<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>Italia &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/italia/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Fri, 27 Mar 2026 04:08:28 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>Italia &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Elegi di Atas Kaca Como: Saat Alpen Merunduk untuk Kudus</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/headline/elegi-di-atas-kaca-como-saat-alpen-merunduk-untuk-kudus/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Wim Tangkilisan]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 27 Mar 2026 04:08:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Kata Pemred]]></category>
		<category><![CDATA[alpen]]></category>
		<category><![CDATA[bridge]]></category>
		<category><![CDATA[cengkeh]]></category>
		<category><![CDATA[como]]></category>
		<category><![CDATA[Italia]]></category>
		<category><![CDATA[kudus]]></category>
		<category><![CDATA[michael bambang hartono]]></category>
		<category><![CDATA[Sepakbola]]></category>
		<category><![CDATA[serie a]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=168276</guid>

					<description><![CDATA[Dengarkan artikel ini: Audio dibuat menggunakan AI. Dr. Wim Tangkilisan, S.H., M.Sc.Pemimpin Redaksi PinterPolitik.com KATA PEMRED #10PinterPolitik.com In Memoriam Michael Bambang Hartono “Beliau datang bukan untuk menjajah identitas kami dengan uang, melainkan untuk membelai sejarah kami dengan hormat. Di Como, ia bukan lagi seorang taipan; ia adalah napas yang menghidupkan kembali harapan yang nyaris mati.” [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Dengarkan artikel ini:</p>



<figure class="wp-block-audio"><audio controls src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/03/como-1-e6eehpv0.mp3"></audio></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Audio dibuat menggunakan AI.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Dr. Wim Tangkilisan, S.H., M.Sc</strong><em>.</em><br><em>Pemimpin Redaksi PinterPolitik.com</em></p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide"/>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>KATA PEMRED #10</strong><br><strong><a href="https://www.pinterpolitik.com/in-depth/">PinterPolitik.com</a></strong></p>



<p class="has-text-align-center wp-block-paragraph"><em><strong>In Memoriam</strong></em></p>



<p class="has-text-align-center wp-block-paragraph"><em><strong>Michael Bambang Hartono</strong></em></p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>“Beliau datang bukan untuk menjajah identitas kami dengan uang, melainkan untuk membelai sejarah kami dengan hormat. Di Como, ia bukan lagi seorang taipan; ia adalah napas yang menghidupkan kembali harapan yang nyaris mati.”</em></p>



<p class="wp-block-paragraph">Kau berdiri di sana. Atau mungkin itu bukan kau, melainkan bayanganmu yang memanjang menyentuh riak Danau Como. Di pegunungan Alpen yang beku, kabut tipis merayap turun seperti ingatan yang enggan beranjak. Kau melihat air itu, hijau dan dalam, membawa hanyut angka-angka, statistik, dan imperium yang selama ini kau panggul di pundakmu. Di tepi ini, semua itu menguap. Hanya tersisa kau, sebatang pinus yang sunyi, dan sebutir air mata yang jatuh tanpa suara ke dalam cermin raksasa Lombardia—seperti sapuan kuas tinta di atas kertas sutra dalam fragmen ingatan Gao Xingjian. Di sini, di mana air danau menyentuh dermaga tua dengan kelembutan sasmita, dunia seolah menahan napas. Namun hari ini, keheningan Lombardia yang agung itu pecah. Bukan oleh guruh badai, melainkan oleh isak kolektif yang merambat pelan dari gang-gang sempit Viale Geno hingga ke tribun kurva Stadion Giuseppe Sinigaglia. Kota ini sedang belajar mengeja arti kehilangan seorang “Ayah” yang jiwanya dipinjamkan Tuhan dari sebuah kota kecil bernama Kudus.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Seperti Jalaluddin Rumi yang melihat perpisahan sebagai jembatan menuju penyatuan yang lebih agung, rakyat Como kini sedang menari dalam duka mereka. Lihatlah wajah-wajah suporter Italia—pria-pria dengan tangan kasar yang biasanya hanya mengenal amarah terhadap “asing”—kini berdiri mematung dengan mata sembab. Keangkuhan Eropa itu runtuh di hadapan sebuah kerendahan hati yang subtil. Di kedai-kedai kopi Bar Baradello, para buruh tidak sedang membicarakan angka triliunan; mereka sedang meratapi perginya “Kakek” mereka. Inilah kebajikan tertinggi dari kemakmuran: bukan seberapa besar yang kau miliki, melainkan seberapa dalam kau meninggalkan bekas di hati yang tak pernah memintamu datang. Di saat pemilik klub lain datang dengan gemerlap jet pribadi untuk menjajah harga diri lokal, Michael Bambang Hartono hadir dalam “ketiadaan” yang berisi. Beliau tidak menjajah identitas mereka; beliau membelainya dengan jemari yang tak terlihat. Beliau memperbaiki stadion yang rusak tanpa menghapus kenangan di dalamnya, menghidupkan kembali nadi ekonomi kecil yang hampir mati, dan menyapa sejarah Como dengan respect yang tulus. Air mata masyarakat Como hari ini adalah kristalisasi dari rasa syukur yang perih—sebuah pengakuan bahwa harta paling murni adalah kemampuan untuk merasa “kecil” di hadapan cinta yang tak bersyarat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di meja Bridge, ia adalah pemain yang tahu kapan harus menyimpan kartu trufnya dan kapan harus membiarkan dirinya menjadi <em>vulnerable</em>—terbuka, tanpa perisai, demi harmoni yang subtil. Bukan kemenangan yang bising yang ia kejar di atas papan catur takdir, melainkan satu gerakan kecil yang mengubah keseimbangan seluruh permainan. Lihatlah Cesc Fabregas—sang legenda yang telah menggenggam semua kemegahan dunia—kini berdiri dengan bibir yang gemetar hebat di depan kamera. Dalam istilah Bridge, ini adalah kondisi <em>vulnerable</em> yang absolut. Seorang maestro dunia yang biasanya dingin dalam kalkulasi, kini tersedu karena menyadari bahwa kartu truf hidupnya telah ditarik kembali oleh Sang Pencipta. “Kemenangan ini untuk keluarga Hartono,” ucapnya dengan suara yang pecah. Di titik itulah, ruh dari tulisan ini berdenyut paling kencang. Tidak ada kontrak profesional yang sanggup melahirkan loyalitas sedalam itu. Hanya kasih seorang bapak, seorang <em>Grandfather of Como</em>, yang mampu membuat panggung megah Serie A berubah menjadi ruang duka keluarga yang intim.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jauh sebelum ia menatap Alpen, ia adalah anak dari tanah Kudus yang dibasahi aroma cengkeh dan doa-doa sunyi di lereng Muria. Ada benang merah yang magis antara ketenangan mistis Jawa dan kemegahan melankolis Lombardia. Ia membawa sasmita dari timur—sebuah kearifan yang mengajarkan bahwa untuk memenangkan hati dunia, seseorang tidak perlu berteriak. Cukup dengan bekerja dalam senyap, membangun fondasi di atas reruntuhan, dan menghormati setiap jengkal tanah yang ia pijak. Orang-orang Italia itu, yang semula bertanya-tanya siapa lelaki Asia ini, akhirnya menemukan jawaban bukan di dalam dompetnya, melainkan di dalam cara ia memperlakukan warisan mereka. Di bawah bayang-bayang gereja tua dan vila klasik, ruh dari Jawa itu menetap, mengajarkan para suporter yang pernah memandang Asia dengan curiga bahwa cinta tidak butuh paspor—hanya butuh pengabdian yang tanpa suara.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Keajaiban yang ditinggalkan Michael Bambang Hartono adalah sebuah wahyu filosofis tentang arti “pulang”. Beliau berangkat dari Kudus, membawa ketenangan yang subtil, dan menanamnya di tanah Italia hingga berbunga menjadi cinta yang tulus. Seperti pendaran cahaya di atas salju dalam karya Yasunari Kawabata, keberadaan beliau di Como adalah sebuah estetika kesederhanaan yang menghujam jantung sejarah. Apa yang tersisa ketika kau pergi? Bukan stadion yang megah, bukan pula posisi keempat di klasemen. Yang tersisa adalah “harapan” yang kau tiupkan ke dalam paru-paru kota yang sesak. Warisannya adalah keberanian rakyat Como untuk kembali percaya bahwa mereka berharga. Di sudut jalan, seorang suporter tua meletakkan setangkai bunga mawar biru di depan gerbang stadion, berbisik pada angin bahwa hari ini, Kota Como merasa lebih miskin karena kehilangan orang terkaya di dunia yang paling sederhana. Air mata yang jatuh ke dalam danau hari ini telah menyatu dengan sejarah Como, menjadi satu dengan doa-doa tulus dari mereka yang merasa hidupnya berubah sejak tangan beliau menyentuh kota mereka.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kini, Michael Bambang Hartono telah melampaui papan catur dan meja Bridge dunia. Beliau telah meletakkan kartu terakhirnya dengan keanggunan seorang sufi yang tahu kapan harus kembali ke pelukan Kekasih Abadi. Namun di setiap sorak-sorai suporter saat lagu Liga Champions bergema nanti di tepi danau, di situ ada pendar ruh beliau yang tersenyum tipis dalam keheningan. Di pelataran itu, di mana bayangan Alpen masih setia menunggu pagi, sebuah tanya puitis berdesir bersama angin, mengikuti arus air mata masyarakatnya yang tak kunjung kering: <em>“Jika keberadaan kita hanyalah sekejap pendar di atas air, bukankah kau telah memilih untuk menjadi pendar yang paling bening, yang cahayanya menembus hingga ke dasar kalbu kami?”</em></p>



