<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>Kemenhub &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/kemenhub/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Mon, 19 Jun 2023 02:06:24 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>Kemenhub &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Setelah Kemenkeu, KPK &#8220;Incar&#8221; Kemenhub-Kemen ESDM?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/infografis/setelah-kemenkeu-kpk-incar-kemenhub-kemen-esdm/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[S91]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 19 Jun 2023 02:06:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[Gratifikasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kemen ESDM]]></category>
		<category><![CDATA[Kemenhub]]></category>
		<category><![CDATA[Kemenkeu]]></category>
		<category><![CDATA[KPK]]></category>
		<category><![CDATA[TPPU]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=130728</guid>

					<description><![CDATA[KPK menyebut akan menelusuri Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) di Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan Kementerian ESDM dikarenakan ada dugaan &#8220;titik rawan&#8221; kasus rasuah, gratifikasi, maupun pencucian uang. Sebelumnya, KPK telah menetapkan dua pegawai Kementerian Keuangan, yakni Rafael Alun Trisambodo (Ditjen Pajak) dan Andhi Pramono (Ditjen Bea dan Cukai) sebagai tersangka dugaan kasus gratifikasi dan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-full"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1080" height="1300" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/06/setelah-kemenkeu-kpk-incar-kemenhub-kemen-esdm.jpg" alt="setelah kemenkeu kpk incar kemenhub kemen esdm" class="wp-image-130731" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/06/setelah-kemenkeu-kpk-incar-kemenhub-kemen-esdm.jpg 1080w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/06/setelah-kemenkeu-kpk-incar-kemenhub-kemen-esdm-768x924.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/06/setelah-kemenkeu-kpk-incar-kemenhub-kemen-esdm-696x837.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/06/setelah-kemenkeu-kpk-incar-kemenhub-kemen-esdm-1068x1285.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/06/setelah-kemenkeu-kpk-incar-kemenhub-kemen-esdm-1920x2311.jpg 1920w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/06/setelah-kemenkeu-kpk-incar-kemenhub-kemen-esdm-348x420.jpg 348w" sizes="(max-width: 1080px) 100vw, 1080px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">KPK menyebut akan menelusuri Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) di Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan Kementerian ESDM dikarenakan ada dugaan &#8220;titik rawan&#8221; kasus rasuah, gratifikasi, maupun pencucian uang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebelumnya, KPK telah menetapkan dua pegawai Kementerian Keuangan, yakni Rafael Alun Trisambodo (Ditjen Pajak) dan Andhi Pramono (Ditjen Bea dan Cukai) sebagai tersangka dugaan kasus gratifikasi dan pencucian uang. Penetapan tersangka keduanya juga dilakukan KPK melalui penelusuran LHKPN.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/06/setelah-kemenkeu-kpk-incar-kemenhub-kemen-esdm-1024x1024.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Corona dan Nasib Raja Jalanan</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/celoteh/corona-dan-nasib-raja-jalanan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[F46]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 30 Apr 2020 01:00:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Bus]]></category>
		<category><![CDATA[Corona]]></category>
		<category><![CDATA[Covid-19]]></category>
		<category><![CDATA[Kemenhub]]></category>
		<category><![CDATA[Kementerian Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Kementerian Perhubungan]]></category>
		<category><![CDATA[menhub]]></category>
		<category><![CDATA[Menkes]]></category>
		<category><![CDATA[Menteri Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Menteri Perhubungan]]></category>
		<category><![CDATA[Sinar Jaya]]></category>
		<category><![CDATA[Virus Corona]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=77817</guid>

					<description><![CDATA[“I want to ride my bicycle. I want to ride it where I like” – Freddie Mercury, penyanyi dari grup band Queen PinterPolitik.com Mari kita mulai tulisan ini dengan pertanyaan. Tahu nggak kenapa kok Queen repot-repot bikin lagu berjudul “Bicycle Race” tentang kendaraan roda dua sepeda? Jawabnya tentu bukan karena sepedanya, Mercury, atau Bryan bisa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>“I want to ride my bicycle. I want to ride it where I like” – Freddie Mercury, penyanyi dari grup band Queen</strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #cedb2a;">PinterPolitik.com</span></p>
<p><span class="dropcap dropcap2">M</span>ari kita mulai tulisan ini dengan pertanyaan. Tahu <em>nggak</em> kenapa kok Queen repot-repot bikin lagu berjudul “Bicycle Race” tentang kendaraan roda dua sepeda?</p>
<p>Jawabnya tentu bukan karena sepedanya, Mercury, atau Bryan bisa lihat cewek-cewek cantik <em>lho</em> ya meski ada lirik, “<em>So, look out for those beauties. Oh, yeah</em>.” Bukan pula biar mereka bisa sambil diskusi tentang ketuhanan, <em>Lord </em>dan<em> Christ.</em></p>
<p>Jawabannya sudah pasti hanya Queen lah yang tahu <em>cuy</em>. Biarkan itu menjadi rahasia di antara mereka. <em>Hehehe. </em></p>
<p><em>Tapi</em>, sebagai penikmat musik, kita bisa menginterpretasikannya, kan? Nah, pada kesempatan ini, tafsiran paling tepat adalah betapa pentingnya kendaraan bagi kehidupan manusia. Itu saja, <em>gak</em> lebih.</p>
<p>Memang benar, tanpa kendaraan, praksis kehidupan negeri akan lumpuh. Maka, tidak kaget kalau Eyang B.J. Habibie dulu memiliki tekad menciptakan pesawat.</p>
