<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>impor beras &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/impor-beras/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Fri, 09 Dec 2022 07:41:26 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>impor beras &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Menguak Peringatan Krisis Pangan Jokowi</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/in-depth/menguak-peringatan-krisis-pangan-jokowi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[J61]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 09 Dec 2022 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Nalar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[impor beras]]></category>
		<category><![CDATA[Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[Krisis Pangan]]></category>
		<category><![CDATA[Mendag]]></category>
		<category><![CDATA[Mentan]]></category>
		<category><![CDATA[SYL]]></category>
		<category><![CDATA[Zulhas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=120315</guid>

					<description><![CDATA[Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara khusus menyoroti ancaman krisis pangan global yang dapat berdampak pada Indonesia. Jika terjadi, itu dinilai dapat memantik masalah sosial dan politik. Namun, isu krisis pangan dinilai hanya bagian dari skenario demi kepentingan tertentu. Benarkah demikian? PinterPolitik.com Krisis pangan bisa saja memantik masalah sosial dan politik. Begitu kira-kira yang disampaikan Presiden [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara khusus menyoroti ancaman krisis pangan global yang dapat berdampak pada Indonesia. Jika terjadi, itu dinilai dapat memantik masalah sosial dan politik. Namun, isu krisis pangan dinilai hanya bagian dari skenario demi kepentingan tertentu. Benarkah demikian?</strong></p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide"/>



<p class="wp-block-paragraph"><strong><a href="https://pinterpolitik.com/">PinterPolitik.com</a></strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Krisis pangan bisa saja memantik masalah sosial dan politik. Begitu kira-kira yang disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara yang dihadiri para menteri pada hari Selasa, 6 November kemarin lusa.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kepala negara lantas memerintahkan agar para menteri berhati-hati dan melakukan kalkulasi cermat dalam merumuskan kebijakan mengenai pangan.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Adapun penekanan Presiden Jokowi itu jelas bukan datang dari ruang hampa. Probabilitas paling masuk akal agaknya dipicu oleh kontradiksi pernyataan Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan (Zulhas) dengan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL).&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Belum lama ini, dua awak Kabinet Indonesia Maju seolah tidak kompak dalam menyikapi urusan beras. Awalnya, Mendag Zulhas mengatakan cadangan beras pemerintah telah menipis. Oleh karena itu, pihaknya tengah bersiap melakukan impor untuk menghindari kenaikan harga.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Akan tetapi, Mentan SYL merespons dengan bersikeras menyebut bahwa Indonesia sedang tidak kekurangan beras dan tak perlu melakukan impor.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Politikus Partai NasDem itu bahkan menganalogikan impor beras dengan membeli baju. </p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="899" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/12/image-22-899x1024.png" alt="image 22" class="wp-image-120320" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/12/image-22-899x1024.png 899w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/12/image-22-263x300.png 263w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/12/image-22-132x150.png 132w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/12/image-22-768x874.png 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/12/image-22-696x792.png 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/12/image-22-369x420.png 369w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/12/image-22.png 1068w" sizes="(max-width: 899px) 100vw, 899px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">“Kau kalau sudah punya baju, harus beli baju lagi? Untuk apa? Kecuali kalau mau gaya,” begitu sanggahan Mentan SYL yang seolah membantah dengan satir narasi impor beras Mendag Zulhas.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dia mengklaim produksi beras di tahun 2022 ini adalah yang terbesar sebagaimana data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS).&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tak hanya data BPS, kolega Mentan SYL di Ragunan yang juga Koordinator Data Evaluasi dan Pelaporan Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian (Kementan) Batara Siagian pun mendukung <em>statement</em> sang “komandan”.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Berdasarkan data yang ada, sebanyak 610.632 ton beras di penggilingan yang tersebar di 24 provinsi siap diserap Bulog untuk memenuhi cadangan beras pemerintah maupun komersial.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, kontradiksi itu seolah cukup sengit saat kembali merujuk pada pernyataan Direktur Utama (Dirut) Perum Bulog Budi Waseso (Buwas) pada Rabu, 23 November lalu.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut mantan Kabareskrim Polri itu, rencana impor telah direstui oleh para menteri yang menjadi <em>stakeholder</em> urusan beras dalam rapat koordinasi terbatas (Rakortas).&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Intrik pendapat di level tertinggi pemerintahan mengenai hajat hidup mendasar rakyat Indonesia itu tentu janggal. Lantas, mengapa kontradiksi itu dapat terjadi? Mungkinkah ada kepentingan tertentu dari klaim masing-masing pihak?&nbsp;</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Ekonomi-Politik Pangan?</strong>&nbsp;</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Keterkaitan antara diskursus mengenai politik dan pangan, terutama makanan pokok, tampaknya mustahil dipisahkan. Sejak menjadi urusan vital atas hajat hidup setiap orang, penciptaan ketahanan pangan oleh pemerintah dipengaruhi oleh dinamika politik yang ada dan bermuara pada kompleksitas dan urgensi isu itu sendiri. </p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="914" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/12/image-21-914x1024.png" alt="image 21" class="wp-image-120319" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/12/image-21-914x1024.png 914w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/12/image-21-268x300.png 268w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/12/image-21-134x150.png 134w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/12/image-21-768x861.png 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/12/image-21-696x780.png 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/12/image-21-375x420.png 375w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/12/image-21.png 1068w" sizes="(max-width: 914px) 100vw, 914px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Peringatan dan kekhawatiran krisis pangan Presiden Jokowi yang dikatakan dapat memantik masalah sosial dan politik kiranya merupakan refleksi masa lalu, yang mana itu dapat sekaligus menjadi acuan untuk memahami konstruksi secara umum mengapa pangan menjadi salah satu aspek determinan dalam politik.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jika ditelaah substansinya, pangan memang selalu memiliki fungsi simbolis. Hal itu selaras dengan yang dikemukakan oleh Alison Perelman dalam disertasinya <em>Political Appetites</em>.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perelman berangkat dari teori strukturasi Anthony Giddens tentang penciptaan dan reproduksi sistem sosial yang berbasis pada analisis struktur dan agen. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada intinya, pangan atau utamanya makanan pokok, sebagai kebutuhan dasar memiliki kaitan erat dengan selera dan konsumsi yang mencerminkan identitas individu dan sosial.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ihwal yang kemudian dikenal sebagai pola konsumsi itu kemudian memainkan peran penting dalam mendefinisikan identitas bersama, serta struktur yang kemudian terbentuk dari interaksi identitas tersebut.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Esensi tersebut berkembang hingga peradaban masyarakat modern dengan segala kompleksitasnya. Interaksi identitas pada konteks pangan itu disebut Perelman bertransformasi menjadi simbol komunikasi politik.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Salah satu sampel konkretnya tampak tercermin dari realita yang terjadi di negara-negara Asia Barat dan Afrika bagian Utara. Bahkan sebelum Arab Spring, roti sebagai makanan pokok telah menjadi simbol atau variabel spesifik ketika terjadi gejolak sosial dan politik.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lebih fundamental lagi, ajaran Konfusius juga menyebut kecukupan makanan sebagai satu dari tiga hal pokok yang perlu diperhatikan oleh seorang raja demi stabilitas pemerintahannya, selain kepercayaan rakyat dan tentara yang kuat.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Khusus pada diskursus mengenai <em>food security</em> atau ketahanan pangan saat ini, agaknya tidak bisa diabaikan sedikitpun, khususnya di tengah krisis multidimensi seperti Pandemi Covid-19.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Terlebih, proyeksi ketersediaan beras sebagai makanan pokok kerap menjadi kesimpulan dan peringatan yang “kurang menyenangkan” dari analisa para pakar.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">International Rice Research Institute (IRRI), juga sempat mempublikasikan policy brief-nya, yang berjudul <em>Safeguarding Food System in Southeast Asia Amid Covid-19</em>, yang kembali menjadi pengingat akan ancaman kerentanan pangan di kawasan Asia Tenggara.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">IRRI memprediksi terjadinya kerawanan pangan dalam jangka panjang di Filipina dan Indonesia. Ketahanan pangan terancam karena mata rantai pasokan beras, khususnya impor mengalami gangguan serius.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Negara-negara eksportir beras, seperti Vietnam dan Thailand, kesulitan memasok beras karena ada persoalan di dalam negeri maupun di sisi perdagangan antar negara.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun demikian, permasalahan beras saat ini kiranya tak hanya dipantik oleh persoalan itu saja. Mengacu pada sejumlah variabel, terdapat faktor “mencurigakan” lain yang agaknya memperburuk konteks ketersediaan beras dan intrik Mendag Zulhas dan Mentan SYL. Apakah itu? </p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img decoding="async" width="865" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/12/image-20.png" alt="image 20" class="wp-image-120318" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/12/image-20.png 865w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/12/image-20-253x300.png 253w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/12/image-20-127x150.png 127w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/12/image-20-768x909.png 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/12/image-20-696x824.png 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/12/image-20-355x420.png 355w" sizes="(max-width: 865px) 100vw, 865px" /></figure>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Krisis Pangan Hanya Retorika?</strong>&nbsp;</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam publikasinya di New Mandala yang berjudul <em>Indonesia’s rice racket</em>, Colum Graham menjabarkan bagaimana beras memang menjadi variabel dalam perpolitikan di Indonesia bahkan dalam konteks politik level tertinggi.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Naik-turunnya harga hingga ketersediaan beras sejak era mantan Presiden Soeharto yang memang berkorelasi erat dengan dinamika dan intrik politik yang sedang terjadi. &nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Terdapat hubungan khusus antara kekuatan politik elite dan para <em>rice trader</em> atau para “pedagang” beras yang mendefinisikan stok dan stabilitas harga makanan pokok negeri +62.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, C. Peter Timmer dalam jurnal berjudul <em>Food Security in Indonesia: Current Challenges and the Long-Run Outlook</em> menjelaskan bahwa ketahanan pangan selalu menjadi masalah emosional, karena kelaparan kronis, kekurangan pangan lokal, dan lonjakan harga pangan yang tiba-tiba semuanya menggerakkan sentimen publik untuk &#8220;melakukan sesuatu&#8221;.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ketahanan pangan dikatakan sebagai sebuah&nbsp;konsep yang abstrak&nbsp;namun tetap kuat secara emosional tentang apa yang diinginkan publik sehubungan dengan masalah ini.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagaimanapun definisinya, Timmer menyebut ketahanan pangan yang berkorelasi dengan “bom waktu” aspek minor tata kelola pangan domestik Indonesia jika impor beras tidak dikurangi atau dilarang sama sekali, telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat umum bahwa negara ini entah bagaimana kehilangan pijakan dalam upaya jangka panjangnya untuk mempertahankan pertumbuhan produksi beras lebih cepat daripada sebelumnya permintaan dalam negeri.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Retorika politik kemudian disebut cenderung&nbsp;mendukung harga beras yang lebih tinggi.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Partai politik (parpol)&nbsp;di Indonesia, seperti di Amerika Serikat (AS), Eropa, dan Jepang, bersaing untuk mendapatkan dukungan petani atas nama ketahanan pangan dan pendapatan yang lebih tinggi untuk pertanian keluarga. Biaya persaingan ini sangat menghebohkan bagi konsumen, pembayar pajak, atau keduanya.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Akan tetapi, terdapat momentum ketika parpol dan para elite merubah haluan kepentingan mengenai urusan beras saat “waktunya tiba”, terutama kebijakan impor yang kontradiktif dengan para petani.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lektor Kepala bidang Ilmu Politik di National University of Singapore Jamie S. Davidson dalam <em>Why rice self-sufficiency has such a grip on the Indonesian public imagination </em>menyiratkan diskursus impor terkadang bagai pisau bermata dua bagi politisi.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mengambil <em>case</em> sebelum Pilpres 2019 lalu, Davidson mengatakan kubu calon presiden (capres) Prabowo Subianto mengkritik pemerintahan Presiden Jokowi sejak 2014 sebagai pengimpor beras terbesar sejak rezim Orde Baru.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menariknya, Davidson mengamati bahwa tidak ada pejabat di pemerintahan Jokowi yang membantah “tuduhan” yang menjurus pada&nbsp;unsur-unsur dalam pemerintahan Jokowi diuntungkan secara finansial dari impor beras.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penelitian dan analisis dari Graham, Timmer, dan Davidson itu kiranya dapat mengurai intrik Mentan SYL dan Mendag Zulhas yang sampai memantik peringatan dari Presiden Jokowi.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di titik ini, diharapkan krisis pangan tidak benar-benar terjadi dan pemerintah tak lagi disibukkan oleh perdebatan tak perlu. Tata ulang pendataan ketersediaan beras yang akurat dan berkelanjutan diharapkan dapat terwujud dan diiringi dukungan terhadap infrastruktur pangan yang begitu kompleks. (J61)</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<div class="youtube-embed" data-video_id="pnUtKYhrV3s"><iframe loading="lazy" title="Deddy Corbuzier Kunci Kemenangan Prabowo?" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/pnUtKYhrV3s?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe></div>
</div></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/10/Keluarga-Jokowi-Kesal-ke-Polri.png" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Impor Beras, Dua Menteri Tak Kompak?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/infografis/impor-beras-dua-menteri-tak-kompak/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M78]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 01 Dec 2022 07:01:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[berita politik]]></category>
		<category><![CDATA[impor beras]]></category>
		<category><![CDATA[Syahrul Yasin Limpo]]></category>
		<category><![CDATA[Zulkifli Hasan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=120018</guid>

