<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>Kerusuhan 22 Mei &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/kerusuhan-22-mei/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Sat, 15 Jun 2019 06:35:05 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>Kerusuhan 22 Mei &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Maksud Tersembunyi Anies Diserang</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/maksud-tersembunyi-anies-diserang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[S13]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 15 Jun 2019 06:34:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Anies Baswedan]]></category>
		<category><![CDATA[Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[Kerusuhan 22 Mei]]></category>
		<category><![CDATA[Reklamasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=60018</guid>

					<description><![CDATA[&#8220;Dikeluarkan atau tidak IMB, kegiatan reklamasi telah dihentikan. Jadi, IMB dan reklamasi adalah dua hal yang berbeda&#8221;. – Anies Baswedan PinterPolitik.com Lagi ramai-ramainya bahas soal gugatan Pilpres yang tengah disidangkan di Mahkamah Konstitusi (MK) serta berbagai kontroversi yang terjadi di seputaran kerusuhan 22 Mei 2019, eh malah muncul pemberitaan tentang Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>&#8220;Dikeluarkan atau tidak IMB, kegiatan reklamasi telah dihentikan. Jadi, IMB dan reklamasi adalah dua hal yang berbeda&#8221;. – Anies Baswedan</strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #cedb2a;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p><span class="dropcap dropcap2">L</span>agi ramai-ramainya bahas soal gugatan Pilpres yang tengah disidangkan di Mahkamah Konstitusi (MK) serta berbagai kontroversi yang terjadi di seputaran kerusuhan 22 Mei 2019, eh malah muncul pemberitaan tentang Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di beberapa media.</p>
<p>Urusannya bukan soal sampah di Waduk Pluit yang disindir oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti ya – walaupun Pak Anies kudu merhatiin nih kritikannya. Bukan pula soal kualitas udara Jakarta yang digugat oleh beberapa pihak.</p>
<p>Ini ternyata soal reklamasi di teluk Jakarta. Anies kan dulu sempat gagah-gagahan menghentikan proyek reklamasi tersebut. Nah, kabarnya doi sekarang dituduh diam-diam menerbitkan surat Izin Mendirikan Bangunan (IMB) di pulau-pulau reklamasi tersebut.</p>
<p>Sontak partai-partai oposisi Anies – misalnya PDIP – bersuara keras dan mengkritiknya. Anies dibilang nggak konsisten lah, melanggar janji kampanye lah, dan lain-lain.</p>
<p>Nah, Anies sendiri sudah <a href="https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190613220152-20-403164/anies-bantah-diam-diam-terbitkan-imb-pulau-reklamasi?"><strong>membantah</strong></a> tudingan tersebut. Kata Anies, setiap proses pengajuan IMB memang tidak diberitakan. Selain itu, banyak gedung yang berdiri di pulau-pulau reklamasi itu telah punya IMB antara tahun 2015-2017.</p>
<blockquote class="twitter-tweet" data-width="550" data-dnt="true">
<p lang="in" dir="ltr">Kivlan minta perlindungan ke sejumlah pihak termasuk Wiranto</p>
<p>Selengkapnya dalam tulisan berjudul &quot;Plot Twist Kivlan dan Wiranto&quot; di <a href="https://t.co/xcS6dR1dxG">https://t.co/xcS6dR1dxG</a> <a href="https://t.co/bdG4qHz7Hy">pic.twitter.com/bdG4qHz7Hy</a></p>
