<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>Kampanye Terselubung &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/kampanye-terselubung/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Thu, 27 Oct 2022 07:41:10 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>Kampanye Terselubung &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Anies Curi Start Kampanye?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/celoteh/anies-curi-start-kampanye/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[I76]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 27 Oct 2022 09:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Anies Baswedan]]></category>
		<category><![CDATA[Kampanye Terselubung]]></category>
		<category><![CDATA[Restoran Pagi Sore]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=118108</guid>

					<description><![CDATA[“Kami manajemen Restoran Pagi Sore menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan bapak ibu, dengan adanya pemberitaan tentang ditemukannya flyer/brosur di pesanan nasi box Restoran Pagi Sore,” – Manajemen Restoran Pagi Sore PinterPolitik.com Siapa sih yang nggak&#160;tahu restoran Padang? Salah satu restoran yang menjajakan&#160;kuliner khas asal tanah Minangkabau ini terkenal dengan menu andalan rendang&#160;–&#160;olahan daging [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>“Kami manajemen Restoran Pagi Sore menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan bapak ibu, dengan adanya pemberitaan tentang ditemukannya <em><strong><em>flyer</em></strong></em>/brosur di pesanan nasi box Restoran Pagi Sore,” – Manajemen Restoran Pagi Sore</strong></p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide"/>



<p class="wp-block-paragraph"><a href="http://www.pinterpolitik.com/"><strong><u><strong>PinterPolitik.com</strong></u></strong></a></p>



<p class="has-drop-cap wp-block-paragraph">Siapa sih yang <em><ins>ng</ins></em><em>gak</em>&nbsp;ta<ins>h</ins>u restoran <ins>P</ins>adang? Salah satu restoran yang <ins>menjajakan</ins>&nbsp;kuliner khas asal tanah Minangkabau ini terkenal dengan menu andalan rendang<ins>&nbsp;–</ins>&nbsp;olahan daging sapi yang telah mendunia <em>loh</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, apa jadinya ya jika restoran padang bukan hanya dikenal karena rendangnya tapi juga ada menu lain, yaitu menu “brosur Anies”<ins>?</ins></p>



<p class="wp-block-paragraph">Mungkin tidak berlebihan jika mengibaratkan brosur bakal calon presiden (capres) Partai NasDem<ins>,</ins>&nbsp;Anies Baswedan<ins>,</ins>&nbsp;yang ditemukan dalam boks makanan Restoran Pagi Sore sebagai salah satu menu baru restoran.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Merespons peristiwa itu, Restoran Pagi Sore membenarkan karyawannya sengaja memasukkan brosur dukungan terhadap Anies<ins>&nbsp;– s</ins>ekaligus memberikan penjelasan kalau perbuatan itu di luar perintah manajemen.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagai sebuah peristiwa politik, hal semacam ini juga pernah terjadi dan kebetulan Anies yang lagi-lagi jadi objek. Peristiwa yang dimaksud <ins>adalah </ins>pembagian tabloid berisi kesuksesan Anies yang dibagikan kepada jemaah Masjid Al Amin<ins>&nbsp;di </ins>Malang<ins>, Jawa Timur</ins>.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Anyway</em>, poster dan brosur Anies <ins>itu </ins>seolah-olah tersebar tidak sengaja. Alih-alih akan mendapat simpati, <ins>malah </ins>muncul kemungkinan sikap antipati dari publik. Selain terkesan tidak elegan, cara semacam ini akan dianggap sebagai strategi curi <em>start </em>kampanye.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam konteks komunikasi politik, penting untuk mampu mempertimbangkan <em>feedback</em>&nbsp;dari <ins>receiver</ins>&nbsp;(penerima) pe<ins>s</ins>an politik kita. Jangan sampai tujuan pe<ins>s</ins>an tidak tersampaikan dikarenakan sikap resistensi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Alina Wheeler dalam bukunya <em>Designing Brand Identity: An Essential Guide for The Whole Branding Team</em>&nbsp;memberikan gambaran bahwa <em>brand</em>&nbsp;atau merek yang ingin menyampaikan pesan harus memperhatikan cara pandang calon penerimanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><ins>Pasalnya, </ins>merek bisa saja ditolak karena tidak sesuai dengan “cara” penyampaiannya. Oleh karenanya<ins>,</ins> pemberi pesan harus mencari cara untuk terhubung secara emosional dengan pelanggan atau penerima pesan.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="851" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/10/image-121-851x1024.png" alt="image 121" class="wp-image-118110" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/10/image-121-851x1024.png 851w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/10/image-121-249x300.png 249w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/10/image-121-125x150.png 125w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/10/image-121-768x924.png 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/10/image-121-696x838.png 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/10/image-121-1068x1286.png 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/10/image-121-349x420.png 349w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/10/image-121.png 1080w" sizes="(max-width: 851px) 100vw, 851px" /><figcaption>Gerakan Restoran ala Anies?</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph"><em>By the way</em>, kal<ins>au</ins>&nbsp;dipikir-pikir kini nasi Padang hendak dihidangkan bersama sayur politik ke hadapan publik<ins>.</ins>&nbsp;<ins>A</ins>pa salah dan dosa nasi padang hingga harus di jadikan alat politik untuk meraih kemenangan<ins>?</ins></p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Hmm</em>, apa sudah kehabisan ide politik tapi rasa “lapar” untuk memproduksi strategi sudah tidak dapat diben<ins>d</ins>ung<ins>&nbsp;– sampai akhirnya </ins>tempat makan pun dijadikan instrumen untuk kampanye “terselubung”<ins>?</ins></p>



