<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>info harga pangan &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/info-harga-pangan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Thu, 23 May 2019 09:43:52 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>info harga pangan &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Siapa Bilang Harga Telur Mahal?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/siapa-bilang-harga-telur-mahal/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[F41]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 Nov 2018 11:56:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[harga telur]]></category>
		<category><![CDATA[info harga pangan]]></category>
		<category><![CDATA[Pilpres 2019]]></category>
		<category><![CDATA[Politik Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=44133</guid>

					<description><![CDATA[&#8220;Harga adalah apa yang kamu bayar. Nilai adalah apa yang kamu dapat.&#8221; ~Warren Buffet PinterPolitik.com [dropcap]P[/dropcap]engumuman gaes! Tim pemenangan kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Mardani Ali Sera mengatakan harga telur saat ini murah, hanya sekitar Rp 12 ribu per kilogram. Wadawww, fakta atau hoaks nih? Perasaan baru belanja kemarin harganya Rp25 ribu. Pak Mardani emang belanja [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>&#8220;Harga adalah apa yang kamu bayar. Nilai adalah apa yang kamu dapat.&#8221; ~Warren Buffet</strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #cedb2a"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]P[/dropcap]engumuman <em>gaes</em>! Tim pemenangan kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Mardani Ali Sera mengatakan harga telur saat ini murah, hanya sekitar Rp 12 ribu per kilogram. <em>Wadawww</em>, fakta atau hoaks <em>nih</em>? Perasaan baru belanja kemarin harganya Rp25 ribu. Pak Mardani emang belanja di mana sih? Kasih tahu aku <em>dongss</em>…</p>
<p><em>Hmmm</em>, ternyata harga segitu konon <em>doi</em> dapat di Malaysia. Jauh banget yak. Mesti naik pesawat dulu. Belum bikin paspornya yang 48 halaman Rp300 ribu. Kalau beli yang 24 halaman, nanti dikira pekerja illegal lagi. <em>Edededehhh</em>, ujung-ujungnya mahal juga ya. Mau beli telur sekilo aja kudu bikin paspor.</p>
<p>Ehh, tapi btw, emang beneran harga telur di Malaysia semurah itu? Telur ayam atau telur kutu rambut? <em>Hiya, hiya, hiya</em>.</p>
<p><em>Nah</em>, daripada penasaran, mari kita kepoin situs resmi Jabatan Perkhidmatan Veterinar Kementerian Pertanian dan Industri Asas Tani Malaysia. Hmmm, panjang kali ya nama kementriannya. Nyampe keram otot aku ngetiknya. <em>Wkwkwk</em>.</p>
<hr /><p><em>Harga telur naik turun, tapi cinta mu padaku jangan ya... Uwuwuwuw~</em><br /><a href='https://x.com/intent/tweet?url=https%3A%2F%2Fwww.pinterpolitik.com%2Fterkini%2Fsiapa-bilang-harga-telur-mahal%2F&#038;text=Harga%20telur%20naik%20turun%2C%20tapi%20cinta%20mu%20padaku%20jangan%20ya...%20Uwuwuwuw~&#038;via=pinterpolitik&#038;related=pinterpolitik' target='_blank' rel="noopener noreferrer" >Share on X</a><br /><hr />
<p>Oke coba kita lihat-lihat. Ternyata harga telur di sana berbeda-beda <em>gaes</em>, sesuai dengan kulitasnya. Kalau kita kan kualitas telurnya hampir semuanya dipukul rata, kalau di sana telur dibagi menjadi lima kualitas, dari level AA sampai E.</p>
<p>Per tanggal 23 Oktober 2018, untuk telur kualitas AA harganya 0,39 Ringgit Malaysia per butir. Kalau asumsi kurs Rp3.472 per ringgit, berarti harganya sekitar Rp1.354 per butir. Kalau begitu, harga kulitas teratas per kilogram yang rata-rata jumlahnya ada 16 butir, di Malaysia sekitar 6,24 ringgit atau Rp21.661. Ya, nggak beda jauh ya ternyata. Coba kita hitung kualitas termurahnya.</p>
<p>Ternyata <em>gaes</em>, pun, telur level E kalau dilihat-lihat harganya 0.32 Ringgit per butir. Berarti kalau dikonversi ke rupiah harga telur per kilogramnya sekitar Rp 17.773. Terus mana telur yang katanya Rp12 ribu per kilogram Ferguso?</p>
<p>Ya, walaupun harga yang disebutkan Mardani rada melenceng. Melenceng banget sih, bedanya hampir Rp 6 ribu, tapi kita patut merenungkan pertanyaan doi, kok Malaysia punya harga telur yang lebih murah?</p>
<p>Mardani mengatakan, rantai distribusi pangan di Indonesia itu terlalu panjang. Pantes aja harganya melambung tinggi. Selain itu, menurut Mardani, di Malaysia lebih murah karena nggak ada sistem monopoli harga.</p>
