<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>Ketua MPR RI &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/ketua-mpr-ri/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Wed, 09 Oct 2019 10:25:51 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>Ketua MPR RI &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Siasat Gerindra Incar Mentan</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/in-depth/siasat-gerindra-incar-mentan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[A43]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 09 Oct 2019 11:00:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nalar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Gerindra]]></category>
		<category><![CDATA[Gerindra-PDIP]]></category>
		<category><![CDATA[Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[Kabinet Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[Ketua MPR]]></category>
		<category><![CDATA[Ketua MPR RI]]></category>
		<category><![CDATA[menteri jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[Partai Gerindra]]></category>
		<category><![CDATA[Politik Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Prabowo Subianto]]></category>
		<category><![CDATA[Rekonsiliasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=66607</guid>

					<description><![CDATA[Usai mengalah dalam upayanya untuk mengincar jabatan ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Partai Gerindra dikabarkan meminta jabatan menteri dalam kabinet periode kedua Presiden Joko Widodo (Jokowi). Salah satu posisi menteri yang disebut-sebut diincar adalah menteri pertanian (mentan). PinterPolitik.com “I just can&#8217;t crack your code. One day, you screamin&#8217; you love me loud. The next day, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>Usai mengalah dalam upayanya untuk mengincar jabatan ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Partai Gerindra dikabarkan meminta jabatan menteri dalam kabinet periode kedua Presiden Joko Widodo (Jokowi). Salah satu posisi menteri yang disebut-sebut diincar adalah menteri pertanian (mentan).</strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #cedb2a;">PinterPolitik.com</span></p>
<blockquote class="td_quote_box td_box_center"><p>“I just can&#8217;t crack your code. One day, you screamin&#8217; you love me loud. The next day, you&#8217;re so cold. One day, you&#8217;re here. One day, you&#8217;re there” – Justin Timberlake, penyanyi asal Amerika Serikat</p></blockquote>
<p><span class="dropcap dropcap2">B</span>ak peribahasa yang mengatakan “tak ada rotan, akar pun jadi,” Partai Gerindra kini tampaknya menyasar posisi-posisi lain di pemerintahan. Setelah mengalah dalam upaya mendapatkan posisi ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), partai berlambang kepala burung Garuda ini kini dikabarkan mulai menyasar beberapa posisi menteri dalam kabinet periode kedua Presiden Joko Widodo (Jokowi).</p>
<p>Beberapa posisi menteri yang dikabarkan akan diincar oleh Gerindra adalah menteri pertahanan (menhan), menteri koordinator bidang politik, hukum, dan hak asasi manusia (menko polhukam), hingga menteri pertanian (mentan). Keinginan partai ini untuk mengincar posisi menhan dikabarkan datang dari petinggi-petingginya.</p>
<p><a href="https://www.merdeka.com/politik/prabowo-siap-gabung-jokowi-jika-diberi-jabatan-menteri-pertahanan.html"><strong>Posisi menhan</strong></a> misalnya, disebut-sebut tengah dipertimbangkan oleh Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto. Dengan pengangkatan Prabowo sebagai menhan, calon presiden dalam Pilpres 2019 itu akan mendapatkan gelar jenderal kehormatan.</p>
<p>Meski begitu, Wakil Ketua Umum Gerindra Sufmi Dasco Ahmad menjelaskan bahwa rumor yang menyatakan bahwa partainya ingin mengincar posisi menhan tidak sepenuhnya benar. Justru, <a href="https://www.cnnindonesia.com/nasional/20191008131719-32-437737/waketum-gerindra-mungkin-dapat-kursi-menteri-pertanian"><strong>posisi mentan</strong></a> lah – menurut Dasco – yang lebih diincar oleh partainya, mengingat Gerindra memiliki konsep tertentu terkait sektor pangan.</p>
<blockquote class="twitter-tweet" data-width="550" data-dnt="true">
<p lang="in" dir="ltr">Kalo menteri pertanian dah fix ya dr gerindra.</p>
<p>&mdash; reynold (@reynold_bun) <a href="https://twitter.com/reynold_bun/status/1180159888711831552?ref_src=twsrc%5Etfw">October 4, 2019</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p>Gerindra sendiri sejak beberapa bulan lalu telah mengajukan proposal konsep yang berkaitan dengan sektor pangan dan energi. Konsep ketahanan pangan dan energi tersebut yang juga disertai dengan beberapa posisi tawaran menteri itu kini mencuat kembali setelah Gerindra gagal memperoleh jabatan ketua MPR.</p>
<p>Pernyataan-pernyataan berbagai petinggi Gerindra itu pun menuai pertanyaan. Mengapa partai itu mengincar posisi mentan dan komisi-komisi DPR yang berkaitan dengan kebijakan kerakyatan? Apa sebenarnya signifikansi posisi mentan?</p>
<h4><strong>Modal untuk 2024?</strong></h4>
<p>Keinginan Gerindra untuk memegang posisi-posisi yang berhubungan dengan kerakyatan – baik dalam pemerintah maupun DPR – bisa jadi merupakan perwujudan atas persiapannya dalam menyongsong pemilihan umum (Pemilu) 2024.  Pasalnya, jabatan-jabatan tersebut dapat menjadi modal politik bagi partai tersebut.</p>