<p>Kalau melihat perjalanan waktu selama ini, tekad agar Indonesia memiliki sistem transportasi yang asyik, santai, dan <em>leha-leha</em> semakin kuat ya <em>cuy</em>. Sayangnya, saat infrastrukturnya terbilang cukup oke, ternyata alam bilang “tahan sebentar, mohon bersabar, ini ujian.” Ya, begitulah kira-kira.</p>
<p>Kalau kita amati secara saksama, bisa dikatakan saat ini alam sedang unjuk kemampuan. Dan manusia tidak lebih hanya bisa mencipta rencana-rencana. Lanskap kehidupan tentang para PO Bus misalnya kini tengah berharap agar Pihak Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memberi izin operasi meski terdapar pandemi virus Corona (Covid-19).</p>
<p>Sampai-sampai, PO bus rasanya menjerit dan memohon, <em>cuy</em>. Permintaan mereka ini diwakili oleh salah satu Korlap Bus Pahala Kencana, <strong><a href="https://travel.kompas.com/read/2020/04/28/200600427/po-bus--izinkan-kami-operasi-kembali-dengan-sop-kesehatan-covid-19?page=all">Wahyudi</a></strong>. Kira-kira begini <em>sih</em> kalimatnya, “harapan kami sebagai pekerja, kita mohon izin kepada pemerintah bisa mengizinkan kami beroperasi kembali seperti kemarin dengan standar SOP yang ditentukan.”</p>
<blockquote class="instagram-media" data-instgrm-captioned data-instgrm-permalink="https://www.instagram.com/p/B_W2Uk_h1-A/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" data-instgrm-version="12" style=" background:#FFF; border:0; border-radius:3px; box-shadow:0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width:658px; min-width:326px; padding:0; width:99.375%; width:-webkit-calc(100% - 2px); width:calc(100% - 2px);">
<div style="padding:16px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/B_W2Uk_h1-A/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" background:#FFFFFF; line-height:0; padding:0 0; text-align:center; text-decoration:none; width:100%;" target="_blank"> </p>
<div style=" display: flex; flex-direction: row; align-items: center;">
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 40px; margin-right: 14px; width: 40px;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center;">
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 100px;"></div>
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 60px;"></div>
</div>
</div>
<div style="padding: 19% 0;"></div>
<div style="display:block; height:50px; margin:0 auto 12px; width:50px;"><svg width="50px" height="50px" viewBox="0 0 60 60" version="1.1" xmlns="https://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="https://www.w3.org/1999/xlink"><g stroke="none" stroke-width="1" fill="none" fill-rule="evenodd"><g transform="translate(-511.000000, -20.000000)" fill="#000000"><g><path d="M556.869,30.41 C554.814,30.41 553.148,32.076 553.148,34.131 C553.148,36.186 554.814,37.852 556.869,37.852 C558.924,37.852 560.59,36.186 560.59,34.131 C560.59,32.076 558.924,30.41 556.869,30.41 M541,60.657 C535.114,60.657 530.342,55.887 530.342,50 C530.342,44.114 535.114,39.342 541,39.342 C546.887,39.342 551.658,44.114 551.658,50 C551.658,55.887 546.887,60.657 541,60.657 M541,33.886 C532.1,33.886 524.886,41.1 524.886,50 C524.886,58.899 532.1,66.113 541,66.113 C549.9,66.113 557.115,58.899 557.115,50 C557.115,41.1 549.9,33.886 541,33.886 M565.378,62.101 C565.244,65.022 564.756,66.606 564.346,67.663 C563.803,69.06 563.154,70.057 562.106,71.106 C561.058,72.155 560.06,72.803 558.662,73.347 C557.607,73.757 556.021,74.244 553.102,74.378 C549.944,74.521 548.997,74.552 541,74.552 C533.003,74.552 532.056,74.521 528.898,74.378 C525.979,74.244 524.393,73.757 523.338,73.347 C521.94,72.803 520.942,72.155 519.894,71.106 C518.846,70.057 518.197,69.06 517.654,67.663 C517.244,66.606 516.755,65.022 516.623,62.101 C516.479,58.943 516.448,57.996 516.448,50 C516.448,42.003 516.479,41.056 516.623,37.899 C516.755,34.978 517.244,33.391 517.654,32.338 C518.197,30.938 518.846,29.942 519.894,28.894 C520.942,27.846 521.94,27.196 523.338,26.654 C524.393,26.244 525.979,25.756 528.898,25.623 C532.057,25.479 533.004,25.448 541,25.448 C548.997,25.448 549.943,25.479 553.102,25.623 C556.021,25.756 557.607,26.244 558.662,26.654 C560.06,27.196 561.058,27.846 562.106,28.894 C563.154,29.942 563.803,30.938 564.346,32.338 C564.756,33.391 565.244,34.978 565.378,37.899 C565.522,41.056 565.552,42.003 565.552,50 C565.552,57.996 565.522,58.943 565.378,62.101 M570.82,37.631 C570.674,34.438 570.167,32.258 569.425,30.349 C568.659,28.377 567.633,26.702 565.965,25.035 C564.297,23.368 562.623,22.342 560.652,21.575 C558.743,20.834 556.562,20.326 553.369,20.18 C550.169,20.033 549.148,20 541,20 C532.853,20 531.831,20.033 528.631,20.18 C525.438,20.326 523.257,20.834 521.349,21.575 C519.376,22.342 517.703,23.368 516.035,25.035 C514.368,26.702 513.342,28.377 512.574,30.349 C511.834,32.258 511.326,34.438 511.181,37.631 C511.035,40.831 511,41.851 511,50 C511,58.147 511.035,59.17 511.181,62.369 C511.326,65.562 511.834,67.743 512.574,69.651 C513.342,71.625 514.368,73.296 516.035,74.965 C517.703,76.634 519.376,77.658 521.349,78.425 C523.257,79.167 525.438,79.673 528.631,79.82 C531.831,79.965 532.853,80.001 541,80.001 C549.148,80.001 550.169,79.965 553.369,79.82 C556.562,79.673 558.743,79.167 560.652,78.425 C562.623,77.658 564.297,76.634 565.965,74.965 C567.633,73.296 568.659,71.625 569.425,69.651 C570.167,67.743 570.674,65.562 570.82,62.369 C570.966,59.17 571,58.147 571,50 C571,41.851 570.966,40.831 570.82,37.631"></path></g></g></g></svg></div>
<div style="padding-top: 8px;">
<div style=" color:#3897f0; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:550; line-height:18px;"> View this post on Instagram</div>
</div>
<div style="padding: 12.5% 0;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: row; margin-bottom: 14px; align-items: center;">
<div>
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(0px) translateY(7px);"></div>
