<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>Kemiskinan &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/kemiskinan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Mon, 30 Jun 2025 09:04:15 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>Kemiskinan &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Politik Pendidikan Brilian Presiden Prabowo</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/in-depth/politik-pendidikan-brilian-presiden-prabowo/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[J61]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Jun 2025 10:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Nalar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Kemiskinan]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Prabowo Subianto]]></category>
		<category><![CDATA[Presiden Prabowo]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah Rakyat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=163089</guid>

					<description><![CDATA[Sekolah Rakyat menjadi langkah berani Presiden Prabowo dalam merombak wajah pendidikan nasional. Dengan kekuatan politik dan sumber daya penuh, inisiatif ini bisa menjadi terobosan progresif untuk memutus stigma negatif terhadap pendidikan bagi rakyat yang membutuhkan.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Dengarkan artikel ini:</p>



<figure class="wp-block-audio"><audio controls src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/06/politikpendidikan-1_0ezvu8n0.mp3"></audio></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Audio ini dibuat menggunakan AI.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Sekolah Rakyat menjadi langkah berani Presiden Prabowo dalam merombak wajah pendidikan nasional. Dengan kekuatan politik dan sumber daya penuh, inisiatif ini bisa menjadi terobosan progresif untuk memutus stigma negatif terhadap pendidikan bagi rakyat yang membutuhkan.</strong></p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide"/>



<p class="wp-block-paragraph"><strong><a href="http://pinterpolitik.com" rel="nofollow">PinterPolitik.com</a></strong></p>



<p class="has-drop-cap wp-block-paragraph">Tak perlu waktu lama bagi Presiden Prabowo Subianto untuk mengaktualisasikan fondasi kebijakan pendidikan yang mengejutkan sekaligus menjanjikan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mulai Juli 2025 nanti, program Sekolah Rakyat, gagasan revolusioner di sektor pendidikan, akan diimplementasikan sebagai langkah konkret, tak hanya di sektor pendidikan, tetapi juga berkontribusi paralel untuk memutus mata rantai kemiskinan struktural.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Program ini telah diumumkan secara terbuka melalui berbagai kanal resmi pemerintah dan memperlihatkan bahwa politik pendidikan bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan menjadi poros utama agenda transformasi sosial nasional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Melalui Sekolah Rakyat, Presiden Prabowo tampak tidak hanya mewarisi diskursus lama tentang pentingnya pendidikan dasar dan menengah bagi rakyat yang membutuhkan, tetapi juga mencoba menyalakan mesin politik progresif di sektor yang selama ini terlalu teknokratis dan minim intervensi politik ideologis.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam konteks negara demokrasi seperti Indonesia, keberanian seorang kepala negara untuk menjadikan pendidikan sebagai medan politik transformasional adalah langkah penting dan langka.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tak bisa dipungkiri, Presiden Prabowo saat ini memiliki kekuatan politik, legitimasi elektoral, dan sumber daya institusional yang solid.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dukungan elite politik, anggaran negara yang terfokus, serta struktur kekuasaan yang terkonsolidasi memberikan ruang yang luas bagi eks Menteri Pertahanan itu untuk benar-benar mengeksekusi visi pendidikan progresif ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lalu, apakah implementasi gagasan itu cukup untuk disebut “politik pendidikan brilian”?</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Menantang <em>Status Quo</em>?</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Jika merujuk pada perspektif Paulo Freire, pendidikan tidak boleh menjadi proses penjinakan atau <em>banking education</em> di mana murid hanya menjadi tempat penyimpanan pengetahuan yang ditransfer secara satu arah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Justru, pendidikan haruslah menjadi proses pembebasan di mana murid memahami realitas sosialnya, mempertanyakan ketimpangan, dan berani membayangkan perubahan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam konteks ini, Sekolah Rakyat menyentuh titik relevan sebagai simbol “pembebasan struktural”, karena hadir sebagai ruang pendidikan alternatif bagi rakyat membutuhkan yang termarjinalkan oleh sistem pendidikan formal yang elitis dan komersial.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dari <em>blue print</em> yang telah digagas, Sekolah Rakyat agaknya dirancang tidak hanya untuk mendidik dari sisi akademik, tetapi juga menyentuh aspek moral, nasionalisme, hingga sosial-psikologis.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ini menunjukkan sebuah desain kebijakan yang mencoba menjawab kebutuhan holistik masyarakat membutuhkan, bukan sekadar memberikan akses belajar baca-tulis-hitung.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kepercayaan diri, identitas kebangsaan, dan kemandirian berpikir, semuanya tampak menjadi bagian dari ekosistem Sekolah Rakyat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lebih lanjut, inisiatif ini juga kiranya membawa visi pemerataan akses dan kualitas pendidikan, termasuk perhatian pada kesejahteraan guru, penyediaan infrastruktur pendukung, serta pemberantasan mafia pendidikan yang selama ini menjadi batu sandungan serius dalam sektor ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagaimana diketahui, pendidikan di Indonesia kerap kali menjadi ladang bisnis mulai dari pengadaan proyek, sertifikasi, hingga seleksi guru.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Maka, jika Presiden Prabowo bisa menempatkan Sekolah Rakyat sebagai mekanisme kontrol dan intervensi atas kegagalan sistemik tersebut, maka publik sedang melihat bukan hanya sebuah proyek pendidikan, melainkan rekonstruksi institusional dalam tubuh negara.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Michael Apple, dalam <em>Ideology and Curriculum</em>, menekankan bahwa kurikulum bukanlah produk netral, tetapi medan ideologi. Dengan kata lain, Sekolah Rakyat akan menjadi arena pertarungan nilai.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bila desainnya menekankan <em>critical thinking</em>, minat &amp; bakat, dan <em>problem solving</em> sebagai nilai utama, maka ia sedang melawan bentuk pendidikan lama yang kaku dan berorientasi pada hafalan semata.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lantas, bagaimana proyeksinya?</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1080" height="1350" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/06/sekolah-rakyat-mirror-mao-3.png" alt="sekolah rakyat mirror mao 3" class="wp-image-161998" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/06/sekolah-rakyat-mirror-mao-3.png 1080w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/06/sekolah-rakyat-mirror-mao-3-240x300.png 240w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/06/sekolah-rakyat-mirror-mao-3-819x1024.png 819w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/06/sekolah-rakyat-mirror-mao-3-120x150.png 120w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/06/sekolah-rakyat-mirror-mao-3-768x960.png 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/06/sekolah-rakyat-mirror-mao-3-150x188.png 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/06/sekolah-rakyat-mirror-mao-3-300x375.png 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/06/sekolah-rakyat-mirror-mao-3-696x870.png 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/06/sekolah-rakyat-mirror-mao-3-1068x1335.png 1068w" sizes="(max-width: 1080px) 100vw, 1080px" /></figure>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Tak Semudah Itu?</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Kendati cukup menjanjikan, pertanyaan mendasarnya adalah apakah kebijakan ini benar-benar akan menembus lapisan bawah sosial atau hanya berhenti pada simbol populis belaka? Disinilah penting kiranya untuk memahami politik pendidikan Presiden Prabowo secara lebih kritis.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam kajian Antonio Gramsci, pendidikan adalah alat utama dalam membentuk hegemoni, yakni pengaruh dominan suatu kelompok terhadap masyarakat melalui konsensus, bukan paksaan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan kontrol atas narasi pendidikan dan instrumen kelembagaannya, pemerintah bisa membentuk cara berpikir rakyat dalam jangka panjang. Lalu, apakah Sekolah Rakyat adalah proyek pembebasan, atau alat baru membangun loyalitas politik?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Praguga semacam itu mungkin sah-sah saja secara teoritis, apalagi mengingat kekuatan politik dengan aliansi yang luas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, tidak bisa serta-merta pula menafikan potensi progresif dari kebijakan ini hanya karena ada intensi kekuasaan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di sinilah pentingnya membangun partisipasi sipil, pengawasan independen, serta keterlibatan akademisi dan masyarakat dalam proses perencanaan dan evaluasi Sekolah Rakyat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tantangan lainnya boleh jadi adalah institusionalisasi. Banyak program pendidikan yang mulia di atas kertas gagal dalam implementasi karena birokrasi tidak siap, tidak memiliki kapasitas pelaksana, atau korup.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Presiden Prabowo agaknya harus menjadikan Sekolah Rakyat bukan sebagai program <em>ad hoc</em> berbasis proyek, tetapi sebagai entitas kelembagaan yang terintegrasi dengan sistem pendidikan nasional, dan punya mekanisme keberlanjutan lintas pemerintahan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tiga prasyarat utama yang mungkin dilakukan agar Sekolah Rakyat benar-benar menjadi politik pendidikan brilian. <em>Pertama</em>, konsistensi ideologis: bahwa program ini memang dimaksudkan sebagai alat pembebasan, bukan penjinakan.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Kedua</em>, distribusi sumber daya yang merata dan adil, termasuk untuk wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar), serta peningkatan kapasitas guru.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Terakhir, partisipasi multisektor, di mana masyarakat, LSM, kampus, dan lembaga internasional bisa ikut berkontribusi dalam merancang dan mengevaluasi kebijakan ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bila ketiga aspek itu mampu dijalankan secara konsisten, maka boleh jadi Sekolah Rakyat tidak hanya menjadi simbol politik populis, melainkan sebuah eksperimen kebijakan pendidikan progresif paling ambisius sejak era Reformasi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam sistem demokrasi, kebijakan pendidikan progresif adalah mungkin jika seorang pemimpin memiliki <em>political will</em> atau kemauan politik, kapasitas institusional, dan visi ideologis yang tajam.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Presiden Prabowo, dalam kasus Sekolah Rakyat, tampaknya telah menyiapkan ketiganya, memiliki legitimasi politik dan anggaran negara di tangannya serta memproyeksikan pendidikan sebagai alat strategis untuk memutus kemiskinan dan memperkuat bangsa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, politik pendidikan yang brilian tidak cukup dinilai dari niat baik atau desain kebijakan, tapi dari proses transformasi yang nyata di lapangan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jika Sekolah Rakyat benar-benar menjadi mesin mobilisasi sosial, pembebasan berpikir, dan keadilan pendidikan, maka sejarah akan mencatatnya sebagai terobosan revolusioner di masa awal kepemimpinan Presiden Prabowo.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebaliknya, jika terkonversi menjadi proyek loyalitas politik semata, terutama yang tak menjadi intensi luhur Presiden, maka ia akan berakhir sebagai slogan kosong dalam etalase kekuasaan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam dunia yang penuh ketimpangan dan informasi yang mudah dimanipulasi, politik pendidikan progresif adalah jalan sunyi yang membutuhkan keberanian, konsistensi, dan transparansi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sekarang, Presiden Prabowo telah memulainya. Rakyat, akademisi, dan masyarakat sipil tentu harus menjaganya. (J61)</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<div class="youtube-embed" data-video_id="m1e4XkuGLsc"><iframe title="Gibahin Teddy Indra Wijaya, Sang Letkol yang Terus Gaspol" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/m1e4XkuGLsc?start=118&#038;feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe></div>
</div></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		<enclosure url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/06/politikpendidikan-1_0ezvu8n0.mp3" length="3426180" type="audio/mpeg" />

