<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>Kemenag &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/kemenag/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Mon, 26 Jun 2023 08:02:27 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>Kemenag &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Al Zaytun-Panji dan NII, “Bidak Politik”?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/in-depth/al-zaytun-panji-dan-nii-bidak-politik/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[J61]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 Jun 2023 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Nalar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Al Zaytun]]></category>
		<category><![CDATA[Hendropriyono]]></category>
		<category><![CDATA[Kemenag]]></category>
		<category><![CDATA[Mahfud MD]]></category>
		<category><![CDATA[Moeldoko]]></category>
		<category><![CDATA[NII]]></category>
		<category><![CDATA[Panji Gumilang]]></category>
		<category><![CDATA[Pesantren]]></category>
		<category><![CDATA[Ponpes Al Zaytun]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=131089</guid>

					<description><![CDATA[Polemik pondok pesantren Al Zaytun dan pimpinannya, yakni Panji Gumilang terkait dugaan ajaran kontroversialnya, plus dugaan afiliasi sejumlah oknum pondok dengan Negara Islam Indonesia (NII) melebar hingga isu backing pejabat tinggi negara. Lalu, sejauh mana kebenaran isu&#160;itu? Apakah polemik&#160;Al Zaytun yang mendadak muncul merupakan salah satu premis dengan kesimpulan tertentu jelang tahun politik 2024?&#160; PinterPolitik.com  [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Polemik pondok pesantren Al Zaytun dan pimpinannya, yakni Panji Gumilang terkait dugaan ajaran kontroversialnya, plus dugaan afiliasi sejumlah oknum pondok dengan Negara Islam Indonesia (NII) melebar hingga isu </strong><strong><em>backing</em></strong><strong> pejabat tinggi negara. Lalu, sejauh mana kebenaran isu&nbsp;itu? Apakah polemik&nbsp;Al Zaytun yang mendadak muncul merupakan salah satu premis dengan kesimpulan tertentu jelang tahun politik 2024?</strong>&nbsp;</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide"/>



<p class="wp-block-paragraph"><strong><a href="https://www.pinterpolitik.com/">PinterPolitik.com</a></strong> </p>



<p class="has-drop-cap wp-block-paragraph">Polemik dan kontroversi Pondok Pesantren (Ponpes) Al Zaytun di Indramayu, Jawa Barat (Jabar) pimpinan Panji Gumilang masih bergulir liar. Isu bahkan berkembang hingga tudingan eksistensi <em>backing</em> dari sosok “Pak Kumis” yang disebut merupakan eks pejabat penting negeri serta satu pejabat Istana.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Isu <em>backing</em> sendiri keluar dari pernyataan&nbsp;dari salah satu pendiri Ponpes Al Zaytun Iman Supriatno. Hal itu dikuak dalam program Catatan Demokrasi tvOne pada hari Selasa, 20 Juni 2023&nbsp;lalu.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Berdasarkan pengakuan&nbsp;Iman, Pak Kumis identik dengan sosok “mbahnya intelijen Indonesia”, sementara pejabat Istana yang dimaksud adalah Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tentu hal itu belum bisa dikonfirmasi kebenarannya. Namun, berbagai dugaan tersebut seolah tanpa kendali setelah serangkaian kontroversi muncul dari Panji Gumilang serta Ponpes Al Zaytun.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Terbaru, Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyebut pihaknya akan membentuk tim investigasi untuk menyelesaikan persoalan setelah bertemu Gubernur Jabar Ridwan Kamil kemarin lusa (24/6). Mahfud menyebut unsur dugaan tindak pidana di Ponpes Al Zaytun sangat jelas.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ridwan Kamil sendiri sebelumnya menyebut Ponpes Al Zaytun menerima pendanaan miliaran rupiah dari pemerintah setiap tahunnya, ihwal yang langsung diklarifikasi oleh Kementerian Agama (Kemenag) sebagai dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). </p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1080" height="1300" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/infografis-Parpol-Mana-Gerombolan-Teroris.jpg" alt="infografis parpol mana gerombolan teroris" class="wp-image-126160" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/infografis-Parpol-Mana-Gerombolan-Teroris.jpg 1080w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/infografis-Parpol-Mana-Gerombolan-Teroris-768x924.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/infografis-Parpol-Mana-Gerombolan-Teroris-696x837.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/infografis-Parpol-Mana-Gerombolan-Teroris-1068x1285.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/infografis-Parpol-Mana-Gerombolan-Teroris-1920x2311.jpg 1920w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/infografis-Parpol-Mana-Gerombolan-Teroris-348x420.jpg 348w" sizes="(max-width: 1080px) 100vw, 1080px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) turut&nbsp;mengutarakan pendapatnya dan telah melakukan investigasi independen. Mereka menemukan bahwa terdapat penyimpangan akhlak dan pidana di Ponpes Al Zaytun, plus dugaan oknum yang terafiliasi Negara Islam Indonesia (NII).&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin juga ikut angkat bicara. Dirinya memastikan akan ada tindakan tertentu terhadap Ponpes Al Zaytun dan pihak terkait jika dugaan penyimpangan telah terbukti.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kontroversi Ponpes Al Zaytun kiranya&nbsp;telah menjadi topik pembicaraan hangat di meja makan, warung kopi, hingga grup whatsapp dalam beberapa waktu terakhir.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Isu afiliasi dengan NII kemudian menjadi salah satu fokus menarik saat diskursusnya seolah tak pernah hilang dan muncul kembali dalam periode tertentu.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kegaduhan yang dibuatnya pun kemudian memantik tanya tersendiri, yakni mengapa polemik Ponpes Al Zaytun, Panji Gumilang, <em>backing</em> pejabat, dan NII seolah bisa tiba-tiba muncul? Mungkinkah ada kaitannya dengan agenda tahun politik yang sudah bergulir saat ini?&nbsp;</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Al Zaytun, Di-NII-kan?</strong>&nbsp;</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Jika publik tanah air masih ingat, isu NII atau Darul Islam (DI) senantiasa hadir dalam beberapa waktu tertentu setelah keberadaannya seolah bagaikan mitos usai pendirinya, yakni Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo ditangkap dan dieksekusi mati pada tahun 1962.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Akan tetapi, NII yang terpecah disebut tetap eksis melalui gerakan bawah tanah sebagaimana turut dijelaskan Solahudin dalam buku berjudul <em>The Roots of Terrorism in Indonesia: From Darul Islam to Jema’ah Islamiyah</em>. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Mengacu pada sejumlah literatur, dalam perjalanannya, paling tidak terdapat dua haluan besar “pecahan NII” yang kemungkinan masih memiliki pendukung maupun simpatisan hingga saat ini. </p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img decoding="async" width="1080" height="1300" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/infografis-Eksistensi-Partai-Islam-Terancam-1.jpg" alt="infografis eksistensi partai islam terancam" class="wp-image-125803" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/infografis-Eksistensi-Partai-Islam-Terancam-1.jpg 1080w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/infografis-Eksistensi-Partai-Islam-Terancam-1-249x300.jpg 249w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/infografis-Eksistensi-Partai-Islam-Terancam-1-851x1024.jpg 851w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/infografis-Eksistensi-Partai-Islam-Terancam-1-125x150.jpg 125w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/infografis-Eksistensi-Partai-Islam-Terancam-1-768x924.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/infografis-Eksistensi-Partai-Islam-Terancam-1-696x838.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/infografis-Eksistensi-Partai-Islam-Terancam-1-1068x1286.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/infografis-Eksistensi-Partai-Islam-Terancam-1-349x420.jpg 349w" sizes="(max-width: 1080px) 100vw, 1080px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Pertama</em>, adalah mereka yang bersikukuh menempuh jalur kekerasan untuk mewujudkan cita-cita negara Islam yang menerapkan syariat secara menyeluruh. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Mengutip Solahudin, pada tahun 1985 hingga awal 90-an, salah satu pecahan yang kemungkinan memiliki afiliasi maupun menganut paham NII mengirim anggotanya&nbsp;ke Afghanistan untuk menjalani pelatihan militer sebagai <em>foreign fighters</em>, bersamaan dengan konflik yang tengah berkecamuk saat itu.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Saat kembali ke Indonesia dan memisahkan diri dari NII atau DI, mereka mendirikan Jamaah Islamiyah (JI) pada tahun 1993 yang kemudian bertanggung jawab atas dua tragedi Bom Bali dan serangkaian aksi teror setelahnya.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sepanjang tahun 2010 hingga tahun 2013, dari 77 kasus terorisme yang terungkap, 50 di antaranya melibatkan anggota atau mantan anggota NII.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, pecahan NII kedua adalah mereka yang ingin meneruskan cita-cita Kartosuwiryo namun bukan dengan kekerasan dan dalam dimensi yang berbeda.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Saat pecahan NII pertama melakukan aksi teror di Indonesia, kelompok kedua&nbsp;disebut terkejut karena pada dasarnya mereka adalah Muslim tradisionalis yang bahkan juga percaya mistisme.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>So called</em> “pecahan NII” kedua juga dikatakan ada yang menempuh jalan damai dan memilih metode lain untuk menghadirkan nilai-nilai Islam secara kompromistis dalam bingkai kebangsaan.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jika ditelusuri, kelompok ini memiliki benang merah dengan apa yang dirintis oleh Mohammad Natsir. Dalam catatan Rendy Adiwilaga dalam <em>Jurnal Wacana Politik Vol. 2</em> Natsir dikatakan memiliki ideologi serupa dengan Kartosuwiryo.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Natsir dan Kartosuwiryo sempat mendirikan kelompok bernama Dewan Dakwah Islam Indonesia (DDII) sebelum keduanya aktif di Masyumi yang <em>notabene</em> merupakan fusi politik Islam pertama di tanah air.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Akan tetapi, saat NII dan DI/TII memberontak, Masyumi memberikan jarak dengan gerakan pendirian negara Islam, mengecam segala gerakan separatis, dan menyatakan tidak terikat dengan DI/TII.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Secara terpisah, Natsir tidak menggunakan kekerasan tetapi lebih menggunakan metode tarbiyah (pendidikan) untuk mendapatkan dukungan dalam mendirikan konsep negara Islam yang diyakininya sebagai kekuatan politik esensial umat Islam, bukan diaktualisasikan secara harfiah.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">DDII yang digagas Natsir, di kemudian hari mendapatkan simpati dari mahasiswa dan menjadi lembaga alternatif dalam membentuk masyarakat yang Islami.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lembaga tersebut kemudian menginisiasi lahirnya KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia) serta membangun Partai Keadilan (PK) di era Reformasi – partai yang menjadi cikal bakal PKS (Partai Keadilan Sejahtera).&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bersamaan dengan itu, Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) hingga&nbsp;Front Pembela Islam (FPI) muncul mewarnai kelompok yang disebut-sebut memiliki visi negara dengan syariat Islam meski dalam penafsirannya masing-masing.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sejarawan dari UIN Jakarta Amelia Fauziah mengatakan kelompok Islam yang bercita-cita mendirikan negara Islam tidak mudah untuk bersatu. Itu dikarenakan, satu kelompok dengan kelompok lainnya memegang teguh keyakinannya sendiri-sendiri.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Benang merah dari perpecahan itu terjadi karena sebagian tokoh dan pengikutnya memutuskan&nbsp;“berdamai” dengan situasi politik, termasuk aktif menjadi bagian maupun secara langsung atau tidak langsung digunakan sebagai “alat” dari tarik menarik kepentingan politik nasional.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ketika sampai pada telaah ini, polemik Al Zaytun, Panji Gumilang, dan dugaan keterkaitannya dengan NII yang muncul secara tiba-tiba dan bergulir liar agaknya menguak keganjilan tertentu.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Khususnya terkait keganjilan mengenai apakah isu ini sesungguhnya menjadi sarana bagi kepentingan politik tertentu jelang 2024. </p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img decoding="async" width="1080" height="1150" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/infografis-Mengapa-Parpol-Islam-Belum-Menang.jpg" alt="" class="wp-image-96747" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/infografis-Mengapa-Parpol-Islam-Belum-Menang.jpg 1080w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/infografis-Mengapa-Parpol-Islam-Belum-Menang-282x300.jpg 282w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/infografis-Mengapa-Parpol-Islam-Belum-Menang-962x1024.jpg 962w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/infografis-Mengapa-Parpol-Islam-Belum-Menang-141x150.jpg 141w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/infografis-Mengapa-Parpol-Islam-Belum-Menang-768x818.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/infografis-Mengapa-Parpol-Islam-Belum-Menang-696x741.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/infografis-Mengapa-Parpol-Islam-Belum-Menang-1068x1137.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/infografis-Mengapa-Parpol-Islam-Belum-Menang-394x420.jpg 394w" sizes="(max-width: 1080px) 100vw, 1080px" /></figure>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>NII Bidak Siapa?</strong>&nbsp;</h2>