					<description><![CDATA[Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan dan Menteri Pertanian (Mentan) berbeda narasi soal wacana impor beras. Mendag mengklaim stok beras sudah menipis dan bisa memicu kenaikan harga. Sementara itu, Mentan menyebut stok beras nasional masih aman dengan mengacu pada data Badan Pusat Statistik (BPS). Di saat yang sama Direktur Utama (Dirut) Perum Bulog Budi Waseso mengatakan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="899" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/12/impor-beras-dua-menteri-tak-kompak-ed.-899x1024.jpg" alt="impor beras dua menteri tak kompak ed." class="wp-image-120021" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/12/impor-beras-dua-menteri-tak-kompak-ed.-899x1024.jpg 899w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/12/impor-beras-dua-menteri-tak-kompak-ed.-263x300.jpg 263w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/12/impor-beras-dua-menteri-tak-kompak-ed.-132x150.jpg 132w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/12/impor-beras-dua-menteri-tak-kompak-ed.-768x875.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/12/impor-beras-dua-menteri-tak-kompak-ed.-696x793.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/12/impor-beras-dua-menteri-tak-kompak-ed.-1068x1216.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/12/impor-beras-dua-menteri-tak-kompak-ed.-369x420.jpg 369w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/12/impor-beras-dua-menteri-tak-kompak-ed..jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 899px) 100vw, 899px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan dan Menteri Pertanian (Mentan) berbeda narasi soal wacana impor beras. Mendag mengklaim stok beras sudah menipis dan bisa memicu kenaikan harga. Sementara itu, Mentan menyebut stok beras nasional masih aman dengan mengacu pada data Badan Pusat Statistik (BPS).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di saat yang sama Direktur Utama (Dirut) Perum Bulog Budi Waseso mengatakan rencana impor beras merupakan hasil rapat koordinasi terbatas (Rakortas) di mana semua menteri terkait telah memberikan keputusan.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/12/impor-beras-dua-menteri-tak-kompak-ed.-899x1024.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Inikah Pengorbanan Mendag Lutfi?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/celoteh/inikah-pengorbanan-mendag-lutfi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[A43]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 Mar 2021 13:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[impor beras]]></category>
		<category><![CDATA[menteri perdagangan]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammad Lutfi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=103337</guid>

					<description><![CDATA[Mendag M. Lutfi pasang badan soal polemik kebijakan impor beras di tengah panen raya. Inikah pengorbanan Lutfi untuk Jokowi?]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Publik dan media diramaikan dengan isu kebijakan impor beras yang dilakukan pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) di tengah panen raya yang dilakukan oleh para petani. Lantas, apa pengorbanan yang dilakukan oleh Menteri Perdagangan (Mendag) M. Lutfi dalam menanggapi isu ini?</strong></p>



<hr class="wp-block-separator is-style-wide"/>



<p class="wp-block-paragraph"><strong><a href="http://pinterpolitik.com/">PinterPolitik.com</a></strong></p>



<p class="has-drop-cap wp-block-paragraph">Sudah setahun lebih pandemi Covid-19 ini membayang-bayangi masyarakat Indonesia. Hampir seluruh masyarakat pun turut terdampak oleh pandemi ini, baik secara lahir maupun batin.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Depresi, baik secara ekonomi maupun psikologis, misalnya, menjadi salah satu fitur penyerta yang menghantui kita. Bukan tidak mungkin, kegiatan hanya tinggal di rumah saja selama pandemi ini membuat kondisi ekonomi sekaligus psikologis masyarakat semakin lesu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Coba kalau kita ingat momen-momen sebelum pandemi&nbsp;<em>nih</em>, banyak&nbsp;<em>lho</em>&nbsp;hal-hal indah yang tanpa kita sadari membuat hidup kita lebih berwarna. Momen-momen bersejarah seperti dirilisnya film<em>&nbsp;Avengers: Endgame</em>&nbsp;(2019), misalnya, menjadi salah satu momen yang tidak terlupakan&nbsp;<em>tuh</em>&nbsp;– khususnya bagi kalian yang merupakan&nbsp;<em>geek</em>&nbsp;terhadap kisah-kisah pahlawan super.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di film tersebut, salah satu tokoh favorit banyak orang, yakni Iron Man, mengorbankan dirinya untuk menyelamatkan penduduk alam semesta. Dengan menggunakan&nbsp;<em>infinity gauntlet</em>, Tony Stark menggunakan kekuatannya yang terbatas. Alhasil, dirinya gugur dalam melawan Thanos.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Hmm</em>, mungkin, pengorbanan yang dramatis seperti itu bakal selalu membekas&nbsp;<em>nih</em>. Lagipula, dengan niatan untuk mewujudkan kebaikan bersama, Iron Man pasti akan selalu dihormati&nbsp;<em>sih</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca Juga:&nbsp;<a href="https://www.pinterpolitik.com/celoteh/jebakan-airlangga-dan-menteri-perdagangan">Jebakan Airlangga dan Menteri Perdagangan</a></strong></p>



<figure class="wp-block-image"><a href="https://www.instagram.com/p/CMv62C7BM-_/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><img decoding="async" src="https://www.pinterpolitik.com:8000/photos/shares/Infografis%202020/poster%20Gudang%20pangan.jpg" alt="Beras Impor Jokowi Gudang Pangan"/></a></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Boleh jadi, motivasi serupa ini juga perlu dimiliki para politisi dan pejabat. Coba tanya&nbsp;<em>aja</em>&nbsp;ke Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi yang beberapa waktu lalu mulai disoroti oleh para politisi, publik, dan media terkait polemik kebijakan impor beras di tengah panen raya para petani.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di tengah sorotan publik ke para pejabat lainnya – seperti Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL), dan Direktur Bulog Budi Waseso (Buwas) – soal kebijakan ini, Pak Lutfi justru memasang badan dan menyebutkan bahwa polemik ini bukan salah mereka. “Salahkan saya,” ujar Pak Mendag.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Hmm</em>, mungkin, Pak Mendag ini ingin bertindak bak pahlawan guna melindungi pemerintahan Jokowi dari sorotan banyak pihak. Bisa jadi, aksi Pak Lutfi ini mirip-mirip lah ya dengan sang Iron Man yang mengorbankan dirinya&nbsp;<em>nih</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Tapi nih</em>, kalau Iron Man ini kan kompak dan berdamai dulu dengan para pahlawan super lainnya – seperti Captain America – supaya bisa bersatu ketika melawan Thanos ya. Kalau Pak Lutfi ini&nbsp;<em>gimana</em>&nbsp;ya? Kompak&nbsp;<em>aja</em>&nbsp;belum tentu.&nbsp;<em>Wong</em>&nbsp;kebijakan ini bisa&nbsp;<em>aja</em>&nbsp;berseberangan dengan instruksi Pak Jokowi untuk benci produk luar negeri.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Hmm</em>, kalau pengorbanan Iron Man dalam&nbsp;<em>Endgame</em>&nbsp;menjadi akhir dari kisah Tony Stark, apakah ini bakal menjadi akhir kisah dari Pak Mendag di Kabinet Indonesia Maju&nbsp;<em>nggak</em>&nbsp;ya? Kan, Pak Jokowi bakal selalu marah kalau ada yang&nbsp;<em>nggak&nbsp;</em>cocok.&nbsp;<em>Hayoo</em>,&nbsp;<em>gimana nih</em>, Pak Lutfi?&nbsp;<em>Hehe</em>. (A43)</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca Juga:&nbsp;<a href="https://www.pinterpolitik.com/celoteh/tiga-sahabat-incar-kursi-jokowi">Tiga Sahabat Incar Kursi Jokowi?</a></strong></p>