<p>Sistem Malaysia dalam menjaga harga pangan menurut Mardani patut dicontoh. Pemerintah harus menindak tegas oknum yang menjual sembako di atas rata-rata. (E36)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><iframe width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/IKS-o945Kvg?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/11/Pedagang-kerak-telur.-Foto-Fanieys-blog.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Telur Ayam Coreng Kredibilitas Jokowi?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/in-depth/telur-ayam-coreng-kredibilitas-jokowi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[A34]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Jul 2018 09:57:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nalar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[harga telur]]></category>
		<category><![CDATA[Hutang negara]]></category>
		<category><![CDATA[info harga pangan]]></category>
		<category><![CDATA[Kurs Dolar]]></category>
		<category><![CDATA[Pilpres 2019]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=33505</guid>

					<description><![CDATA[Bagaimana para kapitalis berupaya memainkan harga di pasaran hingga menyebabkan masyarakat tidak percaya pada sebuah rezim pemerintahan?  PinterPolitik.com [dropcap]H[/dropcap]arga telur ayam di pasaran beberapa waktu lalu sempat naik tajam, sebentar lagi masyarakat mungkin bakal mendengar dalih-dalih pemerintah yang mengatakan: rakyat jangan panik, kondisi ekonomi kita berjalan baik. Sudah barang tentu, para elit politik yang berkuasa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><b>Bagaimana para kapitalis berupaya memainkan harga di pasaran hingga menyebabkan masyarakat tidak percaya pada sebuah rezim pemerintahan? </b></h4>
<hr />
<p><strong><span style="color: #ccdb00">PinterPolitik.com</span></strong></p>
<p>[dropcap]H[/dropcap]arga telur ayam di pasaran beberapa waktu lalu sempat naik tajam, sebentar lagi masyarakat mungkin bakal mendengar dalih-dalih pemerintah yang mengatakan: rakyat jangan panik, kondisi ekonomi kita berjalan baik. Sudah barang tentu, para elit politik yang berkuasa akan mengatakan demikian, jika tidak, kredibilitas politik akan tercoreng. Apalagi ini musim politik. Perkara ekonomi adalah isu yang sensitif, bukan begitu?</p>
<p>Sebelumnya, dalam beberapa bulan terakhir ini, Anda dapat mengamati beberapa fenomena ekonomi yang sebenaranya tidak pro terhadap rakyat, misalnya kenaikan harga bensin jenis Pertamax, melonjaknya komoditas impor dan serangan produk-produk Tiongkok ke pasar Indonesia akibat perang dagang Amerika Serikat–Tiongkok.</p>
<p>Fenomena lainnya adalah merosotnya nilai tukar rupiah terhadap dolar, dan membengkaknya nilai utang negara terhadap bank-bank pendonor. Soal hutang, memang tidak masalah, sejauh pemerintah kita memiliki kemampuan untuk melunasinya dalam tempo waktu yang ditentukan. Tapi sejauh mana Indonesia punya kemampuan untuk membayar? Tentu perlu untuk didiskusikan lebih lanjut.</p>
<blockquote class="twitter-tweet" data-width="550" data-dnt="true">
<p lang="in" dir="ltr">Kalau emak-emak demo masalah tingginya harga telur, itu berarti kampret ada kemajuan. Sebelumnya mahasiswa yang demo harga cabe naik&#8230;</p>
<p>Kampret sudah mulai belajar memposisikan siapa pendemo yang benar. Perlu diapresiasi..</p>
<p>&mdash; Denny siregar (@Dennysiregar7) <a href="https://twitter.com/Dennysiregar7/status/1019842915525259265?ref_src=twsrc%5Etfw">July 19, 2018</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p>Tapi yang jelas, kali ini ada kabar buruk yang berkaitan dengan kebutuhan pokok masyarakat yakni kenaikan harga telur ayam di pasaran. Padahal, telur termasuk bahan pangan favorit karena tergolong murah dan mudah didapatkan. Harga telur sempat melonjak di pasar Jakarta dari 22.000 per kilogram menjadi 28.000 beberapa waktu lalu.</p>
<p>Kenaikan itu pun telah memicu respons beragam di media massa. Ada yang bilang, kenaikan harga telur tidak terlepas dari faktor tingkat produktivitas yang menurun.</p>
<p>Sementara menurut Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, kenaikan harga telur bisa saja dipicu oleh adanya aksi spekulan di pasaran. Aksi spekulan yang dimaksud adalah terdapat kemungkinan para distributor atau pihak perantara mengambil keuntungan secara tidak wajar sehingga menyebabkan harga menjadi mahal.</p>
