<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>Ketua KPK &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/ketua-kpk/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Sat, 06 Jun 2026 01:42:41 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>Ketua KPK &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Jika Ahok jadi Ketua KPK</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/in-depth/jika-ahok-jadi-ketua-kpk/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[A99]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 06 Jun 2026 01:42:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Nalar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Ahok]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Ketua KPK]]></category>
		<category><![CDATA[Korupsi]]></category>
		<category><![CDATA[PDIP]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=169778</guid>

					<description><![CDATA[Andai jika orang yang suka bicara dengan tajam dan blak-blakan diminta untuk menjadi ketua KPK. Apa yang sebenarnya akan berubah, dan apa yang justru tidak bisa berubah sama sekali?]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Dengarkan artikel ini:</p>



<figure class="wp-block-audio"><audio controls src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/generated-audio-june-06-2026-7_54am.mp3"></audio><figcaption class="wp-element-caption">Audio dibuat menggunakan AI.</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Andai jika orang yang suka bicara dengan tajam dan blak-blakan diminta untuk menjadi ketua KPK. Apa yang sebenarnya akan berubah, dan apa yang justru tidak bisa berubah sama sekali?</strong><br><audio src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/generated-audio-june-05-2026-5-3.mp3"></audio></p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide" />



<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.pinterpolitik.com/tag/pinterpolitik/" data-type="post_tag" data-id="125450">PinterPolitik.com</a></p>



<p class="dropcapp2 wp-block-paragraph">Lebih dari seabad lalu, ilmuwan politik Robert Michels mengajukan gagasan yang terkenal sebagai <em>iron law of oligarchy</em>. Menurutnya, setiap organisasi pada akhirnya mengembangkan kepentingan untuk mempertahankan dirinya sendiri. Bagaimana jika masalah pemberantasan korupsi bukan lagi kekurangan orang yang ingin berubah, melainkan institusi yang terlalu sibuk mempertahankan keseimbangannya sendiri?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pertanyaan itu muncul secara tak terduga di sebuah studio podcast. Seorang presenter melempar pertanyaan iseng kepada mantan gubernur yang baru setahun keluar dari penjara: Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Andai jadi presiden, apa yang pertama kali dilakukan?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Suasananya santai, tetapi jawabannya tidak terdengar seperti jawaban orang yang sedang bercanda.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Langsung ada pemutihan dosa-dosa lama. Supaya rezim ke rezim itu tidak terus menjadikan ini semacam ATM,&#8221; kata Ahok. Ia lalu menambahkan bahwa setiap pejabat yang ingin maju dalam pemilu harus membuktikan asal-usul hartanya secara terbalik. Sebagai presiden, ia juga akan menggunakan hak pengampunan bukan untuk menghapus jejak kejahatan, melainkan untuk membuka lembaran baru sambil tetap mencatat semuanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Itu terdengar seperti sebuah cetak biru pemberantasan korupsi yang utuh: memutus siklus balas dendam politik, membalik beban pembuktian kekayaan pejabat, dan mengubah korupsi dari persoalan penindakan menjadi persoalan transparansi. Yang menarik, tidak satu pun gagasan itu pernah menjadi agenda utama partai politik atau ketua KPK mana pun. Karena itu, pertanyaan yang muncul bukan lagi bagaimana jika Ahok menjadi presiden. Pertanyaannya justru lebih menarik: bagaimana jika kendaraan bagi gagasan-gagasan itu bukan Istana Negara, melainkan kursi Ketua KPK?</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Lupakan Sejenak Ahok si PDIP, sekarang Ahok si Ketua KPK</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Bayangkan Ahok menjabat Ketua KPK pada hari Senin pagi. Apa yang pertama ia lakukan? Berdasarkan rekam jejak hampir dua dekade, jawabannya mungkin bukan rapat koordinasi atau konferensi pers besar. Ia pernah berkata sangat jelas: &#8220;Pimpinan KPK bisa apa? Kolektif. Kalau jadi Gubernur saya bisa memecat orang langsung, dan saya jadi model. Saya mending jadi Gubernur atau Presiden untuk berantas korupsi.&#8221;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia tahu apa yang terjadi, tetapi andai tetap masuk ke dalam sistem itu, arah reformasinya relatif mudah ditebak. Pembuktian terbalik harta pejabat, yang sudah ia suarakan sejak menjadi anggota DPRD Bangka Belitung. E-budgeting yang lebih menyeluruh, agar setiap perubahan anggaran meninggalkan jejak digital yang dapat ditelusuri. Pembatasan transaksi tunai dalam urusan pemerintahan, untuk menghilangkan ruang gelap tempat rente politik biasanya tumbuh.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hal yang paling mungkin terjadi, ia akan marah marah didepan awak media ketika konfresi pers penentuan tersangka. Marah-marah adalah hal yang paling ikonik bagi Ahok ketika ia menjabat di Gubernur Jakarta</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tidak ada satu pun gagasan itu yang benar-benar baru. Persoalannya bukan kekurangan ide, melainkan kekurangan insentif politik untuk menjalankannya. Ilmuwan politik George Tsebelis menyebut bahwa semakin banyak aktor yang memiliki hak menghambat perubahan, semakin sulit sebuah reformasi dijalankan. Tantangan Ahok bukan merancang kebijakan antikorupsi karena resepnya sudah tersedia. Tantangannya adalah menghadapi para <em>veto player</em> yang selama ini hidup dari celah-celah yang ingin ia tutup.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Ibarat Ahok Pegang Pisau di Tangan yang Terikat</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Masalah terbesar Ahok di KPK bukan koruptor yang akan dihadapi. Masalah terbesarnya adalah arsitektur lembaga tempat ia akan berdiri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">KPK pasca revisi UU 2019 adalah titik mula dari segala ambiguitas penegakan korupsi di Indonesia. Penyidik yang bekerja di dalam gedung itu tidak sepenuhnya tunduk pada pimpinan KPK. Mereka membawa loyalitas institusional dari Polri, Kejaksaan, bahkan BIN. Agus Rahardjo, Ketua KPK periode 2015-2019, mengakui hal ini secara terbuka dalam sebuah diskusi ICW pada Mei 2024. Artinya, bahkan sebelum satu kasus pun dibuka, terdapat loyalitas ganda yang beroperasi di dalam tembok KPK sendiri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ahok tidak bisa memecat penyidik seperti saat memecat kepala dinas di Balai Kota. Ia tidak bisa mengubah arah lembaga tanpa persetujuan kolektif pimpinan lainnya. Di saat yang sama, keberadaan Dewan Pengawas membuat ruang geraknya semakin terbatas ketika berhadapan dengan status quo.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di sinilah paradoksnya. Seluruh mekanisme pengaman yang dirancang untuk mencegah penyalahgunaan kekuasaan justru bisa menjadi penghalang bagi pemimpin yang ingin menggunakan kekuasaan itu untuk melakukan perubahan. Jika logika Robert Michels berlaku di KPK, maka tantangan Ahok bukan hanya melawan koruptor. Tantangannya adalah menghadapi kemungkinan bahwa institusi yang dibangun untuk memberantas korupsi telah menjadi terlalu sibuk menjaga keseimbangannya sendiri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada akhirnya, ahok seperti pegang pisau yang bertujuan untuk menusuk segala “deep state” dengan tangan yang terikat.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Kemungkinan Ahok Terjebak di “Sistem”</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Pisau dipegang dengan tangan terikat seolah tidak cukup untuk menggambarkan situasi apabila Ahok jadi ketua KPK.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jadi andaiannya bukan tentang apakah Ahok akan berhasil atau gagal di KPK. Andaian ini mengungkap sesuatu yang lebih mengganggu: bahwa persoalan pemberantasan korupsi mungkin tidak lagi terletak pada kurangnya orang yang ingin berubah, melainkan pada kemampuan institusi menerima perubahan itu sendiri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Filsuf Jerman Friedrich Hegel pernah menulis bahwa manusia memang membuat sejarah, tetapi tidak dalam keadaan yang mereka pilih sendiri. Seorang pemimpin boleh datang dengan gagasan, keberanian, dan niat untuk melakukan reformasi, tetapi ia selalu berhadapan dengan struktur yang telah ada jauh sebelum dirinya tiba. Apabila di benturkan dengan Hegel, bisa jadi Ahok akan gagal di pembuatan “antitesa” dalam bentuk melawan status quo</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hal itu didukung oleh pemikiran Michel Foucault kemudian menunjukkan bahwa kekuasaan modern tidak selalu bekerja melalui larangan atau paksaan. Ia bekerja lebih halus, yaitu dengan membentuk perilaku dan menentukan batas-batas tindakan yang dianggap mungkin. Dalam banyak kasus, sistem tidak perlu menolak seorang reformis. Sistem hanya perlu membuat reformasi menjadi semakin sulit dilakukan.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hal itu mungkin seperti Ahok seperti pegang pisau di tangan yang terikat dengan pasir hisap di bawahnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dari sudut pandang itu, persoalan Ahok bukan lagi soal karakter. Ia bukan sedang diuji oleh koruptor yang ingin ia lawan, melainkan oleh institusi yang ingin ia pimpin. Sebab pertanyaan paling menarik dalam politik sering kali bukan apakah seseorang cukup kuat untuk mengubah sistem, melainkan apakah sistem yang ada cukup lentur untuk menerima perubahan yang dibawanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Karena itu, pertanyaannya bukan apakah Ahok bisa mengubah KPK. Pertanyaannya adalah apakah KPK masih memungkinkan seseorang seperti Ahok tetap menjadi Ahok setelah ia masuk ke dalamnya. (A99)</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<div class="youtube-embed" data-video_id="o8gJaEizJ4I"><iframe title="Apakah Jokowi Tersandera Ahok?" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/o8gJaEizJ4I?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe></div>
</div></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		<enclosure url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/generated-audio-june-06-2026-7_54am.mp3" length="4558053" type="audio/mpeg" />
<enclosure url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/generated-audio-june-05-2026-5-3.mp3" length="2476173" type="audio/mpeg" />

