<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>Jembatan Indiana Jones Jagakarsa &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/jembatan-indiana-jones-jagakarsa/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Thu, 28 Mar 2019 09:45:37 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>Jembatan Indiana Jones Jagakarsa &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Anies Jadi Indiana Jones?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/anies-jadi-indiana-jones/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Z19]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Jan 2018 08:38:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Anies Baswedan]]></category>
		<category><![CDATA[Gubernur DKI Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Indiana Jones]]></category>
		<category><![CDATA[Jembatan Indiana Jones Jagakarsa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=20402</guid>

					<description><![CDATA[“Mogoklah, maka kau akan melihat dunia mereka sebagai jembatan ke dunia baru, ya dunia baru.” ~ Wiji Thukul PinterPolitik.com [dropcap]G[/dropcap]ubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan melihat masih banyak wilayah di DKI Jakarta yang tingkat ketimpangannya cukup tinggi. Kalau dilihat dari konteks pembangunan yang megah di Ibukota, rasanya nurani bertabrakan dengan ingatan bahwa sebenarnya masih terselip [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong><em>“Mogoklah, maka kau akan melihat dunia mereka sebagai jembatan ke dunia baru, ya dunia baru.” ~ Wiji Thukul</em></strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #ccdb00;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]G[/dropcap]ubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan melihat masih banyak wilayah di DKI Jakarta yang tingkat ketimpangannya cukup tinggi.</p>
<p>Kalau dilihat dari konteks pembangunan yang megah di Ibukota, rasanya nurani bertabrakan dengan ingatan bahwa sebenarnya masih terselip kawasan-kawasan kumuh atau gang-gang kecil masyarakat miskin kota.</p>
<p>Apakah keberadaan mereka nyata? Padahal dari apa yang tampak pun, kita bisa ikut merasakannya. <em>“Yang kaya semakin kaya, yang miskin semakin miskin,”</em> begitu kata Rhoma Irama yang sering dikutip oleh Anies dalam setiap pernyataannya.</p>
<p>Miris sekali bila potret kehidupan pra sejahtera masih nampak jelas di Ibukota yang katanya, menjadi pusat pemerintahan, pusat ekonomi, dan lainnya, <em>weleeeeeh weleeeeeh.</em></p>
<p>Gubernur Anies pun, katanya, tak percaya masih banyak ketimpangan yang terjadi di Jakarta. Hmmm, makanya pas kampanye jangan kebanyakan <em>nyanyi</em> dangdut Pak, tinjau fakta yang sangat nyata tentang kondisi memilukan di Jakarta.</p>
<p>Kalau kemegahan Jakarta sih tak perlu lagi diteriakan, karena sebagai Ibukota, wajar sekali Jakarta terlihat megah. Namun, bagaimana kepastian wilayah yang kondisinya masih belum tersentuh pembangunan dan bahkan sangat memilukan?</p>
<p>Salah satu contohnya, di Jakarta ternyata ada sebuah jembatan yang kondisinya sangat parah dan memprihatinkan. <em>Weleeeeh weleeeeh. </em>Jakarta loh ini, bukan daerah tertinggal atau pelosok. Masa jembatan kayu yang menghubungkan satu wilayah ke wilayah lainnya, bisa sampai menggantung <em>reyot</em> begitu? G<em>gggrrrrrr…</em></p>
<p>Jembatan kayu ini, bahkan kondisinya bisa dibilang sangat membahayakan bagi orang yang melintas dan menapakinya. Saat melangkah, jembatan yang kayunya mulai rapuh itu pun akan bergoyang-goyang, <em>weleeeeeh weleeeeeh</em> <em>ngeriiiii </em>kali.</p>
<p>Itu masih masuk wilayah Jakarta loh, di Jagakarsa, Jakarta Selatan, <em>weleeeeeh weleeeeeeh</em>. Jangan aneh gitu ah. Jakarta masih Ibukota Indonesia kok. Tapi kayak dipelosok daerah mana gitu ya? <em>Weleeeeh weleeeeh.</em></p>
<p>Tapi bila dicocokkan, jembatan kayu memprihatinkan itu seperti jembatan &#8220;Indiana Jones&#8221;. Maka dari itu, saat Gubernur Anies Baswedan mencoba melintasinya, ia langsung berfantasi sedang memerankan tokoh utama film layar lebar tersebut, Indiana Jones. <em>Upppsss, eetttt</em> gimana ya? Wkwkwkwk&#8230;.</p>
<p><em>Blusukan</em> ya <em>blusukan </em>aja Pak, tapi ga perlulah ngaku – ngaku jadi aktor film Indiana Jones segala, <em>weleeeeh weeleeeeeh </em>wkwkwkwk. (Z19)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/01/Anies-Baswedan-Jembatan-Indiana-Jones-1024x676.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