<p>&mdash; Pinterpolitik.com (@pinterpolitik) <a href="https://twitter.com/pinterpolitik/status/1139717663750610944?ref_src=twsrc%5Etfw">June 15, 2019</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p>Tapi, gara-gara Anies bilang IMB dan reklamasi adalah dua hal yang berbeda, doi jadi dibully oleh banyak orang. Beberapa peneliti bahkan <a href="https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190614172929-20-403384/peneliti-sindir-anies-soal-imb-reklamasi-pakai-pergub-ahok"><strong>bilang</strong></a> bahwa jika IMB yang dikeluarkan pada periode kekuasaan sebelumnya dengan menggunakan Pergub, maka Anies sebetulnya tinggal mencabut saja Pergub itu.</p>
<p>Iya juga sih, apa yang dibilang orang-orang itu emang benar. Soalnya, kalau reklamasi dihentikan, tetapi bangunan-bangunannya sudah punya izin semua, itu kan sama saja.</p>
<p>Ibaratnya, setelah meriksa kesehatan kita, dokter ngelarang kita makan daging ayam. Terus doi lanjut bilang: “Tapi, kalau makan chicken nugget nggak apa-apa”.</p>
<p><em>Helloww, </em>chicken nugget kan dari ayam juga, kecuali yang versi untuk vegetarian. <em>Hehe.</em></p>
<p>Tapi, sebenarnya ada hal yang lebih aneh lagi dari peristiwa yang menimpa Anies ini. Penasaran nggak sih, kenapa ya Anies kok tiba-tiba diserang seperti sekarang?</p>
<p>Soalnya, kalau kita ingat-ingat, berita tentang Anies yang terakhir kali mencuat adalah tentang pernyataannya terkait korban kerusuhan 22 Mei 2019 lalu. Sementara, soal korban kerusuhan inilah yang beberapa hari terakhir menjadi pokok kritik beberapa pihak terhadap kepolisian dan pemerintah yang disebut tidak menjelaskan persoalan tersebut.</p>
<p>Iya sih, kalau dilihat dari pernyataan kepolisian dan pemerintah, nggak ada tuh penjelasan tentang bagaimana korban-korban ini ditembak, atau siapa yang nembak, dan lain-lainnya.</p>
<p>Nah, katanya nih, Anies selaku Gubernur DKI Jakarta punya akses terhadap hampir semua CCTV di ibukota. Apalagi, desas-desusnya, doi mau membeberkan temuan-temuan dari pihaknya terkait peristiwa di seputaran kerusuhan 22 Mei 2019 tersebut.</p>
<p><em>Waduh, </em>jadi inikah alasan Anies sekarang diserang? Hmm, nggak ada yang tahu pasti juga. Hanya rumput yang bergoyang yang tahu.</p>
<p>Tapi, kalau Anies beneran punya bukti-bukti itu, wah bisa ketahuan dong siapa dalang sesungguhnya kerusuhan itu. <em>Upppss. </em>Sudah cocok nih Anies jadi Batman atau Sherlock Holmes. <em>Hehehe. </em>(S13)</p>
<div class="youtube-embed" data-video_id="6Y8ZyiT2q88"><iframe title="MENELUSURI AKAR GOLKAR" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/6Y8ZyiT2q88?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe></div>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/06/dfghjk-1024x676.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Fadli Tak Puas Pada Polisi?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/fadli-tak-puas-pada-polisi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[S13]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 13 Jun 2019 12:34:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Fadli Zon]]></category>
		<category><![CDATA[Fahri Hamzah]]></category>
		<category><![CDATA[Kerusuhan 22 Mei]]></category>
		<category><![CDATA[Setya Novanto]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=59936</guid>

					<description><![CDATA[“Ketika engkau dihasut dan di pikiranmu terpaut, terjadilah pertempuran hati. Sejenak engkau terdiam, berselimut tanda tanya: ada apa, kenapa, mengapa?” – Netral, Pertempuran Hati PinterPolitik.com Tahun depan bakal jadi tahun yang tersuram untuk DPR RI. Bukan kenapa-kenapa ya, soalnya selama 5 tahun ini, lembaga legislatif itu selalu menjadi center of gravity – keren juga istilahnya [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>“Ketika engkau dihasut dan di pikiranmu terpaut, terjadilah pertempuran hati. Sejenak engkau terdiam, berselimut tanda tanya: ada apa, kenapa, mengapa?” – Netral, <em>Pertempuran Hati</em></strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #cedb2a;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p><span class="dropcap dropcap2">T</span>ahun depan bakal jadi tahun yang tersuram untuk DPR RI. Bukan kenapa-kenapa ya, soalnya selama 5 tahun ini, lembaga legislatif itu selalu menjadi <em>center of gravity </em>– keren juga istilahnya <em>hehe – </em>dan menjadi sorotan utama pemberitaan politik nasional.</p>