<p class="wp-block-paragraph">NII – untuk kesekian kalinya – kembali disangkutpautkan dengan polemik keagamaan kontemporer, kali ini&nbsp;Ponpes Al Zaytun dan Panji Gumilang.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kendati diakui oleh sejumlah pihak internal Al Zaytun bahwa oknum yang menjurus ke ajaran dan perekrutan NII eksis, “meledaknya” isu kemudian menimbulkan tanya mengapa kemunculannya terjadi saat ini, khususnya jelang tahun politik.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Secara historis, isu NII dengan dinamika politik nasional memang tak dapat dipisahkan. Meski di bawah tanah, NII memiliki simpatisan dan basis massa tersendiri yang seakan dilihat cukup signifikan untuk memengaruhi preferensi maupun impresi politik.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pecahan NII sendiri sempat menjadi anomali saat berhasil dirangkul pemerintah di era Orde Baru (Orba). Menurut mantan anggota NII Al Chaidar, kelompok yang disebut sebagai NII Fillah itu kemudian menjalin hubungan dekat dengan pemerintah setelah dirangkul oleh Ali Moertopo.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jelang dan pasca Reformasi, saat JI – selanjutnya bertransformasi menjadi Jamaah Ansharut Tauhid (JAT), Mujahidin Indonesia Barat (MIB), Mujahidin Indonesia Timur (MIT), Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang berafiliasi ISIS, dan Jamaah Ansharut Khilafah (JAK) –&nbsp;menjadi dalang sejumlah aksi teror, nama NII kembali menjadi sorotan karena dianggap menjadi “ibu kandung” kelompok terorisme.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada tahun 2011 silam,&nbsp;isu NII yang kembali muncul disinyalir merupakan&nbsp;alat politik tertentu. Hal itu dikemukakan oleh Sekjen DPP PKS saat itu, Anis Matta, yang mempertanyakan apakah isu NII menjadi alat untuk memojokkan Islam.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Itu dikarenakan,&nbsp;isu telah bergulir secara sejak lama. Bahkan, silih bergantinya&nbsp;presiden, pemerintah tampak tak kuasa memberantas NII sampai ke akarnya, yang justru menimbulkan kesan seakan mereka dibiarkan.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam konteks yang saling berkaitan, dengan tetap tumbuh dan berkembangnya isu NII, penegakan hukum Indonesia turut berpeluang dianggap tak berjalan dengan baik.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di titik ini, kewibawaan pemerintah dipertaruhkan untuk tidak membiarkan isu NII terus tumbuh dan berkembang. Apalagi, dalam konteks Al Zaytun dan Panji Gumilang, isu terus menggelinding liar serta membuka dugaan “dilindungi” oleh tokoh penting di negeri ini.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menariknya, kemunculan simpati dan ketertarikan untuk mendukung NII dari para simpatisannya tampak tak dapat dilepaskan dari kemungkinan parpol Islam di Indonesia yang tak lagi representatif.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kini, parpol Islam agaknya kini justru berlomba untuk lepas dari kesan entitas fundamentalis dan tak lagi berfokus untuk menawarkan solusi untuk masalah yang dialami rakyat.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Terombang-ambingnya representasi kelompok Islam yang dapat menyalurkan aspirasi sesuai syariat yang masing-masing mereka yakini kemudian menjadi peluang untuk dikapitalisasi oleh pihak tertentu serta demi kepentingan tertentu pula.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kendati penjelasan di atas sebatas interpretasi semata, menarik kiranya untuk tetap menantikan muara dari polemik Ponpes Al Zaytun dan dugaan keterkaitannya dengan NII hingga isu <em>backing</em> pejabat yang mengiringinya. (J61) </p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<div class="youtube-embed" data-video_id="OLPa-IqAnT8"><iframe loading="lazy" title="Koes Plus Jadi Intel Soekarno?" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/OLPa-IqAnT8?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" allowfullscreen></iframe></div>
</div></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/06/ibadah-di-ponpes-al-zaytun-indramayu.webp" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Manuver Ongkos Haji Menag Yaqut</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/in-depth/manuver-ongkos-haji-menag-yaqut/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[J61]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Jan 2023 10:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Nalar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[biaya haji]]></category>
		<category><![CDATA[Haji]]></category>
		<category><![CDATA[Kemenag]]></category>
		<category><![CDATA[Menag Yaqut]]></category>
		<category><![CDATA[yaqut]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=122982</guid>

					<description><![CDATA[Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas mengusulkan kenaikan biaya haji yang fantastis, yakni sebesar 76 persen. Lantas, mengapa usulan tak populer itu berani dilontarkan Menag Yaqut? Adakah kepentingan tertentu di baliknya?&#160; PinterPolitik.com&#160; Sebagian warga +62 kiranya tak asing dengan adagium satir “mahal banget, mau naik haji yang jual,” untuk merespons banderol harga overprice atas barang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas mengusulkan kenaikan biaya haji yang fantastis, yakni sebesar 76 persen. Lantas, mengapa usulan tak populer itu berani dilontarkan Menag Yaqut? Adakah kepentingan tertentu di baliknya?</strong>&nbsp;</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide"/>



