<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>Kartu Prakerja &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/kartu-prakerja/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Tue, 28 Mar 2023 06:43:44 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>Kartu Prakerja &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Jokowi Setengah Hati Kurangi Pengangguran?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/in-depth/jokowi-setengah-hati-kurangi-pengangguran/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Pinter Politik]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Mar 2023 01:05:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Nalar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[Kartu Prakerja]]></category>
		<category><![CDATA[Pengangguran]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=126602</guid>

					<description><![CDATA[Meskipun sering kali menunjukkan perhatian khusus terhadap pengangguran, Presiden Joko Widodo (Jokowi) tampaknya “setengah hati” dalam upayanya untuk mengurangi angka pengangguran. Ini misalnya dapat dilihat dari program Kartu Prakerja yang lebih terlihat sebagai Bantuan Langsung Tunai (BLT) daripada pelatihan kerja. PinterPolitik.com “Jokowi is a man of the real-world politics,” – Yanuar Nugroho Hans J. Morgenthau [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Meskipun sering kali menunjukkan perhatian khusus terhadap pengangguran, Presiden Joko Widodo (Jokowi) tampaknya “setengah hati” dalam upayanya untuk mengurangi angka pengangguran. Ini misalnya dapat dilihat dari program Kartu Prakerja yang lebih terlihat sebagai Bantuan Langsung Tunai (BLT) daripada pelatihan kerja.</strong></p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide"/>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>PinterPolitik.com</strong></p>



<blockquote class="wp-block-quote has-text-align-center is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p class="wp-block-paragraph">“Jokowi is a man of the real-world politics,” – Yanuar Nugroho</p>
</blockquote>



<p class="has-drop-cap wp-block-paragraph">Hans J. Morgenthau dalam bukunya <em>Politics Among Nations: The Struggle for Power and Peace</em> memberikan penjelasan menarik soal bagaimana kita menilai kualitas politisi atau pejabat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Morgenthau, adalah sebuah kesia-siaan dan menyesatkan apabila kita menilai politisi dari motif kebijakannya. Yang harus dinilai adalah langkah atau upaya yang sudah dilakukan dalam mewujudkan kebijakan tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Morgenthau mencontohkan dua mantan Perdana Menteri (PM) Britania (Inggris) Raya, yakni Neville Chamberlain dan Winston Churchill. Sejauh yang diketahui, Chamberlain dengan jelas memiliki motif yang baik dengan bersikap lunak terhadap Adolf Hitler untuk menghindari letusan Perang Dunia II.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Akan tetapi, seperti dicatat sejarah, langkah lunak Chamberlain justru mempermudah Hitler melakukan invasi. Sementara, meskipun motifnya mungkin tidak sebaik Chamberlain, ketegasan Churchill dengan jelas merupakan langkah penting dalam menekan ambisi invasi Jerman Nazi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penjelasan Morgenthau ini memberikan arahan jelas dalam menyikapi jawaban-jawaban moral, seperti “pemerintah tidak mungkin tidak memikirkan rakyatnya”, ataupun “pemerintah pasti menginginkan kesejahteraan seluruh masyarakat”.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ya, mungkin saja pernyataan itu benar-benar dilandasi oleh motif-motif baik. Namun, motif baik tersebut baru akan mendapatkan justifikasi apabila kebijakan yang ditelurkan benar-benar berkorelasi dengan pernyataan yang ada.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Singkatnya, ini bukan apa yang dinyatakan oleh politisi, melainkan bagaimana kebijakannya menggambarkan kata-katanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penekanan yang disebutkan Morgenthau membuat kita dapat menarik satu kesimpulan penting. Presiden Joko Widodo (Jokowi) tampaknya “setengah hati” dalam upayanya untuk mengurangi tingkat pengangguran.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada persoalan <em>link-and-match</em>, misalnya, seperti yang telah diulas dalam artikel PinterPolitik yang berjudul <a href="https://www.pinterpolitik.com/in-depth/jokowi-hanya-basa-basi-soal-link-and-match/"><strong><em>Jokowi Hanya Basa-Basi Soal Link-and-Match?</em></strong></a>, belum terlihat adanya <em>political will</em> dari Presiden Jokowi untuk mewujudkan <em>link-and-match</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Padahal, RI-1 berulang kali menegaskan perhatiannya terhadap tenaga kerja dan bonus demografi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Ke depan yang namanya pemuda ini sangat penting sekali bagi negara kita karena bonus demografi yang kita dapatkan. Jangan sampai menjadi beban, tapi mestinya menjadi modal kita untuk melompat maju,&#8221; ungkap Presiden Jokowi pada 22 Februari 2023.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Prakerja: Kebijakan Setengah Hati</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Selain <em>link-and-match</em>, terdapat sejumlah langkah dan kebijakan pemerintahan Jokowi untuk mengurangi angka pengangguran yang terlihat dijalankan secara setengah hati.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Yang utama, tentu saja adalah program Kartu Prakerja. Program ini sepertinya mencoba mengadopsi konsep <em>apprenticeships</em> yang dijalankan di berbagai negara di Eropa.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Apprenticeships </em>adalah sistem untuk melatih, memberi pengalaman kerja, atau memberikan pengetahuan kerja kepada siswa/i atau mahasiswa/i – kita biasa menyebutnya dengan magang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Alih-alih disebut sebagai program pelatihan kerja, program Kartu Prakerja lebih terlihat seperti Bantuan Langsung Tunai (BLT). Ini sekiranya menjawab survei Cyrus Network pada 1-5 Maret 2021 yang menunjukkan 96,1 persen responden mengaku puas dan sangat puas dengan program Prakerja.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pertanyaannya, siapa yang tidak senang diberikan insentif?</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="902" height="527" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/image-28.png" alt="image 28" class="wp-image-126606" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/image-28.png 902w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/image-28-768x448.png 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/image-28-696x406.png 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/image-28-1068x623.png 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/image-28-1920x1121.png 1920w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/image-28-718x420.png 718w" sizes="(max-width: 902px) 100vw, 902px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Berbeda dengan konsep <em>apprenticeships </em>yang mengirim siswa/i atau mahasiswa/i magang di industri, program Prakerja hanya berbentuk pelatihan dalam jaringan (daring). Bahkan, kita dapat menemukan sejumlah kritik penerima program yang menyebut pelatihan yang tersedia dapat dilihat di YouTube.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tentu, ini jauh berbeda dengan konsep <em>apprenticeships </em>yang misalnya diterapkan di Jerman.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Barbara Schulz dalam tulisannya <em>What’s Behind Germany’s Apprenticeship Success?</em>, menyebut kunci kesuksesan <em>apprenticeships </em>di Jerman adalah karena siswa/i dibiasakan untuk belajar sambil bekerja.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Industri-industri lokal di tiap daerah juga sangat dimanfaatkan untuk menyerap peserta magang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Christopher F. Schuetze dalam tulisannya <em>This Country Has the Real Apprentice</em> menyebut perbedaan yang paling mendasar dari sistem <em>apprenticeships</em> di Jerman adalah sistemnya berskala nasional, terintegrasi, dan sangat terstandardisasi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di titik ini, sekiranya ada yang akan memberikan komentar sinis, khususnya mengungkit jumlah penduduk Indonesia dengan Jerman yang berbanding jauh, yakni 273,8 juta banding 83,2 juta jiwa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Poin kritik itu tentu variabel menentukan, tapi penekanannya bukan di sana. Apa yang dapat digarisbawahi adalah, pemerintahan Jokowi tidak menciptakan sistem <em>apprenticeships</em> nasional yang terintegrasi dengan baik.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>SKB Tiga Menteri Jilid 2</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk mewujudkan sistem <em>apprenticeships</em> nasional terintegrasi, pemerintahan Jokowi misalnya dapat membentuk “SKB Tiga Menteri Jilid 2” yang terdiri dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek), Kementerian Tenaga Kerja (Kemnaker), dan Kementerian Perindustrian (Kemenperin).</p>