<p class="wp-block-paragraph">**********************</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide"/>



<pre class="wp-block-preformatted"><strong>Tentang Penulis</strong></pre>



<p class="wp-block-paragraph"><em><strong>Dr. Wim Tangkilisan, S.H., M.Sc</strong><em>.</em><br><em>Pemimpin Redaksi PinterPolitik.com</em></em></p>



<p class="wp-block-paragraph"></p>
]]></content:encoded>
					
		
		<enclosure url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/03/como-1-e6eehpv0.mp3" length="2706092" type="audio/mpeg" />

			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/03/20260327_0919_kontemplasi-di-danau-como_remix_01kmphd1c2ehe9zqwbga3nbj3v-1024x683.png" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Gli Azzurri &#8211; Samurai Blue Meloni-Takaichi</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/infografis/gli-azzurri-samurai-blue-meloni-takaichi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[E95]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 19 Nov 2025 01:52:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[Italia]]></category>
		<category><![CDATA[Jepang]]></category>
		<category><![CDATA[meloni]]></category>
		<category><![CDATA[rightwing]]></category>
		<category><![CDATA[takaichi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=165721</guid>

					<description><![CDATA[Dua negara &#8220;biru&#8221; dengan histori menarik yang kini dipimpin oleh PM perempuan tangguh&#160; #meloni #takaichi #italia #jepang #rightwing #infografis #politikindonesia #beritapolitik #pinterpolitik]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="819" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/11/gli-azzurri-samurai-blue-819x1024.png" alt="gli azzurri samurai blue" class="wp-image-165726" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/11/gli-azzurri-samurai-blue-819x1024.png 819w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/11/gli-azzurri-samurai-blue-240x300.png 240w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/11/gli-azzurri-samurai-blue-120x150.png 120w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/11/gli-azzurri-samurai-blue-768x960.png 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/11/gli-azzurri-samurai-blue-150x188.png 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/11/gli-azzurri-samurai-blue-300x375.png 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/11/gli-azzurri-samurai-blue-696x870.png 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/11/gli-azzurri-samurai-blue-1068x1335.png 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/11/gli-azzurri-samurai-blue.png 1080w" sizes="(max-width: 819px) 100vw, 819px" /></figure>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="819" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/11/gli-azzurri-samurai-blue-2-819x1024.png" alt="gli azzurri samurai blue (2)" class="wp-image-165725" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/11/gli-azzurri-samurai-blue-2-819x1024.png 819w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/11/gli-azzurri-samurai-blue-2-240x300.png 240w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/11/gli-azzurri-samurai-blue-2-120x150.png 120w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/11/gli-azzurri-samurai-blue-2-768x960.png 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/11/gli-azzurri-samurai-blue-2-150x188.png 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/11/gli-azzurri-samurai-blue-2-300x375.png 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/11/gli-azzurri-samurai-blue-2-696x870.png 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/11/gli-azzurri-samurai-blue-2-1068x1335.png 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/11/gli-azzurri-samurai-blue-2.png 1080w" sizes="(max-width: 819px) 100vw, 819px" /></figure>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="819" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/11/gli-azzurri-samurai-blue-3-819x1024.png" alt="gli azzurri samurai blue (3)" class="wp-image-165724" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/11/gli-azzurri-samurai-blue-3-819x1024.png 819w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/11/gli-azzurri-samurai-blue-3-240x300.png 240w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/11/gli-azzurri-samurai-blue-3-120x150.png 120w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/11/gli-azzurri-samurai-blue-3-768x960.png 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/11/gli-azzurri-samurai-blue-3-150x188.png 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/11/gli-azzurri-samurai-blue-3-300x375.png 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/11/gli-azzurri-samurai-blue-3-696x870.png 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/11/gli-azzurri-samurai-blue-3-1068x1335.png 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/11/gli-azzurri-samurai-blue-3.png 1080w" sizes="(max-width: 819px) 100vw, 819px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Dua negara &#8220;biru&#8221; dengan histori menarik yang kini dipimpin oleh PM perempuan tangguh&nbsp;</p>



