<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>Kata Kasar &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/kata-kasar/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Tue, 09 Apr 2019 09:40:41 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>Kata Kasar &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Prabowo, Berkata Kasar Tapi Peduli?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/in-depth/prabowo-berkata-kasar-tapi-peduli/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[A43]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 Apr 2019 11:00:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nalar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Kampanye]]></category>
		<category><![CDATA[Kampanye Calon Presiden]]></category>
		<category><![CDATA[Kata Kasar]]></category>
		<category><![CDATA[Pilpres 2019]]></category>
		<category><![CDATA[Politik Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Prabowo Subianto]]></category>
		<category><![CDATA[Retorika]]></category>
		<category><![CDATA[Retorika Politik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=54194</guid>

					<description><![CDATA[Capres nomor urut 02, Prabowo Subianto, beberapa kali menggunakan kata kasar dalam berbagai kegiatan kampanyenya. Kata-kata kasar tersebut disampaikan di hadapan publik untuk mengkritik beberapa pihak yang dianggapnya mengambil kekayaan negara. PinterPolitik.com “Excuse the cursing, baby. But just know that I&#8217;m a good person, though they portray me as cold,” – Eminem, penyanyi rap AS [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>Capres </strong><strong>nomor urut </strong><strong>02</strong><strong>,</strong><strong> Prabowo Subianto</strong><strong>,</strong><strong> beberapa kali menggunakan kata kasar dalam berbagai kegiatan kampanyenya. Kata-kata kasar tersebut disampaikan di hadapan publik untuk mengkritik beberapa pihak yang dianggap</strong><strong>nya</strong><strong> mengambil kekayaan negara.</strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #cedb2a;">PinterPolitik.com</span></p>
<blockquote class="td_quote_box td_box_center"><p>“Excuse the cursing, baby. But just know that I&#8217;m a good person, though they portray me as cold,” – Eminem, penyanyi rap AS</p></blockquote>
<p>[dropcap]D[/dropcap]alam beberapa kegiatan kampanyenya, seperti di Jakarta dan Yogyakarta, Prabowo menggunakan kata-kata kasar, seperti “<a href="https://news.detik.com/berita-jawa-tengah/d-4501717/bicara-soal-ibu-pertiwi-diperkosa-prabowo-mereka-adalah-bajingan"><strong>bajingan</strong></a>” dan “<a href="https://www.tagar.id/mana-bukti-bumn-dirampok-prabowo-bukti-ndasmu"><strong><em>ndasmu</em></strong></a>,” untuk mengkritik kelompok elite di Jakarta dan kekuatan asing yang dianggapnya merampas kekayaan negara, sehingga membuat rakyat sengsara. Prabowo juga sempat menyebutkan bahwa ulah elite ini merupakan “<a href="https://www.voaindonesia.com/a/prabowo-ibu-pertiwi-tengah-diperkosa/4866078.html"><strong>pemerkosaan</strong></a>” terhadap Ibu Pertiwi.</p>
<p>Beberapa pernyataan tersebut pun dijelaskan kembali oleh pihak Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Uno. Terkait kritik Prabowo terhadap pertumbuhan ekonomi yang menggunakan kata “<em>ndasmu</em>”, anggota BPN Prabowo-Sandi, Dradjad Wibowo <a href="https://nasional.republika.co.id/berita/nasional/politik/ppo2f3318/penjelasan-bpn-tentang-pernyataan-emndasmuem-dari-prabowo"><strong>menjelaskan</strong></a> bahwa hal tersebut merupakan bentuk kejengkelan mantan Danjen Kopassus tersebut terhadap pemerintah karena pertumbuhan ekonomi sebesar 5 persen merupakan angka yang cukup rendah bagi Indonesia sejak era Orde Baru.</p>