<p>Kimberly L. Casey dari University of Missouri, St. Louis, dalam <a href="https://about.illinoisstate.edu/critique/Documents/Spring%202008/Casey.pdf"><strong>tulisannya</strong></a> yang berjudul <em>Defining Political Capital</em> menjelaskan bahwa modal politik merupakan kombinasi atas berbagai modal guna dimanfaatkan dalam tindakan dan tujuan politik. Dalam pengumpulannya, modal politik dapat bersumber dari berbagai jenis sumber.</p>
<p>Casey menyebutkan bahwa setidaknya terdapat empat pasar di mana pertukaran modal politik ini terjadi, yakni pemilu, kebijakan, dan institusi, serta opini publik. Melalui pasar-pasar ini, modal-modal politik dipertukarkan agar mendapat keuntungan politik tertentu.</p>
<p>Tentunya, aktor politik juga membutuhkan akumulasi atas modal-modal politiknya. Dalam tulisannya, Casey menyebutkan beberapa modal yang bisa diakumulasi menjadi modal politik, yakni modal institusional, modal sumber daya manusia (<em>human capital</em>), modal sosial, modal ekonomi, modal kebudayaan, modal simbolis, dan modal moral.</p>
<p>Dari berbagai jenis modal tersebut, Gerindra bisa jadi tengah berupaya untuk mengumpulkan modal institusional dan modal sumber daya manusia (SDM). Modal-modal tersebut nantinya dapat berujung pada pencalonan (<em>candidacy</em>) dalam pemilu.</p>
<p>Modal institusional sendiri dapat didefinisikan sebagai sumber-sumber yang diperoleh dari institusi-institusi pemerintahan terhadap pencalonan dalam pemilu. Dalam hal ini, gagasan-gagasan ketahanan pangan bisa jadi menjadi modal institusional bagi kandidat-kandidat Gerindra dalam Pemilu 2024.</p>
<p>Dalam hal modal SDM, Gerindra bisa jadi berupaya untuk membangun pengalaman (<em>experience</em>) bagi siapa saja yang memegang jabatan pemerintahan. Pengalaman yang terbentuk tersebut dapat menjadi modal politik melalui persepsi masyarakat atas kebijakan-kebijakannya.</p>
<p>Modal-modal ini bisa saja digunakan Gerindra untuk disalurkan dalam pemilihan selanjutnya. Dasco sendiri mengakui bahwa komisi dan jabatan menteri tertentu dapat berkaitan dengan keuntungan elektoral dalam Pemilu 2024.</p>
<hr /><p><em>Modal politik merupakan kombinasi atas berbagai modal guna dimanfaatkan dalam tindakan dan tujuan politik.</em><br /><a href='https://x.com/intent/tweet?url=https%3A%2F%2Fwww.pinterpolitik.com%2Fin-depth%2Fsiasat-gerindra-incar-mentan%2F&#038;text=Modal%20politik%20merupakan%20kombinasi%20atas%20berbagai%20modal%20guna%20dimanfaatkan%20dalam%20tindakan%20dan%20tujuan%20politik.&#038;related' target='_blank' rel="noopener noreferrer" >Share on X</a><br /><hr />
<h4><strong>Di Balik Kementan</strong></h4>
<p>Meski begitu, seperti apa yang dijelaskan oleh Casey, modal ekonomi bisa saja menjadi modal politik lainnya. Sumber-sumber ekonomi dinilai dapat dikonversikan menjadi modal politik.</p>
<p>Pengkonversian ini setidaknya dapat dilakuakan melalui beberapa cara, seperti donasi, pendanaan kampanye politik, hingga apropriasi (<em>appropriation</em>) oleh pemegang jabatan. Apropriasi oleh pemegang jabatan inilah yang bisa saja menjadi sumber modal bagi partai politik.</p>
<p>Kementerian Pertanian (Kementan) yang dikabarkan diincar oleh Gerindra misalnya, memiliki tugas dan fungsi yang disebut-sebut berkaitan dengan kegiatan perdagangan di bidang pangan. Kementerian ini berwenang untuk mengeluarkan rekomendasi impor atas produk-produk pangan oleh sektor swasta.</p>
<p>Dalam <a href="https://www.hukumonline.com/pusatdata/detail/lt555c39d80d74f/node/lt54c085e39f2cf/perpres-no-45-tahun-2015-kementerian-pertanian"><strong>Peraturan Presiden No. 45 Tahun 2015</strong></a> tentang Kementerian Pertanian, dijelaskan bahwa koordinasi dan pelaksanaan pemantapan ketahanan pangan menjadi salah satu tugas dan fungsi kementerian ini.</p>
<p>Namun, dengan wewenang dan tugas tersebut, kementerian ini kerap berkaitan dengan berbagai kasus penyalahgunaan kekuasaan. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) misalnya, disebut-sebut pernah memanfaatkan kadernya – Mentan Suswono – untuk menggalang dana guna menyongsong Pemilu 2014.</p>
<p>Asumsi ini setidaknya <a href="https://nasional.republika.co.id/berita/mu3puk/target-sumber-dana-pks-untuk-pemilu-2014-di-kementan"><strong>pernah diungkapkan</strong></a> oleh Direktur PT Cipta Inti Parmindo dan PT Cipta Terang Abadi – Yudi Setiawan – yang kala itu menjadi saksi dalam persidangan terdakwa Ahmad Fathanah – terlibat dalam kasus impor daging yang melibatkan mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq.</p>
<p>Dalam kesaksiannya, Yudi menjelaskan bahwa PKS ingin memperoleh dana sebesar Rp 2 triliun dari tiga kementerian yang dijabat oleh kader-kadernya – Kementan, Kementerian Sosial, dan Kementerian Komunikasi dan Informatika – untuk kepentingan Pemilu 2014. Upaya pemenuhan target tersebut dilakukan melalui proyek-proyek kementerian tersebut.</p>
<p>Meski begitu, kemungkinan bahwa Gerindra akan memanfaatkan sumber ekonomi sebagai modal politiknya tentu belum dapat dipastikan akan terjadi. Yang jelas, posisi-posisi menteri dan ketua komisi DPR yang berkaitan dengan kebijakan kerakyatan bisa saja menjadi modal politik bagi partai berlambang kepala burung Garuda tersebut.</p>
<p>Namun, pertanyaan lain pun timbul. Mengapa gagasan atas posisi-posisi menteri ini kembali mencuat setelah Gerindra gagal mendapatkan kursi ketua DPR? Padahal, proposal konsep ketahanan pangan dan energi itu telah lama diungkapkan oleh Gerindra sejak bulan Juli lalu.</p>
<h4><strong>Permainan Bayesian</strong></h4>
