<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>Jokowi Asal Bapak Senang (ABS) &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/jokowi-asal-bapak-senang-abs/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Mon, 28 Nov 2022 09:32:15 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>Jokowi Asal Bapak Senang (ABS) &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>PDIP Takut Jokowi &#8220;Dijilat&#8221;?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/celoteh/pdip-takut-jokowi-dijilat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[I76]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 28 Nov 2022 12:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Joko Widodo]]></category>
		<category><![CDATA[Jokowi Asal Bapak Senang (ABS)]]></category>
		<category><![CDATA[PDIP]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=119830</guid>

					<description><![CDATA[“PDI Perjuangan mengimbau kepada ring&#160;satu Presiden Jokowi agar tidak bersikap asal bapak senang (ABS) dan benar-benar berjuang keras bahwa kepemimpinan Pak Jokowi yang kaya prestasi sudah on the track.” – &#160; Hasto Kristiyanto, Sekretaris Jenderal PDIP PinterPolitik.com Ungkapan “Asal Bapak Senang” (ABS) mungkin sudah jarang kita dengar di atas panggung politik usai&#160;lengsernya Presiden Soeharto&#160;pada akhir [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>“PDI Perjuangan mengimbau kepada </strong><strong><em><strong><em>ring</em></strong></em></strong><strong>&nbsp;satu Presiden Jokowi agar tidak bersikap asal bapak senang (ABS) dan benar-benar berjuang keras bahwa kepemimpinan Pak Jokowi yang kaya prestasi sudah </strong><strong><em><strong><em>on the track</em></strong></em></strong><strong>.” – &nbsp; Hasto Kristiyanto, Sekretaris Jenderal PDIP</strong></p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide"/>



<p class="wp-block-paragraph"><a href="http://www.pinterpolitik.com/"><strong><u><strong>PinterPolitik.com</strong></u></strong></a></p>



