<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>Kadrun &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/kadrun/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Thu, 13 Oct 2022 08:53:51 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>Kadrun &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Nasdrun, Ketika Nasdem Dituding Kadrun</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/celoteh/nasdrun-ketika-nasdem-dituding-kadrun/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[I76]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 13 Oct 2022 09:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Kadrun]]></category>
		<category><![CDATA[Nasdem]]></category>
		<category><![CDATA[Nasdrun]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=117397</guid>

					<description><![CDATA[“Enggak apa-apa. Dalam hidup ini tidak bisa cari orang baik semua. Pasti ada orang tukang usil, iri, dengki, sirik, sombong, tukang fitnah, merasa benar sendiri, dan lain-lain. Itu memang warna dunia” – Effendy Choirie, Ketua Pemenangan Pemilu DPP Partai Nasdem PinterPolitik.com Beberapa hari lalu, Ketua Pemenangan Pemilu DPP Partai NasDem Effendy Choirie mengungkapkan bahwa partainya [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>“Enggak apa-apa. Dalam hidup ini tidak bisa cari orang baik semua. Pasti ada orang tukang usil, iri, dengki, sirik, sombong, tukang fitnah, merasa benar sendiri, dan lain-lain. Itu memang warna dunia” – Effendy Choirie, Ketua Pemenangan Pemilu DPP Partai Nasdem</strong></p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide"/>



<p class="wp-block-paragraph"><a href="http://www.pinterpolitik.com/"><strong><u><strong>PinterPolitik.com</strong></u></strong></a></p>



<p class="has-drop-cap wp-block-paragraph">Beberapa hari lalu, Ketua Pemenangan Pemilu DPP Partai NasDem Effendy Choirie mengungkapkan bahwa partainya tidak mempersoalkan sebutan “Nasdrun” yang ramai di beberapa platform media sosial.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sedikit memberikan konteks, narasi Nasdrun ini muncul setelah Nasdem secara resmi mendeklarasikan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjadi calon presiden (capres) 2024 mendatang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebutan Nasdrun paling ramai beredar di platform media sosial Twitter. Bahkan, beberapa cuitan juga dilakukan dengan mengubah logo Nasdem. Nasdrun seolah-olah ingin mengasosiasikan Nasdem dengan “kadrun”<ins>&nbsp;alias kadal gurun</ins>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Merespons hal tersebut, Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Viva Yoga Mauladi mengungkapkan bahwa istilah-istilah semacam cebong, kampret, kadrun, hingga Nasdrun dapat menghadirkan polusi kehidupan politik di Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><ins>Atmosfer</ins>&nbsp;politik sekan menjadi <ins>pengap</ins>, tidak sehat, dan juga tidak mencerdaskan. Lebih jauh, Viva meramalkan kalau istilah Nasdrun ini akan mempertebal politik identitas agama demi peningkatan elektoral<ins>.</ins></p>



