<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>ilusi kontrol &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/ilusi-kontrol/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Fri, 25 Feb 2022 11:18:05 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>ilusi kontrol &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Edhy Ditangkap, Ada yang Bermain?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/in-depth/edhy-ditangkap-ada-yang-bermain/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R53]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 28 Nov 2020 11:15:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nalar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Edhy Prabowo]]></category>
		<category><![CDATA[ilusi kontrol]]></category>
		<category><![CDATA[Prabowo Subianto]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=96816</guid>

					<description><![CDATA[Selaku sosok yang begitu dipercaya Prabowo Subianto, penangkapan MenKP Edhy Prabowo agaknya begitu mengejutkan secara politik. Banyak yang menilai penangkapan tersebut adalah sinyal Prabowo akan diganjal untuk maju di Pilpres 2024. Lantas, mungkinkah terdapat pihak yang bermain di balik penangkapan tersebut? PinterPolitik.com Baru lima hari di Surabaya, atau tepatnya pada 30 Oktober 1945, pasukan militer [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<h4 class="wp-block-heading"><strong>Selaku sosok yang begitu dipercaya Prabowo Subianto, penangkapan MenKP Edhy Prabowo agaknya begitu mengejutkan secara politik. Banyak yang menilai penangkapan tersebut adalah sinyal Prabowo akan diganjal untuk maju di Pilpres 2024. Lantas, mungkinkah terdapat pihak yang bermain di balik penangkapan tersebut?</strong></h4>



<hr class="wp-block-separator is-style-wide"/>



<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.pinterpolitik.com/a"><strong>PinterPolitik.com</strong></a></p>



<p class="has-drop-cap wp-block-paragraph">Baru lima hari di Surabaya, atau tepatnya pada 30 Oktober 1945, pasukan militer Inggris justru harus&nbsp;<strong><a href="https://www.liputan6.com/news/read/2360571/misteri-kematian-jenderal-mallaby-yang-picu-pertempuran-surabaya">kehilangan</a></strong>&nbsp;jenderalnya, yakni Brigadir Jenderal Aubertin Walter Sothern (AWS)&nbsp;Mallaby. Padahal, dalam pertempuran melawan Jerman di Perang Dunia II, kehilangan seperti itu tidak pernah dialami.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Terbunuhnya sang jenderal kemudian memicu Inggris mengeluarkan ultimatum pada 9 November. Mayor Jenderal EC Mansergh yang menjadi pengganti Mallaby meminta pasukan Indonesia di Surabaya untuk menyerahkan senjata tanpa perlawanan. Namun, seperti yang kita ketahui, ultimatum tersebut ditolak keras, dan meletuslah pertempuran pada 10 November yang kini diperingati sebagai Hari Pahlawan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sedikit berspekulasi, pola respons semacam itu yang mungkin membuat pengamat politik Rocky Gerung&nbsp;<strong><a href="https://youtu.be/TDx2y2Vqfcw">berspekulasi</a></strong>&nbsp;bahwa penangkapan Menteri Kelautan dan Perikanan (MenKP) Edhy Prabowo baru-baru ini akan melahirkan politik balasan dari Partai Gerindra.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pasalnya, sama dengan Mallaby, Edhy juga dapat disebut sebagai jenderalnya Prabowo Subianto. Sudah menjadi rahasia umum apabila mantan Ketua Komisi IV DPR RI tersebut memiliki ikatan emosional yang begitu dekat dengan sang ketua partai kepala garuda.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menariknya, pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin&nbsp;<strong><a href="https://www.pikiran-rakyat.com/nasional/pr-011018005/menteri-kkp-edhy-prabowo-ditangkap-kpk-pengamat-sebut-penegak-hukum-tebang-pilih-berantas-korupsi?page=2">membandingkan</a></strong>&nbsp;penangkapan tersebut seperti penangkapan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Luthfi Hasan di era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Menurutnya, penangkapan Luthfi bermotif politik karena dilakukan menjelang Pilpres 2014.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada kasus Edhy, meskipun Pilpres 2024 masih jauh, dengan masifnya corong politik menyorot Prabowo sebagai kandidat potensial, agaknya tidak sulit menyimpulkan bahwa konteks serupa juga terjadi saat ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tambah Ujang, penangkapan tersebut juga merupakan sinyal ketidaksukaan pemerintah atas manuver Gerindra yang justru tetap mengkritik melalui Fadli Zon, meskipun telah diberikan dua kursi menteri. Apalagi, dengan tidak jelasnya kasus Harun Masiku yang merupakan kader PDIP, juga menambah kecurigaan Ujang bahwa penangkapan Edhy memang bermotif politis.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lantas, jika spekulasi Ujang benar adanya, mungkinkah terdapat pihak yang bermain di belakang penangkapan tersebut?</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Prabowo Ingin Jadi Lincoln?</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Demi nama rekonsiliasi, Prabowo yang menjadi rival Joko Widodo (Jokowi) dalam dua gelaran Pilpres terakhir secara mengejutkan bergabung ke dalam koalisi pemerintah. Itu juga menjadi sejarah karena untuk pertama kalinya Gerindra berada di jalur kekuasaan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, apabila kita merujuk pada pernyataan Amien Rais pada Januari 2019 lalu, bergabungnya Prabowo sebenarnya tidak terlalu mengejutkan. Saat itu, Amien menuturkan bahwa Prabowo ingin berlaku seperti Presiden ke-16 Amerika Serikat (AS)&nbsp;<strong><a href="https://www.tribunnews.com/pilpres-2019/2019/01/15/amien-rais-sebut-prabowo-subianto-akan-seperti-abraham-lincoln">Abraham Lincoln</a></strong>. Jika nantinya memenangkan Pilpres 2019, mantan Danjen Kopassus tersebut akan membentuk “<em>team of rivals</em>” yang merangkul pihak oposisi dalam kabinet pemerintahannya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam Rapimnas Gerindra pada 16 Oktober 2019, Prabowo menyampaikan pidato yang mengafirmasi pernyataan Amien. Seperti yang diungkap oleh Sandiaga Uno, keputusan Prabowo untuk satu meja dengan Jokowi memang telah menimbulkan gejolak internal dalam tubuh partai.