			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/06/prabowo-subianto-1024x683.webp" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Duarr! Anies Ketrigger KDM?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/infografis/duarr-anies-ketrigger-kdm/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[E95]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 May 2025 08:33:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[aniesbaswedan]]></category>
		<category><![CDATA[Bansos]]></category>
		<category><![CDATA[dedimulyadi]]></category>
		<category><![CDATA[Kemiskinan]]></category>
		<category><![CDATA[kemiskinanstruktural]]></category>
		<category><![CDATA[vasektomi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=160638</guid>

					<description><![CDATA[Kepada anak abah dan pendukung KDM, waktu dan tempat dipersilakan #aniesbaswedan #dedimulyadi #kemiskinan #bansos #vasektomi #kemiskinanstruktural #infografis #politikindonesia #beritapolitik #beritapolitikterkini]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="819" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/05/duarr-anies-ketrigger-kdm-1-819x1024.png" alt="duarr anies ketrigger kdm 1" class="wp-image-160641" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/05/duarr-anies-ketrigger-kdm-1-819x1024.png 819w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/05/duarr-anies-ketrigger-kdm-1-240x300.png 240w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/05/duarr-anies-ketrigger-kdm-1-120x150.png 120w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/05/duarr-anies-ketrigger-kdm-1-768x960.png 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/05/duarr-anies-ketrigger-kdm-1-150x188.png 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/05/duarr-anies-ketrigger-kdm-1-300x375.png 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/05/duarr-anies-ketrigger-kdm-1-696x870.png 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/05/duarr-anies-ketrigger-kdm-1-1068x1335.png 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/05/duarr-anies-ketrigger-kdm-1.png 1080w" sizes="(max-width: 819px) 100vw, 819px" /></figure>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="819" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/05/duarr-anies-ketrigger-kdm-2-819x1024.png" alt="duarr anies ketrigger kdm 2" class="wp-image-160642" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/05/duarr-anies-ketrigger-kdm-2-819x1024.png 819w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/05/duarr-anies-ketrigger-kdm-2-240x300.png 240w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/05/duarr-anies-ketrigger-kdm-2-120x150.png 120w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/05/duarr-anies-ketrigger-kdm-2-768x960.png 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/05/duarr-anies-ketrigger-kdm-2-150x188.png 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/05/duarr-anies-ketrigger-kdm-2-300x375.png 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/05/duarr-anies-ketrigger-kdm-2-696x870.png 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/05/duarr-anies-ketrigger-kdm-2-1068x1335.png 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/05/duarr-anies-ketrigger-kdm-2.png 1080w" sizes="auto, (max-width: 819px) 100vw, 819px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Kepada anak abah dan pendukung KDM, waktu dan tempat dipersilakan</p>



<p class="wp-block-paragraph">#aniesbaswedan #dedimulyadi #kemiskinan #bansos #vasektomi #kemiskinanstruktural #infografis #politikindonesia #beritapolitik #beritapolitikterkini</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/05/duarr-anies-ketrigger-kdm-1-819x1024.png" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Budiman: Dari RevolusiKe Perang Kemiskinan</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/infografis/budiman-dari-revolusike-perang-kemiskinan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[E95]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 01 Nov 2024 01:52:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[Anak-anak Revolusi]]></category>
		<category><![CDATA[Budiman Budiman Sudjatmiko]]></category>
		<category><![CDATA[Kemiskinan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=155490</guid>

					<description><![CDATA[Dari panglima aksi jalanan menentang Soeharto, kini jadi panglima perang melawan kemiskinan. Share pendapat kalian di kolom komentar ya!]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1020" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/budiman-dari-revolusi-1-1020x1024.jpg" alt="budiman dari revolusi 1" class="wp-image-155494" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/budiman-dari-revolusi-1-1020x1024.jpg 1020w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/budiman-dari-revolusi-1-300x301.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/budiman-dari-revolusi-1-150x151.jpg 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/budiman-dari-revolusi-1-768x771.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/budiman-dari-revolusi-1-696x699.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/budiman-dari-revolusi-1-1068x1072.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/budiman-dari-revolusi-1.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1020px) 100vw, 1020px" /></figure>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1020" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/budiman-dari-revolusi-2-1020x1024.jpg" alt="budiman dari revolusi 2" class="wp-image-155493" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/budiman-dari-revolusi-2-1020x1024.jpg 1020w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/budiman-dari-revolusi-2-300x301.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/budiman-dari-revolusi-2-150x151.jpg 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/budiman-dari-revolusi-2-768x771.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/budiman-dari-revolusi-2-696x699.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/budiman-dari-revolusi-2-1068x1072.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/budiman-dari-revolusi-2.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1020px) 100vw, 1020px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Dari panglima aksi jalanan menentang Soeharto, kini jadi panglima perang melawan kemiskinan. Share pendapat kalian di kolom komentar ya!</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/budiman-dari-revolusi-1-1020x1024.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Jokowi Tak Bisa Sapu Kemiskinan Ini Alasannya Menurut Peraih Nobel!</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/infografis/jokowi-tak-bisa-sapu-kemiskinan-ini-alasannya-menurut-peraih-nobel/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[E95]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 Oct 2024 08:24:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[Daron Acemoglu]]></category>
		<category><![CDATA[James Robinson]]></category>
		<category><![CDATA[Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[Kemiskinan]]></category>
		<category><![CDATA[KKN]]></category>
		<category><![CDATA[Nobel]]></category>
		<category><![CDATA[Simon Johnson]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=154577</guid>