<p>Tokoh-tokoh pimpinannya emang selalu mengundang kontroversi hati. Publik tentu ingat bagaimana kiprah “Papa” Setya Novanto sebagai Ketua DPR yang akhirnya berujung benjol sebesar bakpao di dahi dan sel tahanan di Lapas Sukamiskin.</p>
<p>Lalu ada pula kiprah duo Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah dan Fadli Zon yang terkenal keras dalam pernyataan-pernyataan politik serta kritik mereka terhadap pemerintah. Keduanya ini kompak banget, bisa lah dibandingkan dengan Upin dan Ipin. <em>Hehe, pizzz </em>bang.</p>
<p>Nah, tahun depan akan jadi tahun tersuram karena kemungkinan besar nggak ada lagi suara-suara keras dari pimpinan DPR. Papa Setnov udah pasti masih di penjara ya. Kecuali kalau doi lagi pengen makan Nasi Padang. <em>Upppss. Hehehe. </em></p>
<p>Lalu, Fahri nggak maju jadi anggota DPR lagi. Sementara Fadli kemungkinan besar nggak akan ada di kursi pimpinan dewan. Mungkin karena alasan itulah Fadli memanfaatkan banget momen-momen di sisa masa kekuasanya.</p>
<blockquote class="twitter-tweet" data-width="550" data-dnt="true">
<p lang="in" dir="ltr">Perlu gak sih menurut kalian? <a href="https://t.co/ewef1H0N1E">pic.twitter.com/ewef1H0N1E</a></p>
<p>&mdash; Pinterpolitik.com (@pinterpolitik) <a href="https://twitter.com/pinterpolitik/status/1134474615898722304?ref_src=twsrc%5Etfw">May 31, 2019</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p>Hal ini tampak dari pernyataan terbarunya yang menilai pengungkapan fakta-fakta kerusuhan 22 Mei 2019 oleh pemerintah mengandung bias.</p>
<p>&#8220;Harusnya lebih holistis. Jangan menjadi satu versi”, begitu kata Fadli.</p>
<p>Duh, Bang, yang membeberkan fakta-fakta itu kan polisi ya. Jadi Bang Fadli nggak puas nih sama kinerja kepolisian? <em>Upps. Hehe.</em></p>
<p>Tapi, apa yang dibilang Fadli ada benarnya kok. Soalnya, seperti yang disampaikan oleh Amnesty International Indonesia, ada beberapa hal yang kurang lengkap dari penjelasan yang diberikan oleh pihak kepolisian.</p>
<p>Misalnya terkait korban yang tewas dan pelaku yang melakukan penembakan di malam hingga dini hari kerusuhan tersebut, tak ada penjelasan yang lengkap tentang itu. Menurut Amnesty International, polisi gagal mengungkap hal yang penting untuk para keluarga korban, yaitu seperti apa konteks kejadian yang kala itu terjadi.</p>
<p><em>Wih, </em>bener juga sih yang dibilang Amnesty International. Soalnya yang bikin heboh kerusuhan 22 Mei 2019 lalu emang terkait korban jiwa itu. Masa publik tidak mendapatkan kejelasan terkait hal itu?</p>
<p>Apa perlu nyewa Sherlock Holmes dan Watson buat menyelidiki serta membuka semua tabir kegelapannya?</p>
<p>Atau sekalian panggil Batman aja kali ya, biar doi bisa bilang: “It&#8217;s not who I am underneath, but what I do that defines me.”</p>
<p>Yang nggak ngerti artinya, silahkan di-Googling ya. Google nggak diblokir Kemenkominfo kok. Lagian ada VPN juga. <em>Uppps. Hehehe. </em>(S13)</p>
<div class="youtube-embed" data-video_id="AawxKzhuBMU"><iframe title="SEJARAH IKLAN POLITIK: ALASAN PSI GAGAL??" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/AawxKzhuBMU?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe></div>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/06/gfgf-1024x676.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Menkominfo “Membunuh” Online Shop?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/menkominfo-membunuh-online-shop/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[F46]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 25 May 2019 00:00:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Hoax]]></category>
