<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>Jokowi Cawapres &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/jokowi-cawapres/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Wed, 21 Sep 2022 01:34:11 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>Jokowi Cawapres &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Puan-Jokowi Maju di 2024?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/in-depth/puan-jokowi-maju-di-2024/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R53]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 19 Sep 2022 23:03:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Nalar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Jokowi Cawapres]]></category>
		<category><![CDATA[Jubir MK]]></category>
		<category><![CDATA[Puan-Jokowi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=116137</guid>

					<description><![CDATA[Mahkamah Konstitusi (MK) menegaskan bahwa presiden dua periode boleh maju menjadi cawapres. Apakah pernyataan itu adalah sinyal majunya Jokowi sebagai cawapres di Pilpres 2024? Jika benar demikian, mungkinkah Jokowi akan dipasangkan dengan Puan Maharani? PinterPolitik.com Mahkamah Konstitusi (MK) tengah mendapat sorotan hangat. Ini soal pernyataan Juru Bicara MK Fajar Laksono yang menyebut presiden dua periode [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Mahkamah Konstitusi (MK) menegaskan bahwa presiden dua periode boleh maju menjadi cawapres. Apakah pernyataan itu adalah sinyal majunya Jokowi sebagai cawapres di Pilpres 2024? Jika benar demikian, mungkinkah Jokowi akan dipasangkan dengan Puan Maharani?</strong></p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide"/>



<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.pinterpolitik.com/"><strong>PinterPolitik.com</strong></a></p>



<p class="has-drop-cap wp-block-paragraph">Mahkamah Konstitusi (MK) tengah mendapat sorotan hangat. Ini soal pernyataan Juru Bicara MK Fajar Laksono yang menyebut presiden dua periode dapat maju sebagai cawapres. &#8220;Kalau itu secara normatif boleh saja. Tidak ada larangan, tapi urusannya jadi soal etika politik saja menurut saya,&#8221; ungkap Fajar pada 12 September 2022.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pasal 7 UUD 1945 berbunyi, &#8220;Presiden dan Wakil Presiden memegang jabatan selama lima tahun dan sesudahnya dapat dipilih kembali dalam jabatan yang sama, hanya untuk satu kali masa jabatan.&#8221;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tegas Fajar, kata kuncinya pada penjelasan “jabatan yang sama”. Dengan kata lain, presiden dua periode boleh maju sebagai cawapres karena merupakan dua jabatan yang berbeda.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Well</em>, seperti yang mudah ditebak, pernyataan Fajar membelah dua opini publik. Di satu sisi, kritik bertubi-tubi terus menghujam.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, di sisi lain, mereka yang menggunakan kacamata normatif tidak melihatnya keliru. Pembelaan misalnya datang dari Wakil Ketua Umum Partai Garuda Teddy Gusnaidi.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Penafsir tunggal konstitusi adalah Mahkamah Konstitusi, bukan partai politik, ormas, pengamat politik, tokoh politik atau masyarakat lainnya. Jadi bagaimana bisa ada yang menyatakan keliru, padahal mereka tidak punya kewenangan untuk menafsirkan,&#8221; ungkap Teddy pada 17 September 2022.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Melihat kronologinya, pernyataan Fajar tampaknya merupakan respons atas wacana pengusungan Joko Widodo (Jokowi) sebagai cawapres di Pilpres 2024.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ketua Bappilu PDIP Bambang “Pacul” Wuryanto, misalnya, menyebut Jokowi bisa saja maju sebagai cawapres jika partai atau gabungan partai berkenan mengusungnya. &#8220;Kalau Pak Jokowi mau jadi wapres, ya sangat bisa,” ungkap Bambang Pacul pada 13 September 2022.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jika mengaitkannya dengan isu yang sudah ada, apakah penegasan dari MK merupakan sinyal politik tertentu?</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="834" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/09/image-59.png" alt="image 59" class="wp-image-115982" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/09/image-59.png 834w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/09/image-59-244x300.png 244w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/09/image-59-122x150.png 122w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/09/image-59-768x943.png 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/09/image-59-696x855.png 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/09/image-59-342x420.png 342w" sizes="(max-width: 834px) 100vw, 834px" /></figure>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Fabrikasi Persetujuan?</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Di titik ini, tentu ada yang merespons sinis, bukankah Presiden Jokowi sudah berulang kali memberi penolakan terbuka?. Pada isu menjadi cawapres, RI-1 bahkan bertanya, siapa yang mengeluarkan usulan tersebut. &#8220;Ini muncul lagi jadi wapres, itu dari siapa?,&#8221; ungkap Jokowi pada 16 September 2022.