<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>Jamu &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/jamu/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Thu, 05 Oct 2023 07:46:01 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>Jamu &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Jamu, Tradisi Luhur dan Relevansinya di Era Modern</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/pinter-ekbis/jamu-tradisi-luhur-dan-relevansinya-di-era-modern/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[A49]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 05 Oct 2023 14:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pinter Ekbis]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Jamu]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[modern]]></category>
		<category><![CDATA[socioloop]]></category>
		<category><![CDATA[tradisi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=138060</guid>

					<description><![CDATA[socioloop.co Indonesia, sebagai negara kepulauan dengan kekayaan alam yang melimpah, memiliki warisan budaya yang tak terhitung jumlahnya. Salah satunya adalah jamu, minuman kesehatan tradisional yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat selama berabad-abad. Jamu, yang terbuat dari bahan-bahan alami seperti rempah-rempah dan tanaman obat, tidak hanya mencerminkan kekayaan alam Indonesia, tetapi juga kearifan lokal dalam [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide"/>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>socioloop.co</strong></p>



<p class="has-drop-cap wp-block-paragraph">Indonesia, sebagai negara kepulauan dengan kekayaan alam yang melimpah, memiliki warisan budaya yang tak terhitung jumlahnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Salah satunya adalah jamu, minuman kesehatan tradisional yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat selama berabad-abad.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jamu, yang terbuat dari bahan-bahan alami seperti rempah-rempah dan tanaman obat, tidak hanya mencerminkan kekayaan alam Indonesia, tetapi juga kearifan lokal dalam memanfaatkan sumber daya tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jamu diyakini telah ada sejak zaman kerajaan-kerajaan di Jawa kuno, seperti Mataram dan Majapahit. Beberapa naskah kuno bahkan mencatat berbagai resep jamu dan manfaatnya untuk kesehatan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tradisi ini kemudian turun-temurun, dari generasi ke generasi, dan berkembang menjadi industri rumah tangga di banyak daerah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Apa yang membuat jamu begitu spesial? Tentu saja, bahan-bahannya. Sebagian besar bahan jamu berasal dari tumbuhan seperti kunyit, jahe, temulawak, dan laos.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Beberapa jenis jamu juga mengandung bahan-bahan seperti madu, telur, dan susu untuk meningkatkan khasiatnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kombinasi bahan-bahan ini tidak hanya memberikan efek penyembuhan, tetapi juga meningkatkan stamina dan imunitas tubuh.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam era modern yang serba cepat dan praktis, seseorang mungkin akan bertanya-tanya, mengapa jamu masih relevan?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Semakin banyak orang yang sadar akan efek samping dari obat-obatan kimia dan mulai beralih ke produk alami. Jamu, dengan bahan-bahannya yang alami, menjadi alternatif yang menarik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meskipun jamu adalah tradisi lama, banyak penelitian modern yang menunjukkan bahwa bahan-bahan dalam jamu memiliki khasiat untuk kesehatan. Misalnya, kunyit diketahui memiliki sifat anti-inflamasi, sedangkan jahe dapat membantu pencernaan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Industri jamu telah beradaptasi dengan zaman. Banyak perusahaan jamu kini memproduksi jamu dalam bentuk yang lebih praktis, seperti kapsul, serbuk, atau minuman botolan, tanpa mengurangi khasiatnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jamu juga mulai mendapatkan pengakuan di kancah internasional. Beberapa bahan jamu, seperti kunyit dan jahe, kini populer di seluruh dunia sebagai <em>superfood</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ada kebangkitan kesadaran untuk kembali ke budaya lokal, dan jamu menjadi salah satu bentuk ekspresi dari kebangkitan ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kesimpulannya, jamu, dengan tradisi dan kearifan lokalnya, bukan hanya sebuah minuman kesehatan, tetapi juga cerminan dari identitas dan kekayaan budaya Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meskipun dunia terus berubah, jamu tetap bertahan dan bahkan berkembang, menunjukkan bahwa tradisi dan modernitas dapat berjalan beriringan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagai warisan budaya, jamu mengajarkan kita untuk menghargai alam dan kearifan lokal, serta mengingatkan bahwa kesehatan adalah investasi terbaik yang bisa kita miliki. (A49)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/10/detik-health.webp" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Saatnya Minum “Jamu” ala Jokowi?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/celoteh/saatnya-minum-jamu-ala-jokowi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[A43]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 30 Jul 2021 05:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[GBHN]]></category>
		<category><![CDATA[Jamu]]></category>
		<category><![CDATA[Jokowi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=99463</guid>

					<description><![CDATA[Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti sebut Indonesia perlu GBHN. Apa GBHN ini bisa jadi "jamu" pembangunan ala Jokowi?]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti mengatakan bahwa Indonesia membutuhkan Garis Besar Haluan Negara (GBHN) untuk acuan pembangunan bila terjadi pergantian pemerintahan setelah pemilihan umum (Pemilu). Apakah GBHN ini “jamu” ala pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) untuk jadi obat mujarab pembangunan Indonesia?</strong></p>



<hr class="wp-block-separator is-style-wide"/>



<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.pinterpolitik.com/"><strong>PinterPolitik.com</strong></a></p>