<hr class="wp-block-separator is-style-wide"/>



<figure class="wp-block-embed is-type-rich is-provider-embed-handler wp-block-embed-embed-handler wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<div class="youtube-embed" data-video_id="2cI5JXwKP1g"><iframe loading="lazy" title="Sejarah GP Ansor: Barisan Pemuda NU Pembela Pancasila" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/2cI5JXwKP1g?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe></div>
</div></figure>



<p class="wp-block-paragraph">► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di&nbsp;<a href="http://bit.ly/PinterPolitik"><strong>bit.ly/PinterPolitik</strong></a></p>



<figure class="wp-block-image"><a href="http://bit.ly/ruang-publik"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="132" src="https://www.pinterpolitik.com/asset/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-1024x132.jpg" alt="" class="wp-image-61983" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-1024x132.jpg 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-300x39.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-768x99.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-696x90.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-1068x138.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-1920x248.jpg 1920w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></a></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di&nbsp;<strong><a href="http://bit.ly/ruang-publik">bit.ly/ruang-publik</a></strong>&nbsp;untuk informasi lebih lanjut.</p>



<figure class="wp-block-image"><a href="https://linktr.ee/PinterPublishing"><img decoding="async" src="https://www.pinterpolitik.com:8000/photos/shares/2021/3/ebook-promo-web-banner.jpg" alt=""/></a></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/Inikah-Pengorbanan-Mendag-Lutfi-1024x683.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Beda Gaya Ganjar-RK?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/celoteh/beda-gaya-ganjar-rk/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[A43]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 21 Mar 2021 10:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Beras]]></category>
		<category><![CDATA[Ganjar Pranowo]]></category>
		<category><![CDATA[impor beras]]></category>
		<category><![CDATA[Ridwan Kamil]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=103431</guid>

					<description><![CDATA[Kebijakan impor beras oleh pemerintah pusat tuai pro-kontra. Bagaimana respons para kepala daerah seperti Ganjar Pranowo dan Ridwan Kamil (RK)?]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Kebijakan impor beras yang dicanangkan oleh pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) menuai kritik karena dilakukan di tengah panen raya para petani Indonesia. Menanggapi kebijakan ini, dua gubernur – Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo dan Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil (RK) – yang berpotensi untuk menjadi calon presiden (capres) pada tahun 2024 memiliki respons yang berbeda.</strong></p>



<hr class="wp-block-separator is-style-wide"/>



<p class="wp-block-paragraph"><strong><a href="http://pinterpolitik.com/">PinterPolitik.com</a></strong></p>



<p class="has-drop-cap wp-block-paragraph">Bagi para penggemar komik, seri, dan film pahlawan super, pasti&nbsp;<em>udah</em>&nbsp;<em>nggak</em>&nbsp;asing lagi dengan tokoh-tokoh mutan yang ada di&nbsp;<em>franchise</em>&nbsp;X-Men. Dalam&nbsp;<em>franchise</em>&nbsp;besutan Marvel ini, para mutan ini terkadang bekerja sama dan bersatu untuk menyelamatkan umat manusia&nbsp;<em>lho</em>&nbsp;– meski terkadang perpecahan juga terjadi di antara mereka.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Nah</em>, contoh yang paling mentereng adalah Charles Xavier alias Professor X dan Erik Lehnsherr alias Magneto. Dua tokoh ini kerap berada di dua kubu yang berbeda&nbsp;<em>lho</em>. Misal&nbsp;<em>nih</em>, ketika Professor X ingin para mutan bisa hidup bersama dengan umat manusia biasa, Magneto justru menganggap bahwa ulah umat manusia lah yang membuat hidup para mutan kesulitan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meski begitu, dalam sejumlah kesempatan, Professor X dan Magneto ini sebenarnya adalah dua sahabat&nbsp;<em>lho</em>. Kala Professor X belum mendirikan X-Men, misalnya, Magneto lah yang justru yang membantu Xavier mengumpulkan para mutan untuk menghadapi berbagai ancaman bersama.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Wah</em>, keren&nbsp;<em>sih</em>. Mungkin, inilah yang dinamakan sebagai&nbsp;<em>frenemies&nbsp;</em>ya, yakni teman sekaligus musuh. Meski kadang bermusuhan, di lubuk hati terdalam masih tersimpan rasa persahabatan.&nbsp;<em>Hehe</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca Juga:&nbsp;<a href="https://www.pinterpolitik.com/in-depth/duet-anies-rk-senjata-mempesona-nasdem">Duet Anies-RK, Senjata Mempesona Nasdem?</a></strong></p>



<figure class="wp-block-image"><a href="https://www.instagram.com/p/CMdW5YcB4Pl/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><img decoding="async" src="https://www.pinterpolitik.com:8000/photos/shares/Infografis%20K12%202020/Ganjar-Susi-atau-Anies-Susi.jpg" alt="Ganjar Susi Anies Susi"/></a></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Presiden ke-44 Amerika Serikat (AS) Barack Obama dan mantan Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Hillary Clinton, misalnya, saling bersaing saat mencari posisi sebagai calon presiden (capres) pada tahun 2008. Namun, setelah Obama menang, mereka malah mengklaim kalau mereka adalah teman dekat&nbsp;<em>lho</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mungkin, hubungan serupa juga tengah terjadi&nbsp;<em>nih</em>&nbsp;antara Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo dan Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil (RK) alias Kang Emil. Pasalnya&nbsp;<em>nih</em>, meski keduanya beberapa kali bertemu dan sama-sama mendukung Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 lalu, kini keduanya sama-sama disebut-sebut bakal jadi calon penerus Jokowi di tahun 2024&nbsp;<em>lho</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Apalagi, Pak Ganjar dan Kang Emil ini tampaknya&nbsp;<em>udah</em>&nbsp;mulai berbeda pandangan&nbsp;<em>nih</em>. Soal kebijakan impor beras dari pemerintah pusat, misalnya, Kang Emil dengan jelas mengatakan akan menyampaikan kritik para petani pada pemerintah pusat. Sementara, Pak Ganjar – selain mengkritik – malah memberikan sedikit penjelasan soal justifikasi kebijakan impor&nbsp;<em>lho</em>.&nbsp;<em>Hmm</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Padahal&nbsp;<em>nih</em>, dua-duanya ini sama-sama jadi pejabat yang lumayan mendapatkan perhatian&nbsp;<em>lho</em>&nbsp;di internet – khususnya di media sosial (medsos).&nbsp;<em>Hmm</em>, apakah mungkin medsos ke depannya ini bakal jadi medan persaingan antara Pak Ganjar dan Kang Emil ya?&nbsp;<em>Hehe</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ya, terlepas dari adanya kemungkinan atas persaingan itu, jangan sampai lah nanti berakhir jadi perang medsos. Nanti malah ada perang antar-<em>fanbase</em>&nbsp;bak perang antar-artis.&nbsp;<em>Hehe</em>. (A43)</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca Juga:&nbsp;<a href="https://www.pinterpolitik.com/celoteh/siasat-samaran-ganjar-pranowo">Siasat Samaran Ganjar Pranowo</a></strong></p>



<hr class="wp-block-separator is-style-wide"/>



<figure class="wp-block-embed is-type-rich is-provider-embed-handler wp-block-embed-embed-handler wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<div class="youtube-embed" data-video_id="zwXtUSRlMd0"><iframe loading="lazy" title="Ini Yang Terjadi Jika PKI Berkuasa" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/zwXtUSRlMd0?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe></div>
</div></figure>



<p class="wp-block-paragraph">► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di&nbsp;<a href="http://bit.ly/PinterPolitik"><strong>bit.ly/PinterPolitik</strong></a></p>



<figure class="wp-block-image"><a href="http://bit.ly/ruang-publik"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="132" src="https://www.pinterpolitik.com/asset/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-1024x132.jpg" alt="" class="wp-image-61983" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-1024x132.jpg 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-300x39.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-768x99.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-696x90.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-1068x138.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-1920x248.jpg 1920w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></a></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di&nbsp;<strong><a href="http://bit.ly/ruang-publik">bit.ly/ruang-publik</a></strong>&nbsp;untuk informasi lebih lanjut.</p>



<figure class="wp-block-image"><a href="https://linktr.ee/PinterPublishing"><img decoding="async" src="https://www.pinterpolitik.com:8000/photos/shares/2021/3/ebook-promo-web-banner.jpg" alt=""/></a></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/Beda-Gaya-Ganjar-RK.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Formula E yang Tertunda (Lagi)</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/infografis/formula-e-yang-tertunda-lagi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[K12]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 21 Mar 2021 05:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[Bulog]]></category>
		<category><![CDATA[impor beras]]></category>
		<category><![CDATA[Jokowi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=90571</guid>