<p>Kata-kata kasar yang digunakan oleh Prabowo dalam mengkritik ini pun juga dikritik oleh Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin, Ace Hasan Syadzily. Ia <a href="https://tirto.id/tkn-soal-ndasmu-prabowo-bukan-hanya-rendahkan-jokowi-dluN"><strong>mengatakan</strong></a> bahwa kritik tersebut tidak hanya merendahkan Jokowi, melainkan juga merendahkan perjuangan bangsa Indonesia dalam membangun perekonomiannya.</p>
<blockquote class="twitter-tweet" data-width="550" data-dnt="true">
<p lang="in" dir="ltr">Selama 4,5 tahun ini, Indonesia terjebak pd pertumbuhan ekonomi 5 persen. Janji pertumbuhan ekonomi 7 persen, tak pernah kunjung datang. Roket pertumbuhan tak naik-naik. <a href="https://twitter.com/prabowo?ref_src=twsrc%5Etfw">@prabowo</a> dan <a href="https://twitter.com/sandiuno?ref_src=twsrc%5Etfw">@sandiuno</a>  memberikan perhatian khusus pada ekonomi. Pertumbuhan ekonomi yg berkualitas.</p>
<p>&mdash; Dahnil A Simanjuntak (@Dahnilanzar) <a href="https://twitter.com/Dahnilanzar/status/1115096991418032129?ref_src=twsrc%5Etfw">April 8, 2019</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p>Selain itu, Ace juga <a href="https://tirto.id/tkn-soal-ndasmu-prabowo-bukan-hanya-rendahkan-jokowi-dluN"><strong>menyebutkan</strong></a> bahwa gaya kritik kemarahan dengan kata-kata kasar yang digunakan oleh Prabowo meniru gaya kampanye Presiden Donald Trump dalam Pemilu Amerika Serikat (AS) pada tahun 2016. Menurutnya, gaya pemimpin yang marah-marah dan suka menghardik di hadapan publik bukanlah bagian dari budaya Indonesia.</p>
<p>Dengan konteks budaya Indonesia yang cukup sensitif terhadap kata-kata, tentu pertanyaannya adalah apakah Prabowo tidak merugi dengan gaya marah-marah dan kata-kata kasarnya itu?</p>
<h4><strong>Agar Publik Tak Fokus?</strong></h4>
<p>Kritik kubu Jokowi-Ma’ruf terhadap gaya marah-marah Prabowo bisa jadi menghasilkan dua skenario yang berbeda. Kritik terhadap Prabowo pun tidak hanya menjadi cara untuk memengaruhi pemilih, melainkan juga untuk mengalihkan publik dari isu yang diangkat paslon nomor urut 02 tersebut.</p>
<p>Skenario pertama dapat dijelaskan dengan menggunakan konsep propaganda transfer atau <em>false connection</em>. Magedah E. Shabo dalam <a href="https://books.google.co.id/books?id=sDIbJUAZeuwC&amp;pg=PP1&amp;lpg=PP1&amp;dq=magedah+e+shabo+techniques+of+propaganda&amp;source=bl&amp;ots=MFY-6t0e8D&amp;sig=ACfU3U2qD4icj03-m1XVZ3NBp1bAy9TP2Q&amp;hl=en&amp;sa=X&amp;ved=2ahUKEwj1mM-BtMLhAhUbPXAKHRT6AAcQ6AEwCHoECAkQAQ"><strong>bukunya</strong></a> yang berjudul <em>Techniques of Propaganda and Persuasion</em> menjelaskan bahwa propaganda transfer merupakan upaya propaganda yang digunakan oleh seseorang untuk memberikan dan memindahkan citra, simbol, atau makna atas sesuatu terhadap pihak lawan. Citra, simbol, atau makna tersebut bisa saja tidak benar dimiliki oleh pihak lawan yang mendapatkan propaganda transfer.</p>
<p>Di AS, Presiden Trump juga menggunakan propaganda transfer untuk mengalahkan lawan politiknya. Dalam kampanye-kampanyenya, Trump beberapa memberikan label sosial yang berkonotasi negatif pada Barack Obama dengan <a href="https://www.vanityfair.com/news/2016/06/donald-trump-obama-muslim"><strong>label Muslim</strong></a> dan Hillary Clinton dengan <a href="https://www.theguardian.com/us-news/2018/nov/20/trump-wanted-to-prosecute-hillary-clinton-james-comey-report"><strong>label kriminal</strong></a>.</p>
<p>Label-label yang berkonotasi negatif di masyarakat AS tersebut tentu memengaruhi pemilih. Sebuah <a href="https://www.vox.com/policy-and-politics/2018/10/16/17980820/trump-obama-2016-race-racism-class-economy-2018-midterm"><strong>artikel</strong></a> dari Vox mengutip sebuah studi milik Tyler T. Reny, Loren Collingwood, dan Ali Valenzuela yang menunjukkan pengaruh propaganda transfer Trump terhadap pemilih. Studi tersebut menjelaskan bahwa terdapat sejumlah pemilih setia Obama yang bermigrasi memilih Trump pada Pemilu 2016.</p>
