<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>Ketua Umum Partai Gerindra &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/ketua-umum-partai-gerindra/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Tue, 09 Jun 2020 19:36:43 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>Ketua Umum Partai Gerindra &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>2024 Menanti Siapa Yang Terbaik</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/infografis/2024-menanti-siapa-yang-terbaik/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R55]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 10 Jun 2020 01:29:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[Ketua Umum Partai Gerindra]]></category>
		<category><![CDATA[ketum partai]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=79509</guid>

					<description><![CDATA[34 DPD Gerindra bulat dukung Prabowo Subianto jadi Ketum Gerindra lagi, hal ini menjadi pertaruhan jalan politik Sandiaga Uno. Elektabilitas Sandi bisa naik 2 kali lipat jika Prabowo tak maju di 2024]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2020/06/Poster-Sandi.jpg"><img fetchpriority="high" decoding="async" class=" td-modal-image aligncenter wp-image-79510 size-full" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2020/06/Poster-Sandi.jpg" alt="Prabowo Subianto jadi Ketum Gerindra lagi" width="1080" height="1300" /></a></p>
<p>34 DPD Gerindra bulat dukung Prabowo Subianto jadi Ketum Gerindra lagi, hal ini menjadi pertaruhan jalan politik Sandiaga Uno. Elektabilitas Sandi bisa naik 2 kali lipat jika Prabowo tak maju di 2024</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2020/06/Poster-Sandi.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Prabowo ‘Dipaksa’ Jadi Caleg</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/prabowo-dipaksa-jadi-caleg/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Z19]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 24 May 2018 07:53:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Capres Prabowo Subianto]]></category>
		<category><![CDATA[Ketua Umum Partai Gerindra]]></category>
		<category><![CDATA[Mahathir Muhamad]]></category>
		<category><![CDATA[Partai Gerindra]]></category>
		<category><![CDATA[Pilpres 2019]]></category>
		<category><![CDATA[Prabowo Subianto]]></category>
		<category><![CDATA[Prediksi Pilpres 2019]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=29657</guid>

					<description><![CDATA[“Saran gua, Pak @prabowo jadi Caleg @Gerindra aja siapa tau karier politiknya cemerlang karena petugas partainya saat ini yang duduk di Parlemen sangat tidak berguna. #WajahOposisiIndonesia” ~ cuit akun @c_stalking PinterPolitik.com [dropcap]P[/dropcap]rabowo Subianto lagi dan lagi dijagokan Partai Gerindra dan lingkar koalisinya untuk maju kembali sebagai calon Presiden 2019. Berarti ini ketiga kalinya, kalau kalah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong><em>“Saran gua, Pak @prabowo jadi Caleg @Gerindra aja siapa tau karier politiknya cemerlang karena petugas partainya saat ini yang duduk di Parlemen sangat tidak berguna. #WajahOposisiIndonesia” ~ cuit akun @c_stalking</em></strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #ccdb00;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]P[/dropcap]rabowo Subianto lagi dan lagi dijagokan Partai Gerindra dan lingkar koalisinya untuk maju kembali sebagai calon Presiden 2019.</p>
<p>Berarti ini ketiga kalinya, kalau kalah gimana? Apa mungkin takdir Prabowo sudah seharusnya menjadi oposisi kali ya? Atau Prabowo mau melipat dengan penguasa? <em>Ehmm, </em>ga yakin mau begitu.</p>