<figure class="wp-block-image"><img decoding="async" src="https://fonts.gstatic.com/s/e/notoemoji/16.0/1f60e/72.png" alt="😎" /></figure>



<figure class="wp-block-image"><img decoding="async" src="https://fonts.gstatic.com/s/e/notoemoji/16.0/1f1ee_1f1f9/72.png" alt="🇮🇹" /></figure>



<figure class="wp-block-image"><img decoding="async" src="https://fonts.gstatic.com/s/e/notoemoji/16.0/1f1ef_1f1f5/72.png" alt="🇯🇵" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">#meloni #takaichi #italia #jepang #rightwing #infografis #politikindonesia #beritapolitik #pinterpolitik</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/11/gli-azzurri-samurai-blue-819x1024.png" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Blok ROJALIS: Magnet Pertahanan Baru?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/in-depth/blok-rojalis-poros-pertahanan-baru/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[D74]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Jun 2025 14:26:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nalar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Alutsista]]></category>
		<category><![CDATA[Italia]]></category>
		<category><![CDATA[Pertahanan]]></category>
		<category><![CDATA[Politik Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Prancis]]></category>
		<category><![CDATA[Turki]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=162261</guid>

					<description><![CDATA[Untuk pertama kalinya sejak Orde Baru, industri pertahanan Indonesia terlihat mulai berporos ke Prancis, Turki, dan Italia. Mungkinkah ini awal terbentuknya poros pertahanan baru yang bisa kita sebut: The Rojalis Block?]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Dengarkan artikel berikut. Audio ini dibuat dengan teknologi AI.</p>



<figure class="wp-block-audio"><audio controls src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/06/untuk-pertama-kalinya.mp3"></audio></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk pertama kalinya sejak Orde Baru, industri pertahanan Indonesia terlihat mulai berporos ke Prancis, Turki, dan Italia. Mungkinkah ini awal terbentuknya magnet alutsista baru yang bisa disebut: <em>The Rojalis Block</em>?</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide"/>



<p class="wp-block-paragraph"><a href="http://www.pinterpolitik.com" rel="nofollow">PinterPolitik.com</a></p>



<p class="dropcapp3 wp-block-paragraph">Untuk pertama kalinya sejak era Orde Baru, lanskap industri pertahanan Indonesia menunjukkan pergeseran arah yang cukup mencolok. Jika sebelumnya Indonesia cenderung bersandar pada dua poros besar kekuatan militer dunia—Amerika Serikat dan Rusia—kini muncul dinamika baru yang memperlihatkan pendekatan yang lebih terdiversifikasi dan bahkan cenderung meninggalkan pola lama. Tanda-tandanya terlihat dari kerja sama pertahanan yang makin erat dengan tiga negara utama: Prancis, Turki, dan Italia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kerja sama tersebut tidak hanya bersifat formal dalam bentuk MoU atau diplomasi bilateral, melainkan mulai terwujud dalam bentuk konkret: pembelian jet tempur Dassault Rafale dari Prancis, kerja sama produksi drone dan kendaraan lapis baja dengan Turki, serta komunikasi intensif dengan sektor pertahanan Italia, termasuk Leonardo S.p.A. dan Fincantieri. Hal ini menandakan bahwa Indonesia sedang membangun pilar baru dalam pendekatan pertahanannya—tidak lagi hanya sebagai konsumen pasif, tetapi sebagai mitra aktif dalam ekosistem alutsista global.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Fenomena ini menarik karena belum pernah terjadi sebelumnya dalam skala yang sekomprehensif ini. Di masa lalu, pembelian dan pengembangan senjata sering kali tersandera oleh tarik-menarik geopolitik global, terutama dalam konteks Perang Dingin. Kini, Indonesia tampak mencari jalan tengah: tidak terjebak pada satu kutub, melainkan membangun kerja sama yang lebih pragmatis dan mungkin lebih stabil dalam jangka panjang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, perubahan ini tentu menimbulkan pertanyaan: mengapa Indonesia kini tampak lebih condong ke arah Prancis, Turki, dan Italia? Apa yang melatarbelakangi perubahan orientasi ini, dan apakah kita sedang menyaksikan kelahiran poros pertahanan baru?</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="819" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/06/17496515594947786957863522571891-819x1024.jpg" alt="17496515594947786957863522571891" class="wp-image-162265" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/06/17496515594947786957863522571891-819x1024.jpg 819w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/06/17496515594947786957863522571891-240x300.jpg 240w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/06/17496515594947786957863522571891-120x150.jpg 120w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/06/17496515594947786957863522571891-768x960.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/06/17496515594947786957863522571891-150x188.jpg 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/06/17496515594947786957863522571891-300x375.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/06/17496515594947786957863522571891-696x870.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/06/17496515594947786957863522571891-1068x1335.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/06/17496515594947786957863522571891.jpg 1200w" sizes="auto, (max-width: 819px) 100vw, 819px" /></figure>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Terbentuklah, ROJALIS?</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Pergeseran arah kerja sama pertahanan Indonesia ke negara-negara seperti Prancis, Turki, dan Italia menandai babak baru dalam strategi alutsista nasional. Namun, transformasi ini tentu tidak terjadi dalam ruang hampa. Terdapat sejumlah dinamika yang menjelaskan mengapa Indonesia kini tampak lebih memilih menjalin kedekatan strategis dengan negara-negara tersebut, dibandingkan hanya mengandalkan mitra tradisional seperti Amerika Serikat atau Rusia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Salah satu faktor utamanya adalah tingkat “politikalisasi” dalam kerja sama pertahanan dengan kekuatan besar dunia. Relasi dengan Amerika Serikat, misalnya, memang memberikan akses terhadap teknologi militer yang sangat canggih. Namun, dalam banyak kasus, kerja sama ini memerlukan prasyarat hubungan politik yang sangat kuat dan bersifat jangka panjang. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Beberapa negara bahkan harus menjalin hubungan aliansi atau komitmen pertahanan strategis untuk mendapat akses penuh terhadap teknologi militer dari Washington. Sementara itu, hubungan pertahanan dengan Rusia, meski secara historis cukup solid, dalam beberapa tahun terakhir menjadi semakin kompleks, terutama karena adanya sanksi internasional dan regulasi seperti Countering America&#8217;s Adversaries Through Sanctions Act (CAATSA), yang berpotensi mempengaruhi stabilitas kerja sama teknis maupun finansial.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebaliknya, pendekatan Prancis, Turki, dan Italia terhadap kerja sama pertahanan cenderung lebih pragmatis dan fleksibel. Ketiga negara ini umumnya tidak mensyaratkan afiliasi ideologis atau aliansi politik formal dalam menjalin hubungan pertahanan. Model kerja sama yang ditawarkan juga lebih berorientasi pada peluang industri: joint production, transfer teknologi, serta dukungan pada penguatan kapasitas dalam negeri. Ini selaras dengan visi Indonesia untuk membangun industri pertahanan nasional yang lebih mandiri dan mampu bersaing secara global.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, faktor lain yang tak kalah penting adalah kemungkinan adanya vakum dalam pasar alutsista global. Di era Orde Baru, pasar pertahanan Indonesia menjadi arena persaingan pengaruh antara dua kekuatan utama dunia—Amerika Serikat dan Uni Soviet. Ketergantungan Indonesia pada alutsista dari kedua negara itu tidak hanya mencerminkan kebutuhan teknis, tetapi juga kepentingan geopolitik di tengah Perang Dingin. Kini, ketika tensi bipolaritas dunia telah menurun dan Indonesia semakin aktif menjaga posisi strategis yang otonom, maka kebutuhan akan alternatif mitra yang tidak membebani secara geopolitik menjadi semakin relevan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Prancis, Turki, dan Italia saat ini sedang berada dalam fase ekspansi industri pertahanan mereka. Ketiganya juga cukup aktif dalam membuka pasar-pasar baru di luar lingkup tradisional NATO atau aliansi regional lainnya. Indonesia, dengan posisinya sebagai kekuatan utama di Asia Tenggara dan sebagai negara non-blok yang aktif, menjadi mitra yang potensial untuk kolaborasi jangka panjang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Melalui kerja sama yang makin intensif ini, terbentuklah pola kemitraan yang menarik. Meskipun tidak bersifat resmi, konfigurasi ini mulai menyerupai poros pertahanan baru yang berbasis pada prinsip-prinsip keterbukaan, transfer teknologi, dan kesetaraan strategis. Maka, wajar bila muncul istilah semi-konseptual yang menggambarkan poros ini sebagai ROJALIS—akronim dari Roma, Jakarta, Istanbul, dan Paris.</p>