			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/gemini_generated_image_avrt3oavrt3oavrt-1024x559.png" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Usai Diperiksa, Firli Bungkam dan Tutup Muka</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/infografis/usai-diperiksa-firli-bungkam-dan-tutup-muka/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[E95]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 17 Nov 2023 08:18:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[Firli Bahuri]]></category>
		<category><![CDATA[Ian Iskandar]]></category>
		<category><![CDATA[Ketua KPK]]></category>
		<category><![CDATA[KPK]]></category>
		<category><![CDATA[SYL]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=140470</guid>

					<description><![CDATA[Eh ada yang ngumpet&#160; Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri bungkam setelah jalani pemeriksaan sebagai saksi kasus dugaan pemerasaan yang dialami mantan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) di kantor Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Dittipidkor) Bareskrim Polri.Selesai pemeriksaan, Firli langsung masuk ke dalam mobil. Di dalam mobil itu, Firli seolah sedang bersembunyi dari [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="946" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/11/usai-diperiksa-firli-bungkam-dan-tutup-muka-946x1024.jpg" alt="usai diperiksa firli bungkam dan tutup muka" class="wp-image-140473" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/11/usai-diperiksa-firli-bungkam-dan-tutup-muka-946x1024.jpg 946w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/11/usai-diperiksa-firli-bungkam-dan-tutup-muka-277x300.jpg 277w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/11/usai-diperiksa-firli-bungkam-dan-tutup-muka-139x150.jpg 139w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/11/usai-diperiksa-firli-bungkam-dan-tutup-muka-768x831.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/11/usai-diperiksa-firli-bungkam-dan-tutup-muka-696x753.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/11/usai-diperiksa-firli-bungkam-dan-tutup-muka-1068x1156.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/11/usai-diperiksa-firli-bungkam-dan-tutup-muka-388x420.jpg 388w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/11/usai-diperiksa-firli-bungkam-dan-tutup-muka.jpg 1080w" sizes="(max-width: 946px) 100vw, 946px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Eh ada yang ngumpet&nbsp;<img decoding="async" alt="🫣" src="https://fonts.gstatic.com/s/e/notoemoji/15.0/1fae3/32.png"></p>



<p class="wp-block-paragraph">Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri bungkam setelah jalani pemeriksaan sebagai saksi kasus dugaan pemerasaan yang dialami mantan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) di kantor Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Dittipidkor) Bareskrim Polri.Selesai pemeriksaan, Firli langsung masuk ke dalam mobil. Di dalam mobil itu, Firli seolah sedang bersembunyi dari awak media. Sambil bersandar, ia berupaya menyembunyikan badannya dari jendela kaca mobil. Di situ, Firli turut menyembunyikan wajahnya dengan tangan dan tas berwarna hitam.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/11/usai-diperiksa-firli-bungkam-dan-tutup-muka-946x1024.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>KPK Firli Cs Fakir Pujian?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/celoteh/kpk-firli-cs-fakir-pujian/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[F46]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 03 Aug 2020 13:41:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Firli Bahuri]]></category>
		<category><![CDATA[Ketua KPK]]></category>
		<category><![CDATA[KPK]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=104783</guid>

					<description><![CDATA[“Kenapa orang Indonesia selalu mempromosikan batik, reog? Kok korupsi&#160;nggak? Padahal korupsilah budaya kita yang paling mahal” – Sujiwo Tejo, Budayawan asal Indonesia. PinterPolitik.com Gengs, percayalah sama&#160;mimin&#160;kalau kejayaan pasti penuh dengan cobaan. Bahkan&#160;nih, bisa saja pujian yang dulu kita miliki pudar seiring ujian alam. Kalau&#160;nggak&#160;percaya, coba saja tanya sama atlet manapun, terutama sepak bola, mulai&#160;tarkam&#160;sampai profesional. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<h4 class="wp-block-heading"><strong>“Kenapa orang Indonesia selalu mempromosikan batik, reog? Kok korupsi&nbsp;<em><strong>nggak</strong></em>? Padahal korupsilah budaya kita yang paling mahal” – Sujiwo Tejo, Budayawan asal Indonesia.</strong></h4>



<hr class="wp-block-separator is-style-wide" />



<p class="wp-block-paragraph"><a href="http://pinterpolitik.com/">PinterPolitik.com</a></p>



<p class="has-drop-cap wp-block-paragraph"><em>Gengs</em>, percayalah sama&nbsp;<em>mimin</em>&nbsp;kalau kejayaan pasti penuh dengan cobaan. Bahkan&nbsp;<em>nih</em>, bisa saja pujian yang dulu kita miliki pudar seiring ujian alam.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kalau&nbsp;<em>nggak</em>&nbsp;percaya, coba saja tanya sama atlet manapun, terutama sepak bola, mulai&nbsp;<em>tarkam</em>&nbsp;sampai profesional. Semua pasti merasakan ganasnya zaman yang bisa berubah begitu cepat. Walhasil, hanya pesepakbola yang menjaga&nbsp;<em>attitude&nbsp;</em>dan mampu mendidik generasi peneruslah yang benar-benar mampu&nbsp;<em>survive&nbsp;</em>sekalipun sudah tua<em>.</em></p>



