<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>Kampanye Sandiaga &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/kampanye-sandiaga/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Tue, 21 Jan 2020 12:24:30 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>Kampanye Sandiaga &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Sandi, Lawan Anies di 2024?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/in-depth/sandi-lawan-anies-di-2024/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[H57]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Jan 2020 12:24:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nalar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Anies-Sandi]]></category>
		<category><![CDATA[BPN Prabowo Sandi]]></category>
		<category><![CDATA[Cawapres Sandiaga Uno]]></category>
		<category><![CDATA[Kampanye Sandiaga]]></category>
		<category><![CDATA[Kekayaan Sandiaga Uno]]></category>
		<category><![CDATA[NASAIN]]></category>
		<category><![CDATA[Prabowo-Sandi]]></category>
		<category><![CDATA[sandi]]></category>
		<category><![CDATA[Sandi Effect]]></category>
		<category><![CDATA[Sandi vs Susi]]></category>
		<category><![CDATA[Sandiaga]]></category>
		<category><![CDATA[Sandiaga Juru Kampanye]]></category>
		<category><![CDATA[Sandiaga Salahuddin Uno]]></category>
		<category><![CDATA[Sandiaga Uno]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=72392</guid>

					<description><![CDATA[Baru berselang 3 bulan pelantikan presiden dan wakil presiden, kini sudah bermunculan wacana calon yang akan bertarung di Pemilihan Presiden (Pilpres) pada 2024 mendatang. Banyak yang menilai wacana tersebut masih terlalu dini, namun sebagian pihak justru melihatnya sebagai hal yang wajar. Lalu, apa yang bisa dimaknai di balik menguatnya nama Sandiaga Uno yang disebut bakal [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>Baru berselang 3 bulan pelantikan presiden dan wakil presiden, kini sudah bermunculan wacana calon yang akan bertarung di Pemilihan Presiden (Pilpres) pada 2024 mendatang. Banyak yang menilai wacana tersebut masih terlalu dini, namun sebagian pihak justru melihatnya sebagai hal yang wajar. Lalu, apa yang bisa dimaknai di balik menguatnya nama Sandiaga Uno yang disebut bakal menjadi calon presiden terkuat di 2024?</strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #cedb2a"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p><span class="dropcap dropcap2">B</span>erawal dari pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang <strong><a href="https://www.cnnindonesia.com/nasional/20200115133758-32-465563/jokowi-wanti-wanti-sandiaga-uno-bisa-jadi-presiden-2024">menyinggung</a></strong> Sandi sebagai sosok yang bakal menggantikan posisinya kelak, seketika itu nama mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu tiba-tiba terangkat dan menjadi perbincangan publik.</p>
<p>Beragam spekulasi pun mulai berseliweran merespons pernyataan Jokowi tersebut. Ada yang menganggapnya hanya sebatas candaan, namun tak sedikit pihak yang mengaitkannya sebagai sinyal dukungan Jokowi terhadap mantan calon wakil presiden itu.</p>
<p>Namun, sampai sekarang publik masih diselimuti rasa penasaran, mengapa tiba-tiba Jokowi melontarkan wacana tersebut?</p>
<p>Apalagi Pemilu untuk Presiden dan Wakil Presiden masih sangat lama. Tak hanya itu, yang membuat wacana ini menjadi serius, tak lain, lantaran yang mengungkapkan pernyataan tersebut adalah presiden sendiri – figur yang hampir setiap tarikan nafasnya pasti jadi perhatian publik.</p>
<p>Memang betul, bahwa dalam politik tak satu pun yang bisa menebak hasil akhir dengan tepat. Tapi, seperti kata Franklin Delano Roosevelt, hampir tak ada yang terjadi secara kebetulan dalam politik. Jika sesuatu terjadi, maka pastilah ia direncanakan sejak awal.</p>
<p>Merujuk pada pernyataan Roosevelt, boleh jadi apa yang diucapkan Jokowi merupakan bagian dari skenario politik itu sendiri dalam kaitannya dengan kalkulasi politik pada Pilpres 2024 mendatang. Dengan demikian, pernyataan Jokowi yang terkesan “dadakan” itu boleh jadi mengandung sejumlah makna yang perlu ditafsirkan lebih jauh.</p>
<p>Melihat banyak yang masih penasaran akan hal itu, penting untuk mempertanyakan, ada apa dengan Sandi sehingga Jokowi tiba-tiba memunculkan namanya sebagai sosok pengganti dirinya?­</p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-72360" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2020/01/Infografis-Papa-Online-For-2024_-01.jpg" alt="" width="768" height="925" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2020/01/Infografis-Papa-Online-For-2024_-01.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2020/01/Infografis-Papa-Online-For-2024_-01-249x300.jpg 249w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2020/01/Infografis-Papa-Online-For-2024_-01-696x838.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2020/01/Infografis-Papa-Online-For-2024_-01-349x420.jpg 349w" sizes="(max-width: 768px) 100vw, 768px" /></p>