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Well</em>, terlepas dari penolakan-penolakan terbuka Jokowi, pembahasan tulisan ini bukan berkutat pada itu. Jantung pembahasan dalam tulisan ini adalah menjelaskan makna apa yang dapat dilihat dari pernyataan Jubir MK soal presiden dua periode boleh menjadi cawapres.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jika membaca buku Edward S. Herman dan Noam Chomsky yang berjudul <em>Manufacturing Consent: The Political Economy of the Mass Media</em>, patut dicurigai bahwa fabrikasi persetujuan atau <em>fabrication of consent</em> sedang dilakukan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Herman dan Chomsky menerangkan bahwa media massa dapat digunakan untuk melakukan fabrikasi persetujuan. Kasarnya, melalui pemberitaan media, pihak tertentu dapat melakukan doktrinasi, propaganda, dan menyebarkan ide yang bertujuan untuk menciptakan persetujuan di tengah masyarakat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mengutip pernyataan Teddy Gusnaidi, MK adalah penafsir tunggal konstitusi. Artinya, jika mengelaborasinya dengan buku <em>Manufacturing Consent, </em>bukan tidak mungkin terdapat dua agenda yang tengah disodorkan ke tengah masyarakat.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Pertama</em>, pernyataan Jubir MK hendak digunakan untuk mengakhiri perdebatan soal boleh tidaknya Jokowi maju di Pilpres 2024 sebagai cawapres.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Kedua</em>, pernyataan itu ingin dijadikan justifikasi bahwa Jokowi tidak melanggar konstitusi jika memang berkenan maju sebagai cawapres.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada akhirnya, jika semuanya lancar, akan terbentuk fabrikasi persetujuan di tengah masyarakat bahwa Jokowi tidak masalah maju sebagai cawapres di Pilpres 2024. Sekiranya mudah menebak bahwa narasi “belum ada pengganti sepadan Jokowi” akan digunakan sebagai senjata pamungkas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lantas, jika demikian agenda yang ada, dengan siapa Jokowi akan maju di Pilpres 2024 nanti?</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="922" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/09/infografis-Jokowi-Usulan-Cawapres-dari-Siapa-922x1024.jpg" alt="infografis jokowi usulan cawapres dari siapa" class="wp-image-116053" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/09/infografis-Jokowi-Usulan-Cawapres-dari-Siapa-922x1024.jpg 922w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/09/infografis-Jokowi-Usulan-Cawapres-dari-Siapa-270x300.jpg 270w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/09/infografis-Jokowi-Usulan-Cawapres-dari-Siapa-135x150.jpg 135w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/09/infografis-Jokowi-Usulan-Cawapres-dari-Siapa-768x853.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/09/infografis-Jokowi-Usulan-Cawapres-dari-Siapa-696x773.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/09/infografis-Jokowi-Usulan-Cawapres-dari-Siapa-1068x1187.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/09/infografis-Jokowi-Usulan-Cawapres-dari-Siapa-378x420.jpg 378w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/09/infografis-Jokowi-Usulan-Cawapres-dari-Siapa.jpg 1080w" sizes="(max-width: 922px) 100vw, 922px" /></figure>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Puan-Jokowi?</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Secara cepat, berbagai pihak akan menyebut nama Prabowo Subianto. Wacana untuk menduetkan Jokowi dengan Ketua Umum Partai Gerindra itu juga telah bergulir lama. Namun, PDIP tampaknya tidak akan membiarkan kadernya maju bersama Prabowo.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Simpulan itu dapat kita tarik dari pernyataan Panda Nababan. Dalam acara <a href="https://www.youtube.com/watch?v=Fut0simmhxc&amp;ab_channel=TotalPolitik"><strong>Total Politik</strong></a>, politisi senior PDIP itu mengomentari berbagai isu soal capres-cawapres PDIP di 2024.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Soal duet Anies Baswedan-Puan Maharani, misalnya, Panda menyebutnya sulit terjadi karena PDIP pasti mengincar capres. Sebagai partai yang memperoleh suara terbesar, sulit membayangkan PDIP puas dengan cawapres.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Panda juga memiliki komentar menarik soal duet Prabowo Subianto-Puan. Menurutnya, terkadang analisis politik sering kali tidak rasional. Jika Megawati Soekarnoputri yang merupakan ibu Puan saja kalah bersama dengan Prabowo di Pilpres 2009, lalu bagaimana dengan Puan yang seorang anak?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kendati tidak melanjutkan pernyataannya, sosok lain yang hadir dalam acara itu, yakni pakar komunikasi politik Effendi Gazali menilainya sebagai sinyal kekalahan. Menggunakan rasionalisasi Panda, Effendi menyebut Prabowo-Puan dapat berbuah kekalahan.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, mengulang pernyataan Panda ketika mengomentari Anies-Puan, PDIP tentunya tidak ingin berada di belakang Gerindra. Rasanya sulit membayangkan partai yang begitu berkuasa ingin berada di bayang-bayang partai lain.