<p class="wp-block-paragraph">ROJALIS, sejauh ini, tentu belum memiliki bentuk kelembagaan. Namun, arah relasi pertahanan yang terbangun antara keempat kota strategis ini memperlihatkan kecenderungan baru dalam lanskap geopolitik pertahanan dunia—di mana kerja sama lintas regional dan berbasis kepentingan industri bersama mulai mengisi ruang yang sebelumnya didominasi oleh kepentingan ideologis dan aliansi blok.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="819" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/06/17496515743414157620971888171832-819x1024.jpg" alt="17496515743414157620971888171832" class="wp-image-162266" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/06/17496515743414157620971888171832-819x1024.jpg 819w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/06/17496515743414157620971888171832-240x300.jpg 240w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/06/17496515743414157620971888171832-120x150.jpg 120w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/06/17496515743414157620971888171832-768x960.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/06/17496515743414157620971888171832-150x188.jpg 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/06/17496515743414157620971888171832-300x375.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/06/17496515743414157620971888171832-696x870.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/06/17496515743414157620971888171832-1068x1335.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/06/17496515743414157620971888171832.jpg 1200w" sizes="auto, (max-width: 819px) 100vw, 819px" /></figure>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Menimbang Poros dalam Dunia yang Cair</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Kita hidup dalam dunia yang semakin multipolar dan tidak sepenuhnya stabil. Dalam konteks ini, pergeseran kerja sama pertahanan Indonesia ke arah Prancis, Turki, dan Italia bisa dibaca sebagai bentuk adaptasi terhadap lanskap geopolitik global yang terus berubah. Alih-alih terjebak dalam dikotomi blok Barat dan Timur, Indonesia tampaknya tengah membangun poros strategis sendiri—lebih cair, lebih pragmatis, dan mungkin lebih fleksibel terhadap dinamika baru.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, istilah ROJALIS tentuu bukanlah pernyataan resmi atau bentuk blok politik tertentu. Ia lebih merupakan sebuah asumsi, upaya memahami dinamika baru dalam hubungan pertahanan global yang menyangkut Indonesia. Indikasi-indikasi kerja sama yang terjadi saat ini belum tentu akan mengarah pada institusionalisasi, tetapi cukup untuk memberi sinyal bahwa arah kebijakan pertahanan Indonesia mengalami pergeseran.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam filsafat geopolitik, negara tidak pernah hanya menjadi objek, tetapi juga aktor yang terus mencari ruang otonomi dan relevansi dalam sistem internasional. Dalam hal ini, Indonesia tampaknya mencoba memainkan peran tersebut—menghindari ketergantungan tunggal, membangun kapabilitas dalam negeri, dan merancang kemitraan yang lebih seimbang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Apakah ROJALIS akan benar-benar terbentuk sebagai blok pertahanan baru? Ataukah ini hanya fase sementara dari diplomasi industri militer yang bersifat transaksional? Kita belum tahu. Namun satu hal yang pasti: Indonesia sedang merancang ulang peta relasinya di sektor pertahanan, dan dunia tampaknya sedang menyimak. (D74)</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<div class="youtube-embed" data-video_id="m1e4XkuGLsc"><iframe loading="lazy" title="Gibahin Teddy Indra Wijaya, Sang Letkol yang Terus Gaspol" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/m1e4XkuGLsc?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe></div>
</div></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		<enclosure url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/06/untuk-pertama-kalinya.mp3" length="2594774" type="audio/mpeg" />