<div style="background-color: #F4F4F4; height: 12.5px; transform: rotate(-45deg) translateX(3px) translateY(1px); width: 12.5px; flex-grow: 0; margin-right: 14px; margin-left: 2px;"></div>
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(9px) translateY(-18px);"></div>
</div>
<div style="margin-left: 8px;">
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 20px; width: 20px;"></div>
<div style=" width: 0; height: 0; border-top: 2px solid transparent; border-left: 6px solid #f4f4f4; border-bottom: 2px solid transparent; transform: translateX(16px) translateY(-4px) rotate(30deg)"></div>
</div>
<div style="margin-left: auto;">
<div style=" width: 0px; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-right: 8px solid transparent; transform: translateY(16px);"></div>
<div style=" background-color: #F4F4F4; flex-grow: 0; height: 12px; width: 16px; transform: translateY(-4px);"></div>
<div style=" width: 0; height: 0; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-left: 8px solid transparent; transform: translateY(-4px) translateX(8px);"></div>
</div>
</div>
<p></a> </p>
<p style=" margin:8px 0 0 0; padding:0 4px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/B_W2Uk_h1-A/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" color:#000; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px; text-decoration:none; word-wrap:break-word;" target="_blank">Benarkah Jakarta sudah lockdown? &#8211; #lockdown #psbbjakarta #dilarangmudik #corona #covid19 #pandemicorona #jagajarak #cegahcorona #tidakmudik #dirumahaja #cucitangan #pakaimasker #politik #politikindonesia #pinterpolitik</a></p>
<p style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px; margin-bottom:0; margin-top:8px; overflow:hidden; padding:8px 0 7px; text-align:center; text-overflow:ellipsis; white-space:nowrap;">A post shared by <a href="https://www.instagram.com/pinterpolitik/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px;" target="_blank"> PinterPolitik.com</a> (@pinterpolitik) on <time style=" font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px;" datetime="2020-04-24T08:32:02+00:00">Apr 24, 2020 at 1:32am PDT</time></p>
</div>
</blockquote>
<p><script async src="//www.instagram.com/embed.js"></script></p>
<p>Nah, <em>standard operating procedure</em> (SOP) yang dimaksud sama Pak Wahyudi ini merujuk pada saat masih diberlakukannya <em>physical distancing</em>, yaitu kapasitas penumpang tidak melebihi 50%. Alasan para PO Bus itu sederhana kok, yakni agar dapar <em>nyambung</em> kehidupan. Tidak ada alasan lainnya.</p>
<p>Jadi, <em>pertama</em>, kita jangan sampai bilang seperti ini, “<em>Yaelah</em>, mas-mas PO Bus, semua penduduk negeri juga <em>pengen</em>beroperasi dan bekerja lagi <em>keleus</em>,” atau bilang apa pun yang bermotif <em>nyinyir</em>.</p>
<p>Sebab, dalam kondisi seperti ini, saat aktivitas dibatasi, jangan lah pendapat orang turut dibatasi juga. Sudah tidak bisa mencari nafkah, masa bicara saja juga <em>gak</em> boleh? <em>Hmmmm</em>.</p>
<p>Pasalnya, kita juga kasihan sebenarnya sama kalian, <em>tapi</em> kan kita bukan menterinya. <em>Hehehe</em>.</p>
<p>Namun, kalau kita amati secara mendalam dan holistik <em>nih</em>, <em>cuy</em>, duet antara Kemenhub dan Kemenkes ini ternyata juga ada dampak positifnya <em>loh</em>, <em>gengs</em>, yaitu angka kematian akibat kecelakaan lalu lintas jadi bisa ditekan karena kita juga harus sadar, <em>cuy</em>, bahwa salah satu penyumbang angka kematian yang tinggi di Indonesia tiap tahun yaitu kecelakaan lalu lintas. Bahkan, menurut data <strong><a href="https://otomotifnet.gridoto.com/read/232051060/angka-kematian-kecelakaan-lalu-lintas-di-indonesia-tinggi-tiap-satu-jam-tiga-orang-tewas">Kemenhub</a></strong>, setiap satu jam ada tiga nyawa melayang, <em>cuy</em>.</p>
<p>Sebenarnya, <em>mimin</em> juga tidak menyangka ya, <em>gengs</em>, bahwa ternyata hanya duet Kemenhub dan Kemenkes yang mampu menghentikan ajang balapan bus di jalanan. Soalnya, memang selama ini kan tidak ada yang mampu menghentikan <strong><a href="https://jogja.tribunnews.com/2018/02/11/5-bus-yang-dikenal-sebagai-raja-jalanan-di-pulau-jawa">si “raja jalanan”</a></strong> ini, <em>cuy</em>. <em>Hehehe</em>. (F46)</p>
<div class="youtube-embed" data-video_id="DaBmcgcxoIo"><iframe title="Ada Corona Kok Pemerintah Malah Bercanda?" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/DaBmcgcxoIo?start=21&#038;feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe></div>
<p>► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di <a href="http://bit.ly/PinterPolitik"><strong>bit.ly/PinterPolitik</strong></a></p>
<p>Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di <strong><a href="http://bit.ly/ruang-publik">bit.ly/ruang-publik</a></strong> untuk informasi lebih lanjut.</p>
<p><a href="http://bit.ly/ruang-publik"><img decoding="async" class="alignnone size-large wp-image-61983" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-1024x132.jpg" alt="" width="696" height="90" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-1024x132.jpg 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-300x39.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-768x99.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-696x90.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-1068x138.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-1920x248.jpg 1920w" sizes="(max-width: 696px) 100vw, 696px" /></a></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2020/04/Teriminal-Tamanan-Kota-Kediri-1.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Tiket Mahal, Garuda-Menhub Beda?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/celoteh/tiket-mahal-garuda-menhub-beda/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[A43]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Dec 2019 10:00:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Budi Karya]]></category>
		<category><![CDATA[Budi Karya Sumadi]]></category>