					<description><![CDATA[Setujukah kalian bahwa ada konteks kemiskinan struktural yang memang jadi masalah utama di Indonesia? Share pendapat kalian di kolom komentar ya!]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/10/jokowi-tak-bisa-sapu-kemiskinan-1-1024x1024.jpg" alt="jokowi tak bisa sapu kemiskinan 1" class="wp-image-154580" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/10/jokowi-tak-bisa-sapu-kemiskinan-1-1024x1024.jpg 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/10/jokowi-tak-bisa-sapu-kemiskinan-1-300x300.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/10/jokowi-tak-bisa-sapu-kemiskinan-1-150x150.jpg 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/10/jokowi-tak-bisa-sapu-kemiskinan-1-768x768.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/10/jokowi-tak-bisa-sapu-kemiskinan-1-696x696.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/10/jokowi-tak-bisa-sapu-kemiskinan-1-1068x1068.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/10/jokowi-tak-bisa-sapu-kemiskinan-1.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/10/jokowi-tak-bisa-sapu-kemiskinan-2-1024x1024.jpg" alt="jokowi tak bisa sapu kemiskinan 2" class="wp-image-154581" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/10/jokowi-tak-bisa-sapu-kemiskinan-2-1024x1024.jpg 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/10/jokowi-tak-bisa-sapu-kemiskinan-2-300x300.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/10/jokowi-tak-bisa-sapu-kemiskinan-2-150x150.jpg 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/10/jokowi-tak-bisa-sapu-kemiskinan-2-768x768.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/10/jokowi-tak-bisa-sapu-kemiskinan-2-696x696.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/10/jokowi-tak-bisa-sapu-kemiskinan-2-1068x1068.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/10/jokowi-tak-bisa-sapu-kemiskinan-2.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Setujukah kalian bahwa ada konteks kemiskinan struktural yang memang jadi masalah utama di Indonesia? Share pendapat kalian di kolom komentar ya!</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/10/jokowi-tak-bisa-sapu-kemiskinan-1-1024x1024.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Si Mantan Makin Miskin…</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/infografis/si-mantan-makin-miskin/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[S91]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 27 Sep 2024 15:07:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[Ibukota]]></category>
		<category><![CDATA[Kemiskinan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=153731</guid>

					<description><![CDATA[ Kalau udah nggak jadi ibukota akankah kondisi membaik? Share pendapat kalian di kolom komentar ya! ]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/10/si-mantan-makin-miskinartboard-1_1-1024x1024.jpg" alt="si mantan makin miskinartboard 1 1" class="wp-image-153734" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/10/si-mantan-makin-miskinartboard-1_1-1024x1024.jpg 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/10/si-mantan-makin-miskinartboard-1_1-300x300.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/10/si-mantan-makin-miskinartboard-1_1-150x150.jpg 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/10/si-mantan-makin-miskinartboard-1_1-768x768.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/10/si-mantan-makin-miskinartboard-1_1-696x696.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/10/si-mantan-makin-miskinartboard-1_1-1068x1068.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/10/si-mantan-makin-miskinartboard-1_1.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/10/si-mantan-makin-miskinartboard-1_2-1024x1024.jpg" alt="si mantan makin miskinartboard 1 2" class="wp-image-153735" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/10/si-mantan-makin-miskinartboard-1_2-1024x1024.jpg 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/10/si-mantan-makin-miskinartboard-1_2-300x300.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/10/si-mantan-makin-miskinartboard-1_2-150x150.jpg 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/10/si-mantan-makin-miskinartboard-1_2-768x768.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/10/si-mantan-makin-miskinartboard-1_2-696x696.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/10/si-mantan-makin-miskinartboard-1_2-1068x1068.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/10/si-mantan-makin-miskinartboard-1_2.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph"> Kalau udah nggak jadi ibukota akankah kondisi membaik? Share pendapat kalian di kolom komentar ya! </p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/10/si-mantan-makin-miskinartboard-1_1-1024x1024.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Ganjar-Anies Klaim Paling Paham Kemiskinan?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/infografis/ganjar-anies-klaim-paling-paham-kemiskinan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[E95]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 20 Nov 2023 06:27:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[anies]]></category>
		<category><![CDATA[Daniel Johan]]></category>
		<category><![CDATA[Ganjar]]></category>
		<category><![CDATA[Kemiskinan]]></category>
		<category><![CDATA[PKB]]></category>
		<category><![CDATA[Roby Muhamad]]></category>
		<category><![CDATA[TPN]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=140485</guid>

					<description><![CDATA[Siapa nih jadinya si paling paham?&#160; Klaim TPN bahwa Ganjar Pranowo adalah capres yang paling memahami kemiskinan mendapat kritik dari elite PKB Daniel Johan. Menurutnya, percuma hanya memahami tapi tak mengentaskan kemiskinan tersebut, terutama saat menjabat Gubernur Jateng Ganjar justru tingkat kemiskinan disebut meningkat. Hm.. Kemiskinan selalu jadi komoditas kampanye tapi kalo udah menang biasanya [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="946" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/11/ganjar-anies-klaim-paling-paham-kemiskinan-946x1024.jpg" alt="ganjar anies klaim paling paham kemiskinan" class="wp-image-140488" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/11/ganjar-anies-klaim-paling-paham-kemiskinan-946x1024.jpg 946w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/11/ganjar-anies-klaim-paling-paham-kemiskinan-277x300.jpg 277w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/11/ganjar-anies-klaim-paling-paham-kemiskinan-139x150.jpg 139w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/11/ganjar-anies-klaim-paling-paham-kemiskinan-768x831.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/11/ganjar-anies-klaim-paling-paham-kemiskinan-696x753.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/11/ganjar-anies-klaim-paling-paham-kemiskinan-1068x1156.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/11/ganjar-anies-klaim-paling-paham-kemiskinan-388x420.jpg 388w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/11/ganjar-anies-klaim-paling-paham-kemiskinan.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 946px) 100vw, 946px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Siapa nih jadinya si paling paham?&nbsp;</p>



<figure class="wp-block-image"><img decoding="async" src="https://fonts.gstatic.com/s/e/notoemoji/15.0/1f914/32.png" alt="🤔" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Klaim TPN bahwa Ganjar Pranowo adalah capres yang paling memahami kemiskinan mendapat kritik dari elite PKB Daniel Johan. Menurutnya, percuma hanya memahami tapi tak mengentaskan kemiskinan tersebut, terutama saat menjabat Gubernur Jateng Ganjar justru tingkat kemiskinan disebut meningkat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hm.. Kemiskinan selalu jadi komoditas kampanye tapi kalo udah menang biasanya suka kelupaan. Well, menurut kalian gimana? Berikan pendapatmu yaa!&nbsp;</p>



<figure class="wp-block-image"><img decoding="async" src="https://fonts.gstatic.com/s/e/notoemoji/15.0/270c_1f3fb/32.png" alt="✌🏻" /></figure>



<figure class="wp-block-image"><img decoding="async" src="https://fonts.gstatic.com/s/e/notoemoji/15.0/1f4ac/32.png" alt="💬" /></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/11/ganjar-anies-klaim-paling-paham-kemiskinan-946x1024.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Muhadjir Tiru Trump Demi Kebaikan?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/in-depth/muhadjir-tiru-trump-demi-kebaikan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[J61]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 06 Aug 2020 12:07:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nalar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Blaming Avoidance]]></category>
		<category><![CDATA[Fatwa Nikah]]></category>
		<category><![CDATA[Kemiskinan]]></category>
		<category><![CDATA[Malthusian]]></category>
		<category><![CDATA[Muhadjir Effendy]]></category>
		<category><![CDATA[Nikah]]></category>
		<category><![CDATA[Pra Nikah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=101463</guid>

					<description><![CDATA[Hampir tidak ada yang tak mengkritik pernyataan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy terkait saran pernikahan lintas “strata” ekonomi. Akan tetapi, gagasan Muhadjir tersebut bukanlah yang pertama kali ia kemukakan, yang kemudian pada sudut pandang berbeda agaknya menyingkap secercah esensi logis dari gagasan itu terhadap konteks umum persoalan kemiskinan jika [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<h4 class="wp-block-heading"><strong>Hampir tidak ada yang tak mengkritik pernyataan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy terkait saran pernikahan lintas “strata” ekonomi. Akan tetapi, gagasan Muhadjir tersebut bukanlah yang pertama kali ia kemukakan, yang kemudian pada sudut pandang berbeda agaknya menyingkap secercah esensi logis dari gagasan itu terhadap konteks umum persoalan kemiskinan jika dicerna secara mendalam. Apakah itu?</strong></h4>



<hr class="wp-block-separator is-style-wide" />



<p class="wp-block-paragraph"><strong><a href="https://www.pinterpolitik.com/">PinterPolitik.com</a></strong></p>