<p>Mencuatnya kembali gagasan bahwa Gerindra akan mendapatkan porsi jabatan menteri dalam kabinet Jokowi 2.0 bisa jadi merupakan bagian dari permainan politik. Pasalnya, ide ini kembali mencuat setelah komunikasi antara Prabowo dan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri berujung pada gagalnya upaya partai tersebut dalam mengambil posisi ketua MPR.</p>
<blockquote class="instagram-media" data-instgrm-captioned data-instgrm-permalink="https://www.instagram.com/p/B3WPWU1JfDt/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" data-instgrm-version="12" style=" background:#FFF; border:0; border-radius:3px; box-shadow:0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width:658px; min-width:326px; padding:0; width:99.375%; width:-webkit-calc(100% - 2px); width:calc(100% - 2px);">
<div style="padding:16px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/B3WPWU1JfDt/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" background:#FFFFFF; line-height:0; padding:0 0; text-align:center; text-decoration:none; width:100%;" target="_blank"> </p>
<div style=" display: flex; flex-direction: row; align-items: center;">
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 40px; margin-right: 14px; width: 40px;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center;">
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 100px;"></div>
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 60px;"></div>
</div>
</div>
<div style="padding: 19% 0;"></div>
<div style="display:block; height:50px; margin:0 auto 12px; width:50px;"><svg width="50px" height="50px" viewBox="0 0 60 60" version="1.1" xmlns="https://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="https://www.w3.org/1999/xlink"><g stroke="none" stroke-width="1" fill="none" fill-rule="evenodd"><g transform="translate(-511.000000, -20.000000)" fill="#000000"><g><path d="M556.869,30.41 C554.814,30.41 553.148,32.076 553.148,34.131 C553.148,36.186 554.814,37.852 556.869,37.852 C558.924,37.852 560.59,36.186 560.59,34.131 C560.59,32.076 558.924,30.41 556.869,30.41 M541,60.657 C535.114,60.657 530.342,55.887 530.342,50 C530.342,44.114 535.114,39.342 541,39.342 C546.887,39.342 551.658,44.114 551.658,50 C551.658,55.887 546.887,60.657 541,60.657 M541,33.886 C532.1,33.886 524.886,41.1 524.886,50 C524.886,58.899 532.1,66.113 541,66.113 C549.9,66.113 557.115,58.899 557.115,50 C557.115,41.1 549.9,33.886 541,33.886 M565.378,62.101 C565.244,65.022 564.756,66.606 564.346,67.663 C563.803,69.06 563.154,70.057 562.106,71.106 C561.058,72.155 560.06,72.803 558.662,73.347 C557.607,73.757 556.021,74.244 553.102,74.378 C549.944,74.521 548.997,74.552 541,74.552 C533.003,74.552 532.056,74.521 528.898,74.378 C525.979,74.244 524.393,73.757 523.338,73.347 C521.94,72.803 520.942,72.155 519.894,71.106 C518.846,70.057 518.197,69.06 517.654,67.663 C517.244,66.606 516.755,65.022 516.623,62.101 C516.479,58.943 516.448,57.996 516.448,50 C516.448,42.003 516.479,41.056 516.623,37.899 C516.755,34.978 517.244,33.391 517.654,32.338 C518.197,30.938 518.846,29.942 519.894,28.894 C520.942,27.846 521.94,27.196 523.338,26.654 C524.393,26.244 525.979,25.756 528.898,25.623 C532.057,25.479 533.004,25.448 541,25.448 C548.997,25.448 549.943,25.479 553.102,25.623 C556.021,25.756 557.607,26.244 558.662,26.654 C560.06,27.196 561.058,27.846 562.106,28.894 C563.154,29.942 563.803,30.938 564.346,32.338 C564.756,33.391 565.244,34.978 565.378,37.899 C565.522,41.056 565.552,42.003 565.552,50 C565.552,57.996 565.522,58.943 565.378,62.101 M570.82,37.631 C570.674,34.438 570.167,32.258 569.425,30.349 C568.659,28.377 567.633,26.702 565.965,25.035 C564.297,23.368 562.623,22.342 560.652,21.575 C558.743,20.834 556.562,20.326 553.369,20.18 C550.169,20.033 549.148,20 541,20 C532.853,20 531.831,20.033 528.631,20.18 C525.438,20.326 523.257,20.834 521.349,21.575 C519.376,22.342 517.703,23.368 516.035,25.035 C514.368,26.702 513.342,28.377 512.574,30.349 C511.834,32.258 511.326,34.438 511.181,37.631 C511.035,40.831 511,41.851 511,50 C511,58.147 511.035,59.17 511.181,62.369 C511.326,65.562 511.834,67.743 512.574,69.651 C513.342,71.625 514.368,73.296 516.035,74.965 C517.703,76.634 519.376,77.658 521.349,78.425 C523.257,79.167 525.438,79.673 528.631,79.82 C531.831,79.965 532.853,80.001 541,80.001 C549.148,80.001 550.169,79.965 553.369,79.82 C556.562,79.673 558.743,79.167 560.652,78.425 C562.623,77.658 564.297,76.634 565.965,74.965 C567.633,73.296 568.659,71.625 569.425,69.651 C570.167,67.743 570.674,65.562 570.82,62.369 C570.966,59.17 571,58.147 571,50 C571,41.851 570.966,40.831 570.82,37.631"></path></g></g></g></svg></div>
<div style="padding-top: 8px;">
<div style=" color:#3897f0; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:550; line-height:18px;"> View this post on Instagram</div>
</div>
<div style="padding: 12.5% 0;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: row; margin-bottom: 14px; align-items: center;">
<div>
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(0px) translateY(7px);"></div>
<div style="background-color: #F4F4F4; height: 12.5px; transform: rotate(-45deg) translateX(3px) translateY(1px); width: 12.5px; flex-grow: 0; margin-right: 14px; margin-left: 2px;"></div>
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(9px) translateY(-18px);"></div>
</div>
<div style="margin-left: 8px;">
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 20px; width: 20px;"></div>
<div style=" width: 0; height: 0; border-top: 2px solid transparent; border-left: 6px solid #f4f4f4; border-bottom: 2px solid transparent; transform: translateX(16px) translateY(-4px) rotate(30deg)"></div>