					<description><![CDATA[]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-large is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/Saat-Jokowi-Lupa-Janji-Tak-Impor-863x1024.jpg" alt="" class="wp-image-90582" width="863" height="1024" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/Saat-Jokowi-Lupa-Janji-Tak-Impor-863x1024.jpg 863w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/Saat-Jokowi-Lupa-Janji-Tak-Impor-253x300.jpg 253w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/Saat-Jokowi-Lupa-Janji-Tak-Impor-126x150.jpg 126w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/Saat-Jokowi-Lupa-Janji-Tak-Impor-768x912.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/Saat-Jokowi-Lupa-Janji-Tak-Impor-696x826.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/Saat-Jokowi-Lupa-Janji-Tak-Impor-1068x1268.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/Saat-Jokowi-Lupa-Janji-Tak-Impor-354x420.jpg 354w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/Saat-Jokowi-Lupa-Janji-Tak-Impor.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 863px) 100vw, 863px" /><figcaption>Rencana pemerintah impor beras dikritik banyak pihak</figcaption></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/Saat-Jokowi-Lupa-Janji-Tak-Impor-863x1024.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Jokowi vs Buwas di Ujung Bulog</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/in-depth/jokowi-vs-buwas-di-ujung-bulog/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[H57]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Dec 2019 11:45:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nalar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Buwas Dirut Bulog]]></category>
		<category><![CDATA[Enggartiasto Lukita]]></category>
		<category><![CDATA[impor beras]]></category>
		<category><![CDATA[Jokowi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=70377</guid>

