastuti, yang dilihat banyak pihak ‘bermusuhan’ dengan Tiongkok.</p>
<p>Ambil contoh dalam kebijakan moratorium izin penangkapan ikan terhadap kapal asing dan eks-asing yang juga menargetkan kapal asal Tiongkok.</p>
<p>Menurut Ono Surono, politikus PDIP sekaligus anggota Komisi IV DPR, kebijakan Susi tersebut <strong><a href="/money.kompas.com/read/2016/04/13/211108326/Anggota.DPR.Gara-gara.Susi.Kerja.Sama.dengan.China.Hanya.Tinggal.Kenangan?page=all">mengganggu</a></strong> hubungan kerjasama bilateral Indonesia dengan Tiongkok.</p>
<p>Ono juga mengatakan bahwa moratorium menutup masuknya investasi Tiongkok di sektor perikanan Indonesia.</p>
<p>Kebijakan Susi juga secara nyata berdampak buruk bagi perusahaan-perusahaan ikan asal Tiongkok yang mengalami kerugian hingga <strong><a href="https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20150811165543-92-71453/kebijakan-menteri-susi-bikin-perusahaan-ikan-china-rugi-besar">ratusan miliar</a></strong> rupiah karena tidak bisa lagi menangkap ikan di perairan Indonesia.</p>
<p>Selain itu wanita kelahiran Pangandaran tersebut juga pernah <strong><a href="/www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/03/160321_dunia_susi_kapal_cina">mengancam</a></strong> akan menggugat Tiongkok ke Mahkamah Internasional terkait dengan insiden Kapal Penjaga Pantai Tiongkok yang mencoba menghalangi petugas KKP menangkap kapal pencuri ikan Kway Fey asal Tiongkok.</p>
<p>Tidak berhenti di situ, Susi juga pernah mengatakan bahwa apa yang dilakukan Tiongkok <strong><a href="https://www.scmp.com/week-asia/geopolitics/article/2169153/china-calls-it-fishing-indonesia-calls-it-crime-pudjiastuti">bukanlah</a></strong> ‘penangkapan ikan’ biasa namun merupakan kejahatan transnasional terorganisir atau Transnational Organized Crime.</p>
<h4><strong>Amerika dan Ketergantungan Ekonomi?</strong></h4>
<p>Selain perubahan sikap KKP, yang juga menarik adalah keinginan Tiongkok agar Indonesia meningkatkan ekspor produk perikanannya ke Tiongkok.</p>
<p>Sementara untuk Tiongkok, keinginannya terhadap suplai produk perikanan Indonesia yang lebih besar ini bisa jadi merupakan strateginya untuk menggeser dominasi Amerika Serikat (AS) dan meningkatkan ketergantung ekonomi Indonesia terhadap pasar Tiongkok.</p>
<p>Ya, menurut data KKP setidaknya sejak tahun 2012 AS sudah menjadi tujuan ekspor utama produk perikanan Indoensia.</p>
<p>Pada tahun 2017 negara tersebut menjadi sumber dari 40 persen atau sekitar Rp 25,4 triliun total nilai ekspor produk perikanan Indonesia.</p>
<p>Sementara di tahun yang sama pasar Tiongkok hanya menjadi sumber 10 persen atau sekitar Rp 6,2 triliun nilai ekspor perikanan Indonesia.</p>
<p>Selain jauh di bawah AS, angka ini juga masih berada di bawah nilai ekspor produk perikanan Indonesia ke Jepang dan Asia Tenggara.</p>
<p>Di sektor perikanan AS memang masih menjadi tujuan utama ekspor Indonesia.</p>
<p>Namun jika melihat keseluruhan ekspor, pada tahun 2018 Tiongkok merupakan negara tujuan utama ekspor indonesia dengan menyerap lebih dari 15 persen nilai total ekspor Indonesia.</p>
<p>Kondisi ini-<em>pun </em>berpotensi memengaruhi sikap politik Indonesia terhadap Tiongkok.</p>
<p>Menurut Sanchita Basu Das, peneliti dari Institute of Southeast Asian Studies (ISEAS) Singapura, negara-negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia, memiliki ketergantungan ekonomi yang tinggi terhadap Tiongkok.</p>
<p>Ketergantungan ini salah satunya hadir dalam bentuk besarnya serapan pasar Tiongkok terhadap produk ekspor negara-negara Asia Tenggara.</p>
<p>Sanchita kemudian melihat bahwa kondisi tersebut dapat <strong><a href="https://www.iseas.edu.sg/images/pdf/ISEAS_Perspective_2017_81.pdf">memperkuat posisi</a></strong> Tiongkok untuk mendorong agenda-agenda politiknya dikawasan.</p>
<p>Adanya pengaruh ketergantungan pasar ekspor terhadap politik juga diungkapkan oleh Adrienne Armstrong, profesor dari Northwestern University.</p>
<p>Ia menjelaskan bagaimana ketergantungan ekspor Negara A terhadap pasar Negara B membuat Negara B dapat <strong><a href="https://www.jstor.org/action/doBasicSearch?Query=Adrienne+Armstrong&amp;filter=">mempengaruhi</a></strong> kebijakan politik Negara A.</p>
<p>Pengaruh ini bersumber dari kemampuan Negara B untuk melarang ataupun meningkatkan tarif terhadap masuknya produk-produk Negara A jika ia merasa kebijakan Negara A tidak sesuai dengan kepentingan nasionalnya.</p>