<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.pinterpolitik.com/"><strong>PinterPolitik.com</strong>&nbsp;</a></p>



<p class="has-drop-cap wp-block-paragraph">Sebagian warga +62 kiranya tak asing dengan adagium satir “mahal banget, mau naik haji yang jual,” untuk merespons banderol harga <em>overprice</em> atas barang atau jasa apapun. Belakangan, Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas kiranya semakin mempertegas adagium itu setelah mengusulkan kenaikan biaya haji yang fantastis.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi VIII DPR pekan lalu, Menag Yaqut <em>ngide </em>biaya perjalanan spiritual umat Islam itu naik dari sekitar Rp39,8 juta menjadi Rp69,1 juta.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Yaqut menjelaskan, biaya keseluruhan haji dipenuhi dengan skema gabungan antara persentase biaya perjalanan (70 persen) dengan nilai manfaat atau hasil kelola dana tabungan haji para calon (30 persen).&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meski hanya berlaku domestik, di saat bersamaan angka perjalanan haji pada tahun 2023 turun sebesar 30 persen di Arab Saudi. Itu dikonfirmasi langsung oleh Perwakilan Kementerian Haji dan Umrah Amr bin Reda Al Maddah.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Merespons kritik pasca usulan Menag Yaqut, Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama (Kemenag) Hilman Latief fokus pada aspek nilai manfaat dari biaya haji jemaah.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dia menyebut kenaikan dimaksudkan untuk menjaga nilai manfaat yang menjadi hak jemaah haji Indonesia, termasuk yang masih mengantre keberangkatan, tidak tergerus dan dapat digunakan secara berkelanjutan.&nbsp;</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="1080" height="1350" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/01/image-77.png" alt="Orang Tak Beragama Semakin Banyak" class="wp-image-122987" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/01/image-77.png 1080w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/01/image-77-768x960.png 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/01/image-77-696x870.png 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/01/image-77-1068x1335.png 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/01/image-77-1920x2400.png 1920w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/01/image-77-336x420.png 336w" sizes="auto, (max-width: 1080px) 100vw, 1080px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Secara teknis, nilai manfaat sendiri berasal dari hasil pengelolaan dana haji yang dilakukan oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), plus merupakan bentuk subsidi pemerintah.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Memiliki fungsi layaknya manajer investasi, BPKH akan mengelola dana haji jemaah ke dalam berbagai opsi instrumen investasi yang dianggap berkelanjutan, aman, dan sesuai dengan prinsip keuangan sosial syariah atau <em>Islamic social finance</em>.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Akan tetapi, pekerjaan BPKH kiranya memang tak mudah. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), misalnya, yang melihat satu dari sekian potensi permasalahan pengelolaan dana haji, yakni masalah etik dan konflik kepentingan dalam penunjukan bank penerima setoran (BPS) biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH).&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ketika sampai pada gambaran proses pengelolaan dana haji dengan kompleksitas persoalan tersebut, usulan kenaikan biaya oleh Menag Yaqut kiranya memang bukan hal yang mudah untuk dilakukan di tengah potensi respons minor publik tanah air.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lantas, mengapa Menag Yaqut tetap mengusulkannya?&nbsp;</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Ekonomi-Politik Haji</strong>&nbsp;</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Menjadi salah satu Rukun Islam, haji menjadi ibadah yang dilakukan umat Muslim di seluruh dunia dengan segala keterbatasan di masa lalu, baik dari segi transportasi maupun akomodasi perjalanan. Itu belum termasuk kendala bertendensi politis dari jemaah yang berasal dari wilayah atau negara kolonial.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ihwal itu pun terjadi di Indonesia. Campur tangan negara dalam pengaturan jemaah haji, termasuk biayanya, telah dilakukan sejak era Hindia Belanda.&nbsp;</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="1080" height="1300" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/01/image-76.png" alt="Mengenal Istilah Troll Farm" class="wp-image-122986" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/01/image-76.png 1080w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/01/image-76-768x924.png 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/01/image-76-696x837.png 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/01/image-76-1068x1285.png 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/01/image-76-1920x2311.png 1920w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/01/image-76-348x420.png 348w" sizes="auto, (max-width: 1080px) 100vw, 1080px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Fokus permasalahan kala itu adalah kesalahan predikat kepada jemaah haji yang diberi julukan <em>Islamitische priester</em> atau “pendeta Islam”. Julukan yang dianggap mencurigakan secara politik dan berbahaya oleh pemerintahan kolonial.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Moch. Nur Ichwan dalam jurnal berjudul <em>Politics of Islamic Pilgrimage Services in Indonesia Prior to Reformasi Era</em>, menyebut regulasi pertama mengenai haji dikeluarkan pada tahun 1825.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Saat itu, pembatasan haji dilakukan dengan pembebanan biaya 110 gulden untuk paspor haji dan denda 1000 gulden bagi mereka yang “naik haji” tanpa paspor.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meski dikritik oleh Penasehat Urusan Pribumi Hindia Belanda Christiaan Snouck Hurgronje karena dapat memberikan efek negatif bagi kepentingan kolonial, aturan itu tetap diberlakukan dengan sedikit keringanan.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Terlebih, berkembangnya Pan Islamisme membuat perjalanan haji ke Mekkah dilihat sebagai sumber permasalahan politik dan pemberontakan.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pesatnya perkembangan populasi Muslim membuat agen perjalanan haji kemudian mulai bermunculan. Selain untuk mencegah potensi kekhawatiran politik, haji kemudian juga mulai dilihat sebagai bisnis wisata religi yang besar.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Terdapat tiga <em>travel</em> haji prominen saat itu, yakni Kongsi Tiga, Herklots, dan Alsegoff &amp; Co. Meski begitu, masih terdapat biro perjalanan profesional yang dikelola oleh para syekh maupun ulama untuk mengakomodasi perjalanan haji umat Muslim Hindia Belanda.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di era pendudukan Jepang, regulasi haji tak banyak berubah walaupun perjalanannya diperketat mengingat Perang Dunia II begitu panas.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pasca merdeka, tata kelola perjalanan haji masih dibayangi keterbatasan dalam hal koordinasi di era Orde Lama (Orla). Saat Orde Baru (Orba), Nur Ichwan menyebut monopoli negara atas perjalanan haji termasuk tata kelolanya mulai terjadi akibat jamaknya fenomena gagal berangkat jemaah lewat <em>travel</em> swasta.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Istilah Ongkos Naik Haji (ONH) dan ONH plus juga muncul di masa kepemimpinan Soeharto sebagai frasa yang menggambarkan ekonomi politik haji kala itu. Dana haji juga mulai dikelola terpusat oleh badan bernama Dana Sosial Kerohanian Presiden pada 1970 dan Badan Pengelola Dana Ongkos Haji Indonesia pada 1996.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pasca Reformasi, mulai terdapat masa tunggu yang lebih lama dari biasanya seiring dengan dinamika kebijakan kuota dari pemerintah Arab Saudi. Ihwal yang menjadi salah satu faktor monopoli pemerintah semakin kuat dalam urusan haji dan tata kelola dananya.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tak jarang, pemerintah, utamanya Kemenag, dikritik karena seakan bertindak sebagai <em>corporated business</em> atau bisnis korporasi yang mengumpulkan manfaat dari layanannya.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lalu, dengan faktor historis dan realita yang ada, apakah usulan kenaikan biaya haji Menag Yaqut akan memperparah sentimen tersebut?&nbsp;</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="1080" height="1175" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/01/image-75.png" alt="Polisi Tidak Boleh Sakit ?" class="wp-image-122985" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/01/image-75.png 1080w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/01/image-75-768x835.png 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/01/image-75-696x757.png 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/01/image-75-1068x1161.png 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/01/image-75-1920x2088.png 1920w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/01/image-75-386x420.png 386w" sizes="auto, (max-width: 1080px) 100vw, 1080px" /></figure>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Bukan Demi Cuan?</strong>&nbsp;</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Konsep <em>corporated business</em> yang tampaknya diterapkan atas haji dan tata kelola pendanaannya di saat bersamaan menghadirkan kritik yang menyebut pemerintah seolah bertindak sebagai regulator sekaligus “agen travel haji”.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Akan tetapi, Sulistyo B. Utomo, Noel Scott, dan Xin Jin dalam sebuah publikasi berjudul <em>The business of hajj</em> menjelaskan dinamika yang berkembang di era modern membuat perilaku negara dan para investor yang menjadikan haji sebagai objek <em>corporated business</em> tak dapat terhindarkan, termasuk di Indonesia.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ketiganya menyebut haji bukan lagi tentang&nbsp;<em>religious outcome</em>, tetapi atas dasar menyelaraskan dengan tuntutan serta atmosfer ekonomi, politik, dan bisnis.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hal itu juga terjadi di Arab Saudi saat hotel-hotel mewah berlomba-lomba dibangun dekat dengan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Setiap negara dengan potensi jemaah haji yang masif turut “terjerumus” ke dalam perlombaan penyediaan akomodasi dan perjalanan terbaik, yang mana tentu diiringi dengan kalkulasi biaya&nbsp;haji sedemikian rupa.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tak hanya di Indonesia, Malaysia pun menerapkan manajemen&nbsp;dana haji jemaah yang hampir mirip. Dikelola oleh badan bernama Lembaga Urusan dan Tabung Haji (LUTH), biaya haji di Negeri Jiran setelah disubsidi dari nilai manfaat terbagi menjadi dua golongan, yakni Rp38,7 juta dan Rp45,8 juta tergantung kelas ekonomi sang jamaah.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Atas berbagai telaah di atas serta sampai pada&nbsp;titik analisis ini, Menag Yaqut bukan tidak mungkin melihat esensi yang sama bahwa kenaikan biaya haji bukan soal usul yang bersifat populer semata.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Aspek yang digarisbawahi Menag Yaqut dan jajarannya mengenai nilai manfaat dana haji, investasi dana, dan tata kelola dana jangka panjang oleh BPKH kemungkinan memang memiliki relevansi tertentu yang membuat dana haji mau tidak mau harus dinaikkan.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Akan tetapi, rincian mengenai pengelolaan dan pemanfaatan dana tetap perlu dikomunikasikan kepada para calon jemaah secara jelas. Bagaimanapun, kenaikan dengan persentase cukup besar tak dapat dipungkiri akan membebani sejumlah kalangan untuk dapat menunaikan ibadah haji.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Oleh karena itu, mencoba mencari jalan tengah seperti melakukan kenaikan biaya tidak secara drastis bisa menjadi hal yang patut dipertimbangkan oleh Menag Yaqut dan pihak-pihak terkait. (J61)&nbsp;</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<div class="youtube-embed" data-video_id="qAnj-0XRYtY"><iframe loading="lazy" title="Di Balik Cristiano Ronaldo dan Mohammed Bin Salman" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/qAnj-0XRYtY?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" allowfullscreen></iframe></div>
</div></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/Kemenag-Super-Deal-Gus-Yaqut-1024x683.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Dilarang Menatap dan Bersiul!</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/infografis/dilarang-menatap-dan-bersiul/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R55]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 20 Oct 2022 01:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[Bersiul]]></category>
		<category><![CDATA[dilarang]]></category>
		<category><![CDATA[Kemenag]]></category>
		<category><![CDATA[Menatap]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=117770</guid>