<p class="wp-block-paragraph">Lihat saja Kurniawan D.K, eks pemain tim nasional, atau Zinedine Zinade yang terkenal sebagai seniman bola itu. Semuanya masih dipuja, sebab sikap, integritas kerja, dan komitmen generasi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Coba bedakan sama pesepakbola dalam pun luar negeri yang saat jadi pemain begitu andal tapi setelah pensiun kepalang bebal, seperti Maradona mungkin. Begitulah, zaman boleh berubah tapi kerja keras jangan sampai kalah dengan&nbsp;<em>leha-leha.</em></p>



<p class="wp-block-paragraph">Tampaknya dari sepak bola tersebut, para petinggi dan anggota Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) harus belajar banyak ya, <em>cuy</em>. Secara, akhir-akhir ini, <em>mimin</em> melihat kok menyedihkan sekali nasibnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bukan sebab KPK kurang aksi pemberantasannya&nbsp;<em>lho</em>&nbsp;ya, melainkan&nbsp;<em>mimin</em>&nbsp;heran kenapa kepercayaan publik ke KPK tidak seperti dulu kala. KPK yang dulu&nbsp;<em>tuh</em>&nbsp;– kalau&nbsp;<em>mimin</em>&nbsp;boleh menyebutkan&nbsp;<em>nih</em>&nbsp;–&nbsp;<em>nggak</em>&nbsp;pernah turun peringkat dalam klasemen lembaga negara yang paling dipercaya publik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hampir di akhir musim pengabdian, KPK selalu&nbsp;<em>moncer</em>&nbsp;dan memborong banyak pujian. Bandingkan dengan sekarang, benar-benar merosot dari puncak prestasi sebagai lembaga&nbsp;<em>truthworthy&nbsp;</em>banget, bahkan harus rela disalip rivalnya, Polri –&nbsp;<em>k</em><em>ayak</em>&nbsp;Barcelona yang rela dipecundangi Real Madrid atau Man.United yang dipencundangi Liverpool.&nbsp;<em>Uppss.</em></p>



<p class="wp-block-paragraph">Petinggi KPK mungkin&nbsp; juga sadar&nbsp;<em>sih</em>&nbsp;kalau lembaganya mengalami penurunan kepercayaan. Kendati KPK banyak kerja pun, nyatanya susah dipandang berwibawa lagi oleh masyarakat. Padahal menurut Ketua KPK Firli Bahuri, lembaga antirasuah itu punya prestasi yang pantas&nbsp;<em>lho&nbsp;</em>untuk dipamerkan ke publik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bayangin, sebanyak 160 perkara tindak pidana berhasil diselidiki. Bahkan, jumlah pemeriksaan yang dilakukan oleh KPK untuk memperingati capaian enam bula kerja&nbsp;<strong><a href="https://www.cnnindonesia.com/nasional/20200727121246-12-529302/firli-pamer-kerja-kpk-6-bulan-160-perkara-85-tersangka/">Firli</a></strong>&nbsp;tersebut telah memeriksa 3.512 saksi dan menetapkan 85 tersangka sekaligus menahan 61 orang,&nbsp;<em>cuy</em>.&nbsp;<em>Wih</em>, keren juga kinerjanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tapi, ngomong-ngomong,&nbsp;<em>mimin</em>&nbsp;boleh nyinyir sedikit&nbsp;<em>nggak</em>&nbsp;<em>sih</em>? Benar kinerja banyak, Pak, tetapi kok masih bingung&nbsp;<em>nangkap</em>&nbsp;koruptor kelas kakap, seperti Harun Masiku? Apa jangan-jangan kasus-kasus yang dipamerkan itu cuma kelas teri atau rendahan&nbsp;<em>nih</em>?&nbsp;<em>Hehe</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Makanya <em>deh</em>, Pak, karena logika lembaga harus memosisikan masyarakat sebagai mitra, seyogianya sayangilah kembali mitra Anda. Kalau perlu, beri kado indah, seperti Operasi Tangkap Tangan (OTT). <em>Hehe. </em>(F46)</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="Naruto: Politik di Balik Anime &amp; Manga" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/8gTz4wJMyKI?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p class="wp-block-paragraph">► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di&nbsp;<a href="http://bit.ly/PinterPolitik"><strong>bit.ly/PinterPolitik</strong></a></p>



<p class="wp-block-paragraph">Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di&nbsp;<strong><a href="http://bit.ly/ruang-publik">bit.ly/ruang-publik</a></strong>&nbsp;untuk informasi lebih lanjut.</p>



<figure class="wp-block-image"><a href="http://bit.ly/ruang-publik"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="132" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-1024x132.jpg" alt="" class="wp-image-61983" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-1024x132.jpg 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-300x39.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-768x99.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-696x90.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-1068x138.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-1920x248.jpg 1920w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></a></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/KPK-Firli-Cs-Fakir-Pujian.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>DPR Pilih Firli, Kontroversi Mengiringi</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/infografis/dpr-pilih-firli-kontroversi-mengiringi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[H48]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 15 Sep 2019 08:27:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[Firli Bahuri]]></category>
		<category><![CDATA[Ketua KPK]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=64863</guid>