			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/06/20250611_2116_diverse-aviator-team_remix_01jxfnetp9f8kt14z3qxa3yb0b-683x1024.png" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Yakuza vs Mafia: Cara Lawan Preman-Kriminal</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/infografis/yakuza-vs-mafia-cara-lawan-preman-kriminal/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[E95]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 11 May 2025 01:12:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[Amerika Serikat]]></category>
		<category><![CDATA[Filipina]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Italia]]></category>
		<category><![CDATA[Jepang]]></category>
		<category><![CDATA[Mafia]]></category>
		<category><![CDATA[Singapura]]></category>
		<category><![CDATA[Yakuza]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=160885</guid>

					<description><![CDATA[Cara negara mana yang menurut kalian bisa diterapkan di Indonesia?]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="819" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/05/img_5037-819x1024.jpg" alt="img 5037" class="wp-image-160889" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/05/img_5037-819x1024.jpg 819w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/05/img_5037-240x300.jpg 240w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/05/img_5037-120x150.jpg 120w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/05/img_5037-768x960.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/05/img_5037-150x188.jpg 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/05/img_5037-300x375.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/05/img_5037-696x870.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/05/img_5037-1068x1335.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/05/img_5037.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 819px) 100vw, 819px" /></figure>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="819" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/05/img_5038-819x1024.jpg" alt="img 5038" class="wp-image-160890" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/05/img_5038-819x1024.jpg 819w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/05/img_5038-240x300.jpg 240w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/05/img_5038-120x150.jpg 120w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/05/img_5038-768x960.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/05/img_5038-150x188.jpg 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/05/img_5038-300x375.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/05/img_5038-696x870.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/05/img_5038-1068x1335.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/05/img_5038.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 819px) 100vw, 819px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Cara negara mana yang menurut kalian bisa diterapkan di Indonesia?</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/05/img_5037-819x1024.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Pasta Italia, Ikon Kuliner Dunia</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/pinter-ekbis/pasta-italia-ikon-kuliner-dunia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[A49]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 Oct 2023 05:05:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pinter Ekbis]]></category>
		<category><![CDATA[Italia]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[makanan]]></category>
		<category><![CDATA[pasta]]></category>
		<category><![CDATA[socioloop]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=138831</guid>

					<description><![CDATA[socioloop.co Pasta adalah salah satu makanan paling populer di seluruh dunia, tetapi mungkin sedikit yang tahu bahwa asal-usulnya adalah Italia. Pasta Italia bukan sekadar hidangan, melainkan warisan kuliner yang kaya dengan sejarah, filosofi, dan keunikan yang menggoda selera. Pasta Italia telah ada selama berabad-abad dan mungkin telah dikenal sejak zaman Romawi kuno. Namun, pasta semakin [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide"/>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>socioloop.co</strong></p>



<p class="has-drop-cap wp-block-paragraph">Pasta adalah salah satu makanan paling populer di seluruh dunia, tetapi mungkin sedikit yang tahu bahwa asal-usulnya adalah Italia. Pasta Italia bukan sekadar hidangan, melainkan warisan kuliner yang kaya dengan sejarah, filosofi, dan keunikan yang menggoda selera.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pasta Italia telah ada selama berabad-abad dan mungkin telah dikenal sejak zaman Romawi kuno. Namun, pasta semakin populer di Italia pada abad ke-13 dan 14. Ada banyak teori tentang asal-usul pasta, tetapi yang paling dikenal adalah pasta diimpor dari Timur Tengah melalui perdagangan dengan Venesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pasta pertama kali disebutkan dalam dokumen tertulis oleh seorang ahli ilmu alam Italia, Marco Polo, setelah dia mengunjungi Tiongkok pada abad ke-13. Ia membawa pasta Tiongkok kembali ke Italia dan secara perlahan pasta mulai diterima dan diadaptasi dalam masyarakat Italia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Salah satu momen paling penting dalam sejarah pasta Italia adalah pada abad ke-18 ketika teknik produksi yang lebih efisien ditemukan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mesin pemrosesan yang lebih modern memungkinkan produksi massa, membuat pasta lebih terjangkau dan mudah diakses oleh masyarakat. Sejak itu, pasta Italia menjadi salah satu ikon kuliner yang mendunia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pasta Italia dikenal karena filosofinya yang sederhana namun mendalam. Di balik kelezatannya terdapat penggunaan bahan-bahan sederhana seperti gandum dan telur yang digabungkan dengan teknik pengolahan yang tepat. Filosofi ini menekankan bahwa kualitas bahan dasar adalah kunci dari sebuah hidangan yang lezat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, pasta Italia juga mencerminkan filosofi keseimbangan dan harmoni. Rasa, tekstur, dan presentasi hidangan sangat penting. Pasta harus memiliki rasa yang seimbang dan tekstur yang memuaskan. Sausnya harus menggantung pada pasta dengan selaras, bukan mengalahkannya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pasta Italia memiliki beragam bentuk dan jenis yang membuatnya unik. Ada lebih dari 600 bentuk pasta yang berbeda, mulai dari spaghetti yang panjang dan tipis hingga pappardelle yang lebar dan pipi d&#8217;an­gelo yang sangat tipis.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Setiap bentuk pasta diciptakan untuk cocok dengan saus tertentu dan menciptakan pengalaman makan yang berbeda.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain bentuknya, pasta Italia juga memiliki variasi rasa yang beragam, tergantung pada bahan baku yang digunakan. Pasta biasanya dibuat dari campuran semolina (tepung gandum keras) dan telur, tetapi ada juga varian yang dibuat tanpa telur yang dikenal sebagai pasta semolina.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Salah satu hal yang menjadikan pasta Italia begitu menarik adalah keberagaman sausnya. Setiap daerah di Italia memiliki saus yang unik, dan saus ini sering mencerminkan sumber daya alam dan budaya daerah tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Contohnya, Bologna terkenal dengan ragu Bolognese yang berbasis daging cincang, sedangkan Napoli dikenal dengan saus tomat klasiknya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Saus pasta Italia juga mencerminkan musim dan ketersediaan bahan-bahan alami. Misalnya, pada musim panas, saus pasta sering kali lebih ringan dan mengandung banyak sayuran segar, sementara pada musim dingin, saus pasta cenderung lebih berat dengan penggunaan daging yang lebih banyak.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pasta Italia bukan sekadar makanan, tetapi warisan kuliner yang kaya dengan sejarah, filosofi, karakteristik unik, dan keberagaman saus. Dengan penggunaan bahan-bahan sederhana yang diperlakukan dengan penuh perhatian, pasta Italia telah menjadi salah satu makanan yang paling dicintai di dunia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan setiap gigitannya, pasta Italia membawa kita dalam perjalanan melalui sejarah dan budaya yang begitu kaya, membuat kita jatuh cinta pada kelezatan sederhana yang hanya dapat ditemukan dalam masakan Italia. (A49)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/10/nibble-dotid_webp-1024x682.webp" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Mengungkap Sejarah Gelato</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/pinter-ekbis/mengungkap-sejarah-gelato/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[A49]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Oct 2023 13:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pinter Ekbis]]></category>
		<category><![CDATA[gelato]]></category>
		<category><![CDATA[Italia]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[makanan]]></category>
		<category><![CDATA[makanan penutup]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[socioloop]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=138377</guid>