		<category><![CDATA[Garuda Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Harga Tiket Pesawat]]></category>
		<category><![CDATA[Kemenhub]]></category>
		<category><![CDATA[menhub]]></category>
		<category><![CDATA[Menteri Perhubungan]]></category>
		<category><![CDATA[Politik Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=71145</guid>

					<description><![CDATA[“I&#8217;m supposed to be on a vacation right now” – Drake, penyanyi rap asal Kanada PinterPolitik.com Pengujung tahun 2019 ini memang momen yang tepat nih buat jalan-jalan dan liburan. Selain ada liburan hari raya Natal, Tahun Baru 2020 juga jadi waktu yang pas kayaknya buat berpelesir ke luar kota. Oh iya, denger-denger nih, harga tiket [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>“I&#8217;m supposed to be on a vacation right now” – Drake, penyanyi rap asal Kanada</strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #cedb2a;">PinterPolitik.com</span></p>
<p><span class="dropcap dropcap2">P</span>engujung tahun 2019 ini memang momen yang tepat <em>nih</em> buat jalan-jalan dan liburan. Selain ada liburan hari raya Natal, Tahun Baru 2020 juga jadi waktu yang pas <em>kayaknya</em> buat berpelesir ke luar kota.</p>
<p><em>Oh </em>iya, <em>denger-denger</em> <em>nih</em>, harga tiket pesawat bakal ada potongan <em>lho</em>. Kalau kata imbauan Bapak Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, diskon tiket pesawat ini bisa sampai sebesar 30 persen <em>lho</em>.</p>
<p><em>Widih</em>, mantap <em>nih</em>. Banyak tanggal merah ditambah diskon tiket pesawat sama dengan momen yang pas <em>nih</em> buat penulis seperti saya pergi berlibur. <em>Lagian</em>, kalau dari Jakarta berlibur ke Bandung <em>kayaknya</em> bakal <em>macet</em> juga di <a href="https://www.pinterpolitik.com/evaluasi-tol-japek-menhub-budi-karya/"><strong>jalan tol Jakarta-Cikampek II</strong></a> (<em>elevated</em>). <em>Hehe</em>.</p>
<p><em>Eits</em>, tunggu. Meskipun Pak Budi bilang ada banyak diskon, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama menilai tiket pesawat masih mahal. <em>Lha</em>, katanya banyak diskon? <em>Kok</em> masih mahal?</p>
<p>Ternyata <em>nih</em>, diskon hanya ada pada <a href="https://www.liputan6.com/bisnis/read/4133291/garuda-beri-diskon-harga-tiket-hingga-40-persen/" rel="nofollow"><strong>rute dan hari tertentu</strong></a>. Selain itu, Pak Menhub juga <a href="https://katadata.co.id/berita/2019/12/22/banyak-diskon-menhub-klaim-harga-tiket-pesawat-di-akhir-tahun-membaik/" rel="nofollow"><strong><em>nggak </em></strong><strong>tahu pasti</strong></a> <em>nih</em> berapa jumlah maskapai yang menawarkan diskon liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru). <em>Waduh</em>, bagaimana <em>nih</em>, Pak? Sudah <em>beneran</em> murah atau belum <em>nih</em> jadinya?</p>
<blockquote class="instagram-media" data-instgrm-captioned data-instgrm-permalink="https://www.instagram.com/p/BuuowK9g9Pq/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" data-instgrm-version="12" style=" background:#FFF; border:0; border-radius:3px; box-shadow:0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width:658px; min-width:326px; padding:0; width:99.375%; width:-webkit-calc(100% - 2px); width:calc(100% - 2px);">
<div style="padding:16px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/BuuowK9g9Pq/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" background:#FFFFFF; line-height:0; padding:0 0; text-align:center; text-decoration:none; width:100%;" target="_blank"> </p>
<div style=" display: flex; flex-direction: row; align-items: center;">
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 40px; margin-right: 14px; width: 40px;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center;">
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 100px;"></div>
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 60px;"></div>
</div>
</div>
<div style="padding: 19% 0;"></div>
<div style="display:block; height:50px; margin:0 auto 12px; width:50px;"><svg width="50px" height="50px" viewBox="0 0 60 60" version="1.1" xmlns="https://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="https://www.w3.org/1999/xlink"><g stroke="none" stroke-width="1" fill="none" fill-rule="evenodd"><g transform="translate(-511.000000, -20.000000)" fill="#000000"><g><path d="M556.869,30.41 C554.814,30.41 553.148,32.076 553.148,34.131 C553.148,36.186 554.814,37.852 556.869,37.852 C558.924,37.852 560.59,36.186 560.59,34.131 C560.59,32.076 558.924,30.41 556.869,30.41 M541,60.657 C535.114,60.657 530.342,55.887 530.342,50 C530.342,44.114 535.114,39.342 541,39.342 C546.887,39.342 551.658,44.114 551.658,50 C551.658,55.887 546.887,60.657 541,60.657 M541,33.886 C532.1,33.886 524.886,41.1 524.886,50 C524.886,58.899 532.1,66.113 541,66.113 C549.9,66.113 557.115,58.899 557.115,50 C557.115,41.1 549.9,33.886 541,33.886 M565.378,62.101 C565.244,65.022 564.756,66.606 564.346,67.663 C563.803,69.06 563.154,70.057 562.106,71.106 C561.058,72.155 560.06,72.803 558.662,73.347 C557.607,73.757 556.021,74.244 553.102,74.378 C549.944,74.521 548.997,74.552 541,74.552 C533.003,74.552 532.056,74.521 528.898,74.378 C525.979,74.244 524.393,73.757 523.338,73.347 C521.94,72.803 520.942,72.155 519.894,71.106 C518.846,70.057 518.197,69.06 517.654,67.663 C517.244,66.606 516.755,65.022 516.623,62.101 C516.479,58.943 516.448,57.996 516.448,50 C516.448,42.003 516.479,41.056 516.623,37.899 C516.755,34.978 517.244,33.391 517.654,32.338 C518.197,30.938 518.846,29.942 519.894,28.894 C520.942,27.846 521.94,27.196 523.338,26.654 C524.393,26.244 525.979,25.756 528.898,25.623 C532.057,25.479 533.004,25.448 541,25.448 C548.997,25.448 549.943,25.479 553.102,25.623 C556.021,25.756 557.607,26.244 558.662,26.654 C560.06,27.196 561.058,27.846 562.106,28.894 C563.154,29.942 563.803,30.938 564.346,32.338 C564.756,33.391 565.244,34.978 565.378,37.899 C565.522,41.056 