<h4><strong>Mengapa Sandi Dimunculkan?</strong></h4>
<p>Banyak pertanyaan yang bermunculan usai menyeruak wacana pasca nama Sandi disebut oleh Jokowi. Di antara ceceran pertanyaan itu, ada yang sampai sekarang masih penasaran, mengapa Sandi dan bukan figur lain yang di­-<em>endorse</em> Jokowi?</p>
<p>Padahal, kalau dilihat, masih banyak figur yang namanya tak kalah populer. Sebut saja ada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Menteri BUMN Erick Thohir, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Ketua Umum Golkar Airlangga Hartaro, Ketua DPR RI Puan Maharani, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Gatot Nurmantyo, bahkan termasuk Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto.</p>
<p>Menariknya, selain Jokowi, beberapa figur penting lainnya juga memandang Sandi memiliki kans cukup besar untuk memenangkan kontestasi Pilpres 2024. Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Budi Gunawan misalnya, <strong><a href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20200119215701-4-131104/jokowi-hingga-bg-sebut-sandi-layak-jadi-capres-2024-ada-apa/2">melihat</a></strong> sosok Sandi sangat berpeluang mengambil kursi RI-1 pada gelaran Pilpres mendatang.</p>
<p>Budi mengaku Sandi merupakan sosok yang paling digandrungi “emak-emak” dan generasi milenial saat ini. Fakta tersebut tidak bisa dinafikan, setelah menyaksikan besarnya dukungan kedua kelompok terhadap pasangan Prabowo-Sandiaga pada perhelatan Pilpres 2019.</p>
<p>Sosoknya yang masih muda dan tampan juga menjadi alasan di balik besarnya dukungan para ibu-ibu  atau emak-emak terhadap pengusaha sukses yang namanya sempat tercatat sebagai salah satu di antara 40 orang terkaya versi majalah <em>Forbes</em> itu.</p>
<p>Komentar atas peluang Sandi juga datang dari politisi Gerindra, Fadli Zon. Ia menyebut Sandi sebagai sosok yang cukup <strong><a href="https://www.liputan6.com/news/read/4160096/prabowo-sebut-sandiaga-uno-berpeluang-maju-capres-2024">berpengalaman</a></strong>, baik di bidang bisnis maupun politik. Terlebih, pengalamannya pada Pilpres 2019, diakui memberikan banyak bekal dan pengalaman untuk menyingkirkan rivalnya di kontestasi elektoral mendatang.</p>
<p>Barangkali atas alasan itu pula, peneliti dari Lowy Institute Australia, Ben Bland sampai <strong><a href="https://theaseanpost.com/article/sandiaga-uno-loser-winner">menyebut</a></strong> modal sosial dan politik yang didapatkan Sandi atas pengalamannya di Pilpres 2019 silam, memberikannya peluang cukup besar untuk meraih kursi presiden pada Pemilu 2024.</p>
<p>Pertanyaannya, benarkah Sandi memiliki peluang besar untuk menggeser para pesaingnya di pergelaran Pilpres 2024? Adakah pesan lain yang mesti diinterpretasi di balik pemunculan namanya?</p>
<p><img decoding="async" class="size-full wp-image-72273" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2020/01/Infografis-Menyoal-Sandi-dan-2024-01.jpg" alt="" width="768" height="768" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2020/01/Infografis-Menyoal-Sandi-dan-2024-01.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2020/01/Infografis-Menyoal-Sandi-dan-2024-01-150x150.jpg 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2020/01/Infografis-Menyoal-Sandi-dan-2024-01-300x300.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2020/01/Infografis-Menyoal-Sandi-dan-2024-01-696x696.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2020/01/Infografis-Menyoal-Sandi-dan-2024-01-420x420.jpg 420w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2020/01/Infografis-Menyoal-Sandi-dan-2024-01-250x250.jpg 250w" sizes="(max-width: 768px) 100vw, 768px" /></p>
<h4><strong>Sandi Jadi Presiden 2024?</strong></h4>
<p>Max Walden dalam <em>Even if Prabowo loses, Sandiaga Uno will win in Indonesia’s election</em> menggambarkan Sandi sebagai sosok pendatang baru yang kharismatik dalam kancah politik nasional. Berpasangan dengan Prabowo Subianto, tak disangkal Sandi banyak memberikan energi dan kontribusi selama kampanye Pilpres 2019. Kekalahannnya bersama Prabowo, tidak berarti Sandi tak punya peluang lagi.</p>
<p>Beberapa media bahkan sempat <strong><a href="https://theaseanpost.com/article/sandiaga-uno-loser-winner">menuliskan</a></strong> langkah Sandi pada kontestasi Pilpres 2019 hanyalah batu loncatan (<em>stepping stone</em>). Sandi, menurut ulasan media tersebut, sebenarnya memiliki target dan fokus pada Pilpres 2024 mendatang. Namun, pengalaman tersebut tentu akan menjadi bekal yang sangat berharga.</p>
