<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>Kekayaan Sandiaga Uno &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/kekayaan-sandiaga-uno/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Tue, 21 Jan 2020 12:24:30 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>Kekayaan Sandiaga Uno &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Sandi, Lawan Anies di 2024?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/in-depth/sandi-lawan-anies-di-2024/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[H57]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Jan 2020 12:24:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nalar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Anies-Sandi]]></category>
		<category><![CDATA[BPN Prabowo Sandi]]></category>
		<category><![CDATA[Cawapres Sandiaga Uno]]></category>
		<category><![CDATA[Kampanye Sandiaga]]></category>
		<category><![CDATA[Kekayaan Sandiaga Uno]]></category>
		<category><![CDATA[NASAIN]]></category>
		<category><![CDATA[Prabowo-Sandi]]></category>
		<category><![CDATA[sandi]]></category>
		<category><![CDATA[Sandi Effect]]></category>
		<category><![CDATA[Sandi vs Susi]]></category>
		<category><![CDATA[Sandiaga]]></category>
		<category><![CDATA[Sandiaga Juru Kampanye]]></category>
		<category><![CDATA[Sandiaga Salahuddin Uno]]></category>
		<category><![CDATA[Sandiaga Uno]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=72392</guid>

					<description><![CDATA[Baru berselang 3 bulan pelantikan presiden dan wakil presiden, kini sudah bermunculan wacana calon yang akan bertarung di Pemilihan Presiden (Pilpres) pada 2024 mendatang. Banyak yang menilai wacana tersebut masih terlalu dini, namun sebagian pihak justru melihatnya sebagai hal yang wajar. Lalu, apa yang bisa dimaknai di balik menguatnya nama Sandiaga Uno yang disebut bakal [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>Baru berselang 3 bulan pelantikan presiden dan wakil presiden, kini sudah bermunculan wacana calon yang akan bertarung di Pemilihan Presiden (Pilpres) pada 2024 mendatang. Banyak yang menilai wacana tersebut masih terlalu dini, namun sebagian pihak justru melihatnya sebagai hal yang wajar. Lalu, apa yang bisa dimaknai di balik menguatnya nama Sandiaga Uno yang disebut bakal menjadi calon presiden terkuat di 2024?</strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #cedb2a"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p><span class="dropcap dropcap2">B</span>erawal dari pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang <strong><a href="https://www.cnnindonesia.com/nasional/20200115133758-32-465563/jokowi-wanti-wanti-sandiaga-uno-bisa-jadi-presiden-2024">menyinggung</a></strong> Sandi sebagai sosok yang bakal menggantikan posisinya kelak, seketika itu nama mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu tiba-tiba terangkat dan menjadi perbincangan publik.</p>
<p>Beragam spekulasi pun mulai berseliweran merespons pernyataan Jokowi tersebut. Ada yang menganggapnya hanya sebatas candaan, namun tak sedikit pihak yang mengaitkannya sebagai sinyal dukungan Jokowi terhadap mantan calon wakil presiden itu.</p>
<p>Namun, sampai sekarang publik masih diselimuti rasa penasaran, mengapa tiba-tiba Jokowi melontarkan wacana tersebut?</p>
<p>Apalagi Pemilu untuk Presiden dan Wakil Presiden masih sangat lama. Tak hanya itu, yang membuat wacana ini menjadi serius, tak lain, lantaran yang mengungkapkan pernyataan tersebut adalah presiden sendiri – figur yang hampir setiap tarikan nafasnya pasti jadi perhatian publik.</p>
<p>Memang betul, bahwa dalam politik tak satu pun yang bisa menebak hasil akhir dengan tepat. Tapi, seperti kata Franklin Delano Roosevelt, hampir tak ada yang terjadi secara kebetulan dalam politik. Jika sesuatu terjadi, maka pastilah ia direncanakan sejak awal.</p>
<p>Merujuk pada pernyataan Roosevelt, boleh jadi apa yang diucapkan Jokowi merupakan bagian dari skenario politik itu sendiri dalam kaitannya dengan kalkulasi politik pada Pilpres 2024 mendatang. Dengan demikian, pernyataan Jokowi yang terkesan “dadakan” itu boleh jadi mengandung sejumlah makna yang perlu ditafsirkan lebih jauh.</p>