					<description><![CDATA[View this post on Instagram DPR resmi pilih Firli Bahuri sebagai Ketua KPK 2019-2023, beragam kontroversi mengiringi. Tunggu artikel selengkapnya di pinterpolitik.com #jokowi #KPK #firli #firlibahuri #DPR #infografik #infografis #politik #politikindonesia #politikluarnegeri #pinterpolitik A post shared by PinterPolitik.com (@pinterpolitik) on Sep 14, 2019 at 10:00pm PDT]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote class="instagram-media" data-instgrm-captioned data-instgrm-permalink="https://www.instagram.com/p/B2a1m2fJxq9/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" data-instgrm-version="12" style=" background:#FFF; border:0; border-radius:3px; box-shadow:0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width:658px; min-width:326px; padding:0; width:99.375%; width:-webkit-calc(100% - 2px); width:calc(100% - 2px);">
<div style="padding:16px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/B2a1m2fJxq9/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" background:#FFFFFF; line-height:0; padding:0 0; text-align:center; text-decoration:none; width:100%;" target="_blank"> </p>
<div style=" display: flex; flex-direction: row; align-items: center;">
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 40px; margin-right: 14px; width: 40px;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center;">
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 100px;"></div>
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 60px;"></div>
</div>
</div>
<div style="padding: 19% 0;"></div>
<div style="display:block; height:50px; margin:0 auto 12px; width:50px;"><svg width="50px" height="50px" viewBox="0 0 60 60" version="1.1" xmlns="https://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="https://www.w3.org/1999/xlink"><g stroke="none" stroke-width="1" fill="none" fill-rule="evenodd"><g transform="translate(-511.000000, -20.000000)" fill="#000000"><g><path d="M556.869,30.41 C554.814,30.41 553.148,32.076 553.148,34.131 C553.148,36.186 554.814,37.852 556.869,37.852 C558.924,37.852 560.59,36.186 560.59,34.131 C560.59,32.076 558.924,30.41 556.869,30.41 M541,60.657 C535.114,60.657 530.342,55.887 530.342,50 C530.342,44.114 535.114,39.342 541,39.342 C546.887,39.342 551.658,44.114 551.658,50 C551.658,55.887 546.887,60.657 541,60.657 M541,33.886 C532.1,33.886 524.886,41.1 524.886,50 C524.886,58.899 532.1,66.113 541,66.113 C549.9,66.113 557.115,58.899 557.115,50 C557.115,41.1 549.9,33.886 541,33.886 M565.378,62.101 C565.244,65.022 564.756,66.606 564.346,67.663 C563.803,69.06 563.154,70.057 562.106,71.106 C561.058,72.155 560.06,72.803 558.662,73.347 C557.607,73.757 556.021,74.244 553.102,74.378 C549.944,74.521 548.997,74.552 541,74.552 C533.003,74.552 532.056,74.521 528.898,74.378 C525.979,74.244 524.393,73.757 523.338,73.347 C521.94,72.803 520.942,72.155 519.894,71.106 C518.846,70.057 518.197,69.06 517.654,67.663 C517.244,66.606 516.755,65.022 516.623,62.101 C516.479,58.943 516.448,57.996 516.448,50 C516.448,42.003 516.479,41.056 516.623,37.899 C516.755,34.978 517.244,33.391 517.654,32.338 C518.197,30.938 518.846,29.942 519.894,28.894 C520.942,27.846 521.94,27.196 523.338,26.654 C524.393,26.244 525.979,25.756 528.898,25.623 C532.057,25.479 533.004,25.448 541,25.448 C548.997,25.448 549.943,25.479 553.102,25.623 C556.021,25.756 557.607,26.244 558.662,26.654 C560.06,27.196 561.058,27.846 562.106,28.894 C563.154,29.942 563.803,30.938 564.346,32.338 C564.756,33.391 565.244,34.978 565.378,37.899 C565.522,41.056 565.552,42.003 565.552,50 C565.552,57.996 565.522,58.943 565.378,62.101 M570.82,37.631 C570.674,34.438 570.167,32.258 569.425,30.349 C568.659,28.377 567.633,26.702 565.965,25.035 C564.297,23.368 562.623,22.342 560.652,21.575 C558.743,20.834 556.562,20.326 553.369,20.18 C550.169,20.033 549.148,20 541,20 C532.853,20 531.831,20.033 528.631,20.18 C525.438,20.326 523.257,20.834 521.349,21.575 C519.376,22.342 517.703,23.368 516.035,25.035 C514.368,26.702 513.342,28.377 512.574,30.349 C511.834,32.258 511.326,34.438 511.181,37.631 C511.035,40.831 511,41.851 511,50 C511,58.147 511.035,59.17 511.181,62.369 C511.326,65.562 511.834,67.743 512.574,69.651 C513.342,71.625 514.368,73.296 516.035,74.965 C517.703,76.634 519.376,77.658 521.349,78.425 C523.257,79.167 525.438,79.673 528.631,79.82 C531.831,79.965 532.853,80.001 541,80.001 C549.148,80.001 550.169,79.965 553.369,79.82 C556.562,79.673 558.743,79.167 560.652,78.425 C562.623,77.658 564.297,76.634 565.965,74.965 C567.633,73.296 568.659,71.625 569.425,69.651 C570.167,67.743 570.674,65.562 570.82,62.369 C570.966,59.17 571,58.147 571,50 C571,41.851 570.966,40.831 570.82,37.631"></path></g></g></g></svg></div>
<div style="padding-top: 8px;">
<div style=" color:#3897f0; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:550; line-height:18px;"> View this post on Instagram</div>
</div>
<div style="padding: 12.5% 0;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: row; margin-bottom: 14px; align-items: center;">
<div>
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(0px) translateY(7px);"></div>
<div style="background-color: #F4F4F4; height: 12.5px; transform: rotate(-45deg) translateX(3px) translateY(1px); width: 12.5px; flex-grow: 0; margin-right: 14px; margin-left: 2px;"></div>
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(9px) translateY(-18px);"></div>
</div>
<div style="margin-left: 8px;">
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 20px; width: 20px;"></div>
<div style=" width: 0; height: 0; border-top: 2px solid transparent; border-left: 6px solid #f4f4f4; border-bottom: 2px solid transparent; transform: translateX(16px) translateY(-4px) rotate(30deg)"></div>
</div>
<div style="margin-left: auto;">
<div style=" width: 0px; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-right: 8px solid transparent; transform: translateY(16px);"></div>
<div style=" background-color: #F4F4F4; flex-grow: 0; height: 12px; width: 16px; transform: translateY(-4px);"></div>
<div style=" width: 0; height: 0; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-left: 8px solid transparent; transform: translateY(-4px) translateX(8px);"></div>
</div>
</div>
<p></a> </p>
<p style=" margin:8px 0 0 0; padding:0 4px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/B2a1m2fJxq9/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" color:#000; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px; text-decoration:none; word-wrap:break-word;" target="_blank">DPR resmi pilih Firli Bahuri sebagai Ketua KPK 2019-2023, beragam kontroversi mengiringi. Tunggu artikel selengkapnya di pinterpolitik.com #jokowi #KPK #firli #firlibahuri #DPR #infografik #infografis #politik #politikindonesia #politikluarnegeri #pinterpolitik</a></p>
<p style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px; margin-bottom:0; margin-top:8px; overflow:hidden; padding:8px 0 7px; text-align:center; text-overflow:ellipsis; white-space:nowrap;">A post shared by <a href="https://www.instagram.com/pinterpolitik/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px;" target="_blank"> PinterPolitik.com</a> (@pinterpolitik) on <time style=" font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px;" datetime="2019-09-15T05:00:12+00:00">Sep 14, 2019 at 10:00pm PDT</time></p>
</div>
</blockquote>
<p><script async src="//www.instagram.com/embed.js"></script></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/09/dpr-pilih-firli-1024x1024.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Apakah KPK Bebas Cela?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/in-depth/apakah-kpk-bebas-cela/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R24]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 01 Aug 2017 03:55:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nalar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[DPR]]></category>
		<category><![CDATA[Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[Kapolri]]></category>
		<category><![CDATA[Kasus Korupsi Mangkrak]]></category>
		<category><![CDATA[Ketua KPK]]></category>
		<category><![CDATA[Korupsi]]></category>
		<category><![CDATA[Koruptor]]></category>
		<category><![CDATA[KPK]]></category>
		<category><![CDATA[Novel Baswedan]]></category>
		<category><![CDATA[Penyiraman air keras]]></category>
		<category><![CDATA[Polri]]></category>
		<category><![CDATA[Presiden Joko Widodo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=12549</guid>

