<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>Ketua Umum PDI-P &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/ketua-umum-pdi-p/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Sun, 27 Feb 2022 12:55:23 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>Ketua Umum PDI-P &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Takhta Mega Mulai Goyang?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/celoteh/takhta-mega-mulai-goyang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[A43]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 Apr 2021 23:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Ketua Umum PDI-P]]></category>
		<category><![CDATA[Megawati Soekarnoputri]]></category>
		<category><![CDATA[PDIP]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=104236</guid>

					<description><![CDATA[Ketua Umum (Ketum) PDIP Megawati Soekarnoputri dikabarkan siap untuk lengser dari kursi pimpinan partai. Sejumlah nama calon pengganti juga mulai bermunculan. Apakah takhta Mega mulai goyang? PinterPolitik.com Biasanya&#160;nih, kala kita berkunjung rumah nenek, tidak jarang kita akan menemui sebuah kursi yang bisa bergoyang. Kursi semacam ini dapat berayun maju dan mundur dengan kaki-kaki kursi yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Ketua Umum (Ketum) PDIP Megawati Soekarnoputri dikabarkan siap untuk lengser dari kursi pimpinan partai. Sejumlah nama calon pengganti juga mulai bermunculan. Apakah takhta Mega mulai goyang?</strong></p>



<hr class="wp-block-separator"/>



<p class="wp-block-paragraph"><strong><a href="http://pinterpolitik.com/">PinterPolitik.com</a></strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Biasanya&nbsp;<em>nih</em>, kala kita berkunjung rumah nenek, tidak jarang kita akan menemui sebuah kursi yang bisa bergoyang. Kursi semacam ini dapat berayun maju dan mundur dengan kaki-kaki kursi yang melengkung di dua sisi.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Emang sih</em>, kursi goyang ini kerap digunakan dan diidentikkan dengan mereka-mereka yang telah lanjut usia. Soalnya&nbsp;<em>tuh</em>, banyak yang bilang kursi goyang bisa membawa rasa damai dan memberikan sejumlah manfaat kesehatan&nbsp;<em>lho</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mungkin, “kursi goyang” ini juga bisa digunakan untuk menggambarkan dunia politik&nbsp;<em>nih</em>. Pasalnya&nbsp;<em>nih</em>, “kursi goyang” ini sepertinya tengah diduduki oleh seorang politikus senior di Indonesia, yakni Megawati Soekarnoputri yang telah lama duduk di kursi Ketua Umum (Ketum) PDIP sejak tahun 1999.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Waduh</em>,&nbsp;<em>udah&nbsp;</em>lama juga ya duduk di kursinya. Lagipula, Bu Mega sendiri pernah mengaku kalau beliau sudah berumur banyak untuk terus-terusan jadi Ketum. Ya, mungkin, itulah kenapa kursi Bu Mega&nbsp;<em>udah&nbsp;</em>mulai goyang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Soalnya&nbsp;<em>nih</em>, kala Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 kemarin, banyak&nbsp;<em>lho</em>&nbsp;kader-kader PDIP yang mulai tidak sepakat dan “memberontak” terhadap keputusan-keputusan Bu Ketum. PDIP Surabaya, misalnya, disebut-sebut pecah akibat keputusan Bu Mega yang memilih Eri Cahyadi – seorang birokrat non-kader – untuk menjadi Calon Wali Kota (Cawalkot) Surabaya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain Pilwalkot Surabaya 2020, persoalan “pemberontakan” ke Bu Mega ini juga terjadi&nbsp;<em>lho</em>&nbsp;di Jawa Tengah (Jateng), khususnya di Kabupaten Purbalingga. Kabarnya&nbsp;<em>sih</em>, ada adik ipar Gubernur Jateng Ganjar Pranowo – Zaini Makarim (Jeni) – yang menjadi lawan bagi pasangan petahana yang dijagokan PDIP&nbsp;<em>lho</em>.&nbsp;<em>Waduh</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mungkin, inilah mengapa Bu Mega pada akhir Maret lalu sempat memberi sinyal bahwa dirinya tidak masalah apabila harus lengser dari kursi tersebut&nbsp;<em>lho</em>.&nbsp;<em>Wah</em>&nbsp;<em>wah</em>, kira-kira, siapa ya yang bakal menggantikan Bu Ketum?</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca Juga:&nbsp;<a href="https://www.pinterpolitik.com/celoteh/ke-mana-megawati">Ke Mana Megawati?</a></strong></p>