					<description><![CDATA[Kemenag terbitkan aturan terkait bentuk kekerasan seksual, melalui Peraturan Menteri Agama (PMA) No. 73. Hal ini srbagai upaya penanganan dan pencegahan kekerasan seksual, yang di dalamnya terdapat 16 klasifikasi. Termasuk rayuan, siulan, lelucon, hingga menatap korban]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="846" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/10/dilarang-menatap-dan-bersiul-846x1024.jpg" alt="dilarang menatap dan bersiul" class="wp-image-117773" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/10/dilarang-menatap-dan-bersiul-846x1024.jpg 846w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/10/dilarang-menatap-dan-bersiul-248x300.jpg 248w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/10/dilarang-menatap-dan-bersiul-124x150.jpg 124w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/10/dilarang-menatap-dan-bersiul-768x929.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/10/dilarang-menatap-dan-bersiul-696x842.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/10/dilarang-menatap-dan-bersiul-1068x1292.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/10/dilarang-menatap-dan-bersiul-347x420.jpg 347w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/10/dilarang-menatap-dan-bersiul.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 846px) 100vw, 846px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Kemenag terbitkan aturan terkait bentuk kekerasan seksual, melalui Peraturan Menteri Agama (PMA) No. 73. Hal ini srbagai upaya penanganan dan pencegahan kekerasan seksual, yang di dalamnya terdapat 16 klasifikasi. Termasuk rayuan, siulan, lelucon, hingga menatap korban</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/10/dilarang-menatap-dan-bersiul-846x1024.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Dilarang Menatap dan Bersiul!</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/infografis/dilarang-menatap-dan-bersiul-2/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M78]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 19 Oct 2022 11:52:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[Anna Hasbie]]></category>
		<category><![CDATA[Bersiul]]></category>
		<category><![CDATA[Kekerasan Seksual]]></category>
		<category><![CDATA[Kemenag]]></category>
		<category><![CDATA[Menatap]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=117865</guid>

					<description><![CDATA[Kemenag terbitkan aturan terkait bentuk kekerasan seksual, melalui Peraturan Menteri Agama (PMA) No. 73. Hal ini srbagai upaya penanganan dan pencegahan kekerasan seksual, yang di dalamnya terdapat 16 klasifikasi. Termasuk rayuan, siulan, lelucon, hingga menatap korban]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="846" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/10/dilarang-menatap-dan-bersiul-1-846x1024.jpg" alt="dilarang menatap dan bersiul 1" class="wp-image-117867" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/10/dilarang-menatap-dan-bersiul-1-846x1024.jpg 846w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/10/dilarang-menatap-dan-bersiul-1-248x300.jpg 248w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/10/dilarang-menatap-dan-bersiul-1-124x150.jpg 124w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/10/dilarang-menatap-dan-bersiul-1-768x929.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/10/dilarang-menatap-dan-bersiul-1-696x842.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/10/dilarang-menatap-dan-bersiul-1-1068x1292.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/10/dilarang-menatap-dan-bersiul-1-347x420.jpg 347w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/10/dilarang-menatap-dan-bersiul-1.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 846px) 100vw, 846px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Kemenag terbitkan aturan terkait bentuk kekerasan seksual, melalui Peraturan Menteri Agama (PMA) No. 73. Hal ini srbagai upaya penanganan dan pencegahan kekerasan seksual, yang di dalamnya terdapat 16 klasifikasi. Termasuk rayuan, siulan, lelucon, hingga menatap korban</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/10/dilarang-menatap-dan-bersiul-1-846x1024.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Menag Yaqut Terancam Digugat?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/infografis/menag-yaqut-terancam-digugat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R55]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 22 Dec 2021 01:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[Kemenag]]></category>
		<category><![CDATA[yaqut cholil qoumas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=86630</guid>

					<description><![CDATA[Dirjen Bimas Kemenag siap ajukan gugatan ke PTUN]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="885" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/01/infografis-Menag-Yaqut-Terancam-Digugat-885x1024.jpg" alt="" class="wp-image-86632" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/01/infografis-Menag-Yaqut-Terancam-Digugat-885x1024.jpg 885w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/01/infografis-Menag-Yaqut-Terancam-Digugat-259x300.jpg 259w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/01/infografis-Menag-Yaqut-Terancam-Digugat-130x150.jpg 130w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/01/infografis-Menag-Yaqut-Terancam-Digugat-768x889.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/01/infografis-Menag-Yaqut-Terancam-Digugat-696x806.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/01/infografis-Menag-Yaqut-Terancam-Digugat-1068x1236.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/01/infografis-Menag-Yaqut-Terancam-Digugat-363x420.jpg 363w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/01/infografis-Menag-Yaqut-Terancam-Digugat.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 885px) 100vw, 885px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Dirjen Bimas Kemenag siap ajukan gugatan ke PTUN</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/01/infografis-Menag-Yaqut-Terancam-Digugat-885x1024.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Kemenag, “Super Deal” Gus Yaqut?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/celoteh/kemenag-super-deal-gus-yaqut/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[A43]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 27 Oct 2021 00:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Kemenag]]></category>
		<category><![CDATA[Menteri Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Nahdlatul Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[NU]]></category>
		<category><![CDATA[yaqut cholil qoumas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=95897</guid>

					<description><![CDATA[Menag Gus Yaqut sempat sebut Kemenag sebagai hadiah untuk NU. Apakah Kemenag satu-satunya "super deal" di kabinet?]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Pernyataan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas (Gus Yaqut) yang mengatakan bahwa Kementerian Agama (Kemenag) adalah hadiah bagi Nahdlatul Ulama (NU) menuai kontroversi. Apakah benar Kemenag adalah “</strong><strong><em>super deal</em></strong><strong>” bagi Gus Yaqut?</strong></p>



<hr class="wp-block-separator is-style-wide"/>



<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.pinterpolitik.com/"><strong>PinterPolitik.com</strong></a></p>