<p class="has-drop-cap wp-block-paragraph">Sebagian besar masyarakat tentu sepakat bahwa pernikahan adalah hal sakral karena memiliki nilai filosofis dan religius yang tinggi. Kesakralan nilai itulah yang dinilai membuat kritik membanjiri diskursus yang dibangun oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy ketika menyatakan bahwa jika keluarga miskin berbesan akan menciptakan keluarga miskin baru.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dari kritik kontekstual terkait alasan logis dan signifikansi etika inilah yang dianggap menyakiti golongan masyarakat tertentu, hingga&nbsp;<a href="https://www.cnnindonesia.com/nasional/20200805153348-32-532496/ucapan-muhadjir-nikah-sesama-miskin-dicap-sakiti-rakyat-kecil"><strong>kritik</strong></a>&nbsp;kepada Muhadjir ramai menghiasi lini masa maupun terlontar dari para elite di tanah air.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Memang, jika ditilik secara kontekstual maupun dari gambaran umum mengenai berbagai upaya pengentasan kemiskinan, peran negara dan pemerintah menjadi variabel paling menentukan. Hal ini senada dengan apa yang menjadi sari&nbsp;<a href="https://www.cato.org/sites/cato.org/files/pubs/pdf/catosletter_spring2019.pdf"><strong>tulisan</strong></a>&nbsp;Michael Tanner berjudul&nbsp;<em>How Government Causes Poverty</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tanner menyebutkan bahwa dari segi apapun,&nbsp;<em>poverty</em>&nbsp;atau kemiskinan merupakan kewajiban dan tanggung jawab negara. Mulai dari membangun sistem dan kebijakan yang baik hingga mengelola seluruh variabel yang berkontribusi mengurangi kemiskinan dari waktu ke waktu.<ins></ins></p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam hal ini, dasar konstitusional Indonesia pun menyatakan hal yang menjadi argumen Tanner di atas melalui UUD 1945 Pasal 34 Ayat 1 bahwa fakir miskin dan anak-anak yang terlantar dipelihara oleh negara. Serta secara spesifik tertuang pula dalam Undang-Undang (UU) Nomor 13 Tahun 2011 tentang Penanganan Fakir Miskin.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Oleh karenanya tidak berlebihan jika menyebut apa yang dinyatakan oleh Muhadjir hanyalah sebuah penghindaran dari substansi persoalan kemiskinan sesungguhnya yang diistilahkan oleh Kent Weanver sebagai&nbsp;<em>blame avoidance</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam&nbsp;<a href="https://www.jstor.org/stable/4007281"><strong>publikasinya</strong></a>&nbsp;yang berjudul&nbsp;<em>The Politics of Blame Avoidance</em>, Weaver menyebut&nbsp;<em>blame avoidance</em>&nbsp;dilakukan dengan merepresentasikan strategi seperti membatasi agenda, meredefinisi isu, mempertahankan&nbsp;<em>status quo</em>, mengumpan kesalahan, mencari kambing hitam, hingga mengikuti pernyataaan populer.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dan dari gagasan nikah lintas strata ekonomi yang disampaikan Muhadjir, agaknya memenuhi tiga representasi strategi <em>blame avoidance</em> Weaver di atas, yakni meredefinisi isu, mengumpan kesalahan, serta mencari kambing hitam. Dalam hal ini, apa yang dikemukakan Muhadjir bisa jadi merupakan penghindaran dari keputusasaan pemerintah terhadap angka kemiskinan yang justru dikatakan bertambah akibat pandemi Covid-19.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun demikian, ada sebuah hal menarik. Penyataan dengan nada serupa dari Muhadjir bukanlah yang pertama kalinya. Sejak kebijakan pembekalan pra-nikah digaungkan, paling tidak telah tiga kali sang Menko mengutarakan rasionalisasi hubungan valid antara level ekonomi calon pengantin, kemiskinan, dan pernikahan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pertama ialah saat dirinya memberi sambutan pada Rapat Kerja Kesehatan Nasional di Jiexpo Kemayoran Jakarta pada Februari&nbsp;<a href="https://nasional.tempo.co/read/1309569/muhadjir-effendy-usulkan-fatwa-orang-kaya-nikahi-orang-miskin/full&amp;view=ok"><strong>silam</strong></a>, yang ketika itu mengusulkan orang kaya agar menikahi orang miskin. Meskipun ia setelahnya mengonfirmasi bahwa itu hanya&nbsp;<a href="https://www.cnnindonesia.com/nasional/20200220113618-20-476408/muhadjir-fatwa-orang-kaya-nikahi-miskin-sekadar-intermeso"><strong>intermeso</strong></a>&nbsp;semata, pernyataan serupa justru disampaikan kembali tak berselang satu bulan kemudian.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tepatnya pada 7 Maret 2020, dalam sambutan dalam seminar nasional pra Muktamar Muhammadiyah, Muhadjir menyinggung perlunya&nbsp;<a href="https://cirebon.pikiran-rakyat.com/nasional/pr-04348321/fatwa-terkait-pernikahan-lintas-ekonomi-salah-satu-solusi-menurunkan-angka-kemiskinan"><strong>fatwa</strong></a>&nbsp;pernikahan lintas ekonomi sebagai solusi memutus mata rantai kemiskinan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meski menuai kritik, Muhadjir mengulangi pernyataan serupa untuk yang ketiga kalinya kemarin lusa. Hal ini dinilai menyiratkan makna berarti yang tidak hanya sebatas gagasan semata, melainkan kemungkinan adanya esensi serta maksud tertentu. Lantas maksud apakah itu?</p>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>Muhadjir Terinspirasi Trump?</strong></h4>



<p class="wp-block-paragraph">Ya, pernyataan repetitif Muhadjir soal rasionalisasi hubungan antara tingkat ekonomi calon pengantin, kemiskinan, dan pernikahan agaknya bermakna sesuatu. Pertama, tentu terdapat tentu maksud tersendiri dari pengulangan narasi serupa dari Menko yang membawahi delapan kementerian itu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pemaknaan atas repetisi pernyataan maupun narasi tertentu ini jika dikaji secara psikologis berkaitan erat dengan bagaimana repetisi tersebut ternyata dapat memengaruhi perspektif hingga perilaku manusia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Olivia Paschal&nbsp;<a href="https://www.theatlantic.com/politics/archive/2018/08/how-trumps-witch-hunt-tweets-create-an-illusory-truth/566693/"><strong>dalam</strong></a>&nbsp;<em>Trump’s Tweets and the Creation of ‘Illusory Truth’</em>&nbsp;mengutip konsep&nbsp;<em>effective frequency</em>&nbsp;dan&nbsp;<em>illusory truth effect</em>.&nbsp;<em>Effective frequency</em>&nbsp;sendiri jamak digunakan di dunia&nbsp;<em>marketing</em>&nbsp;dan&nbsp;<em>advertising</em>&nbsp;dengan melakukan promosi produk tertentu secara berulang sehingga meninggalkan perspektif mendalam publik yang positif terhadap produk tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Paschal mengkomparasikan&nbsp;<em>effective frequency</em>&nbsp;dengan bagaimana Donald Trump menggunakan strategi serupa, sebelum dan setelah Pemilihan Presiden (Pilpres) Amerika Serikat (AS) tahun 2016, yang dalam dunia psikologi disebut sebagai&nbsp;<em>illusory truth effect</em>, yakni membuat narasi konsisten secara berulang terlepas dari nilai serta basis faktual sesungguhnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagaimana diketahui, Trump awalnya diragukan ketika harus berhadapan dengan Hillary Clinton pada Pilpres AS empat tahun silam. Selain lawan yang memiliki pengalaman politik level tertinggi yang mumpuni, sosok Trump yang sudah kontroversial sejak awal mendukung keraguan tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun realitanya, Paschal mengatakan bahwa Trump seolah menciptakan&nbsp;<em>illusory truth effect</em>&nbsp;dengan secara konsisten menghadirkan repetisi berbagai narasi kontroversialnya yang dibalut dengan&nbsp;<em>Make America Great Again</em>&nbsp;hingga kemudian “merasuk” dan memengaruhi rasionalisasi pemilih AS.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bahkan&nbsp;<em>illusory truth effect</em>&nbsp;menurut Paschal selalu digunakan Trump pada isu-isu lain yang memojokkannya, seperti tuduhan intervensi Rusia dalam Pilpres AS yang memenangkan dirinya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hampir serupa, frekuensi repetitif dari “wejangan” nikah lintas strata ala Muhadjir bisa jadi merupakan strategi menciptakan&nbsp;<em>illusory truth effect</em>&nbsp;sang Menko yang bertujuan menekankan pentingnya pertimbangan ekonomi secara matang sebelum keputusan pernikahan dibuat.</p>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>Muhadjir Ada Benarnya?</strong></h4>