<figure class="wp-block-image"><a href="https://www.instagram.com/p/CNUgQrRh6xf/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><img decoding="async" src="https://www.pinterpolitik.com:8000/photos/shares/Infografis%20K12%202020/Game-of-Mega%E2%80%99s-Throne.jpg" alt="Game of Mega's Throne"/></a></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Akhirnya, mulai muncul&nbsp;<em>tuh</em>&nbsp;sejumlah prediksi nama-nama yang bakal menjadi orang kedua yang menduduki takhta banteng tersebut. Beberapa di antaranya adalah putri dan putra Bu Mega, yakni Ketua DPR RI Puan Maharani dan Ketua DPP PDIP Prananda Prabowo.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dua nama ini&nbsp;<em>emang</em>&nbsp;bakal langsung muncul&nbsp;<em>tuh</em>&nbsp;di benak para pengamat politik sebagai pengganti Bu Mega. Pasalnya, banyak&nbsp;<em>lho</em>&nbsp;yang menilai bahwa PDIP ini bakal jadi partai yang identik dengan trah Soekarno.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Hmm</em>,&nbsp;<em>tapi</em>&nbsp;<em>nih</em>, Mbak Puan dan Mas Prananda ini disebut-sebut punya kubu sendiri-sendiri&nbsp;<em>lho</em>. Bukan&nbsp;<em>nggak</em>&nbsp;mungkin, keduanya ini juga saling bersaing dalam politik internal PDIP. Mungkin&nbsp;<em>nih</em>, Mbak Puan dan Mas Prananda ini bisa dianalogikan seperti Renly Baratheon dan Stannis Baratheon ya kalau di seri&nbsp;<em>Game of Thrones</em>&nbsp;(GoT) (2011-2019).</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Hmm</em>, kalau&nbsp;<em>emang</em>&nbsp;politik internal PDIP ini bakal jadi mirip seperti GoT, kira-kira, siapa ya yang bakal jadi keluarga bangsawan Stark? Bisa jadi, peran ini bakal diisi oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Soalnya&nbsp;<em>nih</em>, Pak Jokowi juga mulai disebut-sebut berpotensi&nbsp;<em>lho</em>&nbsp;buat jadi Ketum PDIP.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Apalagi&nbsp;<em>nih</em>, seperti Stark, kubu non-trah Soekarno disebut-sebut mulai “disingkirkan”&nbsp;<em>lho</em>&nbsp;oleh elite-elite tertentu. Maruarar Sirait, misalnya, tidak lagi menjabat sebagai pengurus dalam DPP PDIP&nbsp;<em>lho</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Wah</em>&nbsp;<em>wah</em>, kalau&nbsp;<em>gini</em>&nbsp;caranya, politik PDIP ini bisa-bisa disebut sebagai&nbsp;<em>Game of Mega’s Throne</em>&nbsp;<em>dong</em>&nbsp;– penuh dengan intrik politik antarkubu. Menarik&nbsp;<em>nih</em>&nbsp;buat diamati kelanjutan perebutan “kursi goyang” Bu Mega ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lagipula, sejauh ini, “kursi goyang” Bu Mega pun masih “mengayun” seirama dengan para kadernya. Kalau yang duduk di situ bukan Bu Mega lagi, masihkah berbagai unsur di PDIP berjalan senantiasa seirama? (A43)</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca Juga:&nbsp;<a href="https://www.pinterpolitik.com/celoteh/megawati-minta-pdip-belajar-dari-kodok">Megawati Minta PDIP Belajar dari Kodok</a></strong></p>



<hr class="wp-block-separator"/>



<figure class="wp-block-embed is-type-rich is-provider-embed-handler wp-block-embed-embed-handler wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<div class="youtube-embed" data-video_id="7zva_kN_OxA"><iframe title="Misteri UFO: Pemerintah Sembunyikan Fakta Alien?" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/7zva_kN_OxA?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe></div>
</div></figure>



<p class="wp-block-paragraph">► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di&nbsp;<a href="http://bit.ly/PinterPolitik"><strong>bit.ly/PinterPolitik</strong></a></p>



<figure class="wp-block-image"><a href="https://www.youtube.com/c/PinterPolitik/featured"><img decoding="async" src="https://www.pinterpolitik.com:8000/photos/shares/ytb%20membership-03.jpg" alt=""/></a></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di&nbsp;<strong><a href="http://bit.ly/ruang-publik">bit.ly/ruang-publik</a></strong>&nbsp;untuk informasi lebih lanjut.</p>



<figure class="wp-block-image"><a href="https://linktr.ee/PinterPublishing"><img decoding="async" src="https://www.pinterpolitik.com:8000/photos/shares/2021/3/ebook-promo-web-banner.jpg" alt=""/></a></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/1617717051_takhta-mega-mulai-goyangjpg-1024x676.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Megawati, Ketum PDIP Sepanjang Masa?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/megawati-ketum-pdip-sepanjang-masa/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R50]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 20 Jun 2019 08:19:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Politik & Figure]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Ketua Umum PDI-P]]></category>
		<category><![CDATA[Megawati]]></category>
		<category><![CDATA[PDI-P]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=60246</guid>