565.552,42.003 565.552,50 C565.552,57.996 565.522,58.943 565.378,62.101 M570.82,37.631 C570.674,34.438 570.167,32.258 569.425,30.349 C568.659,28.377 567.633,26.702 565.965,25.035 C564.297,23.368 562.623,22.342 560.652,21.575 C558.743,20.834 556.562,20.326 553.369,20.18 C550.169,20.033 549.148,20 541,20 C532.853,20 531.831,20.033 528.631,20.18 C525.438,20.326 523.257,20.834 521.349,21.575 C519.376,22.342 517.703,23.368 516.035,25.035 C514.368,26.702 513.342,28.377 512.574,30.349 C511.834,32.258 511.326,34.438 511.181,37.631 C511.035,40.831 511,41.851 511,50 C511,58.147 511.035,59.17 511.181,62.369 C511.326,65.562 511.834,67.743 512.574,69.651 C513.342,71.625 514.368,73.296 516.035,74.965 C517.703,76.634 519.376,77.658 521.349,78.425 C523.257,79.167 525.438,79.673 528.631,79.82 C531.831,79.965 532.853,80.001 541,80.001 C549.148,80.001 550.169,79.965 553.369,79.82 C556.562,79.673 558.743,79.167 560.652,78.425 C562.623,77.658 564.297,76.634 565.965,74.965 C567.633,73.296 568.659,71.625 569.425,69.651 C570.167,67.743 570.674,65.562 570.82,62.369 C570.966,59.17 571,58.147 571,50 C571,41.851 570.966,40.831 570.82,37.631"></path></g></g></g></svg></div>
<div style="padding-top: 8px;">
<div style=" color:#3897f0; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:550; line-height:18px;"> View this post on Instagram</div>
</div>
<div style="padding: 12.5% 0;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: row; margin-bottom: 14px; align-items: center;">
<div>
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(0px) translateY(7px);"></div>
<div style="background-color: #F4F4F4; height: 12.5px; transform: rotate(-45deg) translateX(3px) translateY(1px); width: 12.5px; flex-grow: 0; margin-right: 14px; margin-left: 2px;"></div>
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(9px) translateY(-18px);"></div>
</div>
<div style="margin-left: 8px;">
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 20px; width: 20px;"></div>
<div style=" width: 0; height: 0; border-top: 2px solid transparent; border-left: 6px solid #f4f4f4; border-bottom: 2px solid transparent; transform: translateX(16px) translateY(-4px) rotate(30deg)"></div>
</div>
<div style="margin-left: auto;">
<div style=" width: 0px; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-right: 8px solid transparent; transform: translateY(16px);"></div>
<div style=" background-color: #F4F4F4; flex-grow: 0; height: 12px; width: 16px; transform: translateY(-4px);"></div>
<div style=" width: 0; height: 0; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-left: 8px solid transparent; transform: translateY(-4px) translateX(8px);"></div>
</div>
</div>
<p></a> </p>
<p style=" margin:8px 0 0 0; padding:0 4px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/BuuowK9g9Pq/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" color:#000; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px; text-decoration:none; word-wrap:break-word;" target="_blank">Kenaikan tiket pesawat berdampak pada hal-hal lainnya Selengkapnya dalam tulisan berjudul &#34;Tiket Pesawat Bikin Melarat?&#34; di Pinterpolitik.com #tiketpesawat #tiketpesawatmahal #infografik #infografis #politik #politikindonesia #pinterpolitik</a></p>
<p style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px; margin-bottom:0; margin-top:8px; overflow:hidden; padding:8px 0 7px; text-align:center; text-overflow:ellipsis; white-space:nowrap;">A post shared by <a href="https://www.instagram.com/pinterpolitik/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px;" target="_blank"> PinterPolitik.com</a> (@pinterpolitik) on <time style=" font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px;" datetime="2019-03-08T01:21:33+00:00">Mar 7, 2019 at 5:21pm PST</time></p>
</div>
</blockquote>
<p><script async src="//www.instagram.com/embed.js"></script></p>
<p>Garuda Indonesia akhirnya angkat bicara juga soal harga tiket pesawat <em>nih</em>. Kata Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Garuda Indonesia Fuad Rizal, harga tiket pesawat kini sudah sangat murah, bahkan dinilai <a href="https://katadata.co.id/berita/2019/12/27/klaim-harga-tiket-pesawat-sangat-murah-garuda-lebih-murah-dari-ojol/" rel="nofollow"><strong>lebih murah</strong></a> dibandingkan tarif ojek <em>online</em> (ojol).</p>
<p>Menurut beliau, tarif batas atas (TBA) pesawat sekarang sekitar Rp 2.520 per kilometer (km). Sementara, TBA ojol adalah sekitar Rp 2.600 per km.</p>
<p>Nah, atas dasar TBA yang dipersepsikan murah ini, Garuda akhirnya <em>nggak</em> ada rencana buat <em>nurunin</em> harga tiket pesawatnya meskipun banyak pihak – termasuk Pak Wishnutama – menilai harga tiket pesawat sekarang <em>kemahalan</em>. Mereka merasa harganya sudah sangat murah.</p>
<p><em>Hmm</em>, jadi agak mirip-mirip si Clu dalam film <em>Tron: Legacy</em> (2010). Dalam film tersebut, sebuah program bernama Clu merasa telah menciptakan dunia virtual yang terbaik meskipun penggunanya (<em>user</em>), Kevin Flynn, memiliki kehendak lain.</p>
<p>Ya, semoga saja Pak Menhub Budi bisa menyelesaikan persoalan harga tiket pesawat yang dinilai masih mahal. Rekannya sendiri juga sudah bilang kalau harganya masih mahal. Masa malah <a href="https://www.wartaekonomi.co.id/read263418/mas-tama-minta-tiket-pesawat-murah-eh-menhub-lempar-ke-erick-thohir-tanya-menteri-bumn.html"><strong>dilempar</strong></a> ke Pak Menteri BUMN Erick Thohir yang sedang <a href="https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4835955/sikat-terus-erick-thohir-bersih-bersih-bumn/" rel="nofollow"><strong>sibuk bersih-bersih</strong></a> perusahaan-perusahaan milik negara?</p>
<p>Kalau masih mahal, <em>gimana </em>nasib kami <em>nih</em> yang ingin bisa berlibur? Ditunggu <em>nih</em>, Pak Menhub. (A43)</p>
<div class="youtube-embed" data-video_id="l534NotuYWQ"><iframe loading="lazy" title="Kaleidoskop Pinter Politik 2019" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/l534NotuYWQ?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe></div>