<p>Jika larangan ini terjadi Negara A harus mencari pasar ekspor lain, meningkatkan konsumsi domestik, atau merubah kebijakan politiknya agar Negara B mengizinkan produknya kembali masuk.</p>
<p>Penggunaan akses pasar ekspor untuk kepentingan politik ini sudah dipraktikkan oleh banyak negara.</p>
<p>India misalnya yang mengancam akan memblokade minyak kelapa sawit setelah Perdana Menteri Malaysia, Mahatir Mohamad, mengatakan di Forum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bahwa India telah menginvasi dan menduduki wilayah Kashmir.</p>
<p>Kemudian ada Russia yang pada tahun 2015 memblokir produk makanan asal Turki setelah pesawat tempurnya ditembak jatuh oleh Turki.</p>
<p>Pemblokiran ini kemudian berpotensi menimbulkan kerugian sebesar <strong><a href="https://www.bbc.com/news/world-europe-35209987">Rp</a><a href="https://www.bbc.com/news/world-europe-35209987"> 10,6 triliun</a> </strong>terhadap sektor pertanian Turki.</p>
<p><em>Pun </em>penggunaan larangan impor dan penutupan akses pasar ini juga digunakan Tiongkok dalam perang dagangnya dengan AS.</p>
<p>Yang terbaru misalnya ketika Tiongkok melarang masuknya produk pertanian AS sebagai respon terhadap AS yang menaikkan tarif impor sebesar 10 persen terhadap produk Tiongkok.</p>
<p>Namun tidak menutup kemungkinan meningkatkan porsi ekspor produk perikanan  ke Tiongkok juga memiliki dampak politik yang positif bagi Indonesia.</p>
<p>Dalam tulisannya Armstrong juga menjelaskan bahwa besar-tidaknya dampak politik dari ketergantungan pasar ekspor bergantung pada seberapa besar persentase ekspor suatu negara terhadap negara lain.</p>
<p>Ia menjelaskan bahwa ketergantungan bisa dihindari jika suatu negara secara rata mendistribusikan ekspornya ke banyak negara.</p>
<p>Oleh karena itu keinginan Tiongkok untuk menerima lebih banyak produk perikanan Indonesia dapat digunakan Indonesia untuk mengurangi porsi ekspor dan ketergantungannya terhadap pasar AS.</p>
<blockquote class="twitter-tweet" data-width="550" data-dnt="true">
<p lang="in" dir="ltr">Indonesia dan Tiongkok adalah negara yang sama-sama besar. Kesepakatan kerja sama dua negara didasari mutual respect dan saling menguntungkan.</p>
<p>Kita jaga terus kerja sama yang baik antar negara ini dan kita jaga kedaulatan laut Indonesia sepenuhnya untuk kemakmuran rakyatnya. <a href="https://t.co/OlcU6SsMCA">pic.twitter.com/OlcU6SsMCA</a></p>
<p>&mdash; Edhy Prabowo (@Edhy_Prabowo) <a href="https://twitter.com/Edhy_Prabowo/status/1190218573655920641?ref_src=twsrc%5Etfw">November 1, 2019</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p>Pilihan Tiongkok untuk &#8216;menggoda&#8217; sektor perikanan Indonesia<em> </em>merupakan langkah yang tepat mengingat produksi dan ekspor produk perikanan Indonesia yang akhir-akhir ini terus meningkat.</p>
<p>Selain itu Indonesia memang membutuhkan alternatif pasar ekspor bagi produk perikanannya.</p>
<p>Hal ini berkaitan dengan ekspor perikanan Indonesia ke AS yang sangat bergantung terhadap Generalized System of Preference (GSP) alias keringanan bea masuk yang diberikan AS.</p>
<p>Jika GSP ini sewaktu-waktu dicabut<strong> </strong>ekspor perikanan Indonesia ke AS dapat turun hingga <strong><a href="https://katadata.co.id/berita/2018/08/14/antisipasi-penurunan-ekspor-ke-as-kkp-dorong-konsumsi-ikan-domestik">55,2 persen</a></strong>.</p>
<p>Dengan dampak ekonomi dan politiknya yang tidak hanya dapat mempengaurhi hubungan Indonesia-Tiongkok, namun juga negara lain seperti AS, kerjasama KKP dengan Tiongkok adalah hal yang menarik untuk terus diikuti.</p>
<p>Kita lihat saja, apakah kerjasama yang nantinya akan dilakukan lebih banyak menguntungkan Indonesia atau justru lebih menguntungkan Tiongkok. (F51)</p>
<div class="youtube-embed" data-video_id="_b6eQsNRw14"><iframe loading="lazy" title="KEBANGKITAN GBHN" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/_b6eQsNRw14?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe></div>
<p>Mau tulisanmu terbit di rubrik Ruang Publik kami? Klik di <a href="https://pinterpolitik.com/luhut-masih-kokoh-atau-tergusur/bit.ly/ruang-publik">bit.ly/ruang-publik</a> untuk informasi lebih lanjut.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/11/bertemu-edhy-prabowo-china-incar-kerjasama-kelautan-dan-perikanan-G7tgWy8DPG.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Susi Sang Influencer</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/susi-sang-influencer/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M52]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 30 Oct 2019 10:50:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Edhy Prabowo]]></category>