<p class="wp-block-paragraph">Akan tetapi, kendatipun terdapat maksud itu dari Muhadjir, pernyataannya terkait siklus kemiskinan akibat pernikahan yang tak terencana dengan matang memang tidak bisa dinafikan begitu saja. Emily Badger dan Christopher Ingraham&nbsp;<a href="https://www.washingtonpost.com/news/wonk/wp/2016/01/29/the-unique-power-of-poverty-to-turn-young-boys-into-jobless-men/?sdfsdf"><strong>dalam</strong></a>&nbsp;<em>The Stiking Power of Poverty to Turn Young Boys into Jobless Men</em>&nbsp;menemukan realita bahwa tingkat kemampuan ekonomi pasangan, pada sebagian besar kasus akan menentukan hal yang lebih kompleks, yakni siklus aspek sosio-ekonomi keluarga serta keturunannya. Singkatnya, kemiskinan yang terjadi secara turun temurun besar kemungkinan terjadi.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.thestar.com.my/opinion/columnists/sharing-the-nation/2019/11/10/between-dogma-and-reality"><strong>Dogmatisme</strong></a> konvensional dan religius terkait pernikahan di Indonesia juga dinilai menjadi faktor tersendiri. Seperti pernikahan membuka pintu rezeki, perdebatan pelik rasionalisasi cinta, hingga variabel lanjutan berupa banyak anak banyak rezeki yang masih menjadi justifikasi utama sebagian besar masyarakat Indonesia dan acapkali disikapi prematur dan tidak dilandasi penilaian bijak nan komprehensif.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada titik ini, pernyataan Muhadjir agaknya mulai memiliki ruang relevansi tersendiri ketika diterjemahkan secara “alegoris”. Terlebih pertumbuhan populasi di Indonesia kian meningkat sementara angka,&nbsp;<a href="https://ekonomi.bisnis.com/read/20200715/9/1266356/tren-penurunan-angka-kemiskinan-berakhir-penduduk-miskin-kembali-naik"><strong>statistik</strong></a>, dan&nbsp;<a href="https://livingasean.com/explore/thailand-income-equality-wealth-report-2018-indonesia-economy/"><strong>ranking</strong></a>&nbsp;bernuansa kontraproduktif terkait ketimpangan pendapatan dan kemiskinan seperti mustahil untuk diperbaiki semudah membalikkan telapak tangan.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ketika berbicara mengenai populasi, seorang ilmuwan bidang ekonomi, politik dan demografi asal Inggris bernama Thomas Robert Malthus hadir dengan postulat bahwa persoalan kausalitas akibat populasi kian pelik seiring waktu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Malthus, semakin banyak jumlah populasi akan berdampak pula pada hubungan timbal balik kontraproduktif terkait banyak hal seperti sumber daya makanan, sumber daya alam, pekerjaan, pendidikan, pendapatan, hingga kemiskinan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Salah satu&nbsp;<a href="https://www.jstor.org/stable/3348800"><strong>asumsi</strong></a>&nbsp;Malthus perihal faktor yang dapat mengatasi atau minimal mengurangi persoalan pelik itu sendiri ialah penundaan pernikahan. Meski sekilas tidak begitu selaras dengan narasi Muhadjir, asumsi Malthus tersebut memiliki irisan pada konteks pentingnya perencanaan matang dalam pernikahan, mengingat semakin peliknya kondisi sosial ekonomi yang ada di berbagai negara akibat permasalahan populasi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menyesuaikan persepsi mengenai pentingnya perencanaan matang yang komprehensif dalam menyongsong pernikahan memang terkesan cukup sulit realisasinya. Akan tetapi, bukan hal mustahil bagi setiap insan untuk dapat mempertimbangkan kapabilitas personal secara sosial dan ekonomi beserta konsekuensinya dalam menatap pernikahan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sampai di sini paling tidak ada nilai yang memiliki prospek positif tersendiri di balik narasi repetitif kontroversial Muhadjir terkait pernikahan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dan diharapkan, rangkaian perspektif ini dapat direnungi oleh setiap insan yang akan menatap pernikahan, bahwa keputusan mereka tak hanya dapat dapat berdampak besar pada keadaan sosio-ekonomi jangka panjang diri mereka sendiri, akan tetapi pada konteks multi aspek negara secara menyeluruh. (J61)</p>



<hr class="wp-block-separator is-style-wide" />



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Ngobrol Bareng Founder PinterPolitik | Wawancara Bersama Stephanie Tangkilisan" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/ckuIV8y-6To?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di <a href="http://bit.ly/ruang-publik"><strong>bit.ly/ruang-publik</strong></a> untuk informasi lebih lanjut.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/Muhadjir-Tiru-Trump-Demi-Kebaikan.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Jodoh Ada ‘di Tangan’ Muhadjir?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/celoteh/jodoh-ada-di-tangan-muhadjir/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[A43]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 20 Feb 2020 05:00:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Fatwa]]></category>
		<category><![CDATA[Kemiskinan]]></category>
		<category><![CDATA[Menko PMK]]></category>
		<category><![CDATA[Muhadjir Effendy]]></category>
		<category><![CDATA[Pernikahan]]></category>
		<category><![CDATA[Politik Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=74178</guid>