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Oleh karenanya, dalam&nbsp;<strong><a href="https://nasional.republika.co.id/berita/pzijly377/cerita-prabowo-soal-lincoln-hideyoshi-hingga-mao-zedong">Rapimnas</a></strong>&nbsp;tersebut, Prabowo mencoba meyakinkan anggota partainya dengan menyampaikan pidato yang berisi teladan dari tiga pemimpin dunia yang merangkul rival politiknya ke dalam pemerintahan. Mereka adalah Abraham Lincoln dengan William H. Seward di AS, Hideyoshi dengan Tokugawa di Jepang, dan Mao Zedong dengan Deng Xiaoping di Tiongkok.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di sini, kita mungkin dapat berspekulasi bahwa Prabowo benar-benar berasumsi bahwa keputusannya untuk masuk ke dalam pemerintahan akan memperbaiki iklim politik yang sedang terpecah-belah sekaligus memperbaiki hubungan dengan Jokowi dan PDIP.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Teruntuk PDIP, sebagaimana kita ketahui, Gerindra pernah begitu dekat dengan partai banteng ketika mengusung duet Megawati-Prabowo di Pilpres 2009. Dengan kata lain, Prabowo mungkin ingin mengembalikan hubungan baik tersebut dengan keputusannya menjadi menteri Jokowi.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Ilusi Kontrol?</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Jika benar demikian, patut dicurigai Prabowo telah terjebak dalam&nbsp;<strong><em><a href="https://www.interaction-design.org/literature/topics/the-illusion-of-control">illusion of control</a></em></strong>&nbsp;atau ilusi kontrol. Ini adalah fenomena sosial yang terjadi ketika seseorang meyakini memiliki kendali atas situasi yang jelas berada di luar jangkauan pengaruhnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Simpulan tersebut setidaknya bertolak dari empat alasan.&nbsp;<em>Pertama</em>, dengan dalih rekonsiliasi, mungkin terdapat keyakinan bahwa pemerintah membutuhkan Gerindra untuk mendapatkan legitimasi kekuasaan. Ihwal tersebut akan membuat Gerindra percaya diri dan berimbas pada tiga alasan berikutnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Kedua</em>, Gerindra terlihat memainkan politik dua kaki. Di satu sisi Prabowo dan Edhy menjalankan misi sebagai pembantu presiden. Namun di sisi lain, juga menjalankan misi sebagai oposisi melalui Fadli Zon. Tidak tanggung-tanggung, Fadli bahkan terlihat seperti mengamankan dukungan dari kelompok Islam.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Ketiga</em>, Prabowo terlihat memanfaatkan posisinya sebagai Menteri Pertahanan (Menhan) untuk mendulang atensi publik, misalnya dengan banyak melakukan diplomasi pertahanan. Ini praktis membuatnya menjadi salah satu pusat pemberitaan. Dan terbukti, dalam berbagai&nbsp;<strong><a href="https://www.pinterpolitik.com/mengapa-kinerja-prabowo-dinilai-memuaskan-1">survei</a></strong>, publik menilai Prabowo sebagai menteri dengan kinerja paling memuaskan.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Keempat</em>, terdapat dugaan bahwa Gerindra memanfaatkan dua jatah kursi menterinya untuk melakukan bisnis. Di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Tempo mengungkap berbagai perusahaan eksportir benih lobster ternyata&nbsp;<strong><a href="https://nasional.tempo.co/read/1408571/kader-gerindra-di-seputar-ekspor-benih-lobster-menteri-edhy-prabowo/full&amp;view=ok">terafiliasi</a></strong>&nbsp;dengan Gerindra.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lalu di proyek&nbsp;<em>food estate</em>&nbsp;atau lumbung pangan, dibentuk PT Agro Industri Nasional (Agrinas) untuk mendukung program tersebut. Menariknya, jabatan-jabatan penting di PT Agrinas belakangan diketahui ternyata&nbsp;<strong><a href="https://www.law-justice.co/artikel/94820/elit-prabowo-kuasai-bisnis-pangan-baru-via-agrinas/">diisi</a></strong>&nbsp;oleh orang-orang terdekat Menhan Prabowo dan Partai Gerindra.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sedikit berspekulasi, jika benar pernyataan Ketua Umum Jokowi Mania (Jokman), Immanuel Ebenezer bahwa terdapat menteri berinisial P yang justru sibuk berbisnis dan berpolitik merujuk pada Prabowo, konteks kritiknya mungkin merujuk pada ekspor benih lobster dan&nbsp;<em>food estate</em>.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Apalagi, kritik tersebut juga&nbsp;<strong><a href="https://news.detik.com/berita/d-5228189/jokowi-mania-sentil-menteri-p-sibuk-bisnis-politik-gerindra-bela-prabowo/1">direspons</a></strong>&nbsp;oleh juru bicara Partai&nbsp;Gerindra, Habiburokhman dan Ketua Harian Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Singkatnya, jika benar Prabowo mengalami ilusi kontrol alias merasa dapat mengendalikan situasi politik, itu mungkin yang mengakibatkan Gerindra dapat percaya diri melakukan manuver-manuver politik tersebut.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Ada yang Bermain?</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Ditangkapnya Edhy yang begitu dekat dengan Prabowo jelas begitu mengejutkan secara politik. Ini jelas menjadi peringatan bagi Prabowo bahwa pengaruhnya tidak cukup kuat untuk membendung peristiwa tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pengamat politik dari Universitas Nasional Jakarta, Saiful Anam dalam wawancaranya bersama PinterPolitik menegaskan bahwa penangkapan tersebut merupakan sinyal agar Prabowo hati-hati ke depannya. Ia juga menegaskan bahwa itu mungkin adalah sinyal bahwa hubungan Gerindra dengan PDIP yang selama ini disebut dekat kembali sejak rekonsiliasi, sepertinya tidak demikian.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Merujuk pada kasus masih tidak jelasnya kasus Harun Masiku, itu dinilai oleh banyak pihak sebagai indikasi bagaimana kuatnya pengaruh dan kekuatan politik PDIP saat ini. Artinya, penangkapan Edhy dapat dijadikan indikasi bahwa partai banteng tidak memiliki upaya untuk membentengi Partai Gerindra.