					<description><![CDATA[socioloop.co Makanan penutup yang dikenal sebagai gelato telah menjadi lambang kenikmatan Italia selama berabad-abad. Namun, apakah Anda pernah berhenti sejenak untuk mempertanyakan asal-usul makanan penutup krem ​​ini? Dari mana sebenarnya gelato berasal dan bagaimana ia menjadi bagian integral dari warisan kuliner Italia? Sejarah awal gelato masih diperdebatkan, namun beberapa teori mengatakan bahwa konsep dasar makanan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide"/>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>socioloop.co</strong></p>



<p class="has-drop-cap wp-block-paragraph">Makanan penutup yang dikenal sebagai gelato telah menjadi lambang kenikmatan Italia selama berabad-abad.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, apakah Anda pernah berhenti sejenak untuk mempertanyakan asal-usul makanan penutup krem ​​ini? Dari mana sebenarnya gelato berasal dan bagaimana ia menjadi bagian integral dari warisan kuliner Italia?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sejarah awal gelato masih diperdebatkan, namun beberapa teori mengatakan bahwa konsep dasar makanan penutup ini telah ada ribuan tahun lalu, bahkan sebelum era Italia modern.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di kawasan pegunungan Himalaya, terdapat bukti bahwa masyarakat kuno mengkombinasikan salju dengan madu dan buah-buahan sebagai cemilan. Sementara itu, di Mesir kuno, firaun-firaun dinikmati minuman dingin yang dibuat dari salju dan jus buah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Salah satu teori populer mengenai gelato modern adalah bahwa Marco Polo membawa resep serupa dari perjalanannya ke Tiongkok kembali ke Italia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Beberapa sumber mengklaim bahwa Tiongkok telah mengembangkan metode pembuatan es krim berdasarkan teknik-teknik yang mereka gunakan untuk membuat sherbet dingin.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ketika Marco Polo kembali pada akhir abad ke-13, ia memperkenalkan Italia dengan berbagai penemuan, salah satunya mungkin saja adalah prototipe gelato.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meskipun Marco Polo mungkin telah berperan dalam memperkenalkan Italia dengan konsep dasar es krim, era Renaissance adalah masa dimana gelato benar-benar mulai berkembang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di Firenze (Florence), seorang arsitek bernama Bernardo Buontalenti, diperkirakan menciptakan gelato seperti yang kita kenal sekarang. Ia mengembangkan resep yang menggabungkan susu, telur, dan madu, yang kemudian dibekukan menjadi tekstur yang kaya dan lembut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kemudian, pada abad ke-16, Francesco Procopio dei Coltelli memperkenalkan mesin inovatif yang memungkinkan produksi gelato dalam jumlah besar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan mesin ini, ia membuka café di Paris dan menjadikan gelato tersedia untuk masyarakat umum, bukan hanya kalangan elit.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dari asal-usulnya yang misterius hingga perkembangannya di era Renaissance, gelato telah menjalani perjalanan panjang untuk menjadi makanan penutup yang disukai banyak orang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hari ini, gelato berbeda dengan es krim biasa karena kandungan lemak susunya yang lebih rendah dan teksturnya yang lebih padat. Keberadaannya di Italia tidak hanya sebagai makanan penutup, tetapi sebagai bagian dari identitas budaya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meskipun sejarah gelato dipenuhi dengan teka-teki dan misteri, satu hal yang pasti adalah pengaruhnya yang mendalam pada dunia kuliner.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dari pegunungan Himalaya hingga kafe-kafe di Paris, gelato telah berkembang menjadi salah satu makanan penutup paling populer di dunia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Misteri sejarahnya hanya menambah kekayaan rasa dan tradisi yang dibawanya. Sebuah pengingat bahwa di balik setiap gigitan, ada cerita panjang yang menanti untuk diceritakan. (A49)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/10/pexels-jeshoots-1024x683.webp" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Istana Bangsawan Romawi Dibuka Lagi Setelah 50 Tahun</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/pinter-ekbis/istana-bangsawan-romawi-dibuka-lagi-setelah-50-tahun/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[S83]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 26 Sep 2023 01:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pinter Ekbis]]></category>
		<category><![CDATA[domus tiberiana]]></category>
		<category><![CDATA[istana romawi kuno]]></category>
		<category><![CDATA[Italia]]></category>
		<category><![CDATA[roma]]></category>
		<category><![CDATA[romawi kuno]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=137354</guid>

					<description><![CDATA[socioloop.co Sebuah peristiwa bersejarah terjadi di ibu kota Italia yang abadi, ketika Istana Domus Tiberiana, salah satu monumen paling ikonik dalam sejarah Romawi, akhirnya membuka pintunya kembali setelah setengah abad tertutup dari pandangan publik. Istana megah ini, yang terletak di puncak Palatine Hill, memiliki sejarah panjang yang kaya, dan keputusan untuk membuka kembali pintunya merupakan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide" />