					<description><![CDATA[Kabar tak sedap datang dari perusahaan milik negara, Perum Bulog. Sebanyak 20 ribu ton beras milik perusahaan ini terpaksa dimusnahkan. Pasalnya, stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) tersebut tak dapat lagi dikonsumsi. PinterPolitik.com Hal itu mengacu pada Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) No 38 Tahun 2018 tentang Pengelolaan Cadangan Beras Pemerintah (CBP). Dalam regulasi tersebut, disebutkan apabila [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>Kabar tak sedap datang dari perusahaan milik negara, Perum Bulog. Sebanyak 20 ribu ton beras milik perusahaan ini terpaksa dimusnahkan. Pasalnya, stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) tersebut tak dapat lagi dikonsumsi.</strong></h4>
<hr>
<p><span style="color: #cedb2a"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p><span class="dropcap dropcap2">H</span>al itu mengacu pada Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) No 38 Tahun 2018 tentang Pengelolaan Cadangan Beras Pemerintah (CBP). Dalam regulasi tersebut, disebutkan apabila batas waktu simpan melampaui 4 bulan, maka berpotensi mengalami penurunan mutu.</p>
<p>Atas dasar itu, seluruh beras yang ada di Bulog yang dianggap telah melewati batas waktu simpan yang sudah ditetapkan terpaksa harus dibuang atau di-<em>disposal.</em></p>
<p>Lantas, apa hubungannya dengan kasus pemusnahan 20 ribu ton beras yang kini sedang ramai dibahas? Ternyata, usia penyimpanan beras 20 ribu ton itu telah melebihi 1 tahun. Dengan begitu, tidak ada alasan bagi pihak Bulog untuk tidak menjalankan mandat regulasi tersebut.</p>
<p>Meski demikian, Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso alias Buwas, mengatakan beras yang akan di-­<em>disposal</em> itu bukan berarti tak dapat dikonsumsi lagi.</p>
<p>Menurutnya, terkait ketentuan pelepasan (<em>disposal stock</em>) telah diatur dalam Permentan 38/2018. Beras <em>disposal </em>itu akan diolah menjadi produk lain seperti tepung, ethanol dan pakan ternak.</p>
<p>Namun, mirisnya akibat dari salah perhitungan itu negara harus merugi sebesar Rp 160 miliar. Ini tentu sangat menyedihkan. Belum lagi, perusahaan negara yang sempat jadi sorotan publik ini kini sedang mengalami masalah besar terkait finansial.</p>
<p>Bulog saat ini sedang dililit utang senilai Rp 28 triliun per November 2019. Angka ini meningkat dua kali lipat jika dibandingkan pada 2017 yang hanya Rp 13,2 triliun.</p>
<p>Menanggapi utang tersebut, Buwas menuturkan bahwa hal itu disebabkan adanya pengadaan beras baik dari dalam negeri maupun luar negeri.</p>
<p>Kesulitan mencari jalan keluar, Buwas pun mengaku bingung bagaimana cara mengatasi utang perusahaan yang kian menggunung itu.</p>
<p>Kini, di tengah upaya penyelematan utang Bulog yang terus membengkak, Buwas harus siap menghadapi hujan kritik terkait kasus pemusnahan puluhan ribu ton beras rusak.</p>
<p>Ibarat sudah jatuh tertimpa tangga, Buwas harus mencari dana lagi untuk pemusnahan beras, sebab <em>disposal stock</em> memerlukan biaya tak sedikit.</p>
<p>Sebelum itu sosok yang dikenal galak ini telah mengingatkan kepada pemerintah agar melakukan perhitungan yang cermat sebelum menerapkan kebijakan impor beras.</p>
<p>Sayangnya, himbauan itu sama sekali tak digubris. Pemerintah melalui mantan Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita ketika itu bahkan ngotot untuk tetap melakukan impor beras.</p>
<p>Padahal, stok beras nasional yang ada di gudang Bulog masih tersedia cukup banyak. Bahkan, menurut Buwas pasokan beras di 2018 cukup untuk kebutuhan domestik, dan diprediksi mampu memenuhi kebutuhan beras dalam negeri hingga 2020.</p>
<p>Menariknya, sikap keras kepala itu tidak hanya ditunjukkan Enggartiasto. Rupanya Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun sangat <strong><a href="https://nasional.kompas.com/read/2019/02/18/00072271/alasan-jokowi-tetap-impor-meski-stok-cadangan-beras-surplus">mendukung</a> </strong>kebijakan impor beras tersebut.</p>
<p>Jika demikian, apa yang bisa dimaknai dari persoalan ini?</p>
<blockquote class="instagram-media" data-instgrm-captioned data-instgrm-permalink="https://www.instagram.com/p/B540KxXpJCc/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" data-instgrm-version="12" style=" background:#FFF; border:0; border-radius:3px; box-shadow:0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width:658px; min-width:326px; padding:0; width:99.375%; width:-webkit-calc(100% - 2px); width:calc(100% - 2px);">
<div style="padding:16px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/B540KxXpJCc/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" background:#FFFFFF; line-height:0; padding:0 0; text-align:center; text-decoration:none; width:100%;" target="_blank"> </p>
<div style=" display: flex; flex-direction: row; align-items: center;">
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 40px; margin-right: 14px; width: 40px;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center;">
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 100px;"></div>
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 60px;"></div>
</div>
</div>
<div style="padding: 19% 0;"></div>
<div style="display:block; height:50px; margin:0 auto 12px; width:50px;"><svg width="50px" height="50px" viewBox="0 0 60 60" version="1.1" xmlns="https://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="https://www.w3.org/1999/xlink"><g stroke="none" stroke-width="1" fill="none" fill-rule="evenodd"><g transform="translate(-511.000000, -20.000000)" fill="#000000"><g><path d="M556.869,30.41 C554.814,30.41 553.148,32.076 553.148,34.131 C553.148,36.186 554.814,37.852 556.869,37.852 C558.924,37.852 560.59,36.186 560.59,34.131 C560.59,32.076 558.924,30.41 556.869,30.41 M541,60.657 C535.114,60.657 530.342,55.887 530.342,50 C530.342,44.114 535.114,39.342 541,39.342 C546.887,39.342 551.658,44.114 551.658,50 C551.658,55.887 546.887,60.657 541,60.657 M541,33.886 C532.1,33.886 524.886,41.1 524.886,50 C524.886,58.899 532.1,66.113 541,66.113 C549.9,66.113 557.115,58.899 557.115,50 C557.115,41.1 549.9,33.886 541,33.886 M565.378,62.101 C565.244,65.022 564.756,66.606 564.346,67.663 C563.803,69.06 563.154,70.057 562.106,71.106 C561.058,72.155 560.06,72.803 558.662,73.347 C557.607,73.757 556.021,74.244 553.102,74.378 C549.944,74.521 548.997,74.552 541,74.552 C533.003,74.552 532.056,74.521 528.898,74.378 C525.979,74.244 524.393,73.757 523.338,73.347 C521.94,72.803 520.942,72.155 519.894,71.106 C518.846,70.057 518.197,69.06 517.654,67.663 C517.244,66.606 516.755,65.022 516.623,62.101 C516.479,58.943 516.448,57.996 516.448,50 C516.448,42.003 516.479,41.056 516.623,37.899 C516.755,34.978 517.244,33.391 517.654,32.338 C518.197,30.938 518.846,29.942 519.894,28.894 C520.942,27.846 521.94,27.196 523.338,26.654 C524.393,26.244 525.979,25.756 528.898,25.623 C532.057,25.479 533.004,25.448 541,25.448 C548.997,25.448 549.943,25.479 553.102,25.623 C556.021,25.756 557.607,26.244 558.662,26.654 C560.06,27.196 561.058,27.846 562.106,28.894 C563.154,29.942 563.803,30.938 564.346,32.338 C564.756,33.391 565.244,34.978 565.378,37.899 C565.522,41.056 565.552,42.003 565.552,50 C565.552,57.996 565.522,58.943 565.378,62.101 M570.82,37.631 C570.674,34.438 570.167,32.258 569.425,30.349 C568.659,28.377 567.633,26.702 565.965,25.035 C564.297,23.368 562.623,22.342 560.652,21.575 C558.743,20.834 556.562,20.326 553.369,20.18 C550.169,20.033 549.148,20 541,20 C532.853,20 531.831,20.033 528.631,20.18 C525.438,20.326 523.257,20.834 521.349,21.575 C519.376,22.342 517.703,23.368 516.035,25.035 C514.368,26.702 513.342,28.377 512.574,30.349 C511.834,32.258 511.326,34.438 511.181,37.631 C511.035,40.831 511,41.851 511,50 C511,58.147 511.035,59.17 511.181,62.369 C511.326,65.562 511.834,67.743 512.574,69.651 C513.342,71.625 514.368,73.296 516.035,74.965 C517.703,76.634 519.376,77.658 521.349,78.425 C523.257,79.167 525.438,79.673 528.631,79.82 C531.831,79.965 532.853,80.001 541,80.001 C549.148,80.001 550.169,79.965 553.369,79.82 C556.562,79.673 558.743,79.167 560.652,78.425 C562.623,77.658 564.297,76.634 565.965,74.965 C567.633,73.296 568.659,71.625 569.425,69.651 C570.167,67.743 570.674,65.562 570.82,62.369 C570.966,59.17 571,58.147 571,50 C571,41.851 570.966,40.831 570.82,37.631"></path></g></g></g></svg></div>
<div style="padding-top: 8px;">
<div style=" color:#3897f0; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:550; line-height:18px;"> View this post on Instagram</div>
</div>
<div style="padding: 12.5% 0;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: row; margin-bottom: 14px; align-items: center;">
<div>
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(0px) translateY(7px);"></div>
<div style="background-color: #F4F4F4; height: 12.5px; transform: rotate(-45deg) translateX(3px) translateY(1px); width: 12.5px; flex-grow: 0; margin-right: 14px; margin-left: 2px;"></div>
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(9px) translateY(-18px);"></div>
</div>
<div style="margin-left: 8px;">
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 20px; width: 20px;"></div>
<div style=" width: 0; height: 0; border-top: 2px solid transparent; border-left: 6px solid #f4f4f4; border-bottom: 2px solid transparent; transform: translateX(16px) translateY(-4px) rotate(30deg)"></div>
</div>
<div style="margin-left: auto;">
<div style=" width: 0px; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-right: 8px solid transparent; transform: translateY(16px);"></div>
<div style=" background-color: #F4F4F4; flex-grow: 0; height: 12px; width: 16px; transform: translateY(-4px);"></div>
<div style=" width: 0; height: 0; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-left: 8px solid transparent; transform: translateY(-4px) translateX(8px);"></div>
</div>
</div>
<p></a> </p>
<p style=" margin:8px 0 0 0; padding:0 4px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/B540KxXpJCc/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" color:#000; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px; text-decoration:none; word-wrap:break-word;" target="_blank">Pemerintah musnahkan 20 ribu ton beras rusak. Simak artikel selengkapnya di https://pinterpolitik.com/ #infografik #infografis #politik #politikindonesia #politikluarnegeri #pinterpolitik</a></p>
<p style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px; margin-bottom:0; margin-top:8px; overflow:hidden; padding:8px 0 7px; text-align:center; text-overflow:ellipsis; white-space:nowrap;">A post shared by <a href="https://www.instagram.com/pinterpolitik/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px;" target="_blank"> PinterPolitik.com</a> (@pinterpolitik) on <time style=" font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px;" datetime="2019-12-10T09:59:02+00:00">Dec 10, 2019 at 1:59am PST</time></p>
</div>
</blockquote>
<p><script async src="//www.instagram.com/embed.js"></script></p>
<h4><strong>Polemik Kebijakan Impor Beras</strong></h4>
<p>Hulu dari pemusnahan cadangan beras pemerintah ini tiada lain akibat membludaknya pasokan beras di perum Bulog. Besarnya stok beras di Bulog berdampak pada inefisiensi pengelolaan.</p>
<p>Disinyalir hal itu sebagai efek dari kebijakan pemerintah yang mengabaikan kondisi riil di lapangan. Pemerintah di bawah Kementerian Perdagangan Enggartiasto tidak menghentikan – minimal mengerem – keinginan untuk terus memasok beras dari luar.</p>
<p>Padahal, pasokan beras dalam negeri pada 2018, menurut Buwas sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan beras nasional. Jikapun dipaksa impor, risikonya stok beras yang dikelola Bulog bakal mengalami kesulitan dalam penyimpanan, juga mekanisme penyalurannya.</p>
<p>Buwas menyebut daya tampung gudang Bulog hanya mampu memuat 2,4 juta ton. Pun, kapasitas 2,4 juta ton itu sendiri sudah terisi penuh oleh beras dari dalam negeri dan realisasi impor sebelumnya. Sementara kalau menambah lagi 2 juta ton, maka tentu akan sulit menyediakan tempat penyimpanan.</p>
<p>Namun, pernyataan Buwas itu dibantah Enggartiasto bahwa impor beras 2018 justru untuk mengatasi kondisi pasokan beras domestik yang minim.</p>
<p>Enggartiasto diketahui telah menerbitkan izin impor beras sebanyak 2 ton pada 2018 yang rencananya akan dilakukan secara bertahap.</p>
<p>Politisi Partai Nasdem itu bahkan tak peduli soal stok beras di gudang yang sudah penuh. Dirinya menyebut perkara gudang yang penuh bukan urusannya. Tugas dia sekadar menetapkan izin impor.</p>
<p>Kini apa yang diprediksikan Buwas setahun lalu itu tidak meleset. Buah dari keras kepala yang ditunjukkan Enggartiasto berdampak buruk terhadap salah satu perusahaan primadona milik negara itu.</p>
<p>Mirisnya, kebijakan Enggartiasto itu mendapat dukungan penuh dari Presiden Jokowi, yang menurutnya kebijakan impor beras masih dibutuhkan ketika itu.</p>
<p>Alasannya sederhana, fluktuasi harga beras nasional yang kerap tidak stabil akibat ketidakstabilan pasokan harus diakali dengan kebijakan impor.</p>
<p>Ironinya, Jokowi sendiri saat itu mengakui kalau stok beras dalam negeri sedang mengalami surplus. Lalu, apa yang membuatnya ikut mendukung ngotot agar tetap impor?</p>
<p>Diketahui, produksi beras nasional pada 2018 mencapai 33 juta ton. Sementara tingkat konsumsi masyarakat di tahun yang sama berkisar 29 juta ton. Ini berarti masih terdapat surplus 3 juta ton sepanjang 2018.</p>
<p>Namun, Jokowi punya alasan lain untuk membenarkan kebijakan impor beras tersebut. Menurutnya, kebijakan impor dimaksudkan untuk menjaga ketersediaan cadangan.</p>
<p>Jokowi juga berkilah hal itu demi menjaga kestabilan harga beras di pasaran, jika sewaktu-waktu terjadi gagal panen, menimbang kondisi cuaca dan bencana yang kerap menjadi penyebabnya.</p>
<blockquote class="instagram-media" data-instgrm-captioned data-instgrm-permalink="https://www.instagram.com/p/B55BQylpwsU/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" data-instgrm-version="12" style=" background:#FFF; border:0; border-radius:3px; box-shadow:0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width:658px; min-width:326px; padding:0; width:99.375%; width:-webkit-calc(100% - 2px); width:calc(100% - 2px);">
<div style="padding:16px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/B55BQylpwsU/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" background:#FFFFFF; line-height:0; padding:0 0; text-align:center; text-decoration:none; width:100%;" target="_blank"> </p>
<div style=" display: flex; flex-direction: row; align-items: center;">
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 40px; margin-right: 14px; width: 40px;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center;">
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 100px;"></div>
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 60px;"></div>
</div>
</div>
<div style="padding: 19% 0;"></div>
<div style="display:block; height:50px; margin:0 auto 12px; width:50px;"><svg width="50px" height="50px" viewBox="0 0 60 60" version="1.1" xmlns="https://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="https://www.w3.org/1999/xlink"><g stroke="none" stroke-width="1" fill="none" fill-rule="evenodd"><g transform="translate(-511.000000, -20.000000)" fill="#000000"><g><path d="M556.869,30.41 C554.814,30.41 553.148,32.076 553.148,34.131 C553.148,36.186 554.814,37.852 556.869,37.852 C558.924,37.852 560.59,36.186 560.59,34.131 C560.59,32.076 558.924,30.41 556.869,30.41 M541,60.657 C535.114,60.657 530.342,55.887 530.342,50 C530.342,44.114 535.114,39.342 541,39.342 C546.887,39.342 551.658,44.114 551.658,50 C551.658,55.887 546.887,60.657 541,60.657 M541,33.886 C532.1,33.886 524.886,41.1 524.886,50 C524.886,58.899 532.1,66.113 541,66.113 C549.9,66.113 557.115,58.899 557.115,50 C557.115,41.1 549.9,33.886 541,33.886 M565.378,62.101 C565.244,65.022 564.756,66.606 564.346,67.663 C563.803,69.06 563.154,70.057 562.106,71.106 C561.058,72.155 560.06,72.803 558.662,73.347 C557.607,73.757 556.021,74.244 553.102,74.378 C549.944,74.521 548.997,74.552 541,74.552 C533.003,74.552 532.056,74.521 528.898,74.378 C525.979,74.244 524.393,73.757 523.338,73.347 C521.94,72.803 520.942,72.155 519.894,71.106 C518.846,70.057 518.197,69.06 517.654,67.663 C517.244,66.606 516.755,65.022 516.623,62.101 C516.479,58.943 516.448,57.996 516.448,50 C516.448,42.003 516.479,41.056 516.623,37.899 C516.755,34.978 517.244,33.391 517.654,32.338 C518.197,30.938 518.846,29.942 519.894,28.894 C520.942,27.846 521.94,27.196 523.338,26.654 C524.393,26.244 525.979,25.756 528.898,25.623 C532.057,25.479 533.004,25.448 541,25.448 C548.997,25.448 549.943,25.479 553.102,25.623 C556.021,25.756 557.607,26.244 558.662,26.654 C560.06,27.196 561.058,27.846 562.106,28.894 C563.154,29.942 563.803,30.938 564.346,32.338 C564.756,33.391 565.244,34.978 565.378,37.899 C565.522,41.056 565.552,42.003 565.552,50 C565.552,57.996 565.522,58.943 565.378,62.101 M570.82,37.631 C570.674,34.438 570.167,32.258 569.425,30.349 C568.659,28.377 567.633,26.702 565.965,25.035 C564.297,23.368 562.623,22.342 560.652,21.575 C558.743,20.834 556.562,20.326 553.369,20.18 C550.169,20.033 549.148,20 541,20 C532.853,20 531.831,20.033 528.631,20.18 C525.438,20.326 523.257,20.834 521.349,21.575 C519.376,22.342 517.703,23.368 516.035,25.035 C514.368,26.702 513.342,28.377 512.574,30.349 C511.834,32.258 511.326,34.438 511.181,37.631 C511.035,40.831 511,41.851 511,50 C511,58.147 511.035,59.17 511.181,62.369 C511.326,65.562 511.834,67.743 512.574,69.651 C513.342,71.625 514.368,73.296 516.035,74.965 C517.703,76.634 519.376,77.658 521.349,78.425 C523.257,79.167 525.438,79.673 528.631,79.82 C531.831,79.965 532.853,80.001 541,80.001 C549.148,80.001 550.169,79.965 553.369,79.82 C556.562,79.673 558.743,79.167 560.652,78.425 C562.623,77.658 564.297,76.634 565.965,74.965 C567.633,73.296 568.659,71.625 569.425,69.651 C570.167,67.743 570.674,65.562 570.82,62.369 C570.966,59.17 571,58.147 571,50 C571,41.851 570.966,40.831 570.82,37.631"></path></g></g></g></svg></div>
<div style="padding-top: 8px;">
<div style=" color:#3897f0; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:550; line-height:18px;"> View this post on Instagram</div>
</div>
<div style="padding: 12.5% 0;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: row; margin-bottom: 14px; align-items: center;">
<div>
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(0px) translateY(7px);"></div>
<div style="background-color: #F4F4F4; height: 12.5px; transform: rotate(-45deg) translateX(3px) translateY(1px); width: 12.5px; flex-grow: 0; margin-right: 14px; margin-left: 2px;"></div>
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(9px) translateY(-18px);"></div>
</div>
<div style="margin-left: 8px;">
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 20px; width: 20px;"></div>
<div style=" width: 0; height: 0; border-top: 2px solid transparent; border-left: 6px solid #f4f4f4; border-bottom: 2px solid transparent; transform: translateX(16px) translateY(-4px) rotate(30deg)"></div>
</div>
<div style="margin-left: auto;">
<div style=" width: 0px; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-right: 8px solid transparent; transform: translateY(16px);"></div>
<div style=" background-color: #F4F4F4; flex-grow: 0; height: 12px; width: 16px; transform: translateY(-4px);"></div>
<div style=" width: 0; height: 0; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-left: 8px solid transparent; transform: translateY(-4px) translateX(8px);"></div>
</div>
</div>
<p></a> </p>
<p style=" margin:8px 0 0 0; padding:0 4px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/B55BQylpwsU/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" color:#000; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px; text-decoration:none; word-wrap:break-word;" target="_blank">PKPU No. 18 tahun 2019 tak larang eks terpidana korupsi ikut pilkada. Simak artikel selengkapnya di https://pinterpolitik.com/ #infografik #infografis #politik #politikindonesia #politikluarnegeri #pinterpolitik</a></p>
<p style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px; margin-bottom:0; margin-top:8px; overflow:hidden; padding:8px 0 7px; text-align:center; text-overflow:ellipsis; white-space:nowrap;">A post shared by <a href="https://www.instagram.com/pinterpolitik/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px;" target="_blank"> PinterPolitik.com</a> (@pinterpolitik) on <time style=" font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px;" datetime="2019-12-10T11:53:27+00:00">Dec 10, 2019 at 3:53am PST</time></p>
</div>
</blockquote>
<p><script async src="//www.instagram.com/embed.js"></script></p>
<h4><strong>Bisnis Kartel di Balik Impor beras</strong></h4>
<p>Mantan Menko Kemaritiman Rizal Ramli <strong><a href="https://bisnis.tempo.co/read/1128427/rizal-ramli-sebut-kebijakan-impor-beras-jokowi-ditunggangi-kartel">mengatakan</a></strong> kebijakan impor beras di era Jokowi ditunggangi oleh permainan kartel pangan yang menempel di pemeritah. Akibat hal itu, Jokowi, kata Rizal tidak bisa berkutik.</p>
<p>Rizal menilai kebijakan impor merupakan sebuah langkah tidak tepat di saat para petani sedang memasuki musim panen. Jika itu tetap dilakukan, maka sudah pasti di belakangnya terdapat pemain kartel.</p>
<p>Hal serupa juga diakui mantan Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman, yang mengungkapkan kentalnya mafia pangan selama kepemimpinannya.</p>
<p>Lincolin Arsyad dari Universitas Gadjah Mada Yogyakarta menyebut kartel merupakan suatu organisasi resmi dari para penjual yang secara bersama menentukan harga, kuantitas, dan diferensiasi produk secara bersama-sama untuk memaksimalkan keuntungan industri tersebut.</p>
<p>Dalam konteks kebijakan impor beras, fenomena ini meskipun tidak kasat mata, dapat tersingkap melalui performa kebijakan di era Jokowi yang terbukti melapangkan jalan para pemain kartel memainkan irama pasokan pangan, khususnya komoditas beras, seperti yang disinggung oleh Rizal Ramli dan Amran Sulaiman.</p>
<p>Dugaan kuat adanya pemain kartel di balik impor beras memang cukup beralasan. Cara lain untuk melihat hal itu melalui ketidakmampuan Jokowi dalam menghentikan kebijakan impor beras yang tampak terpaksa itu.</p>
<p>Jokowi bersama lingkaran pembantunya bahkan ikut terseret dalam dinamika kartelisasi ini. Bisa jadi mereka tidak menginginkan itu, namun tak punya pilihan kebijakan lain.</p>
<p>Robison dan Hadiz dalam <em>The Political Economy of Oligarchy and The Reorganization of Power in Indonesia</em> menyebut kelompok ini sebagai klik oligarki atau oligarki predatoris – sebuah entitas atau jejaring bisnis-politik yang melibatkan para birokrat dengan pengusaha.</p>
<p>Klik oligarki ini senantiasa memanfaatkan segala akses dan fasilitas publik yang ada untuk mengeruk keuntungan sebanyak-banyaknya tanpa memedulikan nasib masyarakat.</p>
<p>Robison dan Hadiz &nbsp;juga mengungkapkan bahwa para oligarki ini memiliki keistimewaan terutama dalam membagi-bagikan lisensi perdagangan.</p>
<p>Pernyataan ini menggambarkan adanya praktik bisnis-politik yang beroperasi di balik kebijakan impor yang melibatkan aktor-aktor penting di dalamnya.</p>
<p>Mereka bukanlah orang-orang sembarangan. Kekuatan mereka bersumber pada keistimewaan hak yang diberikan oleh negara berupa jabatan formal beserta sumber daya material (<em>capital</em>) yang mereka miliki.</p>
<p>Imbas dari permainan kartel di balik kebijakan impor ini tidak hanya membuat harga beras domestik merosot akibat stok yang melimpah, melainkan berdampak buruk terhadap nasib para petani yang jumlahnya mencapai 4 juta lebih.</p>
<p>Alhasil, 20 ribu ton beras yang terbuang sia-sia adalah harga yang harus dibayar rakyat Indonesia akibat kejamnya praktik kartelisasi ini. (H57)</p>
<div class="youtube-embed" data-video_id="H2k6rjxrI5U"><iframe loading="lazy" title="Kisah di Balik Foto-foto Jokowi di KTT" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/H2k6rjxrI5U?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe></div>
<p>► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di&nbsp;<a href="http://bit.ly/PinterPolitik"><strong>bit.ly/PinterPolitik</strong></a></p>
<p>Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di&nbsp;<strong><a href="http://bit.ly/ruang-publik">bit.ly/ruang-publik</a></strong>&nbsp;untuk informasi lebih lanjut.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/12/buwas-jokowi-bulog.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Indonesia Dijajah Impor Pangan?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/in-depth/indonesia-dijajah-impor-pangan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M39]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Oct 2018 09:43:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nalar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[impor beras]]></category>
		<category><![CDATA[Impor Pangan]]></category>
		<category><![CDATA[Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[Kementerian Perdagangan]]></category>
		<category><![CDATA[Politik Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=42526</guid>