<p class="wp-block-paragraph">Jadi ingat idiom, “tidak ada yang terjadi begitu saja dalam politik” yang mengarahkan pikiran kita untuk berpikir pasti ada desain tersembunyi dibalik peristiwa nasi boks ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Atau jangan-jangan strategi menggunakan Restoran Pagi Sore ini merupakan tafsir subjektif dari jargon politik Partai NasDem <ins>– </ins>partai yang mendeklarasikan Anies sebagai capresnya</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jika NasDem <ins>mengampanyekan</ins> gerakan restorasi, bisa jadi para relawan Anies ini menafsirkan kalau restorasi adalah gerakan perubahan melalu restoran. <em>Upps</em>. <em>Hehehe</em>. (I76)</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide"/>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<div class="youtube-embed" data-video_id="jZb0BYqERXs"><iframe title="Sejarah Nani Wartabone: Proklamator Sebelum Soekarno dari Gorontalo" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/jZb0BYqERXs?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe></div>
</div><figcaption>Sejarah Nani Wartabone: Proklamator Sebelum Soekarno dari Gorontalo</figcaption></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/10/gubernur-dki-jakarta-anies-baswedan-4_169.jpeg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Baliho Puan: Strategi Intelijen Tiru Nazi dan Soviet?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/pinpol-tv/baliho-puan-strategi-intelijen-tiru-nazi-dan-soviet/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Z70]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Aug 2021 12:15:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Horizon]]></category>
		<category><![CDATA[PinPol TV]]></category>
		<category><![CDATA[baliho Puan]]></category>
		<category><![CDATA[Kampanye Terselubung]]></category>
		<category><![CDATA[Pilpres 2024]]></category>
		<category><![CDATA[Puan Maharani]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=89380</guid>

					<description><![CDATA[]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="Baliho Puan: Strategi Intelijen Tiru Nazi dan Soviet?" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/cLd3AXA33Bs?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div><figcaption>Era Stalin vs Hitler ini bisa dianggap sebagai salah satu era ketika propaganda dengan menggunakan model bendera, iklan banner dan yang sejenisnya menjadi cukup populer dipakai untuk menyampaikan pesan politik tertentu.<br><br>Nah, perdebatan soal model kampanye masif dengan banner dan poster ini kini kembali ramai diperbincangkan lagi 76 tahun sejak aksi pasukan Soviet di video awal, tepatnya di Indonesia. Perbincangannya kali ini adalah tentang baliho Ketua DPR RI Puan Maharani yang tersebar di berbagai penjuru negeri.<br><br>Tentu fenomena ini menimbulkan pertanyaan. apa yang puan dan PDIP kejar ya? Terus mengapa ya PDIP memilih baliho ketimbang strategi kampanye di media sosial?<br><br>yuk simak video selengkapnya!</figcaption></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2021/08/maxresdefault-8-1024x576.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