</div>
<div style="margin-left: auto;">
<div style=" width: 0px; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-right: 8px solid transparent; transform: translateY(16px);"></div>
<div style=" background-color: #F4F4F4; flex-grow: 0; height: 12px; width: 16px; transform: translateY(-4px);"></div>
<div style=" width: 0; height: 0; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-left: 8px solid transparent; transform: translateY(-4px) translateX(8px);"></div>
</div>
</div>
<p></a> </p>
<p style=" margin:8px 0 0 0; padding:0 4px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/B3WPWU1JfDt/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" color:#000; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px; text-decoration:none; word-wrap:break-word;" target="_blank">Prabowo dikabarkan kecewa setelah Gerindra tidak mendapatkan kursi sebagai Ketua MPR. Baca artikel selengkapnya di pinterpolitik.com #infografik #infografis #politik #politikindonesia #politikluarnegeri #pinterpolitik</a></p>
<p style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px; margin-bottom:0; margin-top:8px; overflow:hidden; padding:8px 0 7px; text-align:center; text-overflow:ellipsis; white-space:nowrap;">A post shared by <a href="https://www.instagram.com/pinterpolitik/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px;" target="_blank"> PinterPolitik.com</a> (@pinterpolitik) on <time style=" font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px;" datetime="2019-10-08T06:40:20+00:00">Oct 7, 2019 at 11:40pm PDT</time></p>
</div>
</blockquote>
<p><script async src="//www.instagram.com/embed.js"></script></p>
<p>Permainan politik yang dimainkan oleh Gerindra ini bisa jadi merupakan permainan sinyal (<em>signaling games</em>). Permainan sinyal ini biasanya terjadi dalam kondisi permainan ala Bayesian – di mana informasi yang tidak lengkap menyertai kedua pemain.</p>
<p>Permainan Bayesian ini lebih berfokus pada teori permainan (<em>game theory</em>) yang dilakukan pada tingkatan retorika. Asu Ozdaglar dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) dalam salah satu kuliahnya <a href="https://ocw.mit.edu/courses/electrical-engineering-and-computer-science/6-254-game-theory-with-engineering-applications-spring-2010/lecture-notes/MIT6_254S10_lec17.pdf"><strong>menjelaskan</strong></a> bahwa ketidaklengkapan informasi ini terjadi karena pemain-pemain retorika tidak mengetahui sifat pemain lawan, seperti preferensi-preferensinya.</p>
<p>Joel Sobel dari University of California, San Diego, dalam <a href="https://econweb.ucsd.edu/~jsobel/Paris_Lectures/20070527_Signal_encyc_Sobel.pdf"><strong>tulisannya</strong></a> yang berjudul <em>Signaling Games</em> menjelaskan bahwa permainan sinyal ini dilakukan dalam kondisi strategis tertentu dengan menggunakan tindakan-tindakan pemain lainnya guna mendapatkan informasi yang tersembunyi. Di tengah-tengah ketidaktahuan ini, pemain biasanya akan mengirimkan penawaran tertentu dan lawan bisa saja menerima atau menolak penawaran tersebut.</p>
<p>Permainan sinyal seperti ini tengah dilakukan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dalam menghadapi Tiongkok yang dipimpin oleh Presiden Xi Jinping dalam Perang Dagang yang tengah terjadi. Jake MccGwire dalam <a href="https://www.tcd.ie/Economics/assets/pdf/SER/2017/9trump.pdf"><strong>tulisannya</strong></a> yang berjudul <em>A Game Theory Analysis of Donald Trump’s Proposed Tariff on Chinese Exports </em>menjelaskan bahwa pemerintah AS tidak mengetahui secara komplit atas sifat Tiongkok dalam kebijakan dagangnya.</p>
<p>Akibatnya, pemerintah AS harus berhadapan dengan dua sifat Tiongkok yang berbeda, yakni Tiongkok yang agresif dan Tiongkok yang taktis. Kedua sifat ini tentunya membutuhkan dua respons yang berbeda.</p>
<p>Lantas, bagaimana dengan permainan Bayesian yang dihadapi oleh Gerindra?</p>
<p>Gerindra bisa jadi tengah berhadapan dengan aktor politik lain yang tidak sepenuhnya dikenalnya. Megawati misalnya, menjadi sosok yang dekat dengan Prabowo beberapa bulan lalu – disertai dengan politik “kumpul <em>kebo</em>” (kumbo) – tetapi kini berujung pada kekecewaan Gerindra setelah terjadi komunikasi antara keduanya terkait ketua MPR.</p>
<p>Bisa jadi, kekecewaan Prabowo merupakan bentuk tidak lengkapnya informasi yang dimilikinya atas lawan politiknya. Melalui pengungkapan kembali atas keinginan posisi-posisi menteri, Gerindra bisa saja tengah berupaya untuk meraba-raba kembali atas sifat lawan politiknya.</p>
<p>Meski begitu, adanya permainan Bayesian yang dimainkan oleh Gerindra ini belum dapat dipastikan tengah terjadi. Yang jelas, beberapa pihak menilai bahwa Prabowo merasa kesal atas kegagalan partainya menduduki kursi ketua MPR.</p>
<p>Mungkin, apa yang dirasakan oleh Prabowo tergambarkan dalam lirik penyanyi Justin Timberlake di awal tulisan. Kode atas sifat lawan negosiasinya belum dapat sepenuhnya dipecahkan. Menarik untuk dinanti kelanjutannya. (A43)</p>
<div class="youtube-embed" data-video_id="yfwJoZ8OqkA"><iframe title="Sandi Balik Gerindra dan Susi Ngupilin DPR" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/yfwJoZ8OqkA?start=3&#038;feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe></div>
<p>► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di <a href="http://bit.ly/PinterPolitik"><strong>bit.ly/PinterPolitik</strong></a></p>