<p><em>Weeiits, </em>oposisi kan ga selamanya selalu di luar Pemerintahan, siapa tau kan bisa kayak kemenangan oposisi Malaysia yang kini menjadi penguasa Malaysia. Mungkin ga Indonesia kecipratan ya?</p>
<p><em>Ehmm, </em>sudah jelas engga akan pernah bisa kecipratan, kecuali main cocok – cocokan doang, <em>uppss, </em>cocoklogi kali ah, <em>hehehe</em>. Kalau mau dilihat dari raut wajah oposisi Indonesia dan di Malaysia ya sudah jelas berbeda.</p>
<p>Kalau kata salah satu warganet, Chris, cuitannya dibalas Partai Gerindra, ia mengatakan oposisi di Malaysia itu lebih mengedepankan gagasan dan konsep besar.</p>
<p>Berbeda dengan oposisi Indonesia yang tak terstruktur dalam memberikan kritik dan saran bagi Pemerintah.</p>
<p>Wajar makanya kalau masyarakat cenderung membela penguasa, karena sering jadi sasaran tembak oposisi yang asal – asalan.</p>
<blockquote class="twitter-tweet">
<p dir="ltr" lang="in">Saran gua Pak <a href="https://twitter.com/prabowo?ref_src=twsrc%5Etfw">@prabowo</a> jadi Caleg <a href="https://twitter.com/Gerindra?ref_src=twsrc%5Etfw">@Gerindra</a> aja siapa tau karier politikya cemerlang krn Petugas partainya saat ini yg duduk di Parlemen sangat tidak berguna. ? <a href="https://twitter.com/hashtag/WajahOposisiIndonesia?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw">#WajahOposisiIndonesia</a></p>
<p>— Chris (@c_stalking) <a href="https://twitter.com/c_stalking/status/999166956157587456?ref_src=twsrc%5Etfw">May 23, 2018</a></p></blockquote>
<p>Apalagi kalau kata Chris, kayaknya Prabowo sia – sia belajar dari kemenangan oposisi Malaysia. Karena perjalanan awal dan prosesnya berbeda, jadi hasilnya juga pasti beda dengan oposisi Indonesia.</p>
<p>Akhirnya, Prabowo disarankan lebih baik menjadi calon anggota legislatif (caleg) saja dibandingkan menjadi calon Presiden.</p>
<p>Siapa tau ke depannya memiliki karier yang jelas dan setidaknya, bisa mengevaluasi kinerja kader Partai Gerindra yang jadi anggota DPR.</p>
<p><em>Weleeeh weleeeh, </em>tapi kalau Prabowo jadi caleg Partai Gerindra tak ada lawan yang sebanding dengan Jokowi dong? Ya kalau akhirnya begitu mau gimana?</p>
<p>Lagian oposisi ga serius membangun gerakan dan memberikan kritik yang sifatnya lahir dari jeritan rakyat sih, <em>hadeuuh, weleeeh weleeeh. </em></p>
<p>Kalau kata kartunis dari Amerika Serikat, James Thurber, jangan melihat masa lalu dengan penyesalan, jangan pula melihat masa depan dengan ketakutan, tapi lihatlah sekitarmu dengan penuh kesadaran.</p>
<p>Prabowo dan lingkar koalisi oposisinya sudah sadar fungsi oposisi belum? Atau ga tau kalau oposisi itu harus ngapain? <em>Weleeeh weleeeh. </em>(Z19)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/05/prabw-1024x676.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Prabowo Mempan ‘Disogok’?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/prabowo-mempan-disogok/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Z19]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 06 Apr 2018 04:47:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Capres Prabowo Subianto]]></category>
		<category><![CDATA[Ketua Umum Partai Gerindra]]></category>
		<category><![CDATA[Sogok Syariah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=25671</guid>

					<description><![CDATA[“Dalam kondisi darurat korupsi, pejabat negara tetap mencuri silih berganti. Sebanyak koruptor masuk penjara, sebanyak itu pula regenerasinya menggarong negara.” PinterPolitik.com [dropcap]P[/dropcap]rabowo Subianto masih dimungkinkan untuk maju dalam kontestasi Pemilu Presiden (Pilpres) 2019. Walaupun ada beberapa pendapat kalau Prabowo sudah menuju masa pensiun untuk maju di Pilpres. Yaiyalah, kalau sekarang maju berarti tercatat sudah ketiga [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong><em>“Dalam kondisi darurat korupsi, pejabat negara tetap mencuri silih berganti. Sebanyak koruptor masuk penjara, sebanyak itu pula regenerasinya menggarong negara.”</em></strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #ccdb00;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]P[/dropcap]rabowo Subianto masih dimungkinkan untuk maju dalam kontestasi Pemilu Presiden (Pilpres) 2019.</p>