		<category><![CDATA[Kerusuhan 22 Mei]]></category>
		<category><![CDATA[Kominfo]]></category>
		<category><![CDATA[Online Shop]]></category>
		<category><![CDATA[rudiantara]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=58876</guid>

					<description><![CDATA[“Bagi rakyat, politik bukan urusan koalisi atau oposisi, tetapi bagaimana kebijakan publik mengubah hidup sehari-hari”. – Najwa Shihab Pinterpolitik.com Dampak demonstrasi dan kericuhan 21-22 Mei 2019 kemarin tidak hanya terasa di sektor keamanan dan akses transportasi di sekitar Jakarta saja, tapi juga memberi dampak yang begitu kompleks loh. Pasalnya, berawal dari kerusuhan dan demonstrasi ini, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>“</strong><strong>Bagi rakyat, politik bukan urusan koalisi atau oposisi, tetapi bagaimana kebijakan publik mengubah hidup sehari-hari</strong><strong>”. – Najwa Shihab</strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #cedb2a"><strong>Pinterpolitik.com </strong></span></p>
<p><span class="dropcap dropcap2">D</span>ampak demonstrasi dan kericuhan 21-22 Mei 2019 kemarin tidak hanya terasa di sektor keamanan dan akses transportasi di sekitar Jakarta saja, tapi juga memberi dampak yang begitu kompleks <em>loh</em>.</p>
<p>Pasalnya, berawal dari kerusuhan dan demonstrasi ini, pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika membuat kebijakan pembatasan akses media sosial hingga waktu yang belum ditentukan.</p>
<p><em>Beh</em>, pasti merana, galau dan gundah gulana nih para milenial dan artis sosmed. Soalnya kegiatan yang mereka cintai tersendat dan terbatasi. <em>Hehehe.</em></p>
<p>Sebenarnya sih kebijakan yang dibuat oleh Menkominfo Rudiantara ini untuk membatasi penyebaran informasi yang tidak benar alias hoaks. Selain itu, juga bertujuan untuk mengantisipasi penyebaran konten negatif pemicu gerakan yang dapat mengancam stabilitas keamanan negara.</p>
<p>Niatnya sih bagus ya, tapi apa pemerintah nggak mikirin dampak yang akan dirasakan sektor lain? Tidak sedikit loh masyarakat di luar Jakarta yang merasa dirugikan dengan adanya kebijakan ini.</p>
<p>Kalau Pasar Tanah Abang aja dalam sehari bisa merugi Rp 100 miliar, tidak menutup kemungkinan kerugian tersebut juga dirasakan oleh pejuang rupiah melalui jalan <em>online</em> ya. Terlebih untuk mereka yang hanya mengandalkan media sosial seperti Facebook, Instagram, dan yang lain untuk mempromosikan barang dagangannya.</p>
<hr /><p><em>kebijakan yang dibuat Menkominfo Rudiantara ini untuk membatasi penyebaran informasi yang tidak benar alias hoaks. Sebenarnya itu bagus, tapi apa nggak mikirin dampaknya di sektor lain?</em><br /><a href='https://x.com/intent/tweet?url=https%3A%2F%2Fwww.pinterpolitik.com%2Fterkini%2Fmenkominfo-membunuh-online-shop%2F&#038;text=kebijakan%20yang%20dibuat%20Menkominfo%20Rudiantara%20ini%20untuk%20membatasi%20penyebaran%20informasi%20yang%20tidak%20benar%20alias%20hoaks.%20Sebenarnya%20itu%20bagus%2C%20tapi%20apa%20nggak%20mikirin%20dampaknya%20di%20sektor%20lain%3F&#038;related' target='_blank' rel="noopener noreferrer" >Share on X</a><br /><hr />
<p>Belum lagi para <em>content creator </em>yang harus meringis karena postingannya semakin sedikit angka <em>like-</em>nya. <em>Upppss, </em>malah jadi curhat. <em>Hehehe.</em></p>
<p>Emang sih, sampai saat ini masih belum ada angka yang pasti berapa kerugian yang dihasilkan dalam satu hari. Tetapi, melihat posisi <em>online</em> <em>shop</em> di Indonesia yang adalah terbesar di ASEAN, pasti dampaknya nggak kecil ya. Tahun 2018 lalu aja total transaksinya aja mencapai Rp 77 triliun.</p>