<p>Kesempatan emas Sandi memang bukan di Pilpres 2019, melainkan di 2024 mendatang. Sandi juga disebut sebagai sosok yang punya sejumlah keistimewaan yang membuatnya berpeluang besar merebut kursi kepresidenan.</p>
<p>Sandi tidak hanya seorang politisi muda yang sangat populer di kalangan masyarakat Indonesia, melainkan ia sekaligus seorang figur moderat dan progresif. Faktor lain yang tak kalah penting, Sandi adalah seorang pengusaha muda yang terbilang sukses, sehingga dari segi modalitas finansial tak ada yang meragukannya.</p>
<p>Mungkin saja benar, bahwa posisi Sandi yang dinilai lebih moderat, dibandingkan, misalnya, dengan Anies Baswedan, yang sejauh ini dianggap lebih dekat – berafiliasi – dengan kelompok Islam <strong><a href="https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-39644574">konservatif</a></strong>. Posisi moderat Sandi tersebut dinilai lebih berpeluang menggaet <strong><a href="https://www.pinterpolitik.com/sandiaga-cawapres-nasain/">pendukung</a></strong> baik dari kalangan nasionalis, agamais, dan insan bisnis (NASAIN).</p>
<p>Lalu, apa parameter yang bisa dijadikan acuan untuk menakar peluang Sandi yang digadang-gadang bakal semakin kuat di Pilpres 2024?</p>
<p>Menang atau kalah dalam sebuah kontestasi bergantung pada basis modalitas yang dimiliki seorang kompetitor. Semakin banyak sumber daya yang ia miliki, semakin berpeluang ia memenangkan kompetisi. Demikian halnya dengan kontestasi Pilpres 2024, orang boleh berangan-angan akan menjagokan siapa, namun faktor sumber daya (kapital) tak bisa dipandang sebelah mata.</p>
<p>Pierre Bourdieu dalam <em>The Rules of Art</em> mengartikan kapital sebagai sekumpulan sumber kekuatan dan kekuasaan yang benar-benar dapat digunakan. Lebih jelasnya, kapital adalah apa yang bisa digunakan para petarung politik untuk memenangkan pemilihan.</p>
<p>Bourdieu membagi kapital ke dalam empat kategori, yakni modal ekonomi, sosial, budaya dan simbolik. Modal ekonomi mencakup kepemilikan finansial dan beragam aset lainnya. Modal sosial meliputi jaringan sosial politik. Modal budaya melingkupi keseluruhan kualifikasi intelektual. Terakhir, modal simbolik, yakni status, prestise, dan akumulasi aneka otoritas yang dimiliki.</p>
<p>Lantas, di antara jenis modal yang disebutkan, adakah yang dimiliki Sandi?</p>
<p>Jika ditelisik, hampir semua kategori kapital ada pada sosok mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu. Pasalnya, Sandi memiliki semua atribut kapital tersebut, mulai dari jaringan sosial politik, finansial, pendidikan, hingga kualifikasi intelektual. Bahkan, faktor kharismanya juga menjadi kapital pelengkap Sandi.</p>
<p>Namun demikian, semua kalkulasi politik bisa saja berubah seiring berjalannya waktu. Variabel-variabel politik yang baru saja disebutkan boleh jadi hanya sekadar acuan sementara, menimbang jadwal Pilpres yang masih 4 tahun lagi.</p>
<p>Dengan demikian, peluang Sandi di 2024 berdasarkan analisis yang ada boleh jadi memang sangat besar. Walaupun demikian, seperti disinggung di awal, dalam politik semua orang boleh menebak, tapi tak bisa memastikan hasil akhir. (H57)</p>
<div class="youtube-embed" data-video_id="MhE8G70Be3w"><iframe title="Kenapa Parpol Harus Didanai Negara?" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/MhE8G70Be3w?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe></div>
<p>► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di <a href="http://bit.ly/PinterPolitik"><strong>bit.ly/PinterPolitik</strong></a></p>
<p>Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di <strong><a href="http://bit.ly/ruang-publik">bit.ly/ruang-publik</a></strong> untuk informasi lebih lanjut.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2020/01/sandiaga-1024x576.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Sandiaga Mimpi Jadi Anak Band</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/sandiaga-mimpi-jadi-anak-band/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[G42]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Sep 2018 11:00:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Kampanye Sandiaga]]></category>
		<category><![CDATA[Sandiaga Uno]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=40257</guid>