		<category><![CDATA[Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[KKP]]></category>
		<category><![CDATA[Susi Pudjiastuti]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=67950</guid>

					<description><![CDATA[&#8220;Alhamdulillah, kerjaan saya purna,&#8221; – Susi Pudjiastuti  PinterPolitik.com Kepergian Susi Pudjiastuti menyisakan luka mendalam bagi fansnya. Tapi sebenarnya tak perlu risau, Bu Susi ini tidak menghilang, hanya beda lapak buat berkontribusi. Rupanya, walaupun sudah purna dari jabatan sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan, Bu Susi tetap memiliki pengaruh. Baru-baru ini jagad media sosial, ramai dengan tweet [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>&#8220;Alhamdulillah, kerjaan saya purna,&#8221; – Susi Pudjiastuti</strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #cedb2a"><strong> </strong><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p><span class="dropcap dropcap2">K</span>epergian Susi Pudjiastuti menyisakan luka mendalam bagi fansnya. Tapi sebenarnya tak perlu risau, Bu Susi ini tidak menghilang, hanya beda lapak buat berkontribusi. Rupanya, walaupun sudah purna dari jabatan sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan, Bu Susi tetap memiliki pengaruh.</p>
<p>Baru-baru ini jagad media sosial, ramai dengan <em>tweet</em> Bu Susi yang bilang dia kan <em>followback</em> beberapa <em>followers</em>-nya. Sontak publik terutama fans Bu Susi geger dan berlomba-lomba minta <em>followback. </em>Tapi <em>giveaway followback </em>ini ada syaratnya. Bukan duit maupun <em>endorse, </em>melainkan pelestarian lingkungan.</p>
<p>Bu Susi memberikan empat syarat bagi pemburu<em> followback</em>-nya. Pertama, rajin makan ikan karena banyak protein, kalo alergi ya suruh orang lain makan. Kedua, cintai laut dengan tidak buang sampah plastik dan ngurangi pemakaian plastik, oke mulai sekarang bawa <em>tumbler</em> dari rumah. Ketiga, merawat laut dengan membersihkan pantai, minimal kampanye anti plastik lah. Keempat, sayang saudara sebangsa dan setanah air, gak boleh rasis, ekstrem dan harus berkomunikasi secara konstruktif.</p>
<blockquote class="instagram-media" data-instgrm-captioned data-instgrm-permalink="https://www.instagram.com/p/B34tzHopCKn/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" data-instgrm-version="12" style=" background:#FFF; border:0; border-radius:3px; box-shadow:0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width:658px; min-width:326px; padding:0; width:99.375%; width:-webkit-calc(100% - 2px); width:calc(100% - 2px);">
<div style="padding:16px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/B34tzHopCKn/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" background:#FFFFFF; line-height:0; padding:0 0; text-align:center; text-decoration:none; width:100%;" target="_blank"> </p>
<div style=" display: flex; flex-direction: row; align-items: center;">
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 40px; margin-right: 14px; width: 40px;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center;">
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 100px;"></div>
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 60px;"></div>
</div>
</div>
<div style="padding: 19% 0;"></div>
<div style="display:block; height:50px; margin:0 auto 12px; width:50px;"><svg width="50px" height="50px" viewBox="0 0 60 60" version="1.1" xmlns="https://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="https://www.w3.org/1999/xlink"><g stroke="none" stroke-width="1" fill="none" fill-rule="evenodd"><g transform="translate(-511.000000, -20.000000)" fill="#000000"><g><path d="M556.869,30.41 C554.814,30.41 553.148,32.076 553.148,34.131 C553.148,36.186 554.814,37.852 556.869,37.852 C558.924,37.852 560.59,36.186 560.59,34.131 C560.59,32.076 558.924,30.41 556.869,30.41 M541,60.657 C535.114,60.657 530.342,55.887 530.342,50 C530.342,44.114 535.114,39.342 541,39.342 C546.887,39.342 551.658,44.114 551.658,50 C551.658,55.887 546.887,60.657 541,60.657 M541,33.886 C532.1,33.886 524.886,41.1 524.886,50 C524.886,58.899 532.1,66.113 541,66.113 C549.9,66.113 557.115,58.899 557.115,50 C557.115,41.1 549.9,33.886 541,33.886 M565.378,62.101 C565.244,65.022 564.756,66.606 564.346,67.663 C563.803,69.06 563.154,70.057 562.106,71.106 C561.058,72.155 560.06,72.803 558.662,73.347 C557.607,73.757 556.021,74.244 553.102,74.378 C549.944,74.521 548.997,74.552 