<p>Kenaikan harga telur ayam ini memang sedikit mengganjal, jika alasannya kelangkaan (<em>scarcity</em>) tentu tidak, faktanya Menteri Pertanian Andi Arman Sulaiman berpendapat bahwa stok telur di Indonesia hingga Desember 2018 mengalami surplus sebesar 2.402 ton dengan rincian perkiraan kebutuhan produksi sebanyak 1.732.952 ton, sementara perkiraan kebutuhan  1.730.550 ton.</p>
<p>Jika terjadi surplus, lantas apa faktor pendorong kenaikan harga telur ayam?</p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-33506" src="https://pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/07/telur-meroket-jokowi-tercoreng.jpg" alt="" width="1080" height="1080" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/07/telur-meroket-jokowi-tercoreng.jpg 1080w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/07/telur-meroket-jokowi-tercoreng-150x150.jpg 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/07/telur-meroket-jokowi-tercoreng-300x300.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/07/telur-meroket-jokowi-tercoreng-768x768.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/07/telur-meroket-jokowi-tercoreng-1024x1024.jpg 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/07/telur-meroket-jokowi-tercoreng-696x696.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/07/telur-meroket-jokowi-tercoreng-1068x1068.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/07/telur-meroket-jokowi-tercoreng-420x420.jpg 420w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/07/telur-meroket-jokowi-tercoreng-135x135.jpg 135w" sizes="(max-width: 1080px) 100vw, 1080px" /></p>
<p>Tampak, ada tiga kemungkinan, pertama akibat meroketnya nilai dolar sehingga <em>cost </em>impor terhadap bahan baku pakan ternak mengalami kenaikan. Sejauh ini Indonesia memang masih tergantung pada impor bahan baku pakan ayam sekitar 35 persen, bahan baku tersebut ialah bungkil kedelai, tepung, daging dan tulang, kompenen impor ini mencapai 75 persen dari total <em>cost. </em></p>
<p>Kedua, perkataan menteri perdagangan ada benarnya, yakni kemungkinan adanya permainan spekulan yang sengaja ingin mendapatkan keuntungan lebih. Sementara, kemungkinan ketiga mungkin ada sekelompok orang yang tidak suka terhadap Jokowi dan ingin mencoreng nama baiknya melalui upaya-upaya spekulasi seperti ini.</p>
<p>Untuk lebih jauh berbicara terkait spekulan, perlu untuk diketahui ada tiga korporasi besar internasional yang memproduksi bahan baku pakan ternak untuk Indonesia. Pertama adalah PT Japfa Comfeed. Perusahaan ini merupakan salah satu perusahaan pakan ternak terbesar di Indonesia, pertama kali beroperasi  pada 1971 dengan nama PT Java Pelletizing Factory. CEO perusahan ini bernama Handojo, pada 2014 dia memiliki kekayaan senilai 555 juta dolar AS, dan merupakan orang terkaya ke-49 di Indonesia menurut majalah Forbes.</p>
<p>Kedua adalah Charoen Pokphand, merupakan perusahaan pakan ternak terbesar di dunia. CEO perusahaan ini adalah Dhanin Chearavanont. Ia merupakan orang pertama terkaya di Thailand dan menempati posisi ke-81 daftar orang terkaya  di dunia pada 2015 menurut majalah Forbes.</p>
<blockquote class="twitter-tweet" data-width="550" data-dnt="true">
<p lang="in" dir="ltr">Seminggu belakangan ini rakyat dikejutkan dengan melambungnya harga telur ayam di pasar. Melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap Dollar AS ternyata memberikan pengaruh terhadap kenaikan harga telur. Sebab, sejak Maret 2018, bahan baku pangan berasal dari ternak impor. <a href="https://t.co/A2jsVn150r">pic.twitter.com/A2jsVn150r</a></p>
<p>&mdash; Partai Gerindra (@Gerindra) <a href="https://twitter.com/Gerindra/status/1019223151866081282?ref_src=twsrc%5Etfw">July 17, 2018</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p>Ketiga adalah perusahaan PT Cargill yang didirikan pada 1974 di Bogor, Jawa Barat. Ini merupakan perusahaan asal Amerika Serikat (AS) yang memproduksi lebih dari 100 macam produk pakan ternak dan unggas. CEO dari perusahaan ini adalah Dave MacLenana, seorang pebisnis asal Amerika.</p>
<p>Tapi apakah dapat dibilang perusahaan ini melakuan praktek kartel sehingga harga telur ayam di pasar meroket? Melihat dari jaringan bisnisnya yang besar kemungkinan tersebut selalu ada, meskipun perlu dibuktikan lebih lanjut.</p>