					<description><![CDATA[“Respect only has meaning as respect for those with whom I do not agree.” PinterPolitik.com [dropcap]A[/dropcap]da yang mau main tebak-tebakan enggak? Kira-kira ada berapa judul lagu yang bakal Sandiaga keluarin selama lima tahun jika terpilih jadi presiden? Ahahahaha. Eh, sebentar, kalian ngerti enggak kenapa tiba-tiba eyke singgung Sandi soal lagu? Yoi, betul gengs, baru aja [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>“</strong><strong>Respect only has meaning as respect for those with whom I do not agree.</strong><strong>”</strong></h4>
<hr>
<p><span style="color: #cedb2a"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]A[/dropcap]da yang mau main tebak-tebakan enggak? Kira-kira ada berapa judul lagu yang bakal Sandiaga keluarin selama lima tahun jika terpilih jadi presiden? <em>Ahahahaha.</em></p>
<p><em>Eh, </em>sebentar, kalian ngerti enggak kenapa tiba-tiba <em>eyke</em> singgung Sandi soal lagu? <em>Yoi,</em> betul <em>gengs, </em>baru aja Sandi <em>mamerin</em> kebolehanya bermain gitar di salah satu acara peluncuran lagu yang bertujuan untuk mendukung mereka di Pilpres 2019.</p>
<p>Nah, lagu itu berjudul&nbsp;<em>#2019PrabowoSandi</em>&nbsp;yang diciptakan oleh pencipta lagu&nbsp;<em>#2019GantiPresiden, </em>Sang Alang.&nbsp;Peluncuran lagu tersebut digelar di Smesco Tower, Pancoran, Jakarta Selatan.</p>
<p>Begini nih cuplikan lagunya yang sempat diunggah Sandi di laman Instagramnya:</p>
<blockquote class="instagram-media" data-instgrm-captioned data-instgrm-permalink="https://www.instagram.com/p/BoF1XIgBxuY/?utm_source=ig_embed&amp;utm_medium=loading" data-instgrm-version="12" style=" background:#FFF; border:0; border-radius:3px; box-shadow:0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width:658px; min-width:326px; padding:0; width:99.375%; width:-webkit-calc(100% - 2px); width:calc(100% - 2px);">
<div style="padding:16px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/BoF1XIgBxuY/?utm_source=ig_embed&amp;utm_medium=loading" style=" background:#FFFFFF; line-height:0; padding:0 0; text-align:center; text-decoration:none; width:100%;" target="_blank"> </p>
<div style=" display: flex; flex-direction: row; align-items: center;">
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 40px; margin-right: 14px; width: 40px;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center;">
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 100px;"></div>
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 60px;"></div>
</div>
</div>
<div style="padding: 19% 0;"></div>
<div style="display:block; height:50px; margin:0 auto 12px; width:50px;"><svg width="50px" height="50px" viewBox="0 0 60 60" version="1.1" xmlns="https://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="https://www.w3.org/1999/xlink"><g stroke="none" stroke-width="1" fill="none" fill-rule="evenodd"><g transform="translate(-511.000000, -20.000000)" fill="#000000"><g><path d="M556.869,30.41 C554.814,30.41 553.148,32.076 553.148,34.131 C553.148,36.186 554.814,37.852 556.869,37.852 C558.924,37.852 560.59,36.186 560.59,34.131 C560.59,32.076 558.924,30.41 556.869,30.41 M541,60.657 C535.114,60.657 530.342,55.887 530.342,50 C530.342,44.114 535.114,39.342 541,39.342 C546.887,39.342 551.658,44.114 551.658,50 C551.658,55.887 546.887,60.657 541,60.657 M541,33.886 C532.1,33.886 524.886,41.1 524.886,50 C524.886,58.899 532.1,66.113 541,66.113 C549.9,66.113 557.115,58.899 557.115,50 C557.115,41.1 549.9,33.886 541,33.886 M565.378,62.101 C565.244,65.022 564.756,66.606 564.346,67.663 C563.803,69.06 563.154,70.057 562.106,71.106 C561.058,72.155 560.06,72.803 558.662,73.347 C557.607,73.757 556.021,74.244 553.102,74.378 C549.944,74.521 548.997,74.552 541,74.552 C533.003,74.552 532.056,74.521 528.898,74.378 C525.979,74.244 524.393,73.757 523.338,73.347 C521.94,72.803 520.942,72.155 519.894,71.106 C518.846,70.057 518.197,69.06 517.654,67.663 C517.244,66.606 516.755,65.022 516.623,62.101 C516.479,58.943 516.448,57.996 516.448,50 C516.448,42.003 516.479,41.056 516.623,37.899 C516.755,34.978 517.244,33.391 517.654,32.338 C518.197,30.938 518.846,29.942 519.894,28.894 C520.942,27.846 521.94,27.196 523.338,26.654 C524.393,26.244 525.979,25.756 528.898,25.623 C532.057,25.479 533.004,25.448 541,25.448 C548.997,25.448 549.943,25.479 553.102,25.623 C556.021,25.756 557.607,26.244 558.662,26.654 C560.06,27.196 561.058,27.846 562.106,28.894 C563.154,29.942 563.803,30.938 564.346,32.338 C564.756,33.391 565.244,34.978 565.378,37.899 C565.522,41.056 565.552,42.003 565.552,50 C565.552,57.996 565.522,58.943 565.378,62.101 M570.82,37.631 C570.674,34.438 570.167,32.258 569.425,30.349 C568.659,28.377 567.633,26.702 565.965,25.035 C564.297,23.368 562.623,22.342 560.652,21.575 C558.743,20.834 556.562,20.326 553.369,20.18 C550.169,20.033 549.148,20 541,20 C532.853,20 531.831,20.033 528.631,20.18 C525.438,20.326 523.257,20.834 521.349,21.575 C519.376,22.342 517.703,23.368 