<p class="has-drop-cap wp-block-paragraph">Bagi kita yang hidup di&nbsp;<em>universe</em>&nbsp;ini, khususnya bagi mereka yang tinggal di Indonesia, bulan Oktober pada tahun 2019 merupakan suatu waktu yang cukup menentukan. Bagaimana tidak? Pada bulan tersebut, pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) yang baru dibentuk – berisikan dengan wajah lama dan wajah baru yang menjadi sebuah kesatuan Kabinet Indonesia Maju, belum lagi apabila presiden memutuskan mengadakan&nbsp;<em>reshuffle</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pengumuman siapa saja menteri yang dipilih Jokowi kala itu pun dilakukan di depan Istana serta disiarkan secara langsung melalui saluran-saluran televisi nasional hingga&nbsp;<em>streaming platform</em>&nbsp;seperti YouTube. Bagaikan tontonan, pengumuman itu juga menentukan nasib negara dan bangsa ini ke depannya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, hal yang berbeda justru terjadi di Negara Indonesia dari&nbsp;<em>alternate universe</em>&nbsp;Bumi-45. Pasalnya, Presiden Joko lebih memilih untuk mengadakan kegiatan yang unik agar pengumuman menteri-menteri menjadi lebih&nbsp;<em>fun</em>.</p>



<hr class="wp-block-separator"/>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Joko</strong>: Selamat pagi, bapak dan ibu sekalian. Pada kesempatan hari ini, bapak dan ibu hadir di sini untuk menyaksikan “<em>super deal</em>” yang telah ditunggu-tunggu oleh bapak dan ibu sekalian.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Bowo</strong>: Wah, bisa aja nih Joko. Saya kemarin lawannya malah diundang ke sini.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Sandi</strong>: Ya, tidak apa-apa, Pak Bowo. Kan, lumayan kalau dapat hadiah&nbsp;<em>“super deal</em>”.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Yakut</strong>: Semoga saja saya yang dapat hadiah “<em>super deal</em>” itu. Semoga saja hadiahnya nanti bisa jadi kesempatan-kesempatan baru buat para Nahdliyin.</p>



<hr class="wp-block-separator"/>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca Juga:&nbsp;</strong><a href="https://www.pinterpolitik.com/in-depth/menag-yaqut-dan-amunisi-rahasia-pkb"><strong>Menag Yaqut dan Amunisi Rahasia PKB</strong></a></p>



<figure class="wp-block-image"><a href="https://www.instagram.com/p/CVcPIpqhkz3/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><img decoding="async" src="https://lh5.googleusercontent.com/z6fr3i_70Lip0n5CU2D7kCbKmvtESyLIh5UspCUZg0uo4oFekdIrZKGMx19CwsznNGYgoj-lxolJFG6XGqMtMKXRjmIj-KZ3bDwBOsIJBZTzlJJI4W1tjfmGvF-zkw" alt="Menag Yaqut Kado Hadiah NU"/></a></figure>



<hr class="wp-block-separator"/>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Mega</strong>: Hmm, Pak Joko ini juga ngapain ngundang saya? Kan, cukup anak buah saya aja, seperti Pak Yasonna dan Pak Juliari. Toh, saya sudah sibuk jadi Ketum. Sudah tua saya ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Zulkifli</strong>: Saya sih datang saja, Bu Mega. Barang kali saya juga dapat hadiah. Jangan bilang-bilang Pak Amien ya, Bu.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Joko</strong>: Hadiah-hadiah ini ada di balik tirai-tirai yang telah tersedia di sini. Setiap orang nanti akan mendapatkan giliran untuk membuka tirai hadiah untuk bapak dan ibu sekalian.</p>



<hr class="wp-block-separator"/>



<p class="wp-block-paragraph">Presiden Joko pun akhirnya memberikan masing-masing giliran mereka untuk membuka tirai. Ternyata, Pak Bowo mendapatkan hadiah berupa Menteri Pertahanan (Menhan). Tidak hanya Pak Bowo, Yakut pun senang karena ternyata mendapat “<em>super deal</em>” di Kementerian Agama (Kemenag).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meski sejumlah pihak mendapatkan hadiah yang diinginkan, Zulkifli ternyata mendapatkan tirai hadiah yang berisikan&nbsp;<em>zonk</em>. Namun, Zulkifli tetap yakin bahwa, di masa mendatang, hadiah itu akan ada di tangannya. “Jangan menyerah, kayak kata D’Masiv,” batin Zulkifli.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Joko pun senang bisa “berbagai” hadiah-hadiah di balik tirai tersebut. Namun, di balik itu semua, Joko sadar bahwa, pada akhirnya, “hadiah-hadiah” ini hanyalah kesenangan duniawi saja – dan tentunya bisa berpindah tangan di masa mendatang. Siapa tahu kan? (A43)</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca Juga:&nbsp;</strong><a href="https://www.pinterpolitik.com/celoteh/gus-yaqut-menag-pencetak-gol"><strong>Gus Yaqut, Menag Pencetak Gol?</strong></a></p>



<hr class="wp-block-separator is-style-wide"/>



<figure class="wp-block-embed is-type-rich is-provider-embed-handler wp-block-embed-embed-handler wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<div class="youtube-embed" data-video_id="CEU39hGvkSE"><iframe loading="lazy" title="NU diantara AS dan Tiongkok - Wawancara Bersama KH. Imron Rosyadi Hamid" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/CEU39hGvkSE?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe></div>
</div></figure>



<p class="wp-block-paragraph">► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di&nbsp;<a href="http://bit.ly/PinterPolitik"><strong>bit.ly/PinterPolitik</strong></a></p>



<figure class="wp-block-image"><a href="https://www.youtube.com/c/PinterPolitik/featured"><img decoding="async" src="https://www.pinterpolitik.com:8000/photos/shares/ytb%20membership-03.jpg" alt=""/></a></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di&nbsp;<strong><a href="http://bit.ly/ruang-publik">bit.ly/ruang-publik</a></strong>&nbsp;untuk informasi lebih lanjut.</p>



<figure class="wp-block-image"><a href="https://linktr.ee/PinterPublishing"><img decoding="async" src="https://www.pinterpolitik.com:8000/photos/shares/2021/3/ebook-promo-web-banner.jpg" alt=""/></a></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/Kemenag-Super-Deal-Gus-Yaqut-1024x683.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Menag Lekat dengan NU?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/infografis/menag-lekat-dengan-nu/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[K12]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 26 Oct 2021 09:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[Kemenag]]></category>
		<category><![CDATA[Menag Yaqut]]></category>
		<category><![CDATA[Nahdlatul Ulama]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=83796</guid>

					<description><![CDATA[]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="914" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/01/Menag-Lekat-dengan-NU-914x1024.jpg" alt="" class="wp-image-83672" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/01/Menag-Lekat-dengan-NU-914x1024.jpg 914w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/01/Menag-Lekat-dengan-NU-268x300.jpg 268w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/01/Menag-Lekat-dengan-NU-134x150.jpg 134w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/01/Menag-Lekat-dengan-NU-768x860.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/01/Menag-Lekat-dengan-NU-696x780.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/01/Menag-Lekat-dengan-NU-1068x1197.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/01/Menag-Lekat-dengan-NU-375x420.jpg 375w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/01/Menag-Lekat-dengan-NU.jpg 1113w" sizes="auto, (max-width: 914px) 100vw, 914px" /><figcaption>Gus Yaqut luruskan pernyataan Menag hadiah negara untuk NU</figcaption></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/01/Menag-Lekat-dengan-NU-914x1024.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Akhirnya Indonesia Boleh Umrah</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/infografis/akhirnya-indonesia-boleh-umrah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R55]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 27 Jul 2021 09:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Kemenag]]></category>
		<category><![CDATA[umroh]]></category>
		<category><![CDATA[yaqut cholil qoumas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=98558</guid>

					<description><![CDATA[]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="885" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/infografis-Akhirnya-Indonesia-Boleh-Umrah-885x1024.jpg" alt="" class="wp-image-98548" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/infografis-Akhirnya-Indonesia-Boleh-Umrah-885x1024.jpg 885w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/infografis-Akhirnya-Indonesia-Boleh-Umrah-259x300.jpg 259w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/infografis-Akhirnya-Indonesia-Boleh-Umrah-130x150.jpg 130w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/infografis-Akhirnya-Indonesia-Boleh-Umrah-768x889.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/infografis-Akhirnya-Indonesia-Boleh-Umrah-696x806.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/infografis-Akhirnya-Indonesia-Boleh-Umrah-1068x1236.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/infografis-Akhirnya-Indonesia-Boleh-Umrah-363x420.jpg 363w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/infografis-Akhirnya-Indonesia-Boleh-Umrah.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 885px) 100vw, 885px" /></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/infografis-Akhirnya-Indonesia-Boleh-Umrah-885x1024.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Kemenag Pakai VPN, Buat Apa?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/celoteh/kemenag-pakai-vpn-buat-apa/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[F46]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 Jul 2020 05:00:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[anggaran negara]]></category>
		<category><![CDATA[Kemenag]]></category>
		<category><![CDATA[Kementerian Agama]]></category>
		<category><![CDATA[penyelewengan anggaran]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=80467</guid>