					<description><![CDATA[“Sungguh menarik kalau tema-tema dari kejahatan dan korupsi politik selalu saling berkaitan.” ~ Martin Scorsese PinterPolitik.com [dropcap size=big]K[/dropcap]orupsi adalah sebuah tindakan kejahatan, namun tindakan kejahatan itu sendiri juga seringkali dipicu dari adanya korupsi politik. Mungkin sutradara Holywood ternama Martin Scorsese juga akan terperangah dengan berbagai manuver dan intrik koruptor di Indonesia yang begitu rumit membelit, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><em>“Sungguh menarik kalau tema-tema dari kejahatan dan korupsi politik selalu saling berkaitan.” </em>~ Martin Scorsese</h4>
<hr />
<p><span style="color: #d9d100;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p><span style="color: #000000;">[dropcap size=big]K[/dropcap]</span>orupsi adalah sebuah tindakan kejahatan, namun tindakan kejahatan itu sendiri juga seringkali dipicu dari adanya korupsi politik. Mungkin sutradara Holywood ternama Martin Scorsese juga akan terperangah dengan berbagai manuver dan intrik koruptor di Indonesia yang begitu rumit membelit, sehingga sulit mencari titik akhirnya. Terlebih ketika lembaga-lembaga yang bertugas memberantas korupsi sibuk ribut sendiri.</p>
<p>Nama Novel Baswedan, penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berusia 40 tahun, pasti sudah dikenal masyarakat. Sebagai korban penyiraman air keras yang dilakukan oleh seseorang atau kelompok yang hingga kini belum tertangkap, kisahnya tidak hanya mendatangkan haru dan simpati, tapi juga kemarahan publik. Melakukan kekerasan terhadap Novel, sama dengan menentang pemberantasan korupsi.</p>
<blockquote class="twitter-tweet" data-lang="id">
<p dir="ltr" lang="in">Apa tanggapan <a href="https://twitter.com/jokowi">@jokowi</a> tentang insiden yang menyerang Novel Baswedan pagi ini? Berikut selengkapnya di <a href="https://t.co/LDKsb4Os4k">https://t.co/LDKsb4Os4k</a>. <a href="https://t.co/imiPg2dY22">pic.twitter.com/imiPg2dY22</a></p>
<p>— CNN Indonesia (@CNNIndonesia) <a href="https://twitter.com/CNNIndonesia/status/851676128267960320">11 April 2017</a></p></blockquote>
<p><script async src="//platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p>Kepolisian, sebagai lembaga yang bertanggung jawab menyelidiki kasus ini, sayangnya terkesan lamban mengungkap kasus Novel yang kelihatannya sederhana. Di sinilah kemudian Novel menuding bahwa Kepolisian tidak punya nyali (atau keinginan) untuk menangkap pelakunya. Mengapa ia begitu yakin oknum petinggi Kepolisian pelakunya?</p>
<p>Di sisi lain, Novel juga dilaporkan ke Kepolisian oleh mantan saksi di kasus suap yang melibatkan Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Muchtar, yaitu Nico Panji Tirtayasa. Dalam video yang menjadi viral, Nico atau yang sering ditulis sebagai Miko, menyatakan kalau telah memberikan kesaksian palsu untuk memberatkan pamannya, Mochtar Efendy dan Akil Muchtar atas tekanan Novel. Mungkinkah?</p>
<p>Munculnya Nico, tentu menjadi santapan empuk bagi Panitia Khusus (Pansus) DPR yang tengah sibuk mencari celah untuk melemahkan lembaga antikorupsi tersebut. Dewan perwakilan yang sejatinya mewakili rakyat ini, seperti kita tahu, anggotanya cukup banyak yang terjerat jala antikorupsi KPK. Keterangan Nico dapat saja menjadi landasan bagi para anggota parlemen tersebut untuk meniadakan KPK.</p>
<h4><strong>Dendam Lama KPK vs Polri</strong></h4>
<blockquote><p><em>“Saya cukup bisa sebut Polri tidak akan berani mengungkap. Mungkin begini, ayo kita lihat apakah ke depan akan diungkap. Saya yakin sekali tidak akan diungkap.”</em> ~ Novel Baswedan</p></blockquote>
<p>Sejak awal, sebenarnya Novel telah menuding ada oknum petinggi Kepolisian di belakang kasus penyiraman air kerasnya. Bahkan di acara Mata Najwa, kabarnya ia sudah memberitahukan nama jenderal kepolisian tersebut. Namun hingga kini, polisi malah sibuk dengan sketsa pelaku yang waktunya pembuatannya perlu berhari-hari. Apakah ini berarti Kepolisian memang sengaja melambat-lambatkan prosesnya?</p>
<p>Di sisi lain, Novel begitu percaya kalau apa yang terjadi padanya adalah ulah oknum Kepolisian. Mengapa? Apakah ia menuding kalau masih ada dendam di lembaga penegak hukum sipil tersebut? Bila ditarik lagi ke belakang, sejarah berdirinya KPK sendiri sebenarnya sudah menimbulkan ‘sakit hati’ bagi Kepolisian. Ada tiga kemungkinan yang menurut sebagian pengamat, membuat keduanya kerap berseteru.</p>
<p>Pertama, dikeluarkannya undang-undang pembentukan KPK bisa dikatakan sebagai sebuah kritik atau ketidakpercayaan pemerintah, terutama masyarakat, terhadap institusi penegak hukum yaitu Polri dan Kejaksaan. Pada awal berdirinya, baik KPK maupun Kepolisian juga sempat diwarnai tarik menarik kasus.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter wp-image-12550 size-large" src="https://pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/08/romantika-cicak-buaya-1024x512.png" alt="Apakah KPK Bebas Cela" width="696" height="348" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/08/romantika-cicak-buaya-1024x512.png 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/08/romantika-cicak-buaya-300x150.png 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/08/romantika-cicak-buaya-768x384.png 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/08/romantika-cicak-buaya-696x348.png 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/08/romantika-cicak-buaya-1068x534.png 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/08/romantika-cicak-buaya-840x420.png 840w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/08/romantika-cicak-buaya.png 1800w" sizes="auto, (max-width: 696px) 100vw, 696px" /></p>
<p>Kedua, citra KPK semakin lama semakin positif di mata rakyat. Sebaliknya, banyaknya petinggi Kepolisian yang kemudian terjerat kasus korupsi ke KPK, semakin mempersulit bagi Kepolisian untuk membangun citra positif di mata masyarakat. Dan yang ketiga, gaji yang diperoleh oleh pimpinan atau komisioner KPK jauh lebih tinggi daripada pimpinan Polri sebagai lembaga yang sama-sama menjadi penegak hukum.</p>
<p>Demi memperbaiki citranya, Kepolisian kemudian ikut menjerat para petinggi KPK yang di mata masyarakat terlihat berprestasi. Aksi balas dendam ini sempat dikenal dengan istilah “Cicak versus Buaya”. Terhitung Chandra Hamzah, Bibit Samad Riyanto, Antasari Azhar, Bambang Widjojanto, dan Abraham Samad yang telah diciduk Polri.</p>
<p>Kabarnya, Novel Baswedan juga sebenarnya menjadi salah satu yang akan diciduk Kepolisian, namun gagal karena dihadang oleh para aktivis antikorupsi. Di sini sebenarnya Polri ingin memberi pesan pada masyarakat, bahwa bahkan KPK yang dipuja-puja sebagai pejuang antikorupsi pun masih punya cela untuk berkorupsi dan melakukan penyelewengan.</p>
<h4><strong>Alat Permainan Politik?</strong></h4>
<blockquote><p><em>“Ini sebenarnya politik. Jadi, saya sarankan KPK berhenti berpolitik. Agar track record di dalam lembaga penegak hukum jadi lebih pasti.” </em>~ Fahri Hamzah</p></blockquote>
<p>Saat ini, “lawan” KPK bukan hanya Kepolisian, karena Pansus KPK yang digelar DPR juga tengah sibuk mengais celah dan cela lembaga tersebut. Selain diketuai tersangka mega korupsi KTP Elektronik, Pansus ini juga didukung sepenuhnya oleh Amien Rais. Ketua Majelis Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut, geram sekaligus dendam karena namanya dikait-kaitkan dengan korupsi alat kesehatan (Alkes).</p>
<p>Kasus yang sama juga menimpa kader PDI Perjuangan Masinton Pasaribu dan kader Partai Demokrat Marzuki Ali, di mana keduanya sempat disebutkan tersangkut dalam kasus KTP Elektronik. Walaupun di pengadilan mereka telah dinyatakan tidak tersangkut kasus tersebut, namun ulah KPK yang mengumumkan ke media bahwa mereka tersangkut kasus suap, memang membuat namanya jadi bulan-bulanan.</p>
<blockquote class="twitter-tweet" data-lang="id">
<p dir="ltr" lang="in"><a href="https://twitter.com/hashtag/KPK?src=hash">#KPK</a> mengait2kan pak Amien Rais memang kebangetan. Makanya Prof Din bilang : kita boleh suudzon pada <a href="https://twitter.com/hashtag/KPK?src=hash">#KPK</a> &#8211; ada apa? <a href="https://twitter.com/hashtag/angketKPK?src=hash">#angketKPK</a> <a href="https://t.co/40uQIIPJJ9">pic.twitter.com/40uQIIPJJ9</a></p>
<p>— PansusKPK (@PansusKPK) <a href="https://twitter.com/PansusKPK/status/889424944500572161">24 Juli 2017</a></p></blockquote>
<p><script async src="//platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p>Akibatnya banyak pihak menilai, ulah KPK yang terkesan ceroboh ini memiliki unsur politis dibelakangnya. Sebagai  mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang ikut terseret pada kasus penyebutan Amien Rais, Din Syamsuddin menganggap sikap KPK sangat tidak etis. Ia juga curiga kalau KPK sudah tidak lagi netral dan melakukan standar ganda dalam menerapkan pemberantasan korupsi.</p>
<p>Laporan Nico yang mengaku mendapat tekanan dari Novel, juga mengingatkan kembali pernyataan Miryam S. Haryani yang mengaku mendapat perlakukan sama, juga merupakan cela lain bagi KPK. Namun, banyak pihak juga menilai, intimidasi dalam penyidikan adalah hal yang lazim dilakukan. Bukan hanya KPK, bahkan Kepolisian pun pasti menggunakan intimidasi – tentu dengan aturan-aturan tertentu.</p>
<h4><strong>KPK Bebas Cela?</strong></h4>
<blockquote><p><em>“Siapapun yang berperang melawan korupsi, harus membersihkan dirinya sendiri terlebih dahulu.” </em>~ Vladimir Putin</p></blockquote>
<p>Tak ada seorang/lembaga pun yang sama sekali bersih, itulah yang diyakini Putin. Karena untuk menjadi sepenuhnya bersih, ia harus mampu memerangi nafsu dalam dirinya sendiri. Psikoanalis Sigmun Freud mengungkapkan, perilaku kejahatan didorong oleh hati nurani yang lemah, sehingga tak mampu menahan kuatnya desakan nafsu, atas harta, kekayaaan, dan kemewahan secara tidak halal.</p>
<p>Dalam kasus Novel, nafsu atas harta mungkin tidak berlaku. Namun atas kekuasaan maupun harga diri yang terlalu tinggi, menyebabkan perseteruan yang mengakar hingga melahirkan kejahatan, bisa saja terjadi. Sebagai target yang meleset, apakah saat ini Novel berpikir bahwa penyerangnya masih berhubungan dengan aksi balas dendam Polri? Apakah ini adalah balasan tertunda dari oknum Polri?</p>
<p>Di sisi lain, Novel pun mengakui bahwa di Kepolisian sendiri sudah ada kubu yang menginginkan perseteruan itu berakhir. Lalu mengapa ia masih saja berkeras agar Kepolisian mengungkapkan sang petinggi tersebut? Terlebih, bukti yang mengarah ke pelaku saja sulit dicari. Lalu bukti apa yang dimiliki Novel, sehingga ia begitu yakin akan sangkaannya? Ataukah ini hanya nafsu dendam Novel semata?</p>
<p>Begitu pun KPK secara lembaga, mengapa begitu bernafsu membawa nama-nama tokoh yang kerap beroposisi dengan pemerintah pada kasus yang belum terbukti keterlibatannya? Bila dipikirkan lebih tajam, apakah mungkin sangkaan Din Syamsuddin bahwa KPK tidak lagi netral itu nyata? Karena nampaknya ada kepentingan besar yang mengendalikan lembaga penting negara itu untuk memenuhi <em>political of interest</em> penguasa beserta pendukungnya.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter wp-image-12551 size-full" src="https://pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/08/kinerja-kpk.jpg" alt="" width="720" height="480" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/08/kinerja-kpk.jpg 720w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/08/kinerja-kpk-300x200.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/08/kinerja-kpk-696x464.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/08/kinerja-kpk-630x420.jpg 630w" sizes="auto, (max-width: 720px) 100vw, 720px" /></p>
<p>Sepak terjang KPK di tanah air memang sangat perlu diapresiasi, prestasinya menjaring para koruptor dalam birokrasi pemerintahan tak perlu ditanya lagi. Namun bukan berarti lembaga ini menjadi lembaga super yang tanpa pengawasan, apalagi KPK masih berhutang kasus-kasus mega korupsi seperti BLBI, Bank Century, RS Sumber Waras, pengadaan <em>Quay Container Crane</em> di Pelindo II, kasus suap Mantan Dirut Garuda, kasus suap Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi, korupsi Reklamasi teluk Jakarta, serta banyak lagi kasus yang seakan menguap tanpa cerita.</p>
<p>Sekarang, siapa yang paling berhak untuk mengevaluasi kinerja KPK, DPR kah? Sebagai lembaga negara yang terkenal korup, apakah rakyat mampu mempercayakan KPK pada anggota Dewan yang jelas-jelas mengatakan ingin membubarkannya? Ataukah Presiden? Lalu bagaimana dengan sangkaan bahwa KPK telah melakukan penyalahgunaan wewenang (<em>abuse of power</em>) akibat adanya campur tangan penguasa dalam setiap langkahnya? Jadi, bagaimana KPK bisa bersih tanpa cela? (R24)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/08/Gedung-KPK-5e-1024x682.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Mahfud MD: KPK Jangan Takut</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/in-depth/mahfud-md-kpk-jangan-takut/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R24]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 16 Jun 2017 08:00:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nalar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Ketua KPK]]></category>
		<category><![CDATA[Korupsi e-ktp]]></category>
		<category><![CDATA[KPK]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=11650</guid>