<p>► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di <a href="http://bit.ly/PinterPolitik"><strong>bit.ly/PinterPolitik</strong></a></p>
<p>Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di <strong><a href="http://bit.ly/ruang-publik">bit.ly/ruang-publik</a></strong> untuk informasi lebih lanjut.</p>
<p><a href="http://bit.ly/ruang-publik"><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-61983" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1.jpg" alt="" width="2916" height="376" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1.jpg 2916w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-300x39.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-768x99.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-1024x132.jpg 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-696x90.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-1068x138.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-1920x248.jpg 1920w" sizes="auto, (max-width: 2916px) 100vw, 2916px" /></a></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/12/IMG-20191212-WA0005-1024x650.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Balada Ojek Online Pelat Merah</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/in-depth/balada-ojek-online-pelat-merah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[H33]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 19 Sep 2018 13:01:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nalar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[BUMN]]></category>
		<category><![CDATA[kapitalisme negara]]></category>
		<category><![CDATA[Kemenhub]]></category>
		<category><![CDATA[Ojek Online]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=39957</guid>

					<description><![CDATA[&#8220;Jadi apakah mungkin pemerintah punya aplikasi yang berpelat merah? Kalau kita (pemerintah) ya tidak mungkin karena kan regulator, paling BUMN bisa,&#8221; Budi Karya Sumadi, Menteri Perhubungan PinterPolitik.com [dropcap]O[/dropcap]jek online seolah menjadi solusi bagi persoalan transportasi masyarakat perkotaan. Moda transportasi ini seolah menjadi jawaban dari impian masyarakat yang menginginkan angkutan yang mudah, cepat, dan tergolong bertarif [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>&#8220;Jadi apakah mungkin pemerintah punya aplikasi yang berpelat merah? Kalau kita (pemerintah) ya tidak mungkin karena kan regulator, paling BUMN bisa,&#8221; Budi Karya Sumadi, Menteri Perhubungan</strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #cedb2a;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]O[/dropcap]jek online seolah menjadi solusi bagi persoalan transportasi masyarakat perkotaan. Moda transportasi ini seolah menjadi jawaban dari impian masyarakat yang menginginkan angkutan yang mudah, cepat, dan tergolong bertarif rendah. Semua hal itu dapat dicapai hanya bermodal jari dan gawai.</p>
<p>Sayang, meski dianggap sebagai solusi alternatif, ojek online juga kerap dirundung persoalan. Masalah dari aplikasi ini umumnya berkutat di perang tarif antarpenyedia layanan. Selain itu, perkara regulasi juga menjadi benang kusut yang tak kunjung terurai dari layanan transportasi ini.</p>
<p>Di tengah persoalan yang tak kunjung henti itu, muncul satu wacana yang dianggap bisa menjadi solusi atau setidaknya jadi alternatif. Kementerian Perhubungan mewacanakan ojek online pelat merah atau ojek online yang dikelola oleh pemerintah. Dalam konteks ini, BUMN akan menjadi operatornya karena Kemenhub berlaku sebagai regulator.</p>
<p>Lantas, benarkah ojek online pelat merah ini bisa mengatasi berbagai masalah yang ada dalam layanan ojek online? Ataukah wacana ini justru berpotensi menambah masalah baru di tengah segala kesemrawutan yang sudah ada?</p>
<h4><strong>Wacana BUMN Jadi Pemain</strong></h4>
<p>Ojek online pelat merah sebenarnya bukan wacana yang semata-mata muncul dari Kemenhub. Diberitakan bahwa aliansi pengemudi ojek online memberikan usul kepada pemerintah agar membuat layanan ojek online sebagai solusi dari persoalan yang ada.</p>
<p>Para pengemudi tersebut mengeluhkan adanya persaingan di antara perusahaan-perusahaan penyedia layanan. Hal ini berdampak pada munculnya perang tarif dan promo yang kerap kali tidak melibatkan pengemudi dalam penentuannya. Kondisi ini membuat para pengemudi tidak mendapatkan penghasilan yang signifikan dari profesi sehari-harinya.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-39958" src="https://pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/09/Wacana-Ojek-Online-BUMN.jpg" alt="ojek online pelat merah" width="1080" height="1080" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/09/Wacana-Ojek-Online-BUMN.jpg 1080w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/09/Wacana-Ojek-Online-BUMN-135x135.jpg 135w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/09/Wacana-Ojek-Online-BUMN-150x150.jpg 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/09/Wacana-Ojek-Online-BUMN-300x300.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/09/Wacana-Ojek-Online-BUMN-768x768.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/09/Wacana-Ojek-Online-BUMN-1024x1024.jpg 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/09/Wacana-Ojek-Online-BUMN-696x696.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/09/Wacana-Ojek-Online-BUMN-1068x1068.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/09/Wacana-Ojek-Online-BUMN-420x420.jpg 420w" sizes="auto, (max-width: 1080px) 100vw, 1080px" /></p>
<p>Di luar itu, perkara regulasi juga menjadi batu sandungan yang harus dihadapi beragam pemangku kepentingan dalam urusan moda transportasi ini. Berkali-kali sudah regulasi yang dibuat oleh Kemenhub dimentahkan oleh Mahkamah Agung (MA). Bisa dikatakan, ojek online pelat merah ini dapat menjadi semacam trik untuk mengakali persoalan regulasi ini.</p>