<p>Walaupun ada beberapa pendapat kalau Prabowo sudah menuju masa pensiun untuk maju di Pilpres.</p>
<p><em>Yaiyalah, </em>kalau sekarang maju berarti tercatat sudah ketiga kalinya tumbang, <em>uppssss, </em>maksudnya ketiga kalinya dong kalau di 2019 Prabowo maju lagi. Nah kalau bicara peluang, entah gimana nanti, <em>weleeeh weleeeh.</em></p>
<p>Ya walaupun perolehan surveinya ga gede – gede amat, masih syukurlah ada angkanya di situ, dibandingkan <em>ngotot </em>doang tapi surveinya ga ada kan sedih juga, apalagi kalau memaksakan bayar lembaga survei buat naikin nama, <em>ahhh syudahlaaahhh. </em></p>
<p>Masih banyak spekulasi bertebaran ya, kayak bermain cocok – cocokan <em>puzzle, </em>si A lah sama si B, si B lah sama si C, terus aja begitu, <em>hadeuuuuhh. </em>Sampai – sampai dua petarung Jokowi dan Prabowo juga malah dipasangkan, <em>hadeuuuhh, </em>kan hampir mustahil begitu, <em>weleeeeh weleeeeh.</em></p>
<p><em>Weeeeiiittss, </em>bentar dulu, kata siapa Jokowi dan Prabowo ga bisa bersatu, bisalah. Ingat, tak ada kawan atau lawan abadi dalam dunia politik, sedari jauh – jauh hari adagium ini kan udah ada, makanya bisa kali dua petarung itu rekonsiliasi dan gabung.</p>
<p>Masalahnya sih, tinggal keduanya harus menghilangkan egonya dulu, jangan sampe udah rekonsiliasi dan gabung <em>ehhhh</em> ke depannya malah timbul konflik, <em> ahhh syudahhhlah. </em></p>
<p>Bahkan ada salah satu pihak yang katanya rela ngeluarin kocek dalem banget, hanya biar Prabowo mau bersandingan dengan Jokowi. Tapi, Prabowo posisinya Cawapres, bukan Capres. <em>Hmmm, </em>rela emang kalau begitu? <em>Weleeeh weleeeh.</em></p>
<p>Mana mau kan? <em>Weitss </em>nanti dulu, kalau ada maharnya gimana? <em>Woailaaaah, </em>zaman <em>now </em>masih aja ngomongin perilaku primitif begitu, <em>hadeuuuh. Waduh, </em>beneran nih mau begitu? <em>Nah loh</em>, emangnya mahar yang mau dikasih ke Prabowo berapa?</p>
<p>Usut punya usut, maharnya itu senilai Rp 15 triliun. Tapi sayang banget, Prabowo menolak jadi Cawapres Jokowi ya, <em>waduh</em> kan lumayan dapet kursi Wapres dan bonus Rp 15 triliun.</p>
<p><em>Hmmm, </em>pantesan aja Prabowo ga mau, ternyata Rp 15 triliun itu bentuknya bukan uang tunai tapi bentuk proyek, <em>yailaaaah</em>, harus dikerjain dulu dong, coba kalau tunai, mau ga ya? Capek <em>deh</em> ngitunginnya, <em>weleeeeh weleeeh. </em>(Z19)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/04/prabowo-subianto--1024x676.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Prabowo ‘Keder Kepepet’</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/prabowo-keder-kepepet/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Z19]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 04 Apr 2018 06:56:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Capres Prabowo Subianto]]></category>
		<category><![CDATA[Ketua Umum Partai Gerindra]]></category>
		<category><![CDATA[Partai Gerindra]]></category>
		<category><![CDATA[Pilpres 2019]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=25469</guid>