					<description><![CDATA[“Inilah aku apa adanya yang ingin membuatmu bahagia” – Teuku Wisnu, “Cinta Kita” (2010) PinterPolitik.com Kata banyak orang, jodoh tidak akan pergi ke mana-mana. Setiap manusia ditakdirkan saling berpasang-pasangan. Jadi, bagi kita yang masih jomblo, merasa sedih, gundah, dan galau bisa saja bukan jadi pilihan yang tepat. Apalagi nih, bakal ada kebijakan yang bakal mengatur [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>“Inilah aku apa adanya yang ingin membuatmu bahagia” – Teuku Wisnu, “Cinta Kita” (2010)</strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #cedb2a;">PinterPolitik.com</span></p>
<p><span class="dropcap dropcap2">K</span>ata banyak orang, jodoh tidak akan pergi ke mana-mana. Setiap manusia ditakdirkan saling berpasang-pasangan. Jadi, bagi kita yang masih <em>jomblo</em>, merasa sedih, gundah, dan galau bisa saja bukan jadi pilihan yang tepat.</p>
<p>Apalagi <em>nih</em>, bakal ada kebijakan yang bakal mengatur soal jodoh kita <em>lho</em>. Beberapa waktu lalu, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy punya usulan menarik yang bisa saja berkontribusi <em>lho</em> buat kehidupan perjodohan kita, yakni sebuah fatwa.</p>
<p>Pak Muhadjir <a href="https://www.cnnindonesia.com/nasional/20200219205404-20-476264/muhadjir-usulkan-fatwa-orang-kaya-nikahi-orang-miskin"><strong>bilang</strong></a> kalau Menteri Agama Fachrul Razi perlu membuat fatwa agar pernikahan dapat terjadi antara individu yang dianggap kaya dan individu yang dianggap miskin. Dengan begitu pernikahan diharapkan tak hanya terjadi antara dua individu yang dianggap setara (<em>kufu</em>).</p>
<p><em>Hmm</em>, kata Pak Muhadjir <em>sih</em>, fatwa tersebut diperlukan untuk membantu mengurangi kemiskinan. Soalnya <em>tuh</em>, kalau individu yang miskin menikah dengan yang miskin juga, keluarga miskin yang baru bakal terbentuk <em>tuh</em>.</p>
<p>Selain itu, beliau juga menyebutkan kalau kemiskinan itu bisa menimbulkan penyakit bagi masyarakat, seperti <em>stunting</em>. Wah, mungkin, Pak Muhadjir ini berharap agar subsidi silang bisa terjadi juga di ranah pernikahan – sehingga <em>nggak </em>cuma terjadi dalam skema iuran BPJS Kesehatan.</p>
<blockquote class="instagram-media" data-instgrm-captioned data-instgrm-permalink="https://www.instagram.com/p/B8ukDnjAqfI/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" data-instgrm-version="12" style=" background:#FFF; border:0; border-radius:3px; box-shadow:0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width:658px; min-width:326px; padding:0; width:99.375%; width:-webkit-calc(100% - 2px); width:calc(100% - 2px);">
<div style="padding:16px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/B8ukDnjAqfI/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" background:#FFFFFF; line-height:0; padding:0 0; text-align:center; text-decoration:none; width:100%;" target="_blank"> </p>
<div style=" display: flex; flex-direction: row; align-items: center;">
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 40px; margin-right: 14px; width: 40px;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center;">
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 100px;"></div>
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 60px;"></div>
</div>
</div>
<div style="padding: 19% 0;"></div>
<div style="display:block; height:50px; margin:0 auto 12px; width:50px;"><svg width="50px" height="50px" viewBox="0 0 60 60" version="1.1" xmlns="https://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="https://www.w3.org/1999/xlink"><g stroke="none" stroke-width="1" fill="none" fill-rule="evenodd"><g transform="translate(-511.000000, -20.000000)" fill="#000000"><g><path d="M556.869,30.41 C554.814,30.41 553.148,32.076 553.148,34.131 C553.148,36.186 554.814,37.852 556.869,37.852 C558.924,37.852 560.59,36.186 560.59,34.131 C560.59,32.076 558.924,30.41 556.869,30.41 M541,60.657 C535.114,60.657 530.342,55.887 530.342,50 C530.342,44.114 535.114,39.342 541,39.342 C546.887,39.342 551.658,44.114 551.658,50 C551.658,55.887 546.887,60.657 541,60.657 M541,33.886 C532.1,33.886 524.886,41.1 524.886,50 C524.886,58.899 532.1,66.113 541,66.113 C549.9,66.113 557.115,58.899 557.115,50 C557.115,41.1 549.9,33.886 541,33.886 M565.378,62.101 C565.244,65.022 564.756,66.606 564.346,67.663 C563.803,69.06 563.154,70.057 562.106,71.106 C561.058,72.155 560.06,72.803 558.662,73.347 C557.607,73.757 556.021,74.244 553.102,74.378 C549.944,74.521 548.997,74.552 541,74.552 C533.003,74.552 532.056,74.521 528.898,74.378 C525.979,74.244 524.393,73.757 523.338,73.347 C521.94,72.803 520.942,72.155 519.894,71.106 C518.846,70.057 518.197,69.06 517.654,67.663 C517.244,66.606 516.755,65.022 516.623,62.101 C516.479,58.943 516.448,57.996 516.448,50 C516.448,42.003 516.479,41.056 516.623,37.899 C516.755,34.978 517.244,33.391 517.654,32.338 C518.197,30.938 518.846,29.942 519.894,28.894 C520.942,27.846 521.94,27.196 523.338,26.654 C524.393,26.244 525.979,25.756 528.898,25.623 C532.057,25.479 533.004,25.448 541,25.448 C548.997,25.448 549.943,25.479 553.102,25.623 C556.021,25.756 557.607,26.244 558.662,26.654 C560.06,27.196 561.058,27.846 562.106,28.894 C563.154,29.942 563.803,30.938 564.346,32.338 C564.756,33.391 565.244,34.978 565.378,37.899 C565.522,41.056 565.552,42.003 565.552,50 C565.552,57.996 565.522,58.943 565.378,62.101 M570.82,37.631 C570.674,34.438 570.167,32.258 569.425,30.349 C568.659,28.377 567.633,26.702 565.965,25.035 C564.297,23.368 562.623,22.342 560.652,21.575 C558.743,20.834 556.562,20.326 553.369,20.18 C550.169,20.033 549.148,20 541,20 C532.853,20 531.831,20.033 528.631,20.18 C525.438,20.326 523.257,20.834 521.349,21.575 C519.376,22.342 517.703,23.368 516.035,25.035 C514.368,26.702 513.342,28.377 512.574,30.349 C511.834,32.258 511.326,34.438 511.181,37.631 C511.035,40.831 511,41.851 511,50 C511,58.147 511.035,59.17 511.181,62.369 C511.326,65.562 511.834,67.743 512.574,69.651 C513.342,71.625 514.368,73.296 516.035,74.965 C517.703,76.634 519.376,77.658 521.349,78.425 C523.257,79.167 525.438,79.673 528.631,79.82 C531.831,79.965 532.853,80.001 541,80.001 C549.148,80.001 550.169,79.965 553.369,79.82 C556.562,79.673 558.743,79.167 560.652,78.425 C562.623,77.658 564.297,76.634 565.965,74.965 C567.633,73.296 568.659,71.625 569.425,69.651 C570.167,67.743 570.674,65.562 570.82,62.369 C570.966,59.17 571,58.147 571,50 C571,41.851 570.966,40.831 570.82,37.631"></path></g></g></g></svg></div>
<div style="padding-top: 8px;">
<div style=" color:#3897f0; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:550; line-height:18px;"> View this post on Instagram</div>
</div>
<div style="padding: 12.5% 0;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: row; margin-bottom: 14px; align-items: center;">
<div>
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(0px) translateY(7px);"></div>
<div style="background-color: #F4F4F4; height: 12.5px; transform: rotate(-45deg) translateX(3px) translateY(1px); width: 12.5px; flex-grow: 0; margin-right: 14px; margin-left: 2px;"></div>
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(9px) translateY(-18px);"></div>
</div>
<div style="margin-left: 8px;">
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 20px; width: 20px;"></div>
<div style=" width: 0; height: 0; border-top: 2px solid transparent; border-left: 6px solid #f4f4f4; border-bottom: 2px solid transparent; transform: translateX(16px) translateY(-4px) rotate(30deg)"></div>
</div>
<div style="margin-left: auto;">
<div style=" width: 0px; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-right: 8px solid transparent; transform: translateY(16px);"></div>
<div style=" background-color: #F4F4F4; flex-grow: 0; height: 12px; width: 16px; transform: translateY(-4px);"></div>
<div style=" width: 0; height: 0; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-left: 8px solid transparent; transform: translateY(-4px) translateX(8px);"></div>
</div>
</div>
<p></a> </p>
<p style=" margin:8px 0 0 0; padding:0 4px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/B8ukDnjAqfI/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" color:#000; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px; text-decoration:none; word-wrap:break-word;" target="_blank">Draf RUU Ketahanan Keluarga yang beredar timbulkan kontroversi di media sosial.⠀ ⠀ #infografik #infografis #politik #politikindonesia #pinterpolitik #keluargaindonesia #undangundang #rancanganundangundang</a></p>
<p style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px; margin-bottom:0; margin-top:8px; overflow:hidden; padding:8px 0 7px; text-align:center; text-overflow:ellipsis; white-space:nowrap;">A post shared by <a href="https://www.instagram.com/pinterpolitik/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px;" target="_blank"> PinterPolitik.com</a> (@pinterpolitik) on <time style=" font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px;" datetime="2020-02-19T00:00:03+00:00">Feb 18, 2020 at 4:00pm PST</time></p>
</div>
</blockquote>
<p><script async src="//www.instagram.com/embed.js"></script></p>
<p><em>Tapi</em>, mungkin, Pak Muhadjir ini tak kuat hati melihat mereka-mereka yang hubungan percintaannya harus menghadapi perbedaan kaya-miskin sebagai aral yang melintang. Boleh jadi, beliau terinspirasi <em>tuh</em> dengan alur cerita yang dialami oleh Fitri dalam sinema elektronik (sinetron) <em>Cinta Fitri</em> (2007).</p>
<p>Soalnya <em>tuh</em>, dalam sinetron tersebut, Fitri yang berasal dari Wonogiri, Jawa Tengah, harus berhadapan dengan Hutama dan Moza yang menghalang-halangi hubungan percintaannya dengan Farrel. Farrel ini dikisahkan berasal dari keluarga yang kaya dengan memiliki sebuah perusahaan.</p>
<p>Wah, <em>credits to</em> Pak Muhadjir <em>dong</em>. Berkat beliau, kini Fitri-Fitri yang lainnya <em>nggak </em>perlu menghadapi drama yang berasal dari halangan-halangan seperti keluarga dan mantan kekasih.</p>
<p>Selain Fitri, Rachel Chu dalam film <em>Crazy Rich Asians </em>(2018) juga perlu berterima kasih pada Pak Muhadjir. Berkat usulan fatwa dari beliau, Rachel <em>nggak</em> perlu lagi bermain Mahjong dengan Eleanor Sung-Young untuk menikahi putranya yang bernama Nick Young. <em>Hehe</em>.</p>
<p><em>Eits</em>, <em>tapi</em>, bagaimana kalau ada sebuah hubungan cinta yang tak memiliki sangkut paut dengan harta ya? Masa iya harus menikah kaya-miskin kalau <em>nggak</em> benar-benar cinta?</p>
<p><em>Hmm</em>, mungkin, cinta itu memang misteri – terlepas dari kaya atau miskin. Lagi pula, soal percintaan dan pernikahan ini kan urusan hati – menjadi urusan pribadi masing-masing. Masa iya Pak Muhadjir <em>ngurusin</em> urusan hati setiap orang Indonesia? <em>Hehe</em>. (A43)</p>
<div class="youtube-embed" data-video_id="BrbDybven3M"><iframe loading="lazy" title="TikTok Siap “Kuasai” Indonesia?" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/BrbDybven3M?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe></div>
<p>► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di <a href="http://bit.ly/PinterPolitik"><strong>bit.ly/PinterPolitik</strong></a></p>
<p>Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di <strong><a href="http://bit.ly/ruang-publik">bit.ly/ruang-publik</a></strong> untuk informasi lebih lanjut.</p>
<p><a href="http://bit.ly/ruang-publik"><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-large wp-image-61983" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-1024x132.jpg" alt="" width="696" height="90" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-1024x132.jpg 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-300x39.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-768x99.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-696x90.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-1068x138.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-1920x248.jpg 1920w" sizes="auto, (max-width: 696px) 100vw, 696px" /></a></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2020/02/smk-1-1024x681.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Siapa Peduli Indonesia Timur?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/infografis/siapa-peduli-indonesia-timur/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[K12]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 29 Mar 2019 01:49:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia Timur]]></category>
		<category><![CDATA[Kemiskinan]]></category>
		<category><![CDATA[Perolehan suara]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=52814</guid>