<p>Selain untuk mengatasi berbagai masalah, ada keuntungan lain yang bisa diambil oleh pemerintah dari layanan ojek online pelat merah, terutama keuntungan bisnis dari industri yang tengah bertumbuh ini, jika pemerintah melalui BUMN mau ambil bagian.</p>
<p>Dikarenakan Kemenhub berperan sebagai regulator, mereka tidak bisa meluncurkan sendiri aplikasi ojek online sesuai dengan versi mereka. Oleh karena itu, ojek online versi pemerintah harus dipegang oleh perusahaan BUMN.</p>
<p>PT Telkom Indonesia menjadi perusahaan pelat merah yang diajak berdiskusi terkait wacana ojek online pemerintah tersebut. Telkom dianggap sebagai perusahaan yang  mampu memenuhi wacana itu, terutama karena telah memiliki sistem pembayaran tunai tersendiri yang serupa dengan perusahaan layanan ojek online.</p>
<p>Pemerintah menyebut bahwa aplikasi transportasi online dari pemerintah ini sudah pernah dilakukan di negara lain. Mereka menjadikan negeri ginseng Korea Selatan sebagai contoh dari praktik ini.</p>
<p>Meski dianggap dapat menjadi solusi dari persoalan-persoalan di atas, wacana ini bukannya tanpa kritik. Beberapa orang menyebut bahwa pemerintah sebaiknya fokus terlebih dahulu kepada layanan transportasi publik ketimbang transportasi online seperti itu. Selain itu, masyarakat juga mengkritik pemerintah seharusnya fokus pada pembenahan peraturan alih-alih ikut ke urusan swasta.</p>
<h4><strong>Corak Kapitalisme Negara</strong></h4>
<p>Di atas kertas, pemerintah memang berpotensi mendapatkan keuntungan dengan ikut campur dalam perkara bisnis ojek online tersebut. Di titik ini, negara berperan aktif dalam urusan komersial dengan memberikan hak tertentu kepada BUMN.</p>
<p>Corak bisnis seperti itu amat lekat dengan praktik atau paham kapitalisme negara (<em>state capitalism</em>). Praktik ini lazim ditemui di negara-negara <em>emerging market</em>. Secara konsep, menurut Ian Bremmer, kapitalisme negara merujuk pada semakin kuatnya peran negara dalam mengubah arah kapitalisme, dari yang semula untuk kepentingan yang lebih luas, menjadi kepentingan yang lebih sempit, yaitu negara.</p>
<blockquote class="twitter-tweet" data-width="550" data-dnt="true">
<p lang="in" dir="ltr">BUMN ikut cawe2 di kerjaan swasta.. dia yg bikin regulasi, dia yg enforce aturan, dia ikutan main.. dah kayak wasit ikutan main bola.</p>
<p>udah makin ga bener <a href="https://t.co/v43kvNb77C">https://t.co/v43kvNb77C</a></p>
<p>&mdash; Liongky Tan (@LiongkyTan) <a href="https://twitter.com/LiongkyTan/status/1041195332464332801?ref_src=twsrc%5Etfw">September 16, 2018</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p>Kapitalisme negara ini kerap dapat memberikan keuntungan tersendiri kepada pemimpin yang berkuasa. Menurut Joshua Kurlantzick, di negara penganut paham tersebut, pemimpinnya seringkali mendapatkan akses lebih besar kepada dana negara, potensi sumbangan lebih besar kepada para pendukungnya, dan juga pengaruh lebih besar kepada perusahaan-perusahaan kecil di dalam negara.</p>
<p>Menurut Bremmer, para pemimpin tersebut sering kali tidak hanya memiliki tujuan untuk memaksimalkan performa ekonomi negaranya. Mereka kerap kali memiliki tujuan untuk mendorong tujuan politik dan juga memperlebar dominasinya.</p>
<p>Di titik itu, sangat wajar jika pemerintah ingin membentuk aplikasi ojek online versi mereka yang dekat dengan haluan kapitalisme negara. Tidak hanya ada keuntungan berupa performa ekonomi negeri, tetapi juga berbagai keuntungan lain dapat diperoleh pemimpin yang menerapkan kebijakan seperti itu.</p>
<p>Corak kapitalisme negara ini tidak hanya muncul wacana ojek online pelat merah saja. Di era Jokowi, sebagian besar proyek infrastruktur pemerintah diambil oleh BUMN. Munculnya wacana ojek online ini seperti mempertegas corak yang telah ada dalam proyek infrastruktur tersebut.</p>
<p>Di titik itu, ada nuansa yang mirip dengan berbagai kebijakan yang ada di Tiongkok. Tiongkok sendiri kerap dikategorikan sebagai negara penganut kapitalisme negara. Dalam kadar tertentu, Jokowi terlihat seperti meniru Xi Jinping dalam berbagai kebijakan ekonominya.</p>
<h4><strong>Bikin Resah?</strong></h4>
<p>Meski dapat memberikan keuntungan, wacana ojek online pelat merah ini bisa saja menimbulkan problem tersendiri. Perusahaan-perusahaan swasta penyedia layanan ojek online bisa saja tidak terlalu gembira jika lahan basah yang mereka kuasai kini diisi pula oleh negara.</p>
<p>Kegerahan kalangan usaha terhadap kapitalisme negara ini diungkapkan misalnya dalam tulisan Aldo Musacchio dan Sergio G. Lazzarini. Mengutip Bower, Leonard, dan Paine, mereka menyebut kapitalisme negara merupakan ancaman bagi penting bagi kapitalisme pasar. Hal ini terungkap berdasarkan pertemuan antara CEO dan perusahaan-perusahaan terkemuka di dunia.</p>
<p>Sejauh ini, memang dua perusahaan utama Go-Jek dan Grab, tampak memberikan tanggapan netral. Mereka hanya memberikan pernyataan bahwa selama yang diuntungkan adalah pelanggan maka mereka tidak memiliki masalah besar.</p>
<blockquote class="twitter-tweet" data-width="550" data-dnt="true">
<p lang="in" dir="ltr">&#8230;makin salah jalan ini pemerintah. Prioritasnya bikin aturan, Pak! Bukan ikut jadi pemain!  <a href="https://t.co/WDXOcKPLhe">https://t.co/WDXOcKPLhe</a></p>
<p>&mdash; marco (@mkusumawijaya) <a href="https://twitter.com/mkusumawijaya/status/1041137927177162753?ref_src=twsrc%5Etfw">September 16, 2018</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p>Akan tetapi, dalam jangka panjang, keberadaan perusahaan ojek online pelat merah bisa mengurangi pendapatan perusahaan-perusahaan swasta seperti Go-Jek dan Grab. Dengan kekuatan jejaring dan sumber daya yang lebih mumpuni, bukan tidak mungkin bisnis swasta bisa saja tumbang di hadapan perusahaan pelat merah.</p>