<p class="wp-block-paragraph">SKB Tiga Menteri “Jilid 1” terdiri dari Kemdikbudristek, Kementerian Agama (Kemenag), dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Menurut Mendikbudristek Nadiem Makarim, terdapat tiga alasan di balik penyusunan SKB Tiga Menteri.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Pertama</em>, sekolah memiliki peran penting dan tanggung jawab dalam menjaga eksistensi ideologi dan konsensus dasar bernegara.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Kedua</em>, sekolah berfungsi untuk membangun wawasan, sikap, dan karakter peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan untuk memelihara persatuan dan kesatuan bangsa, serta membina dan memperkuat kerukunan antar umat beragama.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Ketiga</em>, pakaian seragam dan atribut bagi peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah di lingkungan sekolah yang diselenggarakan pemerintah daerah merupakan salah satu bentuk perwujudan moderasi beragama dan toleransi atas keragaman agama.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Merujuk pada penjabaran Nadiem, fondasi lahirnya SKB Tiga Menteri adalah pendidikan ideologi sejak bangku sekolah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lahirnya “SKB Tiga Menteri Jilid 2” memiliki urgensi yang selaras dengan itu, yakni implementasi Pancasila, khususnya Sila Kelima yang berbunyi “Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia”. Berkurangnya angka pengangguran akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan kolaborasi Kemdikbudristek, Kemnaker, dan Kemenperin, diharapkan akan terbit aturan yang memayungi sistem <em>apprenticeships</em> nasional terintegrasi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Seperti yang telah dijelaskan dalam artikel <a href="https://www.pinterpolitik.com/in-depth/jokowi-hanya-basa-basi-soal-link-and-match/"><strong><em>Jokowi Hanya Basa-Basi Soal Link-and-Match?</em></strong></a>, “SKB Tiga Menteri Jilid 2” dapat mengeluarkan aturan hukum untuk memaksa industri membuka program magang dan memberikan pelatihan kerja yang memadai.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kemudian, untuk mengumpulkan data kebutuhan tenaga kerja, pemerintah dapat bekerja sama dengan berbagai aplikasi pencari kerja seperti JobStreet, JobsDB, LinkedIn, Glints, TopKarir, dan Kalibrr.</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img decoding="async" width="902" height="527" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/image-29.png" alt="image 29" class="wp-image-126607" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/image-29.png 902w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/image-29-768x448.png 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/image-29-696x406.png 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/image-29-1068x623.png 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/image-29-1920x1121.png 1920w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/image-29-718x420.png 718w" sizes="(max-width: 902px) 100vw, 902px" /><figcaption class="wp-element-caption">Sumber: Survei JakPat pada Agustus 2022</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph"></p>



<p class="wp-block-paragraph">Data yang didapatkan dari aplikasi pencari kerja menjadi catatan sekaligus evaluasi untuk menentukan pelatihan kerja yang benar-benar relevan dan dibutuhkan. Dengan demikian, kita tidak lagi menemukan kritik seperti di program Kartu Prakerja bahwa pelatihannya bersifat umum dan dapat ditemukan di YouTube.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lantas, kenapa saran dan skema tersebut tidak terlihat dijalankan?</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Jokowi Terjebak <em>Spoils System</em>?</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Ada dua hipotesis yang dapat dikeluarkan untuk menjawab pertanyaan tersebut. <em>Pertama</em>, tentu saja ini lagi-lagi soal <em>political will </em>dari Presiden Jokowi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">James Guild dalam tulisannya <em>Jokowinomics Gambles with Indonesia’s Democratisation</em> menyebutkan bahwa Presiden Jokowi memiliki ambisi untuk memompa anggaran ke proyek infrastruktur karena percaya itu dapat mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 7 persen.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Guild, di periode kedua ini proyek infrastruktur akan ditingkatkan intensitasnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan sebentar lagi purna tugas dan kebutuhan untuk meletakkan warisan politik, kita dapat memahami kesimpulan Guild. Daripada berjibaku pada infrastruktur lunak (<em>soft infrastructure</em>) yang memakan waktu lama untuk terlihat hasilnya, lebih mudah fokus pada pembangunan fisik seperti jalan tol, bandara, atau waduk yang dapat langsung dilihat oleh mata.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Konteks ini juga menjadi perhatian ekonom Faisal Basri. “Indonesia hampir tiga perempat pertumbuhannya disumbang oleh modal fisik, yaitu infrastruktur. Itu fisik yang kelihatan,” ungkap Faisal pada 5 Januari 2023.</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img decoding="async" width="809" height="515" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/tfp.png" alt="tfp" class="wp-image-126605" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/tfp.png 809w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/tfp-768x488.png 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/tfp-696x443.png 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/tfp-1068x679.png 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/tfp-1920x1222.png 1920w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/tfp-659x420.png 659w" sizes="(max-width: 809px) 100vw, 809px" /><figcaption class="wp-element-caption">Sumber: Asian Productivity Organization</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph"></p>



<p class="wp-block-paragraph">Faisal bertolak dari data yang dirilis Asian Productivity Organization (APO) pada 2022 yang menunjukkan Total Factor Productivity (TFP) Indonesia minus, yakni -19 persen secara rata-rata pada 2000-2020.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kita lihat sumbangan otak minus di pertumbuhan ekonomi Indonesia,” ungkapnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Kedua</em>, Presiden Jokowi tampaknya terjebak pada <em>spoils system </em>alias bagi-bagi kursi menteri ke partai politik (parpol) koalisi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Djayadi Hanan dalam bukunya <em>Presidensialisme Multipartai di Indonesia: Upaya Mencari Format Demokrasi yang Stabil dan Dinamis dalam Konteks Indonesia</em>, menyebutkan loyalitas parpol koalisi terjadi selama kepentingan mereka diakomodasi oleh presiden.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Secara tersirat, Hanan menyebutkan bahwa kuasa presiden sebenarnya kalah dari parpol koalisi. Penjelasan ini menjawab sangkaan umum selama ini bahwa menteri sebenarnya adalah tangan kanan parpol, bukannya presiden.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menaker Ida Fauziyah merupakan kader PKB. Sementara, Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita merupakan kader Partai Golkar. Meskipun Mendikbudristek Nadiem Makarim berasal dari profesional, hubungan dekatnya dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri tidak dapat diabaikan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kedekatan itu bahkan pernah ditunjukkan Nadiem ketika posisinya terancam beberapa waktu yang lalu. Ketika santer isu <em>reshuffle </em>pada April 2021, Nadiem berkunjung ke Megawati dan mengunggah foto kunjungan itu di media sosialnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Setelah kunjungan itu, entah bagaimana isu <em>reshuffle</em> meredup sendiri. Menariknya, sejak guncangan itu Nadiem tidak lagi aktif bersuara seperti sebelumnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Well</em>, singkatnya, mungkin dapat dikatakan terdapat ego sektoral di berbagai parpol yang membuat para menteri sulit berkolaborasi untuk menelurkan kebijakan terbaik.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, sekali lagi, catatan khusus tentunya tetap diberikan kepada Presiden Jokowi. Sebagai RI-1, sudah seharusnya ia menjadi panglima kabinet.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<div class="youtube-embed" data-video_id="Y6BBrupT4pU"><iframe loading="lazy" title="Inflasi Indonesia Sebenarnya Lebih Tinggi? - Series Inflasi Part 1" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/Y6BBrupT4pU?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" allowfullscreen></iframe></div>
</div></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/Artikel-Jokowi-Hanya-Basa-Basi-Soal-Link-and-Match-1024x576.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Kasihan Anies Masih Nganggur</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/celoteh/kasihan-anies-masih-nganggur/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[A43]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 25 Mar 2023 09:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Anies Baswedan]]></category>
		<category><![CDATA[Kartu Prakerja]]></category>
		<category><![CDATA[Pengangguran]]></category>
		<category><![CDATA[Pilpres 2024]]></category>
		<category><![CDATA[Prakerja]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=126384</guid>

					<description><![CDATA[Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengaku masih menganggur. Apakah perlu Anies daftar Prakerja sekalian agar tak nganggur?]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebutkan bahwa dirinya masih berstatus sebagai pengangguran. Mengapa persoalan pengangguran ini perlu jadi perhatian Anies juga sebagai bakal calon presiden (capres)?</strong></p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide"/>



<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.pinterpolitik.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><strong>PinterPolitik.com</strong></a></p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p class="wp-block-paragraph">“Since the first of June, lost my job and lost my room. I pretend to try, even if I tried alone” – Sufjan Stevens, “Flint (For the Unemployed &amp; Underpaid)” (2003)</p>
</blockquote>