541,74.552 C533.003,74.552 532.056,74.521 528.898,74.378 C525.979,74.244 524.393,73.757 523.338,73.347 C521.94,72.803 520.942,72.155 519.894,71.106 C518.846,70.057 518.197,69.06 517.654,67.663 C517.244,66.606 516.755,65.022 516.623,62.101 C516.479,58.943 516.448,57.996 516.448,50 C516.448,42.003 516.479,41.056 516.623,37.899 C516.755,34.978 517.244,33.391 517.654,32.338 C518.197,30.938 518.846,29.942 519.894,28.894 C520.942,27.846 521.94,27.196 523.338,26.654 C524.393,26.244 525.979,25.756 528.898,25.623 C532.057,25.479 533.004,25.448 541,25.448 C548.997,25.448 549.943,25.479 553.102,25.623 C556.021,25.756 557.607,26.244 558.662,26.654 C560.06,27.196 561.058,27.846 562.106,28.894 C563.154,29.942 563.803,30.938 564.346,32.338 C564.756,33.391 565.244,34.978 565.378,37.899 C565.522,41.056 565.552,42.003 565.552,50 C565.552,57.996 565.522,58.943 565.378,62.101 M570.82,37.631 C570.674,34.438 570.167,32.258 569.425,30.349 C568.659,28.377 567.633,26.702 565.965,25.035 C564.297,23.368 562.623,22.342 560.652,21.575 C558.743,20.834 556.562,20.326 553.369,20.18 C550.169,20.033 549.148,20 541,20 C532.853,20 531.831,20.033 528.631,20.18 C525.438,20.326 523.257,20.834 521.349,21.575 C519.376,22.342 517.703,23.368 516.035,25.035 C514.368,26.702 513.342,28.377 512.574,30.349 C511.834,32.258 511.326,34.438 511.181,37.631 C511.035,40.831 511,41.851 511,50 C511,58.147 511.035,59.17 511.181,62.369 C511.326,65.562 511.834,67.743 512.574,69.651 C513.342,71.625 514.368,73.296 516.035,74.965 C517.703,76.634 519.376,77.658 521.349,78.425 C523.257,79.167 525.438,79.673 528.631,79.82 C531.831,79.965 532.853,80.001 541,80.001 C549.148,80.001 550.169,79.965 553.369,79.82 C556.562,79.673 558.743,79.167 560.652,78.425 C562.623,77.658 564.297,76.634 565.965,74.965 C567.633,73.296 568.659,71.625 569.425,69.651 C570.167,67.743 570.674,65.562 570.82,62.369 C570.966,59.17 571,58.147 571,50 C571,41.851 570.966,40.831 570.82,37.631"></path></g></g></g></svg></div>
<div style="padding-top: 8px;">
<div style=" color:#3897f0; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:550; line-height:18px;"> View this post on Instagram</div>
</div>
<div style="padding: 12.5% 0;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: row; margin-bottom: 14px; align-items: center;">
<div>
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(0px) translateY(7px);"></div>
<div style="background-color: #F4F4F4; height: 12.5px; transform: rotate(-45deg) translateX(3px) translateY(1px); width: 12.5px; flex-grow: 0; margin-right: 14px; margin-left: 2px;"></div>
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(9px) translateY(-18px);"></div>
</div>
<div style="margin-left: 8px;">
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 20px; width: 20px;"></div>
<div style=" width: 0; height: 0; border-top: 2px solid transparent; border-left: 6px solid #f4f4f4; border-bottom: 2px solid transparent; transform: translateX(16px) translateY(-4px) rotate(30deg)"></div>
</div>
<div style="margin-left: auto;">
<div style=" width: 0px; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-right: 8px solid transparent; transform: translateY(16px);"></div>
<div style=" background-color: #F4F4F4; flex-grow: 0; height: 12px; width: 16px; transform: translateY(-4px);"></div>
<div style=" width: 0; height: 0; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-left: 8px solid transparent; transform: translateY(-4px) translateX(8px);"></div>
</div>
</div>
<p></a> </p>
<p style=" margin:8px 0 0 0; padding:0 4px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/B34tzHopCKn/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" color:#000; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px; text-decoration:none; word-wrap:break-word;" target="_blank">Jokowi akan membuat dua UU &#39;Besar&#39; alias Omnibus Law. Nantikan artikel selengkapnya di pinterpolitik.com #infografik #infografis #politik #politikindonesia #politikluarnegeri #pinterpolitik</a></p>
<p style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px; margin-bottom:0; margin-top:8px; overflow:hidden; padding:8px 0 7px; text-align:center; text-overflow:ellipsis; white-space:nowrap;">A post shared by <a href="https://www.instagram.com/pinterpolitik/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px;" target="_blank"> PinterPolitik.com</a> (@pinterpolitik) on <time style=" font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px;" datetime="2019-10-21T16:00:35+00:00">Oct 21, 2019 at 9:00am PDT</time></p>
</div>