<p class="has-drop-cap wp-block-paragraph">Ungkapan “Asal Bapak Senang” (ABS) mungkin sudah jarang kita dengar di atas panggung politik <ins>usai</ins>&nbsp;lengsernya Presiden Soeharto<ins>&nbsp;pada akhir abad ke-20</ins>. <ins>Namun,</ins>&nbsp;istilah ini pernah populer di era Orde Baru sebagai sebuah sindiran politik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sindiran atau sarkasme ini seolah dapat menjadi alat satu-satunya yang efektif di <ins>tengah</ins>&nbsp;<ins>atmosfer</ins>&nbsp;politik yang serba terbatas saat itu.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><ins>Praktiknya</ins>, sindiran ini ingin menyasar sebuah fenomena, <ins>yang </ins>mana <ins>sering kali</ins>&nbsp;ada laporan dari bawahan untuk para bos atau pejabat yang tidak sesuai kenyataan<ins>, melainkan </ins>tertulis dan direkayasa agar bagaimana si bos atau pejabat tersenyum. Ya, pokoknya asal bapak senang lah kira-kira.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Nah, istilah ini kembali dimunculkan Sekretaris Jenderal<ins>&nbsp;(Sekjen)</ins>&nbsp;PDI Perjuangan<ins>&nbsp;(PDIP)</ins>&nbsp;Hasto Kristiyanto yang menyesalkan adanya mobilisasi relawan dalam acara Nusantara Bersatu di <ins>Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta</ins>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hasto menghimbau agar orang-orang di lingkaran satu Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak bersikap asal bapak senang<ins>&nbsp;k</ins>arena sikap semacam itu hanyalah akan membuat citra Jokowi tergerus.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dia menegaskan kalau prestasi Jokowi sejatinya untuk bangsa Indonesia dan dunia, bukan untuk kelompok kecil yang terus melakukan manuver kekuasaan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Merespons hal pernyataan Hasto, Ketua Umum<ins>&nbsp;(Ketum)</ins>&nbsp;Solidaritas Merah Putih <ins>Silvester Matutina yang </ins>sekaligus panitia acara relawan Jokowi di GBK menyindir balik PDIP dengan mengatakan ini bukan ABS, tapi Asal Rakyat Senang (ARS).</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Anyway</em>, istilah ABS ini rupanya belum hilang ya. Bahkan<ins>,</ins>&nbsp;ada yang mengatakan kalau kebiasaan ini adalah budaya dari warisan penjajah yang lantas berkembang lalu semakin canggih hingga kini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kalo kita lihat <ins>ke belakang</ins>, sebenarnya istilah ABS ini bukan hadir pertama kali di <ins>era </ins>Orde Baru <em>loh</em>, malah sudah ada sejak <ins>e</ins>ra Orde Lama yang dipimpin oleh Presiden Soekarno.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mangil Martowidjojo dalam bukunya <em>Kesaksian tentang Bung Karno 1945-1967</em>&nbsp;menceritakan adanya grup band <ins>Istana </ins>yang diberi nama “Asal Bapak Senang<ins>”</ins>. Band ini dibentuk atas prakarsa Detasemen Kawal Pribadi (DKP) <ins>– </ins>sekarang <ins>Pasukan Pengamanan Presiden (</ins>Paspampres<ins>)</ins>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kelahiran band ini ditengarai karena sering<ins>&nbsp;</ins>kali Bung Karno <ins>– </ins>sapaan akrab Presiden Soekarno<ins>&nbsp;–</ins>&nbsp;tidak cocok dengan band-band yang memainkan musik di sejumlah acara yang dihadirinya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meski secara resmi band ini bernama ABS, Bung Karno <ins>juga memberi </ins>nama khusus yaitu Band Die Brul Apen van BK yang artinya “monyet-monyet yang terus mengerang dan <em>cecowetan </em>tanpa henti”. <em>Hmmm</em>.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="922" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/11/image-139-922x1024.png" alt="image 139" class="wp-image-119833" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/11/image-139-922x1024.png 922w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/11/image-139-270x300.png 270w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/11/image-139-135x150.png 135w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/11/image-139-768x853.png 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/11/image-139-696x773.png 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/11/image-139-1068x1187.png 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/11/image-139-378x420.png 378w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/11/image-139.png 1080w" sizes="(max-width: 922px) 100vw, 922px" /><figcaption class="wp-element-caption">Dukungan Jokowi Tidak Berpengaruh?</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Oh iya<ins>,</ins>&nbsp;dalam konteks organisasi, ABS ini sepertinya merupakan fenomena yang&nbsp; lumrah terjadi. Meski tidak semua, akan ada saja segelintir pekerja yang rela “menjilat” atasannya<ins>&nbsp;– e</ins>ntah karena ingin mendapat perhatian lebih dan terlihat menonjol di antara rekan-rekan kerjanya, ingin mempromosikan dirinya agar mendapat jabatan yang lebih tinggi, atau entah dengan maksud lain<ins>.</ins>&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Adi Supriadi dalam tulisannya <em>Manajemen Sumber Daya Manusia Human Resources</em>&nbsp;menyebut perilaku semacam ini sering<ins>&nbsp;</ins>kali muncul dalam lingkungan kerja yang secara kultural tidak sehat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Atasan seolah-olah menjadi “<em>the one and only</em>” yang&nbsp; menjadi penentu hitam-putihnya nasib bawahan.<ins>&nbsp;</ins>Dalam kultur semacam ini, manajemen dan aturan main manajerial untuk menilai kinerja bawahan tidak ada.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam konteks politik, bisa jadi&nbsp; ini alasan PDIP takut Jokowi “dijilat”<ins>, yakni t</ins>akut karena Jokowi nantinya menjadi “<em>the one and only</em>”<ins>.</ins>&nbsp;<ins>P</ins>adahal<ins>,</ins>&nbsp;PDIP masih punya “<em>the real the one and only”</em><ins>,</ins>&nbsp;yaitu <ins>Ketum</ins>&nbsp;PDIP Megawati Soekarnoputri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam tafsiran yang lain, bisa jadi PDIP takut Jokowi terlalu “dijilat” dengan teknik ABS yang hanya menguntungkan para “penjilat”.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Psikolog Universitas Indonesia, Diah Primi Paramita, menyebut<ins>kan bahwa</ins>&nbsp;<ins>s</ins>eorang penjilat adalah seekor bunglon. Layaknya <ins>b</ins>unglon, penjilat bisa berubah dan berpindah haluan politik.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>By the way</em>, persoalan <ins>b</ins>unglon yang sering berubah <ins>ini mengingatkan kita dengan</ins>&nbsp;tokoh Mystique dalam <em><ins>franchise</ins></em><ins>&nbsp;</ins>X-Men. Tokoh ini punya peran yang berbeda-beda sepanjang cerita filmnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mystique yang dalam beberapa film jahat dan jadi <em>mutant</em>&nbsp;kepercayaan Magneto<ins>.</ins>&nbsp;<ins>P</ins>ada film yang berbeda<ins>,</ins>&nbsp;diperlihatkan jadi pengikut Professor X dan menjadi pembela kubu protagonis.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Hmm</em>, jadi bahaya juga ya ABS ini. Jangan-jangan Bung Karno sudah <ins>tahu</ins>&nbsp;ABS itu akan seperti ini, makanya dia menyebut ABS dengan <ins>nama</ins>&nbsp;Band Die Brul Apen van BK&nbsp;yang bermakna “monyet-monyet yang terus mengerang dan <em>cecowetan </em>tanpa henti”. <em>Uppsss</em>. <em>Hehehe</em>. (I76)</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide"/>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<div class="youtube-embed" data-video_id="saXER7ZOMFg"><iframe title="Hendropriyono Kunci Kuat Intelijen Megawati dan Jokowi?" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/saXER7ZOMFg?start=3&#038;feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe></div>
</div><figcaption class="wp-element-caption">Hendropriyono Kunci Kuat Intelijen Megawati dan Jokowi?</figcaption></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/11/jokowi-hadiri-acara-relawan-di-gbk-1_169.jpeg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