					<description><![CDATA[“In politics as in religion it is equal” – Alexander Hamilton, Negarawan Amerika Serikat PinterPolitik.com Segala kebingungan di wilayah Kementerian Agama (Kemenag) memang kagak ada habisnya. Dulu sempat ada kasak-kusuk korupsi pengadaan Alquran, terus ada kasus jual beli jabatan, kemudian geger soal dana haji. Eh, lha kok sekarang timbul masalah lagi? Adalah masalah penganggaran 2021 [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>“In politics as in religion it is equal” – Alexander Hamilton, Negarawan Amerika Serikat</strong></h4>
<hr>
<p><span style="color: #cedb2a;">PinterPolitik.com</span></p>
<p><span class="dropcap dropcap2">S</span>egala kebingungan di wilayah Kementerian Agama (Kemenag) memang kagak ada habisnya. Dulu sempat ada kasak-kusuk korupsi pengadaan Alquran, terus ada kasus jual beli jabatan, kemudian geger soal dana haji. <em>Eh</em>, <em>lha</em> kok sekarang timbul masalah lagi? Adalah masalah penganggaran 2021 yang mencantumkan dana buat pengadaan <em>Virtual Private Network</em> atau VPN.</p>
<p><em>Mimin</em> yakin <em>nih</em> kita yang milenial sudah <em>nggak</em> asing dengan aplikasi satu ini. Pasalnya, sudah dari dulu <em>ngetren</em> – terutama buat dipakai untuk membuka situs yang diblokir.</p>
<p>Nah, pengalaman masa lalu itu sampai-sampai membuat Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) meminta warga negara supaya waspada. Sebab ternyata nih, <em>cuy</em>, VPN <em>nggak</em> hanya bahaya buat membuka situs <em>ngawur</em>, melainkan juga tidak aman untuk urusan privasi data kita.</p>
<p>Kalau soal situs <em>ngawur</em>, <strong><a href="https://m.kumparan.com/amp/kumparannews/anggota-dpr-heran-ada-biaya-vpn-di-anggaran-kemenag-2021-untuk-apa-1tgk4rsO9Wd/" rel="nofollow">Wakil Ketua Komisi</a></strong> VII DPR RI Ihsan juga mengkhawatirkan hal itu. Sampai-sampai, ketika rapat dengan Menteri Agama (Menag), doi bilang, “kalau mau buka situs porno itu pakai VPN.”.</p>
<p>Ya, meski pihak Kemenag menjamin bahwa VPN tidak akan digunakan sejauh kekhawatiran Pak Ihsan, masalah yang timbul selanjutnya adalah aman <em>ngga nih</em> VPN buat data lembaga? Secara, kalau Kominfo sudah <em>ngasih</em> <em>warning</em>tandanya memang bahaya. Lagian, alasan Kemenag yang bilang bahwa VPN ini cuma buat menyinkronkan tugas pokok dan fungsi antara pusat dengan daerah juga agak aneh <em>sih</em>.</p>
<blockquote class="instagram-media" data-instgrm-captioned data-instgrm-permalink="https://www.instagram.com/p/CCFOcsBFkyY/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" data-instgrm-version="12" style=" background:#FFF; border:0; border-radius:3px; box-shadow:0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width:658px; min-width:326px; padding:0; width:99.375%; width:-webkit-calc(100% - 2px); width:calc(100% - 2px);">
<div style="padding:16px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/CCFOcsBFkyY/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" background:#FFFFFF; line-height:0; padding:0 0; text-align:center; text-decoration:none; width:100%;" target="_blank"> </p>
<div style=" display: flex; flex-direction: row; align-items: center;">
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 40px; margin-right: 14px; width: 40px;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center;">
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 100px;"></div>
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 60px;"></div>
</div>
</div>
<div style="padding: 19% 0;"></div>
<div style="display:block; height:50px; margin:0 auto 12px; width:50px;"><svg width="50px" height="50px" viewBox="0 0 60 60" version="1.1" xmlns="https://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="https://www.w3.org/1999/xlink"><g stroke="none" stroke-width="1" fill="none" fill-rule="evenodd"><g transform="translate(-511.000000, -20.000000)" fill="#000000"><g><path d="M556.869,30.41 C554.814,30.41 553.148,32.076 553.148,34.131 C553.148,36.186 554.814,37.852 556.869,37.852 C558.924,37.852 560.59,36.186 560.59,34.131 C560.59,32.076 558.924,30.41 556.869,30.41 M541,60.657 C535.114,60.657 530.342,55.887 530.342,50 C530.342,44.114 535.114,39.342 541,39.342 C546.887,39.342 551.658,44.114 551.658,50 C551.658,55.887 546.887,60.657 541,60.657 M541,33.886 C532.1,33.886 524.886,41.1 524.886,50 C524.886,58.899 532.1,66.113 541,66.113 C549.9,66.113 557.115,58.899 557.115,50 C557.115,41.1 549.9,33.886 541,33.886 M565.378,62.101 C565.244,65.022 564.756,66.606 564.346,67.663 C563.803,69.06 563.154,70.057 562.106,71.106 C561.058,72.155 560.06,72.803 558.662,73.347 C557.607,73.757 556.021,74.244 553.102,74.378 C549.944,74.521 548.997,74.552 541,74.552 C533.003,74.552 532.056,74.521 528.898,74.378 C525.979,74.244 524.393,73.757 523.338,73.347 C521.94,72.803 520.942,72.155 519.894,71.106 C518.846,70.057 518.197,69.06 517.654,67.663 C517.244,66.606 516.755,65.022 516.623,62.101 C516.479,58.943 516.448,57.996 516.448,50 C516.448,42.003 516.479,41.056 516.623,37.899 C516.755,34.978 517.244,33.391 517.654,32.338 C518.197,30.938 518.846,29.942 519.894,28.894 C520.942,27.846 521.94,27.196 523.338,26.654 C524.393,26.244 525.979,25.756 528.898,25.623 C532.057,25.479 533.004,25.448 541,25.448 C548.997,25.448 549.943,25.479 553.102,25.623 C556.021,25.756 557.607,26.244 558.662,26.654 C560.06,27.196 561.058,27.846 562.106,28.894 C563.154,29.942 563.803,30.938 564.346,32.338 C564.756,33.391 565.244,34.978 565.378,37.899 C565.522,41.056 565.552,42.003 565.552,50 C565.552,57.996 565.522,58.943 565.378,62.101 M570.82,37.631 C570.674,34.438 570.167,32.258 569.425,30.349 C568.659,28.377 567.633,26.702 565.965,25.035 C564.297,23.368 562.623,22.342 560.652,21.575 C558.743,20.834 556.562,20.326 553.369,20.18 C550.169,20.033 549.148,20 541,20 C532.853,20 531.831,20.033 528.631,20.18 C525.438,20.326 523.257,20.834 521.349,21.575 C519.376,22.342 517.703,23.368 516.035,25.035 C514.368,26.702 513.342,28.377 512.574,30.349 C511.834,32.258 511.326,34.438 511.181,37.631 C511.035,40.831 511,41.851 511,50 C511,58.147 511.035,59.17 511.181,62.369 C511.326,65.562 511.834,67.743 512.574,69.651 C513.342,71.625 514.368,73.296 516.035,74.965 C517.703,76.634 519.376,77.658 521.349,78.425 C523.257,79.167 525.438,79.673 528.631,79.82 C531.831,79.965 532.853,80.001 541,80.001 C549.148,80.001 550.169,79.965 553.369,79.82 C556.562,79.673 558.743,79.167 560.652,78.425 C562.623,77.658 564.297,76.634 565.965,74.965 C567.633,73.296 568.659,71.625 569.425,69.651 C570.167,67.743 570.674,65.562 570.82,62.369 C570.966,59.17 571,58.147 571,50 C571,41.851 570.966,40.831 570.82,37.631"></path></g></g></g></svg></div>
<div style="padding-top: 8px;">
<div style=" color:#3897f0; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:550; line-height:18px;"> View this post on Instagram</div>
</div>
<div style="padding: 12.5% 0;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: row; margin-bottom: 14px; align-items: center;">
<div>
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(0px) translateY(7px);"></div>
<div style="background-color: #F4F4F4; height: 12.5px; transform: rotate(-45deg) translateX(3px) translateY(1px); width: 12.5px; flex-grow: 0; margin-right: 14px; margin-left: 2px;"></div>
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(9px) translateY(-18px);"></div>
</div>
<div style="margin-left: 8px;">
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 20px; width: 20px;"></div>
<div style=" width: 0; height: 0; border-top: 2px solid transparent; border-left: 6px solid #f4f4f4; border-bottom: 2px solid transparent; transform: translateX(16px) translateY(-4px) rotate(30deg)"></div>
</div>
<div style="margin-left: auto;">
<div style=" width: 0px; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-right: 8px solid transparent; transform: translateY(16px);"></div>
<div style=" background-color: #F4F4F4; flex-grow: 0; height: 12px; width: 16px; transform: translateY(-4px);"></div>
<div style=" width: 0; height: 0; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-left: 8px solid transparent; transform: translateY(-4px) translateX(8px);"></div>
</div>
</div>
<p></a> </p>
<p style=" margin:8px 0 0 0; padding:0 4px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/CCFOcsBFkyY/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" color:#000; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px; text-decoration:none; word-wrap:break-word;" target="_blank">Wah para aktivis disebut alami peretasan #aktivis #peretasan #sadap #penyadapan #corona #coronavirus #covid19 #pandemicorona #jagajarak #cegahcorona #cucitangan #stayhealth #pakemasker #infografis #politik #politikindonesia #pinterpolitik</a></p>
<p style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px; margin-bottom:0; margin-top:8px; overflow:hidden; padding:8px 0 7px; text-align:center; text-overflow:ellipsis; white-space:nowrap;">A post shared by <a href="https://www.instagram.com/pinterpolitik/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px;" target="_blank"> PinterPolitik.com</a> (@pinterpolitik) on <time style=" font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px;" datetime="2020-07-01T01:50:43+00:00">Jun 30, 2020 at 6:50pm PDT</time></p>
</div>
</blockquote>
<p><script async src="//www.instagram.com/embed.js"></script></p>
<p>Lagian nih kalau mau ditelisik, anggaran bermiliar-miliar itu juga mengkhawatirkan. Mimin takut <em>aja</em> kalau sampai terbegal di tengah jalan. Bukan apa sih, tapi kalian paham kan watak birokrasi Indonesia kayak <em>gimana</em>. Lebih-lebih Kemenag yang punya catatan merah di hati para pemirsa siaran berita. <em>Hehehe</em>.</p>
<p>Sekali lagi, ini bukannya mimin ragu dengan niat pemerintah. Itu baik kok kalau dipakai buat memudahkan pekerjaan. Namun, tidakkah berlebihan apabila soal mempermudah pekerjaan harus merogoh kocek untuk memakai aplikasi yang tidak dianjurkan oleh lembaga kredibel sekelas Kominfo.</p>
<p>Jujur saja, kita semua <em>nggak pengen</em> kan kejadian koruptif di Kemenag menemukan kesempatan untuk lahir kembali lewat korupsi pengadaan sesuatu yang tidak terlalu signifikan? Serius <em>deh</em> <em>mimin</em> masih trauma.</p>
<p>Terakhir, biar paham, dulu Menag pertama KH. A. Wahid Hasyim pernah bilang bahwa jangan pernah meremehkan sesuatu yang tampak lemah. Jadi, Kemenag mohon jangan meremehkan soal ini ya. (F46)</p>
<p><iframe loading="lazy" title="Fahri Hamzah dan Jalan Politik Partai Gelora" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/xJyQEncvux8?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe></p>
<p>► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di&nbsp;<a href="http://bit.ly/PinterPolitik"><strong>bit.ly/PinterPolitik</strong></a></p>
<p>Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di&nbsp;<strong><a href="http://bit.ly/ruang-publik">bit.ly/ruang-publik</a></strong>&nbsp;untuk informasi lebih lanjut.</p>
<p><a href="http://bit.ly/ruang-publik"><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-large wp-image-61983" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-1024x132.jpg" alt="" width="696" height="90" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-1024x132.jpg 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-300x39.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-768x99.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-696x90.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-1068x138.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-1920x248.jpg 1920w" sizes="auto, (max-width: 696px) 100vw, 696px" /></a></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2020/07/Menag-Fahcrul-Razi.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Menyoal Kemenag Batalkan Haji 2020</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/celoteh/menyoal-kemenag-batalkan-haji-2020/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[F46]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 04 Jun 2020 00:00:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Corona]]></category>
		<category><![CDATA[Covid-19]]></category>
		<category><![CDATA[Dana Haji]]></category>
		<category><![CDATA[Haji]]></category>
		<category><![CDATA[Haji dan Umrah]]></category>
		<category><![CDATA[ibadah haji]]></category>
		<category><![CDATA[Kemenag]]></category>
		<category><![CDATA[Kementerian Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Menteri Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Virus Corona]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=79239</guid>

