<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>Kepala Daerah dipilih DPRD &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/kepala-daerah-dipilih-dprd/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Tue, 18 Oct 2022 09:12:22 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>Kepala Daerah dipilih DPRD &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Siasat Bamsoet Ingin Gubernur Dipilih DPRD</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/celoteh/siasat-bamsoet-ingin-gubernur-dipilih-dprd/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[I76]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 18 Oct 2022 09:12:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Bambang Soesatyo]]></category>
		<category><![CDATA[Golkar]]></category>
		<category><![CDATA[Kepala Daerah dipilih DPRD]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=117503</guid>

					<description><![CDATA[“Mengembalikan pemilihan melalui DPRD juga sebenarnya demokratis karena sesuai dengan semangat sila keempat Pancasila,” – Bambang Soesatyo (Bamsoet), Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) PinterPolitik.com Beberapa hari yang lalu,&#160;sempat muncul kembali wacana pemilihan kepala daerah (Pilkada) yang akan dipilih melalui DPRD. Tentu,&#160;wacana ini menyebabkan&#160;kepala daerah – seperti&#160;gubernur, wali&#160;kota,&#160;dan bupati&#160;–&#160;tidak lagi dipilih langsung oleh masyarakat.&#160; Usulan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>“Mengembalikan pemilihan melalui DPRD juga sebenarnya demokratis karena sesuai dengan semangat sila keempat Pancasila,” – Bambang Soesatyo<ins> (Bamsoet)</ins>, Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR<ins> </ins>RI)</strong></p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide"/>



<p class="wp-block-paragraph"><a href="http://www.pinterpolitik.com/"><strong><u><strong>PinterPolitik.com</strong></u></strong></a></p>



<p class="has-drop-cap wp-block-paragraph">Beberapa hari yang lalu,&nbsp;sempat muncul kembali wacana pemilihan kepala daerah (<ins>P</ins>ilkada) yang akan dipilih melalui DPRD. Tentu<ins>,</ins>&nbsp;wacana ini menyebabkan<ins>&nbsp;</ins><ins>kepala daerah – seperti</ins>&nbsp;<ins>g</ins>ubernur, <ins>w</ins>ali<ins>&nbsp;</ins>kota<ins>,</ins>&nbsp;dan <ins>b</ins>upati<ins>&nbsp;–</ins>&nbsp;tidak lagi dipilih langsung oleh masyarakat.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Usulan itu datang dari Ketua MPR<ins>&nbsp;RI</ins>&nbsp;Bambang Soesatyo<ins>&nbsp;–</ins>&nbsp;yang akrab disapa Bamsoet<ins>&nbsp;–</ins>&nbsp;ketika mengevaluasi sistem <ins>P</ins>ilkada. Bamsoet melihat adanya peningkatan kasus korupsi yang dilakukan oleh sejumlah kepala daerah dan ini bersifat sistemi<ins>s</ins>.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Oleh karenanya, Bamsoet mengusulkan agar sistem Pilkada dilakukan di tingkat DPRD saja. Sebab, proses itu pun tetap demokratis dan sesuai dengan Pancasila sila keempat.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Anyway</em>, usulan Bamsoet ini bukan wacana baru dalam sejarah demokrasi di Indonesia. Dan<ins>,</ins>&nbsp;mungkin<ins>,</ins>&nbsp;se<ins>jumlah pakar</ins>&nbsp;menyetujui wacana ini karena dianggap bentuk ideal dari penjelmaan demokrasi di <ins>B</ins>umi <ins>P</ins>ertiwi.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selama ini, konsep demokrasi yang awalnya lahir di Barat secara perlahan <ins>di</ins>coba untuk diadaptasi<ins>kan</ins>&nbsp;di&nbsp;berbagai negara belahan Timur, khususnya negara <ins>d</ins>unia <ins>k</ins>etiga yang melihat ada harapan menjadi bangsa yang beradab dari sistem demokrasi itu.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam leksikal ilmu politik, demokrasi diterjemahkan sebagai sistem pemerintahan perwakilan yang dibangun oleh aturan-aturan mayoritas<ins>&nbsp;–</ins>&nbsp;di<ins>&nbsp;</ins>mana pemerintah sebagai wakil dari rakyat diminta pertanggungjawabannya dalam sebuah periodisasi tertentu.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Demokrasi sebagai proses bernegara bertumpu pada peran rakyat sebagai pemegang kedaulatan tertinggi<ins>&nbsp;–</ins>&nbsp;yang meliputi: pemerintahan dari rakyat (<em>government of the people</em>), oleh rakyat (<em>by the people</em>), dan untuk rakyat (<em>for the people</em>).