					<description><![CDATA[&#8220;Orang-orang menghormati mereka yang yakin dengan apa yang mereka inginkan.&#8221; — Anna Wintour PinterPolitik.com Gerakan feminisme di Indonesia pastinya bangga banget nih sama sosok Megawati Soekarnoputri. Gimana nggak bangga coba, dia satu-satunya perempuan yang pernah menjabat sebagai Presiden dan Wakil Presiden Indonesia. Labih dari itu, selama 21 tahun dia juga terus menjabat sebagai Ketua Umum [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>&#8220;Orang-orang menghormati mereka yang yakin dengan apa yang mereka inginkan.&#8221; — Anna Wintour</strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #cedb2a"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p><span class="dropcap dropcap2">G</span>erakan feminisme di Indonesia pastinya bangga banget nih sama sosok Megawati Soekarnoputri. Gimana nggak bangga coba, dia satu-satunya perempuan yang pernah menjabat sebagai Presiden dan Wakil Presiden Indonesia.</p>
<p>Labih dari itu, selama 21 tahun dia juga terus menjabat sebagai Ketua Umum PDIP. <em>Hmm</em>. Berarti gerakan “Indonesia tanpa feminis” nggak pernah pilih PDIP karena ada tokoh Ibu Megawati kali ya. <em>Hehehe</em>.</p>
<p>Nah, menariknya di tahun 2010 dan 2015, Megawati terpilih sebagai ketua partai secara aklamasi atau tanpa pemungutan suara. Mantul alias mantap betul banget nggak tuh <em>support system</em>-nya si ibu. Dalam dua tahun berturut-turut anggota partai langsung memberi dukungan.</p>
<p>Rumor-rumor yang ada belakangan ini juga bilang kalau di periode selanjutnya, si Ibu Megawati bakal terus lanjut jadi Ketua Umum PDIP secara aklamasi lagi nih. <em>Wiihhh</em>.</p>
<p>Soal pesona kepemimpinannya Megawati nggak perlu diragukan lagi lah kalau gini ceritanya. Tapi, pesonanya itu natural kan ya bu, bukan pake <em>skin care </em>Korea kan? <em>Upss.</em></p>
<div id="fb-root"></div>
<p><script async="1" defer="1" crossorigin="anonymous" src="https://connect.facebook.net/en_US/sdk.js#xfbml=1&amp;version=v3.3"></script></p>
<div class="fb-post" data-href="https://www.facebook.com/pinterpolitikdotcom/photos/a.1186487481431015/2344276532318765/?type=3&amp;theater" data-width="696">
<blockquote cite="https://www.facebook.com/pinterpolitikdotcom/photos/a.1186487481431015/2344276532318765/?type=3" class="fb-xfbml-parse-ignore">
<p>Nama calon kandidat pengganti Mega mulai bermunculan.  Siapa kandidat yang paling berpeluang?Nantikan artikel selengkapnya di PinterPolitik.com</p>
<p>Posted by <a href="https://www.facebook.com/pinterpolitikdotcom/">Pinter Politik</a> on&nbsp;<a href="https://www.facebook.com/pinterpolitikdotcom/photos/a.1186487481431015/2344276532318765/?type=3">Monday, June 17, 2019</a></p></blockquote>
</div>
<p>Tapi, heran nggak sih, kok bisa ya selama 4 periode Megawati nggak turun-turun dari puncak PDIP? Mau dong aku dikasih <em>tips and trick</em>-nya.</p>
<p><em>Ehh</em>, tapi ternyata Megawati juga sempat klaim kalau dia sudah sekian lama berharap diganti dari posisinya.</p>
<p><em>Ah.</em> Si ibu nggak usah pasif agresif gitu lah. <em>Hehehe. </em></p>
<p>Melihat sosok Ibu Megawati ini tuh mengingatkanku sama tokoh Miranda Prieistly dalam film <em>The Devil Wears Prada</em> yang rilis tahun 2006. Kalian yang suka <em>fashion</em> pasti pernah deh nonton film ini.</p>
<p>Garis besarnya tuh si Miranda Priestly adalah seorang tua yang sudah bertahun-tahun menjabat sebagai Pemimpin Redaksi di sebuah majalah <em>fashion</em>. Namun, saat Direktur perusahaan mencoba untuk mengganti Miranda dengan kandidat yang lebih muda, diam-diam Miranda menyingkirkan kandidat tersebut, sehingga dia nggak jadi dilengserkan dari jabatannya.</p>
<p>Kalau nanti Megawati bisa terpilih lagi secara aklamasi di periode selanjutnya, apa mungkin rahasia keberhasilannya dalam mempertahankan posisinya mirip dengan si Miranda Priestly kali ya? Demi mempertahankan posisinya, Megawati secara halus bisa menyingkirkan orang tertentu dan membuat anggota partai terus mendukung dirinya. <em>Eh</em>.</p>
<h4>Tapi nggak tahu juga deh. Tanyakan pada rumput yang bergoyang. <em>Hehe. </em>(R50)</h4>
<div class="youtube-embed" data-video_id="gFkFIioO2jc"><iframe title="Sejarah PDI-Perjuangan" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/gFkFIioO2jc?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe></div>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/06/medan-inside-1024x570.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