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jika berbicara kepentingan PDIP, mengusung Puan-Jokowi sekiranya lebih menguntungkan daripada Prabowo-Jokowi. Ada setidaknya tiga alasan atas simpulan itu.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Pertama</em>, PDIP tidak perlu khawatir akan turun kasta dengan menjadi bayang-bayang partai lain.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Kedua</em>, dengan popularitas Jokowi yang luar biasa, PDIP dapat menggunakannya sebagai daya tarik untuk mengajak partai lain berkoalisi.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pendukung Jokowi yang masih masif dapat memberi efek ekor jas (<em>coattail effect</em>) bagi partai politik yang mendukungnya. Cukup masuk akal mengatakan jika partai lain mengincar itu untuk meningkatkan perolehan suaranya di pemilihan legislatif.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Ketiga</em>, perlu dipahami bahwa rasionalitas organisasi berbeda dengan rasionalitas individu.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Francis Fukuyama dalam bukunya <em>State-Building: Governance and World Order in the 21</em><em><sup>st</sup></em><em> Century</em>, menerangkan bahwa tujuan organisasi sebenarnya tidak pernah hadir secara jelas karena tiap individu dalam organisasi memiliki penafsiran yang berbeda.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada kasus PDIP, bukan tidak mungkin terdapat benturan rasionalitas. Di level individu, berbagai kader PDIP mungkin mengharapkan Jokowi dipasangkan dengan sosok lain yang lebih potensial, katakanlah dengan Prabowo atau Anies Baswedan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, di level organisasi, PDIP sekiranya lebih memilih mengusung Puan Maharani untuk mencegah pembelahan partai. Alasannya sederhana, karena PDIP butuh narasi “trah Soekarno” untuk menyatukan berbagai faksi yang ada.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mungkin ini terkesan negatif, namun itu adalah strategi yang mumpuni. Jika menggunakan merit sistem, di mana berbagai faksi beradu kekuatan, logistik, dan intelegensia, sekiranya tidak akan memenuhi persetujuan dan berpotensi <em>deadlock</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Oleh karenanya dibutuhkan narasi penyeragam dan sulit dibantah, yakni narasi “trah Soekarno”. Ini juga menjawab kenapa Ganjar Pranowo bukan menjadi pilihan utama PDIP.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan kata lain, seperti yang dijelaskan dalam artikel PinterPolitik yang berjudul <a href="https://www.pinterpolitik.com/in-depth/pdip-sadar-puan-akan-kalah/"><strong><em>PDIP Sadar Puan akan Kalah?</em></strong></a>, mungkin saja PDIP akan kalah di Pilpres 2024 karena mengusung Puan Maharani. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, PDIP dapat tetap berkuasa dengan mengamankan kamar-kamar kekuasaan lainnya, seperti DPR, MPR, Jaksa Agung, dan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN). PDIP juga pasti menjalin hubungan dekat dengan petinggi Polri dan TNI.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jika berhasil mengamankan pileg, pilkada, dan pos-pos strategis, kekalahan Puan di Pilpres 2024 bukanlah sebuah kehancuran bagi PDIP. Mereka akan tetap berkuasa dan berpengaruh. (R53)</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<div class="youtube-embed" data-video_id="Z1s9MvlTZQM"><iframe title="Sejarah Pulau di Indonesia Yang Ditukar Manhattan" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/Z1s9MvlTZQM?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe></div>
</div></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/09/jokowi-dan-puan-560x375-1.jpeg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Jokowi Turun Kasta?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/celoteh/jokowi-turun-kasta/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[I76]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 15 Sep 2022 15:19:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[Jokowi Cawapres]]></category>
		<category><![CDATA[Mk]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=115909</guid>

					<description><![CDATA[“Kalau itu secara normatif boleh saja. Tidak ada larangan, tapi urusannya jadi soal etika politik saja menurut saya” – Fajar Laksono, Juru Bicara Mahkamah Konstitusi (MK) PinterPolitik.com Pernyataan Juru Bicara Mahkamah Konstitusi (MK)&#160;Fajar Laksono bahwa presiden yang telah menjabat dua periode&#160;berpeluang menjadi calon wakil presiden (cawapres) untuk periode selanjutnya&#160;menjadi perbincangan publik. Secara normatif, Fajar melihat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>“Kalau itu secara normatif boleh saja. Tidak ada larangan, tapi urusannya jadi soal etika politik saja menurut saya” – Fajar Laksono, Juru Bicara Mahkamah Konstitusi (MK)</strong></p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide"/>



<p class="wp-block-paragraph"><strong><u><strong><a href="http://www.pinterpolitik.com">PinterPolitik.com</a></strong></u></strong></p>