<p>Dalam dunia perternakan Indonesia, praktek kartel memang pernah terjadi pada 2016 silam, ketika 12 perusahaan dinyatakan terbukti melakukan kartel oleh Komisi Pengawas Persaiangan Usaha (KPPU). Dua di antara 12 perusahaan tersebut adalah PT Japfa Comfeed dan Charoen Pokphand. 12 perusahaan tersebut diputus bersalah karena terbukti bersepakat melakukan afkir dini induk ayam (parent stock) atau pembunuhan massal terhadap ayam dengan tujuan mengurangi <em>stock</em> agar harga ayam di pasaran menjadi mahal.</p>
<h4><strong>Kredibilitas Politik</strong></h4>
<p>Lantas dengan melihat fenomena ini siapakah yang harus disalahkan? Tentu adalah para menteri kabinet kerja Jokowi, terutama Menteri Pertanian Andi Arman Sulaiman dan Perdagangan Enggartiasto Lukita. Jika dilihat secara khusus, Enggar merupakan politisi Golkar yang hijrah ke Nasdem.</p>
<p>Fenomena kartel di atas dan kenaikan harga telur ayam di pasaran saat ini dapat menjadi inidikasi bahwa kementerian tersebut tidak cukup piawai dalam mengantisipasi lonjakan harga serta aksi para spekulan di pasaran. Tentu fenomena ini sekaligus merupakan pukulan bagi kredibilitas politik Jokowi. Berdasarkan kondisi tersebut, kinerja kedua menteri tersebut menjadi dalam tanda tanya besar.</p>
<p>Presiden Jokowi tampak tak bisa bersembunyi dari fenomena ini, meski secara politik Jokowi memang kuat, tapi gejolak ekonomi saat ini telah memicu perhatian rakyat untuk melihat kinerja bapak yang pernah terkenal dengan gaya blusukan ini.</p>
<p>Gejolak ekonomi yang bertubi-tubi juga tampak seperti sebuah kesengajaan. Tidak heran oposisi selalu menyerangnya dengan problem-problem ekonomi.</p>
<blockquote class="twitter-tweet" data-width="550" data-dnt="true">
<p lang="in" dir="ltr">Kementan menyiapkan 100 ton telur ayam untuk di kirim ke 50 titik. Empat puluh tiga titik pasar &amp; 7 perumahan di Jabodetabek, sbgai upaya stabilisasi harga dan pasokan telur ayam. </p>
<p>Mentan <a href="https://twitter.com/Amran_Sulaiman1?ref_src=twsrc%5Etfw">@Amran_Sulaiman1</a> berharap persoalan harga telur ayam ras akn selesai dlm sepekan ke depan. <a href="https://t.co/2cEcgiu0EN">pic.twitter.com/2cEcgiu0EN</a></p>
<p>&mdash; Kementerian Pertanian RI (@kementan) <a href="https://twitter.com/kementan/status/1019860127875125249?ref_src=twsrc%5Etfw">July 19, 2018</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p>Kondisi ekonomi saat ini memang memicu kecurigaan. Dolar yang tak kunjung turun juga patut membuat kita bertanya-tanya apakah ini betul-betul merupakan sebuah upaya dari sekelompok orang untuk menurunkan elektabilitas Jokowi? Atau bahkan ingin menjatuhkannya dari kursi kekuasaan.</p>
<p>Fenomena seperti ini setidaknya pernah ditulis ole David DeGraw dalam “<strong>The Financial Coup d’Etat: <em>Consolidation of America’s Economic Elite</em>”</strong> . Maksud dari tulisan ini disebutkan bahwa sebuah rezim berkuasa dapat saja dilengserkan secara finansial, atau yang lebih dikenal dengan nama kudeta finansial.</p>
<p>Kudeta finansial selama ini erat kaitannya dengan operasi intelijen untuk menjatuhkan rezim yang sedang berkuasa. Kudeta jenis ini, konon pernah terjadi Indonesia terhadap Presiden Soeharto. Hal tersebut pernah diungkapkan oleh penasehat ekonomi Soeharto bahwa IMF berada di di balik kejatuhan Soeharto. Hal ini juga dibenarkan oleh Michael Camdemsus yang kala itu menjabat sebagai direktur IMF.</p>
<blockquote class="twitter-tweet" data-width="550" data-dnt="true">
<p lang="in" dir="ltr">Bagaimana menurut sahabat tentang kondisi ekonomi kita saat ini? Apakah sesuai dengan klaim manis Pemerintah tentang angka kemiskinan yang telah menurun? <a href="https://t.co/VIWtmXlJQ2">pic.twitter.com/VIWtmXlJQ2</a></p>
<p>&mdash; Partai Gerindra (@Gerindra) <a href="https://twitter.com/Gerindra/status/1019854263298637825?ref_src=twsrc%5Etfw">July 19, 2018</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p>Memang, sejauh ini tidak ada bukti atau indikasi bahwa isu telur ini akan dibawa jauh ke kudeta. Akan tetapi, isu finansial dalam butir-butir telur ini bisa mencederai kredibilitas Jokowi jelang Pilpres 2019.</p>
<p>Melihat sekelumit problem ekonomi saat ini, bukan tidak mungkin jika terdapat kemungkinan adanya konspirasi politik untuk menjatuhkan Jokowi. Dalam politik orang-orang selalu mencari cara untuk menjatuhkan lawan politiknya. Apalagi, mengingat posisi Jokowi yang kuat sebagai kandidat Pilpres 2019 tentu para rival politiknya bakal mencari segala cara.</p>
<p>Isu spekulan yang dihembuskan oleh Mendag bisa saja benar. Bukan sembarang spekulan, tetapi bisa saja ada orang yang memang tidak suka dengan kebijakan Jokowi. Apalagi, melihat praktik politik Jokowi yang kekiri-kirian tentu membuat ketakutan banyak pihak, terutama korporasi besar.</p>