					<description><![CDATA[Pansus Hak Angket KPK mulai terbentur sikap KPK yang enggan menuruti kemampuan para anggota DPR untuk membuka rekaman pemeriksaan Miryam. Sikap KPK ini didukung sepenuhnya oleh ahli hukum tata negara Mahfud MD. PinterPolitik.com “Kalau DPR minta buka, saya bilang nggak boleh. Kalau KPK membuka rekaman itu atas permintaan DPR, KPK-nya melanggar, DPR-nya melanggar. Dokumen pengadilan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4>Pansus Hak Angket KPK mulai terbentur sikap KPK yang enggan menuruti kemampuan para anggota DPR untuk membuka rekaman pemeriksaan Miryam. Sikap KPK ini didukung sepenuhnya oleh ahli hukum tata negara Mahfud MD.</h4>
<hr>
<p><span style="color: #cfdb00;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<blockquote><p><em>“Kalau DPR minta buka, saya bilang nggak boleh. Kalau KPK membuka rekaman itu atas permintaan DPR, KPK-nya melanggar, DPR-nya melanggar. Dokumen pengadilan hanya bisa dibuka atas perintah pengadilan.”</em></p></blockquote>
<p>[dropcap size=big]M[/dropcap]antan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD menilai baik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) maupun DPR akan menabrak undang-undang jika sampai membuka rekaman pemeriksaan Miryam S Haryani dalam hak angket. Rekaman adalah alat bukti yang hanya bisa dibuka dalam koridor hukum. Namun hal ini bisa dicegah apabila KPK lebih dahulu menyelesaikan proses hukum Miryam dengan membuka lebih dulu rekaman di persidangan.</p>
<p>“Kalau urusan bukti kasus (Miryam) Haryani, mungkin sebelum pansus mulai bekerja, soal (rekaman) Haryani sudah dibuktikan di pengadilan,” kata Mahfud di Gedung KPK, Rabu (14/6). &nbsp;Ia juga mengkritisi materi hak angket yang bermula dari tuntutan DPR dalam rapat dengar pendapat untuk membuka rekaman Miryam. Belakangan, setelah terbentuk, pansus ingin menyelidiki kinerja KPK hingga urusan anggaran belanja.</p>
<p>Sebagai Ketua Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara dan Hukum Administrasi Negara, Mahfud MD hari itu menyampaikan petisi yang ditandatangani oleh 132 akademisi. Petisi itu terdiri dari empat sikap akademik, salah satunya agar KPK tidak mengikuti kehendak panitia angket yang pembentukannya bertentangan dengan peraturan perundang-undangan. Sebab jika patuh, justru membuatnya turut melanggar hukum.</p>
<p>Demi menghindari perpecahan antar kedua lembaga, KPK pun berencana mengikuti saran Mahfud dengan segera merampungkan berkas mantan anggota Komisi II DPR tersebut. “Untuk kasus Miryam S Haryani, kami rencanakan sebelum Idul Fitri bisa dilakukan pelimpahan dari tahap penyidikkan ke penuntutan,” ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah, di Gedung KPK, Kamis (15/6).</p>
<p>Dengan segera mendudukkan Miryam di kursi pesakitan, para anggota DPR yang ingin mengetahui rekaman penyidikan Miryam, bisa melihat langsung di persidangan. Sebab, pihak KPK bersikeras tak akan membuka rekaman Miryam kecuali di persidangan. “Ada dua hal terkait peristiwa ini, sejak awal kami yakini KPK <em>enggak</em> bakal membuka rekaman selain di peradilan atau perintah hakim, meskipun yang dibuka hanya sebagian kecil seperti yang diminta anggota DPR,” kata Febri.</p>
<blockquote class="twitter-tweet" data-lang="en">
<p dir="ltr" lang="in">3 Alasan Mahfud MD Tolak Hak Angket KPK. <a href="https://twitter.com/hashtag/TolakAngketKPK?src=hash">#TolakAngketKPK</a> <a href="https://t.co/5igldimEzG">pic.twitter.com/5igldimEzG</a></p>
<p>— Kita Bicara (@Kitabicar4) <a href="https://twitter.com/Kitabicar4/status/875588936491425797">June 16, 2017</a></p></blockquote>
<p><script async="" src="//platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p>Menurutnya, rekaman penyelidikan Miryam merupakan alat bukti yang tak bisa diperlihatkan secara sembarangan. Sebab, jika hal tersebut terjadi akan berisiko hukum bagi lembaga antirasuah tersebut. Lagipula, penyidik KPK sudah mencukupi alat bukti untuk melimpahkan berkas kasus Miryam ke tahap kedua ini. “Kalau ada pihak yang mau dengar bagaimana kontruksi peristiwa dan informasi rekaman Miryam bisa dilihat di pengadilan saja,” tambahnya.</p>
<h4><strong>DPR <em>Ngotot</em> Panggil Miryam</strong></h4>
<blockquote><p><em>“Sangat ironis kalau sampai ada pemanggilan paksa, sampai Pansus Angket meminta Kapolri untuk panggil paksa Miryam.”</em></p></blockquote>
<p>Menurut Wakil Ketua Pansus Hak Angket KPK Risa Mariska, Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket sudah mengirimkan surat kepada KPK untuk meminta izin memanggil mantan Anggota Komisi II, Miryam S Haryani, ke rapat Pansus Angket, Senin (19/6). “Surat sudah diantar hari ini, seharusnya sudah diterima ya,” kata anggota Fraksi PDI Perjuangan, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (15/6).</p>
<p>Risa menjelaskan, pemanggilan Miryam tujuannya untuk meminta klarifikasi terkait surat bermaterai yang diberikan Miryam kepada Komisi III. Dalam surat tersebut, ia menegaskan dan membantah bahwa ada sejumlah anggota Komisi III yang menekannya. “Kami minta klarifikasi, betul tidak dia mengirimkan surat itu. Kenapa dia mengirimkan surat itu.<em> Kan</em> banyak pertanyaan yang nanti disampaikan anggota pansus,” kata Risa.</p>
<p>Tapi jika KPK tak memberikan izin kepada pansus untuk menghadirkan Miryam, maka Pansus akan menggunakan mekanisme sesuai Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (UU MD3) dan tata tertib DPR, yakni memanggil yang bersangkutan hingga sebanyak tiga kali. Jika setelah dipanggil tiga kali Miryam tak juga dihadirkan, maka Pansus bisa melakukan pemanggilan paksa. “Saya sih menyarankan itu jangan sampai terjadi. Maka itu saya minta kooperatif lah KPK ini,” katanya.</p>
<blockquote class="twitter-tweet" data-lang="en">
<p dir="ltr" lang="in"><a href="https://twitter.com/hashtag/BPTerbaru?src=hash">#BPTerbaru</a> Pansus Hak Angket Panggil Miryam S Haryani, Ini Kata KPK dan Ketua Pansus <a href="https://t.co/MuOpQWOZBv">https://t.co/MuOpQWOZBv</a></p>
<p>— MJ Gatra (@BantiranPost) <a href="https://twitter.com/BantiranPost/status/875571097286000640">June 16, 2017</a></p></blockquote>
<p><script async="" src="//platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<h4><strong>Klarifikasi Dipersidangan</strong></h4>
<blockquote><p><em>“Kalau mau itu (klarifikasi surat pernyataan Miryam) kan segera disidangkan. Itu bisa nanti didengar rekamannya. Akan segera kami naikkan kok.”</em></p></blockquote>
<p>Ketua KPK Agus Rahardjo menyarankan pansus angket mengikuti jalannya persidangan untuk mengklarifikasi pernyataan Miryam ihwal intimidasi dalam proses penyidikan kasus dugaan korupsi e-KTP. Menurutnya, Pansus Angket KPK tidak perlu repot-repot menghadirkan Miryam ke DPR untuk mengklarifikasi surat tersebut.</p>
<p>KPK, lanjut Agus, tidak bisa serta merta mengeluarkan Miryam dari tahanan untuk hadir ke dalam rapat pansus angket. Permintaan menghadirkan Miryam harus dikaji mendalam agar tidak melanggar hukum. “Terkait Miryam, kami lihat aturan-aturan apakah itu memungkinkan. Terutama bila kemudian cacat hukum, kami akan menolak hadir. Jadi kami harus pelajari dahulu,” terangnya, Kamis (15/6).</p>
<p>Agus mengatakan kalau KPK akan menggelar rapat pimpinan untuk membahas sikap atas pansus angket KPK, besok pagi (Jumat, 16/6). “Besok pagi pimpinan berlima sudah sepakat mengenai sikap KPK,” jelas Agus sambil menerangkan bahwa salah satu materi yang dijadikan bahan untuk menentukan sikap adalah hasil kajian asosiasi pakar hukum tata negara yang menyatakan pansus angket KPK cacat hukum. “Kalau sarannya ahli, ini cacat hukum. Makanya kami akan tentukan sikap dahulu,” pungkasnya.</p>
<p>(Berbagai sumber/R24)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/06/Mahfud-MD1-1024x768.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Kemana Antasari Azhar?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/kemana-antasari-azhar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[A15]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 10 Jun 2017 07:00:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Antasari]]></category>
		<category><![CDATA[antasari azhar]]></category>
		<category><![CDATA[Ketua KPK]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=3946</guid>