					<description><![CDATA[“Terkadang seseorang terpaksa berbohong untuk menyelamatkan hidupnya.” PinterPolitik.com [dropcap]P[/dropcap]artai Gerindra belum bisa memastikan bahwa Prabowo Subianto yang akan diusung menjadi Calon Presiden 2019. Padahal, kader &#8211; kadernya sudah pada ngotot ingin segera mendeklarasikan diri. Kader mikirnya, enak juga ya kalau jualan kampanyenya itu ada calon Presiden nih dari Partai Gerindra, daripada ga ada, bingung juga [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong><em>“Terkadang seseorang terpaksa berbohong untuk menyelamatkan hidupnya.”</em></strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #ccdb00;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]P[/dropcap]artai Gerindra belum bisa memastikan bahwa Prabowo Subianto yang akan diusung menjadi Calon Presiden 2019.</p>
<p>Padahal, kader &#8211; kadernya sudah pada ngotot ingin segera mendeklarasikan diri. Kader mikirnya, enak juga ya kalau jualan kampanyenya itu ada calon Presiden nih dari Partai Gerindra, daripada ga ada, bingung juga kan? Setidaknya, kalau ada kan jadi ada daya tawar lain kepada rakyat.</p>
<p>Memangnya kenapa sih belum deklarasi juga? Apakah Prabowo yang sudah tahu diri ataukah memang ada nama lain yang ingin merangsek masuk ke ‘meja’ partai Gerindra?</p>
<p><em>Wadidaw</em>, nama Prabowo mau digeser gitu? <em>Ulalala</em>, ngeri kali ya kalau begini. Tapi gapapa lah, daripada bingung mulu, <em>uhuuuyyy.</em></p>
<p>Tapi dari Prabowo sendiri gimana sih, mau mau engga engga, yang jelas gituloh jangan malah bimbang. Kan kalau bingung begini kelihatan banget plin plannya. <em>Ahh syudahlahhh. </em></p>
<p>Kalau begini sih sudah pasti Prabowo lagi kebingungan gimana caranya untuk menang. Karena ini akan jadi kali ketiga bagi Prabowo maju di Pilpres. Kalau tumbang, <em>tengsin</em> banget kan, <em>weleeeeh weleeeeh.</em></p>
<p>Tapi sayangnya, Prabowo sekarang cenderung <em>serampangan</em>, jelas banget gitu nampilin kebingungannya. Tak lain karena suasana hatinya lagi galau dengan kondisi yang ada.</p>
<p>Sebenernya ada dua kekhawatiran Prabowo nih, yang pertama Prabowo <em>deg-degan</em> karena masa pendaftaran calon Presiden sudah semakin dekat, 4-10 Agustus 2018 <em>loh.</em></p>
<p><em>Waduh</em>, kalau terus &#8211; terusan begini mana mungkin Prabowo dapet kepastian sikap. <em>Woailaaaaahhh</em>, masa gagal daftar gara-gara masih bimbang<em> zzzzzzz,</em> tumbang sebelum berperang dong.</p>
<p>Nah ketakutan Prabowo yang kedua, kubu lawan ini sangat mungkin mengumpulkan 50 persen <em>presidential threshold</em>, sementara Prabowo? <em>Ahhh syudahhhlah</em>.</p>
<p>Makanya kalau kata pakar komunikasi politik, ini kali ya yang bikin Prabowo jadi linglung dan malah membabibuta menyerang pemerintah, padahal jauh di lubuk hati yang terdalam ada ketakutan menuju Pilpres 2019.</p>
<p><em>Uppssss</em>, kalau begini caranya Prabowo bisa ga ya memenangkan kontestasi? <em>Husssss</em>, mendingan merenung aja dulu, pastiin dulu mau maju, baru deh pikirin menang atau engganya.</p>
<p><em>Hoalaaaah</em> segitunya, lagian mau jadi Presiden <em>kok</em> malah <em>plin plan</em> sih, negeri ini nanti mau dibawa kemana? <em>Weleeeeh weleeeeh</em>. (Z19)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/04/prabowo-calon-presiden-1024x676.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Prabowo, ‘Sang Diktator’ Gagal</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/prabowo-sang-diktator-gagal/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Z19]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Apr 2018 07:56:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Capres Prabowo Subianto]]></category>
		<category><![CDATA[Ketua Umum Partai Gerindra]]></category>
		<category><![CDATA[Pilpres 2019]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=25289</guid>