					<description><![CDATA[]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/03/Siapa-Peduli-Indonesia-Timur_-01.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-52809" src="https://pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/03/Siapa-Peduli-Indonesia-Timur_-01.jpg" alt="Jokowi Bahaya Jalur Sutera Tiongkok" width="4500" height="4500" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/03/Siapa-Peduli-Indonesia-Timur_-01.jpg 4500w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/03/Siapa-Peduli-Indonesia-Timur_-01-135x135.jpg 135w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/03/Siapa-Peduli-Indonesia-Timur_-01-150x150.jpg 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/03/Siapa-Peduli-Indonesia-Timur_-01-300x300.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/03/Siapa-Peduli-Indonesia-Timur_-01-768x768.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/03/Siapa-Peduli-Indonesia-Timur_-01-1024x1024.jpg 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/03/Siapa-Peduli-Indonesia-Timur_-01-696x696.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/03/Siapa-Peduli-Indonesia-Timur_-01-1068x1068.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/03/Siapa-Peduli-Indonesia-Timur_-01-420x420.jpg 420w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/03/Siapa-Peduli-Indonesia-Timur_-01-1920x1920.jpg 1920w" sizes="auto, (max-width: 4500px) 100vw, 4500px" /></a></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/03/Siapa-Peduli-Indonesia-Timur_-01-1024x1024.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Prabowo, Indonesia Miskin Selamanya?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/in-depth/prabowo-indonesia-miskin-selamanya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[H33]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 Sep 2018 13:12:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nalar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Kemiskinan]]></category>
		<category><![CDATA[Prabowo Subianto]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=39058</guid>