					<description><![CDATA[Delapan tahun bukanlah waktu yang sebentar untuk merasakan hidup di dalam penjara, begitulah yang dirasakan oleh Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Antasari Azhar, yang menjadi seorang terpidana karena kasus pembunuhan Direktur PT. Putra Rajawali Banjaran, Nasrudin Zulkarnaen. PinterPolitik.com Jakarta&#160;–Kini Antasari Azhar sudah bisa menghirup udara segar setelah dirinya mendapatkan grasi dari Presiden Joko Widodo. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Delapan tahun bukanlah waktu yang sebentar untuk merasakan hidup di dalam penjara, begitulah yang dirasakan oleh Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Antasari Azhar, yang menjadi seorang terpidana karena kasus pembunuhan Direktur PT. Putra Rajawali Banjaran, Nasrudin Zulkarnaen.</p></blockquote>
<hr>
<p><strong><span style="font-family: 'Georgia','serif'; color: #cedb00;">PinterPolitik.com</span></strong></p>
<p><strong>Jakarta</strong>&nbsp;–Kini Antasari Azhar sudah bisa menghirup udara segar setelah dirinya mendapatkan grasi dari Presiden Joko Widodo. Namun kebebasan dirinya tetap bebas bersyarat dari Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham). Pemberian Grasi oleh Presiden Joko Widodo ini setelah mendengarkan langsung pertimbangan dari MA.</p>
<p>Kasus yang menyeret Antasari Azhar ini memang masih misteri, karena pemenjaraannya seakan begitu dipaksakan. Padahal adik Nasrudin Zulkarnaen sendiri, Andi Syamsudin sempat mengatakan sendiri kepada Antasari kalau ia meragukan Antasari sebagai pembunuh kakak kandungnya tersebut.</p>
<p>“Saat itu, ia (Andi) mengungkapkan kalau dia tidak yakin kalau saya pelakunya. Dia juga yakin ada aktor dibalik kematian kakaknya. Cuma enggak saya tanya lagi,” tutur Antasari yang sempat membuat heboh publik karena ia datang ke istana menemui Presiden Jokowi. Tidak ada yang tahu apa yang dibincangkan dan apa hasil pertemuan kedua tokoh tersebut.</p>
<p>Selepas hotel prodeo, sepertinya Antasari mulai memberi sinyal kalau ia akan merapat ke kubu PDI Perjuangan. Spekulasi ini terkuak saat ia terlihat hadir dalam debat Pilkada DKI Jakarta kedua di Hotel Bidakara, Jakarta pada Jumat, Januari lalu sebagai pendukung pasangan nomor urut dua yang diusung PDIP.</p>
<p>&#8220;Saya dukung Ahok, karena saya sudah lama tinggal di Jakarta,&#8221; kilahnya. Ketertarikan Antasari untuk bergabung dengan PDIP, ternyata &nbsp;direspon positif Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto. Karena usai debat, Antasari terlihat keluar ruangan bersama Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto.</p>
<p>Dalam dialognya bersama Antasari, Hasto mengklaim merapatnya Antasari ke PDI Perjuangan hanya tinggal mencari waktu yang tepat. “Ya nanti setelah pilkada serentak nasional Pak Antasari akan resmi bergabung dengan PDI Perjuangan,&#8221; ujar Hasto.</p>
<p>Sebelumnya, Antasari Azhar juga hadir pada perayaan ulang tahun ke-70 Ketua Umum PDIP Megawati Sukarnoputri di Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta. (Berbagai sumber/A15)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/01/Antasari-Azhar-1024x680.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Pansel Penasihat KPK Mulai Bekerja</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/pansel-penasihat-kpk-mulai-bekerja/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[E19]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 31 Jan 2017 07:58:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Imam Prasodjo]]></category>
		<category><![CDATA[Ketua KPK]]></category>
		<category><![CDATA[Korupsi]]></category>
		<category><![CDATA[KPK]]></category>
		<category><![CDATA[Pansel KPK]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=3956</guid>