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di titik ini, mungkin kita dapat membuat deduksi untuk menentukan siapa kira-kira yang mungkin bermain di balik penangkapan Edhy yang mengejutkan ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Pertama</em>, itu mungkin adalah PDIP. Selaku partai yang ingin mengusung kadernya di Pilpres 2024, PDIP jelas tidak ingin ada pihak lain yang memperkecil peluangnya berkuasa lagi. Popularitas Prabowo saat ini jelas menjadi ancaman tersendiri. Oleh karenanya, perlu ada fenomena politik yang dapat menurunkan elektabilitas Partai Gerindra.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Kedua</em>, bisa jadi adalah Golkar. Alasannya sama, karena Airlangga Hartarto juga digadang-gadang akan maju di Pilpres mendatang.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Ketiga</em>, ada kemungkinkan untuk menyebutkan Istana. Ini misalnya diungkapkan oleh Rocky Gerung yang menyebutkan penangkapan Edhy sebagai sinyal bahwa Istana&nbsp;<strong><a href="https://radartegal.com/edhy-prabowo-ditangkap-kpk-rocky-gerung-istana-sudah-tak-butuh-prabowo-subianto-lagi.9191.html">tidak lagi</a></strong>&nbsp;membutuhkan Prabowo.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Keempat</em>, ini mungkin hanya kesialan politik semata. Artinya, di luar berbagai analisis yang mencoba mengungkap siapa pihak yang bermain di balik penangkapan Edhy, mungkin saja ini hanyalah kesialan bagi Gerindra karena menterinya justru tergiur melakukan korupsi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada akhirnya, tentu kita paham, sekelumit analisis yang ada hanyalah asumsi atau deduksi semata. Tidak ada yang benar-benar mengetahui apa yang terjadi sebenarnya. Saat ini kita hanya bisa mengapresiasi KPK karena telah berhasil mengungkap kasus korupsi besar yang melibatkan pejabat Istana. Bravo Novel Baswedan dan tim. (R53)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/1606573917_115646378-antarafoto-penahanan-menteri-kelautan-251120-wik-2jpg.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Siasat Nasdem di Balik Jokowi 3 Periode?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/in-depth/siasat-nasdem-di-balik-jokowi-3-periode/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R53]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Dec 2019 11:43:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nalar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[3 periode]]></category>
		<category><![CDATA[Amandemen UUD 1945]]></category>
		<category><![CDATA[ilusi kontrol]]></category>
		<category><![CDATA[Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[Nasdem]]></category>
		<category><![CDATA[Surya Paloh]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=69990</guid>

					<description><![CDATA[Di periode kedua kepemimpinannya, Presiden Jokowi tampak menjalankan strategi politik akomodatif dengan intens. Akan tetapi, berbagai “kebisingan” politik, seperti munculnya wacana penambahan periode jabatan presiden, nampaknya menunjukkan strategi tersebut tidak ekuivalen dengan terciptanya kestabilan politik – hal yang sebetulnya menjadi tujuan akhir dari politik akomodatif. Lantas, apakah ini menunjukkan telah terjadi illusion of control dalam [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>Di periode kedua kepemimpinannya, Presiden Jokowi tampak menjalankan strategi politik akomodatif dengan intens. Akan tetapi, berbagai “kebisingan” politik, seperti munculnya wacana penambahan periode jabatan presiden, nampaknya menunjukkan strategi tersebut tidak ekuivalen dengan terciptanya kestabilan politik – hal yang sebetulnya menjadi tujuan akhir dari politik akomodatif. Lantas, apakah ini menunjukkan telah terjadi <em>illusion of control</em> dalam koalisi pemerintah?</strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #cedb2a"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p><span class="dropcap dropcap2">D</span>ua bulan terakhir ini, wacana terkait penambahan masa jabatan presiden telah menjadi “bola banas” yang ditanggapi oleh banyak pihak. Statusnya yang benar-benar “tidak populer” membuat banyak pihak memandang sinis dan negatif wacana tersebut.</p>
<p>Apalagi, adanya sejarah di era sebelumnya, katakanlah saat Soeharto masih berkuasa, yang tidak dibatasi masa jabatannya membuat publik berspekulasi bahwa wacana ini menjadi indikasi akan kembalinya sistem politik seperti di era Orde Baru.</p>
<p>Wacana ini sendiri, disebut pertama kali mencuat ke publik setelah Sekjen Partai Nasdem, <strong><a href="https://www.cnnindonesia.com/nasional/20191007182059-32-437538/nasdem-masa-jabatan-presiden-harus-dibahas-di-amendemen-uud">Johnny G. Plate</a></strong> pada Oktober 2019 lalu memberikan usul bahwa pembahasan masa jabatan presiden semestinya menjadi salah satu isu yang dibahas MPR dalam rangka melakukan amandemen terhadap UUD 1945.</p>
<p>Di luar pro-kontra terkait wacana ini, sebuah pendapat dari politikus PKS, Muhammad Nasir Djamil nampaknya membuat konteks isu ini menjadi jauh lebih menarik.</p>
<p>Menurut Nasir, wacana ini sebenarnya adalah <strong><a href="https://tirto.id/ppp-dan-pks-tolak-penambahan-masa-jabatan-presiden-jadi-3-periode-emz4"><em>test the water</em></a></strong> alias “cek ombak” atau wacana yang dihembuskan untuk melihat reaksi publik ataupun pihak tertentu. Tentu pertanyaannya, siapa pihak yang ingin dilihat reaksinya dari penghembusan wacana ini?</p>
<p>Jika menyebut <em>test the water</em> ini ditujukan untuk melihat reaksi publik, sepertinya itu tidak cukup beralasan. Pasalnya, sudah menjadi pengetahuan umum bahwa wacana penambahan masa jabatan presiden mestilah mendapat penolakan keras dari masyarakat karena adanya ingatan buruk terhadap pemerintahan otoriter di era Orde Baru. Dengan kata lain, untuk apa menguji reaksi sesuatu yang telah diketahui?</p>