<p class="dropcapp2 wp-block-paragraph">Sedih <em>nggak</em> <em>sih</em> kalau dapat predikat “beban keluarga” dari sekitar? Mungkin, inilah yang banyak dirasakan oleh para pemuda dan pemudi yang hingga kini belum mendapatkan pekerjaan – atau pendapatan – yang layak.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Gimana nggak</em>? Pengangguran disebut-sebut meningkat sejak pandemi Covid-19 yang melanda dunia pada akhir tahun 2019 dan awal tahun 2020.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Belum lagi, ekonomi global mengalami tekanan lebih akibat kenaikan harga pangan dan energi. Di saat harga-harga – seperti harga bahan bakar minyak (BBM) – meningkat, <a href="https://www.instagram.com/p/CqId5fdOVc6/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><strong>jumlah lowongan pekerjaan pun menurun</strong></a>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mungkin, gara-gara kesempatan kerja yang terbatas ini, akhirnya, bakal calon presiden (bacapres) yang bernama lengkap <a href="https://www.pinterpolitik.com/tag/anies-baswedan/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><strong>Anies Rasyid Baswedan</strong></a>. <em>Gimana nggak</em>? Pak Anies bilang kalau dirinya sudah menganggur sejak Oktober 2022 lalu.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Hmm</em>, coba <em>bayangin</em>. Pak Anies <em>udah</em> menganggur berapa bulan coba? Kalau <em>gini</em> caranya, <em>gimana</em> Pak Anies bisa menghidupi keluarganya? Masa beliau mau jadi “beban keluarga” juga? <em>Hiks</em>. ☹</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sampai-sampai <em>nih</em>, Pak Anies bilang kalau dirinya mulai berpikir untuk mendaftar <a href="https://www.pinterpolitik.com/tag/kartu-prakerja/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><strong>Kartu Prakerja</strong></a> <em>lho</em>. <em>Hmm</em>, jadi ingat soal program Prakerja yang sempat ramai dibahas dulu. <em>Gimana </em>ya kabarnya para pencari kerja yang ikut Prakerja dulu? <em>Hehe</em>.</p>



<figure class="wp-block-image"><a href="https://www.instagram.com/pinterpolitik/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><img decoding="async" src="https://lh6.googleusercontent.com/hM072CcAYL5z6ap8v0GXO2DO5fJCoUK_afSC9cpevpP4e4NnDLUqIqzyCwmpBMidJwRyLTEVC5-BGKH1ojfmO4F7QAQ0kSgUsmn3dFgOXfgNInIs2QcWf1aj7sdAdzPrZVtbWZlvs_UVwvdy9xsauw" alt="Safari Media Internasional Anies"/></a></figure>



<p class="wp-block-paragraph"><em>But</em>, <em>things are real</em> <em>sih</em>, Pak Anies. Meski Pak Anies bercanda soal dirinya yang “menganggur” semenjak tidak menjabat lagi sebagai Gubernur DKI Jakarta, persoalan banyaknya orang-orang yang menjadi “beban keluarga” ini perlu menjadi perhatian bagi mereka yang juga ingin maju sebagai calon presiden (capres).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kalau Kata Morris P. Fiorina dalam tulisannya <em>The Voting Decision: Instrumental and Expressive Aspects</em> <em>sih</em>, isu menjadi salah satu determinan bagi pemilih dalam menentukan pilihannya di pemilihan umum (Pemilu).</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Nah</em>, Pak Anies <em>udah</em> mulai <em>nih</em> <em>ngomongin</em> soal <a href="https://www.pinterpolitik.com/tag/pengangguran/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><strong>pengangguran</strong></a>. Kalau misalnya diteruskan, bukan <em>nggak</em> mungkin para pemilih yang <em>concerned</em> dengan isu “beban keluarga” jadi ikut memperhatikan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ya, persoalan “beban keluarga” ini memang menjadi isu yang perlu diperhatikan banyak orang di negeri ini – apalagi bagi mereka yang benar-benar ingin menggaet suara anak-anak muda lulusan SMA dan mahasiswa S1.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Oh</em>, iya. Mungkin, selain isu “beban keluarga”, Pak Anies juga perlu hati-hati <em>nih</em> supaya <em>nggak</em> jadi “beban koalisi”. Soalnya <em>nih</em>, bukan <em>nggak</em> mungkin, isu-isu layaknya isu identitas bakal mencuat lagi <em>nih</em> di <a href="https://www.pinterpolitik.com/tag/pilpres-2024/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><strong>Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024</strong></a> – yang mana bisa <em>aja</em> jadi beban buat koalisinya Pak Anies buat menggaet suara di wilayah-wilayah tertentu. Ya <em>nggak tuh</em>? (A43)</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide"/>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<div class="youtube-embed" data-video_id="QcxawETDdgc"><iframe loading="lazy" title="Mengapa Minoritas Takut Anies Baswedan?" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/QcxawETDdgc?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" allowfullscreen></iframe></div>
</div></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/Kasihan-Anies-Masih-Nganggur-1024x683.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>2021 Tak Ada Subsidi Upah</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/infografis/2021-tak-ada-subsidi-upah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[K12]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 05 Feb 2021 02:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[apbn 2021]]></category>
		<category><![CDATA[Kartu Prakerja]]></category>
		<category><![CDATA[subsidi upah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=91577</guid>

					<description><![CDATA[]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/2021-Tak-Ada-Subsidi-Upah-1024x1024.jpg" alt="" class="wp-image-91570" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/2021-Tak-Ada-Subsidi-Upah-1024x1024.jpg 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/2021-Tak-Ada-Subsidi-Upah-300x300.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/2021-Tak-Ada-Subsidi-Upah-150x150.jpg 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/2021-Tak-Ada-Subsidi-Upah-768x768.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/2021-Tak-Ada-Subsidi-Upah-696x696.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/2021-Tak-Ada-Subsidi-Upah-1068x1068.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/2021-Tak-Ada-Subsidi-Upah-420x420.jpg 420w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/2021-Tak-Ada-Subsidi-Upah.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Program bantuan subsidi upah berpeluang tak dilanjutkan</figcaption></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/2021-Tak-Ada-Subsidi-Upah-1024x1024.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Kartu Prakerja Siap Kerjai Lagi?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/celoteh/kartu-prakerja-siap-kerjai-lagi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[F46]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 Jul 2020 09:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Kartu Prakerja]]></category>
		<category><![CDATA[Polemik Kartu Prakerja]]></category>
		<category><![CDATA[Prakerja]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=81691</guid>

					<description><![CDATA[“Education is the ability to listen to almost anything without losing your temper or your self-confidence” – Robert Frost, penyair asal Amerika Serikat (AS) PinterPolitik.com Cuy, percaya gak sih jika sesuatu yang tidak sesuai pada tempat dan waktunya itu hanya akan mendapatkan kritikan dan mengakibatkan madhorot atau ketidakbermanfaatan. Percaya dong pastinya karena memang itu seakan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>“Education is the ability to listen to almost anything without losing your temper or your self-confidence” – Robert Frost, penyair asal Amerika Serikat (AS)</strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #cedb2a;"><a style="color: #cedb2a;" href="https://pinterpolitik.com/">PinterPolitik.com</a></span></p>
<p><em><span class="dropcap dropcap2">C</span>uy</em>, percaya gak <em>sih</em> jika sesuatu yang tidak sesuai pada tempat dan waktunya itu hanya akan mendapatkan kritikan dan mengakibatkan <em>madhorot</em> atau ketidakbermanfaatan. Percaya <em>dong</em> pastinya karena memang itu seakan sudah menjadi sebuah hukum alam.</p>
<p>Ibaratnya <em>nih</em>, kalian sedekah atau memberikan santunan tetapi ternyata kalian memberikannya kepada orang yang secara ekonomi sudah mampu dan bahkan lebih-lebih. Terus sedekah itu apa manfaatnya?</p>
<p>Ya, jawabannya memang tetap ada <em>sih</em>, yaitu hubungan dengan orang tersebut semakin baik. Namun, kalau dilihat dari kebermanfaatan secara sosial yang lebih pas <em>gimana</em>? Ya, itu gak pas banget karena yang lebih berhak mendapatkan masih banyak.</p>
<p>Hal ini sama, <em>cuy</em>, dengan kondisi yang saat ini terjadi. Berita terbaru <em>nih</em> datang dari dunia ketenagakerjaan tetapi tidak jauh dari kartu-kartu yang menuai polemik, yaitu Kartu Prakerja.</p>
<p>Pasalnya <em>nih</em>, ternyata, senyap-senyap mengagetkan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah meneken Peraturan Presiden (<strong><a href="https://nasional.sindonews.com/read/114236/12/pks-terkejut-gaji-pengelola-kartu-prakerja-rp47-77-juta-1595812050/" rel="nofollow">Perpres</a></strong>) Nomor 81 Tahun 2020 tentang Hak Keuangan dan Fasilitas bagi Direktur Eksekutif dan Direktur Pada Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja. Bahkan,  di dalamnya, disebutkan bahwa besaran gaji pengelola Kartu Prakerja Rp 47 juta hingga Rp 77 juta per bulan di luar fasilitas lainnya, <em>cuy</em>.</p>
<p><em>Beh</em>, menurut <em>mimin sih</em>, ini <em>gokil</em> banget ya. Masalahnya, kemarin saja terkait polemik tentang segala permasalahan yang dimilikinya belum ada kejelasan perbaikan manajemen dan yang lainnya. Eh, malah secara mengejutkan keluar Perpres yang isinya ternyata gaji jajaran direksi sebegini besar.</p>
<p>Ingat ya, <em>cuy</em>, ini semua masih ibaratnya gaji utama, belum fasilitas yang lainnya. <em>Lah</em>, kalau dapat fasilitas yang lainnya, mungkin bisa <em>tuh</em> hampir menyentuh 100 juta.</p>
<p>Mohon maaf <em>nih</em> sebelumnya, ini kan program yang dapat dikatakan berbasiskan sistem yang berjalan secara <em>online </em>begitu. Konten sudah ada dan tersedia sehingga nanti yang mengatur ya tinggal bagian IT saja gitu <em>loh.</em></p>
<p>https://www.instagram.com/p/CDNtomBJ-9M/</p>
<p>Terus, kenapa harus ada banyak banget jajaran direksinya? Ini kan mengakibatkan struktur jadi gemuk.</p>
<p>Padahal <em>nih</em>, secara konsep organisasi, ketika terdapat struktur yang terlalu gemuk, itu juga berpotensi menghambat efektivitas kinerja. Kalau kondisinya seperti ini, lantas <em>gimana</em>? Duh, <em>mbuh</em> lah, kalian bisa menilai sendiri ya.</p>
<p>Padahal, di tengah kondisi seperti sekarang ini, anggaran sebegitu besarnya kan lebih baik digunakan untuk membantu anak-anak yang saat ini sedang kesusahan menghadapi sekolah secara daring. Misalnya nih, kondisi yang melanda siswa SMPN 1 Rembang yang bernama <strong><a href="https://news.detik.com/berita-jawa-tengah/d-5105293/ini-dimas-tetap-semangat-sekolah-sendirian-karena-tak-punya-smartphone/" rel="nofollow">Dimas</a></strong> yang sampai rela masuk sekolah sendirian karena tidak mempunyai <em>smartphone</em> ketika yang lainnya bisa sekolah secara <em>online</em>.</p>
<p>Benar <em>gak</em>, <em>cuy</em>? Menurut <em>mimin sih</em> benar, soalnya mereka ini lebih layak mendapatkan bantuan <em>gitu</em> <em>loh</em> daripada mereka yang sudah kaya malah diberi uang tambahan. <em>Hadeuh</em>.</p>
<p>Adanya informasi ini, sontak membuat Fraksi PKS merasa kaget sehingga ada anggota Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) angkat bicara, yaitu Kurniasih Mufidayati. Doi <em>sih</em> berharap ini tidak benar, bahkan akan melakukan <em>cross check</em> ke Kementerian Ketenagakerjaan katanya.</p>
<p><em>Tapi</em>, sebentar <em>deh</em>, Bu. Kalau mau <em>check</em> terkait Prakerja, mending langsung ke Menteri Koordinator (Menko)Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saja. Kan, sejak awal memang program ini ibaratnya sudah diambil alih oleh Kemenko Perekonomian.</p>
<p>Kalau Ibu Kuniasih mau melangkah ke Kemenaker, ya nanti ujung-ujungnya tetap hasilnya nihil, alias <em>gak</em> dapat informasi apa-apa. <em>Lah wong</em>, <em>gak</em> tepat sasaran. <em>Hehehe</em>. (F46)</p>
<p><iframe loading="lazy" title="Coca-Cola vs Pepsi: Soda Politics dan Kisah Cola Wars" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/jvJDeVtC4xQ?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe></p>
<p>► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di <a href="http://bit.ly/PinterPolitik"><strong>bit.ly/PinterPolitik</strong></a></p>
<p>Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di <strong><a href="http://bit.ly/ruang-publik">bit.ly/ruang-publik</a></strong> untuk informasi lebih lanjut.</p>
<p><a href="http://bit.ly/ruang-publik"><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-large wp-image-61983" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-1024x132.jpg" alt="" width="696" height="90" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-1024x132.jpg 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-300x39.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-768x99.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-696x90.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-1068x138.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-1920x248.jpg 1920w" sizes="auto, (max-width: 696px) 100vw, 696px" /></a></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2020/07/Kartu-Prakerja-Siap-Kerjai-Lagi.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Dikerjai Kartu Prakerja (Lagi)?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/infografis/dikerjai-kartu-prakerja-lagi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[K12]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 Jul 2020 08:22:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[Kartu Prakerja]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=81699</guid>

					<description><![CDATA[Gaji pelaksana program Kartu Prakerja capai puluhan juta rupiah. Penghasilan manajemen pelaksana Kartu Prakerja ini tertuang di Perpres No 81 Tahun 2020.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-81700" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2020/07/Dikerjai-Kartu-Prakerja-Lagi-01.jpg" alt="Dikerjai Kartu Prakerja (Lagi)?" width="2250" height="2814" />Gaji pelaksana program Kartu Prakerja capai puluhan juta rupiah. Penghasilan manajemen pelaksana Kartu Prakerja ini tertuang di Perpres No 81 Tahun 2020.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2020/07/Dikerjai-Kartu-Prakerja-Lagi-01.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Luput Jokowi di Kartu Prakerja?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/celoteh/luput-jokowi-di-kartu-prakerja/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[F46]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 18 Jul 2020 09:00:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[Kartu Prakerja]]></category>
		<category><![CDATA[Prakerja]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=81227</guid>