<p>Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di <strong><a href="http://bit.ly/ruang-publik">bit.ly/ruang-publik</a></strong> untuk informasi lebih lanjut.</p>
<p><a href="http://bit.ly/ruang-publik"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-61977" src="https://pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new.jpg" alt="" width="2916" height="376" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new.jpg 2916w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-300x39.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-768x99.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1024x132.jpg 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-696x90.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1068x138.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1920x248.jpg 1920w" sizes="(max-width: 2916px) 100vw, 2916px" /></a></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/10/antarafoto-presiden-jokowi-bertemu-prabowo-311016-pus-10-1024x682.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Ketua MPR untuk Golkar?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/infografis/ketua-mpr-untuk-golkar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[H48]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 02 Aug 2019 11:18:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[Golkar]]></category>
		<category><![CDATA[Ketua MPR RI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=62563</guid>

					<description><![CDATA[]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/08/GOLKAR-MPR-1.jpg"><img decoding="async" class=" td-modal-image aligncenter wp-image-62554 size-full" src="https://pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/08/GOLKAR-MPR-1.jpg" alt="Golkar disetujui koalisi untuk kursi Ketua MPR" width="2251" height="2250" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/08/GOLKAR-MPR-1.jpg 2251w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/08/GOLKAR-MPR-1-150x150.jpg 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/08/GOLKAR-MPR-1-300x300.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/08/GOLKAR-MPR-1-768x768.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/08/GOLKAR-MPR-1-1024x1024.jpg 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/08/GOLKAR-MPR-1-696x696.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/08/GOLKAR-MPR-1-1068x1068.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/08/GOLKAR-MPR-1-420x420.jpg 420w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/08/GOLKAR-MPR-1-1920x1919.jpg 1920w" sizes="(max-width: 2251px) 100vw, 2251px" /></a></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/08/GOLKAR-MPR-1-1024x1024.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Game of Thrones Di MPR</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/infografis/game-of-thrones-di-mpr/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[H48]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Jul 2019 12:56:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[Ketua MPR RI]]></category>
		<category><![CDATA[Muhaimin Iskandar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=61357</guid>

					<description><![CDATA[]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/game-of-thrones-mpr-.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class=" td-modal-image aligncenter wp-image-61360 size-full" src="https://pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/game-of-thrones-mpr-.jpg" alt="Kursi panas ketua MPR" width="2251" height="2250" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/game-of-thrones-mpr-.jpg 2251w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/game-of-thrones-mpr--150x150.jpg 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/game-of-thrones-mpr--300x300.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/game-of-thrones-mpr--768x768.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/game-of-thrones-mpr--1024x1024.jpg 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/game-of-thrones-mpr--696x696.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/game-of-thrones-mpr--1068x1068.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/game-of-thrones-mpr--420x420.jpg 420w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/game-of-thrones-mpr--1920x1919.jpg 1920w" sizes="auto, (max-width: 2251px) 100vw, 2251px" /></a></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/game-of-thrones-mpr--1024x1024.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Imbalan Ma’ruf Untuk Cak Imin</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/imbalan-maruf-untuk-cak-imin/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R50]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 Jul 2019 01:11:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Cak Imin]]></category>
		<category><![CDATA[Ketua MPR RI]]></category>
		<category><![CDATA[Ma'ruf Amin]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=61122</guid>

					<description><![CDATA[“Ya kami mohon doa restunya agar sukses dalam lobi-lobi pimpinan MPR nanti.” – Muhaimin Iskandar, Ketua Umum PKB PinterPolitik.com Inget nggak sih sama adegan di film The Hunger Games saat Katnis Everdeen kena racun tawon mematikan, lalu Rue mengobati dia sampai Katnis sembuh? Terus di suatu kesempatan Katnis pun membalas kebaikan Rue dengan cara membebaskan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>“Ya kami mohon doa restunya agar sukses dalam lobi-lobi pimpinan MPR nanti.” – Muhaimin Iskandar, Ketua Umum PKB</strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #cedb2a;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p><span class="dropcap dropcap2">I</span>nget nggak sih sama adegan di film <em>The Hunger Games</em> saat Katnis Everdeen kena racun tawon mematikan, lalu Rue mengobati dia sampai Katnis sembuh?</p>