<p>Menimbang pada hal tersebut, sepertinya <em>test the water</em> ini lebih ditujukan untuk melihat reaksi dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) sendiri. Akhirnya terbukti, secara terbuka mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut menyatakan <strong><a href="https://www.msn.com/id-id/berita/nasional/murka-jokowi-tolak-amandemen-uud-1945/ar-BBXFlu3?li=AAuZNMP">penolakannya</a></strong> dengan memberi satire bahwa wacana tersebut seperti “ingin menampar mukanya” sebagai produk pemilihan langsung.</p>
<p>Tidak sebatas itu, Presiden Jokowi bahkan menyebut di balik penghembusan wacana tersebut terdapat pihak tertentu yang sedang mencari muka ataupun ingin menjerumuskannya.</p>
<blockquote class="instagram-media" data-instgrm-captioned data-instgrm-permalink="https://www.instagram.com/p/B5mr2iWA7NQ/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" data-instgrm-version="12" style=" background:#FFF; border:0; border-radius:3px; box-shadow:0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width:658px; min-width:326px; padding:0; width:99.375%; width:-webkit-calc(100% - 2px); width:calc(100% - 2px);">
<div style="padding:16px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/B5mr2iWA7NQ/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" background:#FFFFFF; line-height:0; padding:0 0; text-align:center; text-decoration:none; width:100%;" target="_blank"> </p>
<div style=" display: flex; flex-direction: row; align-items: center;">
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 40px; margin-right: 14px; width: 40px;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center;">
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 100px;"></div>
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 60px;"></div>
</div>
</div>
<div style="padding: 19% 0;"></div>
<div style="display:block; height:50px; margin:0 auto 12px; width:50px;"><svg width="50px" height="50px" viewBox="0 0 60 60" version="1.1" xmlns="https://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="https://www.w3.org/1999/xlink"><g stroke="none" stroke-width="1" fill="none" fill-rule="evenodd"><g transform="translate(-511.000000, -20.000000)" fill="#000000"><g><path d="M556.869,30.41 C554.814,30.41 553.148,32.076 553.148,34.131 C553.148,36.186 554.814,37.852 556.869,37.852 C558.924,37.852 560.59,36.186 560.59,34.131 C560.59,32.076 558.924,30.41 556.869,30.41 M541,60.657 C535.114,60.657 530.342,55.887 530.342,50 C530.342,44.114 535.114,39.342 541,39.342 C546.887,39.342 551.658,44.114 551.658,50 C551.658,55.887 546.887,60.657 541,60.657 M541,33.886 C532.1,33.886 524.886,41.1 524.886,50 C524.886,58.899 532.1,66.113 541,66.113 C549.9,66.113 557.115,58.899 557.115,50 C557.115,41.1 549.9,33.886 541,33.886 M565.378,62.101 C565.244,65.022 564.756,66.606 564.346,67.663 C563.803,69.06 563.154,70.057 562.106,71.106 C561.058,72.155 560.06,72.803 558.662,73.347 C557.607,73.757 556.021,74.244 553.102,74.378 C549.944,74.521 548.997,74.552 541,74.552 C533.003,74.552 532.056,74.521 528.898,74.378 C525.979,74.244 524.393,73.757 523.338,73.347 C521.94,72.803 520.942,72.155 519.894,71.106 C518.846,70.057 518.197,69.06 517.654,67.663 C517.244,66.606 516.755,65.022 516.623,62.101 C516.479,58.943 516.448,57.996 516.448,50 C516.448,42.003 516.479,41.056 516.623,37.899 C516.755,34.978 517.244,33.391 517.654,32.338 C518.197,30.938 518.846,29.942 519.894,28.894 C520.942,27.846 521.94,27.196 523.338,26.654 C524.393,26.244 525.979,25.756 528.898,25.623 C532.057,25.479 533.004,25.448 541,25.448 C548.997,25.448 549.943,25.479 553.102,25.623 C556.021,25.756 557.607,26.244 558.662,26.654 C560.06,27.196 561.058,27.846 562.106,28.894 C563.154,29.942 563.803,30.938 564.346,32.338 C564.756,33.391 565.244,34.978 565.378,37.899 C565.522,41.056 565.552,42.003 565.552,50 C565.552,57.996 565.522,58.943 565.378,62.101 M570.82,37.631 C570.674,34.438 570.167,32.258 569.425,30.349 C568.659,28.377 567.633,26.702 565.965,25.035 C564.297,23.368 562.623,22.342 560.652,21.575 C558.743,20.834 556.562,20.326 553.369,20.18 C550.169,20.033 549.148,20 541,20 C532.853,20 531.831,20.033 528.631,20.18 C525.438,20.326 523.257,20.834 521.349,21.575 C519.376,22.342 517.703,23.368 516.035,25.035 C514.368,26.702 513.342,28.377 512.574,30.349 C511.834,32.258 511.326,34.438 511.181,37.631 C511.035,40.831 511,41.851 511,50 C511,58.147 511.035,59.17 511.181,62.369 C511.326,65.562 511.834,67.743 512.574,69.651 C513.342,71.625 514.368,73.296 516.035,74.965 C517.703,76.634 519.376,77.658 521.349,78.425 C523.257,79.167 525.438,79.673 528.631,79.82 C531.831,79.965 532.853,80.001 541,80.001 C549.148,80.001 550.169,79.965 553.369,79.82 C556.562,79.673 558.743,79.167 560.652,78.425 C562.623,77.658 564.297,76.634 565.965,74.965 C567.633,73.296 568.659,71.625 569.425,69.651 C570.167,67.743 570.674,65.562 570.82,62.369 C570.966,59.17 571,58.147 571,50 C571,41.851 570.966,40.831 570.82,37.631"></path></g></g></g></svg></div>
<div style="padding-top: 8px;">
<div style=" color:#3897f0; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:550; line-height:18px;"> View this post on Instagram</div>
</div>
<div style="padding: 12.5% 0;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: row; margin-bottom: 14px; align-items: center;">
<div>
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(0px) translateY(7px);"></div>
<div style="background-color: #F4F4F4; height: 12.5px; transform: rotate(-45deg) translateX(3px) translateY(1px); width: 12.5px; flex-grow: 0; margin-right: 14px; margin-left: 2px;"></div>
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(9px) translateY(-18px);"></div>
</div>
<div style="margin-left: 8px;">
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 20px; width: 20px;"></div>
<div style=" width: 0; height: 0; border-top: 2px solid transparent; border-left: 6px solid #f4f4f4; border-bottom: 2px solid transparent; transform: translateX(16px) translateY(-4px) rotate(30deg)"></div>
</div>
<div style="margin-left: auto;">