					<description><![CDATA[Imam Prasodjo dipilih menjadi Ketua Pansel pada pertemuan, Senin. Kepada wartawan, Imam menyebutkan proses penjaringan akan dilakukan minggu depan. Dia berharap penasihat KPK terpilih kelak memiliki kemampuan komunikasi yang baik dan menjaring masukan dari masyarakat dengan baik pula. pinterpolitik.com &#8211; Selasa, 31 Januari 2017. JAKARTA – Panitia Seleksi (Pansel) calon penasihat Komisi Pemberantasan Korupsi memulai rapat perdana [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Imam Prasodjo dipilih menjadi Ketua Pansel pada pertemuan, Senin. Kepada wartawan, Imam menyebutkan proses penjaringan akan dilakukan minggu depan. Dia berharap penasihat KPK terpilih kelak memiliki kemampuan komunikasi yang baik dan menjaring masukan dari masyarakat dengan baik pula.</p></blockquote>
<hr />
<p><strong><span style="font-family: 'Georgia','serif'; color: #cedb00;">pinterpolitik.com</span></strong> &#8211; <strong>Selasa, 31 Januari 2017</strong>.</p>
<p><strong>JAKARTA</strong> – Panitia Seleksi (Pansel) calon penasihat Komisi Pemberantasan Korupsi memulai rapat perdana di gedung KPK Jakarta, Senin (30/1/2017). Pansel ini terdiri atas lima tokoh yang dipilih oleh KPK.</p>
<p>Kelima tokoh itu, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD, sosiolog Imam Prasodjo, praktisi bisnis Rhenald Kasali, ahli hukum tata negara Saldi Isra, dan mantan Ketua KPK Busyro Muqoddas. Mereka akan menyaring calon-calon penasihat KPK. Posisi penasihat KPK sudah satu tahun kosong.</p>
<p>Juru bicara KPK Febri Diansyah, Senin (30/1), mengatakan, pihaknya meminta bantuan beberapa ahli dan pakar untuk melakukan proses seleksi penasihat KPK.</p>
<p>Febri mengatakan, para anggota Pansel bertemu di gedung KPK, Senin. Melalui Pansel ini KPK berharap nantinya bisa mendapatkan penasihat terbaik untuk memperkuat kelembagaan KPK.</p>
<p>Imam Prasodjo dipilih menjadi Ketua Pansel pada pertemuan, Senin. Kepada wartawan, Imam menyebutkan proses penjaringan akan dilakukan minggu depan. Dia berharap penasihat KPK terpilih kelak memiliki kemampuan komunikasi yang baik dan menjaring masukan dari masyarakat dengan baik pula.</p>
<p>Sementara itu, Wakil Ketua KPK Saut Situmorang mengharapkan penasihat KPK kelak bisa menjadi rekan untuk menunjang kinerja KPK. Ia juga menginginkan penasihat KPK nantinya lebih hebat ketimbang lima pimpinan KPK saat ini.</p>
<p>Dikemukakan, penasihat akan menjadi sparring (partner) pimpinan KPK untuk pencegahan dan penindakan tindak pidana korupsi. Penasihat harus lebih hebat dari kami berlima dalam segala hal, misalnya, kemampuan memelihara jaringan, inovasi, daya tahan, kemampuan komunikasi ke dalam dan ke luar KPK, kata Saut, Selasa (31/1) pagi.</p>
<p>Ia mengatakan, penasihat KPK harus dapat berperan seperti pelatih yang paham tentang strategi dalam menghadapi pemberantasan tindak pidana korupsi. Terkait dengan itu, Saut tidak membatasi penasihat KPK harus tokoh yang lebih tua dari pimpinan KPK saat ini.</p>
<p>Ia juga berharap penasihat KPK bisa menjadi rekan pimpinan dan pegawai KPK berdiskusi mengenai manajemen, hukum pidana, hukum perdata, dan hukum tata negara. (Kps/dtk/E19)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/01/Pansel-Penasehat-KPK-1024x559.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