</blockquote>
<p><script async src="//www.instagram.com/embed.js"></script></p>
<p>Bagus sih syarat-syaratnya, tapi susah juga mengingat kelakuan penduduk Nusantara ini. Walau demikian, tetap saja publik berbondong-bondong membuktikan diri, baik melalui tulisan maupun menyematkan bukti gambar. Susi pun membalas kepatuhan mereka dengan <em>followback. </em>Tepat janji ya Bu Susi.</p>
<p>Tapi ya iyalah patuh orang slogannya sekarang “Tidak makan ikan saya tenggelamkan! Tidak ikut ketentuan saya <em>unfollow! </em>Melawan saya<em> block</em>!” Siapa yang tidak takut, mengingat wacana penenggelaman kapal yang dulu diremehkan beneran membasmi <em>IUU Fishing, </em>untuk<u> sementara</u>.</p>
<p>Kenapa sementara? Pasalnya Edhy Prabowo, Menteri KKP yang baru sedang mengkaji dua kebijakan Susi yang sempat diprotes. Pertama soal <em>transshipment. </em>Yang gak tau soal <em>transshipment</em> gampang nya itu alih muatan di tengah laut. Hal ini tentunya meningkatkan resiko pencurian ikan dan membawa muatan ke luar negeri. Tapi Pak Edhy Prabowo bilang kalo teknologi <em>GPS real-time</em> yang bisa melihat posisi kapal secara jelas udah tersedia.</p>
<p>Selain itu Edhy juga mengkaji larangan penggunaan cantrang, yang menurut Susi merusak terumbu karang. Pelarangan cantrang ini mendapat protes dari para nelayan, sehingga sempat merusak relasi antara pemerintah dan nelayan. Oleh karena itu, Pak Jokowi pun menugaskan Edhy untuk memperbaiki hubungan yang sempat karam itu.</p>
<p>Pengaruh Bu Susi di media sosial tidak perlu lah dipertanyakan lagi. Tapi agaknya pengaruh Bu Susi di KKP dan lapangan lagi diuji setelah jabatan Menteri KKP dipegang Pak Edhy Prabowo. Bisa gak ya warisan Bu Susi terus eksis sampai <em>at least</em> katakanlah lima tahun ke depan. <em>Well, we shall sea, pun intended.</em> (M52)</p>
<div class="youtube-embed" data-video_id="3WT8_nmztYE"><iframe loading="lazy" title="Faldo pengen jadi gubernur?" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/3WT8_nmztYE?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe></div>
<p>► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di <a href="http://bit.ly/PinterPolitik"><strong>bit.ly/PinterPolitik</strong></a></p>
<p>Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di <strong><a href="http://bit.ly/ruang-publik">bit.ly/ruang-publik</a></strong> untuk informasi lebih lanjut.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/10/Susi-Pudjiastuti-Sang-Influencer.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>DPR Melawan, Susi Tak Aman?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/dpr-melawan-susi-tak-aman/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[S13]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 06 Sep 2019 06:36:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[DPR]]></category>
		<category><![CDATA[Gerindra]]></category>
		<category><![CDATA[KKP]]></category>
		<category><![CDATA[Menteri Susi]]></category>
		<category><![CDATA[PNBP]]></category>
		<category><![CDATA[Susi Pudjiastuti]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=64448</guid>

					<description><![CDATA[&#8220;Menterinya suka bakar kapal-kapal nelayan kita yang tidak dapatkan izin, kemudian dibakar. Banyak pemiliknya yang bunuh diri. PNBP Rp 900 miliar itu sangat kecil”. &#8211; Bambang Haryo, Anggota Banggar dari Fraksi Gerindra PinterPolitik.com Bukan namanya Susi Pudjiastuti jika tak mendapatkan sorotan pemberitaan publik. Yang terbaru, menteri nyentrik itu membagikan foto dirinya lagi ngupil lewat akun [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>&#8220;Menterinya suka bakar kapal-kapal nelayan kita yang tidak dapatkan izin, kemudian dibakar. Banyak pemiliknya yang bunuh diri. PNBP Rp 900 miliar itu sangat kecil”. &#8211; Bambang Haryo, Anggota Banggar dari Fraksi Gerindra</strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #cedb2a;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p><span class="dropcap dropcap2">B</span>ukan namanya Susi Pudjiastuti jika tak mendapatkan sorotan pemberitaan publik. Yang terbaru, menteri nyentrik itu membagikan foto dirinya lagi ngupil lewat akun Twitternya untuk mengomentari kritikan Badan Anggaran (Banggar) DPR.</p>
<p>Seperti diberitakan, Kementerian Kelautan dan Perikanana (KKP) yang dipimpin Susi mendapat kritikan keras dari DPR. Dalam rapat dengan Banggar, KKP disebut mematok Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang terlalu kecil untuk tahun 2020.</p>