					<description><![CDATA[“Perbuatan-perbuatan salah adalah biasa bagi manusia, tetapi perbuatan pura-pura itulah sebenarnya yang menimbulkan permusuhan dan pengkhianatan.” PinterPolitik.com [dropcap]N[/dropcap]ama Prabowo Subianto takkan pernah lepas dari tuduhan tentang adanya pengkhianatan kekuasaan dan terus tercatat dalam ingatan rakyat Indonesia. Urusan salah atau benar, biarkanlah waktu yang menjawabnya. Saat itu, Prabowo menjabat sebagai Panglima Komando Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad).  [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong><em>“Perbuatan-perbuatan salah adalah biasa bagi manusia, tetapi perbuatan pura-pura itulah sebenarnya yang menimbulkan permusuhan dan pengkhianatan.”</em></strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #ccdb00;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]N[/dropcap]ama Prabowo Subianto takkan pernah lepas dari tuduhan tentang adanya pengkhianatan kekuasaan dan terus tercatat dalam ingatan rakyat Indonesia. Urusan salah atau benar, biarkanlah waktu yang menjawabnya.</p>
<p>Saat itu, Prabowo menjabat sebagai Panglima Komando Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad).  Tapi suka tak suka, tuduhan ini masih terbawa sampai sekarang. Jadi Prabowo harus memakluminya ya, jangan malah mau mengkudeta lagi dan lagi.</p>
<p><em>Upppsss, oiya </em>lupa, kalau sekarang kudeta lewat apa ya? <em>Hmmm, </em>susah juga sih kayaknya, <em>weleeeeh weleeeh.</em></p>
<p>Kalau dulu Prabowo mengkudeta, masih ada kemungkinan loh nama Prabowo itu tercatat dalam sejarah yang dinobatkan sebagai Presiden. Ya tahu sendiri kan bagaimana peluang Prabowo kalau mau melakukan kudeta dan mengisi kepemimpinan nasional, rasanya cukup mudah.</p>
<p>Engga kayak sekarang, mau kekuasaan aja Prabowo harus rela berjuang sampe terseok – seok dua kali ikut Pilpres dan selalu tumbang tak ada daya dan upaya lain, hanya pasrah ya, <em>weleeeeh weeleeeeh.</em></p>
<p>Selain tuduhan kudeta yang masih melekat di diri Prabowo, terkadang juga Prabowo diidentikkan seperti pemimpin yang diktator. <em>Waduhhh, </em>mungkin kalah Pilpres kemarin itu gara – gara ada ketakutan ini kali, <em>uhuuuyy, </em>tapi ya nasi udah jadi bubur, cuma bisa disesali doang.</p>
<p>Mungkin sudah takdirnya kali ya begini, Prabowo hampir putus asa kali ya mencalonkan diri sebagai Calon Presiden melalui lajur demokrasi, coba kalau dulu Prabowo tuntas mengkudeta, <em>ehmmm, </em>seengganya sempet ada gitu nama Prabowo di buku sejarah, sejarahnya pengkhianatan tapi, <em>weleeeeh weleeeeh.</em></p>
<p>Baru berasa sendiri kan? Prabowo sekarang sudah menghabiskan banyak hal hanya untuk menduduki singgasana kekuasaan, tapi dulu Prabowo punya jalan menuju kekuasaan tapi malah ga diambil, <em>hadeuuuhhh, </em>malu – malu tapi mau dong begitu <em>mah</em>, <em>uhuukkk, uhuuukk.</em></p>
<p>Akhirnya Prabowo mengakui sendiri kan, nyesel ya Prabowo ga bener – bener ngelakuin kudeta. Lagian gara – gara tuduhan itu kan reputasi Prabowo jadi hancur. Nanggung kan, kenapa ga kudeta aja sekalian.</p>
<p>Kan dituduh udah, malunya udah, martabat hancur sudah, lah tunggu apalagi dong? <em>Weleeeeeh weleeeeh. </em>Kalau sekarang ga kepikiran pengen kudeta lagi? <em>Ehmmm. </em>(Z19)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/04/pbw-1024x676.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Titiek ‘Pengkhianat’ Prabowo</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/titiek-pengkhianat-prabowo/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Z19]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 23 Mar 2018 04:21:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Capres Prabowo Subianto]]></category>
		<category><![CDATA[Ketua Umum Partai Gerindra]]></category>