					<description><![CDATA[“Who controls the food supply controls the people; who controls the energy can control whole continents; who controls money can control the world”, Henry Kissinger, mantan Menteri Luar Negeri AS PinterPolitik.com [dropcap]M[/dropcap]enko Perekonomian, Darmin Nasution, beberapa waktu yang lalu mengakui bahwa impor pangan yang dilakukan pemerintah pada tahun ini memang cukup tinggi. Menurut data Badan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>“Who controls the food supply controls the people; who controls the energy can control whole continents; who controls money can control the world”, Henry Kissinger, mantan Menteri Luar Negeri AS</strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #cedb2a;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]M[/dropcap]enko Perekonomian, Darmin Nasution, beberapa waktu yang lalu mengakui bahwa impor pangan yang dilakukan pemerintah pada tahun ini memang cukup tinggi.</p>
<p>Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), sejumlah impor pangan memang mengalami kenaikan, antara lain komoditas beras yang naik signifikan dibandingkan tahun sebelumnya dari 198.560 ton menjadi 2,01 juta ton.</p>
<p>Tidak hanya beras, beberapa komoditas pangan seperti daging sapi, gula, garam, mentega, bahkan tepung terigu juga mengalami kenaikan.</p>
<p>Impor daging lembu mencapai 140.268 ton, naik 17,81% sepanjang Januari-September 2018 dibandingkan dari tahun sebelumnya yang mencapai 119.061 ton. Sementara kenaikan impor gula tebu juga terjadi sebesar 9,7% atau dari 3,08 juta ton menjadi 3,38 juta ton.</p>
<p>Impor garam juga naik 22,34% atau dari 1,79 juta ton menjadi 2,19 juta ton. Sedangkan, impor mentega naik dari 15.501 ton menjadi 17.244 ton dan impor tepung terigu naik sekitar 30% dari 36.157 ton menjadi 47.350 ton.</p>
<p>Walaupun impor, Darmin mengklaim bahwa ketahanan pangan Indonesia mengalami peningkatan cukup signifikan. Pada 2014, indeks ketahanan pangan Indonesia berada di posisi 72 dan pada 2017 naik ke posisi 65 dari 113 negara.</p>
<p>Meskipun ketahanan pangan mengalami peningkatan, namun apakah peningkatan impor merupakan tren yang positif? Bukankah meningkatnya impor pangan menunjukkan ketergantungan Indonesia pada hasil pangan negara lain?</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-42530" src="https://pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/10/Impor-Pangan-Terus-Melambung.jpg" alt="Indonesia Dijajah Impor Pangan" width="1080" height="1144" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/10/Impor-Pangan-Terus-Melambung.jpg 1080w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/10/Impor-Pangan-Terus-Melambung-283x300.jpg 283w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/10/Impor-Pangan-Terus-Melambung-768x814.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/10/Impor-Pangan-Terus-Melambung-967x1024.jpg 967w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/10/Impor-Pangan-Terus-Melambung-696x737.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/10/Impor-Pangan-Terus-Melambung-1068x1131.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/10/Impor-Pangan-Terus-Melambung-397x420.jpg 397w" sizes="auto, (max-width: 1080px) 100vw, 1080px" /></p>
<h4><strong>Penjajahan Pangan</strong></h4>
<p>Dalam sistem internasional, ekspor impor merupakan salah satu aktivitas perdagangan yang kini wajib dilakukan sebuah negara.  Namun celakanya, sistem dunia telah membentuk relasi ketergantungan suplai pangan yang di kuasai oleh negara-negara maju.</p>
<blockquote class="twitter-tweet" data-width="550" data-dnt="true">
<p lang="in" dir="ltr">Skrng saatnya panen kok impor ? Unt apa? Ka Bulog yg mengurusi stok pangan bilang tdk perlu impor karena cadangan beras cukup sampai Juni 2019. Indonesia negara agraris. Kita makan nasi dari petani-petani kita. Mereka tulang punggung pangan kita. Kok tetep mau impor ! Ada apa ??</p>
<p>&mdash; Gatot Nurmantyo (@Nurmantyo_Gatot) <a href="https://twitter.com/Nurmantyo_Gatot/status/1044253906967048193?ref_src=twsrc%5Etfw">September 24, 2018</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p>Philip McMichael dalam jurnalnya <em>A food regime genealogy</em> menjelaskan bahwa ketergantungan impor pangan yang saat ini yang menjadi ciri khas hubungan dagang antar negara lahir dari konstruksi sejarah yang cukup panjang.</p>
<p>Dimulai dari era 1870–1930 yang disebut sebagai periode <em>first food regime</em>, aktivitas impor bermula dari perpindahan hasil pertanian tropis seperti biji-bijian dan rempah-rempah dari negara jajahan menuju negara-negara koloni di benua Eropa. Dengan model kolonialisasi yang dilakukan bangsa Eropa akhirnya mampu merubah sistem suplai pangan dan sumber daya ekologi negara jajahan.</p>
<p>Dari preseden historis tersebut pada akhirnya berkontribusi terhadap pendirian sektor pertanian nasional di negara-negara yang baru muncul saat itu terutama Amerika Serikat, Kanada, dan Australia dan menjadikan industri pangan sebagai jantung industri nasional.</p>
<p>Memasuki era <em>second food regime</em> di tahun 1950 hingga 70an, pola hegemoni pangan coba di jalankan kembali oleh Amerika Serikat ke negara-negara bekas jajahan atau negara-negara dunia ketiga pada saat perang dingin.</p>
<p>Pada periode tersebut, terbentuk hubungan transnasional antara sektor pertanian nasional dan rantai pasokan makanan global. Sebagai bagian dari strategi  ‘proyek pembangunan &#8216;di  negara-negara dunia ketiga, di samping universalisasi model pembangunan ekonomi &#8216;nasional&#8217;, pada saat yang sama terbentuklah rezim internasional baru dalam sektor pertanian.</p>
<p>Hingga di awal tahun 1990-an, terbentuklah organisasi perdagangan dunia atau WTO yang dianggap sebagai keberhasilan negara-negara maju dalam membentuk pola hegemoni melalui rezim dan memiliki kuasa untuk mengatur relasi perdagangan pangan antar negara.</p>
<p>Bisa dibilang, dalam setiap periode perkembangan rezim pangan, terjadi proses pembingkaian ulang tentang pentingnya hegemoni negara-negara maju di bidang pertanian dan pangan sebagai strategi politik pembangunan.</p>
<p>Dalam pengertian ini, konsep rezim pangan menawarkan lensa perbandingan historis pada hubungan politik dan ekologi kapitalisme modern di mana terdapat relasi-relasi ketergantungan pangan yang diciptakan dan sebenarnya lahir dari semangat kolonialisme dan imperialisme.</p>
<p>Pada awal tahun 1970-an, Amerika Serikat contohnya, sebagai salah satu pemain besar dalam konteks hegemoni pangan, menempatkan makanan sebagai jantung kebijakan luar negerinya.</p>
<p>Hal ini tidak terlepas dari adanya krisis pangan yang kerap kali melanda negara-negara berkembang. Sebagai <em>supplier</em> utama bahan makanan bagi negara-negara berkembang, posisi tersebut yang kemudian membentuk relasi ketergantungan dunia pada hasil panen AS. Sehingga pembuat kebijakan AS akhirnya meluncurkan inisiatif baru &#8220;kekuatan makanan&#8221; ke dalam kebijakan luar negeri nya.</p>
<p>Di sisi lain, makanan juga telah menjadi senjata politik penting bagi AS untuk menghadapi tantangan yang terus berkembang dari negara-negara dunia ketiga. Hal ini sangat terlihat dari  kebijakan AS yang cenderung sering melakukan <em>counter attack</em> upaya hegemoni produsen bahan-bahan pangan di negara-negara berkembang.</p>
<p>Dalam konteks Indonesia misalnya, AS melalui Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) yang menjatuhkan sanksi kepada Indonesia sebesar US$ 350 juta (setara Rp 5 triliun) pada 6 Agustus 2018.</p>
<blockquote class="twitter-tweet" data-width="550" data-dnt="true">
<p lang="in" dir="ltr">Rizal Ramli juga berharap pemerintah bisa menciptakan iklim bisnis yang menguntungkan para petani</p>
<p>“Namun sistem yang ada justru membuat kita cukup bergantung pada impor, padahal kekuatan pangan kita sesungguhnya cukup kuat&quot; <a href="https://twitter.com/RamliRizal?ref_src=twsrc%5Etfw">@RamliRizal</a> <a href="https://t.co/RcBf1t6BRK">https://t.co/RcBf1t6BRK</a></p>
<p>&mdash; Dian Yuniarti (@dianyounee) <a href="https://twitter.com/dianyounee/status/1052942120212815878?ref_src=twsrc%5Etfw">October 18, 2018</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p>Permintaan itu terkait pembatasan kuota impor produk hortikultura dan peternakan yang diberlakukan oleh pemerintah Indonesia. Padahal, produk-produk tersebut merupakan andalan ekspor Amerika ke Indonesia.</p>
<p>Lewat gugatan itu, AS mendesak Indonesia untuk melonggarkan kebijakan impornya agar produk ekspor dari Negeri Paman Sam bisa masuk ke Indonesia.</p>
<p>Desakan itu muncul di tengah upaya pemerintah RI yang tengah mengejar swasembada pangan dan melepaskan ketergantungan dari impor produk asing.</p>
<p>Melihat tekanan kepada Indonesia tersebut, mungkinkah impor pangan semakin menunjukkan bahwa Indonesia tak bisa lepas dari cengkeraman penjajahan pangan?</p>
<h4><strong>Impor Pangan, Sebuah Paradoks Kedaulatan</strong></h4>
<p>Dalam konteks Indonesia, ketahanan pangan masih sangat ditentukan oleh produsen-produsen luar negeri. Misalnya terkait pasokan gula, menurut data BPS impor gula tebu Indonesia terbesar berasal dari Thailand yang mencapai 2,34 juta ton dengan nilai US$ 1,1 miliar. Impor ini bernilai lebih dari separuh total impor.</p>
<p>Sementara importir gula tebu terbesar kedua adalah Brasil, dan terbesar ketiga adalah Australia dengan dengan nilai US$ 293,1 juta.</p>
<p>Sedangkan pasokan daging, Australia merupakan pemasok terbesar bagi Indonesia. Data BPS menunjukkan impor daging sapi dari Negeri Kanguru tersebut mencapai 85 ribu ton atau sekitar 53% dari total impor seberat 160.197 ton. Dan nilai impor daging sapi dari Australia mencapai US$ 296,3 juta setara Rp 4 triliun.</p>
<p>Garam pun juga menempatkan  Australia sebagai importir utama dengan total pasokan sebanyak 2,3 juta ton atau 89,97%. Selain itu, negara tetangga ini juga menjadi pemasok terbesar gandum ke Indonesia.  Berdasarkan data BPS impor gandum dan meslin yang berasal dari Australia pada 2016  mencapai 3,5 juta ton atau sebesar 33% dari total kebutuhan impor.</p>
<p>Untuk urusan beras,  Thailand dan Vietnam menjadi pemasok utama kebutuhan nasional. Selain kedua negara tersebut, negara Asia Selatan yaitu India dan Pakistan juga kerap mengekspor beras ke Indonesia.</p>
<p>Tentu nilai impor yang dilakukan Indonesia sangatlah besar dilihat dari nilai secara ekonomi maupun besaran pasokan. Jika skala kebutuhan impor tidak menyentuh angka hampir setengah kebutuhan nasional, tentu impor sah-sah saja dilakukan.</p>
<p>Namun kini setengah lebih kebutuhan bahan pangan nasional harus bergantung pada impor. Lalu apakah hal tersebut wajar?</p>
<p><figure id="attachment_42547" aria-describedby="caption-attachment-42547" style="width: 386px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-42547" src="https://pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/10/impor2.jpg" alt="Indonesia Dijajah Impor Pangan" width="386" height="290" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/10/impor2.jpg 386w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/10/impor2-300x225.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/10/impor2-80x60.jpg 80w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/10/impor2-265x198.jpg 265w" sizes="auto, (max-width: 386px) 100vw, 386px" /><figcaption id="caption-attachment-42547" class="wp-caption-text">Ilustrasi : Tempo</figcaption></figure></p>
<p>Padahal, dalam konteks kebijakan pangan, menurut Parke Wilde dalam tulisanya <em>Food Policy in the United States: An Introduction</em>, kebijakan pangan akan selalu berdampak pada petani, pengolah makanan, pedagang besar, pengecer dan konsumen. Terlebih, tanaman komoditas, seperti jagung, beras, gandum, dan kedelai paling sering menjadi jantung pembuatan kebijakan pertanian .</p>
<p>Dalam kasus Indonesia, jika melihat laporan dugaan korupsi impor pangan yang dilakukan Rizal Ramli misalnya terkait impor gula dan beras, besarnya nilai yang dihabiskan untuk impor justru berpotensi memperkaya petani di Thailand atau Vietnam dan tidak berdampak positif bagi petani lokal.</p>
<p>Menariknya, pernyataan tersebut terkesan memiliki pertalian jika merujuk pada pemain utama impor bahan pangan, yang didominasi oleh Vietnam, Thailand dan Australia. Fakta tersebut bahkan semakin menguatkan dugaan adanya permainan antara korporat dan pengambil kebijakan yang kini berpotensi menjerat sang pembuat kebijakan impor.</p>
<p>Jika tak ada pembenahan terhadap mekanisme kebijakan impor dan mengkaji ulang kebutuhan fundamental petani Indonesia, bukan tidak mungkin Indonesia akan terus terjajah oleh negara lain dan sulit untuk mewujudkan kedaulatan pangan dan kesejahteraan petani. (M39)</p>
<div class="youtube-embed" data-video_id="EKkNdXD7b_o"><iframe loading="lazy" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/EKkNdXD7b_o?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe></div>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/10/beras-mafia-pangan.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>PDIP Usul Ubah Kemendag?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/pdip-usul-ubah-kemendag/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[F41]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 20 Sep 2018 12:02:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[impor beras]]></category>
		<category><![CDATA[Kemendag]]></category>
		<category><![CDATA[PDIP]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=40019</guid>