					<description><![CDATA[“Secapek-capeknya kerja lebih capek nganggur” – Ernest Prakasa, komedian asal Indonesia PinterPolitik.com Huh, hela nafas dulu, gengs. Akhirnya, setelah sekian lama terombang-ambing di kapal penantian, kini program Kartu Prakerja bakal mulai dijalankan lagi. Hal itu menyusul diterbitkannya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 76 Tahun 2020 yang mengubah beberapa hal dalam aturan sebelumnya, yakni Perpres Nomor 36 [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>“Secapek-capeknya kerja lebih capek nganggur” – Ernest Prakasa, </strong><strong>k</strong><strong>omedian asal Indonesia</strong></h4>
<hr>
<p><span style="color: #cedb2a;">PinterPolitik.com</span></p>
<p><em><span class="dropcap dropcap2">H</span>uh</em>, hela nafas dulu, <em>gengs</em>. Akhirnya, setelah sekian lama terombang-ambing di kapal penantian, kini program Kartu Prakerja bakal mulai dijalankan lagi. Hal itu menyusul diterbitkannya Peraturan Presiden (<strong><a href="https://money.kompas.com/read/2020/07/14/083500326/keberlanjutan-program-kartu-prakerja-setelah-sempat-mandeg-terima-peserta-baru/" rel="nofollow">Perpres</a></strong>) Nomor 76 Tahun 2020 yang mengubah beberapa hal dalam aturan sebelumnya, yakni Perpres Nomor 36 Tahun 2020.</p>
<p>Nah, sebelum <em>mimin</em> sentil sedikit Perpres yang baru itu, <em>mimin</em> mau cerita sedikit tentang film <em>Jokowi</em> yang sudah dirilis tahun 2013 karena <em>mimin</em> pikir ada <em>moral value</em> menarik dalam film itu yang bisa <em>ngejelasin</em> logika pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) dalam urusan Kartu Prakerja ini.</p>
<p>Dalam film Jokowi, ada plot saat dia bertengkar dengan temannya. Mengetahui hal itu, bapaknya Joko kecil pun marah. Kerennya saat marah, si Bapak justru memukul dirinya sendiri sembari bilang, &#8220;Bapak <em>ndak pengen</em> punya anak jagoan, <em>le.&nbsp;</em>Bapak <em>pengen</em> punya anak yang <em>migunani</em> (bermanfaat) bagi orang banyak, kalau anak mursal (<em>gak</em> bisa diharapkan), bapak yang salah karena <em>ndak</em> becus <em>ndidik</em> anak&#8221;. Seketika Joko kecil menangis dan menyesali tindakannya.</p>
<p>Sontak saja, nasihat dari si Bapak pun mampu melecitkan kepribadiannya. Apalagi, Joko kecil pun pernah mendengar kalau kakeknya juga bilang, &#8220;Berani itu <em>ndak</em> harus pakai otot tapi pakai otak.&#8221; Joko Kecil sudah tidak lagi minat untuk sok-sokan. Apa yang ada di pikirannya adalah hidup harus berguna.</p>
<p>Makanya ia lantas lebih sibuk membantu ayahnya bekerja daripada main-main yang tidak jelas arahnya. Kemudian, saat sang Ayah meninggal, Joko yang sudah tumbuh remaja pun tidak segan meneruskan usaha perkayuan keluarga.</p>
<p>Lama kelamaan, bisnisnya jadi besar. Ia pun memiliki banyak karyawan – hitung-hitung juga membantu ekonomi orang lain. Sebab kata Bapaknya, &#8220;Menolong orang itu <em>ndak</em> perlu menunggu. Apa pun yang mampu kita lakukan, itulah yang seharusnya dilakukan.&#8221; Prinsip itu terbawa terus sampai ia berada di kursi kekuasaan.</p>
<blockquote class="instagram-media" data-instgrm-captioned data-instgrm-permalink="https://www.instagram.com/p/CClWbW5B0pQ/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" data-instgrm-version="12" style=" background:#FFF; border:0; border-radius:3px; box-shadow:0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width:658px; min-width:326px; padding:0; width:99.375%; width:-webkit-calc(100% - 2px); width:calc(100% - 2px);">
<div style="padding:16px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/CClWbW5B0pQ/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" background:#FFFFFF; line-height:0; padding:0 0; text-align:center; text-decoration:none; width:100%;" target="_blank"> </p>
<div style=" display: flex; flex-direction: row; align-items: center;">
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 40px; margin-right: 14px; width: 40px;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center;">
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 100px;"></div>
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 60px;"></div>
</div>
</div>
<div style="padding: 19% 0;"></div>
<div style="display:block; height:50px; margin:0 auto 12px; width:50px;"><svg width="50px" height="50px" viewBox="0 0 60 60" version="1.1" xmlns="https://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="https://www.w3.org/1999/xlink"><g stroke="none" stroke-width="1" fill="none" fill-rule="evenodd"><g transform="translate(-511.000000, -20.000000)" fill="#000000"><g><path d="M556.869,30.41 C554.814,30.41 553.148,32.076 553.148,34.131 C553.148,36.186 554.814,37.852 556.869,37.852 C558.924,37.852 560.59,36.186 560.59,34.131 C560.59,32.076 558.924,30.41 556.869,30.41 M541,60.657 C535.114,60.657 530.342,55.887 530.342,50 C530.342,44.114 535.114,39.342 541,39.342 C546.887,39.342 551.658,44.114 551.658,50 C551.658,55.887 546.887,60.657 541,60.657 M541,33.886 C532.1,33.886 524.886,41.1 524.886,50 C524.886,58.899 532.1,66.113 541,66.113 C549.9,66.113 557.115,58.899 557.115,50 C557.115,41.1 549.9,33.886 541,33.886 M565.378,62.101 C565.244,65.022 564.756,66.606 564.346,67.663 C563.803,69.06 563.154,70.057 562.106,71.106 C561.058,72.155 560.06,72.803 558.662,73.347 C557.607,73.757 556.021,74.244 553.102,74.378 C549.944,74.521 548.997,74.552 541,74.552 C533.003,74.552 532.056,74.521 528.898,74.378 C525.979,74.244 524.393,73.757 523.338,73.347 C521.94,72.803 520.942,72.155 519.894,71.106 C518.846,70.057 518.197,69.06 517.654,67.663 C517.244,66.606 516.755,65.022 516.623,62.101 C516.479,58.943 516.448,57.996 516.448,50 C516.448,42.003 516.479,41.056 516.623,37.899 C516.755,34.978 517.244,33.391 517.654,32.338 C518.197,30.938 518.846,29.942 519.894,28.894 C520.942,27.846 521.94,27.196 523.338,26.654 C524.393,26.244 525.979,25.756 528.898,25.623 C532.057,25.479 533.004,25.448 541,25.448 C548.997,25.448 549.943,25.479 553.102,25.623 C556.021,25.756 557.607,26.244 558.662,26.654 C560.06,27.196 561.058,27.846 562.106,28.894 C563.154,29.942 563.803,30.938 564.346,32.338 C564.756,33.391 565.244,34.978 565.378,37.899 C565.522,41.056 565.552,42.003 565.552,50 C565.552,57.996 565.522,58.943 565.378,62.101 M570.82,37.631 C570.674,34.438 570.167,32.258 569.425,30.349 C568.659,28.377 567.633,26.702 565.965,25.035 C564.297,23.368 562.623,22.342 560.652,21.575 C558.743,20.834 556.562,20.326 553.369,20.18 C550.169,20.033 549.148,20 541,20 C532.853,20 531.831,20.033 528.631,20.18 C525.438,20.326 523.257,20.834 521.349,21.575 C519.376,22.342 517.703,23.368 516.035,25.035 C514.368,26.702 513.342,28.377 512.574,30.349 C511.834,32.258 511.326,34.438 511.181,37.631 C511.035,40.831 511,41.851 511,50 C511,58.147 511.035,59.17 511.181,62.369 C511.326,65.562 511.834,67.743 512.574,69.651 C513.342,71.625 514.368,73.296 516.035,74.965 C517.703,76.634 519.376,77.658 521.349,78.425 C523.257,79.167 525.438,79.673 528.631,79.82 C531.831,79.965 532.853,80.001 541,80.001 C549.148,80.001 550.169,79.965 553.369,79.82 C556.562,79.673 558.743,79.167 560.652,78.425 C562.623,77.658 564.297,76.634 565.965,74.965 C567.633,73.296 568.659,71.625 569.425,69.651 C570.167,67.743 570.674,65.562 570.82,62.369 C570.966,59.17 571,58.147 571,50 C571,41.851 570.966,40.831 570.82,37.631"></path></g></g></g></svg></div>
<div style="padding-top: 8px;">
<div style=" color:#3897f0; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:550; line-height:18px;"> View this post on Instagram</div>
</div>
<div style="padding: 12.5% 0;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: row; margin-bottom: 14px; align-items: center;">
<div>
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(0px) translateY(7px);"></div>
<div style="background-color: #F4F4F4; height: 12.5px; transform: rotate(-45deg) translateX(3px) translateY(1px); width: 12.5px; flex-grow: 0; margin-right: 14px; margin-left: 2px;"></div>
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(9px) translateY(-18px);"></div>
</div>
<div style="margin-left: 8px;">
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 20px; width: 20px;"></div>
<div style=" width: 0; height: 0; border-top: 2px solid transparent; border-left: 6px solid #f4f4f4; border-bottom: 2px solid transparent; transform: translateX(16px) translateY(-4px) rotate(30deg)"></div>
</div>
<div style="margin-left: auto;">
<div style=" width: 0px; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-right: 8px solid transparent; transform: translateY(16px);"></div>
<div style=" background-color: #F4F4F4; flex-grow: 0; height: 12px; width: 16px; transform: translateY(-4px);"></div>
<div style=" width: 0; height: 0; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-left: 8px solid transparent; transform: translateY(-4px) translateX(8px);"></div>
</div>
</div>
<p></a> </p>
<p style=" margin:8px 0 0 0; padding:0 4px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/CClWbW5B0pQ/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" color:#000; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px; text-decoration:none; word-wrap:break-word;" target="_blank">Beri bantuan tapi ko gak ikhlas #prakerja #kartuprakerja #corona #coronavirus #covid19 #jagajarak #cucitangan #infografis #politik #politikindonesia #pinterpolitik</a></p>
<p style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px; margin-bottom:0; margin-top:8px; overflow:hidden; padding:8px 0 7px; text-align:center; text-overflow:ellipsis; white-space:nowrap;">A post shared by <a href="https://www.instagram.com/pinterpolitik/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px;" target="_blank"> PinterPolitik.com</a> (@pinterpolitik) on <time style=" font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px;" datetime="2020-07-13T13:16:08+00:00">Jul 13, 2020 at 6:16am PDT</time></p>
</div>
</blockquote>
<p><script async src="//www.instagram.com/embed.js"></script></p>
<p>Ya, begitulah, <em>cuy</em>, Presiden Jokowi yang kita kenal itu sangat menjunjung tinggi kata &#8216;bekerja&#8217;. Makanya jangan heran apabila Perpres yang baru ini lebih menekan penerima program Kartu Prakerja untuk <em>take action</em> atau serius bekerja. Kalau ternyata ada yang main-main, lihat saja akibatnya: uang program harus dikembalikan.</p>
<p>Selain &#8216;bekerja&#8217;, Presiden Jokowi juga menjunjung kata &#8216;menolong&#8217;. Itu sudah pasti. Kalau <em>nggak</em>, tentu saja memilih memberhentikan program lebih enak daripada melanjutkannya, kan? Tapi, kalau kita jitu, coba <em>deh</em>, <em>cuy</em>, fokus sama <em>quote</em>dari kakeknya yang bisa diterjemahkan bahwa kerja itu <em>nggak</em> melulu pakai otot, tapi otak.</p>
<p>Nah, kalau begitu, dalam kasus Kartu Prakerja ini, timbul pertanyaan. Apakah Perpres yang baru itu benar-benar sudah mengarah pada orientasi otak alias kognitif peserta?</p>
<p><em>Hello</em>, apa kabar program pelatihan memancing dan membuat pempek? Apalagi, kalau ada program cara membuka YouTube. <em>Hehehe</em>.</p>
<p>Maksud <em>mimin</em> begini <em>lho</em>, <em>cuy</em>. Okelah kalau pemerintah harus diberi apresiasi sebab menjawab keresahan masyarakat yang menganggap bahwa manajemen program Kartu Prakerja yang kemarin amburadul sehingga Perpres yang baru muncul ini dimaksudkan memperbaiki manajemen tersebut, seperti seleksi yang mulai <em>diketatin</em>, dimungkinkan daftar pakai luring, dan lain-lain.</p>
<p>Sampai-sampai, dalam membentuk manajemennya, pemerintah <em>nggak</em> segan-segan mengevaluasi mitra-mitranya, <em>cuy</em>. Namun, yang jadi soal, kalau manajemennya sudah baik tetapi kontennya masih begitu-begitu saja, kan sama <em>aja</em>, toh. Ibarat kopi, gelasnya dari permadani tapi rasanya ambyar sekali, ya sama <em>aja boong</em>, kan.</p>
<p>Maka dari itu, mending menurut <em>mimin nih</em>, sebab pemerintah di bawah kendali Presiden Jokowi senang menolong, seyogianya suruh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto berkoordinasi dengan Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Ida Fauziah.</p>
<p>Siapa tahu nanti dapat menemukan solusi dan sebenarnya apa yang menjadi kebutuhan tenaga kerja kita, mulai dari tingkat bawah. <em>Hehehe</em>. (F46)</p>
<div class="youtube-embed" data-video_id="SiYP2o_pGRA"><iframe loading="lazy" title="Attack on Titan: Politik di Balik Anime &amp; Manga" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/SiYP2o_pGRA?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe></div>
<p>► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di&nbsp;<a href="http://bit.ly/PinterPolitik"><strong>bit.ly/PinterPolitik</strong></a></p>
<p>Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di&nbsp;<strong><a href="http://bit.ly/ruang-publik">bit.ly/ruang-publik</a></strong>&nbsp;untuk informasi lebih lanjut.</p>
<p><a href="http://bit.ly/ruang-publik"><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-large wp-image-61983" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-1024x132.jpg" alt="" width="696" height="90" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-1024x132.jpg 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-300x39.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-768x99.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-696x90.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-1068x138.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-1920x248.jpg 1920w" sizes="auto, (max-width: 696px) 100vw, 696px" /></a></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2020/07/Jokowi-Prakerja.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Program Prakerja Nggak Ikhlas?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/infografis/program-prakerja-nggak-ikhlas/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[K12]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Jul 2020 01:13:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[Kartu Prakerja]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=80970</guid>