<p>Hal ini, membuat Ketua Umum Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) Ignatius Untung angkat bicara. Doi mengatakan bahwa pembatasan sosial media ini memang tidak memberikan pengaruh terlalu besar kepada pelapak <em>online</em> resmi yang menggunakan jalur aplikasi. Tapi bagi pelapak <em>online</em> yang mengandalkan akun sosial media pribadi, atau sosial media toko, hal ini tentu memberikan dampak yang sangat serius.</p>
<p>Kebijakan ini juga mendapat kritik dari Komisioner Ombudsman RI, Laode Ida. Doi mengatakan bahwa kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah ini hanya berdasarkan kepanikan saja. Sehingga, memberikan kerugian kepada masyarakat  terkait akses mendapatkan informasi dan berpotensi mematikan sumber kehidupan sebagian masyarakat yang bergantung pada bisnis <em>online</em>.</p>
<p>Kalau dipikir-pikir emang bener sih. Coba deh bayangin, kalau seperti ini, kan secara tidak langsung pemerintah mematikan salah satu sumber mata pencaharian masyarakat dengan sengaja ya. Tidak hanya itu, kebijakan ini juga melanggar hak masyarakat dalam mendapatkan informasi.</p>
<p>Terus, kapan nih akan dinormalin lagi sosial medianya? Kita generasi milenial yang <em>nomophobia </em>alias <em>no phone phobia &#8211; </em>fobia jika tak bawa hape – kan membutuhkannya pak. <em>Hehehe</em>. (F46)</p>
<div class="youtube-embed" data-video_id="aZooCZAfIDo"><iframe title="Sejarah Orde Baru" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/aZooCZAfIDo?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe></div>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/05/Menkominfo-minta-maaf-terkait-pembatasan-sosial-media-foto-suaraindonesia.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Beranikah Polri Menangkap Amien Rais?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/beranikah-polri-menangkap-amien-rais/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[F46]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 May 2019 07:00:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Aktor intelektual]]></category>
		<category><![CDATA[Amien Rais]]></category>
		<category><![CDATA[Amien vs Polri]]></category>
		<category><![CDATA[Kerusuhan 22 Mei]]></category>
		<category><![CDATA[Polisi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=58848</guid>

					<description><![CDATA[“Dalam hukum, seorang bersalah ketika ia melanggar hak orang lain. Dalam etika, dia bersalah jika ia hanya berpikir untuk melakukannya”. – Imanuel Kant Pinterpolitik.com Sebagai salah satu aktor penting dalam Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Amien Rais termasuk sebagai tokoh yang sering bikin ungkapan kontroversial. Dari gerakan people power, gerakan kedaulatan rakyat, hingga yang terakhir [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>“</strong><strong>Dalam hukum</strong><strong>,</strong><strong> seorang bersalah ketika ia melanggar hak orang lain. Dalam etika</strong><strong>,</strong><strong> dia bersalah jika ia hanya berpikir untuk melakukannya</strong><strong>”. – Imanuel Kant</strong></h4>
<hr>
<p><span style="color: #cedb2a"><strong>Pinterpolitik.com</strong></span></p>
<p><span class="dropcap dropcap2">S</span>ebagai salah satu aktor penting dalam Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Amien Rais termasuk sebagai tokoh yang sering bikin ungkapan kontroversial.</p>
<p>Dari gerakan <em>people power</em>, gerakan kedaulatan rakyat, hingga yang terakhir ini doi menyebut bahwa ada “bau PKI” dalam aksi polisi di sekitaran kerusuhan protes Pemilu 2019. Amien bilang bahwa polisi menembak umat Islam secara ugal-ugalan. <em>Beeh</em>, jago banget ya bikin orang jantungan. <em>Hehehe.</em></p>