<p class="has-drop-cap wp-block-paragraph"><em>Gaes</em>, pernah tahu&nbsp;<em>nggak</em>&nbsp;<em>sih</em>&nbsp;kalau ternyata ada sejumlah negara yang katanya memiliki produk Coca-Cola yang berbeda?&nbsp;<em>Mimin</em>&nbsp;juga baru tahu&nbsp;<em>lho</em>. Katanya&nbsp;<em>sih</em>, Coca-Cola yang dijual di Meksiko punya rasa yang berbeda dengan produk Cola pada umumnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Mimin</em>&nbsp;baru tahu setelah iseng-iseng&nbsp;<em>scrolling</em>&nbsp;video-video yang ada di halaman&nbsp;<em>recommended</em>&nbsp;YouTube&nbsp;<em>mimin</em>.&nbsp;<em>Ngomong-ngomong</em>&nbsp;soal YouTube&nbsp;<em>nih</em>, video-video buatan&nbsp;<em>mimin</em>&nbsp;juga pasti ada&nbsp;<em>dong</em>&nbsp;di&nbsp;<em>recommended&nbsp;</em>kalian. Kalau belum tahu video-videonya&nbsp;<em>mimin</em>, cek&nbsp;<em>aja tuh</em>&nbsp;<em>channel</em>&nbsp;<a href="https://www.youtube.com/c/PinterPolitik"><strong>PinterPolitik TV</strong></a>.&nbsp;<em>Hehe</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Oke oke</em>, balik lagi ke cerita Coca-Cola tadi. Jadi, katanya&nbsp;<em>sih</em>, Cola yang diproduksi di negara Amerika Tengah itu masih menggunakan formula asli yang digunakan perusahaan itu sejak zaman dulu kala. Makanya, ada yang bilang kalau di Meksiko itu, Cola-nya adalah&nbsp;<em>the real Cola</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Hmm</em>,&nbsp;<em>mimin</em>&nbsp;jadi penasaran&nbsp;<em>nih</em>&nbsp;buat&nbsp;<em>nyobain</em>. Soalnya&nbsp;<em>nih</em>, jujur&nbsp;<em>aja</em>&nbsp;ya,&nbsp;<em>mimin</em>&nbsp;<em>tuh&nbsp;</em>suka banget sama minuman-minuman berkarbonasi macam Cola. Sampai-sampai,&nbsp;<em>mimin</em>&nbsp;biasanya beli&nbsp;<em>tuh</em>&nbsp;tiap hari di kantin sekolah pas masih zaman SMA.&nbsp;<em>Peace</em>&nbsp;ya, Om Deddy Corbuzier.&nbsp;<em>Mimin</em>&nbsp;tahu&nbsp;<em>kok</em>&nbsp;kalau itu&nbsp;<em>nggak</em>&nbsp;sehat sama sekali.&nbsp;<em>Hehe</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Makanya, ibu&nbsp;<em>mimin</em>&nbsp;itu suka&nbsp;<em>ngelarang</em>&nbsp;kalau misalnya&nbsp;<em>mimin</em>&nbsp;ketahuan beli Cola atau soda-soda manis lainnya. Karena sayang, ibu&nbsp;<em>mimin</em>&nbsp;khawatir&nbsp;<em>tuh</em>&nbsp;kalau minuman itu nantinya bisa berujung ke macam-macam persoalan kesehatan – mulai dari obesitas, diabetes, sampai penyakit-penyakit lainnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ya, daripada soda-soda macam Cola, ibu&nbsp;<em>mimin</em>&nbsp;lebih suka kalau&nbsp;<em>mimin</em>&nbsp;minum jamu&nbsp;<em>tuh</em>. Maklum lah, kan&nbsp;<em>mimin</em>&nbsp;terlahir di keluarga Jawa.&nbsp;<em>Gimana-gimana</em>,&nbsp;<em>mimin</em>&nbsp;pun harus&nbsp;<em>tuh</em>&nbsp;minum jamu yang dibikinin sama ibu&nbsp;<em>mimin</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca Juga:&nbsp;</strong><a href="https://www.pinterpolitik.com/celoteh/mengapa-puan-mirip-teh-botol"><strong>Mengapa Puan ‘Mirip’ Teh Botol?</strong></a></p>



<figure class="wp-block-image"><a href="https://www.instagram.com/pinterpolitik/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><img decoding="async" src="https://pinterpolitik.com/asset/wp-content/uploads/2019/10/Kotak-Pandora-di-Balik-GBHN-.jpg" alt="Kotak Pandora Jokowi GBHN"/></a></figure>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Tapi nih</em>,&nbsp;<em>ngomong-ngomong</em>&nbsp;soal minuman Cola&nbsp;<em>nih</em>, kalian tahu kan kalau minuman jenis ini juga diproduksi oleh merek-merek yang berbeda?&nbsp;<em>Nah</em>, mereknya itu namanya Pepsi. Hubungan kedua merek ini sering&nbsp;<em>tuh</em>&nbsp;menimbulkan perdebatan soal mana yang lebih enak – berujung menjadi sebuah rivalitas&nbsp;<em>tuh</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dulu&nbsp;<em>sih</em>&nbsp;<em>mimin</em>&nbsp;lebih suka yang Pepsi&nbsp;<em>sih</em>&nbsp;soalnya rasanya agak beda&nbsp;<em>gitu</em>. Ya, meski begitu,&nbsp;<em>gimana&nbsp;</em>lagi,&nbsp;<em>gaes</em>? Pepsi&nbsp;<em>udah</em>&nbsp;<em>nggak</em>&nbsp;dijual lagi di Indonesia.&nbsp;<em>Eh</em>,&nbsp;<em>tapi</em>, ternyata ada&nbsp;<em>lho</em>&nbsp;orang yang menilai Pepsi dan Cola ini sama&nbsp;<em>aja</em>. Beliau adalah Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Abdul Mu’ti.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam acara Seminar dan Dialog 50 Tahun CSIS Indonesia pada Senin (26/7) kemarin, Pak Abdul bilang Pepsi dan Cola ini rasanya mirip-mirip meskipun beda merek. Rasa yang mirip-mirip ini berlaku&nbsp;<em>tuh</em>&nbsp;dalam arah pembangunan negara ala Amerika Serikat (AS).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Intinya&nbsp;<em>sih</em>, Pak Abdul bilang kalau pergantian presiden di negeri Paman Sam ini mirip-mirip sama Pepsi-Cola – beda merek tapi satu rasa.&nbsp;<em>Nah</em>, maka dari itu, Pak Sekretaris Umum PP Muhammadiyah bilang Indonesia juga perlu&nbsp;<em>tuh</em>&nbsp;menggunakan jenis “minuman” yang sama, yakni Garis Besar Haluan Negara (GBHN).</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Hmm</em>, kalau di Indonesia kan,&nbsp;<em>udah nggak&nbsp;</em>ada Pepsi&nbsp;<em>nih</em>, Pak.&nbsp;<em>Gimana&nbsp;</em>kalau jenis “minuman” ini diganti sama yang selalu ada&nbsp;<em>tuh</em>, yakni jamu. Kan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sukanya jamu&nbsp;<em>tuh</em>. Bahkan, katanya, Pak Jokowi minum jamu hampir tiap hari.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bisa jadi&nbsp;<em>tuh</em>, kalau&nbsp;<em>udah</em>&nbsp;ada jamu GBHN, presiden-presiden setelah Pak Jokowi akhirnya bisa minum minuman yang sama nanti. Ya, meski jamu sendiri ada banyak macamnya ya – mulai dari sinom hingga beras kencur, pemerintah nanti tetap&nbsp;<em>aja</em>&nbsp;minum jamu yang rasanya pahit nan pedas tapi sehat&nbsp;<em>tuh</em>.&nbsp;<em>Hehe</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Siapa tahu kan nanti pembangunan Indonesia jadi lebih sehat juga&nbsp;<em>tuh</em>&nbsp;dengan kehadiran “jamu” bersama itu?&nbsp;<em>Tapi</em>, ingat ya, minumannya harus jamu – bukan teh botol (colek Ketua DPR Puan Maharani).&nbsp;<em>Hehe</em>. (A43)</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca Juga:&nbsp;</strong><a href="https://www.pinterpolitik.com/in-depth/perlukah-gbhn-kembali"><strong>Perlukah GBHN Kembali?</strong></a></p>