<p>Jika berkaca pada upaya yang dilakukan Trump di AS, kubu Jokowi-Ma’ruf bisa juga berupaya untuk memberikan citra buruk pada Prabowo dengan ungkapan kemarahannya dan kata-kata kasarnya. Hal ini juga didasarkan pada persepsi bahwa kata-kata kasar merupakan hal yang <a href="http://jurnalmahasiswa.unesa.ac.id/index.php/language-horizon/article/view/7550"><strong>tabu</strong></a> digunakan dalam hubungan kekeluargaan serta dalam pembicaraan di hadapan publik.</p>
<hr /><p><em>Penggunaan kata-kata kasar sebagai alat retorika mampu membuat pesan yang disampaikan lebih efektif dengan memperkuat diskursus atas isu yang disampaikan. </em><br /><a href='https://x.com/intent/tweet?url=https%3A%2F%2Fwww.pinterpolitik.com%2Fin-depth%2Fprabowo-berkata-kasar-tapi-peduli%2F&#038;text=Penggunaan%20kata-kata%20kasar%20sebagai%20alat%20retorika%20mampu%20membuat%20pesan%20yang%20disampaikan%20lebih%20efektif%20dengan%20memperkuat%20diskursus%20atas%20isu%20yang%20disampaikan.%20&#038;via=pinterpolitik&#038;related=pinterpolitik' target='_blank' rel="noopener noreferrer" >Share on X</a><br /><hr />
<p>Selain sebagai upaya propaganda transfer, kubu Jokowi-Ma’ruf bisa juga berusaha mengalihkan fokus publik dari isu yang disajikan oleh Prabowo. Pengalihan isu ini dapat dijelaskan menggunakan konsep <em>false consciousness </em>(pengalihan kesadaran).</p>
<p>Vox pun juga menjelaskan konsep ini dalam <a href="https://youtu.be/RNineSEoxjQ"><strong>video</strong></a> yang diunggahnya di YouTube. Konsep pengalihan kesadaran yang berasal dari teori Marxis ini menjelaskan bahwa kesadaran kelompok kelas bawah dengan sengaja didistorsikan agar tidak berfokus pada kondisi sosial dan ekonomi sebenarnya dari kelompok tersebut.</p>
<p>Dalam <a href="https://youtu.be/RNineSEoxjQ"><strong>video</strong></a> tersebut, Produser Vox, Carlos Maza, menggunakan konsep tersebut untuk menjelaskan upaya yang dilakukan oleh seorang komentator politik di Fox News, Tucker Carlson. Maza pun menjelaskan bahwa Carlson menggunakan media dengan membahas berbagai isu yang tidak penting untuk mengalihkan fokus masyarakat dari isu sebenarnya yang sedang terjadi di pemerintahan AS.</p>
<p>Cara tersebut pun <a href="https://youtu.be/RNineSEoxjQ"><strong>dianggap</strong></a> ampuh karena berbagai peraturan yang menguntungkan kelompok elite di AS berhasil diberlakukan oleh pemerintahan Trump tanpa perhatian besar dari publik. Salah satu kebijakan yang dianggap merugikan publik AS adalah kebijakan yang membuat pekerja lebih mudah terjebak pada sistem pinjaman.</p>
<p>Berkaca dari apa yang dilakukan Carlson, kubu Jokowi-Ma’ruf bisa juga menggunakan isu kemarahan Prabowo untuk mengalihkan masyarakat dari isu yang sebenarnya disajikan oleh mantan Danjen Kopassus tersebut, seperti <a href="https://news.detik.com/berita-jawa-tengah/d-4501717/bicara-soal-ibu-pertiwi-diperkosa-prabowo-mereka-adalah-bajingan"><strong>kekuasaan kelompok elite</strong></a> dan <a href="https://www.tagar.id/mana-bukti-bumn-dirampok-prabowo-bukti-ndasmu"><strong>penyalahgunaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN)</strong></a>.</p>
<p>Terlepas dari berbagai upaya kubu Jokowi-Ma’ruf tersebut, persoalan berikutnya adalah apakah konteks kata-kata kasar ini bisa dimaknai secara berbeda jelang Pilpres yang sudah di depan mata?</p>
<h4><strong>Keras juga Banyak Disukai?</strong></h4>
<p>Penggunaan kata-kata kasar oleh Prabowo dalam kampanye bisa jadi merupakan hal yang sebenarnya menguntungkan bagi mantan suami Titiek Soeharto tersebut. Dengan begitu, publik pun dapat merasakan ekspresi yang diungkapkan Prabowo.</p>