		<category><![CDATA[Partai Gerindra]]></category>
		<category><![CDATA[Titiek Soeharto]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=24664</guid>

					<description><![CDATA[&#8220;Bagiku, perjuangan harus tetap ada. Usaha penghapusan terhadap kedegilan (keras kepala), terhadap pengkhianatan, terhadap segala-gala yang non humanis.&#8221; PinterPolitik.com [dropcap]A[/dropcap]kankah perjuangan Prabowo untuk merebut kekuasaan akan berakhir?  Lalu, apakah 2019 menjadi titik penghabisan Prabowo di kancah politik nasional? Huuufftt, berakhir pilu. Sudah dua kali rasanya Prabowo menjadi peserta yang selalu tumbang dalam kontestasi Pemilihan Presiden. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong><em>&#8220;Bagiku, perjuangan harus tetap ada. Usaha penghapusan terhadap kedegilan (keras kepala), terhadap pengkhianatan, terhadap segala-gala yang non humanis.&#8221;</em></strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #ccdb00;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]A[/dropcap]kankah perjuangan Prabowo untuk merebut kekuasaan akan berakhir?  Lalu, apakah 2019 menjadi titik penghabisan Prabowo di kancah politik nasional? <em>Huuufftt, </em>berakhir pilu.</p>
<p>Sudah dua kali rasanya Prabowo menjadi peserta yang selalu tumbang dalam kontestasi Pemilihan Presiden. Kalau Pilpres 2019 Prabowo kembali maju, otomatis Prabowo akan <em>hattrick</em> jadi peserta Pilpres dan kalau kalah lagi, Prabowo juga akan <em>hattrick </em>jadi calon yang selalu kalah.</p>
<p>Tapi kalau ngeliat semangat para kader Partai Gerindra yang menggebu – gebu pengen Prabowo jadi Presiden kayaknya bisa jadi modal awal yang kuat, karena siapa tahu ‘arah angin’ malah berbalik ke Prabowo kan? Ga ada yang tahu juga.</p>
<p>Kalau kata Fadli Zon, Prabowo diem – diem aja elektabilitasnya stabil, apalagi kalau Prabowo gencar kampanye, habis sudah Jokowi disalip. Itu sih kata Fadli, si loyalis Prabowo.</p>
<p>Cuma sayang banget sih kalau Prabowo belum juga mendeklarasikan sebagai Presiden, karena takutnya para kader Partai Gerindra jadi <em>melempem</em> lagi.</p>
<p>Katanya sih April akan deklarasi, makanya coba lihat aja dulu. Tapi kalau April itu Partai Gerindra deklarasi dan bukan nama  Prabowo gimana? <em>Hadeuuuh. </em>Ga tau dah gimana?</p>
<p>Ya siapa tahu kan Prabowo pengen jadi <em>King Maker</em>, <em>uhuuukkk, uhuuukk, </em>jadi calon aja gagal apalagi jadi ‘mentor’ belakang layar.</p>
<p>Tapi kalau dianalisa nih ya, sebab Prabowo tumbang di 2009 itu gara – gara kekuatan SBY masih kuat karena bertarung sebagai petahana, <em>hmmmm </em>wajarlah ya jadi korban kekuatan petahana.</p>
<p>Nah, kalau di 2014 itu sebenernya Prabowo sangat sakit hati karena merasa jadi korban kedustaan PDI Perjuangan.</p>
<p>Awalnya, Prabowo dijanjikan Megawati untuk dicalonkan PDI Perjuangan, tapi akhirnya Prabowo menerima ‘pengkhianatan’ karena PDIP akhirnya mengusung Jokowi. <em>Yaaah,</em> lagi dan lagi, Prabowo jadi korban, tapi korban pengkhianatan, <em>weleeeh weleeeh.</em></p>
<p>Nah kalau di 2019, akankah Prabowo jadi korban lagi? Ada dua kemungkinan sih, Prabowo jadi korban pengkhianatan mantan istrinya, Titiek Soeharto dan gerbong Cendana yang kini lebih condong ke Jokowi. Dan yang kedua, Prabowo lagi dan lagi jadi korbannya petahana.</p>
<p>Malang sekali nasibnya, <em>weleeeh weleeeh. </em>(Z19)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/03/prabowo-titiek-1024x676.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Prabowo ‘Raja Anti Hutang’</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/prabowo-raja-anti-hutang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Z19]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 Mar 2018 08:49:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Capres Prabowo Subianto]]></category>