<hr class="wp-block-separator is-style-wide"/>



<figure class="wp-block-embed is-type-rich is-provider-embed-handler wp-block-embed-embed-handler wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<div class="youtube-embed" data-video_id="_b6eQsNRw14"><iframe title="KEBANGKITAN GBHN | Interview with Edbert Gani Suryahudaya" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/_b6eQsNRw14?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe></div>
</div></figure>



<p class="wp-block-paragraph">► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di&nbsp;<a href="http://bit.ly/PinterPolitik"><strong>bit.ly/PinterPolitik</strong></a></p>



<figure class="wp-block-image"><a href="https://www.youtube.com/c/PinterPolitik/featured"><img decoding="async" src="https://www.pinterpolitik.com:8000/photos/shares/ytb%20membership-03.jpg" alt=""/></a></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di&nbsp;<strong><a href="http://bit.ly/ruang-publik">bit.ly/ruang-publik</a></strong>&nbsp;untuk informasi lebih lanjut.</p>



<figure class="wp-block-image"><a href="https://linktr.ee/PinterPublishing"><img decoding="async" src="https://www.pinterpolitik.com:8000/photos/shares/2021/3/ebook-promo-web-banner.jpg" alt=""/></a></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/Saatnya-Minum-Jamu-ala-Jokowi-1024x586.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Jamu-jamu Apa Favorit Jokowi?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/celoteh/jamu-jamu-apa-favorit-jokowi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[A43]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 10 Feb 2021 09:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Pers Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Jamu]]></category>
		<category><![CDATA[Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[Pramono Anung]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=103277</guid>

					<description><![CDATA[Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung menyebutkan bahwa pemerintah membutuhkan kritik bak jamu yang pedas dan tajam. Kira-kira, apa saja jamu favorit pemerintahan Joko Widodo (Jokowi)?]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung menyebutkan bahwa pemerintah membutuhkan kritik bak jamu yang pedas dan tajam. Kira-kira, apa saja jamu favorit pemerintahan Joko Widodo (Jokowi)?</strong></p>



<hr class="wp-block-separator is-style-wide"/>



<p class="wp-block-paragraph"><strong><a href="http://pinterpolitik.com/">PinterPolitik.com</a></strong></p>



<p class="has-drop-cap wp-block-paragraph">Siapa bilang kalau warisan budaya tradisional yang khas tidak ada yang bisa bertahan di masa modern sekarang? Buktinya, banyak&nbsp;<em>lho</em>&nbsp;warisan-warisan budaya Indonesia yang hingga kini masih menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Salah satunya adalah jamu. Ramuan yang biasa digunakan sebagai obat-obatan tradisional di Indonesia ini kerap dikonsumsi karena khasiat-khasiat yang diyakini. Bahkan, sebenarnya, obat-obat herbal memiliki khasiat kompleks dibandingkan obat-obatan modern&nbsp;<em>lho</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kalau&nbsp;<em>nggak</em>&nbsp;percaya, coba tanya&nbsp;<em>aja</em>&nbsp;ke Presiden Joko Widodo (Jokowi).&nbsp;<em>Gimana</em>&nbsp;coba caranya Pak Jokowi bisa tetap&nbsp;<em>fit</em>&nbsp;dalam menjalani jadwal kepresidenannya yang begitu padat?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kabarnya, Pak Jokowi setiap hari mengonsumsi sejumlah jenis jamu&nbsp;<em>lho&nbsp;</em>– bahkan sampai tiga kali sehari. Kata juru masak di Istana, racikan jamunya Pak Presiden itu mengandung delapan potong temulawak, enam potong kunyit, tigaa potong jahe, dan batang serai&nbsp;<em>lho</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Tapi</em>, menariknya, Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung pada peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2021 kemarin menyebutkan bahwa pemerintah kini juga membutuhkan “jamu” yang lain&nbsp;<em>lho</em>. Dengan menggunakan “jamu” sebagai analogi, Pak Pramono menyebutkan bahwa pemerintah kini justru membutuhkan kritik dan masukan yang pedas dan tajam.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca Juga:&nbsp;<a href="https://www.pinterpolitik.com/celoteh/paradoks-keinginan-kritik-jokowi">Paradoks Keinginan Kritik Jokowi</a></strong></p>