					<description><![CDATA[“Pilgrims bear witness at all the stations” – Lupe Fiasco, penyanyi rap asal Amerika Serikat (AS) PinterPolitik.com Membahas soal haji ini, mimin agak was-was sih sebenarnya. Secara, ini urusannya bukan cuma duniawi saja tetapiada unsur transendentalnya juga. Apalagi, kalau sudah menyentuh lembaga resmi pemerintahnya – dalam hal ini Kementerian Agama (Kemenag). Haduh, pusing deh. Soalnya, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>“</strong><strong>Pilgrims bear wit</strong><strong>ness at all the stations</strong><strong>”</strong> <strong>–</strong><strong> Lupe </strong><strong>Fiasco, penyany</strong><strong>i rap asal Amerika Serikat (AS)</strong></h4>
<hr>
<p><span style="color: #cedb2a;">PinterPolitik.com</span></p>
<p><span class="dropcap dropcap2">M</span>embahas soal haji ini, <em>mimin</em> agak was-was sih sebenarnya. Secara, ini urusannya bukan cuma duniawi saja tetapiada unsur transendentalnya juga. Apalagi, kalau sudah menyentuh lembaga resmi pemerintahnya – dalam hal ini Kementerian Agama (Kemenag).</p>
<p><em>H</em><em>aduh</em>, pusing <em>deh</em>. Soalnya, meski guru <em>ngaji</em> <em>mimin</em> zaman dulu pernah bilang, &#8220;Jangan sampai mengambil keuntungan yang membabi-buta dalam urusan agama,&#8221; tetapi perilaku Kemenag justru dinilai kerap menimbulkan masalah.</p>
<p>Perisitiwa di tahun-tahun lalu juga mendukung penilaian itu, kan – mulai korupsi pengadaan bantuan sampai isi stok jabatan. Ini membuat tidak hanya manusia yang bingung, melainkan juga malaikat yang repot. <em>Hehe</em>.</p>
<p>Kembali lagi ke soal haji, Indonesia lewat Kemenag telah mengambil keputusan untuk meniadakan pemberangkatan ibadah haji tahun ini, <em>cuy</em>. Menyusul dengan keputusan itu, sebelum ditanya yang aneh-aneh soal duit haji tahun ini di-ke-mana-kan, Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) langsung secepat kilat melempar pernyataan bahwa dana tersebut akan dimanfaatkan buat stabilisasi nilai tukar rupiah. Wow.</p>
<p>Sontak saja, rencana mengalihkan penggunaan uang itu segera mendapat sindiran dari banyak orang. Salah satunyadatang dari si kritikus handal di bidang ekonomi, yakni <strong><a href="https://indonews.id/artikel/30071/Dana-Haji-untuk-Perkuat-Rupiah-Rizal-Ramli-Pemerintah-Sudah-Kehabisan-Ide/" rel="nofollow">Rizal Ramli</a></strong>.</p>
<p>Begini kurang lebih kritiknya, &#8220;Bener-bener sudah kehabisan ide, Dana Haji dipakai untuk penggunaan berisiko <em>support</em> rupiah. Payah deh,” dalam akun twitter @RamliRizal. Wah, <em>savage</em> banget <em>nih</em>. Seakan-akan, haji ini jadi sapi perah rupiah. Apakah Menteri Agama (Menag) jadi <em>bamper</em> Menteri Keuangan (Menkeu) yang bingung cari uang?</p>
<blockquote class="instagram-media" data-instgrm-captioned data-instgrm-permalink="https://www.instagram.com/p/CAeOGf0JElF/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" data-instgrm-version="12" style=" background:#FFF; border:0; border-radius:3px; box-shadow:0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width:658px; min-width:326px; padding:0; width:99.375%; width:-webkit-calc(100% - 2px); width:calc(100% - 2px);">
<div style="padding:16px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/CAeOGf0JElF/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" background:#FFFFFF; line-height:0; padding:0 0; text-align:center; text-decoration:none; width:100%;" target="_blank"> </p>
<div style=" display: flex; flex-direction: row; align-items: center;">
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 40px; margin-right: 14px; width: 40px;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center;">
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 100px;"></div>
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 60px;"></div>
</div>
</div>
<div style="padding: 19% 0;"></div>
<div style="display:block; height:50px; margin:0 auto 12px; width:50px;"><svg width="50px" height="50px" viewBox="0 0 60 60" version="1.1" xmlns="https://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="https://www.w3.org/1999/xlink"><g stroke="none" stroke-width="1" fill="none" fill-rule="evenodd"><g transform="translate(-511.000000, -20.000000)" fill="#000000"><g><path d="M556.869,30.41 C554.814,30.41 553.148,32.076 553.148,34.131 C553.148,36.186 554.814,37.852 556.869,37.852 C558.924,37.852 560.59,36.186 560.59,34.131 C560.59,32.076 558.924,30.41 556.869,30.41 M541,60.657 C535.114,60.657 530.342,55.887 530.342,50 C530.342,44.114 535.114,39.342 541,39.342 C546.887,39.342 551.658,44.114 551.658,50 C551.658,55.887 546.887,60.657 541,60.657 M541,33.886 C532.1,33.886 524.886,41.1 524.886,50 C524.886,58.899 532.1,66.113 541,66.113 C549.9,66.113 557.115,58.899 557.115,50 C557.115,41.1 549.9,33.886 541,33.886 M565.378,62.101 C565.244,65.022 564.756,66.606 564.346,67.663 C563.803,69.06 563.154,70.057 562.106,71.106 C561.058,72.155 560.06,72.803 558.662,73.347 C557.607,73.757 556.021,74.244 553.102,74.378 C549.944,74.521 548.997,74.552 541,74.552 C533.003,74.552 532.056,74.521 528.898,74.378 C525.979,74.244 524.393,73.757 523.338,73.347 C521.94,72.803 520.942,72.155 519.894,71.106 C518.846,70.057 518.197,69.06 517.654,67.663 C517.244,66.606 516.755,65.022 516.623,62.101 C516.479,58.943 516.448,57.996 516.448,50 C516.448,42.003 516.479,41.056 516.623,37.899 C516.755,34.978 517.244,33.391 517.654,32.338 C518.197,30.938 518.846,29.942 519.894,28.894 C520.942,27.846 521.94,27.196 523.338,26.654 C524.393,26.244 525.979,25.756 528.898,25.623 C532.057,25.479 533.004,25.448 541,25.448 C548.997,25.448 549.943,25.479 553.102,25.623 C556.021,25.756 557.607,26.244 558.662,26.654 C560.06,27.196 561.058,27.846 562.106,28.894 C563.154,29.942 563.803,30.938 564.346,32.338 C564.756,33.391 565.244,34.978 565.378,37.899 C565.522,41.056 565.552,42.003 565.552,50 C565.552,57.996 565.522,58.943 565.378,62.101 M570.82,37.631 C570.674,34.438 570.167,32.258 569.425,30.349 C568.659,28.377 567.633,26.702 565.965,25.035 C564.297,23.368 562.623,22.342 560.652,21.575 C558.743,20.834 556.562,20.326 553.369,20.18 C550.169,20.033 549.148,20 541,20 C532.853,20 531.831,20.033 528.631,20.18 C525.438,20.326 523.257,20.834 521.349,21.575 C519.376,22.342 517.703,23.368 516.035,25.035 C514.368,26.702 513.342,28.377 512.574,30.349 C511.834,32.258 511.326,34.438 511.181,37.631 C511.035,40.831 511,41.851 511,50 C511,58.147 511.035,59.17 511.181,62.369 C511.326,65.562 511.834,67.743 512.574,69.651 C513.342,71.625 514.368,73.296 516.035,74.965 C517.703,76.634 519.376,77.658 521.349,78.425 C523.257,79.167 525.438,79.673 528.631,79.82 C531.831,79.965 532.853,80.001 541,80.001 C549.148,80.001 550.169,79.965 553.369,79.82 C556.562,79.673 558.743,79.167 560.652,78.425 C562.623,77.658 564.297,76.634 565.965,74.965 C567.633,73.296 568.659,71.625 569.425,69.651 C570.167,67.743 570.674,65.562 570.82,62.369 C570.966,59.17 571,58.147 571,50 C571,41.851 570.966,40.831 570.82,37.631"></path></g></g></g></svg></div>