516.035,25.035 C514.368,26.702 513.342,28.377 512.574,30.349 C511.834,32.258 511.326,34.438 511.181,37.631 C511.035,40.831 511,41.851 511,50 C511,58.147 511.035,59.17 511.181,62.369 C511.326,65.562 511.834,67.743 512.574,69.651 C513.342,71.625 514.368,73.296 516.035,74.965 C517.703,76.634 519.376,77.658 521.349,78.425 C523.257,79.167 525.438,79.673 528.631,79.82 C531.831,79.965 532.853,80.001 541,80.001 C549.148,80.001 550.169,79.965 553.369,79.82 C556.562,79.673 558.743,79.167 560.652,78.425 C562.623,77.658 564.297,76.634 565.965,74.965 C567.633,73.296 568.659,71.625 569.425,69.651 C570.167,67.743 570.674,65.562 570.82,62.369 C570.966,59.17 571,58.147 571,50 C571,41.851 570.966,40.831 570.82,37.631"></path></g></g></g></svg></div>
<div style="padding-top: 8px;">
<div style=" color:#3897f0; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:550; line-height:18px;"> View this post on Instagram</div>
</div>
<div style="padding: 12.5% 0;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: row; margin-bottom: 14px; align-items: center;">
<div>
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(0px) translateY(7px);"></div>
<div style="background-color: #F4F4F4; height: 12.5px; transform: rotate(-45deg) translateX(3px) translateY(1px); width: 12.5px; flex-grow: 0; margin-right: 14px; margin-left: 2px;"></div>
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(9px) translateY(-18px);"></div>
</div>
<div style="margin-left: 8px;">
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 20px; width: 20px;"></div>
<div style=" width: 0; height: 0; border-top: 2px solid transparent; border-left: 6px solid #f4f4f4; border-bottom: 2px solid transparent; transform: translateX(16px) translateY(-4px) rotate(30deg)"></div>
</div>
<div style="margin-left: auto;">
<div style=" width: 0px; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-right: 8px solid transparent; transform: translateY(16px);"></div>
<div style=" background-color: #F4F4F4; flex-grow: 0; height: 12px; width: 16px; transform: translateY(-4px);"></div>
<div style=" width: 0; height: 0; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-left: 8px solid transparent; transform: translateY(-4px) translateX(8px);"></div>
</div>
</div>
<p></a> </p>
<p style=" margin:8px 0 0 0; padding:0 4px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/BoF1XIgBxuY/?utm_source=ig_embed&amp;utm_medium=loading" style=" color:#000; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px; text-decoration:none; word-wrap:break-word;" target="_blank">Salah satu hobi yang bisa membuat rasa capek menjadi semangat lagi.. main gitar??</a></p>
<p style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px; margin-bottom:0; margin-top:8px; overflow:hidden; padding:8px 0 7px; text-align:center; text-overflow:ellipsis; white-space:nowrap;">A post shared by <a href="https://www.instagram.com/sandiuno/?utm_source=ig_embed&amp;utm_medium=loading" style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px;" target="_blank"> Sandiaga Salahuddin Uno</a> (@sandiuno) on <time style=" font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px;" datetime="2018-09-24T02:00:27+00:00">Sep 23, 2018 at 7:00pm PDT</time></p>
</div>
</blockquote>
<p><script async defer src="//www.instagram.com/embed.js"></script></p>
<p>Gimana menurut kalian, <em>eits</em> terutama gimana nih pendapat dari para emak-emak dan dedek-dedek <em>emez?</em> Sudah mulai gagal fokus belum lihat senyuman Bang Sandi? <em>Alah</em>, <em>husst</em> jangan diterusin lagi deh <em>coy, </em>ngeri. Nanti istrinya Bang Sandi ngomel loh!<em> Wkwkwk, </em>bercanda ya.</p>
<p><em>Btw, </em>kalau gini terus, Jokowi dan koalisinya bakal ngebales aksi ini dengan cara apa ya? Apa mungkin Jokowi dan koalisinya bakal bikin lagu dukungan ala Timur Tengah lengkap dengan rebananya?</p>
<p>Atau bakalan buat lagu dukungan dengan <em>genre</em> metal lengkap dengan video klip dengan tipikal orang berambut mirip jengger ayam mancung berwarna merah? Atau? Silahkan deh kalian berimajinasi sendiri <em>gengs</em>. Imajinasi <em>eyke </em>buntu ngebayangin Jokowi sama Ma’ruf Amin main band. <em>Wkwkwk.</em></p>
<p><em>Eh, </em>balik ke persoalan Sandi ya <em>cuy</em>. Menurut kalian, pas lagi main gitar, gitarnya Sandi beneran terkoneksi ke <em>sound system</em>? Atau jangan-jangan Sandi hanya main ala-ala <em>lip sync </em>doang dan enggak beneran yang main gitarnya? <em>Wkwkwk, </em>kalau sampai beneran Sandi yang main, <em>wih</em> bakal direkrut label rekaman. <em>Wkwkwk.</em></p>