					<description><![CDATA[&#8220;Ini kondisi bangsa kita 2018. Pertumbuhan kita tidak naik. Kita terancam menjadi negara miskin selamanya,&#8221; Prabowo Subianto PinterPolitik.com [dropcap]S[/dropcap]iapa yang ingin kaya? Pertanyaan tersebut kerap terlontar di seminar-seminar yang dihelat oleh motivator atau Multi Level Marketing (MLM). Jawabannya tentu saja mau, tidak ada orang yang mau selamanya hidup dalam kemiskinan. Tapi tampaknya tidak semuanya sepakat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>&#8220;Ini kondisi bangsa kita 2018. Pertumbuhan kita tidak naik. Kita terancam menjadi negara miskin selamanya,&#8221; Prabowo Subianto</strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #cedb2a;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]S[/dropcap]iapa yang ingin kaya? Pertanyaan tersebut kerap terlontar di seminar-seminar yang dihelat oleh motivator atau Multi Level Marketing (MLM). Jawabannya tentu saja mau, tidak ada orang yang mau selamanya hidup dalam kemiskinan.</p>
<p>Tapi tampaknya tidak semuanya sepakat dengan jawaban peserta-peserta seminar penuh mimpi tersebut. Indonesia, disebut-sebut tidak akan lepas dari belenggu sebagai negara miskin. Hal ini diungkapkan oleh Ketua Umum Partai Gerindra, sekaligus capres 2019. Dalam pidatonya saat meluncurkan buku <strong>Paradoks Indonesia</strong>, ia menyebut bahwa tanah air terancam menjadi negara miskin selamanya.</p>
<p>Prabowo menyebutkan beberapa indikator mengapa Indonesia terancam menjadi negara miskin. Salah satunya terkait pertumbuhan ekonomi yang tidak kunjung naik, sehingga mantan Danjen Kopassus ini berani mengatakan bahwa Indonesia bukan negara kaya. Ia juga mempersoalkan ketimpangan dan utang pemerintah yang terus-menerus membengkak.</p>
<p>Bagi sebagian orang, Prabowo seperti tidak memberikan harapan dengan pernyataan tersebut. Akan tetapi, mungkinkah justru Prabowo yang benar dan Indonesia akan menjadi negara miskin selamanya?</p>
<h4><strong>Indonesia Negara Miskin?</strong></h4>
<p>Indikator negara miskin ada banyak ragamnya. Lembaga internasional seperti PBB dan Bank Dunia memiliki kriteria khusus untuk menyebut sebuah negara itu tergolong negara miskin atau tidak. Umumnya, indikator tersebut berasal dari faktor-faktor sosial ekonomi dan beberapa faktor lain seperti Indeks Pembangunan Manusia.</p>
<p>Ada beberapa istilah untuk melabeli negara yang kemampuan sosial ekonominya tidak sebaik negara-negara maju. Istilah yang digunakan oleh Bank Dunia dan IMF adalah <em>heavily indebted poor countries </em>(negara miskin berutang banyak). Sementara itu, ada pula istilah <em>Least Developed Countries </em>(negara terbelakang) yang digunakan oleh PBB dan dapat dikatakan sepadan untuk menyebut negara dengan kemampuan sosial ekonomi yang rendah.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-39059" src="https://pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/09/Indonesia-Miskin-Selamanya-.jpg" alt="miskin selamanya" width="1080" height="1080" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/09/Indonesia-Miskin-Selamanya-.jpg 1080w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/09/Indonesia-Miskin-Selamanya--135x135.jpg 135w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/09/Indonesia-Miskin-Selamanya--150x150.jpg 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/09/Indonesia-Miskin-Selamanya--300x300.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/09/Indonesia-Miskin-Selamanya--768x768.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/09/Indonesia-Miskin-Selamanya--1024x1024.jpg 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/09/Indonesia-Miskin-Selamanya--696x696.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/09/Indonesia-Miskin-Selamanya--1068x1068.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/09/Indonesia-Miskin-Selamanya--420x420.jpg 420w" sizes="auto, (max-width: 1080px) 100vw, 1080px" /></p>
<p>Jika merujuk pada kategorisasi tersebut, Indonesia tidak tergolong negara miskin berutang banyak ataupun negara terbelakang. Indonesia memang berutang, tetapi tidak mencapai titik di mana terjadi <em>debt overhang</em> atau utang sudah tak tertolong, sehingga tak bisa lagi diutangi seperti negara miskin berutang banyak. Dalam kategorisasi negara berkembang, Indonesia juga tidak tergolong negara terbelakang karena tergolong sebagai negara yang terindustrialisasi baru.</p>
<p>Jika merujuk pada data yang ditunjukkan oleh pemerintah, tidak semua yang dikatakan oleh Prabowo benar. Dari segi pertumbuhan ekonomi, ekonomi Indonesia memang tidak mengalami pertumbuhan pesat, akan tetapi dari tahun 2015 hingga tahun 2017 nyatanya tetap mengalami kenaikan.</p>
<p>Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Indonesia rata-rata tumbuh sekitar 5 persen. Pada tahun 2015, pertumbuhan ekonomi berada di angka 4,8 persen. Di tahun 2016, angka ini mengalami kenaikan hingga mencapai 5 persen. Kenaikan kembali terjadi di tahun 2017 di mana pertumbuhan ekonomi menyentuh angka 5,1 persen.</p>
<p>Pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2018 diproyeksikan akan mencapai sekitar 5,2 persen. Sejauh ini memang, hingga kuartal II tahun 2018 pertumbuhan ekonomi sudah mencapai 5,27 persen.</p>
<p>Angka tersebut memang tidak semewah pencapaian 6,5 persen di era pemerintahan terdahulu. Akan tetapi, secara statistik, terlihat bahwa ada kenaikan pertumbuhan ekonomi di setiap tahunnya. Dalam konteks ini, perkataan Prabowo bahwa ekonomi Indonesia tidak tumbuh memang tidak sepenuhnya tepat.</p>
<p>Meski demikian, ada pula pernyataan Prabowo yang mendekati kebenaran dan bisa mengkhawatirkan banyak orang. Prabowo menyebut bahwa utang pemerintah naik hingga mencapai Rp 1 triliun per hari.</p>
<p>Jika merujuk data dari beberapa sumber, utang pemerintah memang naik Rp 1,3 triliun per hari sepanjang tahun 2017 hingga 2018. Hal ini dapat dilihat dari kenaikan utang pemerintah yang mencapai Rp 3.515 triliun di tahun 2016, melesat hingga Rp Rp 3.928 triliun di tahun berikutnya.</p>
<p>Angka tersebut tentu akan membuat masyarakat terutama kaum awam bergidik ngeri. Prabowo dalam hal ini telah memperingatkan pemerintah agar kengerian masyarakat itu tidak berbuah petaka. Meski pemerintah kerap mengklaim semuanya baik-baik saja, bukan berarti hal yang buruk mustahil muncul.</p>
<h4><strong>Narasi Ketakutan</strong></h4>
<p>Berdasarkan kondisi-kondisi tersebut, sulit untuk mengatakan bahwa Indonesia benar-benar dianggap sebagai negara miskin yang tidak berdaya. Pernyataan tentang Indonesia selamanya akan berada di jurang kemiskinan juga boleh jadi sesuatu yang belum terbukti keabsahannya.</p>
<p>Dalam kadar tertentu, pernyataan Prabowo tentang Indonesia miskin selamanya ini dapat dianggap wajar karena ia tengah maju sebagai capres untuk Pilpres 2019. Segala cara tentu akan ia lakukan untuk mengurangi suara Jokowi yang jadi lawannya.</p>
<p>Dalam konteks itu, strategi yang digunakan oleh Prabowo dapat tergolong ke dalam <em>fearmongering</em> atau penggunaan narasi ketakutan. Ketakutan memang dapat menjadi salah satu alat ampuh untuk mendapatkan keuntungan. Pandangan seperti ini dikemukakan misalnya oleh Barry Glassner.</p>
<blockquote class="twitter-tweet" data-width="550" data-dnt="true">
<p lang="in" dir="ltr">Prabowo kemarin ngomongin the power of emak&quot;, elite yg menguasai kekayaan tapi ngga punya nurani, utang yg menggunung, kita bisa miskin selamanya, sistem ekonomi keliru, ngga punya ketahanan dst. Tapi ngga ada solusi. Capek doang dengernya.</p>
<p>&mdash; Pelan-pelan, Ardi! (@awemany) <a href="https://twitter.com/awemany/status/1036083121253363713?ref_src=twsrc%5Etfw">September 2, 2018</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p>Menurut Glassner, para politisi menyebar ketakutan untuk memenangkan pemilihan, mendapatkan dukungan kampanye, atau  mendorong program-program yang meningkatkan kekuasaan pemerintah. Di titik ini, sebagai capres, terlihat bahwa motif Prabowo menyebar ancaman bahwa Indonesia miskin selamanya adalah untuk pemenangan Pemilu.</p>
<p>Strategi semacam ini bukan yang pertama kali ia lakukan. Berulang kali mantan Danjen Kopassus ini melakukan praktik <em>fearmongering</em> semacam itu. Ia misalnya terkenal dengan pidato “bocor” yang membahas kebocoran keuangan negara. Selain itu, ia juga pernah menyebar ketakutan tentang Indonesia bubar di tahun 2030.</p>
<p>Narasi ketakutan ini seperti melengkapi senjata Prabowo untuk menggerus elektabilitas lawannya, Jokowi. Banyak yang menganggap bahwa salah satu kunci kemenangan Prabowo terletak pada isu ekonomi. Oleh karena itu, bisa saja narasi Indonesia miskin selamanya lebih banyak motif elektoralnya ketimbang hitung-hitungan makro ekonominya.</p>
<h4><strong>Miskin Selamanya, Mungkinkah?</strong></h4>
<p>Secara ekonomi atau secara kemampuan sumber daya sulit untuk mengatakan Indonesia sebagai sebuah negara miskin, apalagi miskin selamanya. Akan tetapi, ada pandangan yang mengatakan bahwa negara miskin dan negara kaya bukan hanya perkara ekonomi saja.</p>
<p>Hal ini diungkapkan oleh Herbert H. Werlin. Menurutnya, perbedaan antara negara kaya dan negara miskin memiliki hubungan dengan tata pemerintahan (<em>governance</em>), alih-alih dengan sumber daya ekonomi. Ia menyebutkan pentingnya administrasi publik dalam menjelaskan kegagalan dan kesuksesan ekonomi sebuah negara.</p>
<p><hr /><p><em>Apa mungkin Indonesia jadi negara miskin selamanya?</em><br /><a href='https://x.com/intent/tweet?url=https%3A%2F%2Fwww.pinterpolitik.com%2Fin-depth%2Fprabowo-indonesia-miskin-selamanya%2F&#038;text=Apa%20mungkin%20Indonesia%20jadi%20negara%20miskin%20selamanya%3F&#038;via=pinterpolitik&#038;related=pinterpolitik' target='_blank' rel="noopener noreferrer" >Share on X</a><br /><hr /></p>
<p>Weiler menggunakan teori elastisitas politik untuk menggambarkan bagaimana sebuah negara dapat terjerembab ke dalam kemiskinan. Ia menjelaskan bahwa ada faktor-faktor seperti desentralisasi, korupsi, demokrasi, budaya, dan demokrasi yang menentukan negara bisa berada di dalam kemiskinan atau tidak.</p>
<p>Dalam konteks ini, kemampuan pemimpin untuk mengendalikan unsur-unsur tersebut menjadi sangat penting. Weiler menyebut bahwa status negara miskin bukanlah karena ketidakcukupan sumber daya, tetapi karena ketidakcukupan pemerintahan.</p>
<p>Berdasarkan kondisi tersebut, ramalan Prabowo bahwa Indonesia akan menjadi negara miskin selamanya bukan tidak mungkin terwujud. Ketidakmampuan pemerintah menjalankan tata kelola pemerintahan dapat menjadi biang keladi terperosoknya negeri ini ke jurang kemiskinan yang tidak berujung.</p>
<p>Lalu bagaimana dengan pemerintahan Jokowi saat ini? Lagi-lagi sebenarnya sulit untuk dapat memberi cap bahwa pemerintahan saat ini dianggap benar-benar tidak kapabel. Namun, bukan berarti Indonesia bisa bernapas lega.</p>
<p>Kegagalan untuk menjalankan tata kelola pemerintahan yang baik dapat berujung petaka. Nigeria menjadi contoh yang digunakan oleh Weiler. Negeri ini sebenarnya adalah negara yang kaya akan sumber daya alam. Akan tetapi, negara di barat Afrika ini tidak terlalu baik perkembangannya secara sosial ekonomi.</p>
<blockquote class="instagram-media" data-instgrm-permalink="https://www.instagram.com/p/BnK9CRHANp1/?utm_source=ig_embed" data-instgrm-version="9" style=" background:#FFF; border:0; border-radius:3px; box-shadow:0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width:658px; min-width:326px; padding:0; width:99.375%; width:-webkit-calc(100% - 2px); width:calc(100% - 2px);">
<div style="padding:8px;">
<div style=" background:#F8F8F8; line-height:0; margin-top:40px; padding:31.944444444444443% 0; text-align:center; width:100%;">
<div style=" background:url(data:image/png;base64,iVBORw0KGgoAAAANSUhEUgAAACwAAAAsCAMAAAApWqozAAAABGdBTUEAALGPC/xhBQAAAAFzUkdCAK7OHOkAAAAMUExURczMzPf399fX1+bm5mzY9AMAAADiSURBVDjLvZXbEsMgCES5/P8/t9FuRVCRmU73JWlzosgSIIZURCjo/ad+EQJJB4Hv8BFt+IDpQoCx1wjOSBFhh2XssxEIYn3ulI/6MNReE07UIWJEv8UEOWDS88LY97kqyTliJKKtuYBbruAyVh5wOHiXmpi5we58Ek028czwyuQdLKPG1Bkb4NnM+VeAnfHqn1k4+GPT6uGQcvu2h2OVuIf/gWUFyy8OWEpdyZSa3aVCqpVoVvzZZ2VTnn2wU8qzVjDDetO90GSy9mVLqtgYSy231MxrY6I2gGqjrTY0L8fxCxfCBbhWrsYYAAAAAElFTkSuQmCC); display:block; height:44px; margin:0 auto -44px; position:relative; top:-22px; width:44px;"></div>
</div>
<p style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px; margin-bottom:0; margin-top:8px; overflow:hidden; padding:8px 0 7px; text-align:center; text-overflow:ellipsis; white-space:nowrap;"><a href="https://www.instagram.com/p/BnK9CRHANp1/?utm_source=ig_embed" style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px; text-decoration:none;" target="_blank">A post shared by Prabowo Subianto (@prabowo)</a> on <time style=" font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px;" datetime="2018-09-01T05:06:21+00:00">Aug 31, 2018 at 10:06pm PDT</time></p>
</div>
</blockquote>
<p><script async defer src="//www.instagram.com/embed.js"></script></p>
<p>Di negara tersebut, korupsi seperti tak terbendung. Posisi-posisi penting digunakan untuk memperkaya kelompok privat. Banyak posisi-posisi penting diberikan kepada orang-orang yang tidak kompeten. Akibatnya, pertumbuhan ekonomi yang sempat mencapai 8,1 persen di tahun 1960 hingga 1980, hilang begitu saja di tahun 1985. Negara tersebut menjadi negara yang terjerat utang luar negeri yang besar.</p>
<p>Kondisi tersebut tentu mengkhawatirkan bagi Indonesia. Secara kuantitatif, korupsi di negeri ini belum juga surut. Memang, sampai saat ini belum ada bukti pemerintahan Jokowi seluruhnya korup. Akan tetapi, kecenderungan oknum tertentu yang ingin bermain di dalam pemerintahannya selalu ada. Partai-partai cenderung mencari celah untuk mendapat untung dan menaruh orang yang tidak terlampau kompeten.</p>
<p>Dalam konteks ini, Jokowi idealnya bisa menjauhkan diri dari belenggu kepentingan partai yang kerap bersikap seperti kartel. Sebagai seorang pemimpin, ia memiliki kendali penuh untuk menjalankan pemerintahannya agar mencapai <em>good governance</em>. Dengan begitu, Indonesia bisa terhindar dari kondisi miskin selamanya. (H33)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/09/BBMJbCe-1024x538.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