<p class="wp-block-paragraph">Setali tiga uang, kawan PAN di Koalisi Indonesia Bersatu (KIB), yakni Partai Persatuan Pembangunan (PPP) juga ikut berkomentar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Wakil Ketua Umum PPP Arsul Sani menyebut politik identitas mungkin tidak bisa dihapuskan tapi bisa kita praktikkan secara sehat. Ia menilai isu identitas ini paling rentan menyerang partai yang berbasis Islam seperti partainya.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="876" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/10/Nasdem-Jadi-Nasdrum-876x1024.jpg" alt="nasdem jadi nasdrum" class="wp-image-117399" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/10/Nasdem-Jadi-Nasdrum-876x1024.jpg 876w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/10/Nasdem-Jadi-Nasdrum-257x300.jpg 257w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/10/Nasdem-Jadi-Nasdrum-128x150.jpg 128w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/10/Nasdem-Jadi-Nasdrum-768x898.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/10/Nasdem-Jadi-Nasdrum-696x814.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/10/Nasdem-Jadi-Nasdrum-1068x1249.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/10/Nasdem-Jadi-Nasdrum-359x420.jpg 359w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/10/Nasdem-Jadi-Nasdrum.jpg 1080w" sizes="(max-width: 876px) 100vw, 876px" /><figcaption>Nasdem Jadi Nasdrun?</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Fenomena munculnya Nasdrun ini <ins>memperlihatkan</ins>&nbsp;setidaknya dua peristiwa yang penting untuk disimak. <em>Pertama</em>, adanya dukungan PAN dan PPP yang seolah bersimpati atas stigma Nasdrun kepada Nasdem.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Kedua</em>, <ins>memunculkan</ins>&nbsp;pertanyaan<ins>&nbsp;lanjutan.</ins>&nbsp;<ins>A</ins>pakah istilah Nasdrun yang menjadi narasi politik identitas masih “seksi” untuk dimainkan pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang?</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Anyway</em>, apa yang diperlihatkan PAN dan PPP dapat dimaknai sebagai bentuk dari akrobat politik. Terkesan kedua partai KIB ini menggunakan strategi <em>riding the wave</em>&nbsp;atau “menunggang gelombang”.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Layaknya seorang peselancar yang memanfaatkan ombak untuk mencapai tujuan, isu Nasdrun bisa jadi semacam <em>wave </em>untuk <ins>mendekatkan</ins>&nbsp;PAN dan PPP kepada &nbsp;Nasdem yang saat ini <ins>terpojokkan</ins>&nbsp;dengan narasi negatif itu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bisa jadi<ins>,</ins>&nbsp;ini juga padat dipahami <ins>sebagai</ins>&nbsp;“kode” untuk Partai Golkar yang sebelumnya memperlihatkan kemesraan dengan PDIP<ins>&nbsp;–</ins>&nbsp;tepatnya saat pertemuan Airlangga Hartarto dan Puan Maharani<ins>, semacam m</ins>emperlihatkan kalau KIB agak renggang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lalu, untuk menjawab politik identitas yang menjadi narasi utama dari sebutan Nasdrun, mungkin sangat sulit untuk dihilangkan sehingga tidak ada jaminan kalau isu politik identitas bisa saja hilang di <ins>Pemilihan Presiden (</ins>Pilpres<ins>)</ins>&nbsp;2024 nanti.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jika dipikir-pikir lagi, sebenarnya politik identitas yang bisa berakibat pada diskriminasi, masih terjadi di berbagai belahan bumi. Sampai-sampai pesan moral <ins>terkait</ins>&nbsp;hal ini diangkat di salah satu film terbaik Disney, yakni <em>Zootopia</em><ins>&nbsp;(2016).</ins></p>



<p class="wp-block-paragraph">Seperti judul film ini, <em>Zootopia</em>&nbsp;merupakan gabungan dari dua kata, yaitu kata <em>zoo </em>dan <em>utopia </em>yang dimaknai &nbsp;sebagai sebuah kota di mana relasi primitif mangsa memangsa antara kaum mamalia dan predator telah punah karena masyarakatnya digambarkan sudah modern.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam kota yang terkesan harmonis itu, ternyata masih ada ketimpan<ins>gan</ins>&nbsp;beru<ins>j</ins>ung pada segregasi rasial dan marginalisasi peran serta akses sosial<ins>&nbsp;s</ins>ehingga slogan “<em>In Zootopia, anyone can be anything</em>” bisa dikatakan hanyalah mitos belaka. Tidak ada yang bisa memerdekakan identitas sosial masing-masing spesies.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kembali ke konteks politik identitas yang muncul dalam sebutan Nasdrun, sebenarnya sebut<ins>a</ins>n ini hanyalah metamorfosis dari sebutan-sebutan sebelumnya, seperti kampret, cebong, dan kadrun.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Hmm</em>, pertama dengar sebutan ini, alih-alih mikir ini sebagai bagian dari narasi identitas politik, malah lebih mirip dengan beberapa variasi dari olahan nasi yang biasa kita jumpai, seperti <em><ins>n</ins>askun</em> (<ins>n</ins>asi <ins>k</ins>uning)<ins>, </ins><em><ins>n</ins>asdu<ins>k</ins></em> (<ins>n</ins>asi <ins>u</ins>duk)<ins>, dan </ins><em><ins>nasgor</ins></em><ins> (nasi goreng)</ins>. Atau mungkin sebenarnya ada ya olahan nasi yang disingkat Nasdrun? <em>Hehehe</em>. (I76)</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide"/>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<div class="youtube-embed" data-video_id="RhvoaQYY4QY"><iframe title="Waspadai Operasi Intelijen Nasdem: Akan Masuk 3 Besar di 2024?" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/RhvoaQYY4QY?start=225&#038;feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe></div>
</div><figcaption>Waspadai Operasi Intelijen Nasdem: Akan Masuk 3 Besar di 2024?</figcaption></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/10/2487355855.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