<p><em>Hmmm, </em>gimana ya kalau Ma’ruf Amin disuruh main gitar juga biar nandingin Sandi? Mungkin kalau Ma’ruf diminta main alat musik, tim Jokowi akan mengarahkan setingan ke musik yang lebih Islami. Jadi Ma’ruf enggak usah main gitar seperti Sandi, Ma’ruf hanya diminta main rebana dipukul-puluk yang penting bunyi. <em>Wkwkwk.</em></p>
<p>Astaga, maaf <em>cuy,</em> bercanda ya, aduh ngeri kualat nih sama Kiai Ma’ruf. Sandi aja waktu ambil nomor urut sampai cium tangan Kiai Ma’ruf berkali-kali, masa <em>eyke</em> berani-beraninya ledekin doi berkali-kali? <em>Weleh-weleh.</em></p>
<hr /><p><em>Untuk melengkapi permohonan maaf eyke nih gengs, eyke mau share ungkapannya James Stephens soal siapa sih yang patut kita hormati:</em><br /><a href='https://x.com/intent/tweet?url=https%3A%2F%2Fwww.pinterpolitik.com%2Fterkini%2Fsandiaga-mimpi-jadi-anak-band%2F&#038;text=Untuk%20melengkapi%20permohonan%20maaf%20eyke%20nih%20gengs%2C%20eyke%20mau%20share%20ungkapannya%20James%20Stephens%20soal%20siapa%20sih%20yang%20patut%20kita%20hormati%3A&#038;via=pinterpolitik&#038;related=pinterpolitik' target='_blank' rel="noopener noreferrer" >Share on X</a><br /><hr />
<p>“Salah satu ciri orang yang patut mendapatkan penghormatan terbesar adalah<br />
orang yang sanggup menerima pahitnya kenyataan hidup”. (G35)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/09/hv1nblija7lb18uz26u1.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Sandi Pergi, OK OCE Tak Bergigi?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/in-depth/sandi-pergi-ok-oce-tak-bergigi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[D38]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 05 Sep 2018 12:29:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nalar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Anies Baswedan]]></category>
		<category><![CDATA[Kampanye Sandiaga]]></category>
		<category><![CDATA[OK OCE]]></category>
		<category><![CDATA[Politik Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[UMKM]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=39124</guid>

					<description><![CDATA[OK OCE, program unggulan pemerintah DKI terancam terbengkalai setelah Sandiaga Uno maju pada Pilpres 2019 PinterPolitik.com [dropcap]S[/dropcap]ebelum ditetapkan sebagai bakal calon wakil presiden Prabowo Subianto, nama Sandiaga Uno sudah lebih dulu populer karena kemenangannya pada Pilgub DKI. Mantan Wakil Gubernur DKI ini terkenal karena adegannya membentuk tangan menjadi huruf “O” sebagai simbol program “OKE-OCE”. OK [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>OK OCE, program unggulan pemerintah DKI terancam terbengkalai setelah Sandiaga Uno maju pada Pilpres 2019</strong></h4>
<hr />
<p><strong><span style="color: #cedb2a;">PinterPolitik.com</span></strong></p>
<p>[dropcap]S[/dropcap]ebelum ditetapkan sebagai bakal calon wakil presiden Prabowo Subianto, nama Sandiaga Uno sudah lebih dulu populer karena kemenangannya pada Pilgub DKI. Mantan Wakil Gubernur DKI ini terkenal karena adegannya membentuk tangan menjadi huruf “O” sebagai simbol program “OKE-OCE”.</p>
<p>OK OCE adalah singkatan dari <em>One Kecamatan One Center Entrepreneurship</em>. Program ini digagas oleh Anies dan Sandiaga untuk mengatasi kemiskinan di Jakarta dengan membangun lapangan pekerjaan berbasis wirausaha warga.</p>
<p>Program ini disambut baik oleh warga Jakarta mulai dari kalangan pebisnis kalangan menengah hingga pemula. Bisa dikatakan bahwa program ini cukup populer di masa-masa kampanye Pilgub dan terbukti berhasil mengantarkan Anies dan Sandiaga ke bangku pemerintahan DKI.</p>
<p>Selepas ditetapkan sebagai bakal calon Wakil Presiden untuk damping Prabowo, Sandiaga masih sering mengkampanyekan program OK OCE kepada masyarakat. Belum lama ini, Sandiaga mengajak mahasiswa UHAMKA untuk meneriakkan yel-yel OK OCE ketika dia menjadi narasumber di kampus tersebut.</p>
<p>Sandiaga dengan bangga memperkenalkan program unggulan pemerintah DKI kepada khalayak sebagai solusi untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi Ibukota. Melalui sosialisasi itu, ia seperti ingin mengulang kemenangan Pilgub DKI pada Pilpres mendatang.</p>
<h4><hr /><p><em>OK OCE, program unggulan pemerintah DKI terancam terbengkalai setelah Sandiaga Uno maju pada Pilpres 2019</em><br /><a href='https://x.com/intent/tweet?url=https%3A%2F%2Fwww.pinterpolitik.com%2Fin-depth%2Fsandi-pergi-ok-oce-tak-bergigi%2F&#038;text=OK%20OCE%2C%20program%20unggulan%20pemerintah%20DKI%20terancam%20terbengkalai%20setelah%20Sandiaga%20Uno%20maju%20pada%20Pilpres%202019&#038;via=pinterpolitik&#038;related=pinterpolitik' target='_blank' rel="noopener noreferrer" >Share on X</a><br /><hr /></h4>
<p>Akan tetapi, pada saat yang bersamaan muncul kabar tentang tutupnya OK OCE Mart di daerah Kalibata karena tak mampu membayar sewa lahan. Kabar ini dalam sekejap langsung menjadi perbincangan publik.</p>