					<description><![CDATA[]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-80972" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2020/07/Program-Prakerja-Nggak-Ikhlas-01.jpg" alt=" Program Prakerja Nggak Ikhlas?" width="2250" height="2814" /></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kartu Prakerja Lanjut Terus</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/infografis/kartu-prakerja-lanjut-terus/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[K12]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 Jul 2020 05:04:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[Airlangga Hartarto]]></category>
		<category><![CDATA[Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[Kartu Prakerja]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=80915</guid>

					<description><![CDATA[]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-80916" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2020/07/Kartu-Prakerja-Lanjut-Terus-01.jpg" alt="Kartu Prakerja Lanjut Terus" width="2250" height="2703" /></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2020/07/Kartu-Prakerja-Lanjut-Terus-01.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Menguak Manuver KPK Soroti Prakerja</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/in-depth/menguak-manuver-kpk-soroti-prakerja/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[A43]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Jun 2020 11:30:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nalar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[2024]]></category>
		<category><![CDATA[Airlangga Hartarto]]></category>
		<category><![CDATA[Golkar]]></category>
		<category><![CDATA[Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[Kartu pra kerja]]></category>
		<category><![CDATA[Kartu Prakerja]]></category>
		<category><![CDATA[Komisi Pemberantasan Korupsi]]></category>
		<category><![CDATA[KPK]]></category>
		<category><![CDATA[KPK RI]]></category>
		<category><![CDATA[PDI Perjuangan]]></category>
		<category><![CDATA[PDI-P]]></category>
		<category><![CDATA[PDIP]]></category>
		<category><![CDATA[Pemilu 2024]]></category>
		<category><![CDATA[Polemik Kartu Prakerja]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=80189</guid>