<figure class="wp-block-image"><a href="https://www.instagram.com/p/CLF02Z2hheP/?igshid=f88pto5cl7zr" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><img decoding="async" src="https://www.pinterpolitik.com:8000/photos/shares/Infografis%20K12%202020/Saat-Pemerintah-Minta-Kritik.jpg" alt="Saat Jokowi Pramono Minta Kritik"/></a></figure>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Hmm</em>,&nbsp;<em>emang sih</em>, jamu itu juga memiliki berbagai rasa yang berbeda – tergantung jenisnya. Kadang, beberapa dari mereka memiliki rasa yang tajam, mulai dari pedas hingga pahit&nbsp;<em>lho</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Nah</em>, kalau&nbsp;<em>ngomongin</em>&nbsp;jenis jamu&nbsp;<em>gini</em>, kira-kira, jenis jamu kritik apa ya yang disukai oleh pemerintahan Jokowi? Mungkin, para pembaca&nbsp;<strong><a href="http://pinterpolitik.com/">PinterPolitik.com</a></strong>&nbsp;memiliki sejumlah masukan&nbsp;<em>nih</em>&nbsp;biar pemerintah segera memenuhi kebutuhan jamu kritiknya.&nbsp;<em>Hehe</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Eits</em>,&nbsp;<em>tapi</em>&nbsp;Mimin mau&nbsp;<em>ngingetin&nbsp;</em>dulu&nbsp;<em>nih</em>&nbsp;buat para pembaca yang mau&nbsp;<em>ngasih</em>&nbsp;masukan untuk pemerintah soal jamu kritik mana&nbsp;<em>aja</em>&nbsp;yang “<em>nendang</em>”<em>&nbsp;pol</em>. Soalnya, ada&nbsp;<em>lho</em>&nbsp;sejumlah jamu kritik yang&nbsp;<em>kayak</em>-nya&nbsp;<em>nggak</em>&nbsp;disukai pemerintah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sejauh yang Mimin ingat&nbsp;<em>sih</em>, beberapa di antaranya adalah jamu Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), jamu Front Pembela Islam (FPI), dan sejumlah jamu lain seperti jamu kritik dari aktivis-aktivis.&nbsp;<em>Waduh</em>, itu semua kan justru jamu kritik yang biasanya paling “<em>nendang</em>” ya? Kalau&nbsp;<em>gini</em>, jamu kritik mana lagi ya yang bisa “diminum” pemerintah?&nbsp;<em>Hihi</em>. (A43)</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca Juga:&nbsp;<a href="https://www.pinterpolitik.com/celoteh/inikah-jebakan-batman-ala-jokowi">Inikah “Jebakan Batman” ala Jokowi?</a></strong></p>



<hr class="wp-block-separator is-style-wide"/>



<figure class="wp-block-embed is-type-rich is-provider-embed-handler wp-block-embed-embed-handler wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<div class="youtube-embed" data-video_id="4_vj17NsN8Y"><iframe title="Freedom - John Zachary Series" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/4_vj17NsN8Y?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe></div>
</div></figure>



<p class="wp-block-paragraph">► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di&nbsp;<a href="http://bit.ly/PinterPolitik"><strong>bit.ly/PinterPolitik</strong></a></p>



<p class="wp-block-paragraph">Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di&nbsp;<strong><a href="http://bit.ly/ruang-publik">bit.ly/ruang-publik</a></strong>&nbsp;untuk informasi lebih lanjut.</p>



<figure class="wp-block-image"><a href="http://bit.ly/ruang-publik"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="132" src="https://www.pinterpolitik.com/asset/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-1024x132.jpg" alt="" class="wp-image-61983" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-1024x132.jpg 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-300x39.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-768x99.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-696x90.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-1068x138.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-1920x248.jpg 1920w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></a></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/1612942353_jamu-jamu-apa-favorit-jokowijpg-1024x682.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>KPK Minum Jamu Antidiare?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/celoteh/kpk-minum-jamu-antidiare/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[A43]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 Jan 2020 09:00:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Jamu]]></category>
		<category><![CDATA[Komisi Pemberantasan Korupsi]]></category>
		<category><![CDATA[KPK]]></category>
		<category><![CDATA[PDIP]]></category>
		<category><![CDATA[Politik Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=72089</guid>