<div style=" width: 0px; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-right: 8px solid transparent; transform: translateY(16px);"></div>
<div style=" background-color: #F4F4F4; flex-grow: 0; height: 12px; width: 16px; transform: translateY(-4px);"></div>
<div style=" width: 0; height: 0; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-left: 8px solid transparent; transform: translateY(-4px) translateX(8px);"></div>
</div>
</div>
<p></a> </p>
<p style=" margin:8px 0 0 0; padding:0 4px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/B5mr2iWA7NQ/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" color:#000; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px; text-decoration:none; word-wrap:break-word;" target="_blank">Jokowi tolak keras wacana penambahan periode jabatan presiden.⠀ ⠀ Simak artikel selengkapnya di https://pinterpolitik.com/⠀ ⠀ #infografik #infografis #politik #politikindonesia #politikluarnegeri #pinterpolitik</a></p>
<p style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px; margin-bottom:0; margin-top:8px; overflow:hidden; padding:8px 0 7px; text-align:center; text-overflow:ellipsis; white-space:nowrap;">A post shared by <a href="https://www.instagram.com/pinterpolitik/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px;" target="_blank"> PinterPolitik.com</a> (@pinterpolitik) on <time style=" font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px;" datetime="2019-12-03T09:00:02+00:00">Dec 3, 2019 at 1:00am PST</time></p>
</div>
</blockquote>
<p><script async src="//www.instagram.com/embed.js"></script></p>
<p>Menariknya, selepas penolakan tegas tersebut, Nasdem <strong><a href="https://nasional.sindonews.com/read/1464744/12/nasdem-sebut-usulan-presiden-3-periode-bukan-untuk-jokowi-1575330888">memberikan bantahan</a></strong> bahwa wacana tersebut tidak berasal dari partainya, ataupun memberi klarifikasi bahwa wacana tidak ditujukan kepada Presiden Jokowi.</p>
<p>Melihat pada reaksinya terhadap pernyataan tegas Presiden Jokowi, apakah itu menunjukkan Nasdem adalah pihak yang disebutkan oleh sang presiden?</p>
<h4><strong>Pesan Amarah Jokowi?</strong></h4>
<p>Melihat gaya komunikasinya, Presiden Jokowi adalah tipe pemimpin yang menyampaikan pernyataan tegas hanya pada saat tertentu. Dalam beberapa kesempatan, terlihat jelas bahwa pernyataan tegas Presiden Jokowi selalu merupakan respon atas fenomena ataupun hal yang spesifik membuat dirinya “marah”.</p>
<p>Dengan pandangan serupa, <strong><a href="https://www.era.id/read/qmUWm4-jokowi-dan-prabowo-dalam-kacamata-psikologi">Deborra Basaria</a></strong>, psikolog klinis dari Universitas Tarumanegara juga mengutarakan bahwa Presiden Jokowi adalah sosok yang tahu kapan harus bersikap tegas, dan bukannya sosok emosial yang sembarangan dalam memberikan pernyataan di hadapan publik.</p>
<p>Beberapa momen pernyataan tegas tersebut misalnya terlihat dalam <strong><a href="https://yogyakarta.kompas.com/read/2019/03/23/16064531/jokowi-hari-ini-di-yogyakarta-saya-sampaikan-saya-akan-lawan">orasinya di Yogyakarta</a></strong> pada Maret 2019 lalu yang menyebut akan melawan berbagai pihak yang selama ini telah memfitnah dan menjelekkan dirinya. Begitupun juga terkait pernyataannya yang akan <strong><a href="https://www.tribunnews.com/nasional/2019/11/01/jokowi-akan-gigit-balik-mafia-berkedok-aparat-hukum-yang-hambat-program-pembangunan">“menggigit balik” para mafia</a></strong> yang banyak mengganggu pembangunan yang dijalankan oleh pemerintah.</p>
<p>Artinya, pernyataan tegas Presiden Jokowi, apalagi sampai menggunakan satire “menampar mukanya”, tentu mengindikasikan telah terjadi hal serius yang membuat dirinya merasa sangat tidak nyaman.</p>
<blockquote class="instagram-media" data-instgrm-captioned data-instgrm-permalink="https://www.instagram.com/p/B4kRl5sAuW8/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" data-instgrm-version="12" style=" background:#FFF; border:0; border-radius:3px; box-shadow:0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width:658px; min-width:326px; padding:0; width:99.375%; width:-webkit-calc(100% - 2px); width:calc(100% - 2px);">
<div style="padding:16px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/B4kRl5sAuW8/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" background:#FFFFFF; line-height:0; padding:0 0; text-align:center; text-decoration:none; width:100%;" target="_blank"> </p>
<div style=" display: flex; flex-direction: row; align-items: center;">
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 40px; margin-right: 14px; width: 40px;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center;">
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 100px;"></div>
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 60px;"></div>
</div>
</div>
<div style="padding: 19% 0;"></div>
<div style="display:block; height:50px; margin:0 auto 12px; width:50px;"><svg width="50px" height="50px" viewBox="0 0 60 60" version="1.1" xmlns="https://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="https://www.w3.org/1999/xlink"><g stroke="none" stroke-width="1" fill="none" fill-rule="evenodd"><g transform="translate(-511.000000, -20.000000)" fill="#000000"><g><path d="M556.869,30.41 C554.814,30.41 553.148,32.076 553.148,34.131 C553.148,36.186 554.814,37.852 556.869,37.852 C558.924,37.852 560.59,36.186 560.59,34.131 C560.59,32.076 558.924,30.41 556.869,30.41 M541,60.657 C535.114,60.657 530.342,55.887 530.342,50 C530.342,44.114 535.114,39.342 541,39.342 C546.887,39.342 551.658,44.114 551.658,50 C551.658,55.887 546.887,60.657 541,60.657 M541,33.886 C532.1,33.886 524.886,41.1 524.886,50 C524.886,58.899 532.1,66.113 541,66.113 C549.9,66.113 557.115,58.899 557.115,50 C557.115,41.1 549.9,33.886 541,33.886 M565.378,62.101 C565.244,65.022 564.756,66.606 564.346,67.663 C563.803,69.06 563.154,70.057 562.106,71.106 C561.058,72.155 560.06,72.803 558.662,73.347 C557.607,73.757 556.021,74.244 553.102,74.378 C549.944,74.521 548.997,74.552 541,74.552 C533.003,74.552 532.056,74.521 528.898,74.378 C525.979,74.244 524.393,73.757 