<p>Angka Rp 900 miliar memang yang dipatok oleh kementerian yang dipimpin oleh Susi itu dan menjadi yang paling kecil dibandingkan kementerian-kementerian lain yang rata-rata menargetkan angka di atas Rp 1 triliun.</p>
<p>Anggota-anggota Banggar juga menyebutkan bahwa tahun 2019 saja target PNBP perikanan hanya Rp 600 miliar. Angka tersebut baru menyentuh Rp 285 miliar per Juli 2019.</p>
<p>Hmmm. Heran deh sama anggota DPR ini. Jumlah segitu kan udah termasuk bagus untuk waktu setengah tahun. Lagian duit segitu dari sisi pendapatan negara kan. Hari gini nyari duit itu susah <em>cuy</em>.</p>
<p>Lha yang sering ngabisin anggaran buat hal-hal yang nggak jelas kan anggota DPR sendiri. Studi banding yang sebenarnya pelesiran, permintaan gedung baru yang mahal, dan segudang pengajuan anggaran lainnya yang nggak jelas ujungnya untuk kepentingan rakyat di bagian mananya.</p>
<blockquote class="instagram-media" data-instgrm-captioned data-instgrm-permalink="https://www.instagram.com/p/B1dtQp8HCS2/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" data-instgrm-version="12" style=" background:#FFF; border:0; border-radius:3px; box-shadow:0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width:658px; min-width:326px; padding:0; width:99.375%; width:-webkit-calc(100% - 2px); width:calc(100% - 2px);">
<div style="padding:16px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/B1dtQp8HCS2/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" background:#FFFFFF; line-height:0; padding:0 0; text-align:center; text-decoration:none; width:100%;" target="_blank"> </p>
<div style=" display: flex; flex-direction: row; align-items: center;">
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 40px; margin-right: 14px; width: 40px;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center;">
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 100px;"></div>
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 60px;"></div>
</div>
</div>
<div style="padding: 19% 0;"></div>
<div style="display:block; height:50px; margin:0 auto 12px; width:50px;"><svg width="50px" height="50px" viewBox="0 0 60 60" version="1.1" xmlns="https://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="https://www.w3.org/1999/xlink"><g stroke="none" stroke-width="1" fill="none" fill-rule="evenodd"><g transform="translate(-511.000000, -20.000000)" fill="#000000"><g><path d="M556.869,30.41 C554.814,30.41 553.148,32.076 553.148,34.131 C553.148,36.186 554.814,37.852 556.869,37.852 C558.924,37.852 560.59,36.186 560.59,34.131 C560.59,32.076 558.924,30.41 556.869,30.41 M541,60.657 C535.114,60.657 530.342,55.887 530.342,50 C530.342,44.114 535.114,39.342 541,39.342 C546.887,39.342 551.658,44.114 551.658,50 C551.658,55.887 546.887,60.657 541,60.657 M541,33.886 C532.1,33.886 524.886,41.1 524.886,50 C524.886,58.899 532.1,66.113 541,66.113 C549.9,66.113 557.115,58.899 557.115,50 C557.115,41.1 549.9,33.886 541,33.886 M565.378,62.101 C565.244,65.022 564.756,66.606 564.346,67.663 C563.803,69.06 563.154,70.057 562.106,71.106 C561.058,72.155 560.06,72.803 558.662,73.347 C557.607,73.757 556.021,74.244 553.102,74.378 C549.944,74.521 548.997,74.552 541,74.552 C533.003,74.552 532.056,74.521 528.898,74.378 C525.979,74.244 524.393,73.757 523.338,73.347 C521.94,72.803 520.942,72.155 519.894,71.106 C518.846,70.057 518.197,69.06 517.654,67.663 C517.244,66.606 516.755,65.022 516.623,62.101 C516.479,58.943 516.448,57.996 516.448,50 C516.448,42.003 516.479,41.056 516.623,37.899 C516.755,34.978 517.244,33.391 517.654,32.338 C518.197,30.938 518.846,29.942 519.894,28.894 C520.942,27.846 521.94,27.196 523.338,26.654 C524.393,26.244 525.979,25.756 528.898,25.623 C532.057,25.479 533.004,25.448 541,25.448 C548.997,25.448 549.943,25.479 553.102,25.623 C556.021,25.756 557.607,26.244 558.662,26.654 C560.06,27.196 561.058,27.846 562.106,28.894 C563.154,29.942 563.803,30.938 564.346,32.338 C564.756,33.391 565.244,34.978 565.378,37.899 C565.522,41.056 565.552,42.003 565.552,50 C565.552,57.996 565.522,58.943 565.378,62.101 M570.82,37.631 C570.674,34.438 570.167,32.258 569.425,30.349 C568.659,28.377 567.633,26.702 565.965,25.035 C564.297,23.368 562.623,22.342 560.652,21.575 C558.743,20.834 556.562,20.326 553.369,20.18 C550.169,20.033 549.148,20 541,20 C532.853,20 531.831,20.033 528.631,20.18 C525.438,20.326 523.257,20.834 521.349,21.575 C519.376,22.342 517.703,23.368 516.035,25.035 C514.368,26.702 513.342,28.377 512.574,30.349 C511.834,32.258 511.326,34.438 511.181,37.631 C511.035,40.831 511,41.851 511,50 C511,58.147 511.035,59.17 511.181,62.369 C511.326,65.562 511.834,67.743 512.574,69.651 C513.342,71.625 514.368,73.296 516.035,74.965 C517.703,76.634 519.376,77.658 521.349,78.425 C523.257,79.167 525.438,79.673 528.631,79.82 C531.831,79.965 532.853,80.001 541,80.001 C549.148,80.001 550.169,79.965 553.369,79.82 C556.562,79.673 558.743,79.167 560.652,78.425 C562.623,77.658 564.297,76.634 565.965,74.965 C567.633,73.296 568.659,71.625 569.425,69.651 C570.167,67.743 570.674,65.562 570.82,62.369 C570.966,59.17 571,58.147 571,50 C571,41.851 570.966,40.831 570.82,37.631"></path></g></g></g></svg></div>