					<description><![CDATA[Kebijakan Kartu Prakerja akhir-akhir ini kembali menjadi sorotan melalui surat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kala masyarakat Indonesia menyongsong normal baru (new normal). Mungkinkah sorotan ini disertai dinamika politik? PinterPolitik.com “Justice will prevail, you say? But of course it will. Whoever wins this war becomes justice.” – Donquixote Doflamingo, One Piece Tidak sedikit orang kerap menganggap [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>Kebijakan Kartu Prakerja akhir-akhir ini kembali menjadi sorotan melalui surat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kala masyarakat Indonesia menyongsong normal baru (<em>new normal</em>). Mungkinkah sorotan ini disertai dinamika politik?</strong></h4>
<hr>
<p><span style="color: #cedb2a;">PinterPolitik.com</span></p>
<blockquote class="td_quote_box td_box_center"><p>“Justice will prevail, you say? But of course it will. Whoever wins this war becomes justice.” – Donquixote Doflamingo, <em>One Piece</em></p></blockquote>
<p><span class="dropcap dropcap2">T</span>idak sedikit orang kerap menganggap bahwa kekuasaan rentan menjadi lahan korupsi. Bahkan, tanpa disadari isu korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan semacam ini turut tertanam dalam berbagai produk budaya di banyak negara.</p>
<p>Seri anime yang berjudul <em>One Piece </em>misalnya menjadi salah satu produk budaya yang juga menyebutkan pesan politis semacam ini dalam alur ceritanya. Para penggemarnya mungkin bisa menemukan perilaku koruptif seperti ini pada World Government dan Marine.</p>
<p>Boleh jadi, World Government dan Marine menjadi musuh para bajak laut <em>One Piece</em> karena perilaku koruptif tersebut. Alhasil, bajak laut mana saja pasti selalu curiga dengan gerak-gerik mereka.</p>
<p>Mungkin, sikap curiga inilah yang perlu setiap saat dimiliki oleh lembaga antirasuah di negara manapun. Hal ini tentu juga berlaku bagi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Indonesia.</p>
<p>Dalam kebijakan program Kartu Prakerja yang dicanangkan oleh pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) kala pandemi virus Corona (Covid-19) misalnya, dugaan konflik kepentingan dan penyalahgunaan kekuasaan justru mencuat di masyarakat. Sorotan publik pun sempat ramai setelah beberapa perusahaan <em>start-up</em> yang dimiliki Adamas Belva Syah Devara – kala itu menjabat sebagai Staf Khusus Presiden – terlibat dalam kerja sama di program itu.</p>
<blockquote class="twitter-tweet" data-width="550" data-dnt="true">
<p lang="in" dir="ltr">Kegeraman ProDEM pada UU No.2/2020 bertambah karena ada temuan masalah <a href="https://twitter.com/KPK_RI?ref_src=twsrc%5Etfw">@KPK_RI</a> atas proyek pelatihan Kartu Pra Kerja. Tapi temuan <a href="https://twitter.com/KPK_RI?ref_src=twsrc%5Etfw">@KPK_RI</a> itu hanya dianggap sebagai kajian.</p>
<p>Bangkrut dan ancur, kalau Rezim Sontoloyo ini tak segra disudahi. </p>
<p>Iya gak sih? <a href="https://t.co/cvm86LBF1k">https://t.co/cvm86LBF1k</a></p>
<p>&mdash; RealKetuaProDEM (@KetumProDEM) <a href="https://twitter.com/KetumProDEM/status/1275642766958235648?ref_src=twsrc%5Etfw">June 24, 2020</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p>Terkait dugaan itu, Ketua KPK Firli Bahuri mengirimkan sebuah surat kepada Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Pasalnya, program Kartu Prakerja berada di bawah urusan Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian.</p>
<p>Dalam surat yang dikirim Firli, terdapat juga beberapa poin lain yang menjadi perhatian, seperti jumlah peserta dengan data pekerja terdampak pandemi virus Corona (Covid-19) yang tidak sebanding, kurasi materi yang kurang kompeten, dan fitur pengenal wajah yang dianggap tidak efisien.</p>
<p>Airlangga pun langsung merespons dengan revisi regulasi terkait program tersebut. Mantan Menteri Perindustrian (Menperin) tersebut bahkan menyebutkan bahwa kementeriannya lah yang mengajukan diri untuk diawasi.</p>
<p>Terlepas dari drama lempar narasi terkait polemik program Kartu Prakerja ini, bukan tidak mungkin dinamika politik turut menyertai. Kira-kira, dinamika seperti apakah yang melandasi? Lalu, bagaimana efek dan dampak dari sorotan KPK ini ke depannya?</p>
<h4><strong>Efek KPK</strong></h4>
<p>Sorotan KPK terhadap pejabat dan politisi tentu dapat selalu membawa efek politis. Bukan tidak mungkin, sorotan lembaga antirasuah ini dapat berdampak pada hasil politik lainnya di masa mendatang.</p>
<p>Dampak seperti ini tercerminkan dalam beberapa kasus korupsi yang menjerat figur politisi penting. Pada tahun 2019 misalnya, mantan Ketua Umum PPP Muhammad Romahurmuziy (Rommy) terkena operasi tangkap tangan (OTT) oleh KPK soal kasus jual-beli jabatan di Kementerian Agama (Kemenag).</p>
<p>Tentu, begitu nama tersebut disebut oleh KPK, publik pun tidak hanya tinggal diam. Masyarakat akan memberikan penilaian melalui pemilihan umum (Pemilu).</p>
<p>Kala itu, koalisi Jokowi-Ma’ruf Amin juga dibuat khawatir terkait dampaknya terhadap perolehan suara Piplres 2019. Pasalnya, Rommy sendiri dikenal memiliki kedekatan politik dengan sang presiden.</p>
<p>Banyak media dan pengamat politik menyebut fenomena tersebut sebagai <em>Rommy Effect</em>. Efek itu ditakutkan dapat membawa para pemilih menyeberang ke kubu lawan, yakni Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Pasalnya, PPP kala itu juga telah terpecah.</p>
<p><hr /><p><em>Sorotan lembaga antirasuah KPK ini bisa saja dapat berdampak pada hasil politik di masa mendatang.</em><br /><a href='https://x.com/intent/tweet?url=https%3A%2F%2Fwww.pinterpolitik.com%2Fin-depth%2Fmenguak-manuver-kpk-soroti-prakerja%2F&#038;text=Sorotan%20lembaga%20antirasuah%20KPK%20ini%20bisa%20saja%20dapat%20berdampak%20pada%20hasil%20politik%20di%20masa%20mendatang.&#038;related' target='_blank' rel="noopener noreferrer" >Share on X</a><br /><hr /></p>
<p><em>Rommy Effect</em> seperti ini sebenarnya tidak dapat dilepaskan dari bagaimana kecenderungan masyarakat secara psikologis dapat memengaruhi Pemilu. Tendensi kognitif seperti ini biasa disebut sebagai <em>negativity bias</em>.</p>
<p>Bias inilah yang dijabarkan oleh Amrisha Vaish dari Max Planck Institute for Evolutionary Anthropology dalam <a href="https://www.researchgate.net/publication/5407136_Not_All_Emotions_Are_Created_Equal_The_Negativity_Bias_in_Social-Emotional_Development"><strong>tulisannya</strong></a> bersama rekan-rekannya yang berjudul <em>Not All Emotions Are Created Equal</em>. Mereka menyebutkan bahwa terdapat kecenderungan pada orang dewasa untuk lebih menggunakan informasi-informasi negatif dalam mengambil keputusan.</p>
<p>Itulah mengapa Rommy Effect ini bisa saja berdampak pada hasil Pemilu. PPP sendiri misalnya, disebut-sebut berada dalam ambang “kehancuran” karena kasus tersebut. Partai itu juga mengalami <a href="https://nasional.kompas.com/read/2019/05/21/06353851/perbandingan-suara-parpol-2014-dan-2019-dari-yang-melejit-tersingkir-hingga/" rel="nofollow"><strong>penurunan perolehan suara</strong></a> dari 6,53 persen pada tahun 2014 menjadi hanya 4,52 persen pada tahun 2019.</p>
<p>Bukan tidak mungkin, hal yang serupa dapat terjadi pada Airlangga selaku Ketum Partai Golkar. Bagaimana pun juga, Airlangga perlu menggunakan taktik tertentu agar sorotan KPK ini tak dapat berujung pada efek yang sama dengan <em>Rommy Effect</em>.</p>
<p>Meski Airlangga telah menangkis sorotan ini dengan memberikan janji revisi regulasi, bukan tidak mungkin dinamika politik lainnya tetap berlanjut. Kira-kira, dinamika apa yang melandasi sorotan KPK pada program Kartu Prakerja yang ditangani oleh Airlangga ini?</p>
<h4><strong>Strategi PDIP?</strong></h4>
<p>Bagaimana pun juga, sikap politis KPK bukan hanya sekali ini dicurigai ada. Dalam beberapa kasus, KPK juga dianggap menjadi instrumen politik dengan jeratan kasus korupsinya.</p>
<p>Manuver politik melalui KPK ini pernah <a href="https://www.pinterpolitik.com/strategi-jerat-rangkul-jokowi/"><strong>disebut-sebut</strong></a> digunakan oleh Presiden Jokowi untuk menjerat dan merangkul lawan-lawan politiknya. Ketum Perindo Hary Tanoesoedibjo misalnya disebut-sebut pernah terkena strategi jerat-rangkul melalui kasus hukum tertentu.</p>
<p>Bukan tidak mungkin, strategi serupa kini dilakukan kembali oleh aktor politik yang berbeda. Apalagi, situasi politik pada tahun 2024 bisa saja menjadi semakin sulit dikontrol.</p>
<blockquote class="instagram-media" data-instgrm-captioned data-instgrm-permalink="https://www.instagram.com/p/CBzOlIgBTEL/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" data-instgrm-version="12" style=" background:#FFF; border:0; border-radius:3px; box-shadow:0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width:658px; min-width:326px; padding:0; width:99.375%; width:-webkit-calc(100% - 2px); width:calc(100% - 2px);">
<div style="padding:16px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/CBzOlIgBTEL/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" background:#FFFFFF; line-height:0; padding:0 0; text-align:center; text-decoration:none; width:100%;" target="_blank"> </p>
<div style=" display: flex; flex-direction: row; align-items: center;">
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 40px; margin-right: 14px; width: 40px;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center;">
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 100px;"></div>
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 60px;"></div>
</div>
</div>
<div style="padding: 19% 0;"></div>