523.338,73.347 C521.94,72.803 520.942,72.155 519.894,71.106 C518.846,70.057 518.197,69.06 517.654,67.663 C517.244,66.606 516.755,65.022 516.623,62.101 C516.479,58.943 516.448,57.996 516.448,50 C516.448,42.003 516.479,41.056 516.623,37.899 C516.755,34.978 517.244,33.391 517.654,32.338 C518.197,30.938 518.846,29.942 519.894,28.894 C520.942,27.846 521.94,27.196 523.338,26.654 C524.393,26.244 525.979,25.756 528.898,25.623 C532.057,25.479 533.004,25.448 541,25.448 C548.997,25.448 549.943,25.479 553.102,25.623 C556.021,25.756 557.607,26.244 558.662,26.654 C560.06,27.196 561.058,27.846 562.106,28.894 C563.154,29.942 563.803,30.938 564.346,32.338 C564.756,33.391 565.244,34.978 565.378,37.899 C565.522,41.056 565.552,42.003 565.552,50 C565.552,57.996 565.522,58.943 565.378,62.101 M570.82,37.631 C570.674,34.438 570.167,32.258 569.425,30.349 C568.659,28.377 567.633,26.702 565.965,25.035 C564.297,23.368 562.623,22.342 560.652,21.575 C558.743,20.834 556.562,20.326 553.369,20.18 C550.169,20.033 549.148,20 541,20 C532.853,20 531.831,20.033 528.631,20.18 C525.438,20.326 523.257,20.834 521.349,21.575 C519.376,22.342 517.703,23.368 516.035,25.035 C514.368,26.702 513.342,28.377 512.574,30.349 C511.834,32.258 511.326,34.438 511.181,37.631 C511.035,40.831 511,41.851 511,50 C511,58.147 511.035,59.17 511.181,62.369 C511.326,65.562 511.834,67.743 512.574,69.651 C513.342,71.625 514.368,73.296 516.035,74.965 C517.703,76.634 519.376,77.658 521.349,78.425 C523.257,79.167 525.438,79.673 528.631,79.82 C531.831,79.965 532.853,80.001 541,80.001 C549.148,80.001 550.169,79.965 553.369,79.82 C556.562,79.673 558.743,79.167 560.652,78.425 C562.623,77.658 564.297,76.634 565.965,74.965 C567.633,73.296 568.659,71.625 569.425,69.651 C570.167,67.743 570.674,65.562 570.82,62.369 C570.966,59.17 571,58.147 571,50 C571,41.851 570.966,40.831 570.82,37.631"></path></g></g></g></svg></div>
<div style="padding-top: 8px;">
<div style=" color:#3897f0; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:550; line-height:18px;"> View this post on Instagram</div>
</div>
<div style="padding: 12.5% 0;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: row; margin-bottom: 14px; align-items: center;">
<div>
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(0px) translateY(7px);"></div>
<div style="background-color: #F4F4F4; height: 12.5px; transform: rotate(-45deg) translateX(3px) translateY(1px); width: 12.5px; flex-grow: 0; margin-right: 14px; margin-left: 2px;"></div>
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(9px) translateY(-18px);"></div>
</div>
<div style="margin-left: 8px;">
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 20px; width: 20px;"></div>
<div style=" width: 0; height: 0; border-top: 2px solid transparent; border-left: 6px solid #f4f4f4; border-bottom: 2px solid transparent; transform: translateX(16px) translateY(-4px) rotate(30deg)"></div>
</div>
<div style="margin-left: auto;">
<div style=" width: 0px; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-right: 8px solid transparent; transform: translateY(16px);"></div>
<div style=" background-color: #F4F4F4; flex-grow: 0; height: 12px; width: 16px; transform: translateY(-4px);"></div>
<div style=" width: 0; height: 0; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-left: 8px solid transparent; transform: translateY(-4px) translateX(8px);"></div>
</div>
</div>
<p></a> </p>
<p style=" margin:8px 0 0 0; padding:0 4px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/B4kRl5sAuW8/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" color:#000; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px; text-decoration:none; word-wrap:break-word;" target="_blank">Jokowi menyindir Surya Paloh atas pertemuannya dengan Sohibul Iman.⠀ ⠀ Simak artikel selengkapnya di https://pinterpolitik.com/⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀ ⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀ #infografik #infografis #politik #politikindonesia #politikluarnegeri #pinterpolitik</a></p>
<p style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px; margin-bottom:0; margin-top:8px; overflow:hidden; padding:8px 0 7px; text-align:center; text-overflow:ellipsis; white-space:nowrap;">A post shared by <a href="https://www.instagram.com/pinterpolitik/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px;" target="_blank"> PinterPolitik.com</a> (@pinterpolitik) on <time style=" font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px;" datetime="2019-11-07T14:00:42+00:00">Nov 7, 2019 at 6:00am PST</time></p>
</div>
</blockquote>
<p><script async src="//www.instagram.com/embed.js"></script></p>
<p>Peka terhadap indikasi kemarahan Presiden Jokowi, Nasdem nampak memberikan respon cepat seperti memberi bantahan bahwa wacana tidak berasal dari partainya ataupun menyebut wacana tersebut tidak ditujukan kepada Jokowi.</p>
<p>Akan tetapi, selaku pihak yang disebut pertama kali menghembuskan wacana ini, sulit untuk tidak mengaitkan pernyataan tegas Presiden Jokowi tersebut tidak ditujukan kepada Nasdem.</p>
<p>Apalagi, hubungan keduanya memang terlihat mengalami panas-dingin selepas Nasdem terlihat menunjukkan manuver politik dengan <strong><a href="https://www.pinterpolitik.com/nasdem-duri-sebenarnya-koalisi-jokowi/">mendekati PKS</a></strong>. Kabarnya, manuver tersebut dilakukan Nasdem karena <strong><a href="https://politik.rmol.id/read/2019/11/05/408970/gerah-dengan-mega-prabowo-alasan-surya-paloh-sowan-ke-partai-non-koalisi">kecewa</a></strong> dengan masuknya Ketua Umum (Ketum) Partai Gerindra Prabowo Subianto, ke dalam jajaran kabinet.</p>
<p>Pertemuan Nasdem dan PKS tersebut kemudian melahirkan berbagai pemberitaan di media massa yang memperlihatkan rangkulan erat Ketum Nasdem Surya Paloh dengan Presiden PKS Sohibul Iman. Menanggapi hal tersebut, Presiden Jokowi kala itu kemudian memberikan satire yang menyebutkan bahwa Surya Paloh tidak pernah merangkulnya <strong><a href="https://www.tribunnews.com/nasional/2019/11/07/tanggapi-rangkulan-surya-paloh-dengan-sohibul-iman-jokowi-tidak-pernah-saya-dirangkul-seerat-itu">seerat</a></strong> merangkul Sohibul Iman.</p>