<div style="padding-top: 8px;">
<div style=" color:#3897f0; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:550; line-height:18px;"> View this post on Instagram</div>
</div>
<div style="padding: 12.5% 0;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: row; margin-bottom: 14px; align-items: center;">
<div>
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(0px) translateY(7px);"></div>
<div style="background-color: #F4F4F4; height: 12.5px; transform: rotate(-45deg) translateX(3px) translateY(1px); width: 12.5px; flex-grow: 0; margin-right: 14px; margin-left: 2px;"></div>
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(9px) translateY(-18px);"></div>
</div>
<div style="margin-left: 8px;">
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 20px; width: 20px;"></div>
<div style=" width: 0; height: 0; border-top: 2px solid transparent; border-left: 6px solid #f4f4f4; border-bottom: 2px solid transparent; transform: translateX(16px) translateY(-4px) rotate(30deg)"></div>
</div>
<div style="margin-left: auto;">
<div style=" width: 0px; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-right: 8px solid transparent; transform: translateY(16px);"></div>
<div style=" background-color: #F4F4F4; flex-grow: 0; height: 12px; width: 16px; transform: translateY(-4px);"></div>
<div style=" width: 0; height: 0; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-left: 8px solid transparent; transform: translateY(-4px) translateX(8px);"></div>
</div>
</div>
<p></a> </p>
<p style=" margin:8px 0 0 0; padding:0 4px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/B1dtQp8HCS2/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" color:#000; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px; text-decoration:none; word-wrap:break-word;" target="_blank">Siapa yang bertahan dan siapa yang akan tersingkir? Selengkapnya dalam video berjudul &#34;Lampu 9 Menteri Jokowi, Siapa Dicopot?&#34; di Pinterpolitik.com dan channel Youtube Pinter Politik. #kabinetjokowi #menteri #video #politik #politikindonesia #pinterpolitik</a></p>
<p style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px; margin-bottom:0; margin-top:8px; overflow:hidden; padding:8px 0 7px; text-align:center; text-overflow:ellipsis; white-space:nowrap;">A post shared by <a href="https://www.instagram.com/pinterpolitik/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px;" target="_blank"> PinterPolitik.com</a> (@pinterpolitik) on <time style=" font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px;" datetime="2019-08-22T11:14:22+00:00">Aug 22, 2019 at 4:14am PDT</time></p>
</div>
</blockquote>
<p><script async src="//www.instagram.com/embed.js"></script></p>
<p>Makanya Menteri Susi jadi sewot dikritik kayak gitu. Doi langsung deh posting foto lagi ngupil di akun Twitternya dengan caption: “Lagi asyik, ehhh ketangkep kamera. Tapi saya pikir ini keren, daripada BT. Ngupilnya di gedung DPR”.</p>
<p>Kan jadi ngeri masyarakat ngeliatnya. <em>Upppss. Hehehe. </em>Awas loh bapak-bapak anggota Banggar, entar pada ditenggelamin semua sama Bu Susi.<em>.</em></p>
<p>Lagian, Wapres Terpilih Ma’ruf Amin aja lewat kok waktu ngritik Bu Susi, apalagi DPR. Publik mungkin masih ingat bagaimana Ma’ruf Amin sempat menyebut akan mengevaluasi kebijakan di sektor kelautan dan perikanan di era Menteri Susi.</p>
<p>Tapi, bukannya membahayakan Susi, kayaknya hal tersebut nggak akan membuat posisi doi terganggu di kabinet. Bahkan, dirinya disebut-sebut besar kemungkinan bakal dipilih lagi oleh Presiden Jokowi pada periode kedua kekuasaannya.</p>
<p>Apalagi, Menteri Susi ini salah satu menteri yang paling populer. Jadi, hati-hati loh kalau ngritik doi. Nggak takut nanti ditenggelamkan netizen Indonesia yang budiman? <em>Hehehe. </em>(S13)</p>
<div class="youtube-embed" data-video_id="5YMrvaGzf6g"><iframe loading="lazy" title="Menerawang Sejarah Organisasi Papua Merdeka" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/5YMrvaGzf6g?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe></div>