<div style="display:block; height:50px; margin:0 auto 12px; width:50px;"><svg width="50px" height="50px" viewBox="0 0 60 60" version="1.1" xmlns="https://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="https://www.w3.org/1999/xlink"><g stroke="none" stroke-width="1" fill="none" fill-rule="evenodd"><g transform="translate(-511.000000, -20.000000)" fill="#000000"><g><path d="M556.869,30.41 C554.814,30.41 553.148,32.076 553.148,34.131 C553.148,36.186 554.814,37.852 556.869,37.852 C558.924,37.852 560.59,36.186 560.59,34.131 C560.59,32.076 558.924,30.41 556.869,30.41 M541,60.657 C535.114,60.657 530.342,55.887 530.342,50 C530.342,44.114 535.114,39.342 541,39.342 C546.887,39.342 551.658,44.114 551.658,50 C551.658,55.887 546.887,60.657 541,60.657 M541,33.886 C532.1,33.886 524.886,41.1 524.886,50 C524.886,58.899 532.1,66.113 541,66.113 C549.9,66.113 557.115,58.899 557.115,50 C557.115,41.1 549.9,33.886 541,33.886 M565.378,62.101 C565.244,65.022 564.756,66.606 564.346,67.663 C563.803,69.06 563.154,70.057 562.106,71.106 C561.058,72.155 560.06,72.803 558.662,73.347 C557.607,73.757 556.021,74.244 553.102,74.378 C549.944,74.521 548.997,74.552 541,74.552 C533.003,74.552 532.056,74.521 528.898,74.378 C525.979,74.244 524.393,73.757 523.338,73.347 C521.94,72.803 520.942,72.155 519.894,71.106 C518.846,70.057 518.197,69.06 517.654,67.663 C517.244,66.606 516.755,65.022 516.623,62.101 C516.479,58.943 516.448,57.996 516.448,50 C516.448,42.003 516.479,41.056 516.623,37.899 C516.755,34.978 517.244,33.391 517.654,32.338 C518.197,30.938 518.846,29.942 519.894,28.894 C520.942,27.846 521.94,27.196 523.338,26.654 C524.393,26.244 525.979,25.756 528.898,25.623 C532.057,25.479 533.004,25.448 541,25.448 C548.997,25.448 549.943,25.479 553.102,25.623 C556.021,25.756 557.607,26.244 558.662,26.654 C560.06,27.196 561.058,27.846 562.106,28.894 C563.154,29.942 563.803,30.938 564.346,32.338 C564.756,33.391 565.244,34.978 565.378,37.899 C565.522,41.056 565.552,42.003 565.552,50 C565.552,57.996 565.522,58.943 565.378,62.101 M570.82,37.631 C570.674,34.438 570.167,32.258 569.425,30.349 C568.659,28.377 567.633,26.702 565.965,25.035 C564.297,23.368 562.623,22.342 560.652,21.575 C558.743,20.834 556.562,20.326 553.369,20.18 C550.169,20.033 549.148,20 541,20 C532.853,20 531.831,20.033 528.631,20.18 C525.438,20.326 523.257,20.834 521.349,21.575 C519.376,22.342 517.703,23.368 516.035,25.035 C514.368,26.702 513.342,28.377 512.574,30.349 C511.834,32.258 511.326,34.438 511.181,37.631 C511.035,40.831 511,41.851 511,50 C511,58.147 511.035,59.17 511.181,62.369 C511.326,65.562 511.834,67.743 512.574,69.651 C513.342,71.625 514.368,73.296 516.035,74.965 C517.703,76.634 519.376,77.658 521.349,78.425 C523.257,79.167 525.438,79.673 528.631,79.82 C531.831,79.965 532.853,80.001 541,80.001 C549.148,80.001 550.169,79.965 553.369,79.82 C556.562,79.673 558.743,79.167 560.652,78.425 C562.623,77.658 564.297,76.634 565.965,74.965 C567.633,73.296 568.659,71.625 569.425,69.651 C570.167,67.743 570.674,65.562 570.82,62.369 C570.966,59.17 571,58.147 571,50 C571,41.851 570.966,40.831 570.82,37.631"></path></g></g></g></svg></div>
<div style="padding-top: 8px;">
<div style=" color:#3897f0; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:550; line-height:18px;"> View this post on Instagram</div>
</div>
<div style="padding: 12.5% 0;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: row; margin-bottom: 14px; align-items: center;">
<div>
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(0px) translateY(7px);"></div>
<div style="background-color: #F4F4F4; height: 12.5px; transform: rotate(-45deg) translateX(3px) translateY(1px); width: 12.5px; flex-grow: 0; margin-right: 14px; margin-left: 2px;"></div>
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(9px) translateY(-18px);"></div>
</div>
<div style="margin-left: 8px;">
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 20px; width: 20px;"></div>
<div style=" width: 0; height: 0; border-top: 2px solid transparent; border-left: 6px solid #f4f4f4; border-bottom: 2px solid transparent; transform: translateX(16px) translateY(-4px) rotate(30deg)"></div>
</div>
<div style="margin-left: auto;">
<div style=" width: 0px; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-right: 8px solid transparent; transform: translateY(16px);"></div>
<div style=" background-color: #F4F4F4; flex-grow: 0; height: 12px; width: 16px; transform: translateY(-4px);"></div>
<div style=" width: 0; height: 0; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-left: 8px solid transparent; transform: translateY(-4px) translateX(8px);"></div>
</div>
</div>
<p></a> </p>
<p style=" margin:8px 0 0 0; padding:0 4px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/CBzOlIgBTEL/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" color:#000; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px; text-decoration:none; word-wrap:break-word;" target="_blank">KPK minta program Prakerja dihentikan, kenapa ya? #kpk #kartuprakerja #prakerja #menkoperekonomian #corona #coronavirus #covid19 #pandemicorona #jagajarak #cegahcorona #cucitangan #stayhealth #pakemasker #infografis #politik #politikindonesia #pinterpolitik</a></p>
<p style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px; margin-bottom:0; margin-top:8px; overflow:hidden; padding:8px 0 7px; text-align:center; text-overflow:ellipsis; white-space:nowrap;">A post shared by <a href="https://www.instagram.com/pinterpolitik/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px;" target="_blank"> PinterPolitik.com</a> (@pinterpolitik) on <time style=" font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px;" datetime="2020-06-24T02:05:32+00:00">Jun 23, 2020 at 7:05pm PDT</time></p>
</div>
</blockquote>
<p><script async src="//www.instagram.com/embed.js"></script></p>
<p>Bila diamati kembali, sosok politisi yang menjadi sorotan kini adalah Airlangga yang sekaligus menjabat sebagai Ketum Golkar. Partai berlambang pohon beringin ini juga merupakan salah satu partai dengan suara terbanyak pada Pemilu 2019 lalu.</p>
<p>Bukan tidak mungkin, kekuatan Golkar yang besar kini dapat menjadi keuntungan maupun kerugian bagi kekuatan lain. Pasalnya, Golkar ini digadang-gadang oleh banyak pengamat politik untuk menjadi <a href="https://www.pinterpolitik.com/2024-megawati-vs-everybody/"><strong>poros ketiga</strong></a> dalam Pemilu 2024 – menyaingi dua poros utama lainnya, yakni poros PDIP dan poros PKS.</p>
<p>Terdapat juga anggapan bahwa Golkar merupakan salah satu partai yang menjadi kekuatan poros ketiga yang ingin dibangun oleh Jokowi. Pasalnya, Jokowi sendiri disebut-sebut ingin melepaskan diri dari pengaruh Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri.</p>
<p>Boleh jadi, dinamika inilah yang mendasari sorotan KPK pada Airlangga terkait program Kartu Prakerja. Asumsi ini juga didukung dengan dugaan di masyarakat yang mengatakan bahwa KPK kini turut <a href="https://www.merdeka.com/peristiwa/firli-ungkap-kedekatan-dengan-pdip-di-uji-kelayakan-dan-kepatutan-capim-kpk.html"><strong>dipengaruhi</strong></a> oleh PDIP dengan Firli Bahuri sebagai pimpinannya.</p>
<p>Mungkin, KPK di bawah kepemimpinan Firli inilah yang menjadi instrumen strategi jerat-rangkul baru ala PDIP. Lagi pula, PDIP sendiri semakin ke sini semakin terlihat kritis terhadap kebijakan-kebijakan pemerintahan Jokowi di tengah pandemi Covid-19.</p>
<p>Kemungkinan penggunaan strategi ini tentu juga sejalan dengan <em>game theory </em>(teori permainan) – di mana berjalan sebuah permainan di antara aktor-aktor yang berlawanan. Biasanya, dalam prinsip <em>zero-sum game</em>, kerugian yang dialami pihak lawan dapat menjadi keuntungan bagi pihak tertentu.</p>
<p>Kerugian politis semacam ini bisa saja dialami Airlangga dan Jokowi dengan sorotan KPK terhadap kebijakan Kartu Prakerja. Dengan adanya bias negatif, bukan tidak mungkin kekuatan Golkar dan Jokowi untuk tahun 2024 mendatang secara perlahan <em>digembosi</em>.</p>
<p>Meski begitu, gambaran kemungkinan manuver politis seperti ini belum pasti benar adanya. Yang jelas, bagaimana pun, sorotan KPK terhadap kebijakan pemerintahan Jokowi ini bisa saja berdampak secara politis ke depannya. Menarik untuk dinanti kelanjutannya. (A43)</p>
<div class="youtube-embed" data-video_id="rBvbD6YLBq4"><iframe loading="lazy" title="Seniman dan Politik: Kiprah Sang Maestro Lokal Affandi" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/rBvbD6YLBq4?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe></div>
<p>► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di&nbsp;<a href="http://bit.ly/PinterPolitik"><strong>bit.ly/PinterPolitik</strong></a></p>
<p>Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di&nbsp;<strong><a href="http://bit.ly/ruang-publik">bit.ly/ruang-publik</a></strong>&nbsp;untuk informasi lebih lanjut.</p>
<p><a href="http://bit.ly/ruang-publik"><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-large wp-image-61983" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-1024x132.jpg" alt="" width="696" height="90" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-1024x132.jpg 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-300x39.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-768x99.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-696x90.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-1068x138.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-1920x248.jpg 1920w" sizes="auto, (max-width: 696px) 100vw, 696px" /></a></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2020/06/Jokowi-Airlangga-Hartarto.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Kejar-kejaran di Kartu Prakerja</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/infografis/kejar-kejaran-di-kartu-prakerja/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R55]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Jun 2020 01:31:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[Kartu Prakerja]]></category>
		<category><![CDATA[KPK]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=80155</guid>

					<description><![CDATA[KPK dikabarkan minta program Kartu Prakerja dihentikan. Kirim surat ke Menko Perekenomian Airlangga dan sebut temukan sejumlah masalah, kemudian Airlangga dengan revisi regulasi]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2020/06/Infografis-Kejar-kejaran-di-Kartu-Prakerja.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class=" td-modal-image aligncenter wp-image-80156 size-full" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2020/06/Infografis-Kejar-kejaran-di-Kartu-Prakerja.jpg" alt="KPK program Kartu Prakerja" width="900" height="1041" /></a></p>
<p>KPK dikabarkan minta program Kartu Prakerja dihentikan. Kirim surat ke Menko Perekenomian Airlangga dan sebut temukan sejumlah masalah, kemudian Airlangga dengan revisi regulasi</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2020/06/Infografis-Kejar-kejaran-di-Kartu-Prakerja.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