&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada sisi lain, demokrasi menjadi&nbsp; pilihan untuk disintesiskan dengan nilai-nilai Pancasila yang merupakan landasan bersama (<em>common platform</em>) dalam kehidupan berbangsa dan bernegara masyarakat Indonesia.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Yudi Latif dalam bukunya <em>Negara Paripurna: Historisitas, Rasionalitas, dan Aktualitas Pancasila</em>&nbsp;menyebut<ins>kan</ins>&nbsp;bahwa gagasan aktualisasi demokrasi Pancasila bersandar pada sistem yang menjunjung tinggi nilai-nilai permusyawaratan.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Secara historis, tidak bisa dipungkiri kalau Pancasila merupakan proses usaha para pendiri bangsa untuk melakukan apa yang disebut Robert D. Putnam<ins>&nbsp;sebagai</ins>&nbsp;“<em>making democracy work</em>”.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada konteks ini, demokrasi Pancasila diterjemahkan sebagai kumpulan nilai-nilai<ins> –</ins> seperti nilai  perdamaian, tanpa kekerasan, kebebasan individu untuk menentukan nasibnya sendiri, saling menghormati perbedaan, dan tetap memiliki tanggung jawab mewujudkan ketertiban bersama. </p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="869" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/10/image-79-869x1024.png" alt="image 79" class="wp-image-117505" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/10/image-79-869x1024.png 869w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/10/image-79-255x300.png 255w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/10/image-79-127x150.png 127w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/10/image-79-768x905.png 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/10/image-79-696x820.png 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/10/image-79-1068x1259.png 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/10/image-79-356x420.png 356w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/10/image-79.png 1080w" sizes="(max-width: 869px) 100vw, 869px" /><figcaption>Halo Pak Bamsoet</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Nah</em>, kemungkinan usulan Bamsoet agar kepala daerah dipilih oleh DPRD merupakan bagian dari usaha untuk menerjemahkan nilai<ins>&#8211;</ins>nilai permusyawaratan yang tertera pada butir Pancasila.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mungkin<ins>,</ins>&nbsp;ini bagian dari ikhtiar politik Bamsoet agar demokrasi kita bisa berkembang ke arah yang positif. Jangan sampai demokrasi di Indonesia malah menjadi “persoalan” bukan solusi.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hal ini mengingatkan&nbsp; saya pada serial <em>The Orville</em>&nbsp;yang merupakan serial <ins>televisi di </ins>Amerika<ins>&nbsp;Serikat (AS) yang</ins>&nbsp;ber<ins>&#8211;</ins><em>genre</em>&nbsp;<em>science-fiction</em><ins>&nbsp;(Sci-Fi) –</ins>&nbsp;yang <ins>mana</ins>&nbsp;mengandung unsur petualangan, komedi<ins>,</ins>&nbsp;dan drama. Pertama kali menonton serial ini, saya pikir film ini hanya berusaha <ins>memarodikan</ins>&nbsp;serial <em>Star</em>&nbsp;<em>Trek</em><ins>.</ins>&nbsp;<ins>Namun,</ins>&nbsp;ternyata salah.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Alkisah, dalam salah satu misinya, tanpa sengaja awak kapal The Orville menemukan sebuah planet yang isinya dipenuhi dengan manusia yang menggunakan sistem demokrasi yang ekstrem. Kenapa disebut ekstrem? <ins>Alasannya adalah karena </ins>demokrasi diukur berdasarkan rasa suka dan tidak suka masyarakatnya terhadap seseorang.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Nah</em>, demokrasi yang tidak dijaga dengan nilai-nilai luhur yang juga menjadi <em>platform</em> bangsa ini akan membuat demokrasi di Indonesia akan kehilangan arah. Sebagai seorang ketua MPR, mungkin inilah alasan kenapa perlu memperjuangkan model demokrasi yang bersandar pada nilai-nilai Pancasila. Oke juga. <em>Hehehe</em>. (I76)</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide"/>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<div class="youtube-embed" data-video_id="PMSE1_KHOjA"><iframe title="Mobokrasi, Putin Pakai Jasa Mafia?" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/PMSE1_KHOjA?start=1&#038;feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe></div>