<p class="has-drop-cap wp-block-paragraph">Pernyataan Juru Bicara Mahkamah Konstitusi (MK)&nbsp;Fajar Laksono bahwa presiden yang telah menjabat dua periode&nbsp;berpeluang menjadi calon wakil presiden (cawapres) untuk periode selanjutnya&nbsp;menjadi perbincangan publik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Secara normatif, Fajar melihat tidak ada peraturan yang melarang hal tersebut. Namun,&nbsp;celah normatif itu akan sangat sensitif dan bersinggungan dengan persoalan etika politik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Apalagi narasi ini beriringan dengan wacana Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi cawapres pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Seperti yang diungkapkan oleh Ketua Umum Pro Jokowi (Projo) Budi Arie Setiadi, Jokowi&nbsp;dinilai&nbsp;cocok menjadi cawapres dari Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun,&nbsp;muncul pertanyaan, apakah Jokowi mau menjadi cawapres Prabowo? Bukankah itu sama saja kalau Jokowi turun kasta?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Layaknya kasta dalam pengertian sosiologi, yang bermakna tingkatan dalam sebuah suku, rupanya juga dapat berlaku bagi dunia politik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tingkatan sosial ini berasal dari bahasa Portugis,&nbsp;yakni <em>casta. </em>Pada abad ke-16 digunakan oleh penjelajah Portugis untuk mendeskripsikan pembagian kerja pada masyarakat India.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Nah, pada panggung politik Indonesia yang merupakan peperangan meraih kekuasaan, memang tidak dapat dipisahkan dari gengsi akan kasta politik. Bahkan, jika seseorang dianggap turun kasta, seolah-olah orang itu menjadi nista.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="834" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/09/image-54-834x1024.png" alt="image 54" class="wp-image-115912" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/09/image-54-834x1024.png 834w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/09/image-54-244x300.png 244w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/09/image-54-122x150.png 122w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/09/image-54-768x943.png 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/09/image-54-696x855.png 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/09/image-54-1068x1311.png 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/09/image-54-342x420.png 342w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/09/image-54.png 1080w" sizes="auto, (max-width: 834px) 100vw, 834px" /><figcaption>Ada Peluang Jokowi Cawapres?</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Seperti kata pepatah, “Tak ada rotan, akar pun jadi”, wacana cawapres ini seolah menjadi alternatif dari wacana perpanjangan masa jabatan presiden dan tiga periode.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Seperti yang diketahui, wacana perpanjangan dan tiga periode mendapat resistensi yang sangat kuat dari berbagai kalangan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kalau misalnya kita berandai-andai, katakanlah wacana alternatif ini terwujud, maka&nbsp;bukan cuma Jokowi loh yang bisa maju. Mantan presiden dua periode lainnya, yakni Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) juga berpeluang maju.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Anyway</em>, dalam literasi ilmu politik, pilihan alternatif semacam ini merupakan sesuatu yang wajar dan sering menjadi opsi-opsi dalam strategi meraih kekuasaan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Herbert A. Simon dalam buku yang berjudul <em>Administrative Behavior: A Study </em><em>of </em><em>Decision Making Processes </em><em>in </em><em>Administrative Organization</em>, percaya bahwa pengambilan keputusan politik merupakan proses perbandingan atas pilihan-pilihan alternatif.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Artinya, dalam politik tidak ada yang tabu dan kaku. Sebuah pilihan relatif mempunyai opsi alternatif, sehingga jika satu strategi buntu maka dapat diganti oleh strategi yang lain.&nbsp;Hmm. Rumit juga ya.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Btw</em>, kalau nantinya Jokowi maju lagi menjadi cawapres, sebenarnya ini bukan hanya dapat dimaknai sebagai turun kasta loh, tapi juga turun pesta. Artinya, Jokowi kembali turun ke pesta demokrasi, yaitu Pilpres 2024. hehehe. (I76)</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide"/>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<div class="youtube-embed" data-video_id="f-U5oNnukNs"><iframe loading="lazy" title="Kelas Revolusi Baru, Jalan Nadiem Menuju Pilpres" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/f-U5oNnukNs?start=244&#038;feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe></div>
</div><figcaption>Kelas Revolusi Baru, Jalan Nadiem Menuju Pilpres</figcaption></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/09/052327000_1570787255-20191011-Presiden-Jokowi-Terima-Prabowo-di-Istana-Merdeka-8.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