					<description><![CDATA[&#8220;Kalau kita tidak bisa menyelenggarakan sandang, pangan di tanah air yang kaya ini, maka sebenarnya kita sendiri yang tolol, kita sendiri yang maha tolol.&#8221; ~Ir. Soekarno PinterPolitik.com [dropcap]N[/dropcap]egeri kita selalu dielu-elukan dengan kekayaan alamnya yang melimpah. Semuanya serba ada. Bahkan ada lagu yang bilang kalau tanah kita tanah surga. Tongkat kayu dan batu jadi tanaman. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>&#8220;Kalau kita tidak bisa menyelenggarakan sandang, pangan di tanah air yang kaya ini, maka sebenarnya kita sendiri yang tolol, kita sendiri yang maha tolol.&#8221; ~Ir. Soekarno</strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #cedb2a;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]N[/dropcap]egeri kita selalu dielu-elukan dengan kekayaan alamnya yang melimpah. Semuanya serba ada. Bahkan ada lagu yang bilang kalau tanah kita tanah surga. Tongkat kayu dan batu jadi tanaman. Nah, tapi kok impor lagi&#8230; impor lagi&#8230; Gimana? <em>Ckckckck.</em></p>
<p>Beberapa waktu lalu sempat heboh kritikan Rizal Ramli soal impor beras yang secara konsisten dilakukan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita. Ia bahkan turut menyinggung nama Ketua Umum NasDem Surya Paloh dan Presiden Joko Widodo. Gara-gara kritikan tersebut, Rizal Ramli akhirnya kena somasi. <em>Puk… puk&#8230; puk…</em></p>
<p>Tapi bener deh, gara-gara celetukan pedas Rizal Ramli, ku jadi kepo, emang senyeleneh apa sih kebijakan dari kemendag yang juga politisi NasDem ini?</p>
<p>Ternyata, Menteri Enggar ini demen banget impor pangan tanpa persetujuan Kementerian Pertanian dan Bulog. Hal tersebut menuai kritikan dong. Ngapain juga impor beras kalau stok beras nasional masih cukup? Diketahui stok beras nasional kini mencapai 2,4 juta ton sesuai data Bulog.</p>
<p><hr /><p><em>Katanya negeri subur, gemah ripah loh jinawi, tapi impor maning impor maning... Ckckckck</em><br /><a href='https://x.com/intent/tweet?url=https%3A%2F%2Fwww.pinterpolitik.com%2Fterkini%2Fpdip-usul-ubah-kemendag%2F&#038;text=Katanya%20negeri%20subur%2C%20gemah%20ripah%20loh%20jinawi%2C%20tapi%20impor%20maning%20impor%20maning...%20Ckckckck&#038;via=pinterpolitik&#038;related=pinterpolitik' target='_blank' rel="noopener noreferrer" >Share on X</a><br /><hr /></p>
<p>Anggota Komisi IV DPR Fraksi PDIP, Ono Surono menyatakan jumlah tersebut merupakan titik aman untuk pangan nasional. Karena itu, politisi PDIP tersebut merasa kalau Kemendag nggak perlu impor.</p>
<p>Menurutnya, kalau stok aman, nggak ada lonjakan harga beras dan produksi stabil, tawaran impor harus ditolak.</p>
<p>Dia pun mempertanyakan, kenapa Kemendag hanya mau urus impor tanpa mau tahu produksi padi, stok atau cadangan beras, harga dan masalah gudang yang sudah penuh? Ono menilai, kalau begitu terus, ubah saja Kemendag menjadi Kementerian Impor Pangan.</p>
<p><em>Wadaw</em>, idenya boleh juga tuh. Cocok gitu sama aktivitas sang menteri. Tapi masalahnya, kita butuh nggak kementerian macam itu? Mending ganti nama kementerian atau ganti menterinya? <em>Wkwkwkwk</em>.</p>
<p>Pak Ono ini ada-ada aja. Tapi berani banget ya mengkritisi Pak Menteri. Secara Pak Jokowi aja keliatan diem-diem aja. Biasanya menteri nggak bener bisa langsung diberhentikan, kalau ini kok seperti sengaja didiamkan? Presiden nggak beneran <em>nganu</em> kan? (E36)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/09/Ono-Surono.-Foto-Kabar-Rakyat.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Mafia Beras Di Impor Beras</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/coretan-politik/mafia-beras-di-impor-beras/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[G15]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 Jun 2018 08:50:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Coretan Politik]]></category>
		<category><![CDATA[impor beras]]></category>
		<category><![CDATA[Mafia Beras]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=31486</guid>