<p>Dan, mungkin saja salah satu upaya kudeta tersebut dilakukan dengan membuat harga barang-barang di pasaran naik, sehingga rakyat mulai merasa tidak lagi percaya dengan sang Presiden. Tentu, menarik untuk ditunggu, apa yang terjadi dikemudian hari. (A34)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/07/jokowi-ingin-pasar-tradisional-mampu-saingi-supermarket-v6B.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Hore, Harga Telur Turun!</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/hore-harga-telur-turun/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[F41]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Jul 2018 12:17:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[info harga pangan]]></category>
		<category><![CDATA[Sembako]]></category>
		<category><![CDATA[Telur]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=33388</guid>

					<description><![CDATA[&#8220;Politisi mengatakan mereka akan meningkatkan ekonomi kita. Kebanyakan tidak bisa membedakan daging sapi dari daging babi.&#8221; ~Harold Lowman PinterPolitik.com [dropcap]H[/dropcap]arga telur naik jadi Rp29 ribu? Masak sih? Kok tadi eike belanja harganya cuma Rp 15 ribu? Jangan-jangan? Omaga! Maap banget nih gaes, ternyata oh ternyata, telur yang eike beli itu cuma isi setengah kilo. Hehe [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>&#8220;Politisi mengatakan mereka akan meningkatkan ekonomi kita. Kebanyakan tidak bisa membedakan daging sapi dari daging babi.&#8221; ~Harold Lowman</strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #d5e339;">PinterPolitik.com</span></p>
<p>[dropcap]H[/dropcap]arga telur naik jadi Rp29 ribu? Masak sih? Kok tadi eike belanja harganya cuma Rp 15 ribu? Jangan-jangan?</p>
<p><em>Omaga</em>! Maap banget nih gaes, ternyata oh ternyata, telur yang eike beli itu cuma isi setengah kilo. Hehe</p>
<p>Abis telurnya udah dikemas rapi gitu, kan. Kirain mah satu kilo. Maap ya gaess. Maklum, baru pertama kali disuruh beli telur. Nggak jadi seneng, deh. Hihi</p>
<p>Ternyata bener ya gaes, harga telur lagi melambung banget. Duh aduhh, ada-ada aja cobaan di tanggal tua. Eike jadi kepo, sebenarnya apa sih yang bikin harga telur naik?</p>
<p>Kalo denger kata Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman, kenaikan harga telur itu disebabkan karena pemasok telur mengambil keuntungan terlalu besar. Wah, sungguh terlalu!</p>
<p>Jadi bukan karena kekurangan pasokan telur kan? Ya ya, dulu kan Bapak sudah percaya diri banget kalo pasokan telur dan ayam kita akan cukup sampai masa jabatan Bapak berakhir. Ku inget kokkk..</p>
<p>Nah, barusan eike tanya juga sama mamak di rumah, ternyata harga telur udah naik semenjak Pilkada ya gaes. Kemana aja eike selama ini? Wong baru ramenya sekarang sih. Tiap hari media ngumumin harga telur. Hebohh benerrr&#8230;</p>
<p>Hmm, <em>by the way</em>, <em>anyway</em>, <em>busway</em>, kehebohan lonjakan harga telur dan bahan pokok lainnya sekarang bukan upaya pengalihan isu kan? Cuma nanya ajahhh&#8230;</p>
<p>Barusan aja eike lihat nih Pak Menteri di televisi. Lagi pada sibuk inspeksi mendadak (sidak) rupanya. Terus mereka bilang akan menekan harga telur hingga di bawah Rp26 ribu di minggu depan.</p>
<p>Hmm, ya sudahlah, kali ini eike makan sambal bawang sama ikan asin aja deh. Makkkk!</p>
<p>Si Mamak, “Enak aja makan sambel. Kagak ada! Kamu liat aja harga cabe di warung, pedesnya sama kayak cabe rawit!”</p>
<p>Oalah gaes, denger kan kata-kata emak eike barusan? Harga cabe juga ikutan naik! Gimana nasib cacing-cacing di perut eike hari ini?</p>
<p>Terus apa dong yang bisa eike makan, Makkkk? Inget kata-kata Bung Karno dong, Mak, pangan adalah urusan hidup-mati bangsa! Jadi tolong, Makkkk, kasih eike sambel sama ikan asin. Hiks (E36)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/07/2xgbuVrcK5-1024x683.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Banyak Masuk Sel Gara-gara Kuota</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/banyak-masuk-sel-gara-gara-kuota/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[E19]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 22 Feb 2017 07:29:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Humania]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Cabai]]></category>
		<category><![CDATA[info harga pangan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=5673</guid>