<p>Terus di suatu kesempatan Katnis pun membalas kebaikan Rue dengan cara membebaskan Rue saat dia masuk ke dalam perangkap musuh.</p>
<p>Padahal kan seharusnya mereka saling membunuh dan Katnis bisa aja membiarkan Rue mati di perangkap tersebut. Tapi karena ada hutang budi Katnis malah melakukan hal sebaliknya.</p>
<p>Tampaknya, kisah balas budinya Katnis ke Rue ini juga berlaku di antara Ma’ruf Amin dan Muhaimin Iskandar alias Cak Imin. <em>Hehehe.</em></p>
<p>Sadar <em>nggak</em> sih, sebelum Ma’ruf dipilih Jokowi untuk jadi cawapresnya, banyak banget usaha Cak Imin dalam membantu sang kiai agar dapat menjadi cawapres. Usahanya Cak Imin lebih-lebih dari doi yang lagi PDKT sama aing. <em>Huhuhu</em>.</p>
<p><div id="fb-root"></div><script async="1" defer="1" crossorigin="anonymous" src="https://connect.facebook.net/en_US/sdk.js#xfbml=1&amp;version=v3.3"></script><div class="fb-post" data-href="https://www.facebook.com/pinterpolitikdotcom/photos/a.1186487481431015/2375505825862502/?type=3&amp;theater" data-width="696"><blockquote cite="https://www.facebook.com/pinterpolitikdotcom/photos/a.1186487481431015/2375505825862502/?type=3" class="fb-xfbml-parse-ignore"><p>Pemerintah mewacanakan penghapusan materai Rp 3.000 dan Rp 6.000. Simak infografis kami lainnya di Pinterpolitik.com</p>Posted by <a href="https://www.facebook.com/pinterpolitikdotcom/">Pinter Politik</a> on&nbsp;<a href="https://www.facebook.com/pinterpolitikdotcom/photos/a.1186487481431015/2375505825862502/?type=3">Friday, July 5, 2019</a></blockquote></div></p>
<p>Misalnya waktu para pendukung Ahok menolak Ma’ruf Amin, Cak Imin langsung menegaskan bahwa Ma’ruf adalah ulama yang menjadi penopang kebhinnekaan dan plurasiltas moderasi Islam. <em>Ehm</em>, bukannya Ma’ruf juga dulu ikut-ikutan jeblosin Ahok ke penjara ya? <em>Upss.</em></p>
<p>Terus juga waktu kubu Prabowo bilang Ma’ruf nggak paham ekonomi, lagi-lagi Cak Imin memberikan keterangan tentang pengaruh-pengaruh Ma’ruf di bidang ekonomi hingga menyebutnya sebagai Bapak Ekonomi Syariah. </p>
<p>Bahkan menurut Sekjen PKB Abdul Kadir Karding, Cak Imin sampai tidak tidur 4 hari untuk menyukseskan Ma’ruf Amin menjadi cawapres Jokowi.</p>
<p><em>Hmm</em>. Kalau Rue tulus saat menolong Katnis, kayaknya sih kalau Cak Imin ini mah pasti karena pamrih. <em>Upss</em>.</p>
<p>Soalnya Cak Imin sempet ngaku ngelobi kursi MPR ke Ma’ruf Amin dandoi juga sempet ketemuan sama Jusuf Kalla (JK) loh. Katanya sih ketemu JK cuma ngomongin partai ya.</p>
<p>Nah, untungnya Ma’ruf Amin <em>nggak</em> memegang prinsip “kacang lupa kulit” kayak kebanyakan politisi lain ya.  Jadi, Ma’ruf bilang kalau dia dukung Cak Imin jadi ketua MPR.</p>
<p>Tapi, Ini cuma yang kelihatan di media aja sih. Ndak ada yang tau lah realitanya gimana. <em>Hehehe. </em>(R50)</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-60765" src="https://pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/web-banner.jpg" alt="" width="2916" height="376" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/web-banner.jpg 2916w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/web-banner-300x39.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/web-banner-768x99.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/web-banner-1024x132.jpg 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/web-banner-696x90.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/web-banner-1068x138.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/web-banner-1920x248.jpg 1920w" sizes="auto, (max-width: 2916px) 100vw, 2916px" /></p>


<p class="wp-block-paragraph"></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/hjkll-1024x676.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Zulkifli, Penyebar Hoax ‘Tingkat Dewa’?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/zulkifli-penyebar-hoax-tingkat-dewa/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Z19]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Jan 2018 05:40:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Hoaks]]></category>
		<category><![CDATA[Hoax]]></category>
		<category><![CDATA[Ketua MPR RI]]></category>
		<category><![CDATA[LGBT]]></category>
		<category><![CDATA[Zulkifli Hasan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=20232</guid>

					<description><![CDATA[“Kebohongan pertama harus ditutupi oleh kebohongan selanjutnya. Satu kesalahan merusak seribu kejujuran. Satu kebohongan merobek jutaan kejujuran.” PinterPolitik.com [dropcap]R[/dropcap]amai jadi buah bibir dan memancing reaksi publik, Ketua Majelis Perwakilan Rakyat (MPR), Zulkifli Hasan sesumbar kalau ada partai di DPR yang menyetujui Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) serta peredaran minuman keras. Tapi kok, rasanya ada [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong><em>“Kebohongan pertama harus ditutupi oleh kebohongan selanjutnya. Satu kesalahan merusak seribu kejujuran. Satu kebohongan merobek jutaan kejujuran.”</em></strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #ccdb28;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]R[/dropcap]amai jadi buah bibir dan memancing reaksi publik, Ketua Majelis Perwakilan Rakyat (MPR), Zulkifli Hasan sesumbar kalau ada partai di DPR yang menyetujui Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) serta peredaran minuman keras.</p>