					<description><![CDATA[]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/06/Banyak-orang-mengaitkan-impor-beras-dengan-peran-para-mafia.-5-Juni.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class=" td-modal-image aligncenter wp-image-31487 size-full" src="https://pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/06/Banyak-orang-mengaitkan-impor-beras-dengan-peran-para-mafia.-5-Juni.jpg" alt="Mafia Beras Di Impor Beras" width="1000" height="707" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/06/Banyak-orang-mengaitkan-impor-beras-dengan-peran-para-mafia.-5-Juni.jpg 1000w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/06/Banyak-orang-mengaitkan-impor-beras-dengan-peran-para-mafia.-5-Juni-300x212.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/06/Banyak-orang-mengaitkan-impor-beras-dengan-peran-para-mafia.-5-Juni-768x543.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/06/Banyak-orang-mengaitkan-impor-beras-dengan-peran-para-mafia.-5-Juni-100x70.jpg 100w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/06/Banyak-orang-mengaitkan-impor-beras-dengan-peran-para-mafia.-5-Juni-696x492.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/06/Banyak-orang-mengaitkan-impor-beras-dengan-peran-para-mafia.-5-Juni-594x420.jpg 594w" sizes="auto, (max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /></a></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/06/Banyak-orang-mengaitkan-impor-beras-dengan-peran-para-mafia.-5-Juni.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Lagi-Lagi Impor Beras</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/infografis/izin-impor-beras/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[K12]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 25 May 2018 11:59:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[Beras Sachet]]></category>
		<category><![CDATA[Dirut Bulog]]></category>
		<category><![CDATA[impor beras]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=29928</guid>

					<description><![CDATA[]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/05/2018-05-25-lagi-lagi-impor-beras-POSTED.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class=" td-modal-image aligncenter wp-image-29922 size-full" src="https://pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/05/2018-05-25-lagi-lagi-impor-beras-POSTED.jpg" alt="izin Impor beras" width="1080" height="1080" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/05/2018-05-25-lagi-lagi-impor-beras-POSTED.jpg 1080w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/05/2018-05-25-lagi-lagi-impor-beras-POSTED-150x150.jpg 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/05/2018-05-25-lagi-lagi-impor-beras-POSTED-300x300.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/05/2018-05-25-lagi-lagi-impor-beras-POSTED-768x768.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/05/2018-05-25-lagi-lagi-impor-beras-POSTED-1024x1024.jpg 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/05/2018-05-25-lagi-lagi-impor-beras-POSTED-696x696.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/05/2018-05-25-lagi-lagi-impor-beras-POSTED-1068x1068.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/05/2018-05-25-lagi-lagi-impor-beras-POSTED-420x420.jpg 420w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/05/2018-05-25-lagi-lagi-impor-beras-POSTED-135x135.jpg 135w" sizes="auto, (max-width: 1080px) 100vw, 1080px" /></a></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/05/2018-05-25-lagi-lagi-impor-beras-POSTED-1024x1024.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