<p>Berdasarkan kondisi tersebut, pengusaha-pengusaha ini bisa saja meninggalkan pemerintah karena dianggap ikut campur berlebihan dalam perkara bisnis mereka. Dalam konteks ini, pemerintah mengalami kerugian karena kehilangan pengaruhnya dari pebisnis-pebisnis di sektor tersebut.</p>
<p>Padahal, selama ini pemerintah terutama Presiden Jokowi secara khusus tengah berusaha mendekati pengusaha-pengusaha startup termasuk di bidang transportasi online. Upaya membangun jejaring itu bisa saja sia-sia karena hasrat negara untuk menjadi regulator sekaligus pemain dalam urusan transportasi online.</p>
<p><hr /><p><em>Wow, pemerintah mau turun lapangan untuk urusan ojek online</em><br /><a href='https://x.com/intent/tweet?url=https%3A%2F%2Fwww.pinterpolitik.com%2Fin-depth%2Fbalada-ojek-online-pelat-merah%2F&#038;text=Wow%2C%20pemerintah%20mau%20turun%20lapangan%20untuk%20urusan%20ojek%20online&#038;via=pinterpolitik&#038;related=pinterpolitik' target='_blank' rel="noopener noreferrer" >Share on X</a><br /><hr /></p>
<p>Secara politik, dukungan pengusaha-pengusaha seperti itu tergolong krusial. Secara umum, kalangan bisnis umumnya dikaitkan dengan bantuan finansial kepada tokoh politik yang dekat dengan mereka. Dalam konteks pengusaha transportasi online, mereka juga tergolong ke dalam anak muda yang berpengaruh di antara lingkar sebayanya. Bukan tidak mungkin, Jokowi sebagai pemerintah berkuasa kehilangan pengaruh tersebut.</p>
<p>Padahal, praktik kapitalisme negara ini dikabarkan telah membuat pengusaha-pengusaha lain sudah terlebih dahulu gundah. Dominasi BUMN dalam proyek infrastruktur membuat kalangan bisnis berpikir ulang untuk memberikan restu kepada Jokowi sebagai pemimpin negeri ini, katakanlah di Pilpres 2019 nanti.</p>
<p>Berdasarkan kondisi tersebut, pemerintah perlu sangat berhati-hati dalam menggodok wacana ojek online pelat merah tersebut. Idealnya, pemerintah harus menghindari solusi instan dari berbagai persoalan terkait layanan tersebut. Jika tidak, corak kapitalisme negara akan semakin kuat, sehingga berpotensi membuat dunia usaha semakin gundah gulana. (H33)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/09/p_15221364758d8-demo-ojek-online.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Pesaing Jepang di Proyek Kereta Api Jakarta-Surabaya</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/pesaing-jepang-di-proyek-kereta-api-jakarta-surabaya1/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[S13]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 Jan 2017 10:39:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Kemenhub]]></category>
		<category><![CDATA[Kereta Api]]></category>
		<category><![CDATA[Politik Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=3182</guid>

					<description><![CDATA[Selain Jepang, Tiongkok, Korea Selatan dan Rusia diberitakan juga tertarik mengambil proyek ini. pinterpolitik.com &#8211; Rabu, 18 Januari 2017. JAKARTA &#8211; Saat ini pemerintah terus mempercepat pembangunan infrastruktur di Tanah Air. Salah satu yang tengah menjadi fokus adalah pembangunan proyek Kereta kecepatan Sedang (150km/jam) Jakarta -Surabaya. Jepang adalah salah satu negara yang tertarik untuk membangun [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4>Selain Jepang, Tiongkok, Korea Selatan dan Rusia diberitakan juga tertarik mengambil proyek ini.</h4>
<hr />
<p><span style="color: #cedb00;"><strong>pinterpolitik.com</strong></span> &#8211; <strong>Rabu, 18 Januari 2017.</strong></p>
<p><strong>JAKARTA</strong> &#8211; Saat ini pemerintah terus mempercepat pembangunan infrastruktur di Tanah Air. Salah satu yang tengah menjadi fokus adalah pembangunan proyek Kereta kecepatan Sedang (150km/jam) Jakarta -Surabaya.</p>
<p>Jepang adalah salah satu negara yang tertarik untuk membangun proyek ini. Walaupun demikian, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi mengatakan pemerintah masih belum menentukan investor mana yang akan dipilih untuk membiayai proyek ini. Sebab, tidak hanya Jepang yang tertarik untuk membangun proyek ini, namun ada beberapa negara yang juga tertarik menjadi investor.</p>
<p>Selain Jepang, Tiongkok, Korea Selatan dan Rusia diberitakan juga tertarik mengambil proyek ini.</p>
<p>Selain itu, pemerintah juga masih melakukan studi dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) mengenai proyek kereta sedang ini. Dengan demikian, proyek ini sudah bisa digunakan pada 2019 mendatang .</p>
<p>Sebelumnya, Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub, Prasetyo Budicahyono mengatakan pihaknya telah menawarkan kerja sama dengan pihak Rusia dalam pembangunan jalur kereta api tersebut, salah satunya jalur kereta api Surabaya- Malang.</p>
<p>&#8220;Kemenhub telah menawarkan (Rusia) untuk menjajaki dan mengembangkan jalur kereta api Surabaya-Malang,&#8221; kata Prasetyo di JW Mariott Hotel, Jakarta.</p>
<p>Menurutnya, jalur kereta api Surabaya-Malang termasuk jalur yang padat sehingga perlu adanya pengembangan. Untuk itu, dia mengundang adanya dikusi dengan Kedutaan Besar Rusia dan Kedutaan Besar Indonesia untuk menindaklanjuti rencana ini</p>
<p>Pertanyaannya akan jatuh pada negara manakah proyek Kereta Jakarta-Surabaya ini? Jika melihat kunjungan Perdana Menteri Shinzo Abe beberapa waktu lalu, Jepang mungkin akan menjadi negara yang paling berpeluang besar mendapatkan proyek ini. Jepang juga sudah menunjukkan komitmennya untuk membiayai program ini lewat pinjaman luar negeri.</p>
<p>Jepang juga dikabarkan sudah menawarkan proposal untuk proyek ini. Apakah proposal ini akan diterima, ataukah ‘cinta’ Jepang akan bertepuk sebelah tangan lagi seperti proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung? Proyek kereta Jakarta-Bandung memang gagal terealisasi, apakah yang ini nantinya akan gagal juga? Menarik untuk ditunggu kelanjutannya. (Tmp/S13)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/01/2017_01_15_19502_1484480346._large-1024x683.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