<div style="padding-top: 8px;">
<div style=" color:#3897f0; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:550; line-height:18px;"> View this post on Instagram</div>
</div>
<div style="padding: 12.5% 0;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: row; margin-bottom: 14px; align-items: center;">
<div>
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(0px) translateY(7px);"></div>
<div style="background-color: #F4F4F4; height: 12.5px; transform: rotate(-45deg) translateX(3px) translateY(1px); width: 12.5px; flex-grow: 0; margin-right: 14px; margin-left: 2px;"></div>
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(9px) translateY(-18px);"></div>
</div>
<div style="margin-left: 8px;">
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 20px; width: 20px;"></div>
<div style=" width: 0; height: 0; border-top: 2px solid transparent; border-left: 6px solid #f4f4f4; border-bottom: 2px solid transparent; transform: translateX(16px) translateY(-4px) rotate(30deg)"></div>
</div>
<div style="margin-left: auto;">
<div style=" width: 0px; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-right: 8px solid transparent; transform: translateY(16px);"></div>
<div style=" background-color: #F4F4F4; flex-grow: 0; height: 12px; width: 16px; transform: translateY(-4px);"></div>
<div style=" width: 0; height: 0; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-left: 8px solid transparent; transform: translateY(-4px) translateX(8px);"></div>
</div>
</div>
<p></a> </p>
<p style=" margin:8px 0 0 0; padding:0 4px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/CAeOGf0JElF/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" color:#000; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px; text-decoration:none; word-wrap:break-word;" target="_blank">Harap-harap cemas jemaah haji Indonesia #jemaahhaji #haji #ibadahhaji #arabsaudi #coronavirus #covid19 #pandemicorona #jagajarak #cegahcorona #tidakmudik #dirumahaja #cucitangan #tetapsehat #pakaimasker #politik #politikindonesia #pinterpolitik</a></p>
<p style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px; margin-bottom:0; margin-top:8px; overflow:hidden; padding:8px 0 7px; text-align:center; text-overflow:ellipsis; white-space:nowrap;">A post shared by <a href="https://www.instagram.com/pinterpolitik/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px;" target="_blank"> PinterPolitik.com</a> (@pinterpolitik) on <time style=" font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px;" datetime="2020-05-22T01:45:54+00:00">May 21, 2020 at 6:45pm PDT</time></p>
</div>
</blockquote>
<p><script async src="//www.instagram.com/embed.js"></script></p>
<p>Menurut <em>mimin</em> <em>sih</em>, memang pantas kok kalau orang lantas mengelus dada lihat perilaku Kemenag ini. <em>Mimin</em> saja <em>nih</em>sampai heran.</p>
<p>Padahal, dulu pas <em>mimin</em> <em>ngaji</em>, ustaz <em>mimin</em> bilang begini, &#8220;Uang untuk ibadah haji ini sakral. Pamali kalau dipakai untuk urusan lain&#8221;. Dan sekarang, jujur, <em>mimin</em> takut kalau pamali itu sedang mengintai kita (ya kali kita, Kemenag saja lah).</p>
<p>Benar sih kalau dilihat dari kronologi peniadaan ibadah haji <em>tuh</em> kayak ada yang janggal. Jadi, wajarlah kalau orang-orang berpikir seperti Pak Rizal Ramli, bahwa peniadaan ini jangan-jangan cuma akal-akalan pemerintah buat menutup rupiah yang tepar dan bukan sebab yang lain.</p>
<p>Lagian, pihak Arab Saudi kabarnya juga belum memastikan antara bisa atau tidaknya didatangi rombongan haji dari negara luar. Seharusnya, sebab urusan haji ini sangat sensitif, bisa kali para petinggi negara menahan diri agar tidak memutuskan sesuatunya sebelum ada kepastian dari pihak Arab Saudi.</p>
<p><em>Mbokyo</em>, kalau mau bertindak apalagi mengenai hajat hidup orang banyak bermusyawarahlah dulu. <em>Lha, </em>kok malah Menag sebagai penanggungjawab <em>nih</em> belum musyawarah dengan lembaga negara yang lain – yakni Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) – malah sudah <strong><a href="https://www.merdeka.com/peristiwa/putuskan-batalkan-haji-2020-tanpa-konsultasi-dpr-menag-dinilai-langgar-uu.html">serobot keputusan</a></strong>.</p>
<p>Sudah ya. <em>M</em><em>imin</em> cukupkan tulisan tentang haji ini. <em>Gak</em> tega, <em>cuy, </em>kalau membayangkan bagaimana perasaan orang-orang tua di kampung-kampung yang bertahun-tahun menaruh harap agar bisa segera mencium Kakbah di tahun ini. Mari kita berdoa semoga mereka bisa berangkat haji secepatnya. (F46)</p>
<p><iframe loading="lazy" title="Konspirasi Bank Swiss Hanya Mitos?" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/nlXi6wGE0HE?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe></p>
<p>► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di&nbsp;<a href="http://bit.ly/PinterPolitik"><strong>bit.ly/PinterPolitik</strong></a></p>
<p>Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di&nbsp;<strong><a href="http://bit.ly/ruang-publik">bit.ly/ruang-publik</a></strong>&nbsp;untuk informasi lebih lanjut.</p>
<p><a href="http://bit.ly/ruang-publik"><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-large wp-image-61983" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-1024x132.jpg" alt="" width="696" height="90" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-1024x132.jpg 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-300x39.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-768x99.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-696x90.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-1068x138.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-1920x248.jpg 1920w" sizes="auto, (max-width: 696px) 100vw, 696px" /></a></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2020/06/Menag-Fachrul-Razi-.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