<p class="wp-block-paragraph"><strong>socioloop.co</strong></p>



<p class="has-drop-cap wp-block-paragraph">Sebuah peristiwa bersejarah terjadi di ibu kota Italia yang abadi, ketika Istana Domus Tiberiana, salah satu monumen paling ikonik dalam sejarah Romawi, akhirnya membuka pintunya kembali setelah setengah abad tertutup dari pandangan publik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Istana megah ini, yang terletak di puncak Palatine Hill, memiliki sejarah panjang yang kaya, dan keputusan untuk membuka kembali pintunya merupakan momen yang ditunggu-tunggu oleh para sejarawan, arkeolog, dan pecinta sejarah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Istana Domus Tiberiana adalah bangunan megah yang pertama kali dibangun pada abad ke-1 Masehi oleh Kaisar Tiberius. Bangunan ini dikenal sebagai tempat tinggal resmi bagi Kaisar dan keluarganya selama masa pemerintahannya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam sejarahnya yang panjang, istana ini menyaksikan berbagai peristiwa penting dalam sejarah Romawi, termasuk peristiwa-peristiwa penting yang melibatkan Kaisar Augustus, Kaisar Caligula, dan Kaisar Nero.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, pada tahun 1973, Istana Domus Tiberiana ditutup untuk umum karena alasan pemeliharaan dan keamanan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selama setengah abad ini, hanya sedikit orang yang memiliki kesempatan untuk mengagumi keindahan interior dan sejarah yang tersembunyi di dalamnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ketika pintu Istana Domus Tiberiana dibuka kembali, para arkeolog menemukan keajaiban-keajaiban yang telah lama hilang. Interior istana ini memamerkan fresko-fresko indah, mozaik-mozaik yang luar biasa, dan arsitektur yang mengagumkan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Salah satu temuan terbesar adalah perpustakaan pribadi Kaisar Tiberius yang berisi koleksi buku dan manuskrip berharga dari seluruh dunia Romawi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, para arkeolog juga menemukan artefak-artefak unik, seperti perhiasan-perhiasan berharga dan piala-piala mewah yang menceritakan gaya hidup istana pada masa itu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Temuan-temuan ini memberikan wawasan yang lebih dalam tentang kehidupan sehari-hari Kaisar Tiberius dan keluarganya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kembalinya Istana Domus Tiberiana sebagai tempat wisata telah memikat hati para pengunjung dari seluruh dunia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Wisatawan dapat menjelajahi lorong-lorong misterius istana ini, menikmati pemandangan indah Palatine Hill, dan merasakan keanggunan dan kebesaran yang pernah dirasakan oleh Kaisar Romawi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Museum yang baru didirikan di sekitar Istana Domus Tiberiana juga memamerkan artefak-artejapbarui ini dengan cermat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Para pengunjung dapat belajar lebih banyak tentang sejarah Romawi, seni arsitektur, dan kehidupan istana melalui pameran yang informatif dan interaktif.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kembali, pembukaan kembali Istana Domus Tiberiana adalah momen bersejarah bagi Roma dan dunia. Ini adalah jendela ke masa lalu yang memungkinkan kita untuk menyelami kehidupan di istana kekaisaran Romawi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagi yang menyukai sejarah, seni, dan keajaiban arkeologi, Istana Domus Tiberiana adalah tempat yang tidak boleh dilewatkan. (S83)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/09/domus-tiberiana_mic_emanuele-minerva_1-scaled-1-1024x576.jpg.webp" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Kopi Cappuccino: Eksplorasi Aroma dari Italia</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/pinter-ekbis/kopi-cappuccino-eksplorasi-aroma-dari-italia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[A49]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 Sep 2023 14:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pinter Ekbis]]></category>
		<category><![CDATA[busa]]></category>
		<category><![CDATA[cappuccino]]></category>
		<category><![CDATA[espresso]]></category>
		<category><![CDATA[Italia]]></category>
		<category><![CDATA[Kopi]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[makanan]]></category>
		<category><![CDATA[minuman]]></category>
		<category><![CDATA[pinterekbis]]></category>
		<category><![CDATA[susu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=136004</guid>

					<description><![CDATA[PinterEkbis Kopi sejak ditemukan telah melintasi perbatasan dan memengaruhi berbagai budaya di seluruh dunia. Salah satu kreasi kopi yang paling dikenal dan dicintai adalah cappuccino. Namun, bagaimanakah sejarah dari minuman berbusa susu ini? Sebelum kita menyelami sejarahnya, penting untuk mengetahui asal-usul namanya. Kata &#8216;cappuccino&#8216; berasal dari Italia, merujuk pada ordo biarawan Kapusin (‘cappuccini’ dalam bahasa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide"/>



<p class="wp-block-paragraph"><strong><a href="https://www.pinterpolitik.com/pinter-ekbis/">PinterEkbis</a></strong></p>



<p class="has-drop-cap wp-block-paragraph">Kopi sejak ditemukan telah melintasi perbatasan dan memengaruhi berbagai budaya di seluruh dunia. Salah satu kreasi kopi yang paling dikenal dan dicintai adalah <em>cappuccino</em>. Namun, bagaimanakah sejarah dari minuman berbusa susu ini?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebelum kita menyelami sejarahnya, penting untuk mengetahui asal-usul namanya. Kata &#8216;<em>cappuccino</em>&#8216; berasal dari Italia, merujuk pada ordo biarawan Kapusin (‘cappuccini’ dalam bahasa Italia). Warna jubah coklat alami yang dikenakan oleh para biarawan ini mirip dengan warna kopi yang dicampur dengan susu. Ada dugaan bahwa nama minuman ini terinspirasi oleh warna jubah tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sejarah awal <em>cappuccino</em> tidak bisa dilepaskan dari sejarah <em>espresso</em>, metode penyajian kopi dengan mengekstrak cepat menggunakan tekanan. Teknologi mesin <em>espresso</em> yang dikembangkan pada akhir abad ke-19 di Italia memungkinkan produksi kopi yang kental, yang kemudian menjadi dasar untuk berbagai variasi kopi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, <em>cappuccino</em> dalam bentuknya yang kita kenal sekarang, dengan busa susu yang lembut, mulai populer setelah Perang Dunia II. Hal ini sebagian besar berkat pengenalan mesin <em>espresso</em> dengan uap bertekanan yang mampu memproduksi busa susu panas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Italia memiliki budaya kafe yang kuat, dan <em>cappuccino</em> menjadi bagian integral dari budaya tersebut. Biasanya, <em>cappuccino</em> disajikan pada pagi hari bersama dengan <em>croissant</em> atau <em>pastry</em> lainnya. Meski populer, minum <em>cappuccino</em> setelah jam makan siang sering dianggap tabu di Italia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan meningkatnya popularitas kedai kopi di seluruh dunia, <em>cappuccino</em> pun mulai mendapatkan tempat di hati pecinta kopi di luar Italia. Teknik penyajian dan proporsi antara <em>espresso</em>, susu panas, dan busa susu terus dieksplorasi, menghasilkan varian-varian <em>cappuccino</em> yang mungkin berbeda dari yang asli di Italia.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Cappuccino</em>, dengan busa susunya yang kaya dan rasa kopinya yang mendalam, bukan hanya sekadar minuman. Ia mewakili tradisi, inovasi, dan perpaduan seni dengan <em>sains</em>. Sejarahnya di Italia memberikan kita wawasan tentang bagaimana satu minuman dapat menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya suatu negara, dan seiring waktu mendapatkan kasih sayang dari penikmat kopi di seluruh dunia. (A49)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/09/50de339f-7e20-4738-b9a4-a2ba49991add.webp" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Benarkah Pizza Berasal dari Italia?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/pinter-ekbis/benarkah-pizza-berasal-dari-italia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[A49]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 31 Aug 2023 11:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pinter Ekbis]]></category>
		<category><![CDATA[Italia]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[makanan]]></category>
		<category><![CDATA[napoli]]></category>
		<category><![CDATA[pinterekbis]]></category>
		<category><![CDATA[pizza]]></category>
		<category><![CDATA[pizza margherita]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=135435</guid>