<p>Masak sekelas Amien Rais tidak&nbsp; memikirkan dampak dari seruannya ini ya? Seharusnya sebagai tokoh besar, doi menyadari hal tersebut ya <em>gengs</em>. Apalagi, kondisi saat ini tidak jauh beda dengan kerusuhan di tahun 1998. <em>Hmmm</em>.</p>
<hr /><p><em>Kok Amien Rais adu domba polisi dengan massa aksi dih? Yang dibutuhkan masyarakat Indonesia kan seorang tokoh yang bisa meredam dan mendinginkan suasana, bukan malah yang memanaskan suasana.</em><br /><a href='https://x.com/intent/tweet?url=https%3A%2F%2Fwww.pinterpolitik.com%2Fterkini%2Fberanikah-polri-menangkap-amien-rais%2F&#038;text=Kok%20Amien%20Rais%20adu%20domba%20polisi%20dengan%20massa%20aksi%20dih%3F%20Yang%20dibutuhkan%20masyarakat%20Indonesia%20kan%20seorang%20tokoh%20yang%20bisa%20meredam%20dan%20mendinginkan%20suasana%2C%20bukan%20malah%20yang%20memanaskan%20suasana.&#038;related' target='_blank' rel="noopener noreferrer" >Share on X</a><br /><hr />
<p>Pasca ungkapan tersebut, langsung deh ada kekacauan di luar Jakarta seperti yang terjadi di Pontianak dan Sampang yang mengakibatkan kerusakan fasilitas publik. Bahkan nih, kerusuhan di Sampang ini mengakibatkan pembakaran Kantor Polsek setempat loh. Tuh kan, kalau sudah begini emang Amien mau tanggung jawab?</p>
<p>Apalagi Amien ini malah meminta pertanggung jawaban kepada pihak kepolisian atas kejadian ini. <em>Weleh weleh</em>, kok malah nyalahin pihak lain sih? <em>Haduuh</em>.</p>
<p>Atas ungkapan yang dibuatnya ini, sontak doi langsung banyak mendapatkan kritik dari berbagai pihak. Banyak yang menganggap pernyataan Amien ini sama saja sengaja membenturkan kepolisian dengan massa aksi.</p>
<p>Kalau dipikir-pikir bener juga sih <em>gengs</em>. Lah yang dibutuhkan masyarakat Indonesia saat ini kan seorang tokoh yang bisa meredam dan mendinginkan suasana, bukan malah yang memanaskan suasana. Kalau kayak gini sih ibaratnya menyiram bensin ke dalam api, bisa meleduk tuh nanti.</p>
<p>Padahal karena kerusuhan ini aja kerugian ekonomi udah besar banget. Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) mengatakan bahwa kerugian sudah mencapai Rp 1,5 triliun akibat tutupnya banyak pusat perdagangan. Sementara, para pedagang di Pasar Tanah Abang per harinya merugi hingga Rp 100 miliar. Tuh kan, dampak ekonominya besar banget, jangan dipanas-panasin dong Pak Amien.</p>
<p>Ntar kalau ditangkap polisi, eh malah dibilang kriminalisasi, kan makin repot nanti. Apalagi tagar tangkap Amien Rais langsung <em>trending</em> loh di Twitter.</p>
<p>Kalau melihat dari munculnya tagar ini sih, kelihatannya sudah mulai ada ketidakpercayaan publik kepada doi ya <em>gengs</em>. Sehingga, banyak masyarakat yang menganggap doi sebagai biang kekacauan dan aktor intelektual sebenarnya.</p>
<p>Tapi kira-kira bakal ditangkap beneran gak nih? Sebenarnya tergantung kepolisian ya <em>gengs</em>. Mungkin polisi juga ragu mau tangkap Amien, pasalnya doi kan juga orang penting di tubuh BPN dan punya banyak simpatisan. Bisa rame dan malah gak kelar-kelar urusannya.</p>
<p>Tapi gak tau juga ya, kan ini masih sebatas prediksi, untuk jelasnya bisa tuh ditanyakan ke Tito Karnavian sebagai Kapolri. <em>Upsss</em>. (F46)</p>
<div class="youtube-embed" data-video_id="ZA_x-a0ezXI"><iframe loading="lazy" title="WNI KETURUNAN ARAB PROVOKATOR, BENARKAH???" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/ZA_x-a0ezXI?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe></div>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/05/Kemungkinan-Amien-Rais-ditangkap-polisi-foto-Trensmap.com_.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