					<description><![CDATA[“Took another sip of the potion, hit the three-wheel motion” – Ice Cube, penyanyi rap asal Amerika Serikat PinterPolitik.com Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tampaknya kini tengah aktif-aktifnya beraksi. Di awal tahun 2020 ini, lembaga antirasuah ini udah ngejalanin dua kali operasi tangkap tangan (OTT) lho. Setelah Bupati Sidoarjo Saiful Ilah ditangkap, datang juga giliran untuk [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>“Took another sip of the potion, hit the three-wheel motion” – Ice Cube, penyanyi rap asal Amerika Serikat</strong></h4>
<hr>
<p><span style="color: #cedb2a;">PinterPolitik.com</span></p>
<p><span class="dropcap dropcap2">K</span>omisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tampaknya kini tengah aktif-aktifnya beraksi. Di awal tahun 2020 ini, lembaga antirasuah ini <em>udah</em> <em>ngejalanin</em> dua kali operasi tangkap tangan (OTT) <em>lho</em>.</p>
<p>Setelah Bupati Sidoarjo Saiful Ilah ditangkap, datang juga giliran untuk eks Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan. Ada juga dua staf Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto yang turut ditangkap.</p>
<p>Kabarnya, kasus ini menyoal dugaan suap terkait pergantian antar-waktu (PAW) yang terjadi di antara kader-kader partai yang berlambang banteng itu. Pihak yang diduga terlibat di antaranya adalah Harun Masiku.</p>
<p><em>Hmm</em>, namun, aksi KPK yang dipimpin oleh Firli Bahuri kali ini kayaknya bakal terhambat <em>deh</em>. Soalnya <em>nih</em>, Pak Harun dikabarkan telah berangkat ke luar negeri – yakni Singapura – sejak 7 Januari lalu.</p>
<p>Di tengah-tengah terhambatnya proses kasus itu, ada orang-orang yang bersimpati dan berbaik hati <em>nih</em> sama KPK. Kemarin, Koalisi Masyarakat Madani Antikorupsi datang ke Gedung Merah Putih KPK buat <em>ngasihin</em> obat jamu antidiare ke komisi antikorupsi itu.</p>
<p>Kata Direktur Lingkar Madani untuk Indonesia (Lima) <a href="https://www.cnnindonesia.com/nasional/20200115150001-12-465596/kasus-suap-paw-kader-pdip-kpk-disuguhi-jamu-antidiare/" rel="nofollow"><strong>Ray Rangkuti</strong></a>, jamu itu adalah bentuk dukungan untuk KPK dalam mengusut kasus PAW PDIP. <em>Hmm</em>, sambungnya lagi, musim penghujan ini banyak membawa penyakit – termasuk diare – sehingga harapannya para penyidik tidak terjangkit penyakit, seperti yang dialami oleh pihak yang akan disidik.</p>
<blockquote class="instagram-media" data-instgrm-captioned data-instgrm-permalink="https://www.instagram.com/p/B7GOesVDPMO/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" data-instgrm-version="12" style=" background:#FFF; border:0; border-radius:3px; box-shadow:0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width:658px; min-width:326px; padding:0; width:99.375%; width:-webkit-calc(100% - 2px); width:calc(100% - 2px);">
<div style="padding:16px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/B7GOesVDPMO/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" background:#FFFFFF; line-height:0; padding:0 0; text-align:center; text-decoration:none; width:100%;" target="_blank"> </p>
<div style=" display: flex; flex-direction: row; align-items: center;">
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 40px; margin-right: 14px; width: 40px;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center;">
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 100px;"></div>
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 60px;"></div>
</div>
</div>
<div style="padding: 19% 0;"></div>
<div style="display:block; height:50px; margin:0 auto 12px; width:50px;"><svg width="50px" height="50px" viewBox="0 0 60 60" version="1.1" xmlns="https://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="https://www.w3.org/1999/xlink"><g stroke="none" stroke-width="1" fill="none" fill-rule="evenodd"><g transform="translate(-511.000000, -20.000000)" fill="#000000"><g><path d="M556.869,30.41 C554.814,30.41 553.148,32.076 553.148,34.131 C553.148,36.186 554.814,37.852 556.869,37.852 C558.924,37.852 560.59,36.186 560.59,34.131 C560.59,32.076 558.924,30.41 556.869,30.41 M541,60.657 C535.114,60.657 530.342,55.887 530.342,50 C530.342,44.114 535.114,39.342 541,39.342 C546.887,39.342 551.658,44.114 551.658,50 C551.658,55.887 546.887,60.657 541,60.657 M541,33.886 C532.1,33.886 524.886,41.1 524.886,50 C524.886,58.899 532.1,66.113 541,66.113 C549.9,66.113 557.115,58.899 557.115,50 C557.115,41.1 549.9,33.886 541,33.886 M565.378,62.101 C565.244,65.022 564.756,66.606 564.346,67.663 C563.803,69.06 563.154,70.057 562.106,71.106 C561.058,72.155 560.06,72.803 558.662,73.347 C557.607,73.757 556.021,74.244 553.102,74.378 C549.944,74.521 548.997,74.552 541,74.552 C533.003,74.552 532.056,74.521 528.898,74.378 C525.979,74.244 524.393,73.757 523.338,73.347 C521.94,72.803 520.942,72.155 519.894,71.106 C518.846,70.057 518.197,69.06 517.654,67.663 C517.244,66.606 516.755,65.022 516.623,62.101 C516.479,58.943 516.448,57.996 516.448,50 C516.448,42.003 516.479,41.056 516.623,37.899 C516.755,34.978 517.244,33.391 517.654,32.338 C518.197,30.938 518.846,29.942 519.894,28.894 C520.942,27.846 521.94,27.196 523.338,26.654 C524.393,26.244 525.979,25.756 528.898,25.623 C532.057,25.479 533.004,25.448 541,25.448 C548.997,25.448 549.943,25.479 553.102,25.623 C556.021,25.756 557.607,26.244 558.662,26.654 C560.06,27.196 561.058,27.846 562.106,28.894 C563.154,29.942 563.803,30.938 564.346,32.338 C564.756,33.391 565.244,34.978 565.378,37.899 C565.522,41.056 565.552,42.003 565.552,50 C565.552,57.996 565.522,58.943 565.378,62.101 M570.82,37.631 C570.674,34.438 570.167,32.258 569.425,30.349 C568.659,28.377 567.633,26.702 565.965,25.035 C564.297,23.368 562.623,22.342 560.652,21.575 C558.743,20.834 556.562,20.326 553.369,20.18 C550.169,20.033 549.148,20 541,20 C532.853,20 531.831,20.033 528.631,20.18 C525.438,20.326 523.257,20.834 521.349,21.575 C519.376,22.342 517.703,23.368 516.035,25.035 C514.368,26.702 513.342,28.377 512.574,30.349 C511.834,32.258 511.326,34.438 511.181,37.631 C511.035,40.831 511,41.851 511,50 C511,58.147 511.035,59.17 511.181,62.369 C511.326,65.562 511.834,67.743 512.574,69.651 C513.342,71.625 514.368,73.296 516.035,74.965 C517.703,76.634 519.376,77.658 521.349,78.425 C523.257,79.167 525.438,79.673 528.631,79.82 C531.831,79.965 532.853,80.001 541,80.001 C549.148,80.001 550.169,79.965 553.369,79.82 C556.562,79.673 558.743,79.167 560.652,78.425 C562.623,77.658 564.297,76.634 565.965,74.965 C567.633,73.296 568.659,71.625 569.425,69.651 C570.167,67.743 570.674,65.562 570.82,62.369 C570.966,59.17 571,58.147 571,50 C571,41.851 570.966,40.831 570.82,37.631"></path></g></g></g></svg></div>