					<description><![CDATA[PinterPolitik.com Pizza, salah satu makanan paling populer di dunia, memiliki sejarah yang kaya dan beragam. Meskipun identitas asli dari pencipta pizza pertama masih menjadi bahan perdebatan, banyak yang setuju bahwa pizza, dalam bentuk yang kita kenal sekarang, berasal dari Napoli, Italia. Sejarah pizza sering kali ditelusuri kembali ke kota Napoli pada abad ke-18. Pada masa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide"/>



<p class="wp-block-paragraph"><strong><a href="http://www.pinterpolitilk.com" rel="nofollow">PinterPolitik.com</a></strong></p>



<p class="has-drop-cap wp-block-paragraph">Pizza, salah satu makanan paling populer di dunia, memiliki sejarah yang kaya dan beragam. Meskipun identitas asli dari pencipta pizza pertama masih menjadi bahan perdebatan, banyak yang setuju bahwa pizza, dalam bentuk yang kita kenal sekarang, berasal dari Napoli, Italia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sejarah pizza sering kali ditelusuri kembali ke kota Napoli pada abad ke-18. Pada masa itu, Napoli adalah kota pelabuhan yang ramai dengan banyak penduduk miskin yang membutuhkan makanan murah dan cepat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Roti pipih dengan topping sederhana seperti tomat, keju, minyak zaitun, dan dedaunan basil menjadi populer di kalangan kelas pekerja.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Salah satu cerita paling terkenal tentang pizza adalah penciptaan pizza Margherita. Menurut legenda, pada tahun 1889, Ratu Margherita dari Italia mengunjungi Napoli dan Raffaele Esposito, seorang tukang pizza lokal, diminta untuk menciptakan pizza khusus untuk sang Ratu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dia memilih <em>topping</em> tomat, <em>mozzarella</em>, dan basil untuk mewakili warna bendera Italia. Sang Ratu sangat menyukai pizza ini dan sejak itu, jenis pizza ini diberi nama Margherita.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pizza mulai mendapatkan popularitas di luar Italia dengan datangnya imigran Italia ke Amerika Serikat pada akhir abad ke-19. Kota-kota dengan populasi imigran Italia yang besar, seperti New York, Chicago, dan San Francisco, menjadi pusat pertumbuhan pizza.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di New York, Lombardi&#8217;s, yang membuka pintunya pada tahun 1905, dianggap sebagai <em>pizzeria</em> pertama di Amerika.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Setelah Perang Dunia II, tentara Amerika yang kembali dari Italia membawa selera mereka untuk pizza, dan ini memicu popularitasnya di seluruh Amerika dan akhirnya, di seluruh dunia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pizza telah menyesuaikan diri dengan selera dan budaya lokal di mana-mana, dari pizza sosis di Chicago hingga pizza teriyaki di Jepang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada pertengahan abad ke-20, konsep <em>pizzeria</em> berubah dengan munculnya rantai pizza cepat saji seperti Domino&#8217;s dan Pizza Hut. Teknologi memungkinkan untuk pemesanan <em>online</em> dan pengiriman cepat, membuat pizza semakin mudah diakses.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dari jalan-jalan Napoli hingga menjadi fenomena global, pizza telah menjalani transformasi yang luar biasa. Tetapi, meskipun <em>topping</em> dan gayanya bisa beragam, esensi dari pizza—roti pipih dengan topping yang lezat—tetap tak berubah, menyatukan pecinta makanan di seluruh dunia. (A49)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/08/image-1.webp" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Empat Negara Hapus Utang Indonesia?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/infografis/empat-negara-hapus-utang-indonesia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R55]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 13 Oct 2022 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[Amerika Serikat]]></category>
		<category><![CDATA[Australia]]></category>
		<category><![CDATA[Italia]]></category>
		<category><![CDATA[Jerman]]></category>
		<category><![CDATA[Utang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=117617</guid>

					<description><![CDATA[Empat negara hapus utang Indonesia melalui program debt swap atau peralihan utang ke saham atau proyek. Negara itu antara lain Jerman, Italia, Australia, dan Amerika Serikat (AS). Proyek tersebut bersifat dua arah, namun bergantung kepada kesepakatan tender. Menurut data Kementerian Keuangan (Kemenkeu) utang terhapus mencapai US$303 juta dan terealisasi sebesar US$261 juta dengan 175 proyek.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="922" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/10/infografis-Empat-Negara-Hapus-Utang-Indonesia-922x1024.jpg" alt="infografis empat negara hapus utang indonesia" class="wp-image-117620" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/10/infografis-Empat-Negara-Hapus-Utang-Indonesia-922x1024.jpg 922w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/10/infografis-Empat-Negara-Hapus-Utang-Indonesia-270x300.jpg 270w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/10/infografis-Empat-Negara-Hapus-Utang-Indonesia-135x150.jpg 135w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/10/infografis-Empat-Negara-Hapus-Utang-Indonesia-768x853.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/10/infografis-Empat-Negara-Hapus-Utang-Indonesia-696x773.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/10/infografis-Empat-Negara-Hapus-Utang-Indonesia-1068x1187.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/10/infografis-Empat-Negara-Hapus-Utang-Indonesia-378x420.jpg 378w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/10/infografis-Empat-Negara-Hapus-Utang-Indonesia.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 922px) 100vw, 922px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Empat negara hapus utang Indonesia melalui program <em>debt swap </em>atau peralihan utang ke saham atau proyek. Negara itu antara lain Jerman, Italia, Australia, dan Amerika Serikat (AS). Proyek tersebut bersifat dua arah, namun bergantung kepada kesepakatan tender. Menurut data Kementerian Keuangan (Kemenkeu) utang terhapus mencapai US$303 juta dan terealisasi sebesar US$261 juta dengan 175 proyek.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/10/infografis-Empat-Negara-Hapus-Utang-Indonesia-922x1024.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