<p>Permasalahan itu tentu saja sangat kontras dengan semangat Sandiaga yang selama ini mempromosikan program OK OCE kepada masyarakat.</p>
<p>Lantas, apakahpenutupan OK OCE Mart di Kalibata itu merupakan indikator kegagalan program unggulan Sandiaga? Lalu, masih efektifkah slogan OK OCE untuk memenangkan Prabowo dan Sandiaga pada Pilpres 2019?</p>
<h4><strong>OK OCE Menarik Minat Si Miskin</strong></h4>
<p>Program <em>entrepreneurship </em>dari pemerintah memang sedang populer di berbagai negara. Jauh sebelum Sandiaga Uno memperkenalkan program OK OCE, Jepang sudah lebih dulu memulai programkewirausahaan warga lewat program <em>One Village One Product, </em>Pemerintah Thailand dengan <em>One Tambon One Product </em>hingga <em>Government Grants for Start Up </em>di Australia.</p>
<p>Program kewirausahaan itu dibangun oleh pemerintah sebagai solusi untuk mengatasi kemiskinan warga. Sama seperti OK OCE, program-program pemerintah di berbagai negara itu berupaya untuk melahirkan pengusaha lokal dan menciptakan lebih banyak lapangan pekerjaan.</p>
<p>Di Indonesia, program entrepreneur OK OCE menjadi populer ketika pasangan Anies-Sandi memperkenalkannya pada kontestasi Pilgub DKI. Warga Jakarta sempat mengidentikan Anies-Sandidengan sapaan “Cagub dan Cawagub OK OCE”. Popularitas pasangan ini melesat pada masa kampanye karena merekamenawarkan program-program baru untuk masyarakat kelas menengah ke bawah.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter wp-image-39142 size-full" src="https://pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/09/Oke-Oce-Mart-Hanya-Slogan-1-1.jpg" alt="" width="1080" height="1080" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/09/Oke-Oce-Mart-Hanya-Slogan-1-1.jpg 1080w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/09/Oke-Oce-Mart-Hanya-Slogan-1-1-150x150.jpg 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/09/Oke-Oce-Mart-Hanya-Slogan-1-1-300x300.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/09/Oke-Oce-Mart-Hanya-Slogan-1-1-768x768.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/09/Oke-Oce-Mart-Hanya-Slogan-1-1-1024x1024.jpg 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/09/Oke-Oce-Mart-Hanya-Slogan-1-1-696x696.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/09/Oke-Oce-Mart-Hanya-Slogan-1-1-1068x1068.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/09/Oke-Oce-Mart-Hanya-Slogan-1-1-420x420.jpg 420w" sizes="auto, (max-width: 1080px) 100vw, 1080px" /></p>
<p>Komunikasi politik seperti itu bisa dipahami sebagai upaya untuk menarik simpati masyarakat agar mengalihkan pilihannya kepada Anies-Sandi. Kepala Pusat Studi Ekonomi Kerakyatan UGM San Afri Awang menyatakan bahwa kemiskinan telah dijadikan barang dagang murahan oleh partai dan politisi. Pada masa kampanye, semua baliho calon pejabat menyebut rakyat kecil sebagai objek yang akan mereka perjuangkan.</p>
<p>Pendapat itu bisa diperkuat dengan maraknya baliho dan tagar para politisi untuk mendongkrak dukungan warga ketika pemilu tiba. Para politisi itu kerap kali menggunakan slogan politik seperti “Kami bersama Buruh dan Petani”, “Menuju Indonesia Sejahtera”, hingga “Merakyat dan Tegas”. Berbagai slogan itu coba menegaskan bahwa sang politisi akan berpihak pada masyarakat kecil ketika mereka terpilih.</p>
<p>Terobosan program pro-rakyat kecil itu dilakukan pula oleh Anies-Sandi di Jakarta mendongkrak popularitas. Masyarakat miskin Jakarta yang menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) berjumlah sekitar 385.000 penduduk pun ikut tergiur untuk memilih Anies-Sandi.</p>
<p>Hal itu diperkuat dengan tingginya partisipasi masyarakat terhadap program-program pemerintah DKI seperti OK OCE setelah Anies-Sandi dilantik. Sampai hari ini total sudah ada lima puluh ribu warga Jakarta yang bergabung dengan program OK OCE.</p>
<p>Setelah Anies-Sandi terpilih, warga menggantungkan harapan kepada sang Gubernur dan Wakil Gubernur baru tersebut.Tiba saatnya dimana masyarakat mulai “menagih” janji-janji mereka selama masa kampanye. Lantas apakah program-program Anies-Sandi sudah terealisasi sesuai dengan janji kampanye mereka?</p>
<h4><strong>OK OCE hanya slogan kampanye?</strong></h4>
<p>OK OCE, program unggulan pemerintah DKI terancam terbengkalai setelah Sandiaga Uno meletakkan jabatannya untuk maju pada Pilpres 2019. Perancang program OK OCE itu mundur dari jabatan sebelum menuntaskan janji-janjinya pada saat kampanye.</p>