<p>Nicoletta Cavazza dan Margherita Guedetti dalam <a href="https://doi.org/10.1177%2F0261927X14533198"><strong>tulisannya</strong></a> yang berjudul <em>“Swearing in Political Discourse”</em> menjelaskan bahwa masyarakat memang melihat penggunaan kata-kata kasar sebagai hal yang kontroversial. Beberapa studi menjelaskan bahwa orang yang menggunakan kata-kata kasar merupakan orang yang tidak dapat dipercaya, tidak kompeten, dan tidak mudah bergaul.</p>
<p>Namun, beberapa studi lain juga menjelaskan bahwa penggunaan kata-kata kasar membantu secara positif dalam kondisi tertentu. Dengan mengungkapkan kata-kata kasar, seseorang dapat terbantu dalam mengekspresikan suasana hati, dorongan tertentu, dominansi, dan lain-lain.</p>
<p>Dalam politik, penggunaan kata-kata kasar sebagai alat retorika mampu membuat pesan yang disampaikan lebih efektif dengan memperkuat diskursus atas isu yang disampaikan. Selain itu, penggunaan kata kasar oleh politisi dapat menciptakan hubungan persahabatan yang informal dengan penerima pesan, sehingga meningkatkan koneksi sosial di antaranya dan membantu pesan yang ingin disampaikan dapat tersalurkan dengan lebih baik.</p>
<p>Penjelasan Cavazza dan Guedetti tersebut pun senada dengan pernyataan Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, yang juga sering berkata kasar guna menyampaikan pesan tertentu. Duterte pun <a href="https://www.rappler.com/nation/politics/elections/2016/118303-rodrigo-duterte-judge-me-values-cursing"><strong>meminta</strong></a> masyarakat Filipina mendengarkan makna di balik kata-kata kasarnya karena, menurutnya, hal itu didasarkan pada tragedi dan penderitaan dalam masyarakat Filipina sendiri.</p>
<blockquote class="instagram-media" data-instgrm-captioned data-instgrm-permalink="https://www.instagram.com/p/BwByP96grro/?utm_source=ig_embed&amp;utm_medium=loading" data-instgrm-version="12" style=" background:#FFF; border:0; border-radius:3px; box-shadow:0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width:658px; min-width:326px; padding:0; width:99.375%; width:-webkit-calc(100% - 2px); width:calc(100% - 2px);">
<div style="padding:16px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/BwByP96grro/?utm_source=ig_embed&amp;utm_medium=loading" style=" background:#FFFFFF; line-height:0; padding:0 0; text-align:center; text-decoration:none; width:100%;" target="_blank"> </p>
<div style=" display: flex; flex-direction: row; align-items: center;">
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 40px; margin-right: 14px; width: 40px;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center;">
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 100px;"></div>
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 60px;"></div>
</div>
</div>
<div style="padding: 19% 0;"></div>
<div style="display:block; height:50px; margin:0 auto 12px; width:50px;"><svg width="50px" height="50px" viewBox="0 0 60 60" version="1.1" xmlns="https://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="https://www.w3.org/1999/xlink"><g stroke="none" stroke-width="1" fill="none" fill-rule="evenodd"><g transform="translate(-511.000000, -20.000000)" fill="#000000"><g><path d="M556.869,30.41 C554.814,30.41 553.148,32.076 553.148,34.131 C553.148,36.186 554.814,37.852 556.869,37.852 C558.924,37.852 560.59,36.186 560.59,34.131 C560.59,32.076 558.924,30.41 556.869,30.41 M541,60.657 C535.114,60.657 530.342,55.887 530.342,50 C530.342,44.114 535.114,39.342 541,39.342 C546.887,39.342 551.658,44.114 551.658,50 C551.658,55.887 546.887,60.657 541,60.657 M541,33.886 C532.1,33.886 524.886,41.1 524.886,50 C524.886,58.899 532.1,66.113 541,66.113 C549.9,66.113 557.115,58.899 557.115,50 C557.115,41.1 549.9,33.886 541,33.886 M565.378,62.101 C565.244,65.022 564.756,66.606 564.346,67.663 C563.803,69.06 563.154,70.057 562.106,71.106 C561.058,72.155 560.06,72.803 558.662,73.347 C557.607,73.757 556.021,74.244 553.102,74.378 C549.944,74.521 