					<description><![CDATA[Presiden mengingatkan,  dulu setiap malam ditempelkan harga cabai di Pasar Kliwon, Pasar Legi, dan Pasar Gede. Ia mempertanyakan, mengapa tidak setiap sore hal seperti itu ditampilkan di TV, radio, dan media sosial, biar informasi tersebut diketahui? pinterpolitik.com JAKARTA – Presiden Joko Widodo mengatakan, mata rantai distribusi kita banyak yang tidak benar. Sudah dua tahun lebih [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>Presiden mengingatkan,  dulu setiap malam ditempelkan harga cabai di Pasar Kliwon, Pasar Legi, dan Pasar Gede. Ia mempertanyakan, mengapa tidak setiap sore hal seperti itu ditampilkan di TV, radio, dan media sosial, biar informasi tersebut diketahui?</strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #cedb00;"><strong>pinterpolitik.com</strong></span></p>
<p><strong>JAKARTA</strong> – Presiden Joko Widodo mengatakan, mata rantai distribusi kita banyak yang tidak benar. Sudah dua tahun lebih diperbaiki, tapi belum banyak hasil yang diperoleh. Sebagai contoh, Jokowi menyebutkan, harga cabai di petani Rp 5.000 per kg, tetapi harga jual di pasar bisa Rp 15.000.</p>
<p>“Ini pasti tidak benar, pasti ada yang enggak benar,” kata Presiden ketika memberikan arahan pada pembukaan Rapat Kerja Kementerian Perdagangan, di Istana Negara, Jakarta, Selasa (21/2).</p>
<p>Berkaitan dengan kuota, Presiden mengingatkan agar berhati-hati. “Banyak yang masuk sel gara-gara ini, hati-hati. Saya minta mulai dipelajari untuk masuk diberlakukannya tarif atau kombinasi tarif dan kuota. Jadi jelas negara mendapatkan masukan,” tegasnya.</p>
<p>Presiden menegaskan, masalah distribusi bahan-bahan pokok harus dilihat secara detail. Kementerian Perdagangan harus mengerti, siapa pemain-pemain distribusi. Mata rantainya berapa.  “Satu, ya oke. Dua, ya oke. Kalau sudah sampai empat, lima, enam, tujuh, ya biayanya habis di sini. Yang membayar siapa nanti? Rakyat,” tegasnya.</p>
<p>Menghadapi situasi-situasi seperti itu, menurut Presiden, jajaran Kementerian Perdagangan harus hadir, bukan hanya melaksanakan rutinitas di kantor. Cek di lapangan, kemudian tampilkan.</p>
<p>Presiden mengingatkan,  dulu setiap malam ditempelkann harga cabai di Pasar Kliwon, Pasar Legi, dan Pasar Gede. Ia mempertanyakan, mengapa tidak setiap sore hal seperti itu ditampilkan di TV, radio, dan media sosial, biar informasi tersebut diketahui?</p>
<p>“Petani tahu harga cabe di Cipinang. Petani tahu harga beras di Cipinang. Penting keterbukaan seperti itu. Gampang sekali informasi seperti ini, dibuat aplikasinya,” katanya.</p>
<p>Mengenai pasar luar negeri, Presiden mengatakan, kita selalu berkutat pada pasar-pasar tradisional, seperti, Amerika, Jepang, Tiongkok, dan  Eropa. Kita mengerti pasar itu besar. Ini juga perlu dikembangkan. Pelajari produk apa yang  bisa masuk di pasar-pasar yang sudah ada.</p>
<p>Menurut Presiden, yang namanya pasar-pasar baru sebetulnya masih sangat besar peluangnya. Pasar baru banyak sekali, yang tidak  pernah kita urus. Ia menunjuk salah satu contoh, pasar Afrika.</p>
<p>Pada kesempatan itu, Presiden Jokowi mengkritik promosi perdagangan Indonesia melalui Indonesian Trade Promotion Center (ITPC), yang juga begitu-begitu saja.</p>
<p>“Maaf, saya harus ngomong apa adanya. Pameran juga hanya begitu-begitu saja, enggak pernah ada pembaruan, enggak pernah ada inovasi. Ini yang harus dilakukan, terobosan, bagaimana ITPC bisa bernegosiasi, bagaimana bisa bertransaksi. Kalau aturannya enggak memperbolehkan, bagaimana supaya bisa,” katanya.</p>
<p>Presiden meminta kalau mengikuti pameran hendaknya dicari tempat yang paling baik. Bayar mahal tidak apa-apa, tapi cari tempat yang paling strategis, yang paling baik.  (Setkab/E19)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/02/Harga-Cabai-Merah-naik-150116-Syifa-1-1024x683.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Harga Cabai Naik</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/coretan-politik/harga-cabai-naik/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[A15]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 03 Feb 2017 07:23:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Coretan Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Cabai]]></category>
		<category><![CDATA[Hargai cabai naik]]></category>
		<category><![CDATA[info harga pangan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=4274</guid>