<div style="padding-top: 8px;">
<div style=" color:#3897f0; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:550; line-height:18px;"> View this post on Instagram</div>
</div>
<div style="padding: 12.5% 0;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: row; margin-bottom: 14px; align-items: center;">
<div>
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(0px) translateY(7px);"></div>
<div style="background-color: #F4F4F4; height: 12.5px; transform: rotate(-45deg) translateX(3px) translateY(1px); width: 12.5px; flex-grow: 0; margin-right: 14px; margin-left: 2px;"></div>
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(9px) translateY(-18px);"></div>
</div>
<div style="margin-left: 8px;">
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 20px; width: 20px;"></div>
<div style=" width: 0; height: 0; border-top: 2px solid transparent; border-left: 6px solid #f4f4f4; border-bottom: 2px solid transparent; transform: translateX(16px) translateY(-4px) rotate(30deg)"></div>
</div>
<div style="margin-left: auto;">
<div style=" width: 0px; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-right: 8px solid transparent; transform: translateY(16px);"></div>
<div style=" background-color: #F4F4F4; flex-grow: 0; height: 12px; width: 16px; transform: translateY(-4px);"></div>
<div style=" width: 0; height: 0; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-left: 8px solid transparent; transform: translateY(-4px) translateX(8px);"></div>
</div>
</div>
<p></a> </p>
<p style=" margin:8px 0 0 0; padding:0 4px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/B7GOesVDPMO/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" color:#000; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px; text-decoration:none; word-wrap:break-word;" target="_blank">KPK terus bergerilya di awal tahun.⠀ ⠀ #infografik #infografis #politik #politikindonesia #politikluarnegeri #pinterpolitik</a></p>
<p style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px; margin-bottom:0; margin-top:8px; overflow:hidden; padding:8px 0 7px; text-align:center; text-overflow:ellipsis; white-space:nowrap;">A post shared by <a href="https://www.instagram.com/pinterpolitik/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px;" target="_blank"> PinterPolitik.com</a> (@pinterpolitik) on <time style=" font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px;" datetime="2020-01-09T11:30:30+00:00">Jan 9, 2020 at 3:30am PST</time></p>
</div>
</blockquote>
<p><script async src="//www.instagram.com/embed.js"></script></p>
<p>Jago juga <em>nih</em> Pak Ray sindiran halusnya. Kalau di dunia rap <em>nih</em>, yang <em>kayak</em> <em>gini </em>ini bisa disebut <em>sneak-dissing</em>. <em>Hehe</em>.</p>
<p>Mungkin, koalisi masyarakat sipil ini juga <em>pengen</em> kalau KPK bisa menuntaskan tugasnya tanpa hambatan dan penuh keberuntungan. <em>Kayak </em>di film <em>Harry Potter and the Half-Blood Prince</em> (2009), ada ramuan sihir yang disebut sebagai Felix Felicis – atau Liquid Luck. Katanya <em>sih</em>, ramuan itu bisa <em>ngebikin</em> penggunanya beruntung dalam periode waktu tertentu.</p>
<p>Ya, semoga saja KPK tetap sehat dan tetap disertai keberuntungan lah dalam mengupas kasus-kasus korupsi di Indonesia. Jangan sampai sakit seperti Pak Hasto kemarin. <em>Hehe</em>.</p>
<p><em>Eh</em>, apakah mungkin Pak Hasto <em>udah</em> duluan minum jamunya? Soalnya, beliau dikabarkan sudah sembuh dan bilang kalau <a href="https://news.detik.com/berita/d-4856471/sekjen-pdip-hasto-siap-lahir-batin-jika-dipanggil-ini-kata-kpk/" rel="nofollow"><strong>siap secara lahir dan batin</strong></a> apabila dipanggil KPK nanti.</p>
<p><em>Hmm</em>, atau mungkin Pak Hasto <em>nggak </em>cuma minum jamu antidiare <em>tuh</em>? Apa mungkin beliau <em>udah</em> minum Felix Felicis juga biar beruntung? Soalnya <em>nih</em>, kabarnya, KPK mengkonfirmasi bahwa mereka <strong><a href="https://rmco.id/baca-berita/parpol/26350/tak-diburu-kpk-tak-disebut-wahyu-hasto-bisa-bernafas-lega/" rel="nofollow">tidak memburu</a></strong> Sekjen PDIP tersebut. Wahyu pun <em>nggak </em>menyebut nama Hasto dalam pengakuannya.</p>
<p>Yah, entah karena beruntung atau <em>nggak</em>, kita cuma bisa berharap KPK dapat menuntaskan kasus ini. Apalagi <em>nih</em>, PDIP bakal <em>nyiapin</em> <a href="https://news.detik.com/berita/d-4860598/diumumkan-yasonna-laoly-pdip-bentuk-tim-hukum-gegara-ott-kpk"><strong>amunisi</strong></a> mereka <em>nih</em> buat “<em>ngelawan</em>” OTT KPK kemarin. Kita tunggu sajalah. (A43)</p>
<div class="youtube-embed" data-video_id="800YzC-Mc_0"><iframe loading="lazy" title="Perppu KPK: Siapa Sandera Jokowi?" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/800YzC-Mc_0?start=9&#038;feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe></div>
<p>► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di&nbsp;<a href="http://bit.ly/PinterPolitik"><strong>bit.ly/PinterPolitik</strong></a></p>
<p>Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di&nbsp;<strong><a href="http://bit.ly/ruang-publik">bit.ly/ruang-publik</a></strong>&nbsp;untuk informasi lebih lanjut.</p>
<p><a href="http://bit.ly/ruang-publik"><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-61977" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new.jpg" alt="" width="2916" height="376" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new.jpg 2916w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-300x39.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-768x99.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1024x132.jpg 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-696x90.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1068x138.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1920x248.jpg 1920w" sizes="auto, (max-width: 2916px) 100vw, 2916px" /></a></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2020/01/jamu-antidiare-01-1024x682.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Dokter Terawan “Dipaksa” Urus Kerokan?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/dokter-terawan-dipaksa-urus-kerokan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M52]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 07 Nov 2019 01:00:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Jamu]]></category>
		<category><![CDATA[Kerokan]]></category>
		<category><![CDATA[Terawan Agus Putranto]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=68486</guid>