548.997,74.552 541,74.552 C533.003,74.552 532.056,74.521 528.898,74.378 C525.979,74.244 524.393,73.757 523.338,73.347 C521.94,72.803 520.942,72.155 519.894,71.106 C518.846,70.057 518.197,69.06 517.654,67.663 C517.244,66.606 516.755,65.022 516.623,62.101 C516.479,58.943 516.448,57.996 516.448,50 C516.448,42.003 516.479,41.056 516.623,37.899 C516.755,34.978 517.244,33.391 517.654,32.338 C518.197,30.938 518.846,29.942 519.894,28.894 C520.942,27.846 521.94,27.196 523.338,26.654 C524.393,26.244 525.979,25.756 528.898,25.623 C532.057,25.479 533.004,25.448 541,25.448 C548.997,25.448 549.943,25.479 553.102,25.623 C556.021,25.756 557.607,26.244 558.662,26.654 C560.06,27.196 561.058,27.846 562.106,28.894 C563.154,29.942 563.803,30.938 564.346,32.338 C564.756,33.391 565.244,34.978 565.378,37.899 C565.522,41.056 565.552,42.003 565.552,50 C565.552,57.996 565.522,58.943 565.378,62.101 M570.82,37.631 C570.674,34.438 570.167,32.258 569.425,30.349 C568.659,28.377 567.633,26.702 565.965,25.035 C564.297,23.368 562.623,22.342 560.652,21.575 C558.743,20.834 556.562,20.326 553.369,20.18 C550.169,20.033 549.148,20 541,20 C532.853,20 531.831,20.033 528.631,20.18 C525.438,20.326 523.257,20.834 521.349,21.575 C519.376,22.342 517.703,23.368 516.035,25.035 C514.368,26.702 513.342,28.377 512.574,30.349 C511.834,32.258 511.326,34.438 511.181,37.631 C511.035,40.831 511,41.851 511,50 C511,58.147 511.035,59.17 511.181,62.369 C511.326,65.562 511.834,67.743 512.574,69.651 C513.342,71.625 514.368,73.296 516.035,74.965 C517.703,76.634 519.376,77.658 521.349,78.425 C523.257,79.167 525.438,79.673 528.631,79.82 C531.831,79.965 532.853,80.001 541,80.001 C549.148,80.001 550.169,79.965 553.369,79.82 C556.562,79.673 558.743,79.167 560.652,78.425 C562.623,77.658 564.297,76.634 565.965,74.965 C567.633,73.296 568.659,71.625 569.425,69.651 C570.167,67.743 570.674,65.562 570.82,62.369 C570.966,59.17 571,58.147 571,50 C571,41.851 570.966,40.831 570.82,37.631"></path></g></g></g></svg></div>
<div style="padding-top: 8px;">
<div style=" color:#3897f0; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:550; line-height:18px;"> View this post on Instagram</div>
</div>
<div style="padding: 12.5% 0;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: row; margin-bottom: 14px; align-items: center;">
<div>
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(0px) translateY(7px);"></div>
<div style="background-color: #F4F4F4; height: 12.5px; transform: rotate(-45deg) translateX(3px) translateY(1px); width: 12.5px; flex-grow: 0; margin-right: 14px; margin-left: 2px;"></div>
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(9px) translateY(-18px);"></div>
</div>
<div style="margin-left: 8px;">
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 20px; width: 20px;"></div>
<div style=" width: 0; height: 0; border-top: 2px solid transparent; border-left: 6px solid #f4f4f4; border-bottom: 2px solid transparent; transform: translateX(16px) translateY(-4px) rotate(30deg)"></div>
</div>
<div style="margin-left: auto;">
<div style=" width: 0px; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-right: 8px solid transparent; transform: translateY(16px);"></div>
<div style=" background-color: #F4F4F4; flex-grow: 0; height: 12px; width: 16px; transform: translateY(-4px);"></div>
<div style=" width: 0; height: 0; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-left: 8px solid transparent; transform: translateY(-4px) translateX(8px);"></div>
</div>
</div>
<p></a> </p>
<p style=" margin:8px 0 0 0; padding:0 4px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/BwByP96grro/?utm_source=ig_embed&amp;utm_medium=loading" style=" color:#000; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px; text-decoration:none; word-wrap:break-word;" target="_blank">Tidak hanya Prabowo yang kerap ngomong kasar Nantikan artikel selengkapnya di Pinterpolitik.com #prabowo #prabowokasar #donaldtrump #jebbush #duterte #ahok #BTP #infografik #infografis #politik #politikindonesia #pinterpolitik</a></p>