<p>Melihat banyak yang masih penasaran akan hal itu, penting untuk mempertanyakan, ada apa dengan Sandi sehingga Jokowi tiba-tiba memunculkan namanya sebagai sosok pengganti dirinya?­</p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-72360" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2020/01/Infografis-Papa-Online-For-2024_-01.jpg" alt="" width="768" height="925" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2020/01/Infografis-Papa-Online-For-2024_-01.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2020/01/Infografis-Papa-Online-For-2024_-01-249x300.jpg 249w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2020/01/Infografis-Papa-Online-For-2024_-01-696x838.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2020/01/Infografis-Papa-Online-For-2024_-01-349x420.jpg 349w" sizes="(max-width: 768px) 100vw, 768px" /></p>
<h4><strong>Mengapa Sandi Dimunculkan?</strong></h4>
<p>Banyak pertanyaan yang bermunculan usai menyeruak wacana pasca nama Sandi disebut oleh Jokowi. Di antara ceceran pertanyaan itu, ada yang sampai sekarang masih penasaran, mengapa Sandi dan bukan figur lain yang di­-<em>endorse</em> Jokowi?</p>
<p>Padahal, kalau dilihat, masih banyak figur yang namanya tak kalah populer. Sebut saja ada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Menteri BUMN Erick Thohir, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Ketua Umum Golkar Airlangga Hartaro, Ketua DPR RI Puan Maharani, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Gatot Nurmantyo, bahkan termasuk Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto.</p>
<p>Menariknya, selain Jokowi, beberapa figur penting lainnya juga memandang Sandi memiliki kans cukup besar untuk memenangkan kontestasi Pilpres 2024. Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Budi Gunawan misalnya, <strong><a href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20200119215701-4-131104/jokowi-hingga-bg-sebut-sandi-layak-jadi-capres-2024-ada-apa/2">melihat</a></strong> sosok Sandi sangat berpeluang mengambil kursi RI-1 pada gelaran Pilpres mendatang.</p>
<p>Budi mengaku Sandi merupakan sosok yang paling digandrungi “emak-emak” dan generasi milenial saat ini. Fakta tersebut tidak bisa dinafikan, setelah menyaksikan besarnya dukungan kedua kelompok terhadap pasangan Prabowo-Sandiaga pada perhelatan Pilpres 2019.</p>
<p>Sosoknya yang masih muda dan tampan juga menjadi alasan di balik besarnya dukungan para ibu-ibu  atau emak-emak terhadap pengusaha sukses yang namanya sempat tercatat sebagai salah satu di antara 40 orang terkaya versi majalah <em>Forbes</em> itu.</p>
<p>Komentar atas peluang Sandi juga datang dari politisi Gerindra, Fadli Zon. Ia menyebut Sandi sebagai sosok yang cukup <strong><a href="https://www.liputan6.com/news/read/4160096/prabowo-sebut-sandiaga-uno-berpeluang-maju-capres-2024">berpengalaman</a></strong>, baik di bidang bisnis maupun politik. Terlebih, pengalamannya pada Pilpres 2019, diakui memberikan banyak bekal dan pengalaman untuk menyingkirkan rivalnya di kontestasi elektoral mendatang.</p>
<p>Barangkali atas alasan itu pula, peneliti dari Lowy Institute Australia, Ben Bland sampai <strong><a href="https://theaseanpost.com/article/sandiaga-uno-loser-winner">menyebut</a></strong> modal sosial dan politik yang didapatkan Sandi atas pengalamannya di Pilpres 2019 silam, memberikannya peluang cukup besar untuk meraih kursi presiden pada Pemilu 2024.</p>
<p>Pertanyaannya, benarkah Sandi memiliki peluang besar untuk menggeser para pesaingnya di pergelaran Pilpres 2024? Adakah pesan lain yang mesti diinterpretasi di balik pemunculan namanya?</p>
<p><img decoding="async" class="size-full wp-image-72273" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2020/01/Infografis-Menyoal-Sandi-dan-2024-01.jpg" alt="" width="768" height="768" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2020/01/Infografis-Menyoal-Sandi-dan-2024-01.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2020/01/Infografis-Menyoal-Sandi-dan-2024-01-150x150.jpg 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2020/01/Infografis-Menyoal-Sandi-dan-2024-01-300x300.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2020/01/Infografis-Menyoal-Sandi-dan-2024-01-696x696.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2020/01/Infografis-Menyoal-Sandi-dan-2024-01-420x420.jpg 420w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2020/01/Infografis-Menyoal-Sandi-dan-2024-01-250x250.jpg 250w" sizes="(max-width: 768px) 100vw, 768px" /></p>