					<description><![CDATA[“Sudah teruji secara klinis.” – Iklan obat herbal di televisi  PinterPolitik.com Dokter Terawan sepertinya sering dihadapkan dengan metode kesehatan yang agak beda dari dokter kebanyakan. Pasalnya setelah sempet bermasalah dengan IDI karena terapi cuci otak yang menggunakan digital substraction angiography (DSA), sekarang beliau diminta menjajal metode tradisional seperti jamu dan kerokan sebagai terobosan dalam bidang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>“Sudah teruji secara klinis.” – Iklan obat herbal di televisi</strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #cedb2a"><strong> </strong><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p><span class="dropcap dropcap2">D</span>okter Terawan sepertinya sering dihadapkan dengan metode kesehatan yang agak beda dari dokter kebanyakan. Pasalnya setelah sempet bermasalah dengan IDI karena terapi cuci otak yang menggunakan <em>digital substraction angiography</em> (DSA), sekarang beliau diminta menjajal metode tradisional seperti jamu dan kerokan sebagai terobosan dalam bidang kesehatan.</p>
<p>Pihak yang memberi gagasan untuk menjadikan jamu dan kerokan sebagai terobosan baru pengobatan alternatif itu Komisi IX DPR RI. Tapi sih kayaknya Dokter Terawan mau aja denger usul DPR, alasannya pun karena ingin mengangkat kembali kearifan lokal dan mengembangkan UMKM.</p>
<p>Lagian ya pak, jamu sama kerokan itu bukan terobosan baru. Itu mah dari jaman nenek moyang ngunyah sirih udah ada kali. Alasannya memang bagus, jamu kan berasal dari tanaman obat yang punya khasiat tertentu. Tapi kalo kerokan itu gimana ya…</p>
<blockquote class="instagram-media" data-instgrm-captioned data-instgrm-permalink="https://www.instagram.com/p/B4CmCurJnvA/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" data-instgrm-version="12" style=" background:#FFF; border:0; border-radius:3px; box-shadow:0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width:658px; min-width:326px; padding:0; width:99.375%; width:-webkit-calc(100% - 2px); width:calc(100% - 2px);">
<div style="padding:16px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/B4CmCurJnvA/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" background:#FFFFFF; line-height:0; padding:0 0; text-align:center; text-decoration:none; width:100%;" target="_blank"> </p>
<div style=" display: flex; flex-direction: row; align-items: center;">
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 40px; margin-right: 14px; width: 40px;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center;">
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 100px;"></div>
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 60px;"></div>
</div>
</div>
<div style="padding: 19% 0;"></div>
<div style="display:block; height:50px; margin:0 auto 12px; width:50px;"><svg width="50px" height="50px" viewBox="0 0 60 60" version="1.1" xmlns="https://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="https://www.w3.org/1999/xlink"><g stroke="none" stroke-width="1" fill="none" fill-rule="evenodd"><g transform="translate(-511.000000, -20.000000)" fill="#000000"><g><path d="M556.869,30.41 C554.814,30.41 553.148,32.076 553.148,34.131 C553.148,36.186 554.814,37.852 556.869,37.852 C558.924,37.852 560.59,36.186 560.59,34.131 C560.59,32.076 558.924,30.41 556.869,30.41 M541,60.657 C535.114,60.657 530.342,55.887 530.342,50 C530.342,44.114 535.114,39.342 541,39.342 C546.887,39.342 551.658,44.114 551.658,50 C551.658,55.887 546.887,60.657 541,60.657 M541,33.886 C532.1,33.886 524.886,41.1 524.886,50 C524.886,58.899 532.1,66.113 541,66.113 C549.9,66.113 557.115,58.899 557.115,50 C557.115,41.1 549.9,33.886 541,33.886 M565.378,62.101 C565.244,65.022 564.756,66.606 564.346,67.663 C563.803,69.06 563.154,70.057 562.106,71.106 C561.058,72.155 560.06,72.803 558.662,73.347 C557.607,73.757 556.021,74.244 553.102,74.378 C549.944,74.521 548.997,74.552 541,74.552 C533.003,74.552 532.056,74.521 528.898,74.378 C525.979,74.244 524.393,73.757 523.338,73.347 C521.94,72.803 520.942,72.155 519.894,71.106 C518.846,70.057 518.197,69.06 517.654,67.663 C517.244,66.606 516.755,65.022 516.623,62.101 C516.479,58.943 516.448,57.996 516.448,50 C516.448,42.003 516.479,41.056 516.623,37.899 C516.755,34.978 517.244,33.391 517.654,32.338 C518.197,30.938 518.846,29.942 519.894,28.894 C520.942,27.846 521.94,27.196 523.338,26.654 C524.393,26.244 525.979,25.756 528.898,25.623 C532.057,25.479 533.004,25.448 541,25.448 C548.997,25.448 549.943,25.479 553.102,25.623 C556.021,25.756 557.607,26.244 558.662,26.654 C560.06,27.196 561.058,27.846 562.106,28.894 C563.154,29.942 563.803,30.938 564.346,32.338 C564.756,33.391 565.244,34.978 565.378,37.899 C565.522,41.056 565.552,42.003 565.552,50 C565.552,57.996 565.522,58.943 565.378,62.101 M570.82,37.631 C570.674,34.438 570.167,32.258 569.425,30.349 C568.659,28.377 567.633,26.702 565.965,25.035 C564.297,23.368 562.623,22.342 560.652,21.575 C558.743,20.834 556.562,20.326 553.369,20.18 C550.169,20.033 549.148,20 541,20 C532.853,20 531.831,20.033 528.631,20.18 C525.438,20.326 523.257,20.834 521.349,21.575 C519.376,22.342 517.703,23.368 516.035,25.035 C514.368,26.702 513.342,28.377 512.574,30.349 C511.834,32.258 511.326,34.438 511.181,37.631 C511.035,40.831 511,41.851 511,50 C511,58.147 511.035,59.17 511.181,62.369 C511.326,65.562 511.834,67.743 512.574,69.651 C513.342,71.625 514.368,73.296 516.035,74.965 C517.703,76.634 519.376,77.658 521.349,78.425 C523.257,79.167 525.438,79.673 528.631,79.82 C531.831,79.965 532.853,80.001 541,80.001 C549.148,80.001 550.169,79.965 553.369,79.82 C556.562,79.673 558.743,79.167 560.652,78.425 C562.623,77.658 564.297,76.634 565.965,74.965 C567.633,73.296 568.659,71.625 569.425,69.651 C570.167,67.743 570.674,65.562 570.82,62.369 C570.966,59.17 571,58.147 571,50 C571,41.851 570.966,40.831 570.82,37.631"></path></g></g></g></svg></div>