<p style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px; margin-bottom:0; margin-top:8px; overflow:hidden; padding:8px 0 7px; text-align:center; text-overflow:ellipsis; white-space:nowrap;">A post shared by <a href="https://www.instagram.com/pinterpolitik/?utm_source=ig_embed&amp;utm_medium=loading" style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px;" target="_blank"> PinterPolitik.com</a> (@pinterpolitik) on <time style=" font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px;" datetime="2019-04-09T08:21:29+00:00">Apr 9, 2019 at 1:21am PDT</time></p>
</div>
</blockquote>
<p><script async src="//www.instagram.com/embed.js"></script></p>
<p>Lalu, jika pesan yang disampaikan menjadi lebih efektif, apa dampak penggunaan kata-kata kasar terhadap audiens yang menerima pesan? Apakah dapat memengaruhi pemilih dalam Pemilu?</p>
<p>Selain Duterte, penggunaan kata-kata kasar pun pernah dilakukan oleh tokoh-tokoh politik di berbagai negara, termasuk Trump. Melissa Mohr dalam <a href="http://time.com/4380189/donald-trump-swearing/"><strong>artikelnya</strong></a> yang berjudul <em>Why Donald Trump Is Smart to Swear</em> di Time menjelaskan bahwa penggunaan kata-kata kasar merupakan strategi yang cukup ampuh, meskipun banyak penentang Trump melihatnya sebagai hal yang buruk.</p>
<p>Penggunaan kata-kata kasar dalam ungkapan kemarahan membuat pendengarnya terbawa emosi tertentu, seperti ketakutan dan agresi. Mohr pun <a href="http://time.com/4380189/donald-trump-swearing/"><strong>menjelaskan</strong></a> bahwa ketika kita mendengar seseorang berkata kasar dalam mengungkapkan pesan tertentu, kita sering kali berasumsi bahwa kata-kata tersebut berasal dari perasaan sebenarnya dalam lubuk hati terdalam si penutur.</p>
<p>Berkaitan dengan penggunaan kata-kata kasar, Jennifer Jerit dalam <a href="https://www.jstor.org/stable/3792409?seq=1#page_scan_tab_contents"><strong>tulisannya</strong></a> yang berjudul <em>“Survival of the Fittest”</em> menjelaskan bahwa retorika kemarahan juga memberikan pengaruh tertentu terhadap audiens. Emosi yang dihasilkan terkait pesan-pesan tertentu dalam retorika kemarahan dapat mendorong mobilisasi pemilih untuk berfokus pada isu yang penting dalam Pemilu.</p>
<p>Berdasarkan pada penjelasan dan contoh di atas, Prabowo bisa jadi menggunakan kata-kata kasar dalam ungkapan kemarahannya guna memperkuat efektivitas pesan yang disampaikannya. Mantan Danjen Kopassus tersebut dapat saja ingin menciptakan hubungan dan emosi tertentu dengan audiens kampanyenya.</p>
<p>Jika kita juga memperhatikan pesan dan emosi yang disampaikannya, Prabowo nampaknya ingin masyarakat berfokus pada permasalahan ekonomi yang telah mengakar di Indonesia, seperti pencurian kekayaan negara dan penguasaan ekonomi oleh kelompok elite. Mantan suami Titiek Soeharto tersebut bisa jadi ingin menunjukkan isu-isu utama yang sebenarnya hadir tersebut dalam Pemilu 2019.</p>
<p>Mungkin, benar juga perkataan Eminem di awal tulisan ini. Beberapa politisi mungkin sebenarnya orang yang peduli terhadap kondisi saat ini meskipun dianggap sebagai orang yang tidak afektif dengan berbagai kata kasarnya. Lagipula, pemimpin yang kita perlukan pada akhirnya adalah pemimpin yang benar-benar peduli. Bukan begitu? (A43)</p>
<div class="youtube-embed" data-video_id="yfA-pkUM8ng"><iframe width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/yfA-pkUM8ng?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe></div>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/04/Anies-dan-Prabowo-1024x684.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