<h4><strong>Sandi Jadi Presiden 2024?</strong></h4>
<p>Max Walden dalam <em>Even if Prabowo loses, Sandiaga Uno will win in Indonesia’s election</em> menggambarkan Sandi sebagai sosok pendatang baru yang kharismatik dalam kancah politik nasional. Berpasangan dengan Prabowo Subianto, tak disangkal Sandi banyak memberikan energi dan kontribusi selama kampanye Pilpres 2019. Kekalahannnya bersama Prabowo, tidak berarti Sandi tak punya peluang lagi.</p>
<p>Beberapa media bahkan sempat <strong><a href="https://theaseanpost.com/article/sandiaga-uno-loser-winner">menuliskan</a></strong> langkah Sandi pada kontestasi Pilpres 2019 hanyalah batu loncatan (<em>stepping stone</em>). Sandi, menurut ulasan media tersebut, sebenarnya memiliki target dan fokus pada Pilpres 2024 mendatang. Namun, pengalaman tersebut tentu akan menjadi bekal yang sangat berharga.</p>
<p>Kesempatan emas Sandi memang bukan di Pilpres 2019, melainkan di 2024 mendatang. Sandi juga disebut sebagai sosok yang punya sejumlah keistimewaan yang membuatnya berpeluang besar merebut kursi kepresidenan.</p>
<p>Sandi tidak hanya seorang politisi muda yang sangat populer di kalangan masyarakat Indonesia, melainkan ia sekaligus seorang figur moderat dan progresif. Faktor lain yang tak kalah penting, Sandi adalah seorang pengusaha muda yang terbilang sukses, sehingga dari segi modalitas finansial tak ada yang meragukannya.</p>
<p>Mungkin saja benar, bahwa posisi Sandi yang dinilai lebih moderat, dibandingkan, misalnya, dengan Anies Baswedan, yang sejauh ini dianggap lebih dekat – berafiliasi – dengan kelompok Islam <strong><a href="https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-39644574">konservatif</a></strong>. Posisi moderat Sandi tersebut dinilai lebih berpeluang menggaet <strong><a href="https://www.pinterpolitik.com/sandiaga-cawapres-nasain/">pendukung</a></strong> baik dari kalangan nasionalis, agamais, dan insan bisnis (NASAIN).</p>
<p>Lalu, apa parameter yang bisa dijadikan acuan untuk menakar peluang Sandi yang digadang-gadang bakal semakin kuat di Pilpres 2024?</p>
<p>Menang atau kalah dalam sebuah kontestasi bergantung pada basis modalitas yang dimiliki seorang kompetitor. Semakin banyak sumber daya yang ia miliki, semakin berpeluang ia memenangkan kompetisi. Demikian halnya dengan kontestasi Pilpres 2024, orang boleh berangan-angan akan menjagokan siapa, namun faktor sumber daya (kapital) tak bisa dipandang sebelah mata.</p>
<p>Pierre Bourdieu dalam <em>The Rules of Art</em> mengartikan kapital sebagai sekumpulan sumber kekuatan dan kekuasaan yang benar-benar dapat digunakan. Lebih jelasnya, kapital adalah apa yang bisa digunakan para petarung politik untuk memenangkan pemilihan.</p>
<p>Bourdieu membagi kapital ke dalam empat kategori, yakni modal ekonomi, sosial, budaya dan simbolik. Modal ekonomi mencakup kepemilikan finansial dan beragam aset lainnya. Modal sosial meliputi jaringan sosial politik. Modal budaya melingkupi keseluruhan kualifikasi intelektual. Terakhir, modal simbolik, yakni status, prestise, dan akumulasi aneka otoritas yang dimiliki.</p>
<p>Lantas, di antara jenis modal yang disebutkan, adakah yang dimiliki Sandi?</p>
<p>Jika ditelisik, hampir semua kategori kapital ada pada sosok mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu. Pasalnya, Sandi memiliki semua atribut kapital tersebut, mulai dari jaringan sosial politik, finansial, pendidikan, hingga kualifikasi intelektual. Bahkan, faktor kharismanya juga menjadi kapital pelengkap Sandi.</p>
<p>Namun demikian, semua kalkulasi politik bisa saja berubah seiring berjalannya waktu. Variabel-variabel politik yang baru saja disebutkan boleh jadi hanya sekadar acuan sementara, menimbang jadwal Pilpres yang masih 4 tahun lagi.</p>
<p>Dengan demikian, peluang Sandi di 2024 berdasarkan analisis yang ada boleh jadi memang sangat besar. Walaupun demikian, seperti disinggung di awal, dalam politik semua orang boleh menebak, tapi tak bisa memastikan hasil akhir. (H57)</p>
<div class="youtube-embed" data-video_id="MhE8G70Be3w"><iframe title="Kenapa Parpol Harus Didanai Negara?" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/MhE8G70Be3w?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe></div>