					<description><![CDATA[Harga cabai naik, Enggartiasto Lukita sebagai menteri perdagangan memberi solusi untuk tanam cabai dirumah sendiri biar nggak mahal. Bagaimana solusinya menurut kalian?]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/02/cabe.jpg"><img decoding="async" class=" td-modal-image aligncenter wp-image-4275 size-full" src="https://pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/02/cabe.jpg" alt="Harga Cabai Naik" width="960" height="633" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/02/cabe.jpg 960w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/02/cabe-300x198.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/02/cabe-768x506.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/02/cabe-696x459.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/02/cabe-637x420.jpg 637w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/02/cabe-100x65.jpg 100w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/02/cabe-260x170.jpg 260w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/02/cabe-759x500.jpg 759w" sizes="(max-width: 960px) 100vw, 960px" /></a>Harga cabai naik, Enggartiasto Lukita sebagai menteri perdagangan memberi solusi untuk tanam cabai dirumah sendiri biar nggak mahal.</p>
<p>Bagaimana solusinya menurut kalian?</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/02/cabe.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Meroketnya Harga Cabai</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/meroketnya-harga-cabai/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[A11]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 05 Jan 2017 10:04:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[cabe]]></category>
		<category><![CDATA[Harga Cabai]]></category>
		<category><![CDATA[harga pasar]]></category>
		<category><![CDATA[info harga pangan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=2299</guid>

					<description><![CDATA[pinterpolitik.com &#8211; Kamis, 5 Januari 2017. JAKARTA&#160;&#8211; Di awal tahun 2017 masyarakat Indonesia disuguhkan&#160;lonjakan harga komoditas cabai yang sangat tinggi. Dari pasca tahun baru hingga saat ini harga cabai rawit merah terus mengalami peningkatan dan diikuti komoditas pokok lainnya. Seperti yang kita tahu, cabai menjadi komoditas utama dalam membuat bumbu masakan bagi masyarakat Indonesia yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #cedb00;"><strong>pinterpolitik.com</strong></span> &#8211; <strong>Kamis, 5 Januari 2017</strong>.</p>
<p><strong>JAKARTA</strong>&nbsp;&#8211; Di awal tahun 2017 masyarakat Indonesia disuguhkan&nbsp;lonjakan harga komoditas cabai yang sangat tinggi. Dari pasca tahun baru hingga saat ini harga cabai rawit merah terus mengalami peningkatan dan diikuti komoditas pokok lainnya.</p>
<p>Seperti yang kita tahu, cabai menjadi komoditas utama dalam membuat bumbu masakan bagi masyarakat Indonesia yang belum terbiasa menggunakan cabai bubuk. Hal ini yang menjadikan harga cabai segar sangat diperhatikan oleh masyarakat.</p>
<p>Di Kalimantan itu sudah Rp 150.000 per kilogram (kg), di Jawa Barat yang sentra cabai saja harganya sudah di atas Rp 100.000 per kg. Kalau di DKI Jakarta memang masih di kisaran Rp 100.000 sampai Rp 110.000 per kg.</p>
<p>Ketua Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi), Abdullah Mansuri mengatakan, harga cabai di beberapa daerah terpantau sudah cukup tinggi. Dia mengatakan, saat ini untuk komoditas cabai persoalannya ada berbagai macam faktor, yang pertama karena faktor cuaca dan musim hujan.</p>
<p>&#8220;Persoalannya musim hujan kalau panen busuk, bukan produksinya kurang sehingga kalau hujan tersendat dan itu masalahnya,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Harga cabai yang terus meningkat setiap harinya juga akibat lambatnya penanganan dari pemerintah. Terakhir, Mansuri mengatakan, selain lambatnya penanganan dari pemerintah, kenaikan harga cabai juga dipengaruhi oleh menurunnya pasokan, penurunan konsumsi masyarakat dan juga turunnya daya beli masyarakat.</p>
<p>&#8220;Pertama penurunan konsumsi itu karena memang masa libur Natal dan tahun baru sudah habis, kedua karena memang harganya yang tinggi mengurungkan niat konsumen untuk membeli dalam kapasitas yang besar dan sesuai kemampuan ekonominya,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Hal tersebut terjadi karena modal yang dikeluarkan pedagang dalam membeli cabai juga tinggi, tetapi permintaan masyarakat menurun.&nbsp;Sebelumnya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan, persoalan kenaikan harga cabai belakangan ini bukan disebabkan oleh faktor kurangnya produksi.</p>