		<category><![CDATA[Ketua Umum Partai Gerindra]]></category>
		<category><![CDATA[Partai Gerindra]]></category>
		<category><![CDATA[Pilpres 2019]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=24418</guid>

					<description><![CDATA[“Alangkah beruntungnya penguasa bila rakyatnya tidak bisa berpikir.” ~ Adolf Hitler PinterPolitik.com [dropcap]P[/dropcap]rabowo Subianto masih bimbang, apakah bersedia mencalonkan atau tidak sebagai Calon Presiden di Pilpres 2019. Makanya tak aneh Prabowo sempat hilang dari peredaran saat ada kader – kader Partai Gerindra berkumpul ingin mendeklarasikan dirinya sebagai Presiden. Tapi apa alasan para pendukungnya terus – [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong><em>“Alangkah beruntungnya penguasa bila rakyatnya tidak bisa berpikir.” ~ Adolf Hitler</em></strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #ccdb00;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]P[/dropcap]rabowo Subianto masih bimbang, apakah bersedia mencalonkan atau tidak sebagai Calon Presiden di Pilpres 2019.</p>
<p>Makanya tak aneh Prabowo sempat hilang dari peredaran saat ada kader – kader Partai Gerindra berkumpul ingin mendeklarasikan dirinya sebagai Presiden.</p>
<p>Tapi apa alasan para pendukungnya terus – terusan ingin mencalonkan Prabowo sebagai Presiden? <em>Ngotot </em>banget sih kelihatannya, padahal tau sendiri, Prabowo masih belum bisa memberi kepastian.</p>
<p>Yang lebih menariknya, walau Prabowo masih belum punya jawaban, para pendukungnya nekat memberikan garansi kepada masyarakat kalau Indonesia dipimpin Prabowo akan terbebas dari hutang, <em>wedeeww, </em>ini menarik sih. Tapi rasanya sulit.</p>
<p>Ucapan itu sih kayaknya janji manis aja deh, padahal sekarang masyarakat sudah kebal dengan janji manis kayak begitu, jadinya otomatis takkan mudah terpengaruh.</p>
<p>Katanya sih, sekarang Indonesia sedang dalam kondisi yang miris, karena terlilit hutang yang cukup banyak. Makanya Jokowi kini diidentikkan sebagai si Raja Hutang, biasalah namanya juga suara – suara minor dari kalangan oposisi.</p>
<p>Nah, kalau misalkan Prabowo terpilih menjadi Presiden, pendukungnya janji Prabowo takkan menjadi Raja Hutang. Emang gimana sih caranya, bisa langsung nyulap hutang Indonesia jadi hilang?</p>
<p><em>Ahhh elaaahhh, </em>manis bener ah omongannya, <em>upppsss. Ahh </em>apa iya begitu? Ga begitu yakin deh, <em>weleeeeh weleeeeh. </em>Makanya harus ada tiga hal dulu nih yang jadi pertimbangan biar bisa bikin yakin.</p>
<p>Yang pertama, Prabowo sendiri sampe sekarang belum mendeklarasikan menjadi Calon Presiden, ya walaupun katanya awal April 2018 mau deklarasi, kan belum tentu jadi juga.</p>
<p>Namanya politik kan dinamis, siapa tau ga jadi deklarasi, <em>weleeeeh weleeeh, </em>tidak ada sesuatu yang mustahil. Jadi mulai ga yakin kan? <em>Uhuuukk, uhuuukkk.</em></p>
<p>Nah kalau deklarasi aja ga pasti, otomatis pencalonannya pun belom pasti. Gimana mau jadi Raja Anti Hutang kalau jadi Calon Presiden aja belum, apalagi mikir sampe terpilih jadi Presiden. Belum tentu terpilih juga kan? <em>Ahhh syudahlahhh. </em>Nambah ga yakin kan? <em>Weleeeh weeleeeeh.</em></p>
<p>Penentuannya sih di poin ketiga yang buat semuanya ga mungkin terjadi, karena sudah pasti Prabowo ga bisa jadi raja anti hutang.</p>
<p>Bukan karena ga sanggup, tapi lebih baik mikirin deklarasi dan menang aja dulu jadi Presiden, baru pikirin jadi raja anti hutang, <em>weleeeeh weleeeeh. </em>(Z19)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/03/prabowo-1024x676.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