<p>Setelah mundur dari jabatan Wakil Gubernur, Sandiaga mengatakan bahwa program DKI akan tetap berjalan di bawah arahan Gubernur Anies Baswedan. Akan tetapi, program unggulan OK OCE kemungkinan besarbisa terbengkalai karena program itu sudah bermasalah jauh sebelum Sandiaga Uno mundur dari jabatan.</p>
<p>Permasalahan OK OCE terletak pada pelaksanaan program di lapangan yang tidak sesuai dengan janji Sandiaga ketika kampanye. Sebelumnya, Sandiaga menjanjikantiga hal yang bisa didapatkan oleh masyarakat DKI ketika mendaftar program OK OCE.</p>
<p>Dilansir dalam website resmi pemenangan Anies-Sandi jakartamajubersama.com bahwa OK OCE akan memberi dukungan modal, akses <em>market,</em> hingga mentor bagi pewirausaha.</p>
<p>Realita berkata lain. Dukungan modal dari pemerintah untuk berwirausaha tak kunjung datang. Sandiaga malah mengarahkan warga untuk meminjam modal usaha ke Bank DKI dengan suku bunga mencapai 13 persen. Warga pun mengeluh dengan bunga yang terlalu tinggi.</p>
<p>Hal itu dikritik keras oleh Anggota DPRD DKI Nur Afni Sajim. Ia menilai pinjaman modal dengan bunga sebesar 13 persenbukan malah meringankan, tapi justru memberatkan warga. Ditambah warga harus memberikan sertifikat rumah mereka sebagai jaminan pinjaman modal dari Bank DKI.</p>
<p>Menurut statistik perbankan dari Otoritas Jasa Keuangan, per Oktober 2017 lalu rata-rata suku bunga bank umum untuk penerima kredit lapangan usaha berkisar di angka 9,27-16,34 persen. Dengan kata lain, tidak ada bukti masyarakat mendapat kredit tanpa bunga dan jaminan.</p>
<p>Selain itu, beberapa pelaku usaha dalam program OK OCE mengatakan tak pernah mendapatkan pendampingan dari Pemprov DKI. Penjaga toko OK OCE Mart di Kalibata dan pengelola Gerai OK OCE di Pancoran mengaku tak pernah mendapatkan pendampingan usaha dalam bentuk pelatihan atau pemberian modal.</p>
<p>Di Kalibata, pelaku usaha OK OCE Mart tak mampu membayar uang sewa lahan dan memutuskan untuk menutup toko karena omset toko pun tak pernah sampai satu juta per bulan. Bisa jadi, ditutupnya toko itu disebabkan oleh tidak adanya pendampingan pemerintah DKI terhadap usaha warga.</p>
<blockquote class="twitter-tweet" data-width="550" data-dnt="true">
<p lang="in" dir="ltr">Adlh wajar kekhawatiran program kebijakan publik yg gagal malah dibelokkan substansinya seakan2 spt resiko bisnis perorangan. </p>
<p>Publik mendadak privat?? </p>
<p>This&#39;s not apocaliptyc. But realistic.. <br />Ilution marketing n delutional program.. Msh percaya? </p>
<p>RIP Oke oce Mart..</p>
<p>&mdash; Hermawancandta (@adicandta) <a href="https://twitter.com/adicandta/status/1036566788933177344?ref_src=twsrc%5Etfw">September 3, 2018</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p>OK OCE Mart juga tidak berbeda dengan toko-toko lainnya. Mereka tidak menjual produk yang dihasilkan dari program OK OCE. Project Officer OK OKE Mart Rawamangun Zaenal, mengatakan pihak pengelola lebih banyak mengambil produk di luar produksi OK OCE karena lebih murah.</p>
<p>Hal ini dapat menjadi indikasi bahwa OK OCE telah gagal menerapkan <em>One Kecamatan One Center Entrepreneurship </em>karena OK OCE Mart tidak berhasil memberdayakan warga Jakarta.</p>
<p>Robert N. Lussier dalam penelitian berjudul <strong>Why businesses succeed or fail: a study on small businesses in Pakistan</strong> mengatakan bahwa absennya dukungan pemangku jabatan publik dan pihak pemodal terhadap UMKM menjadi salah satu penyebab kegagalan wirausaha masyarakat. Bukan tak mungkin OK OCE Mart lain akan mengalami “kebangkrutan” serupa karena minimnya perhatian pemerintah terhadap unit usaha itu.</p>
<p>Berbagai fakta di lapangan itu memperkuat dugaan bahwa Sandiaga hanya menjadikan OK OCE sebagai slogan dalam kampanye. Ketika sudah menjabat sebagai Wakil Gubernur DKI, ada kesan dia tak pernah benar-benar serius mendukung pelaksanaan program ini dengan indikasi tidak ditepatinya janji untuk memberikan modal dan mendampingi pelaku usaha.</p>
<p>Sampai detik ini pun Sandiaga masih menggunakan OK OCE sebagai slogan kampanye di berbagai tempat. Dalam setiap pidatonya Sandiaga coba mengatakan bahwa OK OCE adalah program unggulannya di DKI yang dianggap olehnya telah berhasil.</p>
<p>Berbagai kendala yang dialami OKE OCE Mart di Jakarta membuat cara Sandiaga dalam “menjual” program OK OCE sebagai alat kampanye bisa jadi tidak lagi efektif. Di satu sisi, program kewirausahaan untuk pemberdayaan masyarakat memang penting. Tetapi, tidak semua orang bisa menjadi wirausaha. Pendampingan pemerintah merupakan hal yang penting, jangan sampai unit usaha terbengkalai karena ditinggal pemerintah sebagai penggagas, seperti kini OKE OCE yang ditinggal Sandiaga. (D38)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/09/Oke-Oce-1024x768.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