<p>Tapi kok, rasanya ada yang aneh sebab pihak DPR yang dibicarakan Zulkifi justru kaget bukan kepalang, bahkan mempertanyakan keras. Kok Ketua MPR malah lebih tahu dibandingkan DPR RI? <em>Weleeeeh weleeeeh, </em>sebenarnya<em> s</em>iapa yang lebih tahu? Atau jangan-jangan, cuma sok tahu?</p>
<p>Zulkifli sesumbar kalau ada lima fraksi DPR yang menyetujui LGBT. Loh menyetujui apaan? Dibahas aja belum, <em>weleh weleeeh.</em></p>
<p>Terus katanya juga, ada delapan partai yang setuju untuk melegalkan minuman keras. Wah, jadi semakin membingungkan saja, <em>ggggrrrr..</em></p>
<p>Jadi jangan salahkan jika kini muncul ‘serangan balik’ dari para anggota DPR yang merasa belingsatan. Mungkin Zulkifli punya telepati kali ya? <em>Weleeeeh weleeeeh</em>.</p>
<blockquote class="twitter-tweet" data-lang="en">
<p dir="ltr" lang="in">Partai-partai Serang Balik Ketua MPR Zulkifli Hasan soal Pro LGBT <a href="https://t.co/6xcaf3kYsk">https://t.co/6xcaf3kYsk</a></p>
<p>— kumparan (@kumparan) <a href="https://twitter.com/kumparan/status/954890069285814272?ref_src=twsrc%5Etfw">January 21, 2018</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p>Secara logika, bagaimana mungkin Ketua MPR tahu ada partai yang menyetujui LGBT dan miras padahal DPR saja belum melakukan pembahasan? Sakti mandraguna dan ajaib sekali. <em>Luaarrrrbiasaa.</em></p>
<p>Lalu apa maksud dari pernyataan Zulkifli ini? Mungkinkah keterangannya benar atau sebaliknya, tanpa sadar ikut berpartisipasi dalam menyebarkan <em>hoax</em>?</p>
<p>Masa saat pemerintah ingin memberantas <em>hoax</em> secara besar-besaran, program tersebut malah ditabrak sendiri oleh para pejabat dengan mengeluarkan komentar yang berisi <em>hoax</em>?</p>
<p>Menteri, Gubernur, Walikota, Bupati dan para pejabat lainnya, belakangan ini malah jadi pelaku penyebar <em>hoax</em>. Mereka sehat? Aneh bin ajaib.</p>
<p>Kalau Ketua MPR yang menyebarkan <em>hoax,</em> ia masuk dalam kategori apa ya? Kan biasanya warga sipil biasa yang menyebarkan <em>hoax</em>. Mungkin Zulkifli ingin menjadi penyebar <em>hoax</em> tingkat dewa kali ya <em>weleeeeh weleeeeh.</em></p>
<p>Mungkin ada benarnya kalau rajanya <em>hoax</em> adalah penguasa sendiri, karena penguasalah yang memiliki instrumen lengkap untuk menyampaikan <em>hoax</em>. <em>Weleeeeh weleeeh. </em>(Z19)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/01/Zulkifli-Hasan-1024x676.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Dubes Korsel Cinta Indonesia</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/dubes-korsel-cinta-indonesia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R24]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 22 Dec 2017 08:14:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Cho Taiyoung]]></category>
		<category><![CDATA[Dubes Korea Selatan]]></category>
		<category><![CDATA[Ketua MPR RI]]></category>
		<category><![CDATA[Zulkifli Hasan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=18673</guid>

					<description><![CDATA[Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia, Januari depan akan mengakhiri masa tugas. Sebelum pulang ke negaranya, ia memamerkan kemampuan menghafal Pancasila dan lagu-lagu kebangsaan Indonesia kepada Ketua MPR. PinterPolitik.com “Bekerjasama dengan Korea Selatan itu nyaman. Kita tidak merasa terancam.” [dropcap]K[/dropcap]orea Selatan (Korsel) bukanlah negara yang asing bagi Indonesia. Apalagi bagi gadis remaja, mereka pasti akan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia, Januari depan akan mengakhiri masa tugas. Sebelum pulang ke negaranya, ia memamerkan kemampuan menghafal Pancasila dan lagu-lagu kebangsaan Indonesia kepada Ketua MPR.</strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #ccdb00;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p style="text-align: center;"><strong>“Bekerjasama dengan Korea Selatan itu nyaman. Kita tidak merasa terancam.”</strong></p>
<p>[dropcap]K[/dropcap]orea Selatan (Korsel) bukanlah negara yang asing bagi Indonesia. Apalagi bagi gadis remaja, mereka pasti akan langsung mengaitkannya dengan drama Korea (drakor) maupun berbagai grup band K-Pop. Indonesia memang termasuk salah satu negara yang ikut <em>booming</em> budaya Korea dalam beberapa dasawarsa ini.</p>
<p>Jadi enggak heran kalau orang Indonesia banyak yang jadi agak terpengaruh dengan negara <em>Hallyu</em> itu. Dari cara berpakaian, cara berdandan, bahkan bahasanya pun udah mulai dicampur-campur. Ada cowok ganteng sedikit, langsung deh nama panggilannya berubah jadi <em>oppa </em>atau <em>ahjussi. </em></p>
<p>Tapi ternyata, bukan orang Indonesia aja yang suka budaya Korea. Karena Duta Besar Korsel untuk Indonesia, Cho Taiyoung, juga mengaku ikut mencintai budaya Indonesia. Sebagai buktinya, Taiyoung bahkan sampai rela menyanyikan lagu-lagu populer Indonesia yang ia hafal kepada Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan.</p>
<blockquote class="twitter-tweet" data-lang="en">
<p dir="ltr" lang="in">Gub SulBar asal Gerindra baca Pancasila dgn ngawur. Dari sila 1 ke 5, balik ke 2.<br />
Di samping bnyak pelanggaran kerja, Gerindra ini gak becus <a href="https://t.co/tUwVF9UAiq">pic.twitter.com/tUwVF9UAiq</a></p>