</div><figcaption>Mobokrasi, Putin Pakai Jasa Mafia?</figcaption></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/10/bambang-soesatyo_169.jpeg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Mahfud MD Tetiba ‘Koplak’</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/mahfud-md-tetiba-koplak/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[K16]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Apr 2018 11:54:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Evaluasi Pilkada Langsung]]></category>
		<category><![CDATA[Kepala Daerah dipilih DPRD]]></category>
		<category><![CDATA[Mahfud MD]]></category>
		<category><![CDATA[Pilkada 2018]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=26011</guid>

					<description><![CDATA[&#8220;Saya sangat setuju (Pemilihan Kepala Daerah kembali melalui DPRD). (Saya Tahu karena) Saya mantan Hakim MK. (Kalau Pemilihan Langsung) banyak sekali mudaratnya.” ~ Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD. PinterPolitik.com [dropcap]A[/dropcap]gan-agan sekalian udah pada tau kan, mengenai niatan Pemerintah bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang menggaungkan wacana untuk mengkaji ulang sistem Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong><em>&#8220;Saya sangat setuju (Pemilihan Kepala Daerah kembali melalui DPRD). (Saya Tahu karena) Saya mantan Hakim MK. (Kalau Pemilihan Langsung) banyak sekali mudaratnya.” ~ Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD.</em></strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #ccdb00;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]A[/dropcap]<em>gan-agan</em> sekalian udah pada tau kan, mengenai niatan Pemerintah bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang menggaungkan wacana untuk mengkaji ulang sistem Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) langsung dan mengembalikan sistem Pilkada melalui DPRD? Bakalan ngeri-ngeri sedap nih kalau bener terwujud. Bisa <em>pucing pala barbie ni eike!</em></p>
<p>Niatan ini ternyata di dukung loh sama Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD. Waduh-waduh, masa orang sekaliber Prof. Mahfud mendukung niatan pemerintah yang kayak gini sih. Bukankah ini artinya Indonesia akan kembali ke zaman <em>old</em>, sebelum era reformasi, di mana memang Kepala Daerah sedari awal dipilih melalui DPRD.</p>
<p>Dalam pandangan Mahfud, banyak loh nilai kerugian dari Pilkada Langsung, diantaranya korupsi anggaran daerah, penyuapan penyelenggara pemilu, pemalsuan dokumen, mobilisasi massa, hingga pemecatan aparatur sipil yang tidak sejalan dengan kepala daerah terpilih hasil pemilu langsung. <em>Mmm,</em> cukup masuk akal juga sih.</p>
<p><em>Jiah,</em> kalau emang sistem demokrasi politik kita kembali lagi ke belakang, itu artinya kemunduran.<em> Toh</em> Pilkada itu lahir sebagai antitesis dari sistem otoritarian pada penyelengaraan Kepala Daerah yang dahulu dipilih melalui DPRD. Gak cuma Prof Mahfud ini mah yang <em>gaje,</em> Pemerintah dan DPR-nya juga sama.<em> Hadeuh</em>. Apa coba motif mereka ini.</p>
<p>Berdasarkan kitab tata Tatang Sutarman yang sering dibaca komedian Entis Sutisna atau yang akrab di sapa Sule, bisa diterawang kalau niatan mengembalikan Pemilihan Kepala Daerah melalui DPRD akan menguntungkan sejumlah pihak. Mereka adalah partai yang memiliki dominasi kemenangan pada Pilkada sebelumnya. Lha kok bisa gitu ya?</p>
<p>Itu karena partai-partai ini punya modal terlebih dahulu jika suatu saat keputusan ini sudah di-‘Ketok Palu’. Sehingga Kepala daerah yang nanti diangkat, sudah pasti dipengaruhi besarnya jumlah anggota Partai di dalam keanggotaan DPRD. Ini <em>mah</em> namanya dari mereka untuk mereka, bukannya dari rakyat untuk rakyat. <em>Kician deh loh</em> <em>dikacangin.</em> (K16)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/04/Mahfud-MD-02.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