<p>Mau tulisanmu terbit di rubrik Ruang Publik kami? Klik di <strong><a href="https://pinterpolitik.com/luhut-masih-kokoh-atau-tergusur/bit.ly/ruang-publik">bit.ly/ruang-publik</a></strong> untuk informasi lebih lanjut</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/09/susi-1024x676.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Kuda Poni Tunggangan Susi</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/kuda-poni-tunggangan-susi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[K16]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 25 Apr 2018 07:15:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Cawapres Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[JOSS]]></category>
		<category><![CDATA[KKP]]></category>
		<category><![CDATA[PEGASUS]]></category>
		<category><![CDATA[Susi Pudjiastuti]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=27497</guid>

					<description><![CDATA[“PEGASUS dengan jaringannya yang sudah menggapai 34 provinsi untuk mensukseskan pencalonan Susi Pudjiastuti sebagai cawapres 2019.” ~ Koordinator PEGASUS, Oka Wijaya. PinterPolitik.com [dropcap]S[/dropcap]iapa sangka nama Menteri Kelautan Dan Perikanan Susi Pudjiastuti akhirnya muncul belakangan sebagai orang yang digadang-gadang cocok sebagai Cawapres Jokowi dalam perhelatan Pilpres 2019 mendatang. Dukungan ini diberikan oleh seekor kuda poni, bernama [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong><em>“PEGASUS dengan jaringannya yang sudah menggapai 34 provinsi untuk mensukseskan pencalonan Susi Pudjiastuti sebagai cawapres 2019.” ~ Koordinator PEGASUS, Oka Wijaya.</em></strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #ccdb00;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]S[/dropcap]iapa sangka nama Menteri Kelautan Dan Perikanan Susi Pudjiastuti akhirnya muncul belakangan sebagai orang yang digadang-gadang cocok sebagai Cawapres Jokowi dalam perhelatan Pilpres 2019 mendatang. Dukungan ini diberikan oleh seekor kuda poni, bernama Pegasus. <em>Gak deng</em>, becanda, hahaha. PEGASUS itu adalah akronim dari barisan relawan ‘Pergerakan Untuk Susi’.<em> Tsadeest mamen.</em></p>
<p>Alasannya sih dukungan ini diberikan Pegasus karena Ibu Susi dianggap pantas mengisi kursi RI-2 berkat prestasinya sebagai Menteri. <em>Mmm, maca ci, mi</em> apa coba? Emangnya apa aja prestasi Susi? Setau <em>eike</em> cuma tukang nenggelamin kapal aja. Apanya yang prestasi kalau gitu ya <em>guys</em>.</p>
<p>Dia kan cuma orang yang nyebelin. Iya nyebelin. Gimana gak nyebelin coba. Dia itu udah bikin rizki orang <em>seret</em> loh. Kan <em>kician</em> ya <em>guys. Eits,</em> tunggu dulu, mereka-mereka itu adalah para mafia perikanan laut yang mulai gerah usai Ibu Susi menjabat sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan.</p>
<p>Bahkan dulu, Ibu Susi sempat menyentil oknum para Jenderal untuk tidak main-main ikut <em>backup</em> melindungi mafia perikanan di wilayah laut RI. Pada hal simpel aja sih kerjanya. Cukup melestarikan budidaya ikan, menjaga keamanan laut dari <em>illegal fishing</em>, dan membersihkan oknum birokrat korup, serta membuat kebijakan berkepanjangan untuk nelayan Indonesia.</p>
<p>Jadi wajar aja lah ya kalau Pegasus ini kemudin menyerukan dukungan agar Ibu Susi maju sebagai Cawapres. Pegasus ini palingan sama aja kayak relawan ‘Selendang Putih’ Gatot Nurmantyo, BARET (Barisan Relawan TGB), CINTA (Cak Imin Untuk Indonesia) atau GOJO (Golkar Jokowi).</p>
<p>Ini <em>mah</em> artinya yang bikin Ibu Susi sendiri kali ya, buat promosi diri ke Pakde Jokowi. Seperti relawan sebelumnya yang bernama JOSS ( Jokowi-Susi Pudjiastuti). Ya gak apa juga sih. <em>Toh</em> gak<em> ngeriweuh</em>. Ya asal jangan gaya maksa aja kayak Cak Imin ke Jokowi. Kalau itu <em>mah</em> udah <em>ngebet</em> akut <em>ngincer</em> kursi RI-2.</p>
<p>Apa dengan Pegasus ala-ala ‘Kuda Poni’ ini, Ibu Susi bisa menarik perhatian Pakde Jokowi? <em>Mmm,</em> ya kita liat aja nanti ya. Apa bagi Jokowi, Ibu Susi memang tempat terbaiknya itu ya sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan, bukan Cawapres. Seperti halnya yang dikatakan filsuf Voltaire (1694-1778), ‘<em>Whoever serves his country well has no need of ancestors</em>.’ (K16)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/04/PEGASUS-Pergerakan-Untuk-Susi.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