<hr>
<p>Hari ini, Kamis (5/1/2017),<strong> Pinter Politik</strong>&nbsp;dapat kesempatan mewawancarai salah satu warga yang membuka warung nasi padang di kawasan Mabes Polri, Jakarta Selatan, terkait melonjaknya harga cabai di seluruh daerah Indonesia saat ini.</p>
<figure id="attachment_2305" aria-describedby="caption-attachment-2305" style="width: 694px" class="wp-caption alignleft"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-2305 size-full" src="https://pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/01/WhatsApp-Image-2017-01-05-at-12.54.18.jpg" width="694" height="694" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/01/WhatsApp-Image-2017-01-05-at-12.54.18.jpg 694w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/01/WhatsApp-Image-2017-01-05-at-12.54.18-420x420.jpg 420w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/01/WhatsApp-Image-2017-01-05-at-12.54.18-135x135.jpg 135w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/01/WhatsApp-Image-2017-01-05-at-12.54.18-150x150.jpg 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/01/WhatsApp-Image-2017-01-05-at-12.54.18-300x300.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/01/WhatsApp-Image-2017-01-05-at-12.54.18-125x125.jpg 125w" sizes="auto, (max-width: 694px) 100vw, 694px" /><figcaption id="caption-attachment-2305" class="wp-caption-text">Ibu Mia, 40 tahun, penjual Nasi Padang.</figcaption></figure>
<p><strong>Tanggapan Ibu soal kenaikan harga cabe saat ini?</strong></p>
<p>&#8220;<em>Saya sih yaa baiknya tidak terus naik kaya begini. Soalnya kan cabe sendiri udah jadi bumbu khas rumah makan saya</em>.&#8221;</p>
<p><strong>Biasa belanja bahan-bahan makanan dimana Bu?&nbsp;</strong></p>
<p>&#8220;<em>Saya biasanya beli cabe, bawang sama bahan lauk mentah di daerah Mampang.</em>&#8221;</p>
<p><strong>Keinginan Ibu terkait persoalan ini gimana?</strong></p>
<p>&#8220;<em>Maunya stabil sih Mas, masa 1 kilo lebih dari Rp100rb. Porsi saya tiap bikin cabe kan segitu-gitu aja.</em>&#8221;</p>
<p>Berdasarkan data Info Pangan Jakarta, harga rata-rata komoditas cabai dan bawang di Jakarta mengalami kenaikan. Seperti komoditas cabai rawit merah dijual Rp 98.953 per kilogram (kg) atau naik&nbsp;Rp 9.977 dari satu hari sebelumnya, cabai rawit hijau dijual Rp 73.488 per kilogram (kg) atau naik Rp 1.627 dari satu hari sebelumnya.</p>
<p>Untuk komoditas bawang merah dijual Rp 36.000 per kilogram (kg) atau naik Rp 720 dari satu hari sebelumnya, bawang putih dijual Rp 39.976 per kilogram (kg) atau naik Rp 325 dari satu hari sebelumnya (kompas/A11)</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-2312 size-large aligncenter" src="https://pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/01/2017-01-05-KARTUN-harga-cabai-tak-terkendali-pinpol-revisi-1024x1024.jpg" width="1024" height="1024" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/01/2017-01-05-KARTUN-harga-cabai-tak-terkendali-pinpol-revisi-1024x1024.jpg 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/01/2017-01-05-KARTUN-harga-cabai-tak-terkendali-pinpol-revisi-696x696.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/01/2017-01-05-KARTUN-harga-cabai-tak-terkendali-pinpol-revisi-1068x1068.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/01/2017-01-05-KARTUN-harga-cabai-tak-terkendali-pinpol-revisi-420x420.jpg 420w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/01/2017-01-05-KARTUN-harga-cabai-tak-terkendali-pinpol-revisi-135x135.jpg 135w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/01/2017-01-05-KARTUN-harga-cabai-tak-terkendali-pinpol-revisi-150x150.jpg 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/01/2017-01-05-KARTUN-harga-cabai-tak-terkendali-pinpol-revisi-300x300.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/01/2017-01-05-KARTUN-harga-cabai-tak-terkendali-pinpol-revisi-768x768.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/01/2017-01-05-KARTUN-harga-cabai-tak-terkendali-pinpol-revisi-125x125.jpg 125w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/01/2017-01-05-KARTUN-harga-cabai-tak-terkendali-pinpol-revisi.jpg 1318w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/01/pedagang-cabe-1-1024x683.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