<p>Kini hubungan Presiden Jokowi dengan Nasdem nampaknya kembali memanas setelah pesan “amarah” yang ditujukan sang presiden atas wacana penambahan periode jabatan presiden.</p>
<p>Namun, pesan “amarah” tersebut sepertinya tidak hanya ditujukan kepada Nasdem semata, melainkan kepada setiap pihak yang menghembuskan wacana tersebut ke hadapan publik. Menariknya, pihak-pihak tersebut adalah para pendukung Presiden Jokowi atau mereka yang disebut “koalisi pemerintah”.</p>
<p>Atas fenomena ini, sebenarnya terdapat hal serius yang menjadi “lampu kuning” kepada Presiden Jokowi atas koalisi yang telah dibentuknya. Lantas, masalah apakah itu?</p>
<h4><strong>Ilusi Kontrol Jokowi?</strong></h4>
<p>Untuk menopang kestabilan politik, Presiden Jokowi nampaknya menggunakan strategi politik akomodatif yang intens. Idealnya, distribusi “kue kekuasaan” ini dilakukan agar berbagai “kebisingan” politik dapat diredam. Ini adalah kompensasi yang diberikan agar pihak-pihak di lingkaran kekuasaannya dapat menjaga kestabilan kekuasaan sang presiden.</p>
<p>Namun, munculnya wacana seperti penambahan periode jabatan presiden yang telah menjadi “bola panas” di tengah masyarakat, sepertinya memperlihatkan strategi tersebut tidak menemui bentuk idealnya.</p>
<blockquote class="instagram-media" data-instgrm-captioned data-instgrm-permalink="https://www.instagram.com/p/B4UjmdmgZjt/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" data-instgrm-version="12" style=" background:#FFF; border:0; border-radius:3px; box-shadow:0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width:658px; min-width:326px; padding:0; width:99.375%; width:-webkit-calc(100% - 2px); width:calc(100% - 2px);">
<div style="padding:16px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/B4UjmdmgZjt/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" background:#FFFFFF; line-height:0; padding:0 0; text-align:center; text-decoration:none; width:100%;" target="_blank"> </p>
<div style=" display: flex; flex-direction: row; align-items: center;">
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 40px; margin-right: 14px; width: 40px;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center;">
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 100px;"></div>
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 60px;"></div>
</div>
</div>
<div style="padding: 19% 0;"></div>
<div style="display:block; height:50px; margin:0 auto 12px; width:50px;"><svg width="50px" height="50px" viewBox="0 0 60 60" version="1.1" xmlns="https://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="https://www.w3.org/1999/xlink"><g stroke="none" stroke-width="1" fill="none" fill-rule="evenodd"><g transform="translate(-511.000000, -20.000000)" fill="#000000"><g><path d="M556.869,30.41 C554.814,30.41 553.148,32.076 553.148,34.131 C553.148,36.186 554.814,37.852 556.869,37.852 C558.924,37.852 560.59,36.186 560.59,34.131 C560.59,32.076 558.924,30.41 556.869,30.41 M541,60.657 C535.114,60.657 530.342,55.887 530.342,50 C530.342,44.114 535.114,39.342 541,39.342 C546.887,39.342 551.658,44.114 551.658,50 C551.658,55.887 546.887,60.657 541,60.657 M541,33.886 C532.1,33.886 524.886,41.1 524.886,50 C524.886,58.899 532.1,66.113 541,66.113 C549.9,66.113 557.115,58.899 557.115,50 C557.115,41.1 549.9,33.886 541,33.886 M565.378,62.101 C565.244,65.022 564.756,66.606 564.346,67.663 C563.803,69.06 563.154,70.057 562.106,71.106 C561.058,72.155 560.06,72.803 558.662,73.347 C557.607,73.757 556.021,74.244 553.102,74.378 C549.944,74.521 548.997,74.552 541,74.552 C533.003,74.552 532.056,74.521 528.898,74.378 C525.979,74.244 524.393,73.757 523.338,73.347 C521.94,72.803 520.942,72.155 519.894,71.106 C518.846,70.057 518.197,69.06 517.654,67.663 C517.244,66.606 516.755,65.022 516.623,62.101 C516.479,58.943 516.448,57.996 516.448,50 C516.448,42.003 516.479,41.056 516.623,37.899 C516.755,34.978 517.244,33.391 517.654,32.338 C518.197,30.938 518.846,29.942 519.894,28.894 C520.942,27.846 521.94,27.196 523.338,26.654 C524.393,26.244 525.979,25.756 528.898,25.623 C532.057,25.479 533.004,25.448 541,25.448 C548.997,25.448 549.943,25.479 553.102,25.623 C556.021,25.756 557.607,26.244 558.662,26.654 C560.06,27.196 561.058,27.846 562.106,28.894 C563.154,29.942 563.803,30.938 564.346,32.338 C564.756,33.391 565.244,34.978 565.378,37.899 C565.522,41.056 565.552,42.003 565.552,50 C565.552,57.996 565.522,58.943 565.378,62.101 M570.82,37.631 C570.674,34.438 570.167,32.258 569.425,30.349 C568.659,28.377 567.633,26.702 565.965,25.035 C564.297,23.368 562.623,22.342 560.652,21.575 C558.743,20.834 556.562,20.326 553.369,20.18 C550.169,20.033 549.148,20 541,20 C532.853,20 531.831,20.033 528.631,20.18 C525.438,20.326 523.257,20.834 521.349,21.575 C519.376,22.342 517.703,23.368 516.035,25.035 C514.368,26.702 513.342,28.377 512.574,30.349 C511.834,32.258 511.326,34.438 511.181,37.631 C511.035,40.831 511,41.851 511,50 C511,58.147 511.035,59.17 511.181,62.369 C511.326,65.562 511.834,67.743 512.574,69.651 C513.342,71.625 514.368,73.296 516.035,74.965 C517.703,76.634 519.376,77.658 521.349,78.425 C523.257,79.167 525.438,79.673 528.631,79.82 C531.831,79.965 532.853,80.001 541,80.001 C549.148,80.001 550.169,79.965 553.369,79.82 C556.562,79.673 558.743,79.167 560.652,78.425 C562.623,77.658 564.297,76.634 565.965,74.965 C567.633,73.296 568.659,71.625 569.425,69.651 C570.167,67.743 570.674,65.562 570.82,62.369 C570.966,59.17 571,58.147 571,50 C571,41.851 570.966,40.831 570.82,37.631"></path></g></g></g></svg></div>
<div style="padding-top: 8px;">
<div style=" color:#3897f0; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:550; line-height:18px;"> View this post on Instagram</div>
</div>
<div style="padding: 12.5% 0;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: row; margin-bottom: 14px; align-items: center;">
<div>
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(0px) translateY(7px);"></div>