<p>► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di <a href="http://bit.ly/PinterPolitik"><strong>bit.ly/PinterPolitik</strong></a></p>
<p>Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di <strong><a href="http://bit.ly/ruang-publik">bit.ly/ruang-publik</a></strong> untuk informasi lebih lanjut.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2020/01/sandiaga-1024x576.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Sandi, Si Pejabat &#8216;Bangkrut&#8217;</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/sandi-si-pejabat-bangkrut/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Z19]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 27 Mar 2018 07:42:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Kekayaan Sandiaga Uno]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintah Provinsi DKI Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Sandiaga Salahuddin Uno]]></category>
		<category><![CDATA[Sandiaga Uno]]></category>
		<category><![CDATA[Wakil Gubernur DKI Jakarta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=24894</guid>

					<description><![CDATA[“Di belakang kita berdiri satu tugu yang bernama nasib, di sana telah tertulis rol yang akan kita jalani.” ~ Buya Hamka PinterPolitik.com [dropcap]W[/dropcap]akil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno memang dikenal sebagai pengusaha mentereng di Jakarta dan memiliki kekayaan melimpah. Apalagi saat masuk ke dunia politik, Sandiaga sangat disegani karena punya kantong yang tebal, weleeeeh [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong><em>“Di belakang kita berdiri satu tugu yang bernama nasib, di sana telah tertulis rol yang akan kita jalani.” ~ Buya Hamka</em></strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #ccdb00;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]W[/dropcap]akil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno memang dikenal sebagai pengusaha mentereng di Jakarta dan memiliki kekayaan melimpah.</p>
<p>Apalagi saat masuk ke dunia politik, Sandiaga sangat disegani karena punya kantong yang tebal, <em>weleeeeh weleeeeh. </em>Bahkan untuk mencalonkan diri sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta saja, Sandiaga tak perlu merogoh kocek yang terlalu dalam.</p>
<p>Mungkin masih receh kali ya buat Sandiaga, <em>weleeeh weleeeh. </em>Beda banget ya kalau sama politikus lain, biasanya kan demi kekuasaan para politikus lain itu pada jual sawah, hewan ternak, atau apapun yang berharga.</p>
<p>Kalau menang bisa nyari buat balik modal, cuma kalau kalah pusingnya tujuh hari tujuh malem, <em>wkwkwk.</em></p>
<p>Tapi kayaknya sih ga berlaku buat Sandiaga, buktinya Sandiaga santai – santai aja walau uangnya sudah keluar banyak untuk pencalonannya. <em>Wedeewww, </em>tapi Sandiaga ngapain sih terjun ke politik? Udah jadi pengusaha aja terus, menambah pundi – pundi uang saja.</p>
<p>Tahu sendiri kan kalau udah masuk dunia politik, bukan malah menghasilkan uang tapi malah keluar uang yang tak sedikit. Tapi kalau ada politikus masuk ke politik terus malah jadi kaya raya, patut dipertanyakan<em> tuh</em> uang dari mana, <em>weleeeeh weleeh.</em></p>
<p>Entahlah apa yang jadi motivasi Sandiaga, pas mau mencalonkan diri bahkan Sandiaga melepas saham dan jabatan di perusahaan besar. <em>Nah loh</em>, itu kan sumber penghasilannya, habis dong nanti duitnya lama – lama, <em>ahhh syudahlahhh. </em></p>
<p><em>Wedeewww, </em>nah loh kebukti kan? Sandiaga kini ‘bangkrut’! <em>Hadeuuuhhh, </em>bangkrutnya sih ga bangkrut – bangkrut banget, tapi kelihatan dari pajak yang dibayarkan Sandiaga katanya berkurang jauh sebelum jadi Wakil Gubernur.</p>
<p><em>Weleeeh weleeeh, </em>jadi Wakil Gubernur Sandiaga malah berkurang hartanya, <em>hmmm, </em>tapi setimpal ya soalnya kan ada gantinya dengan tahta, bukan begitu? <em>Uhuuukkk, uhuuukkk.</em></p>
<p>Apalagi Sandiaga sedari awal sudah sesumbar untuk menyerahkan gaji Wakil Gubernur kepada orang yang tak mampu. Nah, kalau lama – kelamaan kekayaan Sandiaga mulai menipis, gajinya bakal diterima ga ya?</p>
<p>Tapi setidaknya kalau kasusnya begini, lumayan lah Sandiaga bisa jadi panutan, rela ‘bangkrut’ demi mengabdi, <em>uppsss, </em>maksudnya demi tahta atau jabatan, <em>weleeeh weleeeh. </em>(Z19)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/03/sandi-1024x676.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