<div style="padding-top: 8px;">
<div style=" color:#3897f0; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:550; line-height:18px;"> View this post on Instagram</div>
</div>
<div style="padding: 12.5% 0;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: row; margin-bottom: 14px; align-items: center;">
<div>
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(0px) translateY(7px);"></div>
<div style="background-color: #F4F4F4; height: 12.5px; transform: rotate(-45deg) translateX(3px) translateY(1px); width: 12.5px; flex-grow: 0; margin-right: 14px; margin-left: 2px;"></div>
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(9px) translateY(-18px);"></div>
</div>
<div style="margin-left: 8px;">
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 20px; width: 20px;"></div>
<div style=" width: 0; height: 0; border-top: 2px solid transparent; border-left: 6px solid #f4f4f4; border-bottom: 2px solid transparent; transform: translateX(16px) translateY(-4px) rotate(30deg)"></div>
</div>
<div style="margin-left: auto;">
<div style=" width: 0px; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-right: 8px solid transparent; transform: translateY(16px);"></div>
<div style=" background-color: #F4F4F4; flex-grow: 0; height: 12px; width: 16px; transform: translateY(-4px);"></div>
<div style=" width: 0; height: 0; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-left: 8px solid transparent; transform: translateY(-4px) translateX(8px);"></div>
</div>
</div>
<p></a> </p>
<p style=" margin:8px 0 0 0; padding:0 4px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/B4CmCurJnvA/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" color:#000; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px; text-decoration:none; word-wrap:break-word;" target="_blank">Siapa saja deretan nama wakil menteri di Kabinet Jokowi-Ma&#39;ruf? Nantikan artikel selengkapnya di pinterpolitik.com #infografik #infografis #politik #politikindonesia #politikluarnegeri #pinterpolitik</a></p>
<p style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px; margin-bottom:0; margin-top:8px; overflow:hidden; padding:8px 0 7px; text-align:center; text-overflow:ellipsis; white-space:nowrap;">A post shared by <a href="https://www.instagram.com/pinterpolitik/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px;" target="_blank"> PinterPolitik.com</a> (@pinterpolitik) on <time style=" font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px;" datetime="2019-10-25T12:05:13+00:00">Oct 25, 2019 at 5:05am PDT</time></p>
</div>
</blockquote>
<p><script async src="//www.instagram.com/embed.js"></script></p>
<p>Pasalnya ngerok orang kan ga bisa sembarangan. Tidak semua orang punya keahlian yang cukup aman buat ngerok. Apalagi jika dilakukan terhadap pasien yang mengalami pembekuan darah atau selesai operasi. Bukannya sembuh malah bisa langsung bertemu Sang Pencipta.</p>
<p>Bapak ini dokter, mantan Kepala RSPAD Gatot Subroto pula kok ngomongin kerokan sih. Lagi pula ngapain ke dokter kalo bisa kerokan di rumah yang gratis. Pengejawantahan kearifan lokal yang ekonomis tentu lebih akomodatif buat kaum kelas menengah ke bawah. Apa ini siasat untuk menekan angka pengguna BPJS?</p>
<p>Pak Terawan ini masih ngambek sama IDI atau gimana ya? Kok bisa-bisanya dengerin ide tentang metode yang belum teruji sepenuhnya secara ilmiah. Agaknya gak baik kalo bapak ngambek terus-terusan, Bapak kan kemarin baru rujuk kembali dengan IDI.</p>
<p>Daripada ngurusin metode yang masih banyak dipertanyakan keampuhannya mendingan bapak fokus ke BPJS dulu. Tagihan BPJS kan bakal naik tuh awal tahun depan, yakin bakal nutup defisit? Atau enggak, jangan masalah duit dulu deh tapi beban moral bagi pengguna BPJS yang lalai, kasian kan yang mau berobat tapi gak punya uang jadi terbebani. (M52)</p>
<div class="youtube-embed" data-video_id="PJCa1nKZoH4"><iframe loading="lazy" title="Penusukan Wiranto tunjukkan common enemy?" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/PJCa1nKZoH4?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe></div>
<p>► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di <a href="http://bit.ly/PinterPolitik"><strong>bit.ly/PinterPolitik</strong></a></p>
<p>Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di <strong><a href="http://bit.ly/ruang-publik">bit.ly/ruang-publik</a></strong> untuk informasi lebih lanjut.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/11/Menkes-Terawan.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