<div style="background-color: #F4F4F4; height: 12.5px; transform: rotate(-45deg) translateX(3px) translateY(1px); width: 12.5px; flex-grow: 0; margin-right: 14px; margin-left: 2px;"></div>
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(9px) translateY(-18px);"></div>
</div>
<div style="margin-left: 8px;">
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 20px; width: 20px;"></div>
<div style=" width: 0; height: 0; border-top: 2px solid transparent; border-left: 6px solid #f4f4f4; border-bottom: 2px solid transparent; transform: translateX(16px) translateY(-4px) rotate(30deg)"></div>
</div>
<div style="margin-left: auto;">
<div style=" width: 0px; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-right: 8px solid transparent; transform: translateY(16px);"></div>
<div style=" background-color: #F4F4F4; flex-grow: 0; height: 12px; width: 16px; transform: translateY(-4px);"></div>
<div style=" width: 0; height: 0; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-left: 8px solid transparent; transform: translateY(-4px) translateX(8px);"></div>
</div>
</div>
<p></a> </p>
<p style=" margin:8px 0 0 0; padding:0 4px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/B4UjmdmgZjt/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" color:#000; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px; text-decoration:none; word-wrap:break-word;" target="_blank">Nasdem berkhianat?⠀ ⠀⠀ Nantikan artikel selengkapnya di pinterpolitik.com⠀⠀⠀ ⠀⠀⠀ #infografik #infografis #politik #politikindonesia #politikluarnegeri #pinterpolitik</a></p>
<p style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px; margin-bottom:0; margin-top:8px; overflow:hidden; padding:8px 0 7px; text-align:center; text-overflow:ellipsis; white-space:nowrap;">A post shared by <a href="https://www.instagram.com/pinterpolitik/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px;" target="_blank"> PinterPolitik.com</a> (@pinterpolitik) on <time style=" font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px;" datetime="2019-11-01T11:30:13+00:00">Nov 1, 2019 at 4:30am PDT</time></p>
</div>
</blockquote>
<p><script async src="//www.instagram.com/embed.js"></script></p>
<p>Hal ini sebenarnya lumrah, seperti apa yang dikemukakan oleh <strong><a href="https://www.scu.edu/government-ethics/resources/what-is-government-ethics/conflicts-of-interest-in-government/">Judy Nadler dan Miriam Schulman</a></strong>, menimbang pada adanya perbedaan kepentingan dan loyalitas yang inheren dalam diri individu dan kelompok, terjadinya konflik kepentingan atau <em>conflict of interest</em> adalah suatu hal yang tidak terhindarkan.</p>
<p>Apalagi, adanya perbedaan agenda besar, katakanlah misalnya soal perdebatan <strong><a href="https://www.liputan6.com/news/read/4082713/pdip-pastikan-amandemen-terbatas-uud-1945-tidak-sentuh-pemilihan-presiden">amandemen terbatas UUD 1945</a></strong> dari PDIP versus <strong><a href="https://nasional.republika.co.id/berita/pziusy428/alasan-nasdem-ingin-amendemen-uud-1945-menyeluruh">amandemen menyeluruh</a></strong> dari Nasdem dalam tubuh koalisi pemerintah tentu membuahkan konflik kepentingan. Mengutip pernyataan <strong><a href="https://timesofindia.indiatimes.com/readersblog/political-reforms/conflict-of-interest-in-politics-5751/">Sundaraaman Srinivasan</a></strong>, konflik kepentingan semacam itu, di mana terdapat perbedaan agenda besar, adalah konflik kepentingan terburuk dalam politik.</p>
<p>Menimbang pada hal tersebut, jika Presiden Jokowi mengidamkan bentuk ideal untuk meredam kegaduhan politik, kemungkinan besar sang presiden telah mengalami apa yang disebut dengan <em>illusion of control</em> atau ilusi kontrol.</p>
<p>Profesor Psikologi, <strong><a href="https://nuovoeutile.it/wp-content/uploads/2014/10/Langer1975_IllusionofControl.pdf">Ellen J. Langer</a></strong> dalam berbagai penelitiannya menunjukkan bahwa terdapat tendensi psikologis di mana seseorang merasa dapat mengendalikan situasi ketika berada di suatu keadaan yang telah dikenalinya atau telah dikondisikan.</p>
<p>Artinya, jika Presiden Jokowi merasa dapat meredam kebisingan politik selepas mendistribusikan kekuasaan, di mana itu adalah apa yang disebut dengan situasi yang dikenali atau terkondisikan, maka pada titik tersebut besar kemungkinkan telah terjadi ilusi kontrol.</p>
<p>Ilusi kontrol boleh jadi membuat Presiden Jokowi menurunkan derajat awas terkait adanya fakta bahwa setiap partai politik mestilah memiliki agenda besar tertentu.</p>
<p>Dengan kata lain, fakta manuver politik yang dilakukan oleh Nasdem sebenarnya mengindikasikan bahwa Presiden Jokowi kemungkinan tidak memiliki kontrol politik yang cukup terhadap koalisi yang telah dibentuknya. Indikasi ini tentunya adalah “lampu kuning” bahwa kurangnya kontrol politik tersebut juga dapat terjadi pada partai politik lainnya.</p>
<p>Pada akhirnya, dapat dipahami bahwa penolakan tegas Presiden Jokowi atas wacana penambahan periode jabatan presiden menunjukkan bahwa tidak terjadi suara yang harmoni di dalam tubuh koalisi pemerintah. Dengan demikian, itu boleh jadi adalah indikasi kuat bahwa Presiden Jokowi tidak memiliki kontrol yang cukup atas partai-partai anggota koalisinya, khususnya Nasdem. (R53)</p>
<div class="youtube-embed" data-video_id="J3qm-Gy6Tz8"><iframe title="Pemerintahan Jokowi Otoriter? Wawancara dengan Haris Azhar Part 1" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/J3qm-Gy6Tz8?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe></div>
<p>► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di <a href="http://bit.ly/PinterPolitik"><strong>bit.ly/PinterPolitik</strong></a></p>
<p>Mau tulisanmu terbit di rubrik Ruang Publik kami? Klik di <strong><a href="https://www.pinterpolitik.com/luhut-masih-kokoh-atau-tergusur/bit.ly/ruang-publik">bit.ly/ruang-publik</a></strong> untuk informasi lebih lanjut.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/12/Surya-Paloh-dan-Presiden-Jokowi.-620x330.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