<p>— #NKRI (@SammiSoh) <a href="https://twitter.com/SammiSoh/status/925524480650121216?ref_src=twsrc%5Etfw">November 1, 2017</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p>Saat bertemu Ketua MPR pada, Rabu (20/12) lalu, Taiyoung yang sangat fasih berbahasa Indonesia ini bahkan memamerkan kemampuannya menghafalkan Pancasila dengan baik dan benar! Wuah, ketika banyak berita memperlihatkan para pejabat daerah dan warga negara Indonesia yang enggak hafal Pancasila, ternyata warga negara asing malah hafal. Apa kita enggak malu, sodara-sodara!</p>
<p>Pak Zul mungkin seharusnya juga agak sedikit malu, karena lembaga yang dipimpinnya saat ini, sempat pula dipimpin oleh seorang tokoh Indonesia yang enggak hafal urutan Pancasila. Padahal, seseorang itu merupakan suami dari mantan presiden Indonesia! Hebat kan kalau Pancasila yang merupakan buah pemikiran mertuanya aja enggak hafal? Tapi ah, sudahlah. Orangnya sudah tiada, jadi tidak usah diungkit-ungkit lagi.</p>
<p>Sebab faktanya, banyak juga pejabat daerah dan warga Indonesia yang masih <em>abangan</em>, alias enggak jelas kewarganegaraannya. Sebab mereka enggak hafal Pancasila dan lagu Indonesia Raya, <em>boro-boro </em>butir-butir Pancasila dan Pembukaan UUD 1945 yang panjangnya <em>sealaihim</em>. Padahal zaman dulu, kesemua itu wajib hukumnya untuk dihafal semua siswa.</p>
<p>Kalau sekarang, anak-anak mungkin lebih hafal lagu <em>Big Bang</em> dan Super Junior daripada lagu-lagu kebangsaan nasional. Lebih suka nonton drakor atau jumpa fans dengan para aktor <em>Hallyu</em>, dibandingkan berkunjung ke Monas atau museum-museum bersejarah lainnya. Jadi, yah, begitulah. Seperti kata Pak Zul, Korsel <em>sungguh </em>tidak membuat kita merasa terancaman. (R24)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/12/ketua-mpr-dubes-korsel1.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Pejabat, Ngolah ‘Proyek’ Mulu</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/pejabat-ngolah-proyek-mulu/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Z19]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 23 Nov 2017 09:49:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Ketua MPR RI]]></category>
		<category><![CDATA[Zulkifli Hasan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=16828</guid>

					<description><![CDATA[“Ini masalah kuasa, alibimu berharga. Kalau kami tak percaya, lantas kau mau apa?” &#8211; Efek Rumah Kaca PinterPolitik.com [dropcap]K[/dropcap]ekuasaan politik kalau dilihat pake kacamata positif pasti membawa kepada kesejahteraan. Tapi kalau hanya melihat dari hal-hal negatif, pasti arahnya akan bikin hidup orang sengsara. Bukan satu-dua orang, tapi orang banyak. Jadi pejabat harusnya mikirin rakyatnya, karena [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><em><strong>“Ini masalah kuasa, alibimu berharga. Kalau kami tak percaya, lantas kau mau apa?” &#8211; Efek Rumah Kaca</strong></em></h4>
<hr />
<p><span style="color: #ccdb28;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]K[/dropcap]ekuasaan politik kalau dilihat pake kacamata positif pasti membawa kepada kesejahteraan. Tapi kalau hanya melihat dari hal-hal negatif, pasti arahnya akan bikin hidup orang sengsara.</p>
<p>Bukan satu-dua orang, tapi orang banyak.</p>
<p>Jadi pejabat harusnya mikirin rakyatnya, karena rakyat yang bayar mereka kan. Pejabat juga jangan nyari proyek mulu. Apaan aja digarap, nanti ujung-ujungnya jadi apaan juga dah. Tiba-tiba harus pake rompi oranye, mau emang?</p>
<p>Mau apaan sih yang dicari kalo jadi pejabat? Duit ya? kekuasaan atau apaan? <em>Hufff</em></p>
<p>Kalau mau duit banyak, lebih baik dagang aja atau jadi pengusaha. Duitnya jelas karena usaha sendiri. Daripada <em>icip-icip</em> duit rakyat mulu. Jangan jadi contoh yang ga bener deh, apalagi sampai ngerugiin negara.</p>
<p>Bang Zul, Ketua MPR yang masih tersisa. Karena kenapa? Ketua DPD sama DPR udah tercyduk. Tapi Bang Zul masih aman.</p>
<p>Makanya Bang Zul bilang, kalau mau jadi pejabat jangan nyari duit atau ngolah proyek mulu. Akhirnya jadi begitu kan?</p>
<blockquote class="twitter-tweet" data-lang="en">
<p dir="ltr" lang="in">Zulkifli Hasan: &#8216;Pejabat Jangan Nyari Proyek&#8217; <a href="https://t.co/se66P9UCVt">https://t.co/se66P9UCVt</a></p>
<p>— Republika.co.id (@republikaonline) <a href="https://twitter.com/republikaonline/status/743723749954904069?ref_src=twsrc%5Etfw">June 17, 2016</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script>Mendingan nih, para pejabat yang cuma nyari duit, balik aja ke kampung asalnya. Nikmati hari tuanya sambil mancing ikan. Siapa tau dapet ikan gede.</p>
<p>Nah, ikannya bisa dimakan atau dijual. Lebih bermanfaat. Daripada masih ngerecokin negara aja, apalagi makan duit haram. <em>Amit-amiiiittttt</em>.</p>
<p>Kalau ngomongin ikan, pasti bikin Bu Susi seneng. Bener ga, Bu? Yuk makan ikan, <em>yuk yuk</em> hehehehe</p>
<p>Dan kalau pun tujuan para pejabat itu pengen jadi kaya, mendingan tinggalin jabatannya sekarang juga dan beralih jadi penjual beli batu akik aja lah di Jatinegara hahaha. Kasih promo menarik pas jualannya, kayak &#8220;Ayoo batu bacannya Pak, ayoooo. <em>Buy 1 Get 1</em> wkwkwk</p>
<p>Kalau mo cepet kaya, ya lebih enak jadi juragan batu bacan ya. Selain dapet untung dari jualan, juga bisa ngisi kegiatan lainnya sehari – hari, jadi ga bakal kena penyakit jenuh.</p>
<p>Daripada jadi pejabat, kerjaannya rapat mulu tiap hari, lama-lama jenuh juga kan? Hahaha. (Z19)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/11/